Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL TUGAS AKHIR

SEMESTER GENAP 2015 - 2016


KARYA TULIS
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Menempuh
Ujian Tugas Akhir pada Program Studi Arsitektur
Fakultas Teknik

PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR PRAGMATIK


PADA BANGUNAN SPORT CENTER
TOPIK :
GELANGGANG OLAHRAGA
TEMA :
MODERN
Disusun oleh :

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS
Jakarta, Januari 2017

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................
I.1 LATAR BELAKANG............................................................................................
I.1.1LATAR BELAKANG JUDUL PROYEK....................................................
I.1.2LATAR BELAKANG TOPIK-TEMA.........................................................
I.2TUJUAN DAN SASARAN...................................................................................
I.2.1 TUJUAN.....................................................................................................
I.2.2 SASARAN..................................................................................................
I.3 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN...................................................................
1. ASPEK MANUSIA.........................................................................................
2. ASPEK LINGKUNGAN.................................................................................
3. ASPEK BANGUNAN.....................................................................................
I.4RUANG LINGKUP PEMBAHASAN...................................................................
I.5METODE PEMBAHASAN...................................................................................
A. MEDTODE PENGUMPULAN DATA.............................................
B. METODE ANALISA DAN SINTESA .............................................
I.6 SISTEMATIKA PEMIKIRAN..............................................................................
I.7 SISTEMATIKA PEMBAHASAN.........................................................................
I.8 DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................

1.1.

LATAR BELAKANG
1.1.1. Latar Belakang Judul Proyek
DKI Jakarta1 memilikiluas sekitar 662.33 km2 dengan populasi
mencapai 10.075.310 jiwa pada tahun 2014. Sebagai salah satu kota di
Indonesia yang mendapatkan predikat kota metropolitan DKI Jakarta
merupakan pusat bisnis yang sangat sibuk dengan ditandai oleh jalanan
Ibu kota yang selalu ramai pada jam masuk dan pulang kerja.
Dalam menjalani hidupnya setiap orang memiliki rutinitas seharihari, baik itu bekerja maupun belajar.Namun rutinitas tersebut
kadangkala menimbulkan rasa bosan dan jenuh. Untuk mengusir rasa
bosan tersebut, kebanyakan orang melakukan hobi mereka di saat
memiliki waktu senggang sepertiberolahraga, rekreasi, memainkan alat
musik, dan lain-lain. Dari semuanya itu, hobi yang paling banyak
digemari adalah olahraga, karena olahraga memiliki banyak sekali
kelebihan dibandingkan hobi yang lainnya. Selain dapat membuat
badan menjadi sehat dan jauh dari penyakit, olahraga juga tidak
membuat orang merasa cepat bosan karena olahraga memiliki banyak
cabang atau jenisnya.
Keinginan manusia untuk berolahraga memotivasi dibuatnya suatu
sarana olahraga yang dapat menampung berbagai jenis olahraga,dengan
tujuan agar minat dan keinginan yang beragam terhadap berbagai jenis
olahraga tersebut dapat terpenuhi didalam satu bangunan. Akan tetapi
saat ini olahraga bukan hanya sekedar syarat untuk membuat tubuh
menjadi bugar dan sehat, tetapi olahraga telah berkembang menjadi
suatu hiburan dan rekreasi karena dapat menyegarkan jiwa dan

1http://bplhd.jakarta.go.id/SLHD2015/pdf/Buku%20I/Buku%20I%20Bab
%201F.pdf

raga.olahraga2 adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak


hanya secara jasmani tetapi juga rohani.
1.1.2. Latar Belakang Topik-Tema
Judul : Penerapan Konsep
Center
Topik : Gelanggang Olahraga
Tema : Modern

Pragmatik

pada

Bangunan

Sport

Selain untuk tempat olahraga sport center banyak didesain


semenarik mungkin yang tidak hanya menyediakan suatu lahan untuk
berolahraga tetapi dipikirkan juga bagaimana agar orang yang
berolahraga ditempat itu merasa nyaman dan terhibur. Hal itu
dikarenakan tempat olahraga bukan hanya dijadikan sekedar tempat
untuk berolahraga saja, tetapi juga dapat menjadi tempat untuk
berekreasi, berkumpul, dan bertemu banyak orang sehingga dapat
mengusir rasa bosan dan jenuh.
Kebiasaan inilah yang mendorong munculnya dibangunnya suatu
tempat yang lebih dikenal dengan nama Sport Center atau Sport
Club.Tempat tersebut menawarkan suatu tempat yang nyaman dengan
suasana yang penuh keakraban dan keceriaan untuk berkumpul bersama
rekan kerja, teman, dan keluarga.
Sport center yang akan dirancang ditujukan bagi masyarakat
umum, khususnya bagi para anak-anak muda dan orang-orang yang
sudah memiliki keluarga. Selain itu, fasilitas yang ada di sport center ini
adalah cabang-cabang olahraga seperti futsal, badminton, fitness, Volly,
basket, renang, tenis, dan playground. Desain interiornya mengambil
konsep energik yang diterapkan dalam bentuk yang modern dan
dinamis. Adapun konsep energik diambil karena kata energik sangat
erat hubungannya dengan olahraga dimana setiap orang yang
2 www.wikipedia.com/olahraga

berolahraga akan melakukan mobilitas yang tinggi karena terus


menerus melakukan gerakan yang semangat, cepat, dan lincah yang
akan diterapkan pada bentuk furnitur, atap, dan element interiornya.
Desain yang dinamis diharapkan dapat menciptakan suasana yang akan
membuat para pengunjung sport center merasa lebih bersemangat
dalam melakukan aktivitas olahraganya.
Konsep Pragmatik mempunyai keunggulan dapat mengubah
permasalahan yang ada dalam proses desain menjadi penguat pada
sebuah karya arsitektur.
Arsitektur Modern memiliki prinsip yaitu fungsional dan efisiensi.
Fungsional berarti bangunan tersebut benar-benar mampu mewadahi
aktifitas penghuninya, dan efisiensi harus mampu diterapkan ke
berbagai hal; efisiensi biaya, efisiensi waktu pengerjaan dan aspek free
maintenance pada bangunan.
Arsitektur Modern dimulai dengan adanya pengaruh Art Nouveau
yang banyak menampilkan keindahan plastisitas alam, dilanjutkan
dengan pengaruh Art Deco yang lebih mengekspresikan kekaguman
manusia terhadap kemajuan teknologi. Konsep tersebut kemudian
dimanifestasikan ke dalam media Arsitektur dan seni, serta gaya hidup.
Salah

satu

karakteristik

dari

arsitektur

modern

adalah

menyederhanakan bangunan sehingga format detail menjadi tidak perlu


dan mengadopsi prinsip bahwa bahan dan fungsi sangatlah menentukan hasil
bangunan. Diharapkan dengan menerapkan konsep pragmatik ini dapat

memaksimalkan desain bertema arsitektur modern pada bangunan sport


center tersebut.
1.2.

TUJUAN DAN SASARAN


1.2.1. Tujuan

Menciptakan suatu kawasan tempat berolahraga yang nyaman


dengan suasana yang penuh keakraban dan keceriaan untuk

berkumpul bersama rekan kerja, teman, dan keluarga.


Menyediakan tempat untuk para anak-anak muda berkumpul dan

berkreasi bersama.
Menyediakan alternatif tempat rekreasi dan pengembangan diri
yang dapat dijangkau oleh semua kalangan.

1.2.2. Sasaran
Memberi kemudahan bagi masyarakat dalam menyalurkan hobi

dan pengembangan diri


Memberikan tempatolah raga yang nyaman bagi kalangan ekonomi
menengah

ke

bawah

dan

memberi

kemudahan

bagi

masyarakatuntuk saling bersosialisasi


1.3.

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN ARSITEKTUR


Bertolak dari latar belakang yang telah diungkapkan diatas, maka fokus
penelitian ini didasari oleh beberapa permasalahan yang muncul dalam kasus
studi yamg terjadi saat ini. Dari hasil pengamatan pada kasus studi terdapat
beberapa permasalahan yang dianggap sangat penting. Permasalahan tersebut
dibagi kedalam tiga aspek yang saling berkaitan diantaranya:
1. Aspek Manusia
Bagaimana merencanakan dan mengatur pola kegiatan manusia didalam
bangunan agar tiap pengguna dapat beraktifitas satu sama lain tanpa

saling mengganggu.
Bagaimana merencanakan dan mengatur tata letak ruang-ruang dengan
sifat-sifat serta kegunaan yang berbeda agar masing-masing memiliki

akses yang jelas, teratur dan terarah.


Bagaimana bangunan ini dapat memfasilitasi pengunjungnya dengan
baik dengan standar keamanan yang telah ditentukan.

2. Aspek Lingkungan
Bagaimana memilih lokasi yang tepat agar dapat menunjang
keberadaan bangunan.

Bagaimana

merencanakan

pola

pencapaian,

sirkulasi

dalam

tapak,penentuan pintu masuk, perletakan massa, pengolahan ruang luar


dan yang sesuai agar tercapai suatu perencanaan tapak yang baik sesuai

dengan tema arsitektur yang diusung pada bangunan ini.


Bagaimana mengolah organisasi ruang sehingga konsep folding
arsitektur dapat diterapkan dengan baik dan memanfaatkan sumber daya
alam secara maksimal bagi bangunan.

3. Aspek Bangunan
Bagaimana mengolah dan menata program ruang dalam bangunan yang
mewadahi keragaman kegiatan yang terjadi melalui penzoningan yang

baik dan efisien.


Bagaimana menciptakan bangunan yang artistik dengan penerapan
konsep pragmatik dengan menyelesaikan permasalahan yang ditemukan
menjadi sebuah solusi desain yang dapat menciptakan kenyamanan bagi
para pengujung.

Permasalahan yang ada dalam perencanaan dan perancangan bangunan yang


ada di Jakarta :

1.4.

Terbatasnya site di area DKI Jakarta


Polusi di perkotaan yang semakin memperburuk udara serta kurangnya

lahan hijau untuk mengurangi populasi


Lingkungan perkotaan belum tertata dengan baik
Jaringan dan kualitas jalan, sistem drainase kota masih banyak yang

rusak atau belum mendukung.


Minimnya fasilitas umum seperti gelanggang olahraga di Jakarta.

RUANG LINGKUP PEMBAHASAN


Ruang lingkup pembahasan dalam perencanaan bangunan sport center di
Kota Jakarta, meliputi:
1. Penentuan lokasi site untuk bangunan
2. Analisis dan studi lapangan mengenai tapak yang dipilih
3. Pemecahan permasalahaan dan solusi untuk mengatasi masalah yang
ada.
4. Penerapan konsep pragmatik pada bangunan sport center.
5

5. Perencanaan program sesuai fungsi dan kegiatan pengguna bangunan.


1.5.

METODE PEMBAHASAN
Metode proses pengumpulan data pada proyek ini yaitu dengan cara studi
literatur ( buku, survey, internet, dll ).
Mempelajari segala teori yang berkaitan dengan proyek dan topik-tema,
formasi mengenai standar-standar dari perancangan, peraturan pemerintah,
dan data statistik yang berhubungan dengan proyek baik secara fisik maupun
non fisik.
A. MetodePengumpulan Data
1. Studi lapangan : mempelajari kondisi lapangan/ site yang bisa
mempengaruhi perancangan.
2. Wawancara : mengumpulkan data dan informasi serta pendapat
dari berbagai pihak yang berkaitan dengan proyek.
3. Studi banding : terhadap kasus yang serupa dengan proyek ini.
B. Metode Analisa dan Sintesa
Metode analisa dan sintesa dengan melakukan pendekatan yang
memperhatikan tiga aspek saling berkaitan, yaitu :
1. Aspek Manusia
Merupakan analisa tentang jenis pelaku kegiatan,
aktivitas, sirkulasi, kebutuhan ruang, kapasitas ruang, tata
ruang dan pola ruang luar.
2. Aspek Lingkungan
Merupakan pembahasan tentang segala sesuatu
yang berkaitan dengan lokasi (penentuan lokasi, sudut
pandang dan orientasi tapak), serta potensi yang dimiliki
pada lingkungan tersebut.
3. Aspek Bangunan
Merupakan pembahasan tentang pola gubahan
massa, pengolahan bentuk dan penampilan bangunan,
sistem utilitas (pencahayaan, penghawaan dan keamanan),
serta sistem struktur dan konstruksi.

1.6.

SISTEMATIKA PEMIKIRAN
TUJUAN DAN SASARAN
LATAR BELAKANG

Rasa bosan dan jenuh yang diakibatkanoleh


rutinitas sehari-hari.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan
gedung olah raga.
Kurangnya tempat rekreasi dan sarana
bersosialisasi.

JUDUL PROYEK

Penerapan Konsep Pragmatik


pada Kawasan Sport Center

Menyediakan sebuah tempat olahraga


yang nyaman serta dapat mewadahi
semua aktivitas social pengunjungnya
dengan baik dan dengan desain
fasade bangunan yang
memukau.Memberikan alternative
tempat hiburan yang diperuntukan

IDENTIFIKASI
PERMASALAHAN
Untuk memenuhi kebutuhan
pemerintah akan tersedianya gedung
olah raga yang memadai untuk
mewadahi segala aktifitas olah raga

TOPIK TEMA
Gelanggang Olahraga

DATA
STUDI LITERATUR, STUDI LAPANGAN, WAWANCARA, DLL

MANUSIA

BANGUNAN

LINGKUNG

FEED BACK

ANALISA

KONSEP
PERANCANGAN

1.7.

DESAIN

SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Penyusunan sistematika pembahasan secara garis besar dibagi ke dalam
beberapa tahap yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan latar belakang, identifikasi permasalahan penduduk yang hendak
diatasi, tujuan dan sasaran arsitektural, asumsi-asumsi yang membatasi ruang
lingkup pembahasan, sistematika pemikiran dan sistematika pembahasan.
BAB II TINJAUAN UMUM
Berisi tentang gambaran umum proyek rusunawa ini di daerah Kota
Jakarta seperti judul proyek, tema, lokasi, sifat/kasus proyek, sasaran, luas
bangunan, luas lahan, fasilitas direncanakan beserta tinjauan teoritis mengenai
konsep Pragmatik.
BAB III TINJAUAN KHUSUS
Tinjauan khusus proyek yang membahas tentang pengertian konsep
Arsitektur pragmatik yang diambil dan penerapan teori-teori aristektur secara
teoritis terhadap persoalan sesuai dengan tema arsitektur modern tersebut.
BAB IV ANALISA
Berisi tentang program perencanaan dan perancangan bangunan sport
center di kota Jakarta yang mencakup analisa pendekatan pelaku dan aktifitas

serta program ruang, analisa arsitektur bangunan, analisa struktur,


perlengkapan bangunan, analisa manusia, analisa pemilihan tapak lokasi dan
analisa lingkungan tapak terpilih
BAB V KONSEP
Merupakan rangkuman dari analisa atau alternatif yang terpilih dari
konsep dasar perancangan proyek rusunawa di provinsi DKI Jakarta yang di
peroleh dari penjabaran tema yang diambil konsep manusia, tampak dan
bangunan, serta perencanaan bangunan dan perlengkapan bangunan.

1.8.

DAFTAR PUSTAKA

http://bplhd.jakarta.go.id/SLHD2015/pdf/Buku%20I/Buku%20I%20Bab
%201F.pdf
http://wikipedia.com/olahraga
Neufert, Ernst, (2002), Data Arsitek 1. Jakarta : Erlangga.
Neufert, Ernst, (2002), Data Arsitek 2. Jakarta : Erlangga.