Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN BONDOWOSO

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS CERMEE
Jl. Raya Suling Kulon,( Telp.561248)Cermee
BONDOWOSO

KERANGKA ACUAN
PEMBERIAN MP - ASI
I. PENDAHULUAN
Setelah pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan, bayi harus diberi makanan
pendamping ASI karena setelah 6 bulan ASI tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi bayi akan
energy dan mikronutrien penting. ASI hanya memenuhi sekitar 65-80% dan sangat sedikit
mengandung mikronutrien. Karena itu kebutuhan energy dan mikronutrien terutama zat besi
dan zink harus diperoleh dari MP-ASI. Pemberian MP-ASI merupakan proses transisi dari
asupan yang semula hanya berupa susu menuju makanan semi padat. Periode peralihan dari
ASI eksklusif ke makanan keluarga dikenal pula sebagai masa penyapihan (weaning period),
yang merupakan proses dimulainya pemberian makanan khusus selain ASI secara bertahap
jenis, jumlah, frekuensi, maupun tektur dan konsistensinya sampai seluruh kebutuhan zat
gizi anak dipenuhi dari makanan keluarga.
MP-ASI adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung zat gizi yang
diberikan kepada bayi selama periode penyapihan yaitu pada saat makanan / minuman lain
diberikan bersama pemberian ASI. Pada Global Strategy for Infant and Young Child Feeding
(GSIYCF, 2002) dinyatakan bahwa MP-ASI harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Tepat waktu : MP ASI diberikan saat kebutuhan energy dan zat gizi melebihi yang
didapat dari ASI
2. Adekuat : MP-ASI harus mengandung cukup energy, protein, dan mikronutrien.
3. Aman : Penyimpanan, penyiapan dan sewaktu diberikan pada bayi MP ASI harus
higienis
4. Tepat cara pemberian : MP-ASI diberikan sejalan dengan tanda lapar dan ada nafsu
makan yang ditunjukkan bayi serta frekuensi dan cara pemberiannya sesuai umur bayi.
MP-ASI ada dua jenis yaitu MP-ASI yang disediakan khusus (buatan pabrik atau
rumah tangga) dan makanan yang biasa dimakan keluarga yang dimodifikasi sehingga
mudah dimakan bayi dan cukup memenuhi gizi. Tekstur makanan mulai dari yang halus /
saring, encer (makanan lumat) bertahap menjadi lebih kasar (lembik). MP-ASI buatan
pabrik yang disediakan Kemenkes RI diberikan dalam rangka pencegahan dan
penanggulangan didaerah rawan gizi, dengan sasaran yaitu balita usia 6-24 bulan khususnya
balita gizi kurang, BGM dan berasal dari keluarga GAKIN. Beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam penyediaan MP-ASI yaitu :
1. Mengingat Fe paling tidak terpenuhi setelah 6 bulan maka pilihlah bahan makanan yang
kaya zat besi

2. Makanan padat pertama yang terbaik adalah terbuat dari beras karena beras merupakan
makanan yang paling hipoalergenik. Gandum dan campuran sereAlia lainnya sebaiknya
ditunda sampai bayi berusia 8 bulan
3. Telur dapat diberikan sebelum bayi usia 1 tahun karena tidak CUKUP bukti telur dapat
menyebabkan alergi pada tubuh.
4. Tidak ada urutan tertentu tentang jenis / bahan makanan yang diberikan lebih dahulu

II. TUJUAN
-

Tujuan Umum :
Mencegah dan mengurangi bayi usia 6-24 bulan yang BGM, gizi kurang dan gizi
buruk
Tujuan Khusus :
1. Tersedianya MP-ASI bagi bayi usia 6-24 bulan terutama balita ysng terkena Gizi
kurang maupun gizi baik terutama balita Gakin
2. Keluarga balita memahami dan cara membuat MP-ASI secara lengkap.

III.

SASARAN
1. Anak BGM
2. Balita 2T dan gizi kurang
3. Balita sangat kurus

IV. METODE
Pemberian MP-ASI buatan pabrik berupa biskuit

V. MEDIA
Biskuit MP-ASI buatan pabarik

VI. TEMPAT DAN WAKTU


Di posyandu, diPuskesmas, Ponkesdes

VII. PENYELENGGARA
Petugas Gizi
Bidan Desa
VIII. LUARAN (Output yang ingin dicapai kegiatan)

Hasil yang ingin dicapai :


1. MP-ASI terdistribusi semua
2. Keluarga balita memahami cara membuat MP-ASI yang benar dan bergizi, serta cara
memberikan yang benar pada bayinya.
Mengetahui
Kepala Puskesmas Cermee

Dr. M. Habib Muzakki, M.Mkes


NIP. 19810212 201001 1030

Penanggung jawab Program Gizi

Erin Nurhayati, S.Gz


NIP. 19710416 199203 2 010