Anda di halaman 1dari 8

REAKTOR SEMI-BATCH

1. Packed Bed Reactor (PBR) atau Fixed Bed Reactor


Fixed Bed Reactor katalitik dapat didefinisikan sebagai suatu tube silindrikal yang dapat
diisi dengan partikel-partikel katalis, beroperasi pada posisi vertical dan secara adiabatis. Selama
operasi, gas atau liquid atau keduanya akan melewati tube dan partikel-partikel katalis, sehingga
akan terjadi reaksi. Fixed bed reactor adalah reaktor yang dalam prosesnya mempunyai prinsip
kerja pengontakan langsung antara pereaktan dengan partikel-partikel katalis. Fixed bed reactor
biasanya digunakan untuk umpan (pereaktan) yang mempunyai viskositas kecil.
Reaktor Fixed Bed adalah reaktor dengan menggunakan katalis padat yang diam dan zat
pereaksi berfase gas. Butiran-butiran katalisator yang biasa dipakai dalam reaktor fixed bed
adalah katalisator yang berlubang di bagian tengah, karena luas permukaan persatuan berat lebih
besar jika dibandingkan dengan butiran katalisator berbentuk silinder, dan aliran gas lebih lancar.
Kelebihan Fixed Bed Reactor :
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Dapat digunakan untuk mereaksikan dua macam gas sekaligus.


Biaya operasi dan perawatan murah dibanding FBR.
Bisa digunakan di suhu dan tekanan tinggi.
Bisa dioperasikan dengan waktu tinggal yang bervariasi.
Kapasitas produksi cukup tinggi.
Pemakaian tidak terbatas pada kondisi reaksi tertentu (eksoterm atau endoterm) sehingga

pemakaian lebih fleksibel.


7) Aliran fluida mendekati plug flow, sehingga dapat diperoleh hasil konversi yang tinggi.
8) Pressure drop rendah.
9) Oleh karena adanya hold-up yang tinggi, maka menghasilkan pencampuran radial yang
lebih baik dan tidak ditemukan pembentukan saluran (channeling).
10) Pemasokan katalis per unit volum reaktor besar.
11) Hold up liquid tinggi.
12) Katalis benar-benar dibasahi.
13) Kontrol temperature lebih baik.
14) Transfer massa gas-liquid lebih tinggi daripada reaktor trickle bed karena interaksi gasliquid lebih besar.
Kekurangan Fixed Bed Reactor
1) Sulit dalam penjagaan distribusi aliran yg seragam.
2) Bed yg kecil lebih efektif karena internal area yang besar tapi pressure drop tinggi.
3) Regenerasi bed sulit dilakukan karena cenderung permanen.

4)
5)
6)
7)
8)
9)

Resistansi difusi intra partikel sangat besar.


Rate transfer massa dan transfer panas rendah.
Pemindahan katalis sangat sulit dan memerlukan shut down alat.
Konversi lebih rendah.
Ada kemungkinan terjadi reaksi samping homogen pada liquid.
Pressure drop tinggi.

Bentuk Fixed Bed reaktor dapat dibagi menjadi :


1) Reaktor dengan satu lapis tumpukan katalisator (Single Bed)
Sebagai penyangga katalisator dipakai butir-butir alumunia (bersifat inert terhadap zat
pereaksi) dan pada dasar reactor disusun dari butir yang besar makin keatas makin kecil,
tetapi pada bagian atas katalisator disusun dari butir kecil makin keatas makin besar.
2) Multi tube
Katalisator diisi lebih dari satu tumpuk katalisator, fixed bed dengan katalisator lebih dari
satu tumpuk banyak dipakai dalam proses adiabatic. Jika reaksi yang terjadi sangat
eksotermis pada konversi yang masih kecil suhu gas sudah naik sampai lebih tinggi dari
suhu maksimum yang diperbolehkan untuk katalisator, maka gas harus di dinginkan
terlebih dahulu kedalam alat penukar panas diluar reactor untuk di dinginkan dan
selanjutnya dialirkan kembali ke reaktor melalui tumpukan katalisator kedua, jika
konversi gas yang keluar dari tumpukan kedua belum mencapai yang direncanakan, tetapi
suhu gas sudah lebih tinggi dari yang diperbolehkan maka dilakukan pendinginan lagi
dengan mengalirkan gas kea lat penukar panas kedua kemudian di kembalikan ke reactor
yang masuk melalui tumpukan katalisator ketiga dan seterusnya sampai diperoleh
konversi yang diinginkan. Jika reaksi bersifat endotermis maka penukar panas diluar
reactor dapat digunakan untuk pemanas gas reaksi.

Industri : Pada industri pembuatan Acetic Acid yang meliputi proses oksidasi uap Ethanol
dengan udara menggunakan reaktor Fixed Bed menjadi Acetaldehyde Liquid pada
PT. Indo Acidatama.

Contoh Aplikasi Fixed Bed Reaktor

Gambar SPM 2300

SPM-2300 merupakan Simulasi Proses Reaktor fixed bed yang dapat diatur untuk
pereaksi dua gas, reaksi dapat eksotermik atau endotermis. Bentuk wujud configurasi katalitik
reaksi antara ethylene (komponen reaktan A) dengan benzen (komponen reaktan B), dalam
keadaan eksotermik, untuk menghasilkan ethylbenzene (produk C), suatu bahan kimia
intermediate yang digunakan untuk pembuatan styrene monomer.
Komponen reaktan A dan B diberi umpan untuk masing-masing empat fixed bed melewati alat
pemanas di mana temperatur dinaikkan sampai suhu reaksi optimum. Temperatur reaktan A
dijaga lebih rendah dari komponen reaktan B untuk mempertimbangkan inter-bed quenching,
suatu teknik yang digunakan untuk mengontrol temperatur reaktor fixed bed.
Stock feed reaktan A diasumsikan datang dari typical refinery FCC.

Sebagai

konsekwensi, ada suatu konsentrasi substrat inert dalam feed. Karena itu reaksinya adalah
sangat eksotermik, inert dihilangkan dalam feed untuk membantu reaktor berjalan semestinya.
Stock feed reaktan B diasumsikan untuk menjadi persediaan paling tinggi industri dan kemudian
secara efektif 100% murni untuk kepentingan simulasi ini.
Reaktor fixed bed adalah ukuran untuk mengkonversi semua komponen reaktan A
menjadi produk. Perbandingan ratio inlet molar dari komponen reaktan B ke komponen reaktan
A memerlukan perawatan untuk masing-masing reaktor. Karena aliran komponen reaktan A ke
masing-masing reaktor memerlukan perawatan yang sama, mayoritas reaktan B harus diberi

umpan kepada reaktor fixed bed yang pertama dengan hanya suatu peningkatan kecil komponen
reaktan B diberi umpan ke reaktor fixed bed yang berikutnya.
Arus Produk dibersihkan ke aliran bottom reaktor melalui suatu rangkaian kolom penyulingan.
inert adalah vented, dimampatkan kembali, dan digunakan sebagai suatu gas bahan bakar di
tempat lain di dalam reaksi itu. Komponen reaktan B dibersihkan, dan didaur ulang kembali ke
reaktor tersebut. Pemurnian arus produk adalah di luar lingkup simulasi ini.

2. Fluidized Bed Reactor (FBR)


Fluidized Bed Reactor adalah jenis reaktor kimia yang dapat digunakan untuk
mereaksikan bahan dalam keadaan banyak fasa. Reaktor jenis ini menggunakan fluida (cairan
atau gas) yang dialirkan melalui katalis padatan (biasanya berbentuk butiran-butiran kecil)
dengan kecepatan yang cukup sehingga katalis akan terolak sedemikian rupa dan akhirnya katalis
tersebut dapat dianalogikan sebagai fluida juga. Proses ini, dinamakan fluidasi. Fluidized Bed
Reaktor dapat digunakan untuk pencampuran dan pemisahan antar fasa. Fluidized Bed Reactor
adalah reaktor dengan bed terangkat oleh gas reaktan. Berfungsi untuk memprediksikan
penurunan konversi pada pencampuran di dalam reactor. Reaktor jenis ini memiliki jumlah bed
lebih sedikit dan luas permukaan lebih besar daripada PBR. Reactor jenis ini beroperasi secara
isothermal.

Keuntungannya :
1) Terjadinya regenerasi secara kontinyu.
2) Reaksinya memiliki efek panas yang tinggi.
3) Suhunya konstan sehingga mudah dikontrol.
Kekurangannya :
1) Bisa menyebabkan keausan dinding reaktor karena gerakan bed yang terus-menerus
bergesekan dengan dinding.
2) Karena bergerak terus-menerus dan antar bed bergesekan, bisa menyebabkan partikel bed
mengecil dan terikut keluar sbg produk. Sehingga perlu ditambahkan cyclone separator.

3) Adanya peningkatan keabrasivan dimana penyebabnya adalah partikel padat di dalam


proses cracking pada fluidized bed.
4) Tidak mempunyai fleksibilitas terhadap perubahan panas.
5) Rancang-Bangun kompleks sehingga biaya mahal.
6) Jarang digunakan di (dalam) laboratorium.
Kapan alat ini digunakan?
1) Partikel fluidized sangat kecil.
2) Konsentrasi intra partikel dan gradien temperaturnya diabaikan.
3) Ketika terjadi regenerasi katalis dan reaksinya memiliki efek panas yang tinggi.
4) Biasanya diameter reaktor 10-30 ft.
5) Reaktor dimana katalisnya terangkat oleh aliran gas reaktan.
Operasinya: isotermal.
Perbedaan dengan Fixed bed:

Pada Fluidized bed jumlah katalis lebih sedikit dan katalis


bergerak sesuai kecepatan aliran gas yang masuk serta memberikan
luas permukaan yang lebih besar .

Industri : Pada industri pembuatan Methanol dengan Gasifikasi Batubara.

3. Spray Tower
Alat yang digunakan untuk absorbsi gas, terdiri dari tower kosong dan satu set nozzle
untuk menyemprotkan cairan. Spray tower terdiri dari chamber-chamber besar di mana phase
gas mengalir dan masuk serta kontak dengan likuid di dalam spray nozzles. Berikut ini
menunjukan aliran phase di dalam spray tower, likuid masuk dalam spray dan jatuh karena gaya
gravitasi, serta kontak secara counter curent dengan aliran gas yang masuk. Untuk ketinggian
yang rendah, efisiensi ruang spray kira-kira mendekati packed powder, tetapi untuk ketinggian
yang melebihi 4 ft efisiensi spray turun dengan cepat. Sedangkan kemungkinan berlakunya
interfase aktif yang sangat besar dengan terjadinya sedikit penurunan, panda prakteknya
ditemukan ketidakmungkinan untuk mencegah hubungan ini, dan selama permukaan interfase
efektif berkurang dengan ketinggian, dan spray tower tidak digunakan secara luas.
Spray nozzles didesain untuk aliran likuid yang mempunyai bilangan presure drop besar
maupun kecil, untuk aliran likuid yang mempunyai flow rate yang kecil, maka cross area
kontaknya harus besar. Laju aliran yang mempunyai drop fals menentukan waktu kontak dan

sirkulasinya. Disertai dengan influensasi mass transfer antara dua phase dan harus kontak terusmenerus. Hambatan pada transfer yaitu pada phase gas dikurangi dengan gerakan swirling dari
falling likuid droplets. Spray tower digunakan untuk transfer massa larutan gas yang tinggi
dimana dikontrol laju perpindahan masa secara normal pada phase gas.
Type dari kolom absorber memiliki klasifikasi dan pemakaian yang berbeda-beda pada
operasinya. Hal ini harus dipahami secara seksama agar kita dapat lebih memahami lagi sistem
absober jeni ini.
Spray tower merupakan alat yang paling sederhana untuk absorpsi gas, terdiri dari tower
yang kosong dan satu set nozzles untuk menyemprotkan cairan. Prinsip kerja suatu spray tower
mirip dengan penyemprot cairan pada open barrel. Aliran gas kontaminan

memasuki

dasar

tower dan melewati absorben bersamaan dengan disemprotkannya cairan pada satu atau
beberapa tingkat nozzle. Untuk menyediakan permukaan cairan yang luas utuk berkontak
dengan gas, nozzles diatur untuk membasahi seluruh cross section dari tower dengan tetesan
cairan yang halus. Kekurangan spray tower adalah terbatasnya pemakaian untuk gas yang sangat
mudah terlarut atau bila tidak dibutuhkan efisiensi penyisihan yang tinggi.
Keuntungan utamanya adalah bentuknya yang benar-benar terbuka, tidak memiliki
internal kecuali pada spray nozzles. Penggunaan spray tower adalah :
Pengkondisian gas atau pendinginan
Pelembaban
Penyisihan tingkat pertama untuk partikulat dan gas
Industri :
4. Packed Column
Jenis ini adalah yang paling banyak diterapkan pada menara absorpsi. Packed Column lebih
banyak digunakan mengingat luas kontaknya dengan gas. Packed Bed berfungsi mirip dengan
media filter, dimana gas dan cairan akan tertahan dan berkontak lebih lama dalam
kolom sehingga operasi absorpsi akan lebih optimal. Beragam jenis packing telah dikembangkan
untuk memperluas daerah dan efisiensi kontak gas-cairan. Ukuran packing yang umum
digunakan adalah 3-75 mm. Bahan

yang

digunakan

dipiluh

berdasarkan

sifat

inert

terhadap komponen gas maupun cairan solven dan pertimbangan ekonomis, antara lain tanah

liat, porselin, grafit dan plastik. Packing yang baik biasanya memenuhi 60-90% dari volume
kolom.
Prinsip kerja dari packed tower adalah sebagai berikut:
Gas

yang

berasal

dari

cerobong

asap

dihisap

dengan

laju

alir

tertentu,

kemudian gas tersebut dialirkan ke packed tower melalui bawah menara, cairan dimasukkan
dari atas menara dan mengalir kebawah menara secara gravitasi. Pengkontaminan akan
larut di dalam cairan, udara bersih akan dilepaskan ke atmosfer melalui puncak menara.
Packing yang digunakan pada packed tower adalah untuk memperbesar luas permukaan
kontak antara gas dan liquid. Keuntungan dari penggunaan Packed Tower sebenarnya ada
banyak, diantaranya sebagai berikut :
1) Presure drop aliran gas rendah.
2) Dapat lebih ekonomis di dalam operasi cairan korosif karena ditahan untuk packing
keramik.
3) Biaya column dapat lebih murah dari plate column pada ukuran diameter yang sama.
4) Cairan hold up kecil.
Industri :

5. Bubble Tank
Industri :

Absorpsi Weted Wall. Online :


http://rumahdukasi.blogspot.co.id/2014/02/absorpsi
-weted-wall.html. Diakses tanggal 23 Januari 2017.
Ade, Sucitro. 2014.

Chemicalz. 2014. Perbedaan Fludized bed dan Fix bed Reactor. Online :
http://davitchemicalz.blogspot.co.id/2014/03/perbedaan-fludized-bed-dan-fixbed.html. Diakses tanggal 22 Januari 2017.
Nunulasa. 2011. Reaktor Fixed Bed. Online: https://nunulasa.wordpress.com/2011/03/10/reaktorfixed-bed/. Diakses tanggal 22 Januari 2017.