Anda di halaman 1dari 5

ANALISA SINTESA

Nama Mahasiswa : Novan Saputra Prakasa


NPM
: 1614901110151

Tanggal : 29 Desember 2016


Ruang : Stroke Center RSUD
Ulin Banjarmasin

1. Identitas klien : Tn. M.A, 69 tahun


2. Diagnosa medis : Infark serebri + AKI (Acute Kidney Injury)
3. Tindakan keperawatan dan rasional: Pemasangan NGT
4. Diagnosa Keperawatan : Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh b/d ketidakmampuan mencerna makanan
5. Data
Tn. M.A 69 tahun dirawat di ruang Stroke Center dengan diagnosa medis
Infark serebri + AKI (Acute Kidney Injury), tanda vital TD: 140/80 mmhg,
N: 83 x/menit, R: 23 x/menit, T: 37,3 C, kesadaran stupor, GCS: E1, V1,
M2, sudah terpasang O2 NRM 10 L/m, DC, memerlukan pemberian nutrisi
Nefrisol 6x100 ml.
6. Prinsip tindakan dan rasional
a. Tahap Pra Interaksi
1. Mengecek program terapi.
2. Mencuci tangan.
3. Mengidentifikasi pasien dengan benar (nama, nomor kamar).
4. Menyiapkan dan meletakkan alat di dekat pasien.
b. Tahap Orientasi
1. Mengucapkan salam, menyapa pasien, memperkenalkan diri.
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.
3. Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien.
c. Tahap Kerja
1. Menjaga privacy.
2. Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler/fowler (jika tidak
ada kontra indikasi).
3. Memasang pengalas di atas dada.
4. Memakai sarung tangan.
5. Menentukan lubang hidung yang akan digunakan untuk memasukkan
NGT. Meminta pasien bernafas dengan menutup salah satu hidung
bergantian. Membersihkan lubang hidung yang akan digunakan.

6. Mengukur panjang NGT dan memberi tanda (perhatikan jangan


sampai selang menyentuh permukaan terkontaminasi).
7. Metode tradisional : ukur selang dari prosesus xifoideus di sternum ke
hidung dan belok ke daun telinga bawah.
8. Metode Hanson : mula-mula ukur 50 cm pada selang, beri tanda.
Kemudian lakukan pengukuran dengan metode tradisional, beri tanda.
Selang yang dimasukkan pertengahan antara tanda pertama dan tanda
kedua.
9. Menutup pangkal selang dengan spuit/klem (mencegah masuknya
udara ke dalam lambung karena dapat mengakibatkan pasien menjadi
kembung).
10. Mengolesi ujung NGT dengan jelly sesuai ukuran panjang NGT yang
akan dipasang.
11. Mengatur pasien pada posisi ekstensi kepala, dan masukkan perlahan
ujung NGT melalui hidung. Menganjurkan pasien menekuk
leher/fleksi kepala setelah NGT melewati nasofaring (3-4 cm).
12. Menganjurkan pasien untuk menelan ludah berulang-ulang bila pasien
sadar, kalau perlu berikan sedikit air minum untuk merangsang pasien
menelan.
13. Memastikan NGT masuk ke dalam lambung dengan cara mengaspirasi
NGT dengan spuit (jika posisi tepat akan keluar cairan/isi lambung).
Jika masih ragu lakukan tes kedua dengan memasukkan udara 10 cc
sambil di auskultasi di region lambung (tidak direkomendasikan untuk
memasukkan ujung NGT ke dalam gelas berisi air).
14. Menutup ujung NGT dengan spuit / klem atau disesuaikan dengan
tujuan pemasangan.
15. Melakukan fiksasi NGT di depan hidung / pipi.
d. Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi tindakan yang dilakukan.
2. Merapikan pasien dan lingkungan.
3. Mengajak pasien berdoa dan berserah kepada Allah.
4. Berpamitan dengan pasien.
5. Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula.
6. Mencuci tangan.
7. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

7. Tujuan tindakan perawatan luka dilakukan


a) Mengeluarkan isi perut dengan cara menghisap apa yang ada dalam
lambung(cairan,udara,darah,racun).
b) Untuk memasukan cairan( memenuhi kebutuhan cairan atau nutrisi)

c) Untuk membantu memudahkan diagnosa klinik melalui analisa subtansi


isi lambung
d) Persiapan sebelum operasi dengan general anaesthesia
e) Menghisap dan mengalirkan untuk pasien yang sedang melaksanakan
operasi pneumonectomy untuk mencegah muntah dan kemungkinan
aspirasi isi lambung sewaktu recovery (pemulihan dari general
anaesthesia)
8. Bahaya- bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan perawatan luka serta
cara pencegahannya:
a) Komplikasi Mekanis
Bersihkan sonde dengan menyemprotkan air sedikitnya tiap 24 jam agar
tidak terjadi sumbatan pada lumen NGT. Lekatkan sonde pada hidung
pasien dengan plester tanpa menimbulkan rasa sakit dan tinggikan kepala
pasien untuk menghindari dislokasi sonde.
b) Komplikasi pulmonal
Untuk menghindari aspirasi kecepatan aliran nutrisi tidak boleh terlalu
tinggi, letak sonde mulai hidung sampai ke lambung harus sempurna
c) Komplikasi yang disebabkan oleh tidak sempurnanya kedudukan sonde
Sonde sebelum dipasang harus diukur secara individual, lekatkan dengan
sempurna, pastikan NGT tidak bergeser.
d) Komplikasi akibat zat nutrisi
Komplikasi metabolic hiperglikemia dan komplikasi di usus (diare, perut
terasa penuh, rasa mual terutama pada masa permulaan pemberian
nutrisi).

9. Analisa Sintesa
Penurunan suplai O2 ke otak
Hipoksia cerebri
Infark jaringan otak

Gangguan persepsi sensori


Disfagia
Nurtisi kurang dari kebutuhan tubuh
Dilakukan pemasangan NGT
10. Evaluasi Hasil yang didapat dan maknanya
a) Tidak terjadi komplikasi aspirasi, nasal irritation, epistaxis,
esophagotracheal fistula sebagai dampak dari pemasangan NGT.
b) Tingkat pengetahuan pasien dan keluarga bertambah, bias diajak
kerjasama dalam melakukan asuhan keperawatan secara utuh.
c) Kebutuhan pasien terpenuhi secara adekuat (nutrisi dan cairan).

Banjarmasin, 29 Desember 2016


Ners muda,

( Novan Saputra Prakasa )


Preseptor klinik,

( Rahima F. Hakim, S.Kep., Ns )