Anda di halaman 1dari 22

PERANAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

SEBAGAI PENANGGUNG JAWAB DAN


REGULATOR DALAM INDUSTRI PELABUHAN

JAKARTA, 19 AGUSTUS 2014

CURRICULUM VITAE
A. UMUM :
1. N a m a
2. NIP.
3. Pangkat / Golongan
4. Tempat Tanggal Lahir
5. Alamat
6. Jabatan

: DR.UMAR ARIS, SH, MM, MH


: 19630220 198903 1 001
: Pembina Utama Muda (IV/c)
: Tanjung Karang, 20 Februari 1963
: Jl. Medan Merdeka Barat No 8 Jakarta
: Kepala Biro Hukum dan KSLN,
Kementerian Perhubungan

B. RIWAYAT PEKERJAAN :
1. Staf Ortala Biro Hukum dan Ortala, Setjen
2. Kassubag. Ranc. Per Trans Darat , Biro Hukum Setjen
3. Kassubag. Ranc. Per Trans Laut, Biro Hukum Setjen
4. Kabag. Hukum Ditjen Perhubungan Laut
5. Kepala Biro Hukum & KSLN Setjen
6. Komisaris PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)
C. RIWAYAT PENDIDIKAN :
1.

UMUM :
a.
Sarjana Hukum
b. Magister Manajemen
c.
Magister Hukum
d. Doktor Ilmu Hukum

2. DIKLAT PENJENJANGAN
a.
SPALA (PIM IV)
b. SPAMA (PIM III)
c.
SPAMEN (PIM II)
d. SPATI (PIM I)
e.
LEMHANNAS PPRA XLIV

: Tahun 1987
: Tahun 1998
: Tahun 2000
: Tahun 2013

: Tahun 1993
: Tahun 1999
: Tahun 2005
: Tahun 2011
: Tahun 2010

: Tahun 1989 s.d 1993


: Tahun 1993 s.d 1996
: Tahun 1996 s.d 2002
: Tahun 2002 s.d 2008
: Tahun 2008 s.d sekarang
: Tahun 2011 s.d sekarang

PERUBAHAN
PERATURAN DIBIDANG
PELAYARAN
UU No 21 Tahun 1992

UU No 17 Tahun 2008

PP No 69/2001

PP No 61/2009 ttg Kepelabuhanan

PP No 81/2000

PP No 5/2010 ttg Kenavigasian

PP No 82/1999

PP No 20/2010 ttg Angkutan Di Perairan

PP No 1/1998

RPP ttg Pemeriksaan Kecelakaan Kapal

PP No 51/2002 ttg Perkapalan


PP No 7/2000 ttg Kepelautan

RPP ttg Kesejahteraan Awak dan Kesehatan


Penumpang
PP No 21/2010 ttg Perlindungan Maritim (baru)
PP No 8/2011 ttg Angkutan Multi Moda (baru)
RPP ttg Penjagaan Laut & Pantai (Sea And
Coastguard)

PELAYARAN DIKUASAI OLEH


NEGARA DAN PEMBINAANNYA
DILAKUKAN PEMERINTAH

PENGATURAN

PENGENDALIAN

PENGAWASAN

MELIPUTI :

MELIPUTI :

MELIPUTI :

PENETAPAN KEBIJAKAN
UMUM DAN TEKNIS, al :
PENENTUAN NORMA,
STANDAR, PEDOMAN,
KRITERIA,
PERENCANAAN DAN
PROSEDUR TERMASUK
PERSYARATAN
KEAMANAN DAN
KESELAMATAN
PELAYARAN SERTA
PERIZINAN

PEMBERIAN ARAHAN,
BIMBINGAN, PELATIHAN
PERIZINAN, SERTIFIKASI
SERTA BANTUAN
TEKNIS DIBIDANG
PEMBANGUNAN DAN
PENGOPERASIAN

KEGIATAN PENGAWASAN
PEMBANGUNAN DAN
PENGOPERASIAN, AGAR
SESUAI DENGAN
PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN
TERMASUK TINDAKAN
KOREKTIF DAN
PENINDAKAN HUKUM

LATAR BELAKANG
PERUBAHAN PERATURAN
TENTANG KEPELABUHANAN
1
2
3

TERJADINYA EFISIENSI PENYELENGGARAAN PELABUHAN SECARA


NASIONAL.
TERJADINYA PERSAINGAN DAN PENINGKATAN EFISIENSI SECARA
SISTEM DENGAN MEMBERLAKUKAN MULTI OPERATOR DI
PELABUHAN.
PEMBERIAN KEWENANGAN KEPADA DAERAH DALAM RANGKA
PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH.

MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA INVESTOR UNTUK


MENANAMKAN MODAL DI BIDANG KEPELABUHANAN.

PEMISAHAN YANG JELAS ANTARA FUNGSI REGULATOR DAN FUNGSI


OPERATOR DI PELABUHAN

PP NO 61 TAHUN 2009 TENTANG

KEPELABUHANAN
Mengatur Mengenai :

Tatanan Kepelabuhanan Nasional

Rencana Induk Pelabuhan serta DLKr & DLKp

Penyelenggaraan Kegiatan di Pelabuhan

Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan

Terminal Khusus dan TUKS

Penarifan

Pelabuhan danTerminal Khusus yang terbuka bagi


Perdagangan Luar Negeri

Sistem Informasi Pelabuhan

TATANAN
KEPELABUHANAN
Merupakan sistem kepelabuhanan secara nasional
yang menggambarkan perencanaan kepelabuhanan
berdasarkan kawasan ekonomi, geografi, dan
keunggulan komparatif wilayah, serta kondisi alam.
Untuk mewujudkan penyelenggaraan pelabuhan yang andal
dan berkemampuan tinggi, menjamin efisiensi, dan mempunyai
daya saing global untuk menunjang pembangunan nasional
dan daerah yang ber-Wawasan Nusantara

Tatanan Kepelabuhanan Nasional memuat:


a. peran, fungsi, jenis, dan hierarki pelabuhan;
b. Rencana Induk Pelabuhan Nasional; dan
c. lokasi pelabuhan.
7

PERAN, FUNGSI, JENIS &


HIERARKI PELABUHAN

PERAN
PERAN SEBAGAI :

SIMPUL DALAM JARINGAN SESUAI


HIRARKI

PINTU GERBANG PEREKONOMIAN

TEMPAT KEGIATAN ALIH MODA

PENUNJANG KEGIATAN INDUSTRI


DAN PERDAGANGAN

TEMPAT DISTRIBUSI, PRODUKSI,


DAN KONSOLIDASI MUATAN

MEWUJUDKAN WAWASAN
NUSANTARA DAN KEDAULATAN
NEGARA

FUNGSI
FUNGSI, MERUPAKAN
TEMPAT KEGIATAN :
- PEMERINTAHAN;
- PENGUSAHAAN;

(PP 61/2009
pasal 4)

JENIS &
HIRARKI
JENIS PELABUHAN
:
- PELABUHAN LAUT;
- PELABUHAN SUNGAI
DANAU.

DAN

HIRARKI :
- PELABUHAN UTAMA;
- PELABUHAN PENGUMPUL;
- PELABUHAN PENGUMPAN.

URGENSI
PELABUHAN
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Infrastruktur Fasilitas Publik


Pendukung Armada Niaga Nasional
Tulang pungggung mewujudkan wawasan nusantara
Fasilitator dan penggerak perdagangan, perekonomian daerah dan
nasional
Menentukan daya saing perdagangan baik tingkat regional (ASEAN
free trade area) dan China, dan ASEAN dan global (General
Agreement on Trade and Services / GATS).
Sebagai mata rantai simpul dan jaringan angkutan di perairan
Pintu gerbang perekonomian daerah, nasional dan internasional
Alih moda transportasi di perairan.

99

9 9

Wilayah Daratan
(untuk kegiatan fasilitas pokok & penunjang)

DLKr
RENCANA INDUK
PELABUHAN
(RIP)

Wilayah Perairan
(untuk kegiatan alur pelayaran, tempat
labuh, alih muat antar kapal sandar,
pemanduan, perbaikan kapal, dll)

Wilayah perairan pelabuhan diluar DLKr,


untuk alur pelayaran dari/ke pelabuhan ,
keadaan darurat, pengembangan, kapal
mati, percobaan berlayar, dll
merupakan sistem kepelabuhanan secara nasional
yang menggambarkan perencanaan kepelabuhanan
berdasarkan kawasan ekonomi, geografi, dan
keunggulan komparatif wilayah, serta kondisi alam.
DLKp

10

PENETAPAN RENCANA INDUK


PELABUHAN, DLKr, & DLKp
Jenis Pelabuhan

Menteri

Pelabuhan Utama

Pelabuhan
Pengumpul

Pelabuhan
Pengumpan
Sungai & Danau

Gubernur

Bup./Walikota

11
11

KEGIATAN PEMERINTAHAN
DI PELABUHAN
dilaksanakan
PENYELENGGARA
PELABUHAN

12

PENGATURAN DAN
PEMBINAAN,
PENGENDALIAN DAN
PENGAWASAN KEG.
KEPELABUHANAN;

SYAHBANDAR

KESELAMATAN DAN
KEAMANAN PELAYARAN;

INSTANSI SESUAI
PERUNDANG UNDANGAN

KEIMIGRASIAN
KEPABEANAN;
KARANTINA.

KEGIATAN PEMERINTAHAN
DI PELABUHAN
Bertanggung jawab

Otoritas Pelabuhan

menteri

Komersil

PENYELENGGARA
PELABUHAN
Unit
Penyelenggara
Pelabuhan (UPP)
Non Komersil

13

UPP Pemerintah

menteri

UPP Pemda

Bupati/
walikota

TUGAS DAN WEWENANG


OTORITAS PELABUHAN

Otoritas
Pelabuhan

a. menyediakan lahan untuk pelabuhan;


b. menyediakan dan memelihara penahan gelombang, kolam
pelabuhan, alur-pelayaran, dan jaringan jalan;
c. menyediakan dan memelihara Sarana Bantu Navigasi-Pelayaran;
d. menjamin keamanan dan ketertiban di pelabuhan;
e. menjamin dan memelihara kelestarian lingkungan di pelabuhan;
f. menyusun Rencana Induk Pelabuhan, DLKr & DLKp;
g. mengusulkan tarif untuk ditetapkan Menteri,
h. menjamin kelancaran arus barang.
i. Menyediakan jasa kepelabuhanan yang belum disediakan Badan
Usaha Pelabuhan

a. mengatur dan mengawasi penggunaan lahan daratan dan


perairan pelabuhan;
b. mengawasi penggunaan DLKr & DLKp;
c. mengatur lalu lintas kapal ke luar masuk pelabuhan
d. menetapkan standar kinerja operasional pelayanan jasa
kepelabuhanan.
14

TUGAS DAN WEWENANG


UNIT PENYELENGGARA PELABUHAN (UPP)

Unit
Penyelenggaran
Pelabuhan (UPP)

15

Tugas &
tanggung jawab

a. menyediakan dan memelihara penahan


gelombang, kolam pelabuhan, dan alur-pelayaran;
b. menyediakan dan memelihara Sarana Bantu
Navigasi- Pelayaran;
c. menjamin keamanan dan ketertiban di pelabuhan;
d. memelihara kelestarian lingkungan di pelabuhan;
e. menyusun Rencana Induk Pelabuhan, serta DLKr
& DLKp;
f. menjamin kelancaran arus barang; dan
g. menyediakan fasilitas pelabuhan.

SYAHBANDAR
FUNGSI :
KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN YANG MENCAKUP, PELAKSANAAN,
PENGAWASAN DAN PENEGAKAN HUKUM DI BIDANG ANGKUTAN DI PERAIRAN,
KEPELABUHANAN, DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN MARITIM DI PELABUHAN
TUGAS :

16

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Mengawasi kelaiklautan kapal, keselamatan, keamanan dan ketertiban di pelabuhan;


Mengawasi tertib lalu lintas kapal di perairan pelabuhan dan alur-pelayaran;
Mengawasi kegiatan alih muat di perairan pelabuhan;
Mengawasi kegiatan pekerjaan bawah air dan salvage;
Mengawasi kegiatan penundaan kapal;
Mengawasi pemanduan;
Mengawasi bongkar muat barang berbahaya serta limbah bahan berbahaya dan beracun;
Mengawasi pengisian bahan bakar;
Mengawasi ketertiban embarkasi dan debarkasi penumpang;
Mengawasi pengerukan dan reklamasi;
Mengawasi kegiatan pembangunan fasilitas pelabuhan;
Melaksanakan bantuan pencarian dan penyelamatan;
Memimpin penanggulangan pencemaran dan pemadaman kebakaran di pelabuhan; dan
Mengawasi pelaksanaan perlindungan lingkungan maritim
16

SYAHBANDAR

Lanjutan.

WEWENANG :
1. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pemerintahan di pelabuhan;
2. Memeriksa dan menyimpan surat, dokumen, dan warta kapal;
3. Menerbitkan persetujuan kegiatan kapal di pelabuhan;
4. Melakukan pemeriksaan kapal;
5. Menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar;
6. Melakukan pemeriksaan kecelakaan kapal;

7. Menahan kapal atas perintah pengadilan; dan


8. Melaksanakan sijil Awak Kapal.

17
17

KEGIATAN PENGUSAHAAN
DI PELABUHAN
PELAYANAN JASA
KEPELABUHANAN
JASA KAPAL,
PENUMPANG, BARANG

a. penyediaan dan/atau pelayanan jasa dermaga


b. pengisian bahan bakar dan pelayanan air bersih;
c. fasilitas naik turun penumpang dan kendaraan;
d. jasa dermaga bongkar muat barang & peti kemas;
e. jasa gudang, alat bongkar muat, peralatan
pelabuhan;
f. jasa terminal peti kemas, curah cair, curah kering,
dan Ro-Ro;
g. jasa bongkar muat barang;
h. pusat distribusi dan konsolidasi barang;
i. jasa penundaankapal.
18

PELAYANAN JASA
TERKAIT
Kegiatan yang menunjang
kelancaran operasional &
memberikan nilai tmbah bagi
pelabuhan

Dilakukan
perseorangan / badan
usaha

Dilakukan
badan usaha

PEMBANGUNAN DAN
PENGOPERASIAN PELABUHAN
IZIN
MENTERI

GUBERNUR ATAU
BUPATI / WALIKOTA

PELABUHAN UTAMA &


PENGUMPUL

PELABUHAN
PENGUMPAN
PELABUHAN
SUNGAI & DANAU

Pembangunan pelabuhan sungai dan danau


dilaksanakan berdasarkan persyaratan teknis
kepelabuhanan,
kelestarian
lingkungan,
dengan memperhatikan keterpaduan intra dan
antarmoda transportasi.

19

TERMINAL KHUSUS & TERMINAL


UNTUK KEPENTINGAN SENDIRI
TERMINAL KHUSUS

TUKS

UNTUK MENUNJANG
KEGIATAN TERTENTU
DILUAR DLKr & DLKp

UNTUK MENUNJANG
KEGIATAN TERTENTU DI
DALAM DLKr & DLKp

hanya dapat dibangun dan dioperasikan dalam hal:


a. pelabuhan terdekat tidak dapat menampung kegiatan pokok;
b. berdasarkan pertimbangan ekonomis dan teknis operasional
akan lebih efektif dan efisien serta lebih menjamin keselamatan
dan keamanan pelayaran
wajib dipenuhi persyaratan teknis kepelabuhanan, keselamatan dan
keamanan pelayaran, dan kelestarian lingkungan dengan izin dari Menteri.
Izin pengoperasian terminal khusus diberikan untuk jangka waktu maksimal 5
(lima) tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi persyaratan
20

PERAN PEMERINTAH DAERAH


PERAN, TUGAS &
WEWENANG
a. mendorong pengembangan kawasan perdagangan, kawasan industri, dan pusat
kegiatan perekonomian lainnya;
b. mengawasi terjaminnya kelestarian lingkungan di pelabuhan;
c. ikut menjamin keselamatan dan keamanan pelabuhan;
d. menyediakan dan memelihara infrastruktur yang menghubungkan pelabuhan dengan
kawasan perdagangan, kawasan industri, dan pusat kegiatan perekonomian lainnya;
e. membina masyarakat di sekitar pelabuhan dan memfasilitasi masyarakat di wilayahnya
untuk dapat berperan serta secara positif terselenggaranya kegiatan pelabuhan;
f. menyediakan pusat informasi muatan di tingkat wilayah;
g. memberikan izin mendirikan bangunan di sisi daratan;
h. memberikan rekomendasi dalam penetapan lokasi pelabuhan dan terminal khusus.

21

Bila Pemda tidak dapat melaksanakan


peran, tugas & wewenang diambil alih
Pemerintah

22