Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Beberapa tahun belakangan ini kebutuhan terhadap minyak bumi semakin meningkat akan
tetapi jumlah produksi minyak bumi dari Cekungan Sumatra Tengah terus mengalami
penurunan. Karena kurangnya ekplorasi pencarian sumber-sumber baru, juga disebabkan
banyaknya di dapat sumur-sumur yang tidak aktif lagi (sumur tua) tetapi masih mengandung
minyak mentah sebanyak 30% hingga 60% dari kandungan aslinya (Purnomo, 2008).
Industri minyak dangas bumi merupakan salah satu industri yang berkembang sangat pesat
karena perannya yang sangat penting sebagai penghasil minyak dan gas bumi yang
masih banyak digunakan saat ini. Perkembangan industri minyak dan gas bumi jugadisebabka
n oleh kelebihan yang dimiliki oleh sumber energi minyak dan gas bumidibandingkan dengan
sumber energi yang lainnya. Kelebihan dari sumber energi minyak dan gas bumi
dibandingkan dengan sumber energi seperti kandungan energi yang dihasilkannya besar dan
wujud energinya yang berupa fluida.

Oleh sebab itu, meskipun telah banyak berkembang

penemuan mengenai sumber energi terbarukan, namun sumber energi minyak dan gas bumi
tetap menjadi sumber energi yang paling banyak digunakan di dunia. Dalam memenuhi
minyak dan gas bumi didunia, dibutuhkan pengembangan dalam mengekplorasi dan
memproduksi minyak dan gas bumi tersebut. Maka mulai dikembangkan teknologi-teknologi
yang akan mendukungdalam kegiatan tersebut. Dan sejalan dengan perkembangan teknologi
tersebut,dibutuhkan juga tenaga-tenaga profesional yang dapat memahami, menjalankan,dan
mengembangkan diri dalam kemajuan industri minyak dan gas bumi,termasuk dalam
perkembangan penelitian geokimia minyak dan gas bumi. Geokimia minyak bumi adalah
aplikasi dari prinsip-prinsip kimia untuk mempelajari asal, migrasi, akumulasi, dan alterasi
minyak bumi (minyak dan gas) dan ilmu pengetahuan ini digunakan dalam eksplorasi dan
pengendalian minyak bumi. Dengan mengetahui analisa geokimia dari batuan induknya maka
tindakan eksplorasi lanjutannya dapat dilakukan dengan cara yang sesuai.