Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

KONDISI GEOLOGI

2.1

Geologi Regional

Berdasarkan Peta Geologi Regional Lembar Luwuk, yang diterbitkan oleh Direktorat
Geologi dan Sumberdaya Mineral, Area Konsesi kira-kira menempati 80% komples ultramafik
dan 20% Formasi Tolaka, Formasi Bongka dan Alluvium (Gambar 2.1.) Kompleks Ultramafik
terdiri dari Harzburgit, Lerzolit, Wehrlit, Serpentinit, Dunit, Gabro dan Diabas. Formasi Tolaka
terdiri dari Batugamping, Napal, Serpih dan Argilit. Formasi Bongka terdiri dari perselingan
Batupasir, Konglomerat, Napal dan Batulempung.

Gambar 2.1 Peta Geologi Lokasi Area Konsesi PT. Pringgondani Berseri

2.1.1. Morfologi Regional

Geomorfologi regional geomorfologinya dicirikan oleh perbukitan kars di bagian


tenggara-selatan, bergelombang kuat di bagian tengah-barat, sedang sampai lemah hingga
dataran serta ber-rawa di sisi utara (dekat pantai). Ketinggian daerah berada pada 15 m dpl.
sampai 660 m dpl., kemiringan lereng 5o di dekat pantai sampai 45o di daerah bagian selatantenggara, dengan kemiringan lereng rata-rata 5 - 25o. Keberadaan batuan ofiolit dan kondisi
geomorfologi di daerah penelitian tersebut menarik untuk dikaji. Daerah penelitian diduga
sebagai pusat gunung api purba bawah laut yang menghasilkan batuan ofiolit MORB (midoceanic ridge basalt), yang antara lain ditunjukkan oleh ditemukannya peridotit, dunit,
harsburgit, dan serpentinit. Sejalan dengan perkembangan geologi, daerah ini selanjutnya
mengalami pendangkalan, sehingga terbentuk batuan karbonatan yang menum-pang di atas sisasisa tubuh gunung api purba bawah laut tersebut. Wilayah ini telah me-ngalami tektonisme
secara berulang-ulang hingga kini muncul di permukaan bumi. Dengan ditemukannya fasies
pusat gunung api bawah laut tersebut, maka eksplorasi laterit nikel dapat disentralisasikan .
(Gambar 2.3.)

2.1.2 Stratigrafi Regional


Gambar 2.2 Peta Geomorfologi Regional
Stratigrafi
Stratigrafi regional terdiri dari 1 kelompok batuan yaitu Batuan Ofiolit (Ku) dan 2
formasi yaitu Formasi Matano (Tmpp) dan Formasi Salodik (Tems).
Batuan Ofiolit ( Ku)

Terdiri dari batuan-batuan ultramafik yaitu peridotit, harzburgit, dunit, gabro dan serpentinit.
Satuan batuan ini berumur Kapur. Penyebaranya hampir meliputi 15% dari pada wilayah area
konsesi tersebar di bagian selatan dan sebagian di bagian utara area konsesi.
Formasi Salodik ( Tems)
Terdiri dari batuan Gamping yaitu Kalsilutit dan gamping ooid. Satuan ini memiliki umur
Oligosen, tersebar pada daerah utara hingga tengah dari area konsesi sebesar 75% dari total
keseluruhan semua area konsesi.
Formasi Matano (Km)
Formasi ini berumur Kapur Akhir Paleosen, terdiri atas kalsilutit bersisipan dengan
lempung dan rijang.
Qa
Endapan ini berumur kuarter, terdiri dari kerikil, kerakal, pasir dan lempung.
Batuan Sedimen
Batuan Sedimen meliputi batuan konglomerat, batupasir, dan batulempung Batu konglomerat
memiliki butiran krakal dan berbentuk rounded dan memiliki fragmen batuan beku, semen yang
mengikat batuan ini adalah silica, batuan ini diendapkan pada lingkungan darat. Batupasir
memiliki besar butir kasar dan berbentuk sub rounded. Batupasir ini berwarna abu-abu jika
keadaan fresh dan berwarna putih jika keadaan lapuk. Sedangkan batugamping berwarna putih
dan masih nampak molusca, karena tidak ditemukannya lapisan dibatuan ini maka batugamping
ini termasuk batugamping non klastik.
Batuan Beku
Batuan beku ini terdiri dari batuan beku peridotit, hazburgit dan serpentinit. Batuan beku ini
memiliki warna gelap dan jika lapuk berwarna hitam kehijauan. Batuan beku ini memiliki
memiliki tekstur yang halus, mineral batuan ini tidak nampak dengan mata telanjang maka
termasuk afanitik. Batuan ini termasuk homokristalin karena kristal batuan ini menyeluruh maka
termasuk dalam lepidoblastik, kekerasan batuan ini < 7,5%. (Gambar 2.4)

Gambar 2.3 Stratigrafi Regional

2.1.3. Struktur Geologi dan Tektonik Regional


Sulawesi terdiri dari 3 bagian berdasarkan tektonik seting pembentukannya :
1. Bagian utara pulau Sulawesi termasuk dalam magmatic arc yang masih aktif hingga sekarang.
2. Bagian timur dan timur laut merupakan fragmen dari mikro kontinen yang bergerak dari
bagian utara Australia kraton yang saling bersinggungan pada sisi bagian barat dan barat daya.
3. Sisi selatan merupakan bagian dari sunda land.
4. Lokasi penelitian terletak pada bagian timur dan timur laut karena tumbukan lempeng dan
tergeser oleh sesar sorong maka daerah penelitian sangat komplek. (Gambar 2.4)

Gambar 2.4 Tatanan tektonik Indonesia Bagian Timur (diambil dari Satyana, 2006)