Anda di halaman 1dari 24

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

LAPORAN PREPLANNING PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG


ENAM LANGKAH CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK
PRASEKOLAH DI RT 2 RW 19 DUSUN KRAJAN
DESA RAMBIPUJI KECAMATAN RAMBIPUJI
KABUPATEN JEMBER

oleh
KELOMPOK 5

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Alamat: Jl. Kalimantan No.37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember
Telp./Fax (0331) 323450 Jember
2017

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

LAPORAN PREPLANNING PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG


ENAM LANGKAH CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK
PRASEKOLAH DI RT 2 RW 19 DUSUN KRAJAN
DESA RAMBIPUJI KECAMATAN RAMBIPUJI
KABUPATEN JEMBER

disusun sebagai persyaratan dalam menyelesaikan P2N


Stase Keperawatan Komunitas

oleh:
KELOMPOK 5
Lielys Inayatul Firdausy, S.Kep.
Rizqi Fauziyah Rofif , S.Kep.
Nurul Fitriyah, S.Kep.
Kikianita Oktavia Eriyanti, S.Kep.
Fajar Rosy Rusdianto, S.Kep.
Ahmad Afif Wijaya, S.Kep.
Irma Yanti Hidayah, S.Kep.

NIM 092311101063
NIM 112311101009
NIM 112311101010
NIM 112311101063
NIM 132311101073
NIM 142311101144
NIM 142311101148

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Alamat: Jl. Kalimantan No.37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember
Telp./Fax (0331) 323450 Jember

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

BAB I. PENDAHULUAN
1. 1 Analisis Situasi
Anak pada hakikatnya merupakan aset terpenting dalam tercapainya
keberhasilan suatu negara, karena anak merupakan generasi penerus bangsa
selanjutnya. Anak usia prasekolah atau sekolah termasuk dalam kelompok
rentan terhadap masalah kesehatan karena anak usia prasekolah atau sekolah
sangatlah aktif dalam beraktivitas. Masalah kesehatan pada anak usia
prasekolah yaitu gangguan perilaku, gangguan perkembangan fisiologis
hingga gangguan dalam belajar dan juga masalah kesehatan umum. Dari
berbagai macam masalah yang sering muncul pada anak usia prasekolah yaitu
masalah kesehatan umum seperti ISPA dan diare.
ISPA dan diare merupakan salah satu dari masalah kesehatan umum
pada anak yang sring dilaporkan dan dapat membunuh empat juta anak setiap
tahun di negara-negara berkembang. Anak-anak yang tumbuh di daerah
miskin berisiko meninggal 10 kali lebih besar dari pada mereka yang tinggal
di daerah kaya (Depkes RI, 2008). Riset Kesehatan Dasar menunjukkan
bahwa ISPA dan Diare masih ditemukan dengan persentase tertinggi pada
anak usia di bawah lima tahun yaitu 43%. Berdasarkan hasil pengkajian,
kasus ISPA di Puskesmas Rambipuji masih menempati urutan pertama dari 10
besar penyakit terbanyak dengan 4996 kasus, dan diare menempati urutan ke
6 dengan 1425 kasus (Profil Puskesmas Rambipuji, 2016).
Berdasarkan studi Basic Human Services (BHS) di Indonesia tahun
2006, perilaku masyarakat dalam mencuci tangan adalah setelah buang air
besar 12%, setelah membersihkan tinja bayi dan balita 9%, sebelum makan
14%, sebelum memberi makan bayi 7%, dan sebelum menyiapkan makanan 6
%. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian diare di
Indonesia. Berdasarkan hasil pengkajian di RT 2 RW 19 Dusun Krajan Desa
Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember pada anak usia
prasekolah dan sekolah didapatkan data dari 14 anak tersebut, 10 anak masih

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

belum mencuci tangan setelah bermain dan satu anak masih belum mencuci
tangan sebelum dan setelah makan.
Anak pada usia-usia prasekolah atau sekolah sangat aktif dan rentan
terhadap penyakit, maka dibutuhkan peningkatan kesadaran mereka (atau
pengasuhnya) untuk berperilaku sehat. Salah satu keterampilan yang dapat
diberikan

pada anak usia prasekolah atau sekolah untuk meningkatkan

perilaku sehat yaitu dengan cuci tangan pakai sabun yang diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Data WHO menunjukkan bahwa perilaku cuci tangan
pakai sabun (CTPS) mampu mengurangi angka kejadian Diare sebanyak
45%. Selain itu telah dibuktikan juga bahwa cuci tangan pakai sabun (CTPS)
dapat mencegah penyebaran penyakit kecacingan, serta mampu menurunkan
kasus Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan Flu Burung hingga 50
persen (Kemenkes RI, 2012).
1. 2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yag telah dipaparkan diatas, maka penulis
dapat merumuskan Bagaimana cara meningkatkan Pola Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) anak tingkat PraSekolah dengan menerapkan enam langkah
cuci tangan pakai sabun?

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

BAB II. TUJUAN DAN MANFAAT


2. 1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum
Setelah diberikan pendidikan kesehatan dan demonstrasi, diharapkan
anak-anak tingkat PraSekolah di RT 2 RW 19 Dusun Krajan Desa
Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember dapat menerapkan
Enam langkah cuci tangan pakai sabun untuk meningkatkan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak dan mencegah penyakit infeksi.
2.1.2 Tujuan khusus
a. Anak-anak dapat mengerti apa itu cuci tangan pakai sabun
b. Anak-anak dapat menjelaskan manfaat cuci tangan pakai sabun
c. Anak-anak dapat menyebutkan waktu penting cuci tangan pakai
sabun
d. Anak-anak dapat mendemonstrasikan dan menerapkan enam langkah
cuci tangan pakai sabun
2. 2 Manfaat
2.2.1 Bagi Penulis
Mendapatkan pengetahuan, informasi, dan wawasan mengenai
manfaat enam langkah cuci tangan pakai sabun dalam meningkatkan
PHBS anak
2.2.2

Bagi Masyarakat
Memberi informasi kepada keluarga dan anak-anak untuk dapat
menerapkan enam langkah cuci tangan pakai sabun dalam
meningkatkan PHBS anak

2.2.3

Bagi Praktik Keperawatan


Memberi informasi bagi praktik keperawatan khususnya keperawatan
anak untuk dapat memberi promosi kesehatan kepada keluarga dan
anak-anak mengenai enam langkah cuci tangan pakai sabun dalam
meningkatkan PHBS anak serta menambah pengetahuan yang dapat
menjadi masukan yang bermanfaat bagi praktik keperawatan.

2.2.4

Bagi Pendidikan Keperawatan

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

Memberi pengetahuan dan wawasan tentang manfaat enam langkah


cuci tangan pakai sabun dalam meningkatkan PHBS anak dan dapat
menambah studi kepustakaan dan menjadi masukan yang berarti dan
bermanfaat bagi mahasiswa keperawatan dan bidang kesehatan
lainnya.
2.2.5

Bagi Penelitian Keperawatan


Sebagai bahan informasi dan referensi untuk penulisan atau penelitian
berikutnya yang berhubungan dengan manfaat Enam langkah cuci
tangan pakai sabun dalam meningkatkan PHBS anak

2.2.6

Bagi Pemerintah
Pemerintah dapat membantu pelaksanaan enam langkah cuci tangan
pakai sabun dalam meningkatkan PHBS anak melalui bantuan dana
pada pelayanan-pelayanan kesehatan

BAB III. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH


3. 1 Dasar Pemikiran

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa ISPA dan Diare masih


ditemukan dengan persentase tertinggi pada anak usia di bawah lima tahun
yaitu 43%. Berdasarkan studi Basic Human Services (BHS) di Indonesia
tahun 2006, perilaku masyarakat dalam mencuci tangan adalah setelah buang
air besar 12%, setelah membersihkan tinja bayi dan balita 9%, sebelum
makan 14%, sebelum memberi makan bayi 7%, dan sebelum menyiapkan
makanan 6% (Depkes RI, 2008). Kondisi tersebut berkontribusi terhadap
tingginya angka kejadian diare di Indonesia.
Data WHO menunjukkan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun
(CTPS) mampu mengurangi angka kejadian Diare sebanyak 45%. Selain itu
telah dibuktikan juga bahwa cuci tangan pakai sabun (CTPS) dapat mencegah
penyebaran penyakit kecacingan, serta mampu menurunkan kasus Infeksi
Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan Flu Burung hingga 50 persen (Kemenkes
RI, 2012).
Menurut Kemenkes RI (2011), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran
sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok
atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang
kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan hasil Riskesdas 2007 dapat diketahui, bahwa rumah tangga yang
telah mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) baru mencapai
38,7%, sedangkan target yang harus dicapai oleh Kementerian Kesehatan
yaitu sebesar 70% rumah tangga sudah mempraktikkan PHBS pada tahun
2014.
Tingkat pencapaian pembinaan PHBS di Rumah Tangga dapat diukur
melalui 10 indikator sebagai berikut.
a. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.
b. Memberi bayi ASI Ekslusif.
c. Menimbang balita setiap bulan.
d. Menggunakan air bersih.
e. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
f. Menggunakan jamban sehat.

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

g. Memberantas jentik di rumah seminggu sekali.


h. Makan sayur dan buah setiap hari.
i. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
j. Tidak merokok di dalam rumah.
3. 2 Kerangka Penyelesaian Masalah
Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit, dan praktik Cuci
Tangan Pakai Sabun (CTPS) dapat mencegah 1 juta kematian tersebut.
Praktik CTPS setelah ke jamban atau menceboki anak, dan sebelum
menjamah makanan dapat menurunkan hampir separuh kasus Diare, dan
sekitar seperempat kasus ISPA. Praktik CTPS juga dapat mencegah infeksi
kulit, mata, dan memudahkan kehidupan orang dengan HIV/AIDS (Depkes
RI, 2008).
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku sehat yang
telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit-penyakit
menular seperti diare, ISPA dan Flu Burung, bahkan disarankan untuk
mencegah penularan virus H1N1. Banyak pihak telah memperkenalkan
perilaku ini sebagai intervensi kesehatan yang mudah, sederhana dan dapat
dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai survei di lapangan
menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang
disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut di atas, setelah diintervensi
dengan CTPS.
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dilakukan pada waktu-waktu
penting, yaitu sebelum makan, sebelum memegang/mengolah/menyiapkan
makanan, setelah buang air besar, setelah menceboki anak, serta setelah
kontak dengan hewan dan tanah. CTPS dapat mengurangi hampir setengah
kasus kejadian Diare dan seperempat kasus infeksi pernafasan (termasuk
Pneumonia). Perilaku ini juga mengurangi risiko penyakit lainnya, seperti
penyakit mata dan infeksi kulit. CTPS jelas merupakan cara yang paling
efektif dan murah untuk pencegahan, namun banyak orang tidak
mempraktikkannya (Kemenkes RI, 2012).
Salah satu jalan utama masuknya bibit penyakit adalah tangan.
Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun sangat disarankan untuk

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

dijadikan sebuah budaya dan kebiasaan sehari-hari. Tangan yang kotor bisa
jadi penyebab utama berbagai penyakit, salah satunya Diare. Kita tidak bisa
meremehkan penyakit diare karena terbukti saat ini diare adalah penyebab
nomor dua kematian pada balita.
Bibit penyakit biasanya masuk ke tubuh manusia melalui dua jalan.
Yang pertama adalah melalui tangan dan melalui hidung. Dengan mencuci
tangan dengan air yang mengalir dan sabun secara rutin maka tubuh akan
terlindung dari bibit-bibit penyakit yang masuk melalui tangan. Sampai saat
ini ternyata bukan hanya anak-anak yang malas untuk mencuci tangan,
sebagian besar orang dewasa juga masih sulit untuk membiasakan diri untuk
mencuci tangannya.
Data WHO menunjukkan, perilaku CTPS mampu mengurangi angka
kejadian Diare sebanyak 45 persen. Telah dibuktikan juga bahwa CTPS dapat
mencegah penyebaran penyakit kecacingan, serta mampu menurunkan kasus
Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan Flu Burung hingga 50 persen
(Kemenkes RI, 2012).

BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN


4. 1 Realisasi Penyelesaian Masalah
Penyelesaian masalah untuk anak-anak PraSekolah di RT 2 RW 19
Dusun Krajan Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember
yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan dan demonstrasi enam langkah
cuci tangan pakai sabun. Demonstrasi ini akan dilakukan oleh anak-anak

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

PraSekolah di wilayah RT 2 RW 19 Dusun Krajan Desa Rambipuji


Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember dan dilakukan pada sore hari.
Pendidikan kesehatan akan dilakukan selama 15 menit.
4. 2 Khalayak Sasaran
Target sasaran pendidikan kesehatan dan demonstrasi enam langkah
cuci tangan pakai sabun merupakan anak-anak PraSekolah yang ada di
wilayah RT 2 RW 19 Dusun Krajan Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji
Kabupaten Jember. Anak-anak PraSekolah di wilayah tersebut masih kurang
melakukan kegiatan mencuci tangan setelah bermain ataupun sebelum dan
sesudah makan. Tujuannya supaya PHBS anak meningkat dan mencegah
penyakit infeksi.
4.3 Metode yang Digunakan
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan dan
demonstrasi sambil bernyanyi mengenai enam langkah cuci tangan pakai
sabun yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan kepada anak-anak
PraSekolah mengenai pentingnya cuci tangan untuk meningkatkan PHBS
anak. Pendidikan kesehatan juga berisi demonstrasi cuci tangan agar anak
PraSekolah dapat belajar mengenai cuci tangan dan mampu mencuci tangan
dengan benar supaya tangan bersih dan bebas kuman.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI. 2008. Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia
(HCTPS) yang Pertama 15 Oktober 2008: Panduan Perencanaan
Pelaksanaan bagi Pemangku Kepentingan Cuci Tangan Pakai Sabun.
Jakarta: Depkes RI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan melalui Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci
Tangan Pakai Sabun (KPS-CTPS).
Departemen Kesehatan RI. 2008. Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat. Jakarta: Depkes RI.
Departemen Kesehatan RI. 2009. Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia
(HCTPS) Kedua. Jakarta: Depkes RI.

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Promosi Kesehatan di Daerah


Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan: Panduan bagi Petugas Kesehatan
di Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI.
Simamora, Roymond H. 2009. Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan.
Jakarta: EGC.

LAMPIRAN
Lampiran 1. Berita Acara
Lampiran 2. Daftar Hadir
Lampiran 3. SAP (Satuan Acara Penyuluhan)
Lampiran 4. Materi
Lampiran 5. SOP (Standar Operasional Prosedur)
Lampiran 6. Leaflet

Lampiran 1. Berita Acara


KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
T.A 2017/2018

BARITA ACARA
Pada hari ini, tanggal
Januari tahun 2017 jam
s/d
WIB bertempat
di RT 2 RW 19 Dusun Krajan Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji telah
dilaksanakan kegiatan implementasi stase Komunitas Agregat anak prasekolah

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

oleh Mahasiswa Program Profesi Ners Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti
oleh
orang ( daftar hadir terlampir).

Mengetahui
Ketua RT 2 RW 19 Dusun Krajan

Dosen Pembimbing Stase Komunitas


Desa Rambipuji
PSIK Universitas Jember

M. Saiful Hadi

Ns. Kushariyadi, S.Kep.,M.Kep


NRP. 760015697

Lampiran 2. Daftar Hadir


KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
T.A 2017/2018
DAFTAR HADIR
Kegiatan Pendidikan Cuci tangan enam langkah pada anak Prasekolah oleh
Mahasiswa Profesi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember. Pada
hari ini,
Januari tahun 2017 jam
s/d
WIB,
bertempat RT 2 RW 19 Dusun Krajan Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji
Kabupaten Jember Provensi Jawa Timur
NO.
NAMA
ALAMAT
TANDA TANGAN

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

2017

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Mengetahui

Ketua RT 2 RW 19 Dusun Krajan

Dosen Pembimbing Stase Komunitas


Desa Rambipuji
PSIK Universitas Jember

M. Saiful Hadi

Ns. Kushariyadi, S.Kep.,M.Kep


NRP. 760015697

Lampiran 3. SAP (Satuan Acara Penyuluhan)


SATUAN ACARA PENYULUHAN
(PENDIDIKAN KESEHATAN)
Topik

: Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun

Sasaran

: Anak-anak prasekolah di RT 2 RW 19 Dusun Krajan Desa


Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember

Waktu

Hari/Tanggal :
Tempat

WIB (1 x 15 menit)
Januari 2017

: RT 2 RW 19 Dusun Krajan Desa Rambipuji Kecamatan


Rambipuji Kabupaten Jember

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

1. Standar Kompetensi
Setelah diberikan pendidikan kesehatan dan demonstrasi enam langkah cuci
tangan pakai sabun diharapkan anak-anak Prasekolah dan sekolah di RT 2 RW
19 Dusun Krajan Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember
dapat menerapkan enam langkah cuci tangan pakai sabun untuk meningkatkan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak dan mencegah penyakit infeksi.
2. Kompetensi Dasar
Setelah

diberikan

pendidikan

kesehatan

dan

demonstrasi,

anak-anak

diharapkan dapat
a. menjelaskan manfaat enam langkah cuci tangan pakai sabun
b. menjelaskan waktu penting enam langkah cuci tangan pakai sabun
c. Mendemonstrasikan dan menerapkan enam langkah cuci tangan pakai
sabun
3. Pokok Bahasan
Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun

4. Subpokok Bahasan
a. Pengertian Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
b. Manfaat Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
c. Waktu penting Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
d. Demonstrasi Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
5. Waktu: 1 x 15 menit
6. Bahan/Alat yang Diperlukan
a. Sabun

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

b. Leaflet
c. Air (kran)
d. Handuk kering / tissue
7. Model Pembelajaran
a. Jenis model penyuluhan: ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi
b. Landasan teori: Konstruktivisme
c. Langkah pokok:
1) Menciptakan suasana pendidikan kesehatan yang baik
2) Mengajukan masalah
3) Membuat keputusan nilai personal
4) Mengidentifikasi pilihan tindakan
5) Memberi komentar
6) Menetapkan tindak lanjut
8. Persiapan
Penyuluh mencari referensi (buku, jurnal, hasil penelitian, artikel, dan lainlain) tentang Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun dan membuat media
penyuluhan serta berlatih untuk demonstrasi Enam langkah Cuci Tangan Pakai
Sabun.
9. Kegiatan Pendidikan Kesehatan
Proses
Pendahuluan

a.
b.
c.

Penyajian

a.
b.

Tindakan
Kegiatan Penyuluh
Memberikan
salam,
memperkenalkan diri, dan
membuka penyuluhan
Menjelaskan materi secara
umum dan manfaat bagi
anak-anak
Menjelaskan tentang TIU
dan TIK
Menjelaskan pengertian dan
manfaat Enam langkah Cuci
Tangan Pakai Sabun
Menjelaskan waktu penting
Enam langkah Cuci Tangan
Pakai Sabun pada anakanak
1) Menanyakan
kepada
anak-anak
mengenai
materi
yang
baru
disampaikan

Kegiatan Peserta
Memerhatikan dan
menjawab salam

Waktu
2 menit

Memerhatikan
Memerhatikan
Memerhatikan
Memerhatikan
Memberikan
pertanyaan
Memerhatikan dan

5 menit

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

c.

Penutup

a.
b.
c.
d.

2) Mendiskusikan
bersama jawaban yang
diberikan
Mendemonstrasikan Enam
langkah Cuci Tangan Pakai
Sabun pada anak-anak
1) Menanyakan kepada
anak-anak mengenai
demonstrasi yang baru
disampaikan
2) Mendiskusikan
bersama jawaban yang
diberikan
Menutup pertemuan dengan
memberi kesimpulan dari
materi yang disampaikan
Mengajukan
pertanyaan
kepada anak-anak
Mendiskusikan
bersama
jawaban dari pertanyaan
yang telah diberikan
Menutup pertemuan dan
memberi salam

2017

memberi tanggapan
Memerhatikan
Memberikan
pertanyaan

5 menit

Memerhatikan dan
memberi tanggapan

Memerhatikan

3 menit

Memberi saran
Memberi komentar
dan menjawab
pertanyaan bersama
Memerhatikan dan
membalas salam

10. Evaluasi
a. Apa pengertian Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun?
b. Apa manfaat Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun?
c. Kapan saja waktu penting Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun?
d. Bagaimana cara melakukan Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun?
11. Referensi
a. Departemen Kesehatan RI. 2008. Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia
(HCTPS) yang Pertama 15 Oktober 2008: Panduan Perencanaan
Pelaksanaan bagi Pemangku Kepentingan Cuci Tangan Pakai Sabun.
Jakarta: Depkes RI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan melalui Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci
Tangan Pakai Sabun (KPS-CTPS).
b. Departemen Kesehatan RI. 2008. Strategi Nasional Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat. Jakarta: Depkes RI.
c. Departemen Kesehatan RI. 2009. Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia
(HCTPS) Kedua. Jakarta: Depkes RI.

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

d. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Promosi Kesehatan di


Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan: Panduan bagi Petugas
Kesehatan di Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI.
e. Simamora, Roymond H. 2009. Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan.
Jakarta: EGC.
12. Lampiran
1. Materi
2. Media yang digunakan (leaflet)
Pemateri

Kelompok mahasiswa P2N stase komunitas

Lampiran 4. Materi
Materi Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
1. Pengertian Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
Mencuci tangan adalah proses yang secara mekanis melepaskan kotoran
dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun dan air. Tujuan
mencuci tangan merupakan salah satu unsur pencegahan penularan infeksi
(Depkes (2007). Cuci tangan (juga dianggap hygiene tangan) adalah satusatunya prosedur terpenting dalam pengendalian infeksi walaupun kita
mengetahui bahwa prosedur ini belum benar-benar tepat dilakukan (Brooker,
2009).
Mencuci tangan adalah proses menggosok kedua permukaan tangan
dengan kuat secara bersamaan menggunakan zat pembersih yang sesuai dan

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

dibilas dengan air mengalir dengan tujuan menghilangkan mikroorganisme


sebanyak mungkin (Ruth, 2005).
2. Manfaat Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
Menurut Departemen Kesehatan RI (2008) manfaat dari mencuci tangan
adalah
a. mencegah menularnya penyakit karena penyakit yang ditularkan melalui
tangan. Tangan merupakan satu jalur penularan berbagai penyakit menular
seperti infeksi saluran pernafasan, penyakit kulit, penyakit gangguan usus,
dan pencernaan (diare,muntah) dan berbagai penyakit lainnya yang dapat
berpotensi membawa kepada arah kematian.
b. merupakan intervensi kesehatan yang cost effective
c. Supaya tangan bersih
d. Membebaskan tangan dari kuman dan mikroorganisme
e. Menghindari masuknya kuman ke dalam tubuh

3. Waktu Penting Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun


Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dilakukan pada waktu-waktu penting,
yaitu:
a. sebelum makan
b. sebelum memegang/mengolah/menyiapkan makanan
c. setelah buang air besar
d. setelah menceboki anak
e. setelah kontak dengan hewan dan tanah.
4. Latihan Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
WHO (2005) dalam Departemen Kesehatan (2008) menjelaskan ada 7
langkah mencuci tangan yaitu
a. Sebelum mencuci tangan

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

Membasuh

tangan

menggunakan

air bersih

2017

dan mengalir

serta

mengambil/menggunakan sabun secukupnya untuk diratakan di kedua


telapak tangan
b. Enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun yaitu
1) Telapak dengan telapak
2) Telapak kanan di atas punggung tangan kiri dan telapak kiri di atas
punggung tangan kanan
3) Telapak dengan telapak dan jari saling terkait
4) Letakkan punggung jari pada telapak tangan satunya dengan jari saling
mengunci
5) Jempol kanan digosok memutar oleh telapak kiri dan sebaliknya
6) Jari kiri menguncup, gosok memutar ke kanan dan ke kiri pada telapak
kanan dan sebaliknya
7) Pegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya,
gerakan memutar
c. Setelah mencuci tangan
Bilas kedua tangan dengan air dan keringkan dengan handuk kering atau
tissue
Enam langkah Mencuci Tangan

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

DAFTAR PUSTAKA
Brooker, Crish. 2009. Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: EGC.
Departemen Kesehatan RI. 2008. Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat. Jakarta: Depkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Promosi Kesehatan di Daerah
Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan: Panduan bagi Petugas Kesehatan
di Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI.
Jhonson, Ruth dan Wendy, Tailor. 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta:
EGC.

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

Lampiran 5. SOP (Standar Operasional Prosedur)


PSIK
UNIVERSITAS JEMBER

PROSEDUR TETAP

1.

PENGERTIAN

2.

TUJUAN

3.

INDIKASI

CUCI TANGAN BERSIH


NO DOKUMEN :
NO REVISI :
HALAMAN :
TANGGAL
DITETAPKAN OLEH :
TERBIT :
Menggosok dengan sabun secara bersama, seluruh kulit
permukaan tangan dengan kuat dan ringkas yang
kemudian dibilas di bawah aliran air
1. Membuang kotoran dan mikroorganisme yang
menempel pada tangan yang didapat dari pasien,
pengunjung, alat/bahan kesehatan atau petugas
kesehatan
2. Mengurangi mikroorganisme di tangan
3. Mengurangi risiko transmisi mikroorganisme pada
pasien
4. Mengurangi risiko kontaminasi silang diantara pasien
5. Mengurangi risiko transmisi organism infeksius pada
diri perawat
1. Sebelum memulai bekerja pada awal shift (pada saat

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

datang di ruang perawat/Nursing stationary)


Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien
Sebelum menggunakan sarung tangan steril
Sebelum melakukan tindakan invasif
Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien (darah,
urine, pus, sputum, secret, dll)
6. Ketika akan melakukan tindakan keperawatan
7. Ketika berpindah dari daerah terkontaminasi ke
daerah yang bersih pada saat merawat pasien
8. Setelah kontak dengan benda mati/ barang di dekat
pasien
9. Setelah melepas sarung tangan
10.Jika tangan tampak kotor
11.Saat beraktivitas (sebelum makan, sebelum
memegang bayi, setelah menceboki bayi, setelah
BAB, sebelum menyiapkan makanan)
12.Setelah shift jaga selesai
------Berikan penjelasan pada pasien tentang tindakan yang
akan dilakukan dan jelaskan alasan tindakan dilakukan
bila perawat cuci tangan di dekat pasien
1. Air hangat mengalir/kran/wastafel
2. Handuk kering atau handuk kertas
3. Tissue pada tempatnya
4. Sabun biasa/ desinfektan
1. Kaji kondisi tangan (kuku terpotong pendek, periksa
adanya luka/lesi pada tangan)
2. Lepaskan perhiasan dan jam tangan
3. Gulung lengan panjang sampai siku
4. Jika mencuci tangan di dekat pasien, jelaskan
tindakan yang akan dilakukan dan alasan tindakan
dilakukan
5. Berdiri di depan wastafel, jaga agar tangan dan
seragam tidak menyentuh wastafel
6. Alirkan air (memutar dengan tangan, menginjak
pedal, menekan dengan lutut, membuka dengan siku,
sensor inframerah dengan berdiri di depan sensor),
atur sampai suhu sesuai
7. Basahi tangan sampai pergelangan di bawah air
mengalir, pertahankan tangan lebih rendah dari siku,
biarkan air mengalir sampai jari-jari
8. Hindari percikan air mengenai seragam dan lantai
9. Gunakan sabun biasa/mikrobial kira-kira satu sendok
teh. Sabuni seluruh permukaan tangan sampai
pergelangan, bilas dan ulangi memberikan sabun
10.Dengan gerakan memutar, gosok telapak tangan,
punggung tangan, jari-jari, pergelangan, buku jari,
lengan bawah dan area di sekitar jari. Lakukan
gerakan dengan cepat paling sedikit 10 sampai 15
detik
2.
3.
4.
5.

4.
5.

KONTRAINDIKASI
PERSIAPAN PASIEN

6.

PERSIAPAN ALAT

7.

CARA KERJA

2017

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

2017

11.Jika daerah sekitar kuku kotor, bersihkan dengan kuku


jari tangan yang satunya dan tambahkan sabun
12.Bilas tangan dan pergelangan di bawah air yang
mengalir, pertahankan posisi tangan lebih rendah dari
siku
13.Keringkan tangan dengan handuk kering/handuk
kertas sekali pakai dari jari tangan ke pergelangan
tangan dan lengan bagian bawah
14.Buang handuk pada tempat kotor
15.Tutup keran (apabila kran ditutup dengan tangan,
gunakan tissu untuk menutupnya)
8.
9.

HASIL:
Tangan bersih
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
1. Hindari percikan air mengenai seragam dan lantai
2. Gunakan agen antiseptik sebelum melakukan prosedur invasif
3. Lepaskan semua perhiasan dan aksesoris yang digunakan di tangan
4. Periksa adanya luka pada tangan
5. Tangan yang sensitif terhadap sabun, gunakan lotion setelah cuci tangan

Lampiran 6. Leaflet cuci tangan enam langkah

Gambar 1. Bagian Depan

Laporan P2N Stase Keperawatan Komunitas PSIK Universitas Jember

Gambar 2. Bagian Belakang

2017