Anda di halaman 1dari 123

&lG

"?.

e,ls

PADI

8@

9p

*cw
+

$
e
G

t
,

oscE
PADI Survival Style
(obiective structured ctinical Examinations)

TIM MATERI PADI

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

OSCE: PADI Survival Style

zot6

o 2016

PADI

PADI Matraman
PADI Kelapa Cading

PADlJogjakarta

Disclaimer
kasus
dalam buku iniadalah karangan belaka.
nama
skenario
dan
Semua
Adanya kesamaan tempat, nama, atau kasus adalah sebuah ketidaksengaiaan.
Semua informasidi dalam buku ini hanya untuk tujuan pendidikan saja.

lnformasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga


medis.

Disclaimer
this book are fictional.
Any resemblance to real place, name, or case scenario is purely coincidental.
AII nomes and case scenario in

The information on this book is provided for educational purposes only;


it is not intended to be a substitute for professional medical odvice

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Daftar Isi

Metabolik - Endokrin.

.'.....,............,

6l

................ IO2

Apendiks: Daftar Obat Terpilih

(P-drugs)

Apendiks: Script Pertanyaan Sensitif - Kasus

......................
Psikiatri......

.................II9

.........r22

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Tentang OSCE
.&rye Et* {:lSBXtr?

't

Ini adalah bentuk


ujian yang banyak dilakukan di ilmu-ilmu kesehatan. Ujian ini adalah ujian
yang menguji keterampilan klinik (termasuk anamnesis, bagaimana
keterampilan pemeriksaan fisis), di samping komunikasi dan profesionalisme.
Selama di ruang ujian, Anda akan diuji layaknya Anda seorang dokter dan
OSCE singkatan dari Obiectiue Structured Clinical Examination

sebagaimana Anda berpraktik di ruang praktik pribadi.


Biasanya akan ada pasien simulasi dalam ujian ini. Ajaklah pasien simulasi itu
untuk berinteraksi, seolah-olah ia adalah pasien sesungguhnya. Jika tidak ada

pasien simulasi, kemungkinan besar stqtion


dengan manekin.

ini menggantikan

pasien simulasi

Akan ada 14 station, di mana 12 station di antaranya berisi soal dan 2 station
istirahat. |adi, di satu sesi dan tempat ujian, akan ada 4 peserta yang ujian.
Anda mulai di satu station, lalu berotasi hingga menjalani 14 station.
Anda memiliki waktu 15 menit di setiap station.r menit pertama dimulai dengan
membaca soal yang tertempel di pintu luar station.

Seorang laki-laki, berusia T4tahun datang dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu.

Instruksi untuk pasien ujian:

t.
2.
).
4.
5.
6.

Lakukan anamnesis pada pasien.


Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien
Mintalah hasil pemeriksaan penunjang kepada penguji.
Tegakkan diagnosis dan dua diagnosis banding, lalu sampaikan kepada penguji.
Lakukan tatalaksana farmakoterapi, tulis resp, dan sampaikan kepada penguji.
Lakukan edukasi keoada oasien.
Setelah satu menit terlampaui, bel masuk station dibunyikan. Di dalam ruang,
lakukan sesuai dengan instuksi. Anda punya waktu r) menit untuk
menyelesaikan station. Akan ada bel pengingat sisa waktu 3 menit. Setelah
selesai, bel akhir station dibunyikan dan Anda punya waktu r menit untuk

keluar dari station tersebut dan berjalan pindah ke station selanjutnya. Tunggu
di depan station selanjutnya sampai bel dibunyikan tanda Anda dipersilakan
membaca soal di station berikutnya. Demikian seterusnya sampai Anda
menyelesaikan ujian.
htftq{$m sE t-$K{vtiryij
I.

Kardiovaskular

Respirasi

1.

Neurobehavior
Gastrointestinal

4.

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

5.
6.
T.
8.
9.

lo.

II.

Reproduksi

Muskuloskeletal
Metabolik - Endokrin
Hematologi - Onkologi

Genitourinlria
Head & Neck
Special Sensory

Iz. Psikiatri

Menurut borang penilaian OSCE, peserta akan dinilai dari segi:

r.
2.
).
4.
5.
6.
7.
8.

Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Melakukan tes/prosedur klinik atau interpretasi data untuk menunjang
diagnosis banding/diagnosis
Menentukan diagnosis atau diagnosis banding

Tatalaksananon-farmakoterapi
Tatalaksanafarmakoterapi
Komunikasi dan edukasi pasien
Perilakuprofesional

Poin perilaku profesional p4qg dinilai di semua station, sedangkan poin r


sampai 7 bervariasi antar-station. Perilaku profesional dijabarkan sebagai
kehati-hatian dalam bertindak, hormat kepada pasien, serta merujuk jika kasus
yang disajikan bukan kasus kompetensi penuh dokter umum.

Penguji hanya akan menilai apa yang tertera di soal. |adi Anda tidak akan
mendapatkan poin untuk hal yang Anda lakukan namun tidak diminta oleh
soal.

tr*m*nittnat

ffi#f

i:],r"'#ft *l$flffi,

Kelulusan OSCE melibatkan nilai nasional. Jadi kriteria lulus OSCE ditentukan
oleh peserta OSCE di seluruh Indonesia.

t.
2.
).
4.

5.

Yakinkan diri bahwa Anda pasti bisa lulus UKMPPD, termasuk OSCE.
Ini bukanlah hal yang sangat menakutkan.
fika ada bimbingan di kampus (terutama kampus menyediakan alat-alat
/ manekin yang tidak mudah Anda akali), manfaarkan kesemparan
belajar tersebut.
Petakan kekuatan Anda. Cari tahu bagian mana yang Anda rasa masih
perlu perbaikan. Fokuslah pada hal ini.
Buatlah kelompok belajar. Targetkan apa yang ingin Anda pelajari
dalam satu sesi. Misal: hari ini Anda akan belajar sistem gastrointestinal.
Cari tahu kasus apa yang mungkin keluar, lalu gunakan sebagai sarana
untuk saling berlatih. Satu orang menjadi dokter, satu orang menjadi
pasien simulasi, dan yang lain observasi. Ulangilah sampai lancar!
Berdoa, karena after You do your best, God will do the rest.

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Keterampilan Umum
Dalam bagian ini, akan ada tiga keterampilan yang harus Anda kuasai, yakni
anamnesis, pemeriksaan fisis, dan komunikasi/edukasi. Ketiga keterampilan
dasar ini perlu Anda pelajari secara terpisah karena dapat diaplikasikan untuk
semua kasus.

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Anamnesis
Anamnesis hampir selalu diujikan dalam setiap pos OSCE UKMPPD. Kunci
memiliki keterampi.lan anamnesis yang baik adalah dengan berlatih sebanyakbanyaknya. Persiapkan diri Anda sebaik-baiknya. Tujuan anamnesis adalah
memperoleh data atau informasi tentang permasalahan yang sedang dialami
atau dirasakan oleh pasien. Apabila anamnesis dilakukan dengan cermat, maka
informasi yang didapatkan akan sangat berharga bagi penegakan diagnosis.
;.:",2pl*

ffi#$$tr'*i s;c:;L. ?**ynfu*::==i*E F#i..*{ ;}} -ifri*r

Sapa pasien (usahakan dengan berjabat tangan) dan persilakan pasien untuk
duduk. Tunjukan komunikasi non-verbal yang menunjukkan sikap terbuka,
yaitu tersenyum, mencondongkan tubuh ke depan, tidak melipat tangan atau
memasukkan tangan ke dalam saku, mempertahankan kontak mata pada pasien,
dan mendengarkan pasien sebaik-baiknya.

ffi

*vk*wm* kmm #{r} &m**;.a

Contoh: "Nama saya Dokter Cantik.


)::'.".'.:-$ifu.trffi
$!n-

k'tp

Saya dokter jaga yang bertugas

hari ini."

#w .w,.+r?$ffi C#ffi.z?",r* $+* mfums**;srt *3*d$$

Contoh: "setelah ini, saya akan menanyakan identitas, keluhan, dan hal-hal terkait
penyakit Bapak. langan khawatir, Bapak boleh bicara seleluasa mungkin karena ini
akan menjadi rahasia medis."
'tf*"^"-*
E

8"**

:--.e*-. *l**

* * *:

-"*
ffiilymKdr'fi IffeClIi{;}5- #*}}fitrrE

Sekurang-kurangnya tanyakan nama, usia, dan pekerjaan pasien. Identitas


dikatakan lengkap jika nama, usia, alamat, pekerjaan, riwayat pernikahan, suku,
agama berhasil Anda dapatkan.

'$"*m5r*k*rx km*ufumm

ait#ffi?e

,'
:

Keluhan utama adalah hal yang sangat penting bagi pasien, karena keluhan ini
yang membawa pasien datang ke dokter. Bila pasien menjawab "diabetes",
"hipertensi", atau penyakit kronis/keluhan non-spesifik lainnya, gali lebih
mendalam.

OSCE:

SURVIVAL

Tanyakan kronologis penyakit pasien (sejak


pertama kali keluhan muncul hingga saat data4g
kepada Anda), gali keluhan utama pasien untuk

6 hal yang wajib Anda gali dari


keluhan utama adalah:
Lokasi (di mana, penjalaran)

mengarahkan pa{a diagnosis yang paling mungkin,serta singkirkan diagnosis banding yang ada. Dari

keluhan utama sebaiknya Anda sudah mulai


memikirkan beberapa kemungkinan diagnosis

Onset dan kronologis


.

banding yang berhubungan dengan keluhan utama.

Kuantitas keluhan (ringan atau


berat, seberapa sering?)

Kualitas keluhan (seperti apa


rasanya)

Faktor yang memperberat


Faktor yang meringankan

Tanyakan apakah pasien pernah mengalami sakit yang dialaminya sekarang


di
masa lampau. Bila ya, tanya kapan terjadinya, sudah berapa kari,
dan *"rrduput
pengobatan apa saja. Tanyakan pura mengenai riwayat penyakit lain
yang
terjadi pada pasien di masa lampau, terutama yang berkaitan dengan
diagnosis
pasien saat ini.
Pada berusia 35 tahun atau rebih, tanyakan riwayat penyakit
degeneratif;
misalnya diabetes, hipertensi, dan lain-lain. Riwayat operasi dan ri.^,ayat
rawat
inap juga ditanyakan pada bagian ini. pada pasie, p"."-p,ran,
tanyakan

mengenai riwayat menstruasi dan riwayat obstetri ginekologi (riwayat

kehamilan/parrirs/abortus, riwayat menderira penya.tcit ginekologis).


Contoh:
"Apakah Bapak pernah mengalami sakit kepala
seperti ini sebelumnEa?"

"ceritakan mengenai penyakit apa saja gang perntah


Bapak arami di masa rampau,,
"Ap

Fi:

akah

ap ak m en d erit a d ar ah tin

auim?.*'e paffi H#

ki f

*<,e )q,$;*

g g i / ken

cin g m ani s l p e ny

akit r ainn

g a?

"

rff #

Tanyakan riwayat penyakit serupa di keluarga pasien. Tanyakan


punya
mengenai penyakit degeneratif atau penyakit lain yang relevan
yang terjadi

pada keluarga pasien

;:t }..z,rn ts;*

?p*

ffi (g {.}

*e

Bij; c**

# x sr ;j s rffi
6

(kapan

terjadinya, berapa lama)

Tanyakan riwayat pengobatan yang pasien konsumsi. Tanyakan


pula mengenai
riwayat alergi pasien, meliputi makanan dan obat.

contoh: "obat apa saja yang sudah Bapak minum untuk mengatasi nyeri
kepala
ini? Adakah jenis pengobatan yang rain, misalnya dipijai? Apakah Bapak
memiliki alergi makanan atau obat?"

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

#myx h*du*p, p*$c*rpmmm, d*m sr#$ ps*Eamsm**x3


Tanyakan hal-hal lain yang Anda perlukan untuk memantapkan perkiraan
diagnosis pasien. Anda dapat menanyakan mengenai pola makan pasien,
aktivitas fisik, ri#ayat pekerjaan, riwayat merokok, riwayat konsumsi alkohol,
pola tidur, stres psikis, keuangan, asuransi, dan lain-lain.

Contoh: "Bagaimana pola makan Bapak sehari-hari? Apakah Bapak rutin


berolah raga? Biasanya jenis olah raga apa yang Bapak lakukan?"

Contoh: "Baik pak, saya coba rangkum ya. Jadi, nama Bapak Udin, usia 48 tahun.
Bapak mengeluh nyeri kepala sejak kemarin ya, Pak. Nyeri tanpa demam,

dirasakan seperti tertekan di dahi, belakang kepala, hingga pundak. Nyeri


muncul terus menerus, walau kadang-kadang membaik sendiri namun
kemudian menjadi sakit lagi. Nyeri seperti ini pernah Bapak rasakan kira-kira 3
bulan yang lalu..."
t

H*rl';;

u'+\pffi

r;de H#ffi# r:t{}i.'r r*r'*r:p*k;*mf"

Sebelum menutup anamnesis, sempatkan

diri untuk menanyakan pertanyaan

ini.
,.i g*s
I

rm*ia w"uk*lr

r.
2.
3.
4.
5.
6.

&ffi ffi $H*E#$is

Beri kesempatan pasien menceritakan masalahnya.

Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup secara tepat. Mulailah


dengan pertanyaan terbuka, dan jika perlu sampaikan pertanyaan
tertutup. Fungsi pertanyaan tertutup adalah untuk menognfirmasi halhal yang belum jelas.
fangan memotong pembicaraan pasien.
Iadilah pendengar yang aktif.
Kenali isyarat verbal dan non-verbal yang ditunjukkan pasien.
Gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh pasien. Hindari
penggunaan istilah medis.

Pemeriksaan Fisik
I

satu komponen lain dalam aspek penilaian adalah pemeriksaan fisik. perlu
diperhatikan, instruksi yang sering tercantum dalam soal adalah "lakukan
pemeriksaan fisik yang relevan".

Anda wajib melakukan dua hal


berikut yakni cuci tangan dan
pemeriksaan keadaan umum +
tanda vital.

Hp*mxsr*ks;*m ru ${sEfu y#F}#

r#*#wes

Relevan artinya sesuai dengan apa diagnosis


banding yang Anda pikirkan selama melakukan
anamnesis. |ika masih ada beberapa diagnosis
10

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

banding dan (seharusnya) dapat disingkirkan dengan p"*"rikruu., fisik,


lakukan. Namun, jika Anda merasa pemeriksaan fisik yang Anda perlukan tidak
menambah nilai diagnosis (artinya, dengan melakukan pemeriksaan tersebut
hasil yang Anda peroleh tidak bermakna dalam menyingkirkan diagnosis),
artinya pemeriksaan fisik tersebut "kurang relevan".
Hal yang dapat diperiksa ketika melakukan pemeriksaan fisik adalah:

'
'
'
'
.

Keadaan umum: tampak sakit ringan/sedang/berat, BB, TB, dan

IMT

Tanda vital: TD, suhu, nadi, pernapasan


Kepala dan leher, termasuk di antaranya kelenjar getah bening
Mata: inspeksi, pupil, visus, tekanan bola mata, lapangan pandang,

funduskopi,
THT: telinga (inspeksi, palpasi mastoid dan tragus, otoskopi, tes penala),
hidung (inspeksi, palpasi sinus paranasal, rinoskopi), dan tenggorok
(inspeksi cavum oris, tenggorok)

. Paru (depan dan belakang)

dengan inspeksi, palpasi, perkusi,

auskultasi

'
.
.

fantung (inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi)


Abdomen (inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi)
Genitourinaria (vesika urinaria, ginjal, nyeri ketok CVA, genitalia
eksterna)

Neurologi (kesadaran, MMSE, nervus kranialis, motorik, sensorik


raba/nyeri/suhu, refleks fisiologis, refleks patologis, keseimbangan)
Muskuloskeletal dan ekstremitas (akral dan CRT, look, feel, moue,

'
.
.
.
.

edema)

Kulit
Metabolik dan endokrin (kelenjar tiroid, sensori ekstremitas bawah)
Psikiatri (status mental)
Spesifik umur: pediatrik
o Lingkar kepala (terutama usia <24 bulan)
o Status nutrisi (WHO/CDC)

Beberapa hal yang tercetak tebal adalah hal yang sedapat mungkin Anda
kerjakan selama pemeriksaan fisik. Untuk keterangan lengkap, Anda dapat
melihat masing-masing bab.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan fisik, tutup pemeriksaan fisik dengan
kata-kata seperti "Pak, pemeriksaannya sudah selesai. Silakan pakai pakaian lagi,
lalu silakan duduk kembali pak untuk kita bahas lebih lanjut ya."
,

1;

Pasien simulasi adalah pasien sehat yang sudah dilatih untuk menunjukkan
kelainan sesuai dengan skenario. Sebagai contoh, untuk kasus nyeri, ketika

Anda menekan m. gastrocnemius, pasien dapat berteriak/mengeluhkan


munculnya nyeri.
Sementara itu untuk kelainan yang tidak dapat disimulasikan, seperti ikterus
pada mata, hasil akan disampaikan oleh penguji kepada peserta ujian. Namun
jangat terkejut jika Anda dapat menemukan "lesi kulit" pada pasien simulasi.

11

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

&"p*3t*?x $ffibsft p*rm ammmga*#ffi# $ss?#$t*ila-Bam6**mfu p*xt*r*ksemre


{mt*u* {}*r*;}ek*re}?
Anda tidak perlu rqengucap "baiklah, saya akan melakukan palpasi dangkal dengan
meletakkan iari telunjuk tangan kanan saAa...". Sebaliknya, silakan berkomunikasi
dengan pasien simulasi. Sebagai contoh, "Bapak, saya akan raba perut bapak, ya,
saya ingin lihat apakah ada nyeri atau teraba benjolan. lika nyeri, silakan sampaikan
kepada saya, ya Pak"
Niscaya dengan berkomunikasi kepada pasien, penguji juga akan mengetahui

bahwa Anda tidak lupa melakukan palpasi abdomen dibanding Anda


menyampaikan langkah pemeriksaan fisik abdomen.
*..
:
Pr'tun&sE

'

..

:....
*
t {{E?!t!}"64

_-d -- -"

-#-'

-:.r
{}A'''}f

{EtEtE

f-tSfE#fl!ffiql}

H::?::

lEi}

E:qT!!::

il

l:?r_l

**"1""

Ini adalah bagian dari skenario yang dimainkan oleh pasien. Anda justru dapat
menunjukkan empati Anda dengan mengatakan "Pak, saAa sangat memahami

ini bapak dalam keadaan nyeri yang sangat hebat. Namun demikian untuk
memberikan obat, saga perlu melakukan pemeriksaan teflebih dahulu. Saya akan
melakukan senAaman dan sesingkat mungkin, dan nanti segera setelah selesai, kita
dapat laniut untuk pemberian obat-obatan lain. Terima kasih ga pak..."

saat

ildukasi
Secara sederhana, edukasi adalah menjelaskan kondisi medis pasien dan
keadaan lain terkait pasien menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin.
Anda akan dijelaskan cara memberikan Edukasi Diagnosis, Edukasi Terapi, dan
Edukasi Rujukan. Selain itu, edukasi spesifik untuk pos tertentu (seperti edukasi
minum obat pada TB dan edukasi diet pada DM) akan dijelaskan di bab terkait.
ffidq*${*** #Exxgn*sfis
Bahasa medis + Bahasa sederhana + Sehingga

Bahasa medis
"Ibu mengalami kondisi yang dalam bahasa medis disebut sebagai carpal tunnel syndrome atau CTS..."
+

Bahasa sederhana
"...

dalam bahasa yang sederhana, saraf lbu di sini keiepit..."


(tunj uk p er g el ang an tan g an)
+

Sehingga

12

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

"... oleh

karena itu lbu mengeluhkan rasa sakit dan kesemutan di

jari tangan. Ini dapatberhubungan

dengan pekerjaan lbu sebagai buruh cuci"

L#{j.: i, t* Hffl'r : i *t 1* tr;t#ffiH!

,t

"

Rencana yang akan dilakukan + Keuntungan + Kerugian

Rencana yang akan dilakukan


"Nah, saya akan memberi obatbuat mengurangi sakit, diminum 3x sehari sesudah makan..."
+

Keuntungan
"...

obat ini bisa mengurangi rasa sakit lbu, supaya aktiuitas Ibu sehari-hari tidak terganggu..."
+

Kerugian
"... pada beberapa orang, obat ini bisa menimbulkan efek samping berupa mual. Tapi apabila diminum
sesuai dosis dan sesudah makan, maka umumnga efek samping tidak tertalu mengganggu."

idw$u*#I flr.{jffike?
Kondisi pasien + Rujuk ke mana + Keuntungan
Kondisi pasien
"Dari hasil pemeriksaan saga, suami lbu mengalami kondisi yang kita sebut sebagai depresi ..."
+

Rujuk ke mana
"...

selaniutnya, saAa merencanakan untuk mengkonsultasikan Bapak ke dokter spesialis keiiwaan atau

psikiatri..."

Keuntungan
"... kalau berkonsultasi dengan dokter spesialis, ada beberapa keuntungan. Suami lbu bisa mendapatkan
pemeriksaan gang lebih bagus, bisa mendapat obat yang lebih baik, dan juga angka kesembuhannya
iuga

lebih tinggi"

try

13

r:
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Keterampilan Khusus
Bagian ini akan berisi pendalaman materi untuk setiap sistem organ tubuh.
Pada umumnya Rida akan menemui hal-hal di bawah ini:

l. Kotak ceklis. Kotak ceklis berisi rangkuman pengetahuan

dan

keterampilan yang akan Anda dapatkan setelah membaca dan


mengikuti bimbingan OSCE di topik tersebut. Beri tanda cek (r) untuk

2.
).

memantau perkembangan belajar Anda.


Kasus yang sering ditemui. Memberikan gambaran kasus yang sering

ditemui di sistem organ ini.


Pendekatan klinis. Bagaimana mengembangkan pola
sistematis dari satu keluhan utama.

pikir

4. Keterampilan pemeriksaan fisik khusus. Penielasan

yang

tentang

bagaimana cara melakukan pemeriksaan fisik khusus.

5. Farmakoterapi. Penatalaksanaan farmakoterapi berupa rangkuman


nama obat dan dosis.

kasus. Koleksi beberapa kasus sesuai dengan sistem organ


terkait.
Simulasi kasus. Lembar kerja simulasi kasus dapat digunakan untuk
latihan secara berpasangan. Satu orang berperan sebagai dokter,
pasangannya berperan sebagai pasien (sekaligus 'penguii'). Dokter
melihat soal yang terdapat di dalam kotak. Pasien memegang lembar ini,
memberikan tanda cek apabila dokter menanyakan dan/atau
melakukan hal tertentu sesuai ceklis. Pasien simulasi menjawab sesuai
dengan jawaban yang tertera di kolom jawaban. Di akhir sesi, pasien
simulasi (sekaligus'penguji') memberikan umpan balik kepada dokter
tentang apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum dilakukan.

6. Koleksi
7.

14

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


t

Kardiovaskular dan Bantuan Hidup Dasar


${*.t.eiq t+|1:,i|y

Iangan lupa untuk beri tanda cek

(r)

Kasus yang sering ditemui

Pendekatan klinis kasus kardiovaskular


Pemeriksaan fisik sistem kardiovaskular

Keterampilan klinis khusus: BLS dan ACLS


Keterampilan klinik khusus: pemasangan EKG dan interpretasi EKG
Simulasi kasus

i.'=,;s :r s*

t.
2.
3.

y tl,ii {:lr

x,

{'

:i

"i *

ffi # i t *

rg}

*i

Henti jantung (dengan fokus kepada algoritma BLS dan ACLS)


Gagal jantung kongestif
Sindroma koroner akut (STEMI, NSTEMI, UAP)

' ':' l' I*,.-r. ,:;ffi

. ;ffi*, 1,#, {".,,,#-'ki i.

Pendekatan klinis pada kasus kardio bergantung pada masing-masing temuan


awal. Temuan awal yang sering muncul pada kasus
kardiovaskular ialah:

Gangguan
kardiovaskular
bermanifestasi sebagai gangguan
sirkulasi, misalnya sesak, pucat,

I. Terjatuh/tidaksadar
2. Nyeri dada
). Bengkak
4. Sesak
Temuan awal
Terjatuh/tidak
sadar

biru, pingsan/tidak

bengkak, nyeri dada, hingga henti


napas dan henti jantung.

Pendekatan klinis

Diaenosis

Pada pasien yang ditemukan terjatuh

Henti jantung
dd/ takikardia tidak stabil
dd/ koma hipoglikemia
dd/ gagal jantung akut
dd/ KAD/HONK
dd/ gangguan konversi
dd/ malingering

atau tidak sadar, anamnesis dilakukan


pada orang lain (alloanamnesis).
Tanyakan mengenai riwayat penyakit
dan pengobatan pasien, kegiatan yang
pasien lakukan sebelumnya dan
makanan yang pasien konsumsi, apakah
pernah terjadi sebelumnya.
Namun, anamnesis bukanlah hal
pertama yang harus dilakukan pada
kasus ini. Bila ditemukan pasien terjatuh
atau tidak sadar, pertama kali PASTII(AN

Nyeri dada

sadar,

KESADARAN pasien (lihat algoritma


ACLS cardiac arrest di bawah)
Pada pasien dengan nyeri dada, pertamatama pastikan apakah nyeri dada yang
pasien alami merupakan ANGINA atau

15

Sindrom koroner akut


(STEMI/NSTEMI/UAP)
dd/ Ansina oektoris stabil

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

bukan.

dd/ refluks gastroesfoageal


(GERD)
dd/ ulkus peptikum
dd/ pleuritis

Tanyakan:

(kata-kata dalam tanda kurung


.n
kara kteris tik nyeri dad

".rrptukr.,

angina)

.
.
.
.
'
'

Sensasi nyeri dada (tertimpa

beban berat?)
Lokasi (di belakang
bawah/retrosternal?)
Durasi (lebih dari 3o menit?)
Dipengaruhi aktivitas (memberat
dengan aktivitas?
Geiala konstitusi (apakah
terdapat keringat dingin?

Mual/muntah?)
Penjalaran (menjalar ke lengan
kiri, bahu kiri, punggung,
rahang?)

Sesak dan
bengkak

Tanyakan pula riwayat sebelumnya


(apakah pasien memiliki riwayat angina
pektoris stabil -- nyeri dada khas angina
ketika beraktivitas berat dan membaik
dengan istirahat atau pemberian nitrat)
Mengarahkan pada gagal jantung
kongestif.

.
.

Sejak kapan mengalami


dan bengkak

sesak

.
.
.

Karakteristik sesak (Apakah


episodik dan reversibelt apakah
kronik progresif?)
Apakah sesak dipengaruhi posisi?
Tanyakan ciri khas CHF: dyspnea
on effort (sesak saat beraktivitas),
p aroxA smal no cturnal dy spnea
(terbangun di malam hari karena
sesak), ortopnea (tidur dengan z
bantal atau lebih karena sesak),
seiak kapan mengalami sesak dan
bengkak
Apakah terdapat penurunan
jumlah urin?
Apakah terdapat demam?
Tanyakan riwayat infark miokard
Tanyakan riwayat hipertensi dan

Tanyakan riwayat sakit paru

.
.

diabetes

16

Edema paru akut


dd/ gagal jantung kongestif

Pikirkan pula
kemungkinan sesak lain,
yakni sesak paru
(pneumonia, TB, asma)'

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

P*ffi

*rB

ksaa

m f$ s! tq s* ;

t* irl kmrd ?*w*s$qq.* $mn

Kesadaran. Lakukan pemeriksaan kesadaran pada pasien kasus kardio,


terutama pada kasus henti jantung. Pemeriksaan kesadaran dapat dilakukan
dengan metode AVPU (lihat algoritma ACLS cardiac arrest di bawah).

Tanda vital. Pada pos kardio, pemeriksaan tanda vital harus dilakukan.
Lakukan dengan benar pemeriksaan tekanan darah, hitung frekuensi nadi
dalam I menit, hitung frekuensi napas dalam I menit, ukur suhu. Pada pasien
yang dilaporkan tidak sadar, cek apakah nadi teraba atau tidak dalam lo detik.

Mata. Cukup cek apakah konjungtiva anemis atau tidak karena anemia berat
dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung.

Tekanan vena jugularis (JVP). Langkah-langkah pemeriksaan fVP:

r.
2.
3.
4.
5.

Pasien berbaring telentang, leher fleksi 3oo, kepala menoleh ke kiri 45o

Untuk mencari titik pulsasi tertinggi vena jugularis, bendunglah vena


jugularis di bagian proksimal, lalu bendung bagian distal, lalu lepas
bendungan proksimal
Ukur jarak vertikal antara titik tersebut dengan bidang horizontal yang
dibentuk oleh angulus Ludovici
Bidang horizontal tersebut dianggap 5 cm. ladi, bila titik pulsasi terletak
di bawahnya, jaraknya menjadi 5 - .. . cmHzO.
Inspeksi dan palpasi ictus cordis. Cari iktus kordis. Iktus kordis terletak
kira-kira di sela iga ke-5, r jari medial linea midklavikula sinistra. Raba
iktus kordis (terutama bila tidak terlihat). Nilai apakah ada thrill. Bila
sulit teraba, pindahkan pasien ke posisi left lateral decubitus.

Perkusi batas jantung dan pinggang jantung

r.

2.

i.

Ukur batas jantung kanan. Susuri linea midklavikula dekstra ke bawah


sampai menjadi pekak (batas paru-hati). Pindahkan jari sekitar dua jari
keatas, lalu ketuk ke arah medial sampai menjadi pekak (batas jantung
kanan). Normalnya batas jantung kanan terletak di sela iga ke-4, linea
parasternalis dekstra.

Ukur batas jantung kiri. Susuri linea aksilaris anterior sinistra ke bawah
sampai menjadi timpani (batas paru-lambung). Pindahkan jari sekitar
dua jari ke atas, lalu ketuk ke arah medial sampai menjadi pekak.
Normalnya batas jantung kiri terletak di sela iga k"-4, linea
m idklavikula sinistra.
Ukur pinggang jantung. Ketuk dari sela iga ke-2, linea aksilaris anterior
sinistra ke arah medial sampai menjadi pekak. Normalnya pinggang
jantung terdapat di sela iga ke-2, linea parasternalis sinistra.

Auskultasi bunyi jantung. Auskultasi menggunakan diafragma stetoskop pada


keempat titik berikut:

I.
2.
7.
4.

Mitral: iktus kordis/apeks


Trikuspid: sela iga ke-4 atau ke-5, linea parasternalis kiri atau kanan
Aorta: sela iga ke-2, linea parasternalis kanan
Pulmonal: sela iga ke-3, linea parasternalis kiri

Ekstremitas. Perhatikan keempat ekstremitas, apakah ditemukan sianosis,


teraba dingin, terlihat pucat, nadi teraba kuat atau tidak.

17

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

ffi

*r"r'l *l

I.
2.
).
4.
5.
6.
7.

:' i

ks## ffi S*

mjmm

EKG o-lead
Enzim jantung (CK-MB, Troponin T)

Darah leng\ap
SGOT/SGPT
Ureum dan kreatinin
AGD dan elektrolit
Rontgen toraks

Fi;*rmmln*t".*fl#ffii

Tuiuan

Bi ffi

xB*r
Dosis
rx4o mg per oral

Rekomendasi Obat
Furosemide

gejala

Ouerload dan
sesak napas oada CHF

2x2s ms. oer oral


Tablet s me sublinsual

Antihipertensi
Antianeina
Antitrombotik

H{.'jH;*"ifl \,r-!,

k.:sflr:'.i;'{i"',vffi

loo mg (z tablet @Uq r"gl-

Clopidogrel
"

lflEH

Edukasi
Angina pectoris
(termasuk STEMI
setelah kondisi
emergensi ditangani)

Gagal jantung

kongestif

Ielaskan bahwa kondisi pasien merupakan kegawatan dan


menSancam nyawa
|elaskan rencana tindakan: rujuk untuk kateterisast untuk melihat
asal sumbatan

Ubah gaya hidup sesuai pola hidup sehat, termasuk untuk


mengurangi asupan lemak dan garam dan melakukan aktivitas
rutin 1-sx/minggu
|elaskan bahwa penyakit pasien membutuhkan kontrol rutin dan
pengobatan seumur hidup
|elaskan mengenai komplikasi akut (edema paru akut dan henti
iantung)
Kontrol tekanan darah

Ubah gaya. hidup

sesuai

pola hidup sehat, termasuk untuk

mengurangi asupan lemak dan garam dan melakukan aktivitas


rutin l-5xlminggu
Edukasi mengenai macam-macam obat yang harus dikonsumsi
(beta bloker, ACE-I/ARB, digoksin, furosemid)

).
,CY

18

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

$\u*a*B 4s$$r$f $E4s{t

rd^tttii} ;qia{,{}qJ}, $L#

L.{{g{B J4"1*!-.}

Cek kesadaran
Pasien henti jantrlng masuk dengan temuan awal tidak sadar,
maka langkah pertama yang harus dilakukan ialah cek kesadaran.
Cek kesadaran dengan metode AVPU:

'

Alert ) Setelah diperiksa pasien tampak sadar. Periksa


orientasi pasien dalam 3 hal: identitas/nama, tempat,
waktu

'

Voice

Pain ) Ketika pasien tidak respons dengan suara, beri rangsang nyeri
dengan menggunakan kepalan tangan di sternum
(Jnresponsive ) Artinya pasien sama sekali tidak sadar walaupun sudah

) Panggil pasien dengan keras, cek apakah pasien


sadar setelah dipanggil dengan keras

diberikan rangsang suara dan nyeri


Panggil bantuan
Segera panggil bantuan, di mana pun settingnya (di jalan raya
maupun di IGD). Inti dari memanggil bantuan adalah meminta
bantuan alat, obat, tenaga.
Contoh:

Ada pasien tidak sadar di IGD, tidak respons setelah dilakukan


pengecekan AVPU.

"Ada pasien tidak sadar. Mohon bantuan tenaga, alat dan obat
emergensi."

Cek nadi
Pendekatan ACLS saat ini adalah C-A-B (tidak lagi A-B-C). Maka,
setelah memanggil bantuan, segera periksa nadi arteri karotis.

Pertama-tama raba kartilago tiroid dengan dua jari. Lalu,


pindahkan kedua jari tersebut kira-kira dua jari ke lateral, di
situlah kira-kira Ietak arteri karotis.
Lakukan palpasi selama ro detik
Bila jelas ada nadi, beri napas bantuan setiap 5-6 detik, dan periksa ulang nadi
setiap z menit

Bila tidak ada/tidak jelas ada nadi, mulai RIP

RIP

RIP dimulai dengan kompresi. Lokasi untuk

melakukan
kompresi dada adalah pada sternum, dua jari di atas procesus
xiphoideus (lihat gambar). Posisikan tangan dominan di atas
tangan non-dominan (orang kidal meletakkan tangan kiri di atas
tangan kanan).

19

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Lakukan RIP dengan kualitas yang baik, yaitu: (r) frekulnsi minimal roo
kali/menit; (z) kedalaman sekurang-kurangnya 5 cm; (3) interupsi minimal; (4)
recoil dada sempurna; (5) hindari ventilasi (pemberian nafas buatan) yang

berlebihan r
RJP dilakukan dengan teknik compression only bila hanya
terdapat satu penolong (bantuan belum datang). Bila sudah
datang penolong lain, maka R]P dilakukan dengan
perbandingar, )o kompresi dan z ventilasi. Dalam setting
IGD, ventilasi diberikan melalui bag ualve mask yang

dihubungkan dengan selang konektor

ke

tabung
oksigen/oksigen sentral dengan kecepatan Io-rz L/menit.

Sesuai prinsip interupsi minimal pada RJP yang baik, hanya ada dua hal yang

dapat menghentikan

I.
z.

RJP:

Saat melakukan pengecekan monitor untuk menentukan irama.


Saat melakukan syok/defibrilasi.

Selain dua kondisi di atas, jangan menghentikan RlP, kecuali bila ada indikasi
menghentikan RIP seperti peolong kelelahan dan pasien tidak respons terhadap
resusitasi
Setelah bantuan datang ) PASANG MONITOR. Tetap lakukan kompresi dan
mintalah tenaga kesehatan lain untuk memasang monitor. Saat pemasangan
monitor, jangan hentikan R)P.

Setelah monitor terpasang, cek monitor. Kemungkinan irama jantung pada


pasien dengan henti jantung hanya ada empat, yaitu dua irama shockable (YT
tanpa nadi dan VF) dan dua irama nonshockable (PEA dan asistol):
(Yentricular tachycardia) tanpa nadi
harus tanpa nadi.

YT

YF (Yentricular fibrillation)

seperti sandi rumput

f v, :j#:, Y YI
iiitl
!::',il

l:

I$

rrr.::.:.L;1

l+ , l*;u::i
:

:i*._.
::,

,"if
ll:.

seperti huruf n bersambung, dan

'

1.: I

20

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


ada aktivitas listrik namun tidak ada nadi

Asistol

:.,

garis datar

i:::::filiflll:j ll*:i : ::

::

l::l:::r;ri::rrl i:

Lakukan penanganan ritme


Penanganan irama shockable

Bila menemukan VF atau VT, lanjutkan RfP sambil seorang asisten men'charge
defibrilator. |angan lupa memberi gel pada paddle. Setelah defibrilator siap,
hentikan R]P, pastikan tidak ada yang menyentuh pasien (I'm clear, you're clear,
everybody's clear), lalu berikan sebuah shock dengan

cepat.

Setelah shock diberikan, segera lanjutkan RJP tanpa

melihat irama terlebih dahulu. R)P dimulai lagi


dari kompresi. RfP dilanjutkan selama dua menit,
baru periksa kembali irama. Untuk seterusnya,
pemeriksaan irama dilakukan setiap dua menit RfP.

Untuk pemeriksaan irama kedua,


ketiga, dan seterusnya, bila Anda
menemukan irama VT, cek nadi
terlebih dahulu. Ingat, VT dapat
bersifat dengan nadi atau tanpa
nadi. Bila Anda menemukan nadi,
berarti pasien sudah tidak
mengalami henti jantung (tidak
boleh di-shock)

Penanganan irama non- shockable

Asistol berarti tidak ada aktivitas listrik pada jantung. Bila menemukan irama
asistol, pastikan monitor terpasang dengan baik, lalu langsung lanjutkan RJP
dan berikan epinefrin I mg IV. RIP dimulai lagi dari kompresi. Periksa kembali
irama setelah dua menit RJP. PEA juga kasus yang termasrtknon-shockable.

21

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

,A.pa

Bila ada nadi, berarti pasien sudah

itu PEA?

Bila Anda menemukan irama


teratur (aktivitas listrik apapun,
kecuali VF dan VT), lanlsung

tidak
jantung'
penanganan
Mulailah
mengalami henti
pascahenti;'antung. Selamat, upaya resusitasi Anda
berhasil!

periksa nadi. fika tidak ada nadi,


ini adalah PEA (pulseless electrical
activity).

;:,;a a"*g

.
.
.

?2"ig

m*ffi p#* ffi 6i"^ I * ksx

Bila menemukan VF

Bila menemukan VT

Tidak ada nadi


Ada nadi

$?#'r t

"'

ae

r*

t re

shock

jangan shock ) lanjutkan RIP

Bila menemukan asistol

o
o
.

it**x

cek nadi

shock

jangan

shock

hentikan RIP

Bila menemukan ritme selainW, asistol, atauVT

o
o

Tidak ada nadi

Adanadi

lanjutkan RIP

hentikan RfP

22

jangan shock ) cek nadi

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

AlgoritmaALCS 2oIo untuk penanganan henti jantung adalah sebagai berikut:


i
S.F*T *ia*1*-C*

* Fs,L L*J iirt

Ad*l{ *ardi** Arr*st

l.1r

ffifu

*q..r

*.x

i-$ril'I

r:ati

:li1

iftlh{,.&

rf*YJ tiir+!

tri;{}i:r}:1n*,

itr.{: *S:a}

4*rr$r6ie rtl*s.l r*$*il

grl**m

! blifrtiiif{}

S*srt *PS

+ '$iris qtxyr*r:*
* ilftrm:|t s$-r?alr!i-{tr.iqj:ilin}l;}lt:{

la}tr$lllm{tr}s*S

*t

!
.

IBlq#l rlu$rB*S'i4. trrilll$#lhr;

tt,t4W,tww#MoW|

ft+f;&t* .r;r:#??flm*s'rlr

ilrf

r. ruro*a*ie,-

r;ffitly,itv.fr t*tfu
ikis#lhriltidq$ s*r,'*i**nr

*qr&{rd

# Pt'ttl.'-

"::.1{1}

'/?,r?.ln6..

stt{4?64{s rj}-li*

{;S4 #.,isll.
tnrl?*i,.?i+ir)#

r!

tr.r::"+$':i.;r::{x

:?-3.1i*jl:r?1.r:j{1

i+!*'59.ni1*;

Si},:!i*.1

i'r6t:t Jr*

4ffi ;rr_ _?i l.t*_ ii{:rsw


la ir$*ssv* $Ftr{ c$*dlfu
*grrr?v* s* $s{}rltsn#s$s
,kry*s*tlp** 't&&**i

* f&&*

CF* * nrin
*

rlvri k*.r*+*

$ Sb.J*pt

{f.rll)i!b*xr*inq,

,ve*x*x

S;:$l*ir\1&1

;* re:**^

iJr*..i*iir$
i{.}.+}qri}11}

;*+ {'/,.}-l!S

6 S#*tt:i?s:.il{tr*

*flf

:.S

iv!{r:*-;tr$*e!El *1r:err+i;r.,.;

tn*rgy

$lx**.lr

* #t$rdMe*fuufixit
r$*{:dI:*lB**8i}t"1}1

r:liltll

.**
*

g$&*{s$+rf{i}#

gr#? #"S

r **r*s$xt ${f'**rgw.l

*PH#

rn$i{

* iV. jlg} ig;i;r6$is


* &i,n#5*:*s *+,nry $.$ * i*
* ***r*,x<&*f ;t$V$*#ed *iru+;iv,

rinir}

x*srat.

rs::.rr;t*

,*l

* **-i:t{},J.!; i., irrr&*r?{{,}1"


'41,
riile 1ry$-*i#i *ra.xil**"
{le*:*rai xx x***qsi*8.
t*s** #e*&]* fo* exp,r6uur

{$lsd t}# f.{Hrsi#r+}*,

* *wt#w;i*;3$:lJ
Sn*w Hr*re*ry

Xpirm@**$i.{ti}*aw
1 $*# ffitrF F* lrrm{ri#

* Y**ffi*s*r*Sf*X(}S*ss
fifB*

*f

Bilsi

,rsw,4}*g

*c$e

*t

$$:r{*!4?

* fttr*::denrm
:1iE("rX4']tI

&*x*:

frf/,ld,

l1{',1 4.4W...flSJ l}]!ir

4rffidl -tI}{i

5**Ji
*'1i:1.

&*xwmxd &irwxy

#Ffl *

A$sts@**

nctr*

]lt*r$ qm+,:.:*-*fu

#Ffr

I ruiul

TtM{fr**

*wl*a

{&@r*{,}k}i+i{} i:ii:**gr{;e*

*ifio#irs *$****#wi

d sfBftqttsra {i$t}rr*/#*F*}:

&*$d.i*ei

{43

*{fffi#rr *fl* :}*."Ks

}jf &rl*sfss}*$iq*':1

9.:]# hw*.*m ilx.r n*x;+$


.^.,rr,

-i.!!rd.4,,!c

J.,-s

s.:**Mxrsft".rg
&ss@rfi&t* #srs&s

-* ffiF$*t/{dw*'}1
HYfr

M
*$*rdarre*s *iru#s#*n
ff !.,$ ryiltw ig'ri$iqn

.fpl$I

frj

f*t* r?.r?l::a:

e$#1. !4htbtn:

B H{IW:

#o$ B*)
..M

{s.tr t
'f

S**eS rlr?

xiixl

* l*y.rir+g#n1*{{ctffi$
-* ffy,9"{ktS@*Ma
HlMlwM
- T*{r*i*{t Mhsi#}w*{sNrs
-. Tsr*ps*Ms"#+p$ffi

!A

ffa*$.,#**:{ia* "4rv**:l {:::'.s


;:e

23

Tlira :S*.s$is- *ii.j$*ar*r*

-.

Tf,r.i1,!:.:i.ti)*-*+ i:.a3ryx*fd

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

ffi

E*ktn*knr

a$

I*g

ra*'at

{ffi

ffi#}

i
I

':

!:,::=

'!W
...,.i.i': ;-

ffiil

ffir

r-

'i;t:.

::tir
!..

-.-*

Y""
*; :r.

-a::-r

\E=;'ii:='

*s

:rt::

..:

Untuk melakukan pemasangan EKG, ikuti panduan berikut:

l.
2.
3.
4.

Membersihkan kulit dengan kapas alkohol di kedua pergelangan tangan,


kaki, dan bagian dada.
Bubuhkan gel elektrolit pada keenam elektroda hisap dan lempeng ATAU
pada kulit dada dan kedua pergelangan tangan dan kaki.
Memasang elektroda lempeng pada tangan dan kaki dengan baik.
Memasang elektroda prekordial yang tepat di dada, yakni pada lokasi:
A) Vl di sela iga IV garis sternal
kanan
B) Vz di sela iga IV garis sternal kiri
C) V3 di antara Yz danY4
I

D) Y4 di sela igu V garis j


midklavikula kiri
:
E) V5 di sejajar horizontal melalui i
V4, pada garis aksila anterior
i
F) V6 di sejajar ,horizontal melalui , j
V4, pada garis aksila media
I

5.

6.
7.

Pastikan kabel, terhubung dengan

tepat:
A) Kabel merah di lengan kanan
B) Kabel kuning di lengan kiri
C) Kabel hijau di tungkai kiri
D) Kabel hitam di tungkai kanan
E) Kabel prekordial sesuai urutan

Melakukanperekamanelektrokardiogram.
Mencabut elektroda dan membersihkan bekas gel yang menempel di
tubuh pasien.

Cara melakukan interpretasi EKG:

Singkatan yang dapat diingat: LIRA-PQRST (Layak-Irama-Rate-AxisGelombang P, kompleks QRS, segmen ST, gelombangT)

24

S"451

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


I.

L: Periksa kelayakan (apakah lead atausadapan sudah dipasang a"rrgu,


benar?):
caranya dengan memastikan lead AyR memperlihatkan gambaran defleksi
negatif

2.

I: Irama atau rhythm\


Syarat untuk dibilang Sinus Rhythm (SR):

a.
b.
c.
d.
).

Ada gelombang p di semua sadapan

]arak R-R di semua sadapan sama


Semua gelombang P diikuti eRS sempit
P

di lead II positif dan di lead AVR negatif

R: QRS rate

Hitung jarak antar-kompleks eRS, kemudian masukkan ke


rumus: QRS rate = loo : jumlah kotak sedang atau r5oo : jumlah kotak kecil.
eRS

rate menandakan frekuensi denyut iantung, menentukan takikardia, bradikardia,


atau frekuensi normal
4.

A: aksis ) proyeksi ianrung bila dihadapkan dalam vektor dua dimensi (vektor
dua dimensi yang dimaksud ialah garis-garis yang dibentuk oleh sadapan pada
pemeriksaan EKG)
!L'iBPnD

-1$:\

ts

i:R
r '::_*
idvA

-.,
-t )0:

.'-t

lixl
..
ilu

,t'

a:,

,,

(;

l;.r,.

1:0i5

,*NIil'
Rln

Cara menentukan aksis:

Lihat hasil lead I dan.hasil lead aVF, perhatikan


resultan gelombang di kompleks eRS. ]ika
resultan gaya Q, R dan S positif, maka lead I arau
lead aVF = positif (+), jika resultannya negarif
maka lead I atau lead aVF = negarif (-).
5.

6.

7.

Normal jika lead I (+), avF (+)


LAD jika lead I (+), avF(-)
RAD jika lead I (-), avF (+)

Gelombang P: menggambarkan depolarisasi atrium. Gerombang p yang


normal:
lebar < o,Iz detik, tinggi < o,3 mv, positif di lead II, negarif di avR. Gelombang p
yang abnormal dapat berupa P pulmonal (tinggi >o,3 mv, biasanya terjadi
pada
hipertrofi atrium kanan) atau p mitral (rebar >o,rz derik, biasanya terjadi pada
hipertrofi atrium kiri) atau p bifasik (biasanya berkaitan juga dengan hipertrofi
atrium kiri)
PR [nterval: jarak dari awal gelombang p sampai awal kompleks
eRS, normal
o,rz-o,zo detik

Kompleks QRS: merupakan representasi depolarisasi ventrikel. Lebarnya o,o6o,rz detik.

25

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Gelombang Q: adalah defleksi pertama setelah interval

rn

^tau

gelombang P'

Qpatologisbiladurasinya>o,o4detikataudalamnya>r/3tinggigelombang
R

Variasi KomPleks QRS Interval

Q dengan akhir gelombang

S.

Normalnya o,o6-o,rz detik


atau kiri (RVH/LVH)
Tentukan apakah terdapat hipertrofi ventrikel kanan
RVH jika tinggi R atau tinggi S di Vt > t
LVH iika tinggi R V5 + tinggi S Vt > l5

YI

[,

[&f
i\
1i .{:
iLJL t V
*.*

n'l

11

t*&'

+5

8.SegmenST:garisantaraakhirkompleksQRSffiu'i'
dengan awal gelombang T ) merepresentasrkan isoelektrik

akhir dari depolarisasi hingga awal repolarlsasr Elevasi (berada

ventrikel

g. Gelombang T:
ventrikel

.
.

menggambarkan

di atas garis

isoelektrik, menandakan adanYa


repolarisasi infarkmiokard)
Depresi (berada di bawah garis

Normal: positif di semua lead kecuali aVR

isoelektrik, menandakan iskemik)

adanya iskemik)
Inverted: negatif di lead selain avR (T inverted menandakan

26

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Ventricular Ekstrasistol

,/
!r

--^^,i'.*n

--1',

L vs

.
.,

.-

,.;.

:1
:hll

'11
*..,

'

-,
!J !,&r'

-\
.,'\--'-.r'.

"''.'.,r*l*.
t,;,,,,,;.tj
,,,

t..1,

i,',i,

r.;-

:i

*..'

:.'r'

". .* , -tL"_.)

A* -..----.-u-w--.;**-i*

^- ^-;",!^_:_-^^-*"

STEMI anterolateral
Sumber: lifeinthefastlane.com

r;; ::

--.-,".-"

,'.,

".".^':.. |.':

. : :

ei;:'i

!.

V3

t\,:1,.

ST elevasi ekstensif anterior


Sumber: lifeinthefastlane.com

(Gambaran EKG lain dapat dilihat di bagian Bantuan Hidup Dasar)

27

.',

tt

;,.----r-jl,r-.:._

F
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

S*ffiq*$*si k*sus - ffimm*mmrx

h$*daxsp ffims;ar

Laki-laki 45 tahun terjatuh di depan IGD saat Anda sedang bertugas.


Lakukan tindakan pertolongan pertama pada pasien ini.
I

Cek Tusas

Pasang monitor ketika bantuan

fawaban
Pasien tidak sadar (unresponsive)
Meminta bantuan alat, obat, tenaga
Nadi tidak teraba
Kompresi dengan kualitas yang baik
Perbandingan kompresi: ventilasi lo:z
Pasang monitor TIDAK menghentikan RfP

datang
InterDretasi hasil monitor
Tata laksana sesuai hasil yang

Fibrilasi ventrikel (VF)


Syok 36o ]

Memeriksa kesadaran

Memanggil bantuan
Memeriksa nadi
Melakukan kompresi (RlP)

terbaca

pada monitor

RIP
Pasang IV line dan intubasi

Setelah siklus RJP pertama pascapemasangan monitor, lihat kembali

monitor
Tata laksana sesuai hasil yang terbaca
pada monitor
Setelah 2 menit, cek kembali monitor
Tata laksana sesuai hasil yang terbaca
pada monitor

Setelah z menit. cek kembali monitor


Tata laksana sesuai hasil yang terbaca
pada monitor

Setelah z menit, cek kembali monitor


Tata laksana sesuai hasil:yang terbaca
pada monitor
Setelah 2 menit, cek kembali monitor
Tata laksana sesuai hasil yang terbaca
pada monitor

Setelah z menit, cek kembali monitor


Tata laksana sesuai hasil yang terbaca
pada monitor

Setelah z menit, cek kembali monitor


Cek nadi

Lakukan perawatan pasca-henti


jantung

Hasil: VF

Syok 36o

Kompresi kecepatan Ioox/menit selama z menit

8x/menit
Epinefrin t mg iv
Hasil: VF
Syok 36o

Kompresi kecepatan roox/menit selama z menit

8x/menit
Amiodaron 3oo mg iv
Hasil: VF
Syok 36o

Kompresi kecepatan roox/menit selama z menit

8x/menit
Epinefrin I mg iv
Hasil: asistol
Kompresi kecepatan toox/menit selama z menit
8x/menit
TANPA OBAT
Hasil: VF
Syok 36o )
Kompresi kecepatan roox/menit selama z menit
8x/menit
Epinefrin r mg iv
Hasil: VF
Syok 36o )

Kompresi kecepatan roox/menit selama z menit

8x/menit
Amiodaron r5o mg iv
Hasil: sinus
Teraba
Recovery position
Pantau ketat monitor dan tanda vital

28

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Cari penyebab (5H,4T)

lakukan pemeriksaan

Rawat di ICUIICCU

Identitas
dan keluhan
utama

Keterangan/
Keluhan

lain

Riwayat lain

Laki-laki 58 tahun
Sesak yang memberat
sejak z hari yang lalu
terutama saat
berbaring di malam
hari
Sesak muncul saat
istirahat. Pasien sering
terbangun di malam
hari karena sesak.
Tidur dengan >r bantal
(+). Berdebar-debar (+).
Kedua kaki bengkak

Riwayat hipertensi (+)


Io tahun

Perempuan,40 tahun
Nyeri dada sejak zo
menit yang lalu

Anak laki-laki, 15 tahun


Sesak dan nyeri dada
sejak 4 hari yang lalu

Nyeri di bagian
belakang dada, seperti
tertimpa beban berat,
muncul ketika pasien
sedang berolahraga.
Keringat dingin (+).
Berdebar-debar (+).
Nyeri membaik ketika
pasien beristirahat.
Nyeri tidak
dipengaruhi
pernapasan atau posisi.
Pasien sering
mengalami nyeri dada
seperti ini, membaik
bila minum obat atau
istirahat.

Sesak dirasakan
terutama ketika
beraktivitas. Sesak
pada malam hari (+).

Sekitar

bulan

sebelumnya, pasien
mengalami keluhan
serupa disertai nyeri
sendi dan demam.

Riwayat penyakit
jantung bawaan
disangkal. Riwayat
dirawat di rumah sakit
(-)

Riwayat hipertensi (-)


Riwayat diabetes (+) 5
Temuan

tahun
Tampak sakit sedang

TD t6o/9o mmHg

JVP meningkat

pada PF dan

pemeriksaan
penunjang

Batas jantung melebar,

fVP meningkat, edema

pretibial (+/+)

TD r5o/9o mmHg,
tanda vital dalam batas
normal. PF generalis
dalam batas normal.

Bunyi jantung: murmur


pansistolik grade 3-4 di
apeks

Rontgen toraks:

kardiomegali
EKG: kesan LVH

EKG: normal
Lab: enzim jantung

tidak meningkat,
terdapat
hiperkolesterolemia
dan dyslipidemia
Dx dan dx

G ag

stif

Angina pektoris stabil

Penyakit iantung

banding

dd/ Edema paru akut


dd/ Gagal ginjal kronis
dd/ Pneumonia

dd/ Angina pektoris


tidak stabil

reumatik

Furosemide Ix4o mg

ISDN 3x5 mg
sublingual

Tatalaksana

al j antung kon

ge

Captopril 2x25 rng

ddi Pleuritis
dd/ Sindrom dispepsia

29

dd/ Demam reumatik


akut
dd/ Penyakit katup
mitral
Benzatin penisilin o,6yz jutaunit IM setiap 4

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Captopril2x25rl"l,g

minggu
Prednison

mg/kg/hari, dibagi
dalam 4 dosis

Aspirin roo mg/kg/hari


dibagi dalam 4 dosis
Rujuk

30

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

[Seurologi
g*tftH. {#W**s

t
]angan lupa untuk beri tanda cek

(r;

Kasus yang sering ditemui

Pendekatan klinis kasus neurologi

Pemeriksaan fi sik neurologi


Simulasi kasus

?{-

**r*r%'3i=} :} ffi $Bri rS #

t.
2.
).
4.
5.

Muntah

Vertigo

t"t }

Nyeri kepala primer (TTH, migraine)


Neuropati
Sindroma terowongan karpal (CTS)
Herniasi nukleus pulposus (HNP)
Stroke iskemik

?:*atd*km't*re
Temuan awal
Nyeri kepala

*t*t*

kfr

m$x

fu*sws *.*wra:**gE

Anamnesis khas
Bagaimana sifatnya, dalam bentuk serangan atau terus menerus?
Dimana lokasinya?
Apakah progresif, makin lama makin berat atau makin sering?
Apakah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari?
Apakah disertai rasa mual atau tidak?
Apakah muntah ini tiba-tiba, mendadak, seolah-olah isi perut
dicampakkan keluar (proyektilX
Pernahkah anda merasakan seolah sekeliling Anda bergerak,

berputar atau Anda merasa diri anda yang bergerak atau


berputar?

Apakah rasa tersebut ada hubungannya dengan perubahan


sikap?

Apakah disertai rasa mual atau muntah?


Apakah disertai tinitus (telinga berdenging, berdesis)?

Apakah ketajaman penglihatan anda menurun pada satu atau

Visus

Pendengaran

Sarafotak lain

kedua mata?
Apakah anda melihat dobel (diplopia)?
Adakah perubahan pada pendengaran anda?
Adakah tinitus (bunyi berdenging/berdesis pada telinga)?

Adakah gangguan pada penciuman, pengecapan, salivasi


(pengeluaran air ludah), lakrimasi (pengeluaran air mata), dan
perasaan di wajah?

Fungsi

luhur

Kesadaran

Motorik

Apakah bicara jadi cadel dan pelo?


Apakah sulit menelan (disfagia)?
Apakah Anda jadi pelupa?
Bagaimana kemampuan membaca, menulis, berbahasa?
Pernahkah Anda mendadak kehilangan kesadaran, tidak
mengetahui apa yang terjadi di sekitar anda? Pernahkah Anda
mendada merasa lemah dan seperti mau pingsan (sinkop)?
Adakah bagian tubuh Anda yang meniadi lemah, atau lumpuh

31

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Sensibilitas

(tangan, lengan, kaki, tungkai)?


Adalah g".uku, pada bagian tubuh atau ekstremitas badan yang
ub.rormJl dan tidak dapat Anda kendalikan (khorea, tremor, tikX
gangguan perasaan pada bagian tubuh
@atau
atau ekstremitas?

Adakah rasa baal, semutan, seperti ditusuk, seperti dibakar?


Adakah menialar?

(miksi), buang air besar (defekasi),


dai nafsu seks (libido) anda? Adakah retensio atau inkontinesia
urin atau alvi?

Sarafotonom

@kecil

Kepala dan Leher


rangsang
Tanda

fut

meninseal
Sarafkranial

Motorik

Sensori
Refleks fis
Refleks patologis

, t rrdrk, Kernig,

Lasegue, Brudzinski

Nervus II (optikus): PuPil


Nervus III, IV, VI: pergerakan bola mata, reflex pupil
Nervus VII (fasialis): otot waiah, dahi
Nervus vIII (vestibulo-koklearis): bila pasien keluhan pusing berputar.
Pemeriksaa n' p ast P ointing test'
Tes Romber
.I.onus:
LVL*'/- )5
o (lumpuh
dari U
NeKuaLaIl Lrdrr
rigid. Kekuatan
uurlryurr total)
tlaccrd, hlpotonr' SpaStrK, rltlq.
sisi.
dilakuFqn
pada.ke_du3
(kekuatan normai). Yang penting adalah
.,--'---r
c^l^1., l^1,,,1.^li Lo.lrra
rlqn
sisi dan
kedua cici
uNarr rdi
Nyerr, suhu' raoa, getar' proPrlusePL,' L)Erdru r4^l'ukan
selalu lakukan lebih dari tut .t o
, KPR (knee patella refle*),achiless

Kaki
- gabinski

Stimulus : penggoresan telapak kaki bagian lateral dari posterior ke


anterior.
- Chaddock

stimulus

penggoresan

kulit dorsum pedis bagian lateral,

sekitar

malleolus lateralis dari posterior ke anterior.


- Oppenheim

Stimulus : pengurutan crista anterior tibiae dari proksimal ke distal


- Gordon

Stimulus : penekanan betis secara keras


Tangan
- Hoffman

Stimulus : goresan pada kuku jari tengah pasien


- Tromner

Stimulus : colekan

#**"mwk*3*r#p& kmsm* ffi '*{sr#fi *iE


Kondisi
Nveri umum

TTH
Migraine/cluster

Rekomendasi Obat
Ibuorof-en 1x2oo
lbunrofen a x
Sumatriptan 25 ng diulang
tiap z jarn bila masih nYeri

32

Pro re nata, bila nyeri


Pro re nata, bila nyeri
Pro re nata, bila nYeri

Hati-hati pada riwaYat gangguan


vaskular

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Migraine/cluster

Nyeri neural
Bells Palsy, CTS

Ergotamin 2 mg diulang
dalam 3o menit bila masih
nyerl

Pro re nata, bila nyeri

Carbamazepine zxzoo m

Pro re nata, bila nyeri

I Kortikosteroid
Prednison : x

$+m*fl';s* k;rurs
Seorang wanita, z8 tahun, datang

d""@

I.

Lakukan anamnesis pada pasien ini

2.

Lakukan pemeriksaan fisik yang relevan

3.
4.

Tentukan diagnosis dan diagnosis banding

Cek

Tuliskan pengobatan untuk pasien ini

Tu

awaban

Dokter memperkenalkan diri


Menanyakan nama dan umur pasien
Menanyakan pekeriaan pasien
Keluhan utama
Onset keluhan utama
Karakteristik

Faktor
mem
Faktor va
merr
Keluhan lain

Ellen, z8 tahun
Model catwalk
Sakit kepala
Seiak r hari lalu
Sisi kanan, berden

Lama hingga 6 jam dalam sehari. Kadang


bisa mencapai lebih darizdiam
rberat
nkan

Suara bising, silau, berserak


Suasana tenang, istirahat, lam

dimatikan
Mual dan muntah.
Tidak melihat cahaya sebelum
Tidak ada masalah
Minum parasetamol 3 tablet s"ha.i, ,rr.arih

Penslihatan
Riwayat pengobatan

Riwayat penyakit sebelumnya

Riwayat a
Riwayat penyakit
Riwayat Sosial

Riwayat serupa dialami rekita. tuhun luhr,


tidak seberat sekarang, hanya 3hari. Sembuh
dengan obat dari dokter, obat tak tahu
Tidak ada
Keluhan seru
a kakak perempuan
Pasien bekerja sebagai model .utwullg .ry"ri
memberat bila dipotret menggunakan flash,

namun
Menentukan diagnosis dan diagnosis
bandins
Meresepkan obat secara tepat dengan
penulisan resep yang tepat
Melakukan edukasi kepada pasien

ditahan

oleh

pasien.

Kebiasaan minum alkohol setelah show,


wine l-z gelas. Rokok disanekal.
Migraine tanpa aura dd/ migraine derlgan
aura dd/ cluster headache

Sumatriptan 25 :mgdiulang dalam z jarn


Kemungkinan kambuh lagi, mungkin
memerlukan
pengobatan
profilaksis
Asam valproat 2x

33

tOSCE: PADI SURVIVAL

Fsikiatri

;iG

angan lupa untuk beri tanda cek (z)


Kasus yang sering ditemur

Deskripsi status mental


Wawancara kasus psikiatri: non-psikotik

l
i

Wawancara kasus psikiatri: psikotik


Edukasi khusus untuk pasien dan keluarga

Farmakoterapi psikiatri dasar

i4eaa;* yffiHt$# $#r$*# *$!c*r*art

t.
2.
3.
4.
5.

Depresi
Gangguan cemas
Mania (gangguan moodbipolar\
Skizofrenia

PenyalahgunaanNAPZA

#*ska.*p*E sq#t.a"i$ *ru*ffi t#

Status mental merupakan salah satu kunci utama dalam ilmu psikiatri. Anda
harus mampu mendeskripsikan status mental pasien. Beberapa di antaranya
adalah:

.
.
.
'
.
'
.
'
.
.
.

Appearance: gimana pasien ini keliatannya?


Attitude: apakah kooperatif atau tidhk?
Behavior: apa yang dilakukan si pasien ini?
Mood: bagaimana suasanya perasaan?
Afek bagaimana kemampuan pasien mengekspresikan emosi?
Speech: bagaimana pasien berbicara?
Proses pikir: bagaimana cara pikir pasien?Isi pikir: apakah terdapat waham atau hal yang dipikirkan oleh pasien
terus menerus?
Persepsi: apakah ada halusinasi atau tidak?
Kognitif, bagaimana kognitif pasien?.
Insight (tilikan): bagaimana pasien memandang penyakitnya?

Untuk berlatih, silakan isikan status mental yang normal (default), dan yang
mengalami kelainan sesuai dengan tabel di bawah ini:
Status mental
Appearance

Attitude

Deskripsi dalam keadaan normal...


Yoooe r,^

fif-'

Behavior

Afek
Speech

34

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

pikir
pikir
Isi
Proses

Persepsi

Kosnisi
Insight (tilikan)

t -li!.:.:i t
non-psikotik adalah kasus di mana pasiennya masih dapat diajak

\1*- i3 51- ;1:.L1,'1 1

3. ltli lk i;;

:, r-

l: t11

11

k x;4

x.1 L;;

.$:

Kasus
berbicara seperti pasien normal pada umumnya, misalnya cemas' depresi, fobia,
PTSD (gangguan stres pascatrauma).

Hal yang harus selalu Anda ingat untuk pasien dengan kasus non-psikotik:
bahwa pasien tidak pernah datang ke pos psikiatri dengan keluhan depresi.
Pasien mungkin datang dengan keluhan tidak nafsu makan atau cepat lelah.
Demikian pula pasien tidak datang dengan keluhan cemas, namun datang
dengan keluhan sulit tidur atau iantung berdebar-debar.

Hal ini justru memudahkan pemeriksa dalarn


melakukan pendekatan kepada pasien. Ini
disebabkan kondisi psikiatri seperti 'depresi'

d"an

itu adalah sesuatu yang tidak

ada

'cemas'

Tidak dianjurkan untuk bertanYa

"apakah sedang ada

yang
mengganggu. pikiran" sejak awal
anamnesis.

bentuknya, sulit untuk didisuksikan. Di sisi lain,


kondisi umum seperti makan, lelah, tidur, dan
berdebar justru merupakan sesuatu yang cenderung berbentuk, mrrdah untuk
didiskusikan.
Langkah untuk melakukan pendekatan untuk kasus ini adalah:

Langkah r: Elaborasi, anggap pasien biasa

Berlakulah seperti pura-pura tidak tahu apa diagnosisnya. |adi, elaborasi


tentang gejala yang dialami. Sudah berapa lama tidak nafsu makan? Apa yang
dirasakan? Kenapa tidak nafsu makan, apakah mual? Atau mungkin ada nyeri
menelan? Ada keluhan serupa sebelumnya? Seperti yang sudah kita harapkan,
kemungkinan besar kondisinya bagus (tidak ada mual, nyeri menelan, riwayat
gangguan lambung).

fangan bingung, iustru


selanjutnya.

ini adalah pertanda yang

bagus untuk maju ke langkah

Langkah z: Fisik normal, Psikis terganggu, Cari!

Di langkah sebelumnya, kita bertanya kepada pasien seolah dia pasien nonpsikiatri. Setelah anamnesis, kita mendapat kesan bahwa kondisi fisiknya
terkesan dalam batas normal. Di langkah yang kedua ini, sampaikan ini kepada

pasien kemudian ajukan kemungkinan bahwa kondisinya mungkin akibat


masalah psikis atau pikiran.

Fisik normal
"Baik, iadi Bapak datang dengan keluhan tidak nafsu makan ya.
Dari hasil oemeriksaan saua tadi, saua bisa lihat bahwa kondisi bapak secara

35

fisi

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

baihkok..."
+

Psikis terganggu
"... Nah, biasany-a keadaan seperti ini bisa iadi keluhannya bukan gangguan pada
bodor, tapi muncul dari kondisi pikiran ..."

'

ciir
"Bisa Bapak menceritakan, apakah belakangan ini ada hal yang mengganggu pikiran
Ba

Langkah 1: Masuk ke pertanyaan seputar psikiatri


Setelah berhasil mengelaborasi dan menjelaskan bahwa kemungkinan masalah

berasal dari psikis, di langkah ketiga ini baru dapat kita tanyakan hal-hal yang
berhubungan dengan psikiatri.

Sederhananya, berikut
psikiatri.

2.
3.
4.

ini

adalah pertanyaan "minimal" pada wawancara

i: suasana hati murung, cepat lelah hobi hilang, menarik


diri, halusinasi, riwayat zat
ide
bunuh
diri,

Khas cemas: susah tidur, halusinasi, banyak hal yang dipikirkan,


riwayat zat
Khas mania: energi tidak habis, pasien merasa spesialihebat, halusinasi,
riwayat depresi sebelumnya, riwayat zat
Khas skizorenia: halusinasi, waham (terutama kejar), menarik diri, tidak
bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari (lihat di bagian psikotik)

Langkah a: Akhiri dengan indah


Di langkah sebelumnya, sudah dapat digali riwayat terkait psikiatri. Wawancara
ini perlu ditutup dengan baik. Bagaimana caranya?

Perlu diingat bahwa semua gejala psikiatri yang Anda tanyakan di atas,
sepanjang apapun itu, tak lebih dari sekedar 'riwayat penyakit sekarang'. |adi,
setelah RPS , apa yang harus kita tanyakan?

Yak, betul. RPD, riwayat keluarga, riwayat sosial. Kemudian rangkum dan
lakukan edukasi kepada pasien.

\-x:

ilt:

r_r . ri1_+

ll: ih i# 1$.3.t*ipk kq,rit$-.fislk**,k

Secara sederhana, kasus psikotik adalah kasus di mana kita kita mudah
menemui perbedaan dengan kasus non-psikotik. Pasien ini secara jelas tampak
berbeda dengan pasien pada umumnya, contohnya manik (bicaranya cepat,
banyak, dan lompat-lompat), hingga skizofrenia (halusinasi dan waham yang
kuat).

Hal yang harus selalu Anda ingat untuk pasien dengan kasus psikotik pasien
dngan gejala psikotik biasanya tidak datang sendiri, melainkan diantar oleh
orang lain.
Dapat dikatakan pasien dalam kategori psikotik lebih mudah diwawancara,
karena sudah cukup jelas hal-hal yang harus dikejar dalam wawancara psikaitri'

36

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


Keberadaan pengantar pasien malah memudahkan pekerjaan kita dalam
menggali informasi tentang pasien, karena akan ada sumber informasi yang
bisa kita tanyakan untuk menunjang informasi.
Secara ringkas, halyang perlu akan Anda lakukan:

Langkah r: Kenalan: Kenali siapa orang di hadapan Anda (Ini siapa? yang ini
siapa? Yang mau berobat siapa?)
Langkah z: Pengantar: Sebaiknya buka wawancara
dengan bertanya kepada orang yang sehat (dalam
hal ini: pengantar). Secara logika, jika pasien harus

sampai harus diantar oleh orang lain, maka


kemungkinan sulit untuk bicara secara normal.
Langkah 1: Pasien: Lakukan konfirmasi pernyataan
pengantar, tanyakan kepada pasien. Bila Anda ragu
dengan jawaban pasien, coba konfirmasi juga ke

Tanyakan keluhan

utama
mengapa pasien sampai dibawa
ke dokter, dapatkan beberapa
informasi dasar. Tanyakan
kepada pengantar, apakah
pasiennya bisa diajak ngomong
atau tidak - target waktu r menit
atau kurang.

pengantar. Lakukan wawancara seperti biasa


kepada pasien.

Langkah 4: Rangkum: Kembali kepada penganrar. Rangkum dan edukasi pada


pengantar. (karena kemungkinan tilikan pasien buruk dan menyangkal
keberadaan penyakit)

Di bawah ini merupakan contoh skenario wawancara psikiatri untuk

kasus

psikotik.

Kenalan
"selamat pagi, Pak. saya dokter Nobi. Dengan bapak siapa? Ini ibu siapa?
siapanya, Pak? Yang mau berobat yang mana? ..."

Ini

Pengantar
".'. saya ngobrol sama bapak dulu, ya. Kenapa istrinya dibawa ke sini?
oh ngurung
diri... sudah berapa lama, pak? Istrinya bisa diajak ngomong nggak, pak?"saga "
ngomong sama ibu ya..."
+

Pasien
"... selamat pagi, Bu. Kata suaminya, Ibu ngurung

diri di kamar? oh bener ya.

Alasannya kenapa?..."
+

Konfirmasi
"... Pak,

kan istrinya tadi ngomong kalau dia habis d.irampok minggu lalu. Bener tuh,
pak...?
+

Rangkum
"say_a-rangkum

aq, Pak. /adi, tadi Bapakmembawa istri ke sinikarena istri ngurung


diri di kamar. Dari pemeriksaan, istri bapak menunjukkan gejala gang disebui seba{ai
depresi...

37

I
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

a
t',
t))
:l

Edukasf; khusr"xs $ntuk Pa$ien dan keluarga


prinsipnya sederhana saja. |elaskan seperti biasa kepada keluarga dan pasien.
Samalep"rti And* menielaskan ke pasien di penyakit sistem organ yang lain.
Kalau Anda menyampaikan dengan biasa-biasa saia, maka pasien akan
dengan
menganggapnya sebagai hal yang biasa. Kalau Anda menyampaikan

a
b-

-{

>)
F

gugupatauperasaanragu-ragu,makapasienpunbisamendeteksikeraguan
Anda.
nada, atau
sebagai contoh, hal-hal seperti memperlambat nada, menurunkan

dokter
menghentikan sejenak pembicaran dapat mengindikasikan bahwa
dengan
edukasi
melakukan
menyampaikan suatu hai yang "tidak biasa'. Cara
d"-iki", serupa dengan keterampilan umum, yakni edukasi diagnosis, edukasi
terapi dan/atau tindakan (lihat bagian cara melakukan
rujukan, du,
"d.rkurl

l-:
E-

ts

edukasi umum).

b:

Fsrrmakmterffi P* Psfi kfimtr* Sasar

Mania

Lithium tab 3 x roo ffg

Skizofrenia

Risperidonerx2mg

Keterangan obat
Baru bekerja dalam beberaPa
minggu. Sampaikan hal ini

Rekomendasi Obat dan D$sis


Fluoxetin caps I x 20 mg

Kondisi
Depresi

,_

lr.

,.,

kepada Pasien.

':

minum malam atau saat serangan

muncul
Perlu pengawas minum obat.
Efek samping cukup banYak.
Efek samping ekstraPiramidal,
was minum obat

l-,-

C
L^

C
-L
Simu[asi kxsets

an lemas dan tidak nafsu makan'

.z

c
2.
).

Tuliskan status mentaftas-ieiiini. .'


Tuliskan resep dan set*[ikin kepa peng,ii: ., ..
Lakukan edukasi kepada pasien teikait masalah ke5ehatan

lr-

t
t
t
z

ban

Doktermem

rkenalkan diri
nama dan umur

Menan
keri
Menan
utama
Keluhan
Onset keluhan utama
Faktor
menn
Faktor
Nafsu makan
Keluhan lain

TnTon

tahun

Mantan secu

Brdu. lemas, tidak nafsu makan


lalu

r bulan

Semakin waktu semakin terasa

Tidak ada

*"kr"

berkurang, tidak ada mual atau


muntah. Masih bisa

N"fr"
Batu

38

lek, demam,

mu4

muntah

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Suasana perasaan

Aktivitas
Melaksanakan hobi

Aktivitas saat ini

disanskal
Tidak semangat
Berkurang, karena cepat lelah walaupun
tidur terus
Suka memancing, tapi minggu lalu diajak
teman dan menolak dengan alasan malas
Di rumah saja, mencari pekerjaan tapi tidak
dapat.

Penurunan berat badan


Ide bunuh diri
Riwayat pengobatan
Riwayat penyakit sebelumnya
Riwayat alergi
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat pekerjaan
Riwavat Sosial

Tidak ada
Minum vitamin tapi tetap lemas
Tidak ada yang signifikan
Tidak ada
Tidak ada yang relevan
Tidak bekerja

Minum alkohol, rokok, dan

narkotika

disangkal.
Riwayat keluarga
Menanyakan isi pikir
Menanyakan persepsi
Menentukan diagnosis dan diagnosis
banding
Meresepkan obat secara tepat dengan
penulisan resep yang tepat
Melakukan edukasi kepada pasien

Menikah, dengan I orang anak yang masih


kecil. Saat ini hubungan dengan istri baik.
Tidak ada waham, pasien merasa rendah diri
karena gagal sebagai kepala keluarga
Tidak ada halusinasi atau ilusi
Depresi sedang
Fluoxetine Ix2o mg

Obat

diminum

teratur dan

mungkin

memerlukan waktu Iama untuk berefek

Menyampaikan kemungkinan
konsultasi ke dokter spesialis
Meniadwalkan untuk kontrol u

39

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Obstetri dan Ginekologi


K*emk

u;,*fuHEs

|angan lupa untuk beri tanda cek

(r)

Asuhan antenatal
Asuhan persalinan normal
Resusitasi neonatus
Pemasangan AKDR
Pemasangan dan pencabutan implan

Pemeriksaan Papsmear dan IVA

ffimsass )?,. *ffi $#r*ffiS #$t*u*a:E

r.
2.
j.
4.
Asu

fu

;*

Kehamilan dan pelayanan antenatal


Asuhan persalinan normal
Resusitasi neonatus
Keluarga berencana dan kontrasepsi

fi

aE

ffi

{,#t}*

*.,"- r

Kekhususan anamnesis obstetrik adalah:

Menanyakan riwayat obstetri k

I.
2.
3.

Gravida/para/abortus beserta kelainan/penyulit kehamilan pada


riwayat kehamilan berikutnya
Riwayat menstruasi: menarche, siklus, hari pertama haid terakhir,
durasi, teratur/tidak, jumlah pembaltrt per hari, nyeri
Riwayat perkawinan dan kontrasepsi

Menanyakan kemungkinan penyulit kehamilan/persalinan dan komorbid

r.
2.
).
4.
5"

Hiperemesis gravidarum: mual, muntah mengganggu aktivitas


Hipertensi gestasional/preeklamsia: rekanan darah tinggi, bengkak pada
kaki, pandangan kabur
Anemia: pusing, pucat, lelah
Diabetes pada kehamilan
Kelainan plasenta: perdarahan merah segar tanpa nyeri abdomen

6.

abdomen yang hebat (solusio plasenta)


Ancaman abortus: perdarahan per vaginam disertai mulas sebelum usia

(plasenta previa) versus perdarahan merah gelap dengan nyeri


gestasi zo minggu

7,
8.
g.

Ancaman partus prematurus: mulas sebelum usia gestasi aterm

Kehamilan ektopik terganggu: perdarahan hebat, nyeri perur hebat,


gangguan tanda vital
Kelainan letak/presentasi janin

Menanyakan proses kehamilan yang tengah berialan

t.

Riwayat pemeriksaan kehamilan (ANC)

40

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

2.
).
4.

Gerakan janin

Riwayat gizi (nutrisi, susu, suplemen)


Riwayat imunisasiTT

!:Ls:::ls,$,ii-s,'.njj

Leopold r

r]$k*

hlllff..ir-'5.*sl-"+ei:-.1

rnulqi h'irnoflry

Letakkan sisi lateral telunjuk kiri pada


puncak fundus uteri untuk menentukan
tinggi fundus.
Angkat jari telunjuk kiri (dan jari-jari yang
memfiksasi uterus bawah) kemudian atur

|angan lupa meminta ibu untuk


berkemih dan jangan
lupa untuk cuci tangan!

posisi pemeriksa sehingga menghadap ke bagian kepala ibu.

Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada fundus uteri dan
rasakan bagian bayi yang ada pada bagian tersebut dengan jalan
menekan secara lembut dan menggeser telapak tangan kiri dan kanan
secara bergantian.
Leopold z

.
.

Letakkan telapak tangan kiri pada dinding perut lateral kanan dan
telapak tangan kanan pada dinding perut lateral kiri ibu secara sejajar
dan pada ketinggian yang sama.
Mulai dari bagian atas tekan secara bergantian geser ke arah bawah dan
rasakan adanya bagian yang rata dan memanjang (punggung) atau
bagian-bagian kecil (ekstremitas).

Leopold

'
'
.

Atur posisi pemeriksa pada sisi kanan dan menghadap ke bagian kaki
ibu.
Letakkan telapak tangan kiri di dinding lateral kiri bawah, telapak
tangan kanan bawah perut ibu.
Tekan secara lembut untuk mentukan bagian terbawah bayi (bagian
keras,bulat dan hampir homogen adalah kepala sedangkan tonjolan
yang lunak dan kurang simetris adalah bokong).

Leopold 4

.
.
'
.
.

Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada lateral kiri dan
kanan uterus bawah, ujung- ujung jari tangan kiri dan kanan berada
pada tepi atas simfisis
Temukan kedua ibu jari kiri dan kanan lemudian rapatkan semua jarijari tangan yang meraba dinding bawah uterus.
Perhatikan sudut yang terbentuk oleh jari-jari konvergen atau divergen.
Setelah itu pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada bagian
terbawah bayi
Fiksasikan bagian tersebut ke arah pintu atas panggul kemudian
letakkan jari-jari tangan kanan diantara tangan kiri dan simfisis untuk
menilai seberapa jauh bagian terbawah telah memasuki pintu atas
panggul.

Informasikan hasil pemeriksaan

41

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

#$

fueffi p#fl$ffi$gffieffi $t#r$ttffi$

r.
2.
).
4.

Mendengar & melihat adanya tanda persalinan Kala Dua


Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan
MemakaiAPD
Membersihkan vulva dan perineum. Melakukan pemeriksaan dalam
pastikan pembukaan sudah lengkap dan selaput ketuban sudah pecah.
5. Memeriksa denyut jantung janin setelah kontraksi uterus sLlesai pastikan DIJ dalam baras normal (tzo - r6o x/menit).
6. Memberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik,
meminta ibu untuk meneran saat ada his apabila ibu sudah merasa
ingin meneran.
7. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang
kuat untuk meneran.
8. Saat kepala janin terlihat pada vulva dengan diameter 5-6 cm,lakukan
perasat. stenan (perasat untuk melindungi perineum dngan satu tangan,
dibawah kain bersih dan kering, ibu jari pada salah saiu sisi perinJum
dan 4 jari tangan pada sisi yang lain dan tangan yang lain pada belakang
kepala bayi. Tahan belakang kepala bayi afar posisi kepala retap fleksI
pada saat keluar secara bertahap melewati introitus dan perineum).
9. Setelah kepala keluar menyeka mulut dan hidung bayi dengan kasa
steril kemudian memeriksa adanya lilitan tali pusat padaleher janin
ro. Menunggu hingga kepala janin selesai merakukan putaran paksi luar
secara spontan. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang
lecara biparental. Dengan lembut gerakan kepala kearah uawal-aai
distal hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian
gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.
II. Setelah bahu lahir, geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk
menyanggah kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Gunakan rangan
atas untuk menelusuri dan memegang tangan dan siku sebelah atas.
rz. setelah badan dan lengan lahir, tanga., t iri menyusuri punggung
kearah bokong dan tungkai bawah janin untuk ml-egurg trr"gt ul
(selipkan ari telinjuk rangan kiri diantara kedua lutut
!1ry*
,anin;
t3. Melakukan penilaian selintas:
a. Bayi cukup bulan?
b. Apakah bayi menangis kuat dan atau bernapas tanpa kesulitan?
c. Apakahbayibergerakaktif?
14. Mengeringkan tubuh bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh
lainnya kecuali bagian
tanpa membersihkan verniks. iaruh bayi
!3nqan
di atas perut ibu untuk IMD.
I5. Memeriksa kembali uterus untuk memasrikan tidak ada lagi bayi dalam
uterus.
16. Dalam waktu r menit setelah bayi rahir, suntikan oksitosin ro unit IM
(intramaskuler) di rl3 paha atas bagian distal lateral (lakukan
aspirasi
sebelum menyuntikan oksitosin).
rT. Setelah z menir pasca-persalinan, jepit tali pusat dengan klem kira-kira
3
cm dari pusat bayi. Mendorong isi tali p.rsut ke arah Jistal (ibu) dan jepit
kembali tali pusat padaz cm distal dari klem pertama.
I8. Pegang tali pusat yang telah dijepit (lindungi perut bayi), dan lakukan
pengguntingan tali pusat diantara z klem tersebut.
t9. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan memasang topi di
fepala tayi lanjutkan dengan inisiasi menyusui dini. cegah b-ayi'dari
hipoglikemia dan hipotermia.
zo. Manaiemen aktif kala III:
a. Suntik oksitosin ro IU

42

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

b.

Peregangan tali pusat terkendali: 5-ro cm di depan vulva dan


menekan uterus kea rah dorsokranial
c. Masase fundus uteri setelah plasenta lahir
2t. Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak -ro cm dari vulva
5
)', Meletakat satu tangan diatas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis,
untuk mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat.
2). Setelah uterus berkontraksi, menegangkan tali pusat dengan tangan
kanan, sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati keaiah
doroskrainal. ]ika plasenta tidak lahir setelah 30 - 40 detik, hentikan
24.

25.

penegangan tali pusat dan menunggu hingga timbul kontraksi


berikutnya dan mengulangi prosedur.
Lakukan penegangan dan dorongan dorsokranial hingga plasenta
terlepas, minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusaidengan
arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas, mengikuti poros jalan
lahir (tetap lakukan tekanan dorso-kranial).
Setelah plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta
dengan hati-hati. Bila perlu (terasa ada tahanan), pegang plur"rrta
dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu
pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput ketuban.
Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada fundus uteri
dengan menggosok fundus uteri secara sirkuler menggunakan bagian
palmar 4 jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik (fundus reraba
keras)

Periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan
untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah
lahir lengkap, dan masukan kedalam kantong plastik yang tersedia.
28. Evaluasi kemungkinan Iaserasi pada vagina du. p".i.r"rrL. M"lukrku.,
penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan.
27.

Penyebab Hemoragic Post-Partum (HPp) ada 4T:


Tone: masase fundus uteri sambil menilai tonus uteri
Tissue: dengan obstetric hand apaakah ada siba jaringan plasenta

Tear/Trauma: apakah ada robekan vagina dan perineum (Ruptur perineum


grade I-lV)

.
'
'

Grade I: robekan pada vagina saja (kompetensi dr.Umum)


Grade II: robekan pada vagina dan perineum (kompetensi dr.Umum)

Grade

III:

robekan sudah mengenai

(kompetensi Sp.OG)

m. Sfingter ani

internum

'

Grade IV: sudah 'bolong' dan mengenai m. Sfingter ani eksternum


(kompetensi Sp.OG)
Trombin: apakah ada ganggua, koagulasi/pembekuan darah (DIC, HELLP
syndrome)

29. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak teriadi


perdarahan pen'aginam.
3o. Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kurit di dada ibu
paling sedikit r jam.
Setelah satu jam, lakukan penimbangan/pengukuran bayi, beri tetes
mata antibiotik profilaksis, dan vitamin Kl r mg intramaskuler di paha
kiri anterolateral.

43

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

32.

)).
)4.
35.

)6.

37.

Setelah satu jam pemberian vitamin Kr berikan suntikan imunisasi


Hepatitis B di paha kanan anterolateral.
Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan
pervaginam.
Mengfiarkan ibuikeluarga cara melakukan masase uterus dan
menilai kontraksi.
Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.
Memeriksakan nadi ibu (tanda vital) dan keadaan kandung kemih
setiap r5 menit selama r jam pertama pasca persalinan dan setiap 3o
menit selama jam kedua pasca persalinan.
Memeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas
dengan baik.

38. Menempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin


o,5olo untuk dekontaminasi (ro menit). Cuci dan bilas peralatan
setelah di dekontaminasi.
{t*sux s$B*$i x*qsmmta.a s

Pertanyaan evaluasi:
Usia kehamilan cukup bulan?
Tonus otot baik?
Menangis/bernafas adekuat?
Langkah awal resusitasi (dalam;o detik)

'
.
.
.
'
.

Letakkan bayi di tempat hangat


Posisikan bayi dengan kepala setengah ekstensi
Suction mulut dan hidung
Keringkan bayi (handuk basah diganti dengan yang kering)
Posisikan ulang
Rangsang taktil

Langkah ventilasi (dalam lo detik)

.
.
.
.

Bila bayi apnea/frekuensi denyut iantung < roo kali/menit


Posisikan kepala bayi setengah ekstensi

VTP

Ventilasi 4o-6o kali/menit


Evaluasi

Langkah Kompresi (dalam 3o detik)


' Frekuensi denyut jatung < 6o kaliimenit ) kompresi dada bersamaan
dengan VTP
' Kompresi dada dilakukan dengan menekan r/3 bawah sternum sebanyak
Ioo kali per menit menggunakan ibu jari atau z jari.

'
.

Rasio kompresi dengan ventilasi adalah 1 kompresi: r ventilasi.

Evaluasi resusitasi. Pertimbangkan pemberian epinefrin IV (o,r-o,3


cc/kgBB diencerkan r:ro.ooo) dan intubasi bila tidak ada perbaikan
keadaan

Algoritma resusitasi neonatus adalah sebagai berikut:

44

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


i:li$r
I
I
t
I
I
I

I
I
I
I

li;j

I
:;;+t
I
I

I
I

?argeted Prductal spop


Alter Blrth

I
I

1 tnin

60Yr-65%

2 min

E5Ys*70%

nin

70?6.-?5%

4 rnin

75Ya.B0%

5 min

8096-8s%

10 rnin

85%-S5%

ugqv
g(l\4-r.
T
S

q
I

La, b

F,,^t

'qrwa)

or- hg

0Kstfufin
f

lx -) ltnus fitastl, Jelek

l11ds0st ut@r,u

t,

W+tgriit"
S 2010 Amerimn Hmrt.Assehtim

H*mrms*psi
U:nu,,t ltrJnl*L
Tt"tti:* H.t:r.,:;,.:."1'!i.t.-r'.'lt;t
..
: :1..'..:' .:..:.:.Y'..:..r.:j.-::.'.*:.t

1),'1';ililtti:
Lr,:,..'li-'
r.1j.".1'." ..:." l.\ u .:.
::: " '"'.:._Y.:..

ldfl,;l
.-.

Alamiah (KB tambahan saja, jangan jadikan utama): metode amenorea laktasi
(MAL) 6 bulan awal & harus ASI eksklusif; koitus interuptus; pantang senggama
(metode kalender tengah siklus haid, lendir servix lebih kental, dan
peningkatan suhu basal)

Mekanik: kondom (wanita, pria), IUD (l-8 tahun). IUD Cu-T dengan reaksi
peradangan menghambat fertilisasi dan implantasi ke endometrium

45

r
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Hormonal:pil,suntik,implan'patch(bel.umadadilndonesia)Uit"p'og'""::-t:
estrogen' Saat ini sudah ada IUD
dengan
saja, bisa kombinasi p'og'"""ton
bertah
progresteron'
&
hormonal berisi eslrogen

rufi;TroR

daPat bertahan

untuk
5-8 tahun dan mudah
kembali ingin memPunYai anak
(hanya dengan mengeluarkan

AKDR dari rahim)


perencanaan
diprediksi

sehingga
kehamilan daPat

at

)-5 tahun'

(untuk
Kontap (KB mantap): tubektomi' vasektomi
usia wanita >35 tahun)
dislipidemia
Pasien dengan obesitas ' hipertensi'
kontrasepsi
merupakan kontraindikasi penggunqan
hormonal karena

ter dap

at estogr en'

tidak boleh
Pasien yang sedang ASI eksklusif iuga
irrrog" karena inhibisi terhadap hormon
dLiberikaln

prolaktin untuk ASI

mantap dan akan sulit lagi dilakukan


trrb"ktorrri meruPakan kontrasePsi
memiliki anak
tuba kembali apabila' masih ingin
reanastomosis

pemakaian yang
seperti-karet yang bocor dan
Kondom dapat terjadi kegagalan
kehamilan tidak dapat diprediksi'
tidak tepat sehingga p""t""glf'""
5.es.$:eh-i:s:-p-llls*irgl:s:11*-l-i*mr.

lus:*si-*-i''Lxc"B+"i::'+:-i':xEll$-i

t. Informed consent pemasangan AKDR


2. Ibu diminta BAK
)- cuci tangal,meja periksa dengan pt)sisi litotomi
; Pasien ttlit t "
nyerl
; Palpasi perut adanya benjolan atau
6. Pasang kain PenutuP
7. Atur lampu, gunakan sarung tangan
8. Siapkan alat
menilai kelayakan
9. Lakukan pemeriksaan fisik untuk

pemasangan

AKDR
Inspeksi dan palpasi genitalia eksterna
fluor atau fluxus
;;. it;t'."g ,puL.,t'* HhIt adanya p""'"'ik'uun
bimanual' cari adanya nyeri
lakukan
rz. Lepas spekulum lalu
(antefleksi
ku"ai-ki'i' t"'u' du' posisi'uterus
goyang porsio,
^a'"ftt"
yaitu ke arah belakang)
yaitu ke urun a"!u'utu" '"ttofleksi
11. LePas sarungtangan
;;. ;il;*ie, iinitui lavak ) siap]<1n AKDR
pendorong ke dalam tabung
15. Buka seperti k"il;;3;;g' *ut'ttttu"
lengan ke dalam
16. Pegang tubmg-'i*pai-'lengan -"I'iput' -u']'kkut'
tabung
s.peculum
17. Pakai sarung tangan baru' p.asang
vagrna
dinding
t8. Asepsis dan antisepsis
i9. f utu"g tenakulum di srviks atah jamrz dan ukuran uterus
arah
zo. Masukkan sonde untuk mengukur
zt. Ukur tabung dengan sonde
,i. i"gurgtubu"ng dJt'gutt leher biru horizontal
servis atau ada tahanan
rr Masukkan sampai llher biru menyentuk
pendorong dan buang
;. ;;il;;u.rng, klluarkanadu
tahu,'ui lalu tarik 1-4 cm' gunting benang
^;;;;;""g,
25. Dorong t"brr; J;;ui
t"fu' tenakulum' periksa perdarahan'
26. Keluarku,,uutui*
lePas sPeculum, bersihkan ibu ,
larutan klorin
27. Masukkur, ,u""g tangan ke dalam
pasca-pemasangan AKDR
28. Cuci tangan, tuttt''ttu" fonseling

to.

46

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

I)"r'r:r.lc ru,r., *

I.

)
3.

i r""

"rl^*

Minta pasien untuk mencuci lengan atas dengan air dan sabun, antiseptik,
dan suntik anestesi lokal.
Lapisi penyangga lengan atau meja samping dengan kain.
Persilakan klein berbaring dengan lengqn, tempatkan di atas meja
penyangga, lengan atas membentuk 3oo terhadap bahu dan sendi siku 9o".

Kapsul dipasang tepat di bawah kulit, di atas lipat siku, di daerah medial lengan
atas. Pilihlah lengan klien yang jarang digunakan.

7.

9.

IO.

t3.

Tentukan tempat yang optimal, 8 cm di atas lipat siku. Posisi kapsul


nantinya ada di bawah kulit (subdermal).
Siapkan peralatan dan bahan, serta buka bungkus implan dan letakkan
secara steril.
Cuci tangan dengan sabun, pasang sarung
Untuk beberapa jenis implan,
tangan steril.
kapsul implan sudah terdapat di
Persiapkan tempat insisi. Bila ada,pakai doek
dalam trokar
steril. Isi spuit dengan anestesi sekitar 3 cc,
lalu infiltrasi di sekitar lokasi. Sebelum
menyuntikkan, lakukan aspirasi terlebih dahulu.
Pegang skalpel, buat insisi kecil, dengan lokasi 8 cm di atas lipat siku. Insisi
dangkal, hanya sekedar menembus kulit.
Masukkan trokar, dan lepaskan kapusl (tergantung jenis trokar dan jumlah
kapsul yang dimasukkan). Perhatikan jenis trokar yang digunakan. Selama
pemasangan, angkat trokar ke atas hingga kulit terangkat.
Setelah kapsul pertama masuk, masukkan kapsul berikutnya ke dalam
trokar, dan masukkan kembali trokar untuk peletakkan kapsul berikutnya.
Beberapa jenis trokar tidak memerlukan langkah ini karena sudah
terdapat dua kapsul di dalam trokar.
Sebelum mencabut trokar, pastikan posisi kapsul dengan merabanya.
Temukan tepi insisi dan gunakan plester (atauband aid) .Luka insisi tidak
perlu dijahit. Periksa adanya perdarahan.
Rapikan alat dan dekontaminasi alat.

47

7- -,
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

14. Beri edukasi kepada klien tentang keungkinan memar, b"ngiak; untuk
meniaga luka insisi tetap kering dan bersih selama 48 iam, serta tanda
rlukan perhatian khusus'
bahaya ru"t *"

-ll

*i:

t;ll

r: ilLiL ! 15

;.3tr

4: :

l. Ajak klien untuk bicara dan alasan pencabutan implan'


2. Mirtu klien untuk mencuci tangan dan lengan dengan sabun dan air
3.
4.
i.
a.
7.
'
8.
g.
ro.
rr.

mengalir.
Sebelu menggunakan sarung tangan, tentukan lokasi kapsul terlebih
dahulu, dan llfu p".1,, beri tan-da dengan spidol untuk setiap posisi kapsul'
Beri alas b"rrih d^i tempat tidur klien, bila perlu gunakan meja samping.
Siapkan alat-alatYang steril.
Cuii tangan dengan tlub,rt dan air, gunakan sarung tangan steril'
Usap leigan kl[n dengan antiseptik (gunakan klem untuk memegang
kasa). Bila tersedi a doeksferil, gunakan doek stedl tersebut.
Raba sekali lagi kapsul untuk memastikan' ,
jarum secara
Siapkan anesGsi iml (lidokain, tanpa epinefrin). Masukkan
subdermal ke bagian bawah uiung kapsul'
Buat insisi melinlang kecil (4 --ld"rgun skalpel di bawah uiung kapsul' .
Dorong ujung t apJut ke arah insisi dengan jari tangan sampai muncul
pada lika insisi. Setelah uiung kapsul muncul, gunakan klem lengkung
ke atas' jepit dan
irrrorquito / crile) dengan l",gkt"'gut' jepitan-mengarah

tarik.keluar.Jikaperlu,bebaskankapsuldarijaringanikatyang

melingkupinya.denganmenggunakanskalpelataukasasteril.
Lakukan iencabutan sampai seluruh kapsul tercabut'
kasa antiseptik, dekatkan
ry. Bersihkan tempat insisi din sekitarnyrdengan
kedua tepi luka dengan band-aid lkasa steril. Luka tidak perlu dijahit'
14. Buang sampah dan limbah, lakukan dekontaminasi'
15. Berikin edukasi tentang pasca-pencabutan implan'

12.

Sryr**ri

s6\effi ffi;*psfl??#*r *mm fW&

)ika ada instruksi untuk melakukan pemeriksaan pap-smear dan IVA,


lakukan pemeriksaan pap-smear terlebih dahulu!

I.
2.
-3.
4,
5.
6.
7.
8.

Informed consent
Pastikan kandung kemih kosong, posisi litotomi dan terapasang duk
Siapkan: spatrrla ayre, sitobrush, object glass-, spidok, alcohol 95%'
po,r:ido, iodine, kassa, lampu, speculum, handschoen
Cuci tangan, Pakai sarung tangan
Lakukan tindakan asePsis
Pasang spekulum
Masukan spatula sampai ke porsio lalu diputar 36o
Keluarkan lalu putar di sebelah kiri obiect glass

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Masukkan cgtobrush sampai ke porsio, putar r8o


ro. Keluarkan lalu putar di sebelah kanan
II. Buang cgtobrush

9.

12.

t3.

r4.

|ika akan melakukan IVA, bersihkan porsio dengan kasa.


Ambil liditapas dan masukkan ke dalam larutan asam asetat
Tampakkan porsio dan squamo-columnar junction, lalu olesi di

sekitarnya
Tunggu hingga r menit dan lihat hasilnya
t6. Bersihkan portio kembali dengan kasa
17. Lepaskan spekulum cocor bebek, bershikan ibu
r8. Tuliskan keterangan nama di object glass, rendam dalam alkohol Ialu
15.

keringkan
Rendam alat, lepas sarung tangan

49

r
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

G*nitourinaria
lr ,:. "1, .*,8.1-:*
t

)angan lupa untuk beri tanda cek (z)


Kasus yang sering ditemui

Pendekatan klinis kasus genitourinaria

Keterampilan pemeriksaan fisik genitourinaria


Keterampilan khusus: pemasangan kateter urin
Keterampilan khusus: sirkumsisi
Farmakoterapi kasus geniturinaria
Simulasi kasus

ffiaxLcs

ye## strr*ffi# d{aemq;i

l. Uretritis gonorrhea
2. Herpes genitalis z co ndil 0ft1a , Jifl li5
). Batu saluran kemih (kolik ureter)
4. Infeksi saluran kemih.
5. Pembesaran prostat jinak, (q p rus lot
6. Fimosis dan/atau parafimosis
l. Sirkumsisi

ffimm#*k*txs? k${xr{r fu *sms ##tr}it#ffi aBffi*y$*


Secara garis besar, kasus genitourinaria yang sering ditemui dapat dibagi
menjadi infeksi menular seksual, infeksi saluran kemih, dan batu saluran kemih.
Temuan awal
Keluar nanah
dari saluran
kelamin

Anamnesis khas

Sejak kapan keluar nanah


saluran kemih

tersebut?

dari

Karakteristik nanah:
Purulen/putih kekuningan?
Ada darah/tidak
Menanyakan keluhan penyerta:
Rasa panas ketika BAK
Nyeri ketika BAK
Nyeri ketika berhubungan
Demam
Apakah ada keluhan serupa pada

Kemungkinan diagnosis
Uretritis gonorea
dd/ chlamydia infection/
uretritis non-GO

pasangan seksual pasien?

Apakah ada riwayat promiskuitas?


Bila ada, kapan riwayat hubungan
seksual yang terakhir?

Riwayat keliuhan

serupa

sebelumnya

Riwayat infeksi menular

Nyeri pinggang

seksual

sebelumnya
Riwayat pengobatan
Seiak kapan nyeri berlangsung?

50

Ureterolitiasis

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


yang

kal,'art

relenjalar hingga

skrotum

Karakteristik nyeri:
Hilang timbul (kolik) atau tidak
Penjalaran nyeri
Apakah ada gangguan BAK:
r Tidak bisa BAK
BAK tersendat
BAK bercabang
BAK dipengaruhi posisi
BAK berpasir
Keluar batu ketika BAK
BAK berdarah
Apakah ada gejala penyerta?
Keringat dingin
Mual, muntah
Demam

Riwayat

keluhan

dd/ nefrolitiasis
dd/ pielonefritis akut

serupa

sebelumnya

Riwayat penyakit sempa dalam


keluarga
Riwayat pekerjaan dan kebiasaan:
Pekerjaan pasien

farang minum/tidak

BAK

tidak

lampias, tidak
dapat menahan

BAK, sering
BAK di malam
hari (pasien
laki-laki usia
tua)

Tanyakan mengenai gejala-gejala


LUTS
Frekuensi BAK meningkat, tapi
yang keluar hanya sedikit
Urgensi untuk BAK
BAK harus mengedan
BAK terasa tidak lampias
Aliran urin terasa lemah

Selesai BAK selalu ada

Hiperplasia prostat jinak


dd/ keganasan prostat

sisa

menetes di celana

Apakah gejala-gejala tersebur telah


berlangsung lama dan semakin
memberat (kronik-progresif) ?
Apakah ada gejala penyerta?
Demam
Nyeri ketika BAK
Riwayat pengobatan

Fm

rmm $**B#tr* F$

Kondisi

Antibiotik untuk ISK


bawah (uretritis, sistitis)
Antibiotik untuk ISK atas
(ureteriti!, pielonefritis)
Uretritis gonorea

$q.+ sq,a

s #*ffi

fr

{-\r;:"* ffi # r$e

Rekomendasi Obat
Siprofloksasin

2x5oo mg per oral selama 5 hari

Seftriakson

2xI g rv

Seftriakson

r25 mg IM

(dosis

tunggal)

Doksisiklin
Ba,kterial vaginosis

Trikomoniasis
Hiperplasia prostat iinak

Metronidazole

Metronidazole
Tamsulosin

51

2xroo mg per oral selama 7 hari


zx5,oo mg per oral selama 7 hari
z3xloo mg per oral selama 7 hari
Ix O,4 mg per oral

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Antibiotik alternatif untuk ISK (pengganti Solongan fluorokuinolon) adalah


kot.rimoksazol. Padl ISK komplikata, antibiotik diberikan selama z minggu.
Egmtt
K*'<:*r*rm5:i:titir*ra'ffi.lzcs*t$s; E3'*rffi#F.*?t#i? ur

:er

a:

r : '1

Memperkenalkan diri, informed consent


Memasang perlak di bawah bokong pasien
). Menuang akuades dan betadin dalam cawan
di daerah
4. Membuka bungkus kateter dan urine bag dan meletakkanya
steril
Mencuci tangan, pakai sarung tangan steril
5.
6. Masukkan aqua steril dalam sPuit
Disinfeks: glans penis melingkar, dorsal penis, ventral penis, skrotum,
7.
perineum (melingkar dari dalam ke luar, satu arah, tidak diulang-ulang,
memakai kassa yang direndam antiseptik dan diiepit dengan klem yang
dipegang dengan tangan kanan)
8. Pasang duk steril
9. Memposisikan penis (gunakan tangan non dominan) dalam kemiringan
7o-5o derajat kea rah umbilikus, masukkan lidokain gel 3 cc ke dalam
orifisum uretra eksterna (dengan tangan dominan). Tekan ujung glans
penis dengan gentle untuk mempertahankan lidokain gel dalam uretra.
IO. Memasukkan ujung katater perlahan (dengan tangan dominan) dan
pangkal kateter tetap ada di nierbekken. Masukkan sampai ada urin
yang keluar dari pangkal kateter. Perhatikan kenyamanan pasien.
Masukkan kateter hingga pangkal kateter.
rr. Hubungkan kateter dengan urine bag secara asepsis
tz. Masukkan aqua steril perlahan untuk mengembangkan balon sesual
dengan jumlah yang tertulis di pangkal kateter (t3cc). Tarik kateter
perlahan agar balon yang dikembangkan menutupi orifisium uretra
internum.
11. Lepaskan duk, fiksasi kateter di atas lipat paha
14. Gantung urine bag lebih rendah dari kandung kemih
t5. Lepaskan perlak dan sarung tangan. Cuci tangan.

I.

2.

ffi*t*rmmpE*mm

kfu s6*a*s;' si r6{e#ffi$Bs*

I. Asepsis dan antisepsis


2. Pasang duk steril
1. Lakukan anestesi blok dan infiltrasi
4. Bersihkan sulkus koronarius
5. Klem preputium di arah jam I, It, dan 6
6. Lakukan dorsumsisi
T. Lakukan sirkumsisi
8. Evaluasi perdarahan ) tekan dengan kassa
bengkok/ligase

steril/jepit pakai klem

)ahit kulit dan mukosa (arah jam 9,o, danl) ) simple interrupted. Jahit
frenulum (arah jam 6) ) jahit "o" atatl "8"
IO. Balut dengan kassa dan antibiotik
II. Observasi selama 3o menit
12. Pemberian obat (antibiotik, analgesik, vitamin) dan edukasi
13. Edukasi yang diberikan meliputir jangan terlau banyak antkvitias,
jangan menggunakan celana, cara BAK seperti rukuk/agak menunduk

9.

52

OSCE: PADI

SU

RVIVAL STYLE

ke bawah, jangan terkena air, dan jaga higiene personal agar tetap
bersih.
q q g\\E +,i, lii:s

*{ 2at 5,q.

Laki-laki 45 tahun datang dengan keluhan sulit BAK sejak

I.
2.
3.
4.
5.

hari yang lalu

Lakukan anamnesis pada pasien


Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien
Diagnosis pada pasien ini?
Lakukan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan
Lakukan rencana tatalaksana dan edukasi pada pasien

Cek Tugas

Dokter memperkenalkan diri


Menanyakan nama dan umur pasien
Menanyakan pekeriaan pasien
Keluhan utama
Onset keluhan utama
Faktor yang memicu

awaban

Tn. Doni,45 tahun


Karyawan swasta

Faktor yang meringankan


Nyeri pinggang dan penialarannya bila ada
Karakteristik nyeri pinggang
Nyeri di daerah lain (suprapubik, di sekitar
skrotum, di penis)
Riwayat BAK berpasir
Riwayat passina stone
Riwayat BAK berdarah

Mual
Muntah
Keringat dingin
Demam
Gangguan BAB
Riwayat pengobatan

Sulit BAK
5 hari yang lalu (semakin memberat)
Tidak ada. Semakin lama dirasa
semakin sulit untuk BAK
Tidak ada
Ada. Tidak menlalar
Hilans timbul
Ada nyeri suprapubik
Ada, kira-kira setahun yang lalu
(-)

Sejak setahun yang lalu, BAK kadang


berwarna merah
Ada
Ada
Ada

Tidak ada
Tidak ada
Obat-obatan herbal untuk pelancar
kencing namun tidak ada manfaatnya
Belum pernah

Riwayat sakit serupa sebelumnya


Riwayat penyakit sebelumnya

Diabetes

(-),
hiperurisemia (-),

hipertensi

(-),

tidak ada riwayat


operasi ataupun dirawat di rumah
sakit
Tidak ada
Tidak ada
Pasien suka mengonsumsi daging dan
minum soda. Pasien jrgu sering
minum minuman bernergi agar tidak
mengantuk saat lembur di kantor.
Pasien jarang,minum air putih.
Pasien bekerja sebagai karyawan
swasta seiak zo tahun yang lalu. Pasien

Riwayat alergi
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat diet

Riwayat pekerjaan

53

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

kebanyakan duduk ketika bekeria.


Riwayat merokok/alkohol

Tidak pernah

alkohol
Riwayat aktivitas fisik

Ri*uyut keluarga
Melakukan rangkuman dan transisi ke
meriksaan fisik
sebelum melakukan PF
Mencuci ta
Menilai status generalis, termasuk BB dan
TB dan tanda vital

Melakukan PF yang relevan dengan lege artis

Mencuci tansan setelah melakukan PF


Meminta hasil pemeriksaan penunjang

Pasien tidak

punya

kebiasaan

berolahraga

Menikah, dengan

merokok/konsumsi

orang anak

I
Tampak sakit sedang - TD r4ol9o, HR
ro4x/menit, RR zoxlmenit, suhu
afebris. TB r7o cm, BB 83 kg (status gizi
kur
Didapatkan nyeri ketok kostovertebral
(+), nyeri suprapubik (+). LainnYa
dalam batas normal

Urinalisis: kesan hematuria


(+),leukouria (+)
Ureum/kreatinin: 7olI,8

BNO IVP Interpretasi:


Preperitoneal fat line kanan kiri baik.
Psoas line tegas, simetris.
Kontur kedua ginjal tidak jelas tervisualisasi.
Distribusi udara usus mencapai distal.
Tidak tampak dilatasi/penebalan dinding-dinding usus.
Tidak tampak udara bebas ekstralumen.
Tampak bayangan batu radioopak di hemiabdomen kanan setinggi vertebra
Thtz-L1 yang sebagian mengikuti bentuk sistem pelviokalises, proyeksi

ginjal kanan.
Tampak bayangan batu radioopak di hemiabdomen kiri setinggi vertebra
Thtz-L3 yang sebagian mengikuti bentuk sistem pelviokalises, proyeksi
ginjal kiri.
Tampak bayangan batu radioopak berbentuk bulat dengan gambaran
double layer di rongga pelvis minor proyeksi buli.
Tulans-tulans dan iaringan lunak kesan baik.

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Kesan : Batu cetak ginjal kanan kiri. Batu buli.

Diagnosis kerja: Nefrolitiasis


(Batu cetak ginjal/staghorn)
dan vesikolitiasis
DD: Ureterolitiasis, pielonefritis
Analgesik: parasetamol
3x5oo mg
Terapi medis: tamsulosin Ixo,4 mg

Menentukan diagnosis dan diagnosis


banding

Meresepkan obat secara tepat dengan


penulisan resep yang tepat
Merencanakan untuk rujuk dan menulis
ruiukan dengan benar
Melakukan edukasi kepada pasien

Edukasi bahwa pasien menderita batu

ginjal kanan dan kiri, rencana untuk


dirujuk untuk menentukan rencana

terapi berikutnya (ESWL/tindakan


bedah), dan edukasi untuk
meningkatkan asupan cairan serta

menghindari konsumsi jeroan, garam,


dan protein berlebih
Menanyakan apa yang ingin ditanyakan
pasien

Hffi$*KSt H*5{$$

Identitas
dan keluhan
utama

Perempuan,35 tahun
BAK tidak lampias
sejak r hari yang lalu

Anak laki-laki,3
tahun
Penis tampak
menggembung
bila BAK

Sebelum lenting

Nyeri bagian perut

muncul, sendi terasa


nyeri dan demam

bawah namun tidak

Anak sering
menderita ISK
berulang. Kulit
prepusium penis

Laki-laki z5 tahun
Timbul lenting
berair pada alat
kelamin yang terasa
gatal dan panas
sejak z hari yang

lalu
Keluhan lain

(+).

Riwayat lain

Temuan
pada PF dan
pemeriksaan
penunjang

Istri pasien
mengeluh keluhan
yang serupa.
Riwayat
promiskuitas (+),
terakhir t minggu
yang lalu
Tampak
sakit
ringan, tanda vital
dalam batas normal
Teraba pembesaran

berat/mengganggu
aktivitas. Demam (-).
BAK berwarna kuning
agak pekat, berpasir (-),
berdarah (-). Nyeri
ketika BAK (r). Pasien
juga tidak bisa
menahan BAK.
Pasien bekerja sebagar
sekretaris. Sering
duduk lama, menahan
BAK, dan lupa minum
bila sedang bekerja.

Nyeri

tekan

suprapubik (+)

KGB bilateral pada

Urinalisis: keruh,
eritrosit (-), leukosit

lipat paha

esterase (+),

Genitalia:

lenting
55

nitrit

(+)

tidak bisa ditarik.

Anak sering
dirawat di RS
karena demam
tinggi akibat ISK

Kulit prepusium
penis tidak bisa
diretraksi

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

t
(

berair multiPel Pada


region genitalia

Tes Tzanc\:
multinucleated giant

Dx dan dx
banding
Tatalaksana

Herpes genitalis

dd/ sifilis

Asiklovir 5x2oo mg
6 hari)

Fimosis

dd/ uretritis

dd/ parafimosis

Siprofloksasin

Sirkumsisi dengan
anestesi blok dan
infiltrasi

Pemberian
analgetik,

antibiotik, dan
vitamin setelah
sirkumsisi

Sistitis

mg selama

2x5oo

5 hari

Edukasi untuk banYak

minum, meningkatkan
aktivitas fisik, dan
tidak menahan BAK

56

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

hlematologi - Onkalogi - lnfeksi


t
Jangan lupa untuk beri tanda cek 1;;
Kasus yang sering ditemui

Pendekatan klinis kasus hematologi - infeksi

Keterampilan intubasi endotrakeal


Keterampilan pemasangan infus
Farmakologi obat-obatan di bidang hematologi - onkologi - infeksi
Simulasi kasus

.c"

-r"r{,J$

I.
2.
).
4.
5.

's#ffiff s#fl*ffi# ori?#ftt';

Anemia defisiensi besi


Demam berdarah dengue

Malaria
Leptospirosis
Renjatan (syok) anafilaktik

F:*;***km*srt

i.;i i *:

s km**;c

fu

*rexc;* i*

r$* k s?

Anamnesis berangkat dari keluhan utama yang disampaikan oleh pasien.


Untuk semua keluhan utama, jangan lupa konsep utama (lihat bab
keterampilan anamnesis umum). )angan lupa untuk menanyakan keluhan lain
seperti pada penjelasan di bab anamnesis awal. Untuk setiap temuan awal,
pikirkanlah beberapa kemungkinan diagnosis berdasarkan sistem.
Temuan awal
Pucat, mudah
lelah

Anamnesis khas
Gejala: Fatigue (cepat lelah), sesak + bo.tuK

napas, jantung berdebar, nyeri dada,

nyeri perut, perut tidak enak, perut


begah. Nafsu makan menurun.
Kehilangan ilarah: Muntah darah,
perdarahan saluran cerna (BAB hitam
atau berdarah), operasi, pascaoperasi,
menstruasi dan jumlah darah
menstruasi
Diet konsumsi daging, sayur, buah;
minum teh setelah makan, konsumsi
iamu dan obat-obat penghilang rasa
sakit, konsumsi vitamin/suplemen lain
Peny akit kr onik: batuk, demam, keringat
malam (TB), penurunan BB, benjolan
leher (keganasan), riwayat DM, kencing
berkurang (gagal ginjal kronik)

Kemungkinan diagnosis
Hematologi
Anemia defisiensi besi
Anemia penyakit kronik
Talasemia
dd/b er das

arkan

sisten or g an

lqin
sleep depriu ation, depr esi,
p eny

alah gunaan ob at, anemia,

gagal jantung, TB paru,

Riwayat penyakit terkait darah pada


keluarqa

Pernahkah mengukur suhu tubuh?


Pola demam? Apakah membentuk

57

Infeksi
Demam dengue - demam

Lehhnga

r
Perdqrdhn:rghrqlosil
t . t t,<o,,^,/t
*l^^los**,o

1bD

,t
\noYmdl&[['
pADt suRVtvAL srYLE
lrorr h@
:

Fa+rh'r''

, 19 f t9q anl

Uvta4dla

ifi.I
'

siklus tertentu? Kapan demam


Mensgigil?
fury*dirasakan paling tinggi?

. fup\d

tgn(r, onh'
g(rrrrkeflu.

Kelu\an lain: sakit kepala, mata merah,


ikterili, mimisan, gusi berdarah, mualmuntah, batuk-pilek, sesak napas, nyeri
perut, diare/mencret, konstipasi, BAB
Lerdarah/hitam, sakit saat berkemih,
keputihan dan nyeri Perut bawah,
nyeri otot dan badan Pegal-Pegal,
muncul bintik-bintik merah di kulit.

berdarah dengue

Malaria
Leptospirosis
HIViAIDS

dd/ infeksi akut organ lain


seperti pneumonia,
a str o enter itis, int' eksi s alu r an
kemih, int'eksi saluran genital,
dan infeksi lokallain (sePerti
infeksi telinga).

Faktor risiko: berpergian ke daerah


endemis, lokasi rumah banyak nyamuk
dan banak air menggenang, lingkungan
baru banjir, jarang menggunakan alas

Beniolan
payudara

kaki,
Kupu., pertama kali muncul, dan di
mana? Bagaimana dan beraPa lama
benjolan membesar? Apakah terdapat
nyeri? Apakah puting Pernah
mengeluarkan cairan?
Bagaimana hubungan benjolan dengan
siklus menstruasi?
Apakah saat ini sedang menyusui? Cara
menyusui saat ini?
Penurunan BB, demam, nafsu makan

Onkologi
Fibroadenoma mamae

(FAM)
Fibrokistik
Kanker payudara
dd/ berdasarkan penYebab lain
m astitis, br ea st eng or g ement

menurun?
Riwayat keluarga tentang keganasan

.tgrl*-'r:i&.sat'::,:-*s$ tq::!q*j"t-he$"::gl:*.r:"irttit,#.,:$slid::;;$r--jg-f*:k}r

Sepeti pada kasus-kasus yang lain, pemeriksaan fisik dimulai dari hal umum
meliputi keadaan umum dan tanda vital. Perhatian khusus pada tanda vital,
d"-"rn merupakan keluhan yang sering dari keadaan infeksi, sehingga

pengukuran suhu tubuh tidak boleh dilupakan.


Pada keadaan anemia defisiensi besi, beberapa. hal
yang cukup diagnostik dan dapat ditemukari antara
lain koniungtiva pucat, atrofi papil lidah dan
koilonikia (kuku sendok).

!$rii.,ll,l
':1i !i:t:':

::7
,:

lUili

:::7 I

Lltf.ril

litsx

Pemeriksaan keleniar getah bening iuga hal yang


penting sebab pembesaran sering meniadi hal yang
menandakan kasus hematologi, keganasan (leukemia),
serta kasus infeksi secara umum. Perabaan perlu
dilakukan secara sistematis di sekitar wilayah kepala leher (atau inguinal pada kasus tertentu)' Agar
sistematis, perabaan dapat dimulai dari submental lalu ke submandibula,
jugular chain (anterior dari m. sternocleidomastodieus), lalu ke posterior triangle
(posterior dari m. sternocleidomastoideus), menuju ke postaurikular dan
preaurikular, lalu terakhir ke supraklavikula' Untuk kasus kecurigaan Pada

58

:.;i,lilE

jlsffi;;=

::?liL#i;:

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


keganasan payudara, kelenjar getah bening aksila dapat diperilsa
pemeriksaan fisik payudara untuk lebih lengkap).

(ihat

bab

Pemeriksaan kardiovaskular perlu dilakukan. Pada kasus anemia (terutama


anemia berat), dapit terdengar bising jantung sistolik akibat peningkatan curah
jantung sebagai kompensasi anemia pada pasien.
Pemeriksaan abdomen bermakna pada kasus hanatologi, terutama anemia.
Anemia karena dugaan talasemia dapat diperkirakan apabila terdapat
pembesaran organ (splenomegali dan hepatomegali). Sementara itu kasus
infeksi malaria juga dapat mengakibatkan splenomegali.
Untuk kasus leptospirosis, jangan lupa untuk melakukan pemijatan terhadap m.
gastrocnemius. Pada umumnya pijatan terhadap otot ini menimbulkan rasa
nyeri.

ffi*r,-**;h*r;

*;"e

Fff$t{.rej**r; i,.*sms ?:*mq*t*f *g* - <lrtkr:i*uffE * EmBs i:r'


Jenis Pemeriksaan

Panel

Hb, Ht, Leukosit, Hitung |enis/Diff

Hematologi

Studi besi

Count,

l rombosrt
MCV, MCH, MCHC
Morfologi/gambaran darah tepi
Retikulosit
Serum Iron (SI)
Total lron Binding Capacity (TIBC)
Saturasi Transferin
DBD: IgMiIgG anti-dengue, NSr

iron stuilg
Panel infeksi

Malaria: hapus darah tipis dan tebal, rapid


diagnostic test (RDT)

Leptospirosis: IsM/IeG anti-leptospira

H*t*rxx,tpi$mm

klfu s*sffi

$:

ffi tH*

hffi

ludi&*$i
t.
2.
).
4.
5.
6.

si * md*rakfu es
,-

Pasien
Pasien
Pasien
Pasien

dengan penurunan kesadaran (GCS < 8)


dengan kemungkinan aspirasi
dengan kemungkinan obstruksi jalan nafas
dengan usaha nafas yang tidak adekuat

Apnea
Pasien yang memerlukan anestetik umum

$.**:.:.*3x$l k a*r r+le*{,

r.
2.
j.
4.
Lr-rrr.!,!*.rd!

r@

r.

2.

Traumamaksilofasial
Kecurigaan cedera servikal
Kontraindikasiabsolut
Fraktur laring
I raf

I !aar.!

tr e!?{r\$

). r l/,!

Penilaian derajat kesulitan intubasi fnOt0(dlh


Ventilasi dan oksigenasi yang optimal

59

ScOr{

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Kosongkan isi lambung


Obat analgesia,.pedasi, amnesia, pelumpuh otot (sesuai kebutuhan)
g b"gbhlbot1.]rS
Fe nl-,c,rrzrrl
P l

).
4.

l-)

Skor Mallampati
,'i ..'!-, l:

./\
, ,.-**:*- \
.'l':J-"**!.:-\.

t,::
ili,l---*--',\)li
.

':.1

1,

r-l i

'.t'* d&E'lli

i1^,"-'"r4(...Y \r"l!
!.!

r\'r
\

il ::i: ii l irl

.
.

K ::.:r-: i i

i;:

:,r.

j.

o
o

i.t

+];t i

Anamnesis : Riwayat kesulitan intubasi


Pemeriksaan Fisik

o
o
o
o
o

Buka Mulut
Pergerakan rahang

Inspeksi bagian dalam mulut


Pergerakan C-Spine

Mallampati

PemeriksaanRadiologi

.t....i..1:.n.1.1.1...1.1..i..+L1f..j.l-'.r-S..+.i.:.f-.1.1..f}r:l.r'

*,,,

i J!

i?

"5 r.(-&sr-rrl-.1j..+:-54.!:j4

Premedikasi
o Fentanyl: I - z pg/Kg IV bolus
o Lidocaine: I.5 mg/Kg IV bolus

Induksi

o Propofol: z-7 mglKg IV bolus


Pelumpuh otot
o Succinylcholine: o3 - zmglKg IV bolus
o Rocuronium: o.6 - r mg/Kg IV bolus

ilrti3q:1 ik;rr i 1*rt.u b#gi il $dqrt r,i ker*

Saat Intubasi

Saat ekstubasi

Trauma,

Trakeomalasia,
Kesulitan ekstubasi,
Aspirasi isi lambung
Obstruksi jalan nafas,

Perdarahan,

Fraktur/subluksasi C-Spine,
Aspirasi isi lambung,
Emfi sema mediastinum/pneumothoraks,
Falls route

60

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Selama terintubasi
Perubahan posisi ETT
Obstruksi jalan nafas
Aspirasi isi lambung

Pasca ekstubasi

Kerusakan neryus
Sakit tenggorokan
Paralisis pita suara
Edema glotis
Perubahan suara

Ruptur trakea/brunkus

;,-;;
bilahnya)

,"" raringoskop dengan


;;";;;;
) sambungkan dan periksa apakah

berfungsi dengan baik dan sumber cahaya adekuat.

T: tube (ETT, persiapkan nomor 7 serta setegah


ukuran di atasnya dan dibawahnya

i.
\ \.

\;i.,

il..:.,, :..
'ai

j-1 '
-. 4".-./a

-':r\

.:....

, -.
/\!,. - .. t.

\\/
,>"-;r.

\i

.i:

ii

l.; rg-t;*hl

2.
1.
4.
i.
6.
7.
8.
g.
Io.

II.

Posisikan pasien supinasi. Pada keadaan trauma kepala dan leher harus
dipertahankan dalam I garis lurus (in-line immobilization)
Persiapkan alat
Cuci tangan dan pakai sarung tangan
Operator berdiri di bagian kepala tempat tidur. Tempat tidur posisi
datar.
Memegang laringoskop pada tangan kiri
Preoksigenasi 3o detik dengan oksigen Ioool0. Kemudian ventilasi selama
3o detik menggunakan bag balve mask
Lakukan penekanan pada krikoid untuk mencegah aspirasi. Apabila
pasien sadar lakukan induksi dengan pelemas otot.
Bersihkan rongga mulut dari cairan/benda asing. Bila perlu gunakan
suction.
Buka mulut pasien perlahan dengan tangan kanan menggunakan cross
finger technique (ibu jari tangan kanan ditempatkan di depan gigi
bawah mandibula dan jari telunjuk di depan gigi atas maksila).
Masukkan laringoskop ke dalam mulut
Posisikan lidah pasien ke sisi kiri dorong hingga mencapai posisi yang
tepat. Posisi yang tepat:
a. Bilah lurus di bawah epiglotis
b. Bilah lengkung dimasukkan ke dalam vallecula epiglotica di atas

epiglotis

Iz.

Visualisasikan pita suara dan pembukaan epiglotis

r). Dengan tangan kanan masukan

pipa endotrakea melalui pita suara

dengan lembut

14. Angkat stylet dan laringoskop dengan hati-hati. ETT dipertahankan


pada posisinya
ry. Kembangkan balin untuk menciptakan sekat

61

.--

S: suction

r.

...,

-4
t' ' -'l'

C: connector (mandrain)

,.*:
''r:ij.J

\ "-. \
.:-*.

'-ln

\ -/-\ ".--

I: introducer (stylet)

,r1i
a.

1i

i'"'"i-ii

\-i,/\:\
.' '\-,i-.:
;..
t '' ' iit-,;.,/ 'r:,iti.';..

T: tape (Plester)

-/

"-,:j.)

,\*..

6,5 dan7,5)

A: airway (oropharyngeal airway/OPA)

1;;;

,.'i:'{i:'

tlr

- "
,'a,,.r,r.

..,.

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

jangan terlalu lama membiarkan


pasien tanpa ventilasi. Usahakan
melakukan intubasi dalam r kali

I6.Lepaskan tekanan pada krikoid

lT.Lakukan ventilasi dengan kantung


udara pada pasien dan perhatikan gerakan simteris

pada dinding dada. Auskultasi pada lima titik

untuk memeriksa masuk/tidaknya

udara
(epigastrium, apeks paru kanan, apeks paru kiri,
intubasi gagal dilakukan dalam
lobus bawah paru kanan, dan lobus bawah paru
waktu tersebut, pasien harus kiri). Periksa adanya pengembunan pada pipa
segera mendapat ventilasi dengan
endotrakea saat pasien ekshalasi.
kantung udara sebelum usaha
IS.Fiksasi posisi pipa endotrakea
intubasi kembali dilakukan.
dengan plester pada posisi setinggi bibir.
rg.Rapikan peralatan dan buang
sampah di tempatnya
zo. Cuci tangan

menahan nafas. Jika t puyu

.:* r t*fl#Il{H# t lltfW5


'*sny***iE
+*E ! g.Jf rsx"
^*? :/:;

.\.#E,trr

fi

I.

Periksa kelengkapan alat, cuci tangan dan kenakan handschoen.

Persipakan cairan infus: gantungkan cairan infus, kunci selang infus,


tusukkan infus set.
Buka kunci selang infus dan arahkan selang ke atas, sampai cairan
mengalir dan tidak ada udara di selang infu. Kunci kembali selang infus.
Cari lokasi vena, pasang duk / kain pengalas. Raba vena target, pasang
karet pembendung proksimal.
Disinfeksi permukaan kulit yang akan ditusuk.
Tegangkan kulit, tusukkan kanul dengan mandrain ke vena dengan posisi
yang tepat, Mandrain dicabut perlahan sambil kanul dimasukkan. fika
sudah masuk yakin posisi kanul telah masuk, tarik mandrain keluar.
Lepaskan karet pembendung vena, lalu sambungkan selang infus ke kanul.
Buka kunci infus, dan pastikan tetesan aliran mengalir dengan lancar. Jika
lancar, tutup kembali.
Lakukan fiksasi dengan baik.
Buka tetesan infus sesuai dengan kebutuhan.
Rapikan alat.

).
4.
5.

6.

7.

8.
9.
IO.

II.
12.

'{

n $

**i:,".8-***

-il

$,*:*it***"
"--*"";J

l*..**s*t**l

"* iF*

**6."-E-..*1
'**"'*** -;l'

imff*ks$
H,;:islu.--ac_si:ti*ri*:f!+t"*l,isrL:.rt.i

r.
2.
3.
4.

Faktor risiko anemia defisiensi bqsi antara lain faktor diet yang kurang
mengandung daging, banaak konsumsi teh setelah makan, peld3rahg4
me n a h un, oan EEFs truiil]-p""Sgrr"r" .ba, p"r
akit dan/atau iqMr-iamu dapat
meningkatkan risiko radane lambqng dan menyebabkan perdarahan
menahun.
Pengobatan anemia dengan menggunakan preparat besi. Rasanya
ng saluran
kurang enak d-an-Eiiyak efek samping, terutanif-e

F-rry"rupu., besi terbaik adalah jika diminum s@!um makan, namun


efek samping bertambah.

62

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


preparat besi setelah makan mengurangi efek samping' namun
penyerapan kurang optimal sehingga dapat diberikan y!!gm!g1Q untuk
meningkatkan penyerapan.

5. Minum

6. Dengan demikian zat asam seperti buah ieruk dapat meningkatkan


oenvlraoafivitamin C.
g+ta sudah membaik, pengobatan perlu diteruskan untuk
Wiiauprin
7.
mengisi

'#svaetmk*$c7#i

cderle-lesi

{.$i

yang sempat berkurang.

i+?#*utg **s'rx'*'g#(<s t - *;=k"ea}'#{:E -

$ra$:.: . -

Obat dan Dosis

Keterangan tambahan

Anemia defisiensi besi

Sulfas ferosus 1x)25


mg tab

Malaria

Artemi.sinin

)25mgFe-sulfat = 65:mB Fe elemental


Penyerapan terbaik saat perut kosong,
namun efek samping (mual, muntah)
menjadi dominan. Alternatif: berikan
setelah makan dan juga berikan vitamin C
untuk meningkatkan penyerapan. Efek
samping laiw heartburn, konstipasi, dan
BAB hitam.
Primakuin kontraindikasi anak <lo tahun
ACT: dihidroartemisinin ) x I tab I
piperakuin 3 x I tab selama 3 hari

K':ndisi

C-l bln .t[q


7- ll = l/"
1^
t*q 1 I

5-9.2

Leptospirosis

[\)

-lg.

Combtnqtron

)tS th

Therapy (ACT)

P. falciparum: ACT
3d + primakuin Id
P. uivax/ovale: ACT
3d + primakuin I4d
P. malariae: ACT
Doksisiklin 2 x Ioo

?r, mo

Ampisilin4xlgram
IV

$Effiqilxsfi kmsars
Seorang perempuan,z5tahnn, datang dengan keluhan mudah lelah.

l.
2.
3.
4.
5.
6.

Lakukan anamnesis pada pasien.


Lakukan pemeriksaan fisik yang relevan pada pasien.
Mintalah hasil pemeriksaan penunjang kepada penguji.

Tentukan diagnosis dan diagnosis banding, lalu sampaikan kepada


penguji.
Tuliskan resep dan serahkan kepada penguji.
Lakukan edukasi kepada pasien terkait masalah kesehatannya.

Cek Tueas
Dokter memperkenalkan diri
Menanyakan nama dan umur pasien
Menanvakan pekeriaan pasien
Keluhan utama
Onset keluhan utama

\Q

Kontraindikasi untuk anak


Kasus leptospirosis berat membutuhkan
terapi injeksi penisilin (e.g: ampisilin)

mg kaps

l"t,tn I rl q rcE eok,ttra

|awaban
Ny. Metlu, lg tahr.,

lbu rumah
Badan terasa mudah lelah
6

63

bulan yang lalu

tr^'ar

r
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Faktor yang memperberat

Mencuci pakaian, kerja rumah tangga sehari-

hari
Tidur

Faktor yang meringankan


Nafsu makan
Poliuria, polidipsia, p'olifasia

Nafsu makan biasa saia

Disanskal
Setiap malam tidur jam
iam 5 pagi

Istirahat malam
Demam, keringat malam

Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak

Sesak napas

Penurunan berat badan


Penglihatan
Keluhan terkait iantung
Keluhan terkait abdomen

Io malam, bangun

ada
ada
ada
ada masalah
ada nyeri dada, tidak berdebar-debar

Tidak ada perut begah, kembung, nyeri


perut, tidak ada perubahan pola BAB

Menstruasi 8 hari baru bersih, setiap kali


menstruasi darah keluar "cukup banyak",
ganti pembalut 3-4 kali setiap hari. Nyeri

Riwayat menstruasi

menstruasi ada, namun

tidak

sampai

mengganggu.

Riwayat konsumsi obat-obatan


Riwayat pengobatan

Tidak ada konsumsi obat-obat maupun jamu


Pernah konsumsi vitamin penambah
stamina, namun tidak ada perbaikan
Tidak ada yang signifikan
Tidak ada
Tidak ada riwayat penyakit darah dalam
keluarga.
Riwayatyang lain tidak signifikan.
Pasien makan zx sehari, pagi dan malam.
porsi dirasakan biasa saja, sering makan
sayur. Pasien menghindari konsumsi daging
dan ikan karena takut terkena kolesterol.
Pasien juga gemar minum teh setiap kali
makan.
Pasien adalah ibu rumah tangga, bekerja
sehari-hari mengurus rumah.
Tidak pernah merokok/konsumsi alkohol.
Pasien jarang berolahraga, namun aktivitas
fisik di rumah cukup tinesi.
Menikah,: dengan r orang anak. Saat
hubungan dengan keluarsa baik.

Riwayat penyakit sebelumnya


Riwayat alergi
Riwayat penyakit keluarga

Riwayat diet

Riwayat pekerjaan
Riwayat merokok/alkohol
Riwayat aktivitas fisik
Riwayat keluarga

Melakukan rangkuman dan transisi


ke pemeriksaan fisik

Mencuci tangan sebelum melakukan


PF

Menilai status generalis, termasuk


dan TB dan tanda

vital

BB

Melakukan PF yang relevan dengan


lege artis

TD rzol8o, HR
9ox/menit, RR zzxlmenit, suhu afebris
Terutama PF mata, KGB, THT (rongga
mulut), jantung, dan abdomen, serta melihat
ekstremitas (kuku)
Tampak sakit ringan,

Mencuci tangan setelah melakukan


PF

Meminta hasil pemeriksaan


penunjang

Hb 9,5 gldL; Ht 7oo/o; Leu 6.ooo; Tr zz1.ooo.


MCV 7o, MCH zz, MCHC 28, gambaran
darah tepi: kesan anemia mikrositik
64

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

hipokrom, dengan anisositosis

Menentukan diagno
dan diagnosis
banding
Meresepkan obat secara tepat dengan
penulisan resep yang tepat
Melakukan edukasi kepada pasien

dan
poikilositosis, banyak ditemukan sel pensil.
Tidak ada sel target. Studi besi tidak
dilakukan karena keterbatasn biaya.
Diagnosis kerja: anemia suspek defisiensi
besi

Misal: sulfas ferosus ) x )25

Viitamin C

mg

3 x I tab

(5o mg), setelah makan


untuk meningkatkan penyerapan besi
Edukasi terkait anemia defisiensi besi:
etiologi, faktor risiko, cara tatalaksana, efek

samping obat
Menanyakan apa yang ingin
ditanyakan pasien
Menjadwalkan kunjungan ulang
pasien

Identitas dan
keluhan utama

Laki-laki,3o tahun
Badan demam sejak 4
hari yang lalu.
Demam dirasakan

mendadak tinggi.
Sudah diobati
dengan penurun
panas namun naik
lagi.
Keluhan lain

Badan lemas, nafsu


makan berkurang.
Nyeri kepala. Nyeri
otot dirasakan,
terutama di otot betis.
t hari yang lalu mata
pasien terlihat kuning,

BAK sedikit lebih

Riwayat lain

kuning dibanding
biasa., jumlah tidak
berkurang.: Nafsu
makan menurun.
Mual ada, tidak
muntah. Nyeri perut
disangkal.
Lingkungan rumah
sedang banjir sejak z
minggu yang lalu.
Membersihkan rumah
tidak menggunakan
alas kaki. Riwayat
sakit serupa dan sakit
kuning pada pasien
disangkal. Sakit

Laki-laki,18 tahun
Demam sejak 4 hari
yang lalu. Demam
dirasakan naik turun
dengan pola tidak
teratur. |ika demam
sampai menggigil.
Sudah diobati dengan
penurun panas namun
naik lagi.

Perempuan,2I tahun
Demam sejak 4 hari
yang lalu. Demam
mendadak tinggi,
dan kemarin demam
turun namun justru
mengaku badan
meniai sangat
lemah.

Badan terasa lemas dan


berkeringat, nafsu
makan juga bekurang.
Sakit kepala ringan,
mata tidak ada keluhan.
Kejang dan penurunan
kesadaran disangkal.
Tidak berdebar maupun
sesak napas. Perut terasa
tidak enak, terutama di
sebelah kiri. BAK biasa,

Menjadi terlihat
lebih mengantuk,
dan lemas. Kemarin
tidak makan karena
pasien tidak mau
makan. Hidung
mimisan, gusi
berdarah ada.
Muntah darah
disangkal. BAB
darah/hitam
disangkal. Rumple
leede test positif.

tidak berkurang
maupun menjadi
kuning.
I bulan yang lalu dari

NTT. Di sana tidak


mendapatkan obatobatan pencegah.
Riwayat penyakit serupa
sebelumnya disangkal.

Lingkungan rumah
banyak nyamuk.
Pernah sakit serupa
saat usia remaja,
sembuh dengan
rawat inap di rumah
sakit.

serupa pada anggota

keluarga lain

65

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Temuan pada
PF

disangkal.
Kompos mentis
Suhu 38,roC

Kompos mentis
Suhu 38,3oC
Abdomen: splenomegali

Tidak ada
pelnbesaran KGB
Injeksi konjungtiva (+)
Abdomen: tidak ada
nyeri tekan, tidak ada
pembesaran organ
Nyeri tekan pada otot
gastrocnemius
bilateral
Dx dan dx
banding

Tindak lanjut

Sz-S3.

37,2

Leptospirosis

Malaria akibat

dd/ hepatitis viral akut


dd/ infeksi viral dan
bakterial lain

falciparum
dd/ leptospirosis
dd/ demam tifoid

DPL
SGOTiSGPT,

DPL

Demamberdarah

P.

dengue

dd/ demam dengue


dd/ infeksi viral lain
Hb awal

SGOT/SGPT,

bilirubin

lJreum, kreatinin
Elektrolit
Kultur darah, serologi
anti-leptospira

lJreum, kreatinin
Eketrolit
Rapid test malaria
Sediaan darah tebal/tipis
malaria: gambaran

Untuk dd: rapid test


malaria, tifoid

accole (+)

16,

HtAwal

48o/o,Tr awalTT.ooo
DPL, serial untuk
memantau kadar Hb.
Ht, dan Trombosit
Serologi dengue

(IgM/IgG antidengue)

It

Doksisiklin2xloomg
Suportif

ACT 3d + Primakuin td
Suportif
Edukasi tentang penyakit
malaria, cara
pengobatan, dan cara
iiencegahan di
kemudian hari

Edukasi tentang
higiene personal, cara
penularan leptospira,
faktor risiko yang ada
pada pasien

Abdomen:
Hepatomegali
Tes Rumple-Leed (+)

bilirubin

Tatalaksana

Somnolen - Apatis
TD roo/8o, HR
9ox/menit, nadi kuat
dan teratur, RR
zox/menit, suhu

ferbatl.alr
Carlar, tAN[Lc4(
ritrrr
d, fu

,Yr,,

Sorn

l"l n hertol^"p

dtn^ q 'b ldw


9q5uui t^l,nir
lotr

2,-bhr
httotrr

br-sl dihn

Rawat inap

Terapi cairan

sesuai

perhitungan WHO
Suportif
Edukasi tentang
penyakit, faktor
risiko, modifikasi
faktor lingkungan
untuk preventif di
kemudian hari.
J,

h-E

'.1*,1@

B'r: lS-t1oig

: S nt l9k

Wb

<ls

hb >,.10lz 3nt ltgwe


u
rJ'rK t0$)
^0 z 1-4L I

n311

l+n0!dl

It

- 2c rnl /hLl FL /l"n r hlc d


- nh[.''tilvlxtt an,uldn
se\drnd

Irloid

'rc

no x 3o
66

,-o

"nt

tnQh,l

'

*\ )tqri

^, bDl:1 py6

/kg

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Metabolik - Endokrin
*awq4e*H

tu\i;!.ssd

|angan lupa untuk beri tanda cek

(r;

Kasus yang sering ditemui

Pendekatan klinis terkait masalah metabolik - endokrin

Obat-obatan terkait di bidang metabolik - endokrin


Simulasi kasus
6ztt,.<lvy\

(o,ttc,trg

mellitus

I.

Diabetes

Dislipidemia
Komplikasi akut diabetes mellitus

3.

4.
5.

Hipertiroid
Hipotiroid

ffi*xrdwk**are

f.tJfl

'.

: ' tP[r]'"if
- l>eto osa

fu"*$w!s **rfum$B rE"I#$#Effi$t

l,ffi#qffi**S$k - **sg*krsm

Anamnesis berangkat dari keluhan utama yang disampaikan oleh pasien.


Untuk semua keluhan utama, jangan lupa konsep utama anamnesis umum.
Temuan awal
Badan lemas

Anamnesis khas

vs lemas
neurologi
Endokrin: poliuria, . polidipsia,
Bedakan lemas "fatigue"
polifagia;

Kemungkinan diagnosis
Endokrin
DM
Hipotiroid

kesemutan;

penunrnan/kenaikan BB yang tidak dd/berdasarkan sisten organ


jelas; benjolan leher; intoleransi dingin; lain
konstipasi; kulit kering
sleep deprivation, depresi,

Psikiatri: kualitas tidur; mood;

pengalahgunaan obat, anemia,

konsumsi

gagal jantung, TB paru,

obat-obatan

Hematologi: riwayat makan, riwayat

perdarahan saluran

GI,

riwayat

perdarahan menstruasi

Infeksi: batuk; batuk darah;

sesak

napas; keringat malam

fantung: berdebar-debar; kaki bengkak


Penurunan
berat badan

Tanyakan tidak diinginkan

vs

diinginkan

Endokrin: poliuria, polidipsia,


polifagia; kesemutan; gangguan
penglihatan; mata menonjol; jantung
berdebar-debar; banyak berkeringat;
tidak tahan udara panas;
GI: nafsu makan; sulit menelan; diare;
nyeri ulu hati; perubahan pola BAB;
BAB berdarah

Infeksi: batuk; batuk darah;


napas; keringat malam

67

sesak

Endokrin
DM
Hipertiroid
dd/ berdasarkan sistem organ
lain

anoreksia nervosa, bulimia


neruosa, infeksi kronik (TB
paru), keganasan

r'
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Onkologi: demam tidak terlalu tinggi;


badan lemas; benjolan leher
Endokrin: gangguan penglihatan; mata
menonjol; banyak berkeringat; tidak
tahant udara panas; penurunan berat

fantung
berdebar-debar

Endokrin
Hipertiroid

badan

dd/ berdasarkan sistem organ


lain
serangan panilg gangguan

Psikiatri: mood, gejala serangan panik,


gejala gangguan cemas menyeluruh,
gejala fobia
fantung: nyeri dada; sesak napas;
keringat dingin

Melaporkan hasil pemeriksaan


kelenjar tiroid:

cemas menAeluruh, gangguan

fobia, spektrum

angina

pektoris stabil - acute coronarA


sundrome, aritmia

.,,.,1..! ".;",
j**t**l:l..j.jj

Terdapat pembesaran pada regio


colli anterior (leher depan), yang
bergerak dengan penelanan.

Pemeriksaan fisis kelen;'ar tiroid dan klinis lain


terkait gangguan hormon tiroid:

Pembesaran simetris(difus) I

Informed consent, cuci tangan sebelum memeriksa

noduler, jumlah tunggal/multiple,


dengan ukuran x
cffi,

pasren.

konsistensi

lunak/kistik/keras,
batas tegas/difus, nyeri
tekan/tidak nyeri tekan, dengan
kulit dan jaringan lunak di
sekitarnya kesan baik.

Minta pasien duduk dan sedikit ekstensi kepala.


INSPEKSI dari depan pasien.

Berdiri di belakagn pasien, lakukan PALPASI


region tiroid sambil meminta pasien melakukan
gerakan menelan.

AUSKULTASI regio tiroid untuk mendengarkan


bruit.
INSPEKSI lain: ekspresi wajah, mata (eksoftalmus), ekstremitas (tremor, minta
pasien untuk meluruskan kedua lengan ke depan, bila perlu letakkan kertas di
antara kedua tangannya), refleks (patella), kulit (basah, kering), miksedema.

PALPASI lain: nadi (ireguler/regular


pada kondisi hipertiroid).
Sx a.ffi

Kondisi
DM

Dislipidemia

Hipotiroid
Hipertiroid

$s"*ts#fl s

F?

Wwsz*n

w *ta i**

fu

kemungkinan terdapat atrial fibrilasi

- *md*kr9

Obat

Keterangan tambahan

Metformin )x5oo mg tab


Glibenklamid rx5 mg tab
Acarbose 3x5o mg tab
Simvastatin rxlo mg tab
Levotiroksin Ix5o mcg tab
PTU 3x5o mg tab
Propanolol3xro mg tab

58

Minum 3o menit sebelum makan


Minum bersama suapan pertama
Minum malam hari

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

ffis**rkss? kfuaxsxs ffi$ltesk *<***xs #frmfu***s xr*i$*t*es

Edukasi tentang penyakit DM, diagnosis, faktor risiko, tatalaksana, dan

komplikasi
Perencanaan makan DM: karbohidrat kompleks dan serat, biasakan
makan pagi - serta ajarkan menghitung kebutuhan kalori dengan rumus
Broca (BB idaman adalah [TB - roo] o 9oo/o) - tidak perlu dikali 9oo/o
apabila Lk <16o cm dan Pr_<I5o cm.
CRIPE: continuous, rhytmical, interval, progressive, endurance. Latihan
minimal3 hari dalam seminggu.
Obat-obatan diperlukan untuk mengontrol DM seumur hidup. Obat
terutama jenis sulfonilurea dan insulin perlu dipastikan pasien makan
sebelum meminum/menyuntik obat.

.
.

Komplikasi akut DM: hipoglikemia, KAD, HHS; kronik stroke,

'

"FE$

n Bs-{

retinopati, kardiovaskular, nefropati, disfungsi ereksi, neuropati.

t$}l

.t' :3"t

E"E

Seorang perempuan, 28 tahun, datang dengan keluhan badan lemas.

t.
z.
).
4.

Tentukan diagnosis dan diagnosis banding, lalu sampaikan kepada

i.
6.

penguji.
Tuliskan resep dan serahkan kepadapenguji.
Lakukan edukasi kepada pasien terkait masalah kesehatannya.

Lakukan anamnesis pada pasien.


Lakukan pemeriksaan fisik yang relevan pada pasien.
Mintalah hasil pemeriksaan penunjang kepada penguji.

Cek Tugas

)awaban

Dokter memperkenalkan diri


Menanyakan nama dan umur pasien
Menanyakan pekerjaan pasien
Keluhan utama
Onset keluhan utama
Faktor yang memperberat
Faktor yang meringankan
Nafsu makan

Ny. Anita, 5r tahun


Akuntan publik
Badan terasa lemas
8 bulan yans

lalu

Bekerja berat

Istirahat
Nafsu makan bertambah, jumlah nasi lebih
banyak dibandingkan biasa
Sering haus, cepat lapar dan porsi makanan
bertambah
Sering terbansun untuk BAK
Tidak ada
Tidak ada
Ada, sejak 6 bulan yang lalu turun sekitar 5
ks
Tidak ada masalah
Tidak ada nyeri dada, berdebar-debar
Tidak ada perut begah, kembung, nyeri
perut, tidak ada perubahan pola BAB
Tidak ada kesemutan, tidak ada kelemahan
otot

Poliuria, polidipsia, polifagia


Istirahat malam
Demam, keringat malam
Batuk
Penurunan berat badan
Penglihatan

Iantung
Abdomen
Neurologi

69

r
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Minum vitamin tambah darah, namun

Riwayat pengobatan

tidak ada perbaikan


Tidak pernah

Pernah mengecek gula darah


sebelumnya
Riwayat penyakit sebelumnya
Riwayat alergi
Riwayat penyakit keluarga

Tidak ada yang signif kan


Tidak ada

Ayrh pasien menderita kencing

manis,
6o
tahun.
sudah meninggal saat ia berusia
Ibu oasien sehat.

Makan tidak teratur, porsi

Riwayat diet

banYak.

Makanan favorit makanan manis, banyak


mil, minum teh dan k
Pekerjaan memaksa pasien untuk banyak
n komouter.
duduk di
Tidak pernah merokok/konsumsi alkohol.
Pasien jarang berolahraga, malas berjalan
kaki.
Menikah, dengan 2 orang anak. Saat ini
keluarea baik.
hubunsan den

Riwayat pekerjaan
Riwayat merokok/alkohol
Riwayat aktivitas fisik
Riwayat keluarga

Melakukan rangkuman dan transisi ke


meriksaan fisik
Mencuci tansan sebelum melakukan PF
Menilai status generalis, termasuk BB
dan TB dan tanda vital

Tampak sakit ringan, BB 8o kg, TB 16o cm -

TD t3ol8o, HR 8oximenit, RR zoxlmenit,


suhu afebris

Terutama PF iantung,

Melakukan PF yang relevan denganlege

abdomen,

ekstremitas (pulsasi ekstremitas bawah),


dan neurologi (refleks, sensasi ekstremitas

artis

bawah)

Mencuci tansan setelah melakukan PF


Meminta hasil pemeriksaan penunjang

Hb

lc-3lLeu Sooo/Tr 33).oooiGDP

nl

GDzPP z

diabetes mellitus tipe

Menentukan diagnosis dan diagnosis


bandine

Diagnosis

Melakukan edukasi kepada pasien

Mencakup 4 pilar penatalaksanaan DM: (t)


tentang DM; (z) makanan; G) aktivitas fisik;

obesitas

dan (a) farmakoterapi

Menanyakan apa yang ingin ditanyakan


pasien

Meniadwalkan kuniungan ulang pasien

Identitas
dan

keluhan
utama

Keluhan
lain

Perempuan, S8 tahun
Badan lemas sejak 4 bl
yang lalu, dirasakan
sepanjang waktu,
diperberat dengan
aktivitas, membaik
dengan istirahat.
Keluhan pertama kali.
BB naik 5 kg dalam 3
bulan, tidak tahan

Perempuan,ST tahrw

Jantung berdebar
sejak z bulan yang
lalu. Keluhan pertama
kali.

Laki-laki,5r tahun
Badan lemas sejak r

terbaring lemah, tidak


dapat bekerja.

Cepat berkeringat, Tremor,


telapak tangan sering diaforesis.
70

hr

yang lalu. Saat ini

OSCE: PADI SU RVIVAL STYLE

ruangan dingin, BAB

basah. BB turun

tanpa
perubahan poladiet.

dalam z bulan tanpa

Riwayat bekerja pagi-

perubahan pola makan.

malam, lupa makan


namun tetap minum

jarang

4 kg

Diare sesekali. Nyeri


disangkal.

dada

obat DM.

Gangguan menstruasi
(+).

Tidak

ada

yang

signifikan.

Riwayat DM disangkal.
Riwayat sakit jantung
sebelunya disangkal.

Riwayat DM (+), sejak

tahun.
dengan

Pengobatan

glibenklamid

dan metformin, bau t


Kompos mentis
Nadi
6ox/menit,

Dx

dan dx
banding

reguler
Tidak ada pembesaran
kelenjar tiroid
Kulit kering
Refleks fisiologis
menurun
Hipotiroid
dd/ DM tipe z

Nadi

rrox/menit,
ireguler. Suhu 37,ooC.
Leher: pembesaran
difus, bilateral, 5x5 cm,
batas tegas, bruit (+).
Ekstremitas: tremor

Tatalaksana

TD

roo/8o,

nadi

rtox/menit
Diaforesis

halus,

Hipertiroid susp. graves


disease

dd/ aritmia jantung

Tindak
lanjut

bulan terakhir.
Apatis-somnolen

Hipoglikemia
dd/
ketoasidosis

diabetikum

ddi hiperhidrosis

hiperosmolar

DPL

DPL

ketotik
DPL

Panel tiroid
Panel gula darah

Panel tiroid
Panel gula darah
EKG

Levotiroksin

PTU

darah

(terutama GDS)

Air gula per oral

Propanolol 3X\O

71

Panel gula

dd/
non-

tc(b

dekstrosa IV z fl.

atau

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Dermatologi
sqw4M$H

bu**4{d

)angan lupa untuk beri tanda cek

(r;

Kasus yang sering ditemur

Pendekatan klinis kasus dermatologi


Efloresensi dan cara mendeskripsikan efloresensi

Temuan mikroskopik jamur kulit


Farmakoterapi kasus dermatologi dan penulisan resep
i

Simulasi kasus

Kmsues

I.
2.
).
4.
5.

H*rag $srg*# *{t*waci


Infeksi bakterial: pioderma
Infeksi jamur: tinea, kandidiasis, pitiriasis versicolor
Infestasi parasit skabies, pedikulosis, cutaneous larva migrans
Infeksi virus: herpes zoster, varicella
Dermatitis kontak iriun, dermatitis kontak alergi
I

F*wC*l-.,*:,]*

:".:rr i " k**r.ts

d*t'rnrl;;#ffi8

Sedikit berbeda dengan sistem lain, pada umumnya setelah mendapatkan


keluhan utama, pemeriksa akan melihat lesi kulit terlebih dahulu sebelum
melakukan anamnesis lebih lanjut.

Tanyakan fabgl_.*i\o yang


berkaitan jika Anda menduga
diagnosis tertentu. Sementara itu
untuk riwayat pasien, tanyakan
riwayat alergi, riwayat pajanan
sinar matahari, riwayat kontak
dengan bahan-bahan kimia atau
kosmetik tertentu, serta riwayat
higiene personal.

Riwayat penyakit sekarang untuk suatu lesi


mencakup onset timbulnya, lokasi awal (dan
apakah semakiil meluas, serta di mana pertama
kali timbul jika lesi meluas), bagiamana perubahan
bentuk lesi tersebuL apakah terdapat rasa gatal,
nyeri, atau mati:'rasa (baal), faktor pemicu, faktor
yang, meringankan, pengobatan yang telah
dilakukan, serta gejala dan keluhan lain. fangan
lupa tanyakan apakah terdapat lesi lain di bagian
tubuh yang lain.

Pemeriksaan fisik kulit dilakukan dengan inspeksi dan palpasi. Terkadang


diperlukan pemeriksaan berupa penggunaan lampu wood untuk membuat lesi
tertentu berpendar.
Hf

e sc

ns i d m n {

a s"#

ry}#ffi d *s

f,+ ;"

B s i km

lt wym

Deskripsikan jenis lokasi lesi, ienis lesi, jumlah, bentuk, ukursn, batas, uarna,

susunin(koniiqurasi),dafiaisir6GfG"iffi.

72

tebturl@-e@W

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Papul

Makula

Patch

Perubahan warna
semata-mata

Perubahan warna
semata-mata,
lebih besar

dibandingkan
makula

*tu*

Penoniolandi
pemukaan

kulit,

konsistensipadat,
uk. <o,5

cm

*d$ffi
"" aft'
"' ".#ffiw

Nodul

Plakat
Infiltratberbatas

Penjoniolan di

tegas dengan

permukaankulit, uk

konsistensipadat,
ukuran >r cm

ffiw"'

., i*,,.. '+f"=

>I

Cm

'+s*-

; -. . ff

Vesikel

Bula

Pustul

Erosi

Ulkus

Gelembung berisi

Vesikel dengan
ukuran >o,5 cm

Vesikel berisi pus

Kehilangan
iaringan kulit,
tidak melebihi
stratum basale

Kehilangan

berbatas tegas,

Bilaberukuran
bulamenjadibula

ukuran <o,5 cm

hipopion

cairan serosa,

Urtika

Burrow
(terowongan)

iaringankulit,
melebihi stratum

papilare

Krusta

Likenifikasi

Skuama

Cairan tubuh

Penebalan kulit
disertai relief kulit
yang makin ielas

Stratum korneum
yang terlepas

(serosa hingga

darah) yang
mengering di

Diad*ptcsi dcri

A*t*iti*t

permukaan kulit
Ac*tlemq *t {-}*rwtat*!*r1y; Pan,}u*rt []r*ktis i\.4*rfoloqi d**
T e r*cLnal*r4{ P e n ry iskit {* ilit

.hwn Blrh) S?besar 5ca-t


Ukuran: milier, Ientikuler,-futata, numuler, plakat. Lebih baik jika dapat
dideskripsikan dengan ukuran eksak, seperti sentimeter

fumlah lesi: multipel vs tunggal

6tvL otqalh
dan ind,',rk

Konfigurasi: linear, sirsiner, arsiner, polisiklis, dermatomal, iriformis, {:rifl:"?rybolq


korimbiformis \nqYara^ bvlatn&.bir
\esi sa{tlt'
Sebaran: regional (satu lokasi saja), universalis (hampir rooo/o tubuh),
generalisata (>5oo/o tubuh), bilateral, simetris, unilateral, diskret (lesi tersebar
satu-per-satu, ada di mana-mana)

73

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

ilr: r:t*h car:a -Be.&{.[*ghr*-$ik&sjgsl

Pada regio fleksor

Pada regio ekstensor lutut

Pada regio pektoral

bilateral, terdapat

terdapat vesikel eritematosa


multipel bergerombol dengan
ukuran 2-5 rnm, batas tegas,

plakat
eritematosa multipel berbentuk

bulat ireguler, ukuran 5 cm,


batas tegas, dengan skuama

tersebar

yang

putih di permukaan atasnya

kiri,

secara

lengan
rriakula

kanan, terdapat
hiperpigmentasi multiPel
berukuran ,-Ioo ffih, batas
tegas, dengan susunan Yang
tidak beraturan.

dermatomal.

(scaly plaque).

Y*mxxrt

ffi

*qvm* kq) pE

B<

-i* r*w

'.*l

kqlhat.

.+$#"i

"*l;, .,*
,\ff

'

@bergerombol

Hifa panjang, bersekat

#**'rux{*$*g

kmrxm s

;.

Pseudohifa dengan
blastospora

Kandidiasis

kulit

fr

Keterangan tambahan

Ienis

Antibiotik topikal

.r

Membentuk gambaran
"sphagetti and meatball"
Infeksi Malasessia furfur atau
itriasis versicolor (panu

Infeksi dermatofita atau


dermatofitosis (tinea

Fmr*tak*'**v*i:i

$ffif

Mupirocin

2o/o

cream

S z dd appl

Antijamur topikal

Miconazole
S zddappl

2o/o

Selenium

cream

sulfida

t,8o/o

obat ini sampai z minggu

shampoo
S

Antijamur oral

zx/minggu

Itraconazole zxroo mg tab


atau

Antiviral oral

Griseofulvin zxtz5 mg tab


Asiklovir 5 x 8oo mg (r tab =

arrtiprr*it

Permetrin

ro/o

atan Jo/o

Pemberian sampai batas lesi sejauh


I-2 cm agar memastikan eradikasi
jamur. Tinea ditatalaksana dengan

cream
74

lesi

menghilang (umumnya minimal zminggu)


Terutama jika lesi luas, atau lesi di
tempat yang tidak dapat digunakan
obat topikal (misal: rambut)
Kasus untuk herpes simpleks: 5 x
zoo ms tab
t% untuk pefikulosis kapitis

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

S u.c

5%

untuk skabies, diaplikasikan ke

seluruh tubuh kecuali leher ke atas

malam hari, biarkan sampai esok

topikal

z dd

appl

Clobetasol propionat

cream
S r dd appl
Emolien/pelembab

o,o5Vo

Ureazoo/o
t dd appl
CTM + mg tab

Antihistamin oral

Sjddtabl

hidrokortison saja.
Efek samping: atrofi kulit, striae,
sistemik jika penggunaan banyak
dan pada kulityang terbuka
Pelembab kulit, terutama untuk
drq skin dan dermatitis atopi
Dosis anak: o,I mg/kgBB/kali,

lxlhari
Efek samping: mengantuk.

.llld'EESii{Sb! +{*tr:+X}

Seorang laki-laki, z9 tahun, datang dengan keluhan gatal di lipat paha sejak z minggu yang lalu.

I.
2.
3.
4.
5.
6.

Cek

Lakukan anamnesis pada pasien.


Sebutkan deskripsi efloresensi dan sampaikan kepada penguji.
Mintalah hasil pemeriksaan penunjang kepada penguji.
Tentukan diagnosis dan diagnosis banding, lalu sampaikan kepada penguji.
Tuliskan resep dan serahkan kepada penguji.
Lakukan edukasi kepada pasien terkait masalah kesehatannya.

Tugas

|awaban

Dokter memperkenalkan diri


Menanyakan nama dan umur pasien
Menanyakan pekeriaan pasien
Keluhan utama

Tn. Vino, z8 tahun


Mandor proyek
Gatal di kedua lipat paha
z minggu yang lalu

Onset keluhan utama

Lipat paha
Semakin membesar, hingga saat ini
Ya, terutama saat berolahraga
Tidak
Tidak
Sedang sibuk mengawasi proyek besar,
cuaca panas dan berkeringat
Tidak ada
Belum
Tidak ada
Mandi hanya pagi hari, karena kerja di
proyek sampai sore-malam tidak mandi
malam hari
Pakaian proyek, ketat dan panas, tidak
menyerap keringat
Tidak
Sebelah kiri, terasa berdenyut seperti nyert
pada mata kirinya
Belum pernah
DM disangkal, yang lain tidak a4g fgng

Lokasi awal

Progresif
Gatal
Nyeri
Baal

Faktor yang memicu


Faktor yang meringankan
Sudah diobati

Keluhan di baeian tubuh yans lain


Riwayat kebersihan diri

Riwayat berpakaian
Riwayat bertukar alat personal hiqiene

Riwayat sakit serupa sebelumnya


Riwayat penyakit sebelumnya

75

r
i

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

signifikan
Tidak ada
Tidak ada yang signifikan
Tidak ada yang signifikan
Mandor proyek, saat ini sedang sibuk
Merokok, r bungkus/hari sudah zo tahun.
Alkohol tidak ada.
Di hari libur pasien suka lari pagi.
Menikah, dengan 3 orang anak. Saat ini
hubungan dengan keluarga baik.

alergi
penyakit keluarga
diet
pekeriaan
merokok/alkohol

Riwayat aktivitas fisik


Riwayat keluarga

Melakukan rangkuman dan transisi ke


pemeriksaan fisik
Mencuci tangan sebelum melakukan PF
Menilai status generalis, termasuk BB
dan TB dan tanda vital

Tampak sakit berat

- TD rzol8o, HR

8ox/menit, RR zoxlmenit, suhu afebris

Melakukan PF yang
relevan dengan lege

Mendeskripsikan
dengan tepat:

artis

lesi

Pada regio cruris bilateral, terdapat plak


eritematosa berukuran plakat, berbentuk

bulat ireguler, batas cenderung tegas,


dengan tepi lesi yang lebih aktif
dibandingkan bagian lain (central healing).

Mencuci tangan setelah melakukan PF


Meminta hasil pemeriksaan penunjang

KOH: ditemukan hifa sejati, panjang, dan


bersekat
Diagnosis kerja: tinea kruris dd/ kandidiasrs

Menentukan diagnosis dan diagnosis


bandine

kulit
Edukasi tentang penyakit, higiene personal,
pakaian yang menyerap keringat, dan cara
penggunaan obat.

Melakukan edukasi kepada pasien

Menanyakan apa yang ingin ditanyakan


pasien

Menentukan kapan waktu untuk


kuniugan ulang

76

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

dq#$*li$,
Identitas dan
keluhan
utama

Keluhan
lain

Kffis$.$5

Anak laki-laki, rr tahun

Rambut rontok sejak

minggu yarlf, lalu

Perempuan,3l tahun
Borok di kaki sejak
hari yang lalu

Laki-laki,5z tahun
1

Lenting berair

di

punggung belakang sejak


kemarin

Gatal pada tempat yang


rontok (+), terutama jika
berkeringat. Nyeri tidak
ada. Baal tidak ada. Lesi

bekerja di hutan,
terkena ranting-

Lenting terasa nyeri dan


panas. Lesi kulit lain

ranting pohon. Lesi


kulit lain disangkal,

disangkal.

kulit lain disangkal.

pasien

tidak

menggunakan

alas

kaki waktu bekerja.


Riwayat serupa disangkal.

Riwayat Riwayat
serupa disangkal.
Higiene personal:

Riwayat penggunaan
"pil hijau" setelah

mandi rx/hari karena


sulit
air
di
daerahnya. DM
disangkal.

mendapatkan informasi
dari temannya.
Pernah cacar air waktu
kecil.
Riwayat
serupa
disangkal.

Ektima

Herpes zoster

dd/ impetigo bulosa


Pewarnaan gram

dd/ dermatitis venenata


Uji Tzanck (tidak rutin)

Kompres
KMnO4

Acyclovir 5x8oo mg oral


NSAID oral

Temuan
pada PF

Dx dan dx
banding
Tindak
lanjut
Tatalaksan
a

Identitas
dan

keluhan
utama

Keluhan

lain

Tinea kapitis
ddi alopesia areata

uii KoH
Griseofulvin oral
Selenium
sulfida
shampoo
Higiene personal, jangan
menggunakan
handuk/pakaian bersama
Laki-laki, 18 tahun
Baal di kulit lengan bawah
kanan seiak 3 bulan yang
lalu

Gangguan
perubahan

saraf,

wajah

terbuka
'

Antibiotik topikal
Higiene personal

Laki-laki,

zr

Gatal di

tahun

pergelangan
tangan sejak 3 hari yang
lalu. Gatal memberat di
malam hari.

Lesi

kulit

Laki-laki,33 tahun
Gatal di sekitar pusar sejak

I minggu yang

lalu.

Keluhan muncul saat baru


ganti ikat pinggang

dengan kepala

ikat

Iain

pinsqans berbahan nikel.


Lesi kulit lain disangkal.

kos

Riwayat

disangkal.

disangkal. Lesi kulit lain


disangkal.

Riwayat

Ayah pasien

penderita

Riwayat tinggal di
77

alergi

(+),

r
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

lain

kusta. Higiene personal


baik. Riwayat pajanan-

sinar matahari

dalam

batas normal.

(+), teman satu kamar

kos terlebih

dahulu
punya keluhan yang
sama, dan belum
berobat.

terutama makanan laut.


Riwayat pajanan dengan
bahan-bahan kimia tidak
ada. Riwayat seperti ini
sebelumnva disanekal.

Baal

(+)

pada

pemeriksaan sensori

Dx dan dx
banding

Morbus hansen tipe PB

Skabies

D erm

atiti s kontak

al erg

dd/ dermatitis kontak

dd/ dermatitis kontak

pascainflamasi

alergi

iritan

dd/ pitiriasis versikolor

dd/ dermatitis kontak

dd/

hipopigmentasi

iritan
Tindak
laniut
Tatalaksan

Pemeriksaan skin smesr

MB:

Regimen

pengobatan

Rifampisin

rx6oo
mg/bulan
Dapson IxIoo mg/hari

Pemeriksaan

Tes alergi (patch test)

mikroskopis
Permetrin 5% krim
Teman harus diobati
Seprai, bantal harus
dicuci dengan air

Hidrokortison cream
Hindari
pajanan
terhadap benda yang

panas

7a

sama

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Gftalrnclogi
-n

ffi#Y&ii {#Hg{$

|angan lupa untuk beri tanda cek (;;


Kasus yang sering ditemui

Pendekatan klinis kasus oftalmologi

Farmakoterapi kasus oftalmologi


Simulasi kasus

M'\F"' +<'4'o'9 v4tll


ffi**:sc* .\illr,*e* s#x.'4ffi#

t.
2.
j.

4.
5.
6.
7.

s*Srtt*st*1

?er\ctLov'

furu^

Blefaritis
Konjungtivitis
Pterigium
Dry eye
Kelainan refraksi
Glaukoma (akut dan kornik)
Retinopati (diabetik, hipertensi)

S*cr{**k*t*m

k#$reis kxs us etfft*$mt*

l*g}

Pendekatan dimulai dengan anamnesis. Ada 4 kemungkinan temuan awal yang


dapat menjadi panduan untuk ke arah diagnosis. Masing-masing temuan awal
memiliki arah diagnosisnya masing-masing. Dari kemungkinan diagnosis yang

ada, tanyakan hal-hal yang diperlukan unruk mengarahkan

(dan

menyingkirkan) diagnosis-diagnosis yang mungkin.


Untuk membedakan mata merah dengan mata tenang, umumnya pasien sendiri
yang akan mengeluhkan (ditambah inspeksi sekilas dari mata).

Untuk membedakan mata merah visus turun perlahan atau visus turun
mendadak, jika pasien dapat menyebutkan dengan pasti (misal: "r hari yang lalu
dok"), kemungkinan besar visus turun mendadak. Jika pasien tidak jelas
menjawab "gak tahu dok, udah lama dan makin lama makin burem", atau jelasjelas waktunya kronik "udah dari 3 bulan yang lalu dok", ini adalah kasus visus
turun perlahan.

Temuan awal
Mata merah visus tetap*

Anamnesis khas

Konjungtiva: sekret (ada/tidak,


konsistensi, warna), nyeri, gatal,
rasa mengganjal, fotofobia,
sakit kepala. Riwayat ISPA,

kemasukan benda

asing,

trauma mata, alergi, riwayat


kontak dengan yang sakit,
riwayat pajanan matahari.
Aparatus lakrimal: usia, sekret,
nyeri, gatal, rasa mengganjal,

79

Kemunskinan diaenosis
Konjungtiva

Konjungtivitis akut viral,


bakterial, alergi

Pterigium
Perdarahan subkonjungtiva
Aparatus lakrimal

Dry-eye (terutama
geriatri)

pada

,),

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

U,f

riwayat pekerjaan, riwayat


riwayat
baca/komputer,
penyakit sistemik, riwayat lensa
kontak.

Mata

merah
menurunn

YISUS

Kornea: sekret

(ada/tidak,
gatal,
nyeri,
warna),
konsistensi,
Riwayat
kepala.
fotofobia, sakit
penggunaan dan Perawatan

lensa kontak, trauma

mata,

tertusuk tanaman.
Uvea: gejala konstitusional
(demam, penurunan BB), nYeri

sendi, riwayat

PenYakit

autoimun.

Kornea
Keratitis
Ulkus korena
Uvea

Uveitis anterior
Tekanan intraokular
Glaukoma akut (glaukoma
sudut tertutup)

Tekanan intraokular: nyeri,


sakit kepala, sekret, melihat
pelangi/halo, mual-muntah,

keadaan sebelum timbul

Mat^ t"na.tg visus


perlahan

turun

serangm
Lensa: cek usia (usia sekolah? Lensa
usia tua?), deskripsi "kabur", Katarak
progresivitas, silau, gangguan Kelainan refraksi (miopia,
penglihatan warna, riwayat hipermeteropia,

trauma mata, riwayat DM,

astigmatisma)

riwayat keluarga.

Tekanan intraokular: nyeri,


sakit kepala, sekret, melihat
pelangi/halo, gangguan lihat
warna, gangguan penglihatan

perifer (sering

menabrak)

riwayat keluarga serupa.


Retina: progresivitas, gangguan
penglihatan warna, melihat
yang
tirai/sesuatu
mengambang, riwayat DM,
riwayat hipertensi
Mata tenang visus turun
mendadak

visus 'turun
Retina:
melihat
sebelumnya,
yang
tirai/sesuatu
mengambang, riwayat DM,

Tekanan intraokular
Glaukoma kronik (glaukoma
sudut terbuka)
Retina
Retinopati diabetikum
Retinopati hipertensi

Retina
Ablasio retina

riwavat hipertensi.

Bengkak dan beniolan di

Keluhan lain

kelopak mata
Bengkak kelopak visus, nyeri,
panas, sekret. Demam. Riwayat
ISPA, riwayat trauma, riwayat
manipulasi bulu mata, riwayat
k sebelumnya.
beni
Gejalaitanda

Konj.

Konj.viral

Konj. alergi

80

Glaukoma

akut

bakteri

Kelopak mata
Blefaritis
Hordeolum
eksternum
Kalazion

internum,

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Fotofobia
Gatal
Kualitas
sekret

2-3

purulen,
sedikit sedang

waterg
hingga
mucous,

waterA,

minim,

tergantung

banyak

cenderung

etiologi,

berair

bervariasi

Injeksi
konjungtiva,
folikel dan

Injeksi

Injeksi
silier,

papi1,

refleks

riwayat
alergi

pupil

tidak ada

sedang-

banyak

Temuan lain

Injeksi
konjungtiva,

Injeksi
konjungtiva

folikel
pembesaran
KGB

preaurikular

[.] 1i,

.'.".,,:

ii

.'

..-

it

silier, pupil

middilatasi,

temuan
eksudat
pada
kornea
(korena
keruh)

menurun

In;'eksi

silier,
keratik
prespitat,

hipopion

.,

Pemeriksaan oftalmologi biasanya dilakukan dengan urutan sebagai berikut

ttJ

kot pntalr '

r.
2.
3.

x x:
0o

0S

6.

Tajam penglihatan / visus: lebih detil di bagian bawah


Tekanan intraokular: lebih detil di bagian bawah
Gerakan bola mata (serupa dengan pemeriksaan gerak bola mata dalam
neurologi, yakni membentuk huruf "H")
Bola mata secara keseluruhan: posisi bola mata, ukuran bola mata
Kelopak mata atas dan bawah: bengkak, benjolan (nodul), warna, sekret,
pteosis, aparatus lakrimal, bulu mata dan alis

Konjungtiva: bulbi, forniks, dan palpebra. Nilai warna (pucat?),


pembuluh darah (injeksi konjungtiva), kemosis (edema koniungtiva),

folikel, dan benda asing.


Sklera: warna, nodularitas.
Kornea: ukuran, bentuk, permukaan, kekeruhan, ulkus.
Pupil dan refleksnya: bentuk, ukuran, refleks cahaya langsung dan tidak
langsung
Io. Kedalaman bilik mata depan (anterior chamber): dalam vs dangkal
II. Lensa: letak, shadow test.
tz. Oftalmoskopi: lebih detil di bagian bawah.

7.
8.
g.

ffi
.Wffi

-P*meriksatn v;$us

2.

).
4.

5,

Informed
Minta pasie
(atau zo feet)

xqwN
** (,

uk6
.

AVOS 6lz4,pinhole maju

6.
7.

., B',\.

r. ,"

ffi

'r
Tutup mata kiri dengan occluder, periksa mata
ffi {!M
;!sIE
kanan terlebih dahulu.
-1ltw^
Minta pasien membaca humf terbesar, terus
-!lW/;\
\*J
turun hingga huruf terkecil. Apabila pasien
salah kurang dari tlz j:umlah huruf dalam satu baris, teruskan ke bawah.
Catat hasil pemeriksaan visus tersebut sebagai 6/x, di mana x adalah
angka di samping baris yang mana masih dapat dibaca minimal I/z
jumlah hurufnya oleh pasien.
AVOD 6/18, pinhole maju

Lakukan pin-hole terhadap mata yang sedang diperiksa.


Lakukan pemeriksaan pada mata yang lainnya.

81

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

{ie mari k_saan tapan X panri-*$S

Metode sederhana menggunakan metode konfrontasi Donder (kampimetri).

t.
2.
3.
4.

Informed consent,jelaskan prosedur.


Duduk berhadapan dengan pasien dengan jarak Im.
Minta pasien menutup mata kiri, pemeriksa menutup mata kanan. Mata
pasien menatap mata pemeriksa.
Dengan jari, letakkan di lapangan pandang atas, bawah, temporal, dan

nasal. Bandingkan luas lapangan pandang pasien dengan lapangan


pandang pemeriksa.

t. Informed consent.
2. Jika perlu, mata
).
4.
j.
6.

pasien dapat diteteskan tropikamid ro/o untuk


melebarkan pupil. Hati-hati tropikamid pada keadaair glaukoma.
Periksa terlebih dahulu mata kanan, dengan menggunakan mata kanan
pemeriksa.
Nyalakan oftalmoskop, minta pasien melihat jauh.
Dekatkan oftalmoskop dengan mata pasien. Lakukan adjustement
dengan memutar putaran yang berada di tubuh oftalmoskop hingga
terlihat jelas. Cari papil nervus optikus, permukaan fundus (retina),
serta refleks makula.

Nilai: refleks fundus, bentuk papil, batas papil, cup-disk ratio (CDR),
permukaan fundus (vaskularisasi, perdarahan, cotton woll spot),
pembuluh darah arteri/vena, dan refleks makula.

Beb

erapa g ambaran hasil oftalmoskopi ilan kondisi klinisng a:

Refleks fundus (+), papil bulat,


batas tegas, CDR o,3-o,4; aalvv
zl), tidak ada perdarahan

retina, tidak ada proliferasi

Refleks fundus (+), papil


bulat, batas tegas, CDR o,8-

2lj, tidak

o,9) aalw

ada

makula positif.

perdarahan retina, tidak ada


proliferasi pembuluh darah,
refleks makula positif.

Normal

Glaukoma

pembuluh darah,

refleks

tertutup)

Jenis

Antibiotik
Antialergi

Refleks fundus (+), papil


bulat, batas tegas, CDR o,4o,5; aalvv z/3, cotton wool
spot (+), dot-and-blot
hemorrhage (+), tidak ada
proliferasi pembuluh darah,
refleks makula positif.

kronik (sudut Retinopati

Obat
Kloramfenikol r% eye drops

Keterangan tambahan

S6ddqttI

setiap z iam sekali.

Natrium cromogylcate

zolo

diabetik

proliferatif

Pada fase awal bisa diteteskan


Untuk koniungtivitis alergi, suatu

non-

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Air mata buatan

eye drops
St dd qtt I
Hidroksietilselulosa eye
drops

mast-cell stabilizer

Untuk mengatasi gejala

mata

kering (drg eye)

56ld qtt I
Vasokonstriktor

Untuk mengurangi gejala mata

Tetrahidrozoline o,o57o eye


drops

merah

StddqttII
Antiglaukoma

Timolol

o,Jo/o

Acetazolamid untuk fase akut

ele drops

Szddgttl

sebaiknya diberikan dalam sediaan

IV, baru diikuti acetazolamid per


Acetazolamid 5oo mg tab

oral

Midriatikum

Tropicamid

Iolo

I tetes sebelum pemeriksaan


diagnostik. Hati-hati glaukoma

Miotikum

Pilocarpine

zo/o eye

Stddtabl

eye drops

akutl

fuga digunakan untuk glaukoma

drops

sudut tertutup akut

Seorang perempuan,52 tahun, datang dengan keluhan mata merah.

I.
2.
1.
4.
5.
6.

Lakukan anamnesis pada pasien.


Lakukan pemeriksaan fisik yang relevan pada pasien.
Mintalah hasil pemeriksaan penunjang kepada penguji.
Tentukan diagnosis dan diagnosis banding, lalu sampaikan kepada penguji.
Tuliskan resep dan serahkan kepada penguji.
Lakukan edukasi kepada pasien terkait masalah kesehatannya.

Cek Tugas

|awaban

Dokter memperkenalkan diri


Menanyakan nama dan umur pasien
Menanyakan pekerjaan pasien
Keluhan utama
Onset keluhan utama
lektor yang memicu
Faktor yang meringankan
Tajam penglihatan

Ny. Suwarni,5z tahun


Ibu rumah tangga

Mata kiri merah


3 jam yang lalu
Saat sedang bertengkar dengan suaminya

Tidak ada

Menurun tajam, mata kiri sangat kabur.


Mata kanan normal.
Nyeri hebat mata kiri, terasa berdenyut

Nyeri

Tidak
Sakit kepala

Sebelah kiri, terasa berdenyut seperti nyeri


pada mata kirinya

Berair
Trauma
Seperti melihat pelangi
Riwayat lensa kontak
Riwayat trauma sebelumnya
Riwayat sakit kepala kronik
Riwayat pengobatan
Riwayat sakit serupa sebelumnya

Sedikit
Disangkal
Ya, pada mata

kiri

Tidak pernah
Tidak pernah
Tidak pernah
Belum diobati
Ini yang pertama kali

83

r
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

penyakit sebelumnya

Tidak ada yans sisnifikan


Tidak ada
Tidak ada yang sienifikan
Tidak ada yang sisnifikan
Ibu rumah tangga
Tidak pernah merokok/konsumsi alkohol.
Pasien jarang berolahraga, malas berjalan
kaki.
Menikah, dengan I orang anak. Saat
hubungan dengan keluarga baik.

alersi
penyakit keluarsa
diet
pekeriaan
merokok/al kohol
aktivitas fisik

Riwayat keluarga

Melakukan rangkuman dan transisi ke


pemeriksaan fisik
Mencuci tangan sebelum melakukan PF
Menilai status generalis, termasuk BB
dan TB dan tanda vital
Melakukan PF yang relevan denganlege

- TD r4olgo, HR
goximenit, RR zoxlmenit, suhu afebris
Terutama PF oftalmologi, termasuk
antaranya tekanan intraokular
Tampak sakit berat

artis

Mencuci tangan setelah melakukan PF


Meminta hasil pemeriksaan penunjang TIO OS 41rnmHg, OD t9 mmHg
Menentukan diagnosis dan diagnosis
Diagnosis kerja: glaukoma akut dd/ nyen
bandine
kepala cluster

Edukasi tentang penyakit,

Melakukan edukasi kepada pasien

tentang
penatalaksanaan, dan tentang bagaimana
mencegah serangan selaiutnya

Menanyakan apa yang ingin ditanyakan


pasien

Melakukan rujukan ke spesialis mata


ed***$"*l
E.**".*
r&'&#twHq.ss *\sssl*3

Identitas
dan

keluhan
utama
Keluhan
lain

Riwayat
lain

Perempuan, zl tahun
Laki-laki,5o tahun
Kedua mata merah sejak Pandangan kabur
sejak z tahun yang
3 hari yang lalu.

Awalnya kiri, saat ini


keduanya.
Pandangan tidak kabur.
Mata menjadi berair,
kotoran mata (+), tidak
lengket saat bangun
tidur. Nyeri disangkal.
Teman kuliah juga
mengalami hal serupa.
Riwayat trauma tidak
ada. Riwayat alergi tidak
ada. Riwayat ISPA tidak
ada.

lalu, semakin
membuiuk.
Mata tidak merah,
sering tersandung
kalau berjalan, suka
tidak melihat benda di
samping kiri dan
kanannya. Trauma
disangkal.
Riwayat DM dan
hipertensi disangkal.
Riwayat trauma
disanekal.

84

Laki-laki, T4tahun
Benjolan di kelopak
mata kiri sejak 3 hari
yang lalu
Pandangan tidak kabur,
terasa panas. Pasien

tidak demam. Sekret


tidak ada.

Riwayat mencabut bulu


mata seminggu yang
lalu.

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Visus normal, injeksi

AVOD 6/24, pinhole (), shadow test (-). TIO


OD 3o mmHg, OS l+
mmHg. Lapangan
pandang menyempit.
Funduskopi sesuai
gambaan di atas.

Nyeri tekan pada


benjolan

Ibniunqtivitis uiral
dd/ konjungtivitis
bakterial
dd/ konjungtivitis alergi
Tidak ada

Glaukoma kronik

Hordeolum internum

dd/

Tidak ada

dd/ hordeolum
eksternum
dd/ kalazion
Tidak ada

Vasokonstriktor topikal
Edukasi higiene personal
Edukasi pasien mungkin
menularkan ke orang
lain

Anti-glaukoma
Rujukan ke Sp.M

Antibiotik
Antipiretik

konjungtiva, sekret
jernih.

Dx dan dx
banding
Tindak
lanjut
Tatalaksan
a

Edukasi higiene
personal

85

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

THT

K t*k

**fuE?s

|angan lupa untuk beri tanda cek (z)


Kasus yang sering ditemui

Pendekatan klinis kasus THT

Farmakologi kasus THT


Simulasi kasus

H+>u

'. ' '

I.
2.
7.
4.
5.

2."j.

$i rEfl ) #i,"#ffirffii

Otitis media akut


Otitis media supuratif kronik
Presbiakusis
Rinitis akut, alergi
Sinusitis

F*stdekai*r'r kidmi* fu.el*s'l


Temuan awal
Pendengaran
berkurang

1r i

Anamnesis khas

Kemungkinan diagnosis

Telinga luar: nyeri telinga, demam,


sekret, riwayat mengorek telinga

Telinga luar
Otitis eksterna
Impaksi serumen
Benda asing di telinga

(trauma), riwayat memasukkan benda


asing ke telinga, riwayat berenang

Telinga tengah: nyeri telinga, demam,

sekret, nyeri wajah,


neurologi (mulut

gangguan

mencong,
penglihatan), riwayat ISPA, riwayat
mengorek telinga (trauma)
Telinga dalam: usia, pusing berputar,

mual/muntah tinitus, riwayat


pekerjaan, riwayat pajanan suara,
riwayat gangguan neurologi. :
Nyeri
telinga

pada

Telinga luar: pendengaran berkurang,


sekret , demam, riwayat mengorek

Telinga tengah
OMA berbagai stadium
OMSK
Telinga dalam
Presbiakusis

Telinga luar
Otitis eksterna

telinga (trauma)

Telinga tengah:

pendengaran
wajah,
gangguan neurologi (mulut mencong,

berkurang, sekret, nyeri

Telinga tengah
OMA berbagai stadium

penglihatan), riwayat ISPA, riwayat


Sekret telinga

mengorek telinga (trauma)


Telinga luar: pendengaran berkurang,
sekret, demam, riwayat berenang
Telinga tengah: riwayat mengorek
telinga (trauma)

Sekret hidung, Kualitas sekret, demam, ISPA (batuk,


pilek, nyeri tenggorok), sekret I
hidung
86

Telinga luar
Otitis eksterna
Telinga tengah
OMA stadium supuratif
OMSK
Rinitis akut infeksius
Rinitis alergi

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


gangguan mata (konjungtivitis alergi),
sakit kepala, nyeri daerah sinus, postnasal drip, bersin.
Riwayat atopi (asma, urtikaria, alergi
makanln), riwayat tempat tinggal
(pajanan sekitar), riwayat kontak
penyakit serupa.

tersumbat

Sinusitis

Beberapa diagnosis banding otitis:


Otitis

Otitis ekstera

eksterna

difusa

OMA
stadium
supurasi

sirkumskripta

OMA

OMSK

stadium
perforasi
+, mereda

Nyeri telinga
Gangguan

+,

jika besar

pendengaran
tidak ada

tidak ada

Sekret

Nyeri

ada

ada/tidak ada

tekan

traSus

Otoskop:

liang

telinga sempit
perforasi,
dapat sentral

ran

timpani

atau marginal

t), .,.-";t, ."-* +;.,;1, t"iI i'


Sebelum melakukan pemeriksaan fisik THT, lakukan informed consent dan
siapkan lampu kepala.

Telinga
Inspeksi: preaurikuler dan postaurikuler, apakah terdapat bengkak,
hiperemis, hematoma, dan sikatriks

Palpasi: preaurikuler dan postaurikuler,


tekan tragus dan mastoid, cek apakah
terdapat nyeri tekan.
Otoskopi: inspeksi liang telinga (apakah

lapang, terdapat serumen,

sekret,

furunkel), inspeksi membran tipani


(refleks cahaya, intak/tidak), lakukan
manuver valsava (minta pasien meniup)
dan toynbee (minta pasien menelan) dan perhatikan gerakan membran
timpani.
Hidung (dan sinus paranasal)

Inspeksi: deformitas, edema, hiperemis, vestibulum nasi (tekan ujung


hidung ke atas dengan ibu jari).
Palpasi: nyeri tekan

87

r
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Rinoskopi anterior (dengan spekulum hidung): vestibulum nasi


(lapang/tidak), sekret, edema, hiperemis, ukuran konka inferior dan
media.

Sinus paranasal: palpasi untuk nyeri tekan pada sinus frontalis dan
maksilaris.t

Tenggorok

Inspeksi: lidah, mukosa oral, palatum mole dan drum, uvula, arkus
faring, tonsil (nilai ukuran tonsil, kriptus, detritus, hiperemis/tidak),
faring (hiperemis, post-nasal drip).

Pemeriksaan menggunakan garpu tala

Garputala yang digunakan umumnya berfrekuensi 5tz Hz. Untuk semua


pemeriksaan penala, lakukan informed consent dan jelaskan kepada pasien
prosedur pemeriksaan. Umumnya, jika pasien mendengar bunyi garpu tala,
angkat tangan. Turunkan tangan jika pasien tidak mendengar bunyi sama sekali.
Duduk berhadapan, dengan saling bersilang.
Rinne: getarkan, lalu tempelkan di mastoid pasien sampai pasien tidak
mendengar. |ika sudah tidak mendengar, letakkan di depan telinga pasien.
Lakukan sebaliknya untuk konfirmasi. Rinne positif jika setelah di mastoid
sudah tidak mendengar, pasien masih mendengar suara saat diletakkan di
depan telinga.
Weber; getarkan, lalu templkan di garis tengah wa1'ah pasien (misal: dahi tengah,

pangkal hidung, dagu, atau gigi). Tanyakan kepada pasien di sisi mana suara
terdengar lebih keras. Sisi yang lebih keras adalah sisi yang mengalami
lateralisasi. |ika pasien tidak dapat membedakan sisi mana yang lebih keras,
artinya weber tidak mengalami lateralisasi.

lalu tempelkan di mastoid pasien hingga pasien merasa


suara hilang, lalu segera tempelkan ke mastoid pemeriksa dan nilai apakah

Schwabacht getarkan,

masih ada suara. Lakukan sebaliknya. Memendek dibanding pemeriksa adalah


ketika pasien mengatakan sudah tidak mendengar suara, pemeriksa masih
dapat mendengar suara getaran garpu tala.

Hasil

Rinne

Tuli seresorineural

Weber
Lateralisasi

Positif

Schwabach

ke sisi

sehat

Tuli konduktif

Lateralisasi

Negatif

sakit

F,,:s mtn

ke

sisi

(Pemeriksa
dianggap normal)
Memendek
dibanding
pemeriksa
Memanjang
dibanding
pemeriksa

k*t#tr#Elf k',*ii$ ?ffiY


Keterangan tambahan

Rekomendasi P-drugs

!enis

88

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Antibiotik telinga

Kloramfenikol
Stdd qtt

5o/o

ear drop

Untuk kasus otitis eksterna

Karbogliserin Io% ear drops

Seruminolitik

Cairan
telinga

II

pencuci

Digunakan jika impaksi serumen


selama 3 hari berturut-turut

HrOr3o/o

Seorang laki-laki, 33 tahun, datang dengan keluhan kurang mendengar telinga kiri.

l.
2.
).
.

Lakukan anamnesis pada pasien.


Lakukan pemeriksaan fisik yang relevan pada pasien.
Tentukan diagnosis dan diagnosis banding, lalu sampaikan kepada penguji.
Lakukan edukasi kepada pasien terkait masalah kesehatannya.

Tugas

Iawaban

Dokter memperkenalkan diri


Menanyakan nama dan umur pasien
Menanyakan pekerjaan pasien
Keluhan utama
Onset keluhan utama
Perjalanan penyakit

Tn. Nando,33 tahun


Pegawai swasta

Telinga kiri kurang mendengar


6 bulan yans lalu
Sempat nyeri dan mengeluarkan cairan di
telinga warna kuning sejak 6 bulan yang
lalu selama r minggu, tidak berobat ke
dokter. Saat ini sudah kering.
Tidak
Tidak, namun 6 bulan lalu sempat nyeri.
Tidak
Tidak
Tidak
Disangkal
Disangkal
Disangkal
Disangkal
Disangkal
Ini yang pertama kali
Tidak ada yang signifikan
Tidak ada
Tidak ada yang signifikan
Tidak ada yans sisnifikan

Masih keluar cairan


Nyeri telinga
Pusing berputar
Sakit kepala

Telinga berdenging

Trauma
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

mengorek telinga

berenang
kelemahan sesisi

wajah

herpes
sakit serupa sebelumnya
penyakit sebelumnya
alergi
penyakit keluarga
diet
pekeriaan

Pegawai swasta

Merokok r/z bungkus per hari sejak Io

merokok/alkohol

Riwayat aktivitas

tahun yang lalu


Tidak ada yans sisnifikan

fisik

Melakukan rangkuman dan transisi ke


pemeriksaan fisik
Mencuci tangan sebelum melakukan PF
Menilai status generalis, termasuk BB
dan TB dan tanda vital
Melakukan PF yang relevan denganleqe
89

- TD I3ol9o, HR
8ox/menit, RR zoxlmenit, suhu afebris
Terutama PF THT, termasuk di antaranya
Tampak sakit ringan

7
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

tes penala dan PF neurologi

artis

neryus

kranialis.
Telinga: inspeksi tidak keluar cairan, tidak
hiperemis, liang telinga lapang
Otoskopi: tampak perforasi membran
timpani sentral telinga kiri. Tidak tampak
kolesteatoma.

Tes penala: Rinne AS negatif, Weber


lateralisasi ke kiri. Schawach AS
memanjang.

Hidung: dalam batas normal


Tenggorok: dalam batas normal

Neurologi nervus kranialis: dalam batas


normal
Mencuci tangan setelah melakukan PF
Menentukan diagnosis dan diagnosis

banding

Diagnosis kerja: otitis media supuratif


kronik benigna AS dd/ otitis media
supuratif kronik maligna AS

Melakukan edukasi kepada pasien

Edukasi tentang penyakit,

tentang
penatalaksanaan, dan tentang bagaimana
mencegah serangan selajutnya.

Menanyakan apa yang ingin ditanyakan


pasien

t.**r*$tlS

Identitas
dan

keluhan
utama

Keluhan
lain

Riwayat

lain

i,uld.*5

Anak laki-laki, rz
tahun
Keluar cairan dari
telinga kanan sejak 4
bulan yang lalu.

6 bulan yang

lalu

sempat nyeri telinga,

kemudian
mengeluarkan cairan.
Saat ini nyeri tidak ada.
Cairan kental, kuning,
berbau busuk. Nyeri
wajah dan sakit kepala
disangkal.
Riwayat keluar cairan z
tahun yang lalu, tidak
berobat dan kering
sendiri.
Alergi tidak ada. Sering
sakit bauk-pilek sjeak
kecil.

Perempuan, z9 tahun

Hidung sering
tersumbat seiak r
tahun yang lalu.
Dipicu jika ada di
dalam rumah dan
bangun tidur.
Berkurang jika di luar
rumah.
Bersin sering, sulit
dihentikan. Hidung
terasa gatal. Terkadang
mata sering merah dan
gatal pula.

Riwayat urtikaria (+),


sering muncul sejak 3
tahun yang lalu.

90

Laki-laki,68 tahun
Pendengaran
berkurang sejak 6
bulan yang lalu.

Sering salah
menangkap
pembicaraan dan
berbicara mendadak
keras.

Riwayat pekerjaan

tidak signifikan.

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Temuan
pada PF

Sekret kuning purulen,

Sekret hidung cair.

berbau busuk.
Otoskop: membran

Allergic shinner
Allegic crease
Mukosa nasalliuide

Otoskop: normal
Schwabach kedua
telinga memendek
Weber tidak lateralisasi

timpani perforasi

marginal
Dx dan dx
banding

Otitis media supuratif


kronik tipe benigna

dd/ OMSK tipe maligna


dd/ oMA

Rinitis alergi

Presbiakusis

dd/ rinitis akut


infeksius
dd/ rinitis vasomotor

dd/ otosklerosis
dd/ tuli sensorineural

Sitologi sekret hidung


Lab: DPL (eosinofil),
IgE dan IgE spesifik
Tes alergi (skin prick

Audiometri

Tindak
lanjut

Tidak ada

Tatalaksana

HrO, untuk cuci telinga

Edukasi alergi dan

Edukasi kemungkinan

Rujukan ke Sp.THT

alergen rumah

diagnosis

Antihistamin

Rujukan untuk alat


bantu dengar

test)

Dekongestan oral
(awas

rinitis

medikamentosa!)

Tu\i Konotut<4,f :

Binr^e

v'tQ-wr \at-trat,sosi

Su)riarcl

Tttlr

ler,llo ,,rvurrl\

'

Rin6a

V lg

hemqr,lohg

weber [q+eratisas
944,f

,,

sqVtl'

r\^

f"rOl^rrl*df,L

91

t{

i
.

Y9 sut"dt

STYLE
OSCE: PADI SURVIVAL

Muskuloskeletal
Hmxk c*k-*Es, r
beri tanda cek (v)
)angan lupa untuk
Kasus Yang sering drtemul

loskeletal
skeletal

Radiologi kasus traul

kasus trauma musku

Tt"d^k"" t"trpeutik

f"t"tu*Pilan inieksi

@ka(hecting)
b{.*sacs'Y#Y}# **t'{ *

te*r:*u i

r. Fraktur tulang panjang (os.hume rus,


fraktur klavikula
Patella, dan
strain
dan
2. SPrain
). Osteoartritis
4. Artritis gout
F

r*

x * * k * tx

lt

p1:aT

t- S I; # #

# tf3

&'1

-r';

ftl

{"8

fraktur
radius' ulna' femur' tibia)'

s k"a

**

#sk*

*t

cepat
d-engan melakukan penilaian
Primary survey perlu dilakukan'
cirJulation' dengan menghentikan
terhadap oir"o[, breathing' dan

p"rdu,a'h,,,f^;^l|:|i1iJil.lf
f ll;:li-::t,i?'Jll'*1":i;'^""T0'
exposu're

pupil, tanda lateralisasi) ' dan

Anamn"ri,

asuk seiondara suruea.'' lad\


pudu?;';;*i hasil
*"1"1
l"-:i
primarg
ditanyakan obat

iilrk,kut' jika
Mrdl"tl"" p"'1"
;;;;;
difnslst'
baik.
ucr\'
seLrdrr6
sedang
keadaan
KcaLld4rr
al"m
yang
yang
l"*ry
SUIV?A dalam
., rr
"yang
dan
anamn"t':-^\:T
penting dari
p"rr"yutut grrruu., alkohol
Hal
tt+::fl
,rurrrru alalah:, mekanisme
trauma' ser ,rurt otit u
keadaan sebelum
Last-meal P(:rlu ditanyakan
iil"k'ku"
:^
y1"g
pena-nganl:l
berhubung terkadang diperlukan
'rebel,'im (rru4wa
sakit'
I '"1;seDelulrr dibawa ke
,--: ^-^-^.i cito
'\v rumah
^ir^
sepert i operasi
U"f.""ita" trauma meliputi: dimana posisi tindakan
-"p"r"r'

menggunakln. sabuk
k"ttdu'uurr roda 4)' apakah
pengaman (dalam. k;;;;ffi kecelakaanledakan'
teriadi
terjatuh, apaah terlrndas' apakah
AMPLE: ottergu'try"dicatty pJe
Keadaan sebelum t;;;;t^ meliputi'

[."ji;;;,

illness,last-rneal,evUlenu-y9nryeftdengan fokus
. 'fr;"'tffi" ;"oa+oilii*ination'
trauma'

pzrda

daerah yang

dilrtigaii dilaporkan mengalami

frffis$h*a*s-f,$e
Padakasustrauma,tandavitalmenjadisesuatuyangsansatpenting.Sebelum
lebih lengkap' Anda harus
berpikir tentang *"'"t'ft"' pemeriksaan
dahulu'
rri tanda vital pasien terlebih

-"ng",ut

92

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Look:ApakahsudahterpaSan8bidai?K,Ii.,p@.,
bengkok, posisi, bandingkan dengan sisi kontralateral.

k"skk,

Feel: Palpasi nadi perifer, CRT, otot dan jaringan lunak sekitarnya, stabilitas
sjldi, krepitasi, funtsi sensori dan denyut nadi arteri perifer.

Move: ROM (range of motion), baik pasif maupun aktif. Pada lokasi fraktur
kemungkinan terdapat pseudoartrosis (seolah-olah menjadi suatu sendi).
ffi

;s

*t)Et>;;=

I k*sqss t::m u ntx

mt

urk

t*:'zk"*$

*:;*

Pada umumnya pemeriksaan fisis tidaklah cukup. Anda perlu melakukan


permintaan pemeriksaan penunjang berupa foto radiologi.
Permintaan foto menggunakan
Rule of z: foto harus melibatkan z
Cara menginterpretasi foto polos tulang adalah
untuk
sendi (pyksimal dan distal dari
sebagai berikut, dan cara ini berlaku
tulang yhng dicurigai fraktur), z
interpretasi foto polos tulang pada kondisi trauma
proyeksi (AP/PA dan lateral), z
dan non-trauma:
ekstremi tas (sisi kontralateral)
' A(lignment): lihat tulang- terhadap sendi
proksimal dan distal serta terhadap tulang.
Sebagai contoh, jika dicurigai
lain.
kiri,
' B(one): dinilai tulang itu sendiri, terjadi fraktur humerus
humerus
foto
fraktur
mintalah
bagaimana densitas tulang, apakah intak,
apakah terdapat fraktur, reaksi periosteal,
kiri dan kanan (z ekstremitas),
reaksi litik dan blastik.
dengan melibatkan sendi siku
terdapat
apakah
menilai
C(artilage):
(articulatio cubiti) dan sendi bahu
'
penyempitan celah sendi
(articulatio
glenohumeral)
' S(oft tissue): penebalan dan peningkatan
(AP dan
proyeksi
z
dengan
densitas jaringan tulang
lateral).
Mendeskripsikan fraktur: jumlah fragmen,

llgh

garis fraktur, hubungan fragmen satu dengan yang


nffiungan fraktur dengan dunia luar.

.
.
.

Fraktur dengdn r jumlah fragmen: fraktur simpel; lebih dari z ,'umlah


fragmen: fraktur kominutif
Arah garis fraktur: transverlal (tegak luarus dengan sumbu panjang
tulang) atau diagonal/oblique
Hubungan fragmen satu dengan yang lain:

o
o
o

displacement atau seberapa iauh segmen distal bergeser


angulation atau sudut antara fragmen distal dengatt proksimal

shortening atau pemendekan karena segmen Aang satu tumpang


tindih dengan segmen grtng lain
o rotation atau rotasi fragmen satu terhadap fragmen yang lain
Hubungan fraktur dengan dunia luar: terbuka atau tertutup
-^-

6'
H

,,D

Sn
\ek

93

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Hubungan fragmen satu dengan fragmen lain. A: displacement; B: angulation; C:


shortening.

(Learning Radiologg: Recognizing the Basics, zorz)

I S{E\4t: ffi#.lS tr
I r..rl<t r: r

II

..:B

:+f#s {+

ft \+A;SE*;} &S +r6ir'+:a

:I!1r:iv ilrJ r:iilr iri

Bidai pada kasus fraktur harus dilakukan sesegera mungkin, bahkan saat
diagnosis pasti belum ditegakkan. Bagian yang dicurigai mengalami fraktur
perlu dibidai sesegera mungkin.

t.
2.
).
4.
5.

Informed consent kepada pasien.


Ekspos bagian yang dicurigai mengalami fraktur.

Cek neurovaskular proksimal dan distal dari ekstremitas yang cedera,


bandingkan dengan sisi kontralateralnya. Periksa pula sensorik dari
ekstremitas yang cedera.
Tu!up_!g\u yang ada dengan balutan steril.
Bidai dengan menggunakan minimal z buah spalklpapan Adapun
syarat pembidaian adalah:
a. Uglipgtt j__gggdi yang berhubungan dengan tulang yang
mengalami fraktur
b. Bidai pada posisi sedapat mungkin anatomis, bila tidak coba

terlebih dahulu luruskan ekstremif6f-lffitsi). Selalu

c.

neurovaskular dan sensorik

r"tiu!ilukrkiirrrunipulasi

cek
posisi.

i".

6.

Setelah dilakukan pemasahgan bidai, cek kembali neurovaskular dan

T.

sensorik untuk memastikan tidak ada masalah yang terjadi akibat


pemasangan bidai.
Konsultasi ke TS ortopedi diperlukan.

94

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Kasus

fraktur

os humerus

Lakukan pembidaian. Siku terlipat, lengan


bawah disangga dengan sling menggunakan
mitella.

Kasus

fraktur

os

ulna/radius

Lakukan pembidaian. Lengan

bawah

disangga dengan sling menggunakan mitella.

tI .-.'f'\*'I
1 t

it.

Ws#fr
Kasus

fraktur

os

femur

Bidai dipasang sampai pinggang (jika lokasi


fraktur di atas paha), sementara cukup sampai
pinggul (jika lokasi fraktur di bawah paha).
Kasus

fraktur

os clavicula

Dengan sling and swathe, tekuklah siku sisi


yang cedera.

Kasus

fraktur

os patella

Imobilisasi fraktur dengan mengikat di 4 titik,


yakni tepat di bawah lutut, tepat di aras lutut,
di perlengangan kakildan di paha. |angan

tutupi os patella itu sendiri


kemungkinan pembengkakan di
tersebut sangat besar.
qti"","

Sling digunakan untuk mengistirahatkan ekstremitas atas yang mengalami


cedera. Sling dibuat dengan menggunakan kain berbentuk segitiga.

95

sebab

regio

7
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

lld
1-'r{
tft

\ i,{l

{{.4}
if."'1I
i *J---"^

l-/\
.t-.-"--

{"t
\t!r,

l,*

-_M,__

y'* --q
'"

i" f
I

AWt
'\_l r/'{\(
-{?itB
e\

\+----r

..'

Fal*-FFr"-r

Sprain adalah cedera pada ligamen (ligamentous sprain), terjadi karena stres
yang berlebihan.
Syrain adalah cedera pada olot (muscle strain), terjadi karena sties yang
berlebihan.
Pada kasus memar, sprain, serta strain, penatalaksanaan berupa RICE (rest, ice,
comp r e s sion, el eu ation).

Perlu diingat, bahwa cek pulsasi

dan

warna

setelah

mengaplikasikan bandage untuk


memastikan tidak terlalu keras
dan
tidak
mengganggu
vaskularisasi.

r. Rest: istirahatkan ekstremitas yang


mengalami cedera. Pada umumnya jangan
melgb:lhi 48 ,pn. Begitu nyeri dan pembengkakan
sEl-ah mereda, ekstremitas harus kembali

perlahan-lahan digunakan.
2. Icei es memiliki efek anti-inflamasi
dan antinye.i Es hglgg dibgtre*ggdalam kantong
plastik atau handuk atau elastic-barldaqe sebelum
ditempelkan ke bagian tubuh yang-tEtfera. Tempelkan selama makimal
zo menit setiao iam.
3. Compression:, kompresi dengan elasticbandage di atas balok es (atau f ika tidak ada, dapat langsung
kompresi). fangan terlalu kuat hingga menganggu aliran
darah.
4. Eleuation: elevasi ekstremitas di atas iantung,
ekstremitas dapat ditopang dengan bantal atau benda lain.
Setelah fase awal 48 jam pada umumnya dapat digunakan
air hangat unt;F- membantu penyembuhan dan
mengurangi ketegangan otot-otot.

96

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

i{*"{

+ rm

l-

E$

;s

ffi

*{ i i l-r i

;; k fu ;; x a* s :

* ks

.e$'

{' r,"r it'i*i:2.=l.si:ti;t=

:*a:ri?{Ii:r:*j.al

..

,i\I

....::r;

.-*

'|

r.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.

Informed consent dan cuci tangan.


Ambil spuit baru, buka, buang sisa udara.
Ambil ampul, patahkan ujung ampul.
Aspirasi obat, lalu buang sisa udara.
Gunakansarungtangan.
Tentukan lokasi penyuntikkan, disinfeksi dengan kapas alcohol, tunggu
hingga kering.
Dengan ibu jari dan telunjuk jari tangan non-dominan, regangkan
daerah tersebut.
Masukkan jarum 9oo dengan perlahan, aspirasi sebelum suntik pastikan tidak ada darah yang terhisap, lalu suntikkan secara ';erlahan
(jika terdapat darah terhisap, angkat spuit, lalu ganti dengan jarum
baru).
Tekan daerah bekas suntikkan dengan kapas alcohol, lepaskan, pastian
tidak ada perdarahan
Buang bekas suntikan pada tempat sampah medis.

F+sn$!Hi$ ti**r.ffi
a,f/. if4 :iirga{
t:.::i:aj4 r:n:* i:),!nr
9fite4ri] Sr$

{it*

ir+

G.llrt

l1\a::i::;ii[Y
$r$ ifP r*---a

{,i@ii-,r.i.i\$il8

##

tt:1i:-rs Bhi'f-]i3

&sr:=3@'F*3

i
t

ffiw:
,I
,l

#.:

{-,

L.... "*d*..-ae
t+
ftl

**"--,--.

, .,.
rt*t6q16162 s*1r - f i lj { :,#,
: .! '. rryt .1 :r', iel .1 d' .

:
,

'

ir+ tit#"fj :,1$Ef

-i.ir.+l!

i.F,

:jf+t {}Sn r*,*

;F:i" +irP4tr:W . **,


".:#{
:::?i i+:Lr ::trj4$ s::*::+ fu
:_l=
""s.:.,,:e tf
';' lii{ rii$ r,,+ ,i$ltst:;ir ?/,fl*::+
{t:.:ri,
,,r,1,Xt

l:,4-di*s

aa*ry*t pm*rti:d$*sh$:rsffi{k

i. ^ r( 4 lltiJ $EE*::. r i" 1,e rll


Hd# r tt +i ia' 14#i iv. i /.? ef t +
".1#- *rs Pt ,"rI ,' \

' r;

:lt

Ss*$6S}{.q*#

,*+++r..

*it* 4

-.!S,__*i$#gl:r+

ffir..: it$ *riE*i{,r:i:gg$+#4e +=*s. 4Ertrr:;g


g\{n*.: q,&i+n'*{FE*+* :4.. . ..I
u' .a*dr. - tfril.

Beberapa lokasi injeksi intramuskular dan cara menentukan lokasinqa (BD, zotz)

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


Keter*nx ilrilnxl i lrj*hsi sHhk{}ar:

Contoh aplikasi: injeksi insulin

l. Informed qonsent dan cuci tangan


2. Pastikan tprit yurg digunakan sesuai dengan jenis insulin'
). Ambil spuit baru, buka, buang sisa udara'
4. Aspirasi obat, buang sisa udara.
5. Gunakansarungtangan.
6. Tentukan lokasi penyuntikkan. Umumnya di abdomen, tidak di sekitar
7.
g.

umbilikus.Disinfeksidengankapasalcohol,tungsuhinggakeringDengan ibu jari dan telunjuk jaii tangan non-dominan, cubit kulit dan
jaringan lemak subkutan.
t turrlkkun jarum 45-go" ke daerah tersebut dengan perlahan, aspirasi
sebelum suntik - pastikan tidak ada darah yang terhisap, lalu suntikkan
secara perlahan.

*
Biarkan jarum tetap berada di lokasi selama 5 lo detik, baru angkat
jarum.
-B,.ru.rg
bekas suntikkan pada tempat sampah medis'
,o.

g.

ffi,:"n

Trnl=

lenis spuit insulin Aang tersedia


Kiri: insulin roo IJ /mL (tutup orange); Kanan: insulin 4o {.1 /mL (tutup merah).
Pastikan vial sediaan insulin memilikikonsentrasi Aang sama dengan spuit insulin'
Umumnga konsentrasi insulin adalah rco U/mL'
H*t-fer*mp.S*x-;r*.q)i

$i.it;

Contoh aplikasi: skin-test untuk uii alergi, tes mantoux (tubetkulin) dan imunisasi
BCG
I.
a

).
4.
5.

6.
i

I
N

lnformed consent dan cuci tangan.


Ambil spuit baru (I cc), buka, buang sisa udara.
Aspirasibahan yang akan disuntukkan lalu buang sisa udara'
Menentukan lokasi penyuntikkan, disinfeksi dengan kapas alcohol
tunggu hingga kering.
O"ri[u" ibu jari danielunjuk jari tangan non-dominan, regangkan kulit.
Sunt]kkan jarum dengan arah nyaris parallel (maksimal I5o) dengan
permukaan kulit, se;'auh kurang lebih z mm. Pastikan posisi jarum
menghadap ke atas. Suntikkan bahan (tanpa perlu aspirasi). iika
suntlkkan t"rur, akan timbul indurasi dan tidak mengeluarkan darah.
secara
|ika tidak timbul indurasi, kemungkinan Anda menyuntikkannya
subkutan.

98

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Aspek anterior lengan


bawah

Dada bagian anterior

Aspek posterior lengan


atas

Beberapa lokasi injeksi intramuskular (BD, zorz)


ff *ar;::+

ff

: $ B;lz

*.e

kx

fu

*r<ti

;..:

g;

Kasus yang sering muncul adalah vulnus laseratum (luka robek),


dan Anda

diminta untuk melakukan tindakan penjahitan luka sederh ana (simple interupted,
horizontal mattress, atau vertical mattress). Umumnya gunakan
benang yang nonab sorb

able,seperti nilon.

Horizontal mattress

I.

Informed consent.

2.

Anamnesis luka (mekanisme luka), serta riwayat alergi obat sebelumnya.


Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
Y"::":i tangan, menggunaka., iururrg rangan steril.
Melakukan tindakal asepsis dan antisepsisllalu pasang duk.
Anestesi infiltrasi lokal.

3.

4.
5.

6.

Dengan

needle holder,
jarum o,5_r cm dari tepi luka,
_tusukkan
tembuskan jarum. Ambil dengan
pinset, ralu tuiukkan di iepi ,"t"rurg.
8. Tusukkan kembalijarum di permukaan dalam
yung r"irfuii"-frrU,
jarum, lalu ambil dengan pisnet, serta tusukku.,
ii tJpi,"U"ru"g.
9. Buat simpul bedah.
IO. Pembeian ATS dan TT, analgetik, antibiotik.
II. Edukasi kepada pasien kapan kontrol dan cara membersihkan
luka.
7.

Vertical mattress

r.
2.
).
4.
5.
6.

Informed consent.
Anamnesis luka (mekanisme luka), serta riwayat alergi
obat sebelumnya.
Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
Mencuci tangan, menggunaku.r.u*.rg tangan steril.
Melakukan tindakan asepsis dan antisepsis, lalu pasang
duk.
Anesresi infiltrasi lokal.

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


Dengan needle holder, tusukkan jarum r cm dari tepi luka, tembuskan
jaruir. Ambil dengan pinset,lalu tusukkan di tepi seberang'
Tusukkan kembfi iaium di sisi yang sama dengan titik keluar tadi,
berjarak amm dari tepi luka, lalu ambil jarum dan pindahkan ke sisi
tepisebelahnya, juga berjarak 5 mm dari tepi luka'
g. Buat simpul bedah.
io. Pembeiu" etS dan TT, analgetik, antibiotik'
rr. Edukasi kepada pasien kapan kontrol dan cara membersihkan luka.

7.
'
g.

i'{.

s s ts s fll? ffi -ti k

tl:,

"G

;.

+.'t m

t fl'* *

g'il .

ffi - 6 n &

&

=s

t'1":r-*q:ri

dan
Tanyakan onset, lokasi (terutama bedakan sendi kecil vs sendi besar,
yang
faktor
jumiah sendi apakah tunggal atau multipel), durasi, severiras,
disertai
memperberat nyeri, faktor yang meringankan nyeri' Apakah nyeri
keluhan
bengkak, edema, kemerahan' maupun hangat pada perabaan' Cari
,*r- seperti demam, keringat malam, malaise, serta penurunan berat badan.
Tanyakan riwayat trauma sebelumnya'
tri.qfi .irt il r;;l.ii

.
.
.
'

l:;:,u*

Kondisi
Osteoartritis

Artritis gout

*1

.t

l+
i r.tla

Keadaan umum, termasuk gait (cara berjalan) dan postur

Tanda vital
PF umum
PF lokal berupa LOOK, FEEL, MOVE sendi
LOOK: simetris, bengkak, Posisi

o
o
o

i*r*ltal

FE4lthangat/dingin, benjolan, pulsasi, nyeri tekan


MOVE: paiif lgerakkan sgndi pasien) dan aktif (minta pasien
mengerakkan)

*fu +

t.*.fo*til*

-s.3

11'5kld-{}-lhelii's$.}.

Rekomendasi P-dru
Parasetamol 3x5oo mg
Ibuprofen lx4oo mg

Keteransan tambahan
Tatalaksana simPton latik

Allopurinol zxroo mg

f;er:g** [:*ri]r** i:Ii*lp*r'i*e:,1 ra;x

iika tidak membaik

dengan

rasetamol
s*I:,iirl$;isl ilk:.;.j. Saat serangan akut

berikan NSAID

H*t*fus* k**ss*
Identitas

Perempuan r 6z tahttrr

dan

Nyeri di kedua lutut


sejak z tahun yang
lalu, makin memberat.
Sangat sulit untuk
berjalan karena
semakin memberat

keluhan
utama

Laki-laki,5o tahun
Nyeri mendadak di
ibu jari kaki kiri seiak
r hari yang lalu saat
sedang istirahat
malam. Nyeri
bertambah berat jika

100

Perempuan,lz tahlun
Kaku di sendi-sendi
kecil kedua tangan
seiak 3 bl yang lalu.Kaku pada pagi,
sekitar z iam baru,
menghilang. Belum

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Keluhan
lain

jika dipakai berjalan.


Nyeri membaik jika
beristirahat/duduk.
Belum pergah diobati.
Kaku sendi kedua lutut

mencoba
mengerakkan, sedikit
berkurang saat
istirahat.
Tidak ada

(+), terutama saat

bangun tidur, kaku


selama 3o"

Riwayat

Trauma disangkal

Trauma disangkal
Pernah serangan
serupa 6 bulan yang
lalu, sembuh sendiri
MTPI sinistra edema,
hiperemis. Sendi yang
lain dalam batas
normal.

lain

Temuan
pada PF

Dx dan dx
banding

IMT 3r,3 kg/m'


Tidak hiperemis,
bengkak sendi
minimal. Krepitasi
pada articulatio genu
bilateral. Gait
terganggu. Sendi yang
lain dalam batas
normal.
Osteoartritis genu
bilateral

Nyeri hilang-timbul
pada sendi tersebut,
dan cenderung
berkurang jika sendi
digerakkan. Demam
tidak tinggi sejak z
tahun lalu.
Trauma disangkal
Riwayat serupa pada
ibu pasien (+)
Boutonniere dan swanneck deformity pada
MCP dan PIP. Sendi

tidak hiperemis
maupun ey'ema. Yang
lain dalam batas
normal.

Artritis gout

Rheumatoid artritis

dd/ osteoartritis

dd/ lupus eri.tematostts

sistemik

dd/ artritis septik

dd/,artritis septik
dd/ monoartropati akut

DPL
LED
Foto polos genu

DPL
Aspirasi cairan sendi
Kadar asam.urat

DPL

dd/ rheumatoid

Tindak
lanjut

pernah diobati.

artitis

bilateral

LED,
CR,P

Rheumatoid factor (RF)

ANA
Foto polos sendi

Tatalaksana

Parasetamol

Edukasi penurunan BB

rt\trisrn

dwctt

NSAID atau kolkisin


saat serangan akut
Allopurinol di luar
serangan akut

Prednison

a 7<S"g

Rujukke Sp.PD

I a-x-gx-.t lry

[rr'@o,s"g)

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Gastrointestinal
t
|angan lupa untuk beri tanda cek (r)
Kasus yang sering ditemui

Pendekatan klinis kasus gastrointestinal

Keterampilan khusus: pemasangan pipa nasogastrik (NGT)


Keterampilan khusus: interpretasi foto polos abdomen
Farmakoterapi kasus gastrointestinal
Simulasi kasus

I.
2.

).
4.

Dispepsia(gastritis) 2
Infestasi paiasit gastrointestinal 3 .ielor , 6l1,y,1
Diare akut
lkterus (contoh: hepatitis akut) 45irosiS luprh5
I

Secara garis besar, penyelesaian kasus klinis gastrointestinal dapat dimulai dari
pendekatan organ, yang dapat dibagi menjadi gaster, usus, dan ekstraintestinal

(hepar dan kandung empedu). Pendekatan lain yang dapat dilakukan ialah
dengan pendekatan gejala, seperti tampak pada tabel di bawah ini.
Temuan awal
Nyeri perut

Anamnesis khas

Sejak kapan nyeri

dirasakan?
(bedakan akut dan kronik) .

Karakteristik nyeri? Lokasi nyeri


dan penjalarannya?
Apakah terus menerus dtau hilang
timbul (kolik), apakah tajam
(somatik) atau tut'npul (viseral).
Nyeri di ulu hati dapat disebabkan
oleh berbagai organ, mulai dari
kardiak, pleura, gaster, pankreas,
sistem hepatobilier.
Penjalaran dan karakteristik'nyeri
dapat memperkirakan organ yang
terlibat
Faktor-faktor yang rnemperberati
memperingan keluhan?
Apakah ada tanda-tanda bahaya?
Apakah disertai dengan penurunan
berat badan, muntah terus
menerus, nyeri/kesulitan menelan,
muntah/BAB darah, kuning, tumor
yang teraba di perut?
Apakah ada riwhyat keluarga yang
menderita keganasan saluran
cerna?

102

Kemungkinan diagnosis
Sindrom dispepsia
Ulkus peptik
GERD

Sindrom dispepsia Iebih


dibandingkan
dengan gastritis karena
diagnosis ditegakkan
melalui pendekatan

tepat

ej

ala.

RT --rS+

- muKoss

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Apakah ada riwayat


lambung

biasanya

terjadi
anak.
kasus

pada

Untuk
diare,
terutama pada

anak,
anamnesls
,uga harus

meliputi

penentuan
status diare
dan etiologi
diare tersebut

Lualoto Ma(^)

lebih

dicurigai ke arah keganasan


Aphkah ada gejala lainnya?
Apakah ada demam, malaise, mual,
muntah, gangguan BAB?Sejak kapan diare berlangsung?
Bedakan akut dan kronik

diare
ujian

- 0l^nputa rVcfi

operasi

sebelumnya?

Bila ada tanda bahaya,

Kasus
pada

- 'ho bilr, I padc

- 0rD\|41
- dr r'drt',
Diare akut (sertakan
tingkat dehidrasi) ec:

Karakteristik diare?

infeksi rotavirus,

Volume

untuk
diare- :
memperkirakan banyaknya cairan
yang hilang
Warna, adanya lendir, darah, bau
busuk untuk memperkirakan
etiologi diare

jamur, dan lain-lain


Disentri.
Demam tifoid

Apakah

Penentuan tanda dehidrasi


padaanak(WHO):

gejala-gejala
ada
tambahan?
Demam : penanda infeksi
Mual, muntah, kehilangan nafsu
makan : dapat menyebabkan
kehilangan cairan lebih banyak
Perut kembung
Apakah ada tanda-tanda dehidrasi?
Apakah pasien cenderung tertidur?
Apakah ada kejang? (penanda

bakteri,

Tanpa dehidrasi: tidak ada


tanda dehidrasi di bawah ini

Dehidrasi

ringan/sedang:
rewel, mata cekung, minum

lahap, cubitan
lambat (minimal

kembali

tanda)

dehidrasiberat)

Apakah pasien rewel? Apakah

pasien masih mau

minum?
(penanda dehidrasi ringan-sedang)

Apakah saat menangis,

pasien

air mata? Kapan


BAK? Bagaimana

mengeluarkan

terakhir

Dehidrasi berat:

Letargis/tidak sadar, mata


bisa
cekung, tiak
minum/malas minum,
cubitan sangat lambat

(minimal z tanda)

warnanya? (penanda banyaknya

Kuning

cairan yang hilang)


Apakah ada faktor-faktor lain yang
berhubungan?
Makanan yang dikonsumsi?
Apa sedang mengkonsumsi obatobat (antibiotik) tertentu?
Untuk pasien anak, jangan lupa
menanyakan
riwayat
kehamilan/kelahiran, riwayat
tumbuh kembang, riwayat
imunisasi, dan makanan
Sejak kapan kuning terjadi?
Bedakan akut dan kronik
Apakah ada gejala-gejala
tambahan?
Demam
Mual, muntah
BAK seperti teh
BAB dempul
Asites
Nyeri kepala
Nyeri perut
103

Hepatitis (A/B/C)
Leptospirosis
Sirosis hepatis

Gangguan sistem bilier


(kolangitis, koledokolitiasis)

prusla1

Mna
dctral^

lf)

r
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Nyeri otot
Penurunan kesadaran
Penurunan berat badan
Lainnya
Alakah ada riwayat tertentu?
Jajan sembarangan
Terpapar urin hewan

Berisiko terinfeksi hepatitis B atau


hepatitis C: pengguna narkoba
suntik, riwayat promiskuitas
Riwayat konsumsi alkohol

fl ;* $ rsrm

k{}'**1"* * * k m s * * ## $*t'a

Tuiuan
Dispepsia
GERD

Antiemetik
Antidiare

Zinc (untuk

ffi

tss?

I ffi ffi {

Antasida

SxtVz jarn ac

Ranitidin I50 mg
Omeprazole 20 mg
Domperidon Io mg

2XlI I

Atapulgite

Oralit

r sachet untuk zoo ml air


<6 bulan: I x Io mg untuk ro hari
>6 bulan: I x 20 mg untuk to hari
zxr (5oo mg)

lxl (zo mg)


lxI

Syrup ro mgl5 ml ATAU


Tablet 20 mg,
Siprofloksasin 5oo mg
Kloramfenikol 5oo mg
Kotrimoksazol (4oo/8o) mg

kasus

diare pada anak)

Antibiotik

tab setiap BAB

4xI
2x2

Henatoprotektor Curcumin

lxr

Perhitungan kebutuhan cairan pada kasus diare'akut pada anak-anak:

Nilai dehidrasi pada anak, tentukan masuk ke dalam kategori mana (A, B, atau
C) menurut WHO. Di bawah ini adalah rangkuman penatalaksanaan cairan
awal untuk anak dengan diare:
Rencana Kategori A

Oralit, setiap kali BAB

(diare akut

berikan:

tanpa

dehidrasi)

<z

tahun:5o - too mL

>z tahun: roo - zoo

mL

Rencana Kategori B

Oralit, sebanyak 75 ml/kgBB

Contoh: z tahun BB tz kg

(diare

dalamwaktu ) jam.

= 9oo ml dalam waktu 3 jam


(3oo ml/jam)

dehidrasi
sedang)

akut
ringan-

Atau gunakan tabel di bawah


untuk kebutuhan cairan dalam
jam:

/2
?s-

rD

104

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Rencana Kategori C

(diare

aku!

dehidrasi berat)

400

700

900

r4oo

ml

ml

ml

ml

Cairan IV, seperti RL (atau NaCl)

Contoh:

Bayi <Iz bulan: 3o ml/kg r jam,


dilanjutkan 7o ml/kg dalam 5

iam

16

bulan ro kg

1,oo ml dalam 3o menit,


dilanjutkan 7oo ml dalam 2,5

jam IV RL

Anak >r tahun: 3o ml/kg dalam


3o menit, dilanjutkan 7o ml/kg
dalam 2,5 jam

Secara ringkas penatalaksanaan diare akut pada anak adalah menggunakan


prinsip: rehidrasi, zinc, teruskan makan-minum/ASI, antibiotik selektif, dan
edukasi.
.,l'.,-

ffi

*9*rm

rar pE

tx m fu * * x s kfu
$

+"s

si*

p*m"es* * Sffi ffi N *?

Indikasi

I.
2.
).
4.

Bilas lambung
Mencegah aspirasi
Pemberian nutrisi
Dekompresi gastrointestinal (pada ileus atau pasca-operasi)

Kontraindikasi
Kecurigaan fraktur basis cranii

Komplikasi

I.
2.
).
4.

False route (masuk ke trakea) "'


Insersi gagal
Selang menggulung di nasofaring

I.
2.

Cuci tangan dan gunakan sarung tangan


Ukur panjang selang yang dibutuhkan (ukur jarak dari ujung lubang

Perdarahan
Langkah-langkah

hidung ke telinga ditambah jarak dari lubang hidung ke processus

).
4.

xiphoideus). Beri tanda.


Lumuri selang nasogastrik dengan air atau pelumas sepanjang lebih
kurang 15 sentimeter.
Masukkan selang nasogastrik dengan perlahan-lahan. Dorong ke arah

oksipital.

5. Bila perlu minta pasien untuk minum air

(menelan). Berhenti
melakukan insersi bila pasien batuk. Kemudian lanjutkan kembali
insersi.
Bila panjang selang nasogastrik yang dibutuhkan sudah tercapai,
periksa apakah selang nasogastrik sudah berada di lambung. Lakukan
pemeriksaan dengan meniupkan udara menggunakan spuit Io cc,
dengarkan suara di lambung (akan terdengar suara "plop")
Bila ujung selang nasogastrik tidak berada di lambung, tarik selang dan
7.
ulangi prosedur.
8. Fiksasi selang nasogastrik pada hidung dan sisi wajah
9. Ujung pipa ditutup bila tidak digunakan.
ro. Cuci tangan
105

SURVIVAL

**

kE *'t i s'$.fu xsus s : r*fr *,n+rsBm st $*t* p* $*s * fu *{mm*at


t
Radiografi konvensional abdomen yang sering dilakukan adalah foto BNO/foto
polos abdomen, foto abdomen 3 posisi (posisi supine, erect. dan lateral
decubitus untuk menilai kegawatan abdomen seperti ileus atau peritonitis), dan
pemeriksaan BNO IVP untuk menilai patensi fungsi ekskresi traktus urinarius.

ffi

xtl*rmxt

g.:$ I

Urutan pembacaan foto BNO / foto polos abdomen:

ginirl - distribusi udara

- ada/tida
ekstralumen
penebabalan/dilatasi dinding usus - adaltidak udara bebas
ada/tidak bayangan batu radioopak sepaniang traktus urinarius - tulan
dan jaringan lunak

@ontur

usus

Yang harus diidentifi kasi:


1,

{*,yx

};

* LL1*

i1

$ * ilili,6,1-l"t*

gq5:;rrg k 11 l#.t

i,

*}x*

Distribusi udara usus tidak mencapai distal dan terdapat dilatasi segmen usus
dengan penebalan dinding usus ) gambaran ileus
Distribusi udara usus mencapai distal atau tidak
Ada atau tidaknya dilatasi maupun penebalan dinding-dinding usus
Massa fekal intraluminal usus prominen atau tidak

r';tr l a j 1i

lsfu tr 3:+

iid

i:!

ri,],

fu

qi:

t.

-11

.t

*Ll$;.r

-c.$

Udara bebas ekstralumen menggambarkan adanya

keadaan
1

pneumoperitoneum/perforasi organ. Gambaran udara bebas ini paling mudahl


dievaluasi di subdiafragma kanan, karena di subdiafragma kiri secara normalf
I
terdapat udara gaster sehingga menyulitkan identifikasi udara bebas.

l/\
ln-

\l

\\

[ilr,',,J^Ln

lJr..,/1,i"
L-)

u traktus urinarius,
s, yaitu di proyeksi

Harus berhati-hati jika menemukan kalsifikasi bulat kecil-kecil di rongga pelvis


minor, kemungkinan itu adalah suatu phlebolith (kalsifikasi Vena yang
terpotong orthograd), bukan merupakan batu buli. Cara membedakannya
adalah pada phlebolith terdapat double layer dimana area sentralnya tampak
lebih lusen dibanding area sekitarnya yang lebih opak (bayangkan aliran darah
yang dikelilingi oleh pembuluh darah yang berkalsifikasi)
*"&{$ssai}:--qic.struijr::l j-}.}l*.-+lsilLx.+h

Hanya memberikan. infotmasi terbatas, misalnya pembesaran organ abdomen


atas yang-mendorong diafragma ke atas menggambarkan massa hepar misalnya
hepatoma, jika terdapat gambaran batu di traktur urinarius, dilihat kontur

106

t"

)SCE: PADI SURVIVAL STYLE

ginjal unilateral, biasanya akan terlihat lebih beqar dibandingkan ginjal


kontra66refa,yangmenggam\arkansuatrhidJoffi -*is.
iika terdapat kesuraman di preperitoneal fat line (batas antara jaringan iemak

preperitonealdenganiarimnya)dapatdictriigaisuatu
peritonitis.

fika kontur psoas line tidak tegas dan asimetris dapat dicurigai suatu.massa /
infeksi di rongga retroperitoneal.
Pada gambaran asites dijumpai kesuraman

di seluruh rongga abdomen, psoas


line dan kcintur ginial sulit dievaluasi hamun biasanya preperitoeal fat line
masih baik dan simetris. Asites dapat mendorong usus-usus ke sentral, sehingga
gambaran distribusi udara usus terpusat di area
sentral.

{k-r*tl;i: ki*lrrs
:

Dispepsia

Radiografi BNO
a
a
o
o
a

o
a

AP:

Preperitoneal fat line kanan kiri baik. Psoas line tegas, simetris.
Kontur kedua ginjal kesan baik.
Distribusi udara usus mencapai distal.
Tidak tampak dilatasi/penebalan

dinding-dinding usus..
Tidak tampak udara bebas ekstralumen.
Tidak tampak bayangan batu
radioopak sepanjang proyeksi traktus
urinarius.
Tulang-tulang dan jaringan lunak kesan baik.

Kesan:
a
o

Tak tamp ak tanda-tanda ileus maupun udara bebas ekstralumen. Tak tamp ak bayangan batu radioopak di sepanjAng traktus urinarius.,

ililU

.]

!;.tt

t-._

Kli nis Peru t kem bung, tidak BAB sejak z hari

107

ilv

ffi
Y

tt\^

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Radiografi abdomen

.
.
.
.
.
.
a

3 posisi:

Preperitoneal fat line kanan kiri baik.


Psoas Iine dan kontur kedua ginjal tertutup bayangan prominent udara
USUS.

Distribusi udara usus tidak mencapai distal.


Tampak dilatasi dan penebalan dinding sebagian segmen usus halus
dengan gambaran multipel air fluid level.
Tidak tampak udara bebas ekstralumen.
Tidak tampak bayangan batu radioopak sepanjang proyeksi traktus
urinarius.
Tulang-tulang dan jaringan lunak kesan baik.

Kesan:
o

Gambaran small bowel obstruction / Gambaran ileus obstruktif letak


tinggi.
Tidak tampak udara bebas ekstralumen.

St:ffiqi$ms* kmsa.Bs
Seorang anak berusia 16 bulan dibawa oleh ibunya ke Anda dengan keluhan mencret sejak z hari
yang lalu.

r.
2.
1.
,

Lakukan anamnesis pada pasien


Lakukan pemeriksaan fisis pada pasien
Tentukan diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini.
Tentukan tata laksana yans tepat untuk pasien ini,

108

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Cek

Tu
Dokter memperkenalkan diri
Menanyakan nama palien dan umur

awaban
An. Desi, r5 bulan

Ien

Keluhan utama
Frekuensi
Is.araKterrstrl(

BAB mencret seiak z hari


6-8

trnra

lalu
kali sehari, hari ini sudah 4 kali dari

Cair, tidak berbau, ampas sedikit, tidak ada


Iendir, tidak berbau asam

Cairan putih kekun


Gelisah / rewel
Makan/minum

Ya, masih

Lemas

Ya

air kecil terakhir


Riwayat penggunaan obat-obatan
sebelumnya
Apa yang sudah dilakukan ibu

e iam lalu, iumlah masih sama


Tidak ada

Ya

n makan/minum

rti biasa

Memberi ASI lebih sering, belum


memberikan obat-obatan

Berat badan terakhir sebelum sakit

Riwayat penyakit sebelumnya

Riwayat opname tidak ada, riwayat diare

kit kelu
Riwayat tumbuh ke
Riwayat makan

tidak ada
Tidak ada
ifikan
Sesuai de
usla
Sebelum sakit, makan makanan keluarga
kali sghari, masih minum ASI

Melakukan rangkuman dan transisi


ke pemeriksaan fisik
Mencuci tangan sebelum melakukan

PF

Menilai status generalis, tef-aflrk gB


dan TB dan tanda vital

Coapos mentis, tampak sakit sedang I4o-x/fi eniti..regulei, isi cukup; frekuensi"adi
napas 4ox/menit, Lratur, dalam, suhu
:
badin

38,5"A'

BB saat ini: ro
Mata cekung, mukosa mulut dan bibii
basah, cubitan pada kulit/turgor kembali

Melakukan PF yang relevan dengan


lege artis

lambat
PF

lain dalam batas normal

Mencuci tangan setelah melakukan


PF

Menentukan diagnosis dan diagnosit

hpdirg .
pasien

-.

ud"

Ii,gi.r-seqarff

pemantauin dilakukan di klinik


Diberikan oralit sebanyakT5o ml dalam
)am
Pemberian zinc r x zo mg PO
Pemberian antipiretik:

109

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


rzo ml (r sdt
Edukasi cara pemberian oralit, pemberian
cairan tambahan, pemantauan kondisi anak

Melakukan edukasi kepada pasien

iika teriadi perburukan.


Menanyakan apa yang ingin

ditanyakan pasien

Identitas
dan keluhan
utama

Anak perempuan,

tahun

Berat tidak naik


padahal nafsu makan
baik. Tubuh tampak

Laki-laki,35 tahun
Mata tampak kuning
disertai mual muntah
sejak I minggu yang
lalu.

Laki-laki,3o tahun
Demam disertai nyeri
otot dan mata kuning

Awalnya demam tinggi


namun
sekarang
demam sudah mulai
menurun. BAK warna
kuning gelap. BAB
dempul (-).
Riwayat bekerja

Nyeri kepala, nyeri


perut, badan terasa
lemah, tidak nafsu

kecil.
Keluhan lain

Perut kembung

dan

begah. Ada diare hilang

timbul. Kadang ada

nyeri perut

hilang

timbul.
Riwayat lain

Di

sekitar

rumah

banyak anak tetangga


yang cacingan.

sebagai supir bis


malam, promiskuitas
(r), transfuse darah

alkohol (-),

makan, mual, muntah

Riwayat kebanjiran to
hari yang lalu

(-),

narkoba

suntik (+)
Temuan
pada PF dan
pemeriksaan
penunjang

Tampak

distensi

abdomen

Ditemukan telur cacing


dalam feses pasien

Sklera ikterik

+l+,

Keadaan

umum

hepar teraba membesar


dengein tepi tajam dan
konsistensi lunak, nyeri

tampak sakit

tekan pada kuadran

Pemeiiksaan I
fisik
generalis pada kasus

hipokondrium dekstra

Bilirubin total 2,5, direk


o,9, indirek r,6 mg/dl
SGOT 6o UlL, SGPT
r5o

u/L

IgM anti HAV


RNA
anti HCV (-)
HBsAg (+), ISM anti
HBc (+), HBeAg (+)

sedang,

suhu tubuh meningkat

leptospirosis umumnya

dalam batas normal,

Ikterik, gangguan fungsi


hati
ginjal
dan
ditemukan pada kasus
leptospirosis lanjut
(sindrom Weil)

Pemeriksaan penuniang

yang harus dilakukan:


Laboratorium:
Hb,
leukosit,
trombosit,
eritrosit, hitung jenis,
LED,
bilirubin,
SGOT/SCPT, ureum,
kreatinin, elektrolit,
kultur,
PCR, uii
serologis:: MAT ,' d-an
ELISA/SAT.

Pemeriksaan terkait
malaria, tifoid, dan
hepatitis
untuk
m en yi n gkirkan
bandin
diasnssis

110

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Radiologis:

rontgen

toraks dan EKG.

Dx dan dx

Ascariasis

banding

dd/malnutrisi

Tatalaksana

Leptospirosis

dd/

malaria, demam

dd/malabsorpsi

tifoid, hepatitis

Farmakologi

(Bersifat

Albendazole 4oo mg

simtomatis)

demam dengue
Manifestasi ringan
Oral: Doksisiklin zxtoo

PO dosis tunggal

suportif-

Non-farmakologi

Tirah baring

faga kebersihan

dirawat inap)
Diet seimbang

)angan lupa

untuk

(pasien

Parasetamol

mg ATAU amoksisilin
4x5oo mg ATAU

ampisilin 4x5oo

bila

demam 3xI (5oo mg)

Manifestasi berat

anak Iainnya, yaitu


intake yang kurang,

Hepatoprotektor 3xt
Ondansentron
muntah IxI amp

,'uta unit

generasi

misalnya

sefotaksim 3xt g

metabolisme (infeksi,
hipertiroid).
Jangan
pula
lupa
untuk
menyingkirkan penyakit

jantung bawaan dan


banding
diagnosis
lainnya. Oleh karena
itu, penting pada kasus

anak untuk melengkapi


status nutrisi, tumbuh
kembang, kehamilan
i

ATAU
ampisilin 4xI g ATAU

ketiga

peningkatan

dan persalinan,

IV: benzil penisilin 6


sefalosporin

peningkatan

pengeluaran nutrisi
(muntah, diare), dan

serta

munisasi.

111

mg

DAN terapi suportif

mengeliminasi

penyebab kasus berat


badan tidak naik pada

viral,

7
trd

v',

Na'viq

.ti fu

lLu

F(

&e.t4k ,t bla '

RIL

'

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE S,.1ovat

\agat

bo.^d,.lrlTf),il
dtl^.tl

xesprrasr

*lrt

'rgu

31y
h..r le(t otl-ir-

Saat it\\p trat\/


5c+"\'a,,t5 gttA
&r
t
--1rqVw,
-'wizaio(h nt r'n t lndo, " [\ao\rrwafia!.
Iangan lupa untuk beri tanda cek (r)
- o,"ovya ?\orgasi I larV.
Kasus yang sering ditemur
- lu, lgzsct, r aw Jav l*-V
Pendekatan klinis kasus respirasi
Rad t ) tvgn 7aw / TIY
Pemeriksaan fisik sistem respirasi
v asl,,r,l r ?u1,v\r 2b
y
@
- cr) aL,etn b\rn l^,,,
Keterampilan klinis khusus: interpretasi foto toraks - #E-a
fralLe,,.
Simulasi kasus
- lt y ttl I c avi]ur, rarr.1 ld,wnt ),t. ...

--1, *'*:{rBte
bk*{{{r

Fimsacs

F***)ff $*v*1.,# #*'fi*txui

I. Asma

2.
j.
4.

->,

PPOK

Pneumonia
Tuberkulosis paru

Fc*,ra*s*{afs+er

fuf

$m{g

-r

a*gxg fl$ffiig#$#tr*
";ir"

Temuan awal yang sering ditemukan pada kasus respirologi adalah sesak napas
dan batuk. Cukup banyak diagnosis yang dapat dipikirkan, namun satu hal yang
cukup penting adalah membedakan apakah penyebabnya infeksi atau noninfeksi.
Temuan awal
Batuk berdahak

lama

Pendekatan klinis

. Sejak kapan batuk dikeluhkan pasien?


' Karakteristik batuk (berdzihak/tidak
dan karakteristik dahak)

Diagnosis
Tuberkulosis paru
dd/ pneumonia
dd/ bronkitis

Menanyakan keluhan penyerta:


o Demam
o Penurunan berat badan
o Penurunann nafsu makan
o Keringat malam
o Riwayat kontak

: Iiffiii

u*rii,r."''*Ii,

sebelumnya
Riwayat peirgobatan

'
' Riwayat sosial, termasuk
Sesak napas

kambuhan

.
.
.
.

tempat

tinggal

Sejak kapan pasien mengalami sesak


Seberapa sering sesak kambuh
Pencetus sesak
Kapan sesak napas muncul? Kapan
sesak membaik?

. Adakah bunyi mengi?


112

Adakah

Asma bronkial
dd/ PPOK
dd/ Sindrom obstruksi
oasca-tuberkulosis
I

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

I
riwayat atopi di pasien dan keluarga?
Apakah pasien merokok? Bila iya,
berapa bungkus per hari dan sejak
kapan? Adakah saat ini mengalami

infeRsi saluran pernapasan

1,
6

atas

(batuk dan pilek)?

Adakah DOE? PND? OP? Adakah

a
a

riwayat kelainan jantung?


Berapa kali dalam seminggu pasien
mengalami sesak napas?
Apakah terdapat gangguan dalam
beraktivitas fisik?
Riwayat keluhan dalam keluarga
Riwayat penyakit serupa dalam
keluarga
Riwayat pekeriaan dan kebiasaan

..,4
ft e;
$)*,*+y$fi.n : *oro si,, IE",d^
qJtEfEdE
".'*ffi- I t*: :J.f"*efi

Periksa apakah terdapat napas cuping hidung, serak, mengi, stridor.

Inspeksi: massa, ginekomastia, retraksi m.


interkostalis, penyempitan/pelebaran sela igu,
frekuensi, sifat napas, irama, simetris statis dinamis,
bentuk dada, abnormalitas tulang belakang

Lakukan inspeksi, palpasi,


perkusi, dan auskultasi pula
untuk dada bagian belakang
(punggung).

Palpasi: umum, ekspansi, fremitus vokal.

Perkusi: dari apeks, bandingkan kiri kanan secara sistematis. Perkusi pula batas
paru-hati, paru-lambung

Auskultasi: dari atas ke bawah, bandingkan kanan dan kiri. Bunyi napas primer
dan bunyi napas tambahan dapat tersedia.
ffi

mrmrumk*pt*vsp* kmsws

fl*sp*r*,*#i

Tuiuan
Bronkodilatator
Kortikosteroid

Rekomendasi Obat
Salbutamol

1x 4 mg per oral

Deksametason

lxo,Smg

Mukolitik
Antibiotik

Ambroxol
Amoksisilin
Amoksiklav

I x 30 mg per oral
1,x 5OO mg per oral
1x625 mg per oral

Siprofloksasin
Bronkodilatator
OAT (ObatAntituberkulosis)

2x5oomg
7x 4rng, per oral

Salbutamol
Paket RHZE Dewasa
(FDC Dewasa)
Fase intensif: zRHZE
Fase laniutan: +

)o-17kg:txztablet
)8-54kg:rx3tablet
55-70kg:rx4tablet

RH

>7o kg: I x 5 tablet

j"*s""","- "" - e* -11 edErdq


.ff * a -, *da+Eri*{$
5
B/
- e - ",* "-. - 9$ - "- *"*9*:*
Be,4$F{SiLi*t'}.sg1**ts*'\
Etr*Sx*** E.S*""*."*"
gqGS6,
svBw {ve -*w{
ffi*rSgd3SffifiE mfie*Sn#
mSEffi#W#e Il8*qs }'SEifiiIflgtsef
BdE 66##*

Foto toraks dibaca dengan urutan:

113

C.l

7
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

fantung- aorta- mediastinum- trakea- hilus- paru- diafragma -sinus


kostofrenikus- tulang dan iaringan lunak - alat tambahan

|antung:
Ukuran tidak merlbesar (cardiothoracic ratio foto PA <5oo/o,foto AP <6o0/o).lika
membeSar diidentifikasi bagian jantung mana yang membesar dengan ciri khas
masing-masing (ventrikel kiri:.apeks tertanam, ventrikel kanan: apeks terangkat,
atrium kanan: pembesaran jantung kanan, atrium kiri: double contour)

Aorta:
Dilihat tanda-tanda degenerasi dan atherosclerosis (aorta elongasi, kalsifikasi,
dilatasi)

Mediastinum;
Disebutkan bila ada pelebaran mediastinum superior baik sisi kiri, kanan,
maupun keduanya, disebutkan juga bila ada pendorongan/stenosis trakea
akibat pelebaran mediastinum. Yang sering menyebabkan pelebaran
m

diastinu-,

lrrgfad

lgpgti, stlxll3 inll4gln\al, timg ma

Trakea:

Dalam kondisi normal posisi trakea seharusnya


pendorongan oleh
@
paru maka trakea akan terdeviasi.

di

garis tengah, jika ada

atau p=eng4lqn 3l<rbqlslleleqxksis

Hilus paru terdiri dari pembuluh darah (terutama arteri pulmgl4is), KGB, dan
b.-q$gr i.{ormalnya libar masing-*urirrg t itr. tiaut ffif"r'u, d*i l"bu,
trakea. |ika ada kesuraman di daerah hilus, dicurigai adanya patologi dari salah
satu komponen hilus tersebut, misalnya limfadenopati, massa bronkus, atau
yang tersering adalah arteri pulmonaliq.yalg_+rorninent akibat hipertensi
pulmgral atau edema paru.
Paru:

Dideskripsika! berbagai kelainan yang bisa ditemukan pada paru : infi-l,trat,


nodul, kavitas, bullae, abses, fibrosis, kalsifikasi, konsolidasi, ateletaksis,
emfisema, massa.

Diperhatikan pula komponen pleura, jika terdapat area lusensi yang avascular
berarti ada pneumotoraks, jika area lusensi tersebut disertai dengan air fluid
level berarti ada hidropneumotoraks, bila ada penebalan pleura dapat dicurigai
suatu pleuritis.

Diafragma:
Normalnya diafragma kanan terletak lebih tinggi dari diafragma kiri dan
perbedaan antara diafragma kanan dan kiri tidak lebih dari z korpus vertebra.
)ika lebih dari itu maka dikatakan salah satu diafragma letak tinggi. Penyebab
tersering dari diafragma letak tinggi adalah adanya proses subdiafragma seperti
asites atau massa hepar yang mendorong diafragma kanan ke kranial. Dibawah

114

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

diafragma kanan dapat pula ditemukan gambaran ,duru

bebas

(pneumoperitoneum)
Sinus kostofrenikus

Normalnya keduar sinus kostofrenikus adalah lancip. Jika tumpul dengan


gambaran meniscus sign maka terdapat efusi pleura. lika sinus kostofrenikus
tumpul disertai dengan infiltrate di paru sekitarnya, dapat dicurigai suatu
pleuropneumonia.
Tulang dan jaringan lunak:
Diperhatikan pula struktur tulang dan jaringan lunak sekitar, jika terdapat
kelainan dapat dideskripsikan. Misalnya jika tampak fraktur tulang costae atau
clavicula, scoliosis vertebra thorakalis atau bila ada kalsifikasi jaringan lunak di
proyeksi mammae, atau penebalan jaringan lunak di regio colli.

.{i:-l-:.i*-b-Sasrrs:

Klinis: Normal
Foto toraks proyeksi PA:

|antung besar dan bentuk dalam batas normal.,


CTR <5o%.

Aorta dan mediastinum superior tidak melebar.


Trachea di tengah.
Kedua hilus tidak menebal.
Corakan bronkovaskular kedua paru baik.

Tidak tampak infiltrate/nodul pada kedua paru.

Lengkung diafragma

licin dan kedua sinus

kostofrenikus lancip.
Tulang dan jaringan lunak kesan baik.
Kesan: Jantung dan paru dalam batas normal

Lqlr3gli"gatu.;
Klinis : Korban kecelakaan, ada jejas di daerah dada, tampak sangat sesak
Foto toraks proyeksi AP

fantung tampak terdorong ke sisi kiri. Ukuran


kesan tidak membesar.
Aorta sulit dievaluasi.

Tampak pendorongan trakea dan struktur


mediastinum ke sisi kiri.

115

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE


Hilus kiri tidak menebal, hilus kanan sulit dievaluasi.
Tampak area lusensi avaskular yang memenuhi seluruh hemidiafragma kanan,
menyebabkan pendorongan trakea, iantung, dan struktur mediastinum ke sisi

kiri.

Diafragma kanan scalloping, diafragma kiri licin. Kedua sinus kostofrenikus


kesan lancip.

Tulang - tulang tampak intak.

Pneumotoraks kanan yang menyebabkan pendorongan trakea,


iantung, dan struktur mediastinum ke sisi kiri.
Kesan

.{.'.r*

ltii

S{+lut

-:

Klinis: batuk, sesak


Foto toraks proyeksi PA:

Batas jantung
membesar.

kiri tertutup bayangan

perselubungan. |antung kesan tidak

Aorta dan mediastinum superior tidak melebar.


Trachea di tengah.
Kedua hilus tidak menebal.

Tampak perselubugan homogen

di

laterobasal paru kiri yang menutupi sebagian


batas jantung kiri, hemidiafragma, dan sinus
kostofrenikus kiri disertai dengan gambaran
meniscus sign.
Corakan bronkovaskular paru kanan tampak
baik.

Lengkung diafragma kanan,

sinus

kostofrenikus kanan lancip.


Tulang dan jaringan lunak kesan baik.
Kesan : Efusi pleura

kiri

i, i "-.,
* * ,-*
l: }tr1. )I *." -}!: :":{f}:}t"El}

"-${

Seorang perempuan berusia z1 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas yang muncul
tiba-tiba sejak 3o menit yang lalu.

5.
6.
7.
8.

Lakukan anamnesis pada pasien


Lakukan pemeriksaan fisis pada pasien
Tentukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan dan tentukan diagnosis pada kasus ini
Tentukan tata laksana vans teDat untuk pasien ini

Cek Tusas

Iawaban

Dokter memperkenalkan diri

116

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Menanyakan nama dan umur


Menanyakan pekerjaan pasien
Keluhan utama
Onset keluhan utama
Apakah serangan pernah terjadi
sebelumnya
Mengi
Batuk
Demam
Riwayat asma
Riwayat pengobatan
Riwayat serangan serupa sebelumnya
Riwayat penyakit sebelumnya
Riwayat alergi
Riwayat atopi
Riwayat penyakit keluarga

Nn. Sani. za tahun


Mahasiswi
Sesak napas

menit vans lalu


Serangan sesak napas sudah sering dialami pasi

Ada
Ada
Ada

Ada
Obat batuk waruns, namun tidak membaik
4 bulan yang lalu
Riwayat TB paru (-), riwayat sakit paru sebelumr
Ada, asap rokok dan debu
Dermatitis atopi dan rinitis alergi di masa kecil (
Asma (+) pada ibu pasien, DA (+) pada kakak per
pasien
Tidak pernah merokok/konsumsi alkohol
Pasien tidak punya kebiasaan berolahrasa

Riwayat merokok/alkohol
Riwayat aktivitas fisik
Riwayat keluarga
Melakukan rangkuman dan transisi
ke pemeriksaan fisik
Mencuci tangan sebelum melakukan

Pasien belum menikah

PF

Menilai status generalis, termasuk BB


dan TB dan tanda vital

Tampak sakit sedang - TD lzol8o, HR roox/men


zzxlmenit, suhu afebris. TB 16o cm, BB 53 kg (sta
seimbang)
Didapatkan wheezing ekspirasi pada kedua lapa

Melakukan PF yang relevan dengan

(-t)

leqe artis

Mencuci tangan setelah melakukan


PF

Meminta hasil pemeriksaan

Spircimetri: APE 8o%, variabilitas APE ro%, VEI


prediksi
Darah perifer lengkap: dalam batas normal

penunjang

Diagnosis kerja: Asma serangan

Menentukan diagnosis dan diagnosis


banding

ringan pada asma intermiten


dd/ Asma serangan sedang pada
asma persisten ringan
dd/Rinitis alersi
Inhalasi salbutamol

Meresepkan obat secara tepat dengan


penulisan resep yang tepat
Merencanakan untuk rujuk dan
menulis rujukan dengan benar
Melakukan edukasi kepada pasien
Menanyakan apa yang ingin
ditanyakan pasien

Edukasi untuk menghindari pencetus

Km$eks* kxsms
Identitas dan
keluhan utama

Laki-laki, zltahun
Sesak napas yang
muncul mendadak

Laki-laki, 64 tahun

Perempuan,4o tahun

Sesak sejak z bulan

Batuk dan sesak yang

117

v
OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

sejak 3o menit yang

semakin memberat
sejak 3 hari yang lalu
Batuk berdahak
kekuningan, demam
(+). Penurunan berat
badan disangkal.
Nafsu makan

yang lalu

lalu
Keluhan lain

Sesak muncul

mepdadak. Riwayat
sesak, batuk, demam
disangkal.

Batuk berdahak
warna hijau

kekuningan (+).
Demam (-). PND,
DOE, OP (-)

menurun. Keringat
Riwayat/keterangan

Pasien berpostur

lain

tinggi dan kurus.


Riwayat penyakit
lain sebelumnya

-alqq 4!e-gkal.

selama 3o tahun.
Riwayat asma (-)

Riwayat keluhan
serupa sebelumnya (). R.iwayat sakit paru
sebelumnya

Barrel chest (+),

Frekuensi napas

Riwayat merokok
bungkus per hari

disanekal.
Temuan pada PF
dan pemeriksaan
penunjang

Dada kanan
tertinggal, perkusi
pulmo dekstra

hipersonor,
auskultasi pulmo
dekstra vesikuler
menurun

perkusi hipersonor di
kedua lapang paru,
wheezing di kedua
lapang baru, ronki
basah kasar minimal

diturL4!zzxlmenit

Ronki basah kasar di


kedua lapang paru,
wheezing (-/-)

di kedua lapang paru


Rontgen toraks:
infiltrat di kedua
lapang paru (+/t)

Rontgen toraks:
lapang paru kanan
avaskuler

Rontgen toraks: sela


iga melebar, infiltrat

Dx dan dx banding

Pneumotoraks spontan

PPOK eksaserbasi akut

Pneumonia komunitas

dd/ Bronkitis
dd/ Pneumonia

dd/ TB paru
dd/ Bronkiektasis

Tatalaksana

primer
dd/ Asma bronkial
dd/ Emfisema
subkutis
Torakosentesis

minimal

Stop merokok

Siprofloksasin z x
5oomg
Salbutamol )x4rr,g
Deksamethason 3xo,5
mg

118

Amoksiklav 1x6z5rr'g
Ambroksol rxro mg

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Apendiks: Daftan Obat Terpilih {p-druEs}


Konsep yang tepat adalah lebih baik Anda menggunakan satu-dua macam obat,
namun Anda menggasai cara kerja, sediaan, dosis, efek samping, hingga harga
obat tersebut dibandingkan dengan Anda menguasai puluhan jenis obat secara
superfisial. Hal ini berlaku pula untuk osCE, di mana Anda disarankan
menggunakan obat yang telah Anda kuasai sebelumnya, dibandingkan
"bereksperimen" saat ujian dengan menggunakan obat yang belum Anda kenal
dengan baik.

Melalui tabel di bawah ini, kami telah memilihkan beberapa obat untuk
masing-masing kelompok obat yang dapat menjadi pertimbangan Anda.
Selamat memilih!

Kelompok
obat

Nama generik

Bentuk sediaan obat

Dosis, efek samping ,dan

Antipiretik

Parasetamol

Tablet 5oo mg
Sirup rzo rngl5mL

)-4

5oo mg (maksimal

g/hari)

Anak )-4x sehari, ro-r5


Antiinflamasi

Asam mefenamat

non-steroid
Steroid

Deksametason

Kaplet 5oo mg

)x5oo mg PO

Tidak dianjurkan
anak-anak
Tergantuna indikasi

Tablet o.5,4mg

Umumnya
digunakan

Antialergi

Tablet ro mg
Sirup 5 mg /5 mL

Klorfeniramin

(cTu;
Antibiotik

xo

dapat
ms PO

IxromgPO
<2

th: I x2,5 mg PO; z-5 th:

Efek samping sedasi, dapat


digunakan untuk kurangi
5oo

Sirup kering n5 mgl5


mL
Vial z5o mg, rooo mg

I (karena efek sedasi)


)x5oo mg PO

Anak 3x(t5-25 mg/kgBB

Tablet 4ool8o

4x5oo mg IV/IM
(15-25 mg/kgBB

Antihipertensi

Awas risiko alerqi


ffig,

8oo/16o mg (forte)

Amlodipin

Suspensi zool4o mg l5
mL
Kapsul 25o mg
Tablet 5oo mg
Sirup zoo ms/s mL
Tablet 5, ro mg

Captopril

Tablet r2.5,25 mg

Eritromisin

Awas risiko alergi

Anak: 4x

Kotrimoksazol

Tablet 4 mg

Tablet z5o mg,

Ampisilin

untuk

zx96o mg (forte) PO
Anak TMP zx (a mg/kgBB)

4x(z5o - 5oo) mg PO

Ix5 mg PO inisial.

Efek

2xr2,5 mg PO inisial,
tingkatkan bertahap. Efek
samping: batuk kering. Jika

batuk kering dan tidak


119

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

toleransi, ganti

ke ARB

(e.g: losartan, valsartan)

Antasida

Antasida
kombinali (DOEN)

Tablet AI(OH), 2oo


Mg (OH),zoo mg

Omperazole

Kapsul zo mg
Tablet r5o mg
Injeksi z5 mglmL

Ranitidin

Antiemeteik Domperidon

Tablet ro mg
Suspensi

3 x r rablet PO, di antara


makan dan sebelum tidur
t-2x2o mg PO
2 x r5o mg PO
3 x 5o mg IM
Anak: zx(zmglkg,BB) PO
3 x ro mg PO

5mgl5rr,L Anak ) x (o,z -

o,4

me/ksBB) PO

Vitamin

Vitamin

Tablet 50 mg, 25o

rng

V x 50 mg PO,

makan

setelah

untuk
meningkatkan penyerapan

besi

VitaminB

TabletBkompleks

IxItabPO

kompleks

Sumber: Formularium Nasional (Keputusan Menteri Kesehatan RI)


PO: per-oral, IV: intrauena,

IM: intramuskular

120

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Apendiks: Singkatan Hesep


a.c.: ante cibum (sebelum

m.f.: misce fac (buatlah)

makan)

m.f.l.a: buatlah

a.d.: auricula dextra

dosis di atas

ad.lib: ad libitum (use as

mane: pagi hari

much as one desires)

noct.: nocte (malam hari)

a.m.: ante meridiem (pagi)

o.d.: oculus dester

applic part dol: oleskan di

o.m.: omne mane (setiap

tempat yang sakit


a.s.:

pagi)

auricula sinistra

o.n.: omne nocte

a.u.: auris utraque (kedua


telinda)

o.s.: oculus sinister

o.u.: oculus uterque (kedua

in die (dua

mata)

p.c.: post cibum

in manu medicae
(berikan pada petugas

i.m.m:

(setelah

makan)

p.m.: post

medis)

meridiem

(malam)

cap./caps.: capsula (kapsul)

p.o.: per os (per oral)

dd: de die (kali sehari)

d.t.d.: dentur tales

(setiap

malam)

bis: dua kali sehari

b.d./b.i.d.: bis
kali sehari)

dengan

p.r.: per rectum


doses

prn: pro re nata (bila perlu)

(berikan dosis tersebut)

pulv: pulvus (puyer)

flc.: flacon

PV: per vaginam

fls.: botol

q: quaque (setiap)

gtt: gutta(e) (tetes)

q.a.d.: quaque alternis die


(setiap hari)

IM: intra muscular


Inf.: infus

die ante
meridiem (setiap hati
q.a.m.: quaque

Inj.: injeksi

sebelum malam)

IU: international unit

q.d.s.: quater die sumendus


(empat kali sekali)

121

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Ap*ndiks: Script Pertanyaan Sensitif

Xasus

Psikiatri
Salah satu hal yan! menjadi kendala dalam anamnesis atau wawancara psikiatri

adalah adanya kasus-kasus "sensitif' yang mungkin sulit ditanyakan dengan


cara biasa (contoh: halusinasi, ide bunuh diri, waham). Di sini, kami akan
memberikan contoh naskah yang bisa Anda pertimbangkan dalam melakukan
anamnesis atau wawancara psikiatri.
Menanyakan kehilangan minat

Formula: tanya

dulu

hobi/kesenangannya, tanyakan apakah masih

dilakukan
"Tadi Bapak bilang hobi memancing. Sekarang apakah hobinya masih dilskukan, Pak?"

Menanyakan halusinasi/waham

Formula: berangkat dari perilaku anehnya, tanya halusinasi/waham terkait


hal tersebut
"Kata istri Bapak, akhir-akhir ini Bapak sering diam

saja

di kamar dan seperti bengong

lama sekali. Apa sebenarnAa Aang teriadi, Pak? Apa saat itu Bapak sedang mendengar
au b erkomunikasi den g an s e s e or an g ? "

su ar a- su ar a at

"Bapak mengatakan tidak mau lagi bertemu tetangga-tetangga Bapak. Kenapa Pak?
Apa Bapak mencurigai akan disakiti atau diperlakukan buruk oleh mereka?"
"Mengapa akhir-akhir ini Bapak suka membanting barang-barang di rumah? Apakah

Bapak kesal akan sesuatu? Atau apakah ada seseorang Aang menAuruh Bapak
melakukannya?"

Menanyakan gambaran umum pasien (misal pasien berpakaian aneh)


i

Formula: jangan men-iudge apa yar.g dilakukan pasien adalah aneh/tidak


normal
"Apakah ada yang pernah berkomentar tentang penampilan Bapak?"

"Menurut Bapak, dengan berpakaian seperti ini, Bapakterlihat seperti apa?


"Mengapa Bapak memilih berpenampilan seperti ini?"

Menan)rakan keinginan bunuh

diri pada depresi

Formula: normalisasi (tindakan pasien dapat dilakukan oleh siapa pun


dalam kondisinya)
"Pak, biasanAa orang yang sedang dalam bangak masalah seperti ini pernah terpikir
untuk bunuh diri saja. Apa Bapak pernah iuga mengalaminya?"
Bisa juga untuk menanyakan halusinasi/waham:

ini (misal: mengurung diri di rumah),


biasanga ada gang mendengar suara Aang menyuruh atau menakut-nakuti. Apa
"Palg pasien saya dengan keluhan seperti bapak

B ap

ak men

alami h al

am a?

"

Menanyakan tilikan

122

OSCE: PADI SURVIVAL STYLE

Formula: jangan mengatakan kondisi pasien saat ini sedang mengalami


gangguan
"Menurut Bapak, bagaimana kondisi Bapak saat ini?,,

t
"Gimana pendapat Bapak mengenai kondisi Bapak saat

ini, terutama

bila

dibandingkan dengan kehidupan Bapak sebelumnya? Apakah sama saja, atau ada
yang berbeda?"

:'{
.a

"Kalau dari Bapak sendiri, apa


aang bapak inginkan?" (cari tahu apakah dia ingin

berobat agar bisa kembali seperti dulu lagi, atau ingin mati saja, atau malah
menyalahkan orang lain)

123