Anda di halaman 1dari 19

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.

1541314094
PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA


TN.M DENGAN JANTUNG KORONER
A PENGKAJIAN
1 Data Umum
a

Nama Kepala Keluarga

: Ny. E

b Usia

: 52 tahun

:Jln SMP 14 Rt. 03 Rw.02 Kel.Cupak Tangah Kel Pauh

Alamat dan Telepon

d Pekerjaan KK

: Ibu Rumah Tangga

Pendidikan KK

: SLTA

Komposisi Keluarga
Status Imunisasi

N
o

Nama

Hub

K dg KK

Umur

Pd
dk

Pekerjaan

BC
G

Polio

Hepatitis

K
DPT

Camp

1.

An. D L Anak

26Th

S1

Guru les

1 2 3 4 1 2 3 1 2 3

2.

An. F

21Th

S1

Mahasiswa

P Anak

Genogram

Keterangan
= Laki-laki
= Perempuan
= Klien
= Tinggal Serumah

= Cerai

ak

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

Tipe Keluarga
Tipe Keluarga Ny.E adalah tipe keluarga orang tua tunggal yaitu keluarga dengan

kepala rumah tangga duda/ janda yang terpisah, bercerai, ditelantarkan.


Ny.E tinggal bersama anaknya (An.D dan An.F ). Ny.E mengatakan tidak ada
kendala yang berarti dialami dalam keluarga. Komunikasi dan interaksi antar anggota
keluarga berjalan dengan baik.
h Suku Bangsa
Ny.E bersuku bangsa minang yaitu suku Melayu sama halnya dengan
masyarakat minang sekitar tempat tinggalnya. Ny.E tinggal dilingkungan yang
homogen akan budaya, semua masyarakat di sekitar tempat tinggal juga bersuku
minang. Ny.E juga aktif mengikuti pengajian yang diadakan di mesjid tempat dia
tinggal, Ny.E mengatakan tidak ada pantangan makananan, Ny.E masih suka
menyajikan makan bersantan, goreng-gorengan dan ada menyajikan buah dan
sayuran.Keluarga menggunakan bahasa minang sebagai alat komunikasi keluarga
dan tetangga.
Ny.E mengatakan kalau anggota keluarganya sakit ada dibawa ke pelayanan
kesehatan seperti bidan dan puskesmas, Ny.E mengatakan ada memeriksakan
kesehatan ke pelayanan kesehatan sejak Ny.E didiagnosa oleh dokter menderita
penyakut Diabetes Melitus. Ny.E mengatakan mulai mengetahui penyakitnya sejak
tahun 2007, ibu klien meninggal akibat penyakit yang sama. Sejak saat itu Ny.E
mulai makan obat gula,tapi untuk kontrol kadar gula klien tidak rutin.
i

Agama
Keluarga Ny.E semuanya beragama Islam. Ny.E melaksanakan ibadah sholat 5
waktu dirumah, dan kadang- kadang di mesjid. Ny.E mengatakan sering mengikiuti
pengajian kemesjid. Ny.E mengatakan bahwa dirinya dan anggota keluarganya
berkeyakinan bahwa segala sesuatunya itu sudah diatur oleh Allah SWT, kita tinggal
berusaha dan berdoa meminta pertolongan Allah. Terkait penyakitnya Ny.E dan
keluarga selalu berdoa untuk kesehatannya.

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

Status Sosial Ekonomi


Keluarga Ny.E tergolong kelas sosial menegah keatas. Ny.E mengatakan
sumber penghasilan keluarga dari pensiunan suami klien dan dari hasil kontrakkan
rumah kost penghasilan 4.000.000,- perbulan. Penghasilan tersebut digunakan
untuk membiayai kesehatan keluarganya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ny.E
mengatakan keluarganya tidak pernah mendapatkan dana bantuan dari dinas sosial
setempat. Ny.E mengatakan bahwa pendapatan keluarganya mencukupi untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari jika tidak ada kepentingan yang memerlukan
pengeluaran yang banyak. Pengeluaran difokuskan untuk kebutuhan sehari-hari
seperti untuk pembayaran listrik, air, kesehatan keluarga, makanan dan biaya sekolah
anak-anak. Tingkat status sosial ekonomi keluarga Ny.E adalah adekuat, dimana
keluarga

mampu

untuk

memenuhi

kebutuhan

hidup

sehari-hari,keluarga

menganggarkan dan mengatur biaya secara realitas dan pembiayaan adalah tanggung
jawab orang tua. Keluarga Ny. E memiliki kartu BPJS mandiiri yang bisa digunakan
untuk berobat kepuskesmas.
k

Mobilitas Kelas Sosial


Ny.E sebagai Ibu rumah tangga dan biaya hidup dari pensiunan suami dan
hasil kontrakkan rumah kost. Ny.E termasuk pada ekonomi kelas sosial ke atas.

2 Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


a

Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini


Tahap perkembangan keluarga Ny.E adalah tahap perkembangan keluarga dengan
keluarga anak remaja dengan tugas perkembangan sebagai berikut :
1

Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab

Mempertahankan hubungan yang intim dengan keluarga

Mempertahankan komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua. Hindari
perdebatan,kecurigaan dan permusuhan

Perubahan sistim peran dan peraturanuntuk tumbuh kembang keluarga.

b Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

Perkembangan yang belum terpenuhi adalah menyeimbangkan kebebasan


dengan tanggung jawab pada saat anak remaja telah dewasa dan semakin mandiri.
Ny.E belum bisa memberikan kebebasan pada anaknya sehingga anaknya masih
dibawah kendali Ny.E sebagai kepala keluarga. Ny. E merasa anaknya belum mampu
untuk mandiri. Ny.E mengatakan susah memberikan kebebasan pada anak disaat
pengaruh lingkungan semakin kuat.
c

Riwayat Keluarga Inti


Ny.E adalah keluarga inti dengan orang tua tunggal, tinggal bersama anaknya
(An.D dan An.F ).
Riwayat Kesehatan Keluarga Saat Ini :
a

Riwayat Kesehatan keluarga saat ini


Ny.E mengatakan saat ini menderita Diabetes Melitus yang sudah diketahui
sejak tahun 2007 atau 9 tahun. Untuk penyakit Diabetes Melitusnya klien
sudah mendapatkn obat dari puskesmas yaitu Metformin dengan dosis 2x500
mg, Gliben 1x5 mg ,dalam satu hari namun terkadang klien lupa
meminumnya. Terakhir kali klien memeriksakan gula darahnya yaitu bulan
juli 2016 dengan nilai 200 mg/dl setelah makan. Saat mahasiswa melakukan
pengkajian Ny.E merasa gula darahnya dapat klien kontrol. Selain itu, Ny.E
mengatakan untuk pola makan klien mengatakan tau tentang bagaimana pola
makan untuk pederita penyakit Diabetes Melitus seperti tidak boleh makan
terlalu banyak, porsi makan dikurangi dan tidak boleh mengkonsumsi
makanan yang manis-manis. Ny.Y juga mengatakan harus banyak olah raga
seperti jalan kaki. Ny.E mengatakan adanya keinginan untuk mengubah pola
hidupnya menjadi sehat dan mau mengurangi konsumsi makanan yang
menyebabkan kadar gula darah nya tinggi seperti makan manis yang terlalu
banyak dan akan selalu meminum obatnya tepat waktu.
Ny.E kepala keluarga dirumah. Ny.E mengatakan bahwa kondisi sering
mengeluhkan mudah lelah, dan sering pusing. Jika merasa pusing klien cek
tensi denagan anak yang kuliah di kesehatan.
An.D berumur 26 Tahun yang berjenis kelamin laki- laki seorang yang bekerja
di tempat les di kota Padang, pada saat ini keluarga anak remaja. Ny.E

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

mengatakan imunisasi anak pertama klien lengkap dan saat ini An.D tidak ada
ada masalah kesehatan dan tidak ada merasa sakit.
An.F berumur 22 Tahun yang berjenis kelamin perempuan seorang

mahasiswa di semester terakhir, yang pada saat ini keluarga anak remaja. Ny.E
mengatakan An.F. imunisasi lengkap. Saat ini An.F tidak mengalami masalah
dalam status kesehatan dan tidak ada merasa sakit.
d Riwayat Keluarga Sebelumnya
Ny.E memiliki keluarga dengan diabetes melitus yaitu ibu kandung Ny.E dan
kakak yang paling tua. Ny.E mengatakan ibu klien meninggal akibat gula darah yang
tidak terkontrol.
e

Keluarga Asal Kedua Orang Tua


Ny. E mengatakan ibu dan ayahnya sama-sama berasal dari padang. Ny.E
mengatakan kedua orang tua sudah meninggal.

3 Pengkajian Lingkungan
a

Karakteristik Rumah

Rumah keluarga Ny.E adalah rumah milik pribadi. Tipe rumah permanen dan
mempunyai 2 kamar, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 ruang dapur dan 2
kamar mandi,dan ada 1 kamar diluar rumah.Pencahayaan dan sirkulasi udara
didalam

rumah

cukup

memadai.

Ventilasi

cahaya

matahari

cukup

memadai.Lantai rumah terbuat dari semen dan dikeramik. Penataan perabotan


tertata rapi. terlihat seperti diruang tamu dengan kursi tamu dan beberapa
pajangan yang tersusun rapi, kamar juga cukup rapi. Diruangan tengah juga
terlihat TV, lemari.

Sumber air minum berasal air sumur dan kebutuhan sehari-hari menggunakan
air sumur dengan kondisi air cukup bersih, tidak berbau, dan air diambil dengan
mengunakan mesin.

Limbah rumah Ny. E dialirkan ke got di belakang rumah. Keluarga Ny.E


memiliki WC dan memiliki septictank. Sampah dikumpulkan dan diambil oleh
tukang sampah.Pada saat pengkajian kondisi rumah cukup bersih, perabotan
rumah tangga tetata rapi dan lantai cukup bersih. Tingkat keamanan rumah
cukup baik,seperti tidak pernah terjadi kebakaran ataupun kemalingan.

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

Denah Rumah Ny. E


Kama
r

Kama
r

Dapur

Kamar Tidur
Pintu Masuk

Ruang Tamu dan


Ruang Keluarga

Kamar Tidur
Kama
r

b Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW


Keluarga Ny.E tinggal di RT 03 RW 02 Kel. Cupak Tanggah. Tipe tempat
tinggal Keluarga Ny. E adalah hunian dan merupakan penduduk asli. Interaksi dan
komunikasi dengan tetangga sekitar berjalan dengan baik. Ny.E menjalin hubungan
yang baik dengan tetangga disamping rumah.
Hubungan keluarga Ny. E dengan tetangga berjalan baik. Tipe komunitas
bersifat homogen, yaitu umumnya bersuku minang. Hubungan kekeluargaan dan
masyarakat masih tinggi dalam komunitas tersebut karena semuanya masih dalam
hubungan kerabat yang sama dan sudah tinggal disana selama turun-temurun.
Sebagian besar penduduk bekerja sebagai pedagang, wiraswasta, ibu rumah tangga
dan banyak rumah kost mahasiswa. Perumahan penduduk dilingkungan rumah Ny. E
lumayan padat. jarak puskesmas dengan rumah Ny. E 5 Km. Sedang jarak Mesjid
dari rumah 0.5 Km
Kebiasaan masyarakat setempat antara lain pada perayaan hari besar seperti 17
Agustus adalah mengadakan perlombaan-perlombaan baik untuk anak-anak maupun
remaja. Disamping itu setiap minggunya diadakan wirid/pengajian bagi seluruh
anggota masyarakat setempat. Budaya yang berlaku di lingkungan tersebut adalah
umum dan mendukung kesehatan, misalnya penduduk dilarang untuk mengkonsumsi

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

minuman keras dan melakukan judi. Tingkat kepadatan penduduk padat, dan tingkat
kejahatan minim sehingga kehidupan penduduk cukup stabil.
Pelayanan kesehatan dasar yang ada dikomunitas adalah adanya posyandu yang
rutin diadakan 1x sebulan, posyandu untuk KIA. Ny. E adalah seorang kader yang
aktif dari muda. Keluarga Ny. E menggunakan fasilitas kesehatan puskesmas, rumah
sakit jika ada keluhan tentang kesehatan dan tempat beribadah keluarga di Mesjid.
Tempat sekolah tidak jauh dari lingkungan sekitar. Ny. E mengatakan lingkungan
sekitar cukup aman tidak ada kejahatan yang meresahkan.
c

Mobilitas Geografis Keluarga


Keluarga Ny. E merupakan penduduk asli dan sudah lama menetap di tempat
tinggalnya sekarang. Ny. E tinggal bersama 2 orang anaknya. Keluarga beradaptasi
dengan baik dengan lingkungan setempat yang sudah dianggap keluarga sendiri.

d Asosisasi Transaksi Keluarga dengan Komunitas


Keluarga
dapat
berinteraksi
dengan

baik

dengan

masyarakat

sekitar.Masyarakat sekitar saling berinteraksi. Keluarga tampak tetap menjaga


hubungan dengan lingkungannya. Pelayanan kesehatan/ dasar yang dimanfaatkan
keluarga dapat berupa Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik jika sakit. Namun terkadang
jika hanya demam, batuk, pilek atau penyakit-penyakit ringan lainnya hanya
mengobati dengan stok obat yang masih ada dirumah.
Ny. E mengatakan menerima jika ada yang melakukan kunjungan ke rumah
seperti dari pihak puskesmas maupun kunjungan lainnya. Ny.E mengatakan senang
dengan adanya transportasi umum yang ada di komunitasnya. Hal tersebut
mempermudah akses anggota keluarga jika ingin ke tempat tertentu. Ny.E sering
menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki kepelayanan kesehatan terdekat.
Keluarga memiliki kartu BPJS mandiri yang bisa digunakan untuk berobat
kepelayanan kesehatan. Ny. E mengatakan senang jika ada anggota masyarakat yang
datang ke rumahnya membantu keperluan keluarga, misalnya jika ada kegiatan seperti
pernikahan ataupun lainnya. Ny.E mengatakan mempunyai hubungan baik dengan
siapapun yang ada di komunitasnya.
4 Struktur Keluarga
a

Pola Komunikasi Keluarga


Komunikasi antara anggota keluarga berjalan dengan baik. Ny. E mengatakan
bahwa komunikasi antar keluarga terbuka. Komunikasi pun dilakukan secara efektif
dan berlangsung dua arah. Bahasa komunikasi sehari-hari adalah bahasa minang.

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

Keluarga mengatakan bahwa selama ini tidak terdapat hambatan dan kesulitan dalam
berkomunikasi. Ny. E mengatakan jika ada masalah yang dialami, beliau akan
mendiskusikan bersama anak nya. Setiap anggota keluarga dapat mengeluarkan
pendapat dan dapat menerima pendapat orang lain. Didalam keluarga Ny. E jarang
berkata kasar atau bertindak keras kepada anaknya. Ny. E mengatakan anak
anaknya cukup dinasehati jika ada masalah.
Diagram komunikasi berulang
Anak dengan Ibu
Anak berdiri sambil mencium tangan Ibu

Anak :
Ma, Fi pai kuliah dulu
yo Ma, mungkin beko
pulang agak talambek
Ma.

Ibu:
yo fi, hati-hati
dijalan yo jan lupo
makan.

Ibu berdiri dipintu melihat anaknya berangkat kuliah


Kesimpulan interaksi : berdasarkan komunikasi diatas proses komunikasi yang
dilakukan Ny. E dan An. F adalah proses komunikasi fungsional. Pengirim pesan
(anak) menyatakan maksud dengan tegas dan jelas yaitu mengatakan pamit mau
berangkat kuliah.

Ibu dengan Anak


Berbicara dengan nada biasa

Ibu Ny. E:
Anak :
Fi, tolong sapu rumah tadi mama alun sempat
Jadih ma,
nyapu
bia lai
Fi sapu rumah Ma

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

Anak mengangguk
Kesimpulan interaksi: pengirim (Ny.E) menyampaikan maksud dengan tegas dan jelas
yaitu meminta anak untuk menyapu rumah. Dan anak mendengarkan dan
memvalidasi isi pesan dengan menjawab dan mengangguk.
b Struktur Kekekuasaan
Hasil akhir kekuasaan
Ny. E mengatakan untuk memutuskan membeli benda benda yang berfungsi
besar seperti motor, tv, kulkas ,bahan bahan yang diperlukan untuk kebutuhan
rumah tangga dan anak serta pengeluaran rumah tangga diatur oleh Ny.E. Dalam
setiap poses pengambilan keputusan dalam keluarga apabila ada suatu masalah atau
perdebatan pendapat dalam keluaga maka dilakukan musyawarah atau diskusi untuk
mencari penyelesaian dan keputusan akhir berada di tangan kepala keluarga sesuai
dengan kesepakatan yang telah ditentukan. Dalam pengambilan keputusan keluarga
Ny. E dapat dimusyawarahkan dengan anaknya, keputusan dalam keluarga diambil
secara demokrasi dan musyawarah bersama anggota keluarga.
Proses Pengambilan Keputusan
Ny. E mengatakan pengambilan keputusan dalam keluarga dengan cara
musyawarah. Keputusan diambil dengan cara kesepakatan oleh semua anggota
keluarga.

Dasar-Dasar Kekuasaan
Ny. E mengatakan jika ada masalah kekeluargaan yang tidak bisa diselesaikan
dengan keluarga inti saja maka keluarga melibatkan ninik mamak sebagai orang yang
dituakan dan dihormati. Berdasarkan keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa
dasar-dasar kekuasan yang dipegang oleh keluaraga Ny.E adalah kekuasaan legitimasi
dimana berkenaan dengan keyakinan dan persepsi anggota keluarga ditandai dengan
adanya seorang yang mempunyai hak untuk mengendalikan perilaku dalam hal ini

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

adalah ninik mamak. Sesuai dengan hakikat dan peran ninik mamak dalam
kebudayaan minang memiliki peran istimewa (Friedman, 2010).
Variabel Yang Mempengaruhi Kekuasaan Keluarga
Kekuasaan keluarga Ny. E dipengaruhi oleh hirarki kekuatan keluarga, dimana
pria seringkali mengembangkan dan mempertahankan kekuasaannya terhadap wanita
dan orang tua hampir selalu lebih berkuasa dari pada anak-anak (Friedman, 2010).
Selain itu juga kekuasaan keluarga Ny. E dipengaruhi oleh budaya minang, yaitu dalam
mengambil keputusan tetap melibatkan ninik mamak.
Keseluruhan Kekuasaan Sistem Dan Subsistem Keluarga
Dari hasil pengkajian didapatkan bahwa landasan kekuasaan keluarga Ny. E
merupakan kekuasaan legitimasi berkenaan dengan keyakinan dan persepsi bersama
dari anggota keluarga dan ditandai dengan adanya satu orang yang mempunyai hak
mengendalikan perilaku anggota keluarga. Sesuai dengan hakikat peran dan posisi
yang dimiliki seseorang, maka mendapatkan hak-hak istimewa terkait dengan peran
dari posisinya (Friedman, 2010).
Ny.E mengatakan jika ada masalah dan dapat diselesaikan cukup dengan
keluarga inti saja, maka keputusan akhir ada pada Ny.E sebagai kepala
keluarga.Tetapi jika masalah tidak dapat diselesaikan dengan keluarga inti, maka
sesuai dengan kebudayaan minang, ninik mamak berperan dalam mengambil
keputusan.Ny.E mengaku tidak ada masalah dengan keputusan yang dibuat oleh
keluarganya selama ini karena dia meyakini semua yang diputuskan telah
dimusyawarahkan dan telah di minta pendapat juga dari yang dituakan. Ny.E
meyakini semua putusan adalah putusan terbaik untuk keluarganya.
c

Struktur Peran
Struktur Peran Formal
Ny. E berperan sebagai Ibu, dan kepala keluarga yang bertanggung jawab sebagai
pelindung dan pemberi rasa aman,dan memberi nafkah bagi keluarga selain itu
juga sebagai ibu rumah tangga yang bertugas sebagai pengurus rumah tangga,
pengasuh, pendidik anak-anaknya.
An. D berperan sebagai anak bagi Ny. E. An.D berperan sebagai anak pertama
yang berada pada tingkat perkembangan keluarga dengan anak dewasa yang

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

bertugas menjalani kebebasan yang diringi dengan tanggung jawab sehingga


semakin mandiri.
An. F berperan sebagai anak bagi Ny. E. An.F berperan sebagai anak kedua yang
berada pada tingkat perkembangan keluarga dengan anak dewasa yang bertugas
menjalani kebebasan yang diringi dengan tanggung jawab sehingga semakin
mandiri.
Peran informal dalam keluarga biasanya menunjukkan kebutuhan integrasi dan
adaptasi anggota kelompok. Misalnya kehadiran peran perantara, ketika wawancara
perantara menjawab untuk anggota keluarga lain saat tidak secara langsung ditanya
(Friedman, 2010). Dari hasil pengkajian tidak ada peran informal yang disfungsional
dalam keluarga Ny. E, masing-masing anggota keluarga berusaha mengambil tanggung
jawab dari porsi peran mereka..tidak ada peran yang dapat mempengaruhi keluarga
dalam waktu yang lama.
Analisis model peran
Ny. E mengatakan semenjak suami meninggal dia sebagai kepala keluarga ia
mencontoh gaya memimpin dari ayahnya dan gaya mendidik dari ibunya. Ny. E
mengatakan menjalani peran sebagai Ibu mencontoh gaya pola asuh ibunya. Ny.E
mengatakan mengikuti gaya orang tua mereka sebagai Ibu. Ny.E mengatakan kedua
orangtuanya saat mereka kecil mendidiknya dengan baik, memberikan pendidikan
agama dengan baik sehingga Ny.E mencontoh gaya Ibu nya. Selain itu, Ny.E
mengatakan kedua orang tuanya tidak otoriter dalam mengasuh anak-anaknya. Orang
tua Ny.E mengedapankan demokrasi dalam mengasuh anak-anaknya sehingga Ny.E
mencontoh mereka untuk mendidik anak-anaknya. Ny. E mengatakan masing-masing
anggota keluarga menjalankan peran dan fugsinya masing-masing dengan baik. tidak
ada anggota keluarga yang merasa peran anggota keluarga lain tidak sesuai. Dalam
pengkajian tidak didapatkan peran informal yang disfungsional.
Variabel yang mempengaruhi struktur peran
Latar belakang kelas sosial keluarga Ny.E adalah kelas menengah keatas
memberikan pengaruh yang baik terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Agama dan budaya minang dengan nilai nilai dan norma yang berlaku memberikan
pengaruh kepada keluarga Ny. E untuk tetap saling menjaga, menghargai dan
memberikan perhatian satu sama lainnya.

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

Ny.E mengatakan suami sudah meninggal, Ny.E selalu terbuka dengan anaknya
dan selalu saling mendukung segala keputusan yang diambil.Dalam pengurusan rumah
Ny.E mengatakan sedikit terbantu karena anak anaknya sudah besar dan sudah bisa
membantu pekerjaan rumah.
d Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga Ny. E memiliki nilai dan norma dalam membina keluarga seperti
norma-norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat. Dalam kehidupan seharihari keluarga menjalani hidup berdasarkan tutunan agama Islam, tetapi kurang
maksimal. Masing masing keluarga mematuhi aturan turan dan nilai nilai yang
berlaku dalam agama dan budaya minang seperti dalam pola komunikasi di sesuaikan
dengan usia. Keluarga juga mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan tempat
tinggal. Jika ada keluarga yang sakit biasanya di bawa ke pelayanan kesehatan seperti
klinik, Rumah sakit atau Puskesmas. Dalam kehidupan sehari-hari keluarga menjalani
hidup berdasarkan tutunan agama Islam.
5 Fungsi Keluarga
1

Fungsi Afektif
Ny E mengatakan keluarganya selalu membina hubungan yang baik dan saling
menghargai, memberikan pujian pada anaknya saat melakukan hal yang baik. Ny.E
selalu memberi perhatian kepada anak-anaknya Ny.E selalu memberi dukungan
terhadap keputusan yang dilakukan anak-anak nya yang masih dianggap wajar oleh
Ny.E. Ny.E dan anak-anaknya selalu memberikan kasih sayang satu sama lain. Hal ini
terlihat dari hubungan keluarga yang akrab, harmonis, dan hangat. Keluarga saling
mendukung, menghormati, menghargai satu sama lainnya. Rasa saling memiliki
tercipta dalam keluarga ini.
Pola kebutuhan-respon keluarga
Keluarga termasuk terbuka dalam mengatakan kebutuhan mereka, masingmasing peran dijalankan dengan menghormati peran orang lain, Ny.E sebagai seorang
ibu merupakan pendengar yang baik untuk keinginan anak-anaknya. Begitupun
sebaliknya anak-anak melakukan hal yang sama. Sebagai keluarga yang menjunjung
tinggi landasan adat dalam keluarga sesuai dengan komunikasi minangkabau
manurun, mandata dan malereng, sehingga hormat-menghormati masing-masing

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

anggota keluarga sudah dilakukan sejak keluarga terbentuk. Ny.E berusaha untuk
melengkapi semua kebutuhan keluarganya baik itu kasih sayang dan materil, sikap
terbuka mencurahkan perasaan sudah dibiasakan dalam keluarga ini, Ny.E merasa
telah berusaha memenuhi kebutuhan anaknya juga bersyukur dengan segala
kelancaran rejeki yang dia miliki .
Fungsi Sosialisasi
Ny.E mengatakan bahwa interaksi keluarganya baik. Ia hidup bersama dan
saling menyesuaikan dengan lingkungan yang ada dan berinteraksi dengan tetangga.
Keluarga Ny. E menjaga hubungan baik dengan tetangga mereka, jika ada tetangga
yang sakit, pesta dan meninggal dunia anggota keluarga Ny.E menjenguk dan ikut
peran serta membantu tetangganya. Pengasuhan terhadap anak dilakukan oleh Ny. E
karna suami sudah meninggal. Keluarga

juga

menyesuaikan dengan nilai-nilai

agama, adat dan budaya yang berasal dari keluarga. Keluarga juga mengajarkan
kepada anak-anaknya untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Fungsi Perawatan Kesehatan


Keyakinan, nilai dan perilaku kesehatan
Ny.E mengatakan jika didalam keluarga ada yang sakit Ny. E selalu membawa
ke pelayanan kesehatan seperti ke puskesmas, ke klinik dan jika sudah parah
baru di bawa ke rumah sakit.
Definisi dan tingkat pengetahuan keluarga tentang sehatsakit
Ny.E mengatakan bahwa sehat adalah kondisi bebas dari rasa sakit dan bisa
melakukan aktivitas secara bebas tanpa ada hambatan. Jika ada keluarga yang sakit
maka segera diambil keputusan untuk berobat ke pelayanan kesehatan. Sumber saran
dan informai tentang kesehatan didapat dari keluarga dan orang terdekat.
Status kesehatan keluarga dan kerentanan terhadap sakit yang dirasa
Ny.E mengatakan jika ada perubahan dalam diri anak dari biasanya berarti
anak ada mengalami gangguan kesehatan. Ny.E mengatakan anak jarang sakit cuma
kadang sakit flu kalau cuaca tidak bagus.
Praktik diet keluarga

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

Ny.E mengatakan tidak mengetahui sumber makanan dari piramida makanan.


Ny.E mengatakan dalam hal perencanaan, belanja dan persiapan makanan di dalam
rumah tangga diatur oleh Ny.E Makanan setelah dimasak diletakkan di atas meja dan
ditutup dan jika ada keluarga yang makan mengambil sendiri. Ny.E mengatakan tidak
ada aturan jam berapa makan dan aturan dalam jumlah atau porsi makan.
Ny.E mengatakan dikeluarganya biasa untuk sarapan pagi, setiap hari Ny.E
bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk keluarganya, Ny.E mengajarkan anakanaknya untuk sarapan sebelum berangkat ke kerja dan kuliah, menu sarapan pagi
keluarga Ny.E biasanya nasi goreng, lontong di tambah teh panas. Ny. E. masih sering
menyajikan makanan bersantan, goreng-gorengan dan sayuran ataupun buah-buahan.
.
Kebiasaan tidur dan beristirahat
Ny.E mengatakan dalam kebutuhan tidur dan istirahat tidak ada aturan dalam
keluarga jam berapa tidur, jika mengantuk maka tidur didalam kamar yang
disediakan, Ny.E melarang anaknya untuk tidur terlalu malam karena besok pagi
harus kerja dan kuliah. Istirahat siang kadang kadang ada tapi kadang tidak ada
tergantung kebutuhan.
Praktik aktifitas fisik dan rekreasi
Ny.E mengatakan di dalam keluarga tidak memiliki program olah raga yang
teratur karena tidak terbiasa. Rekreasi dilakukan saat liburan panjang dan semua
anggota keluarga bisa ikut..
Praktik penggunaan obat terapeutik dan penenang, alkohol serta tembakau di
keluarga.
Ny.E mengatakan untuk obat keluarga kadang kadang mengkonsumsi obat
yang dijual diwarung dan obat-obat tradisional. Jika sakit agak parah baru dibawa ke
puskesmas atau klinik. Ny.E mengatakan pada saat ini masih mengkonsumsi obat gula
nya yang didapatkan dari Rumah Sakit..
Peran keluarga dalam praktik perawatan diri
Ny.E mengatakan untuk pencegahan penyakit biasanya keluarga mengatasi
dengan banyak minum air putih. Jika sudah sakit maka segera dibawa ke pelayanan
kesehatan. Pengambilan keputusan tentang kesehatan adalah Ny. E karena Ny.E

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

pemimpin dalam rumah tangga. Jika ada anggota kelurga yang sakit saling
mendukung agar cepat sehat.
Tindakan pencegahan secara medis
Menurut Ny. E, sehat adalah keadaan kita tidak sakit dan bisa melakukan
aktivitas sehari-hari seperti biasanya tanpa ada gangguan seperti demam, sakit kepala,
sesak nafas, batuk, sakit gigi dan lain-lain. Pemeriksaan kesehatan

mata dan

pendengaran belum pernah dilakukan . Status Imunisasi pada anak anaknya Ny.E
mengatakan

imunisasi kedua anak lengkap. Untuk Kebersihan gigi dan mulut

keluarga ada gosok gigi tapi saat setelah mandi. Terkait dengan penyakit diabetes
melitus

yang diderita Ny.E juga jarang

mengontrol kesehatanya ke Pelayanan

Kesehatan. .
Terapi komplementer dan alternatif
Ny.E mengatakan tidak pernah berobat kedukun ketika ada anggota
keluarganya yang sakit. Tapi keluarga Ny.E memilih untuk berobat ke puskesmas atau
rumah sakit.
Riwayat kesehatan keluarga
Ny.E mengatakan saat ini menderita Diabetes Melitus yang diketahui dari
2007. Dengan keluhan klien juga masih mengeluhkan sering lapar namun sealu
berusaha untuk mengontrol makannya, klien juga mengatakan rasa haus juga sering
dirasakan. Saat ditanya tentang komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh penyakit
Diabetes Melitus klien mengatakan tidak mengetahui tentang komplikasi penyakitnya.
Saat ini klien masih mengkonsumsi obat penurun gula yaitu Metformin yang
didapatkan dari Rumah Sakit Tentara. Dosis yang klien dapatkan yaitu 2x500mg dan
Gliben 1x5 mg sehari. Hasil pemeriksaan gula darah terakhir yaitu 200 mg/dl yang
diperiksakan juni 2016.
Layanan perawatan kesehatan yang diterima
Saat ini keluarga Ny. E tidak menerima perawatan kesehatan. Keluarga Ny. E
akan memeriksakan kesehatanya apabila kondisi kesehatanya memburuk. Ny. E
mengatakan obat gula darahnnya masih ada.
Perasaan dan persepsi mengenai pelayanan kesehatan

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

Ny.E mengatakan pelayan kesehatan yang tersedia sangat bermanfaat untuk


kesehatan karena sanagat membantu keluarga Ny.E dalam mengetahui masalah
kesehatan yang terjadi. Ny.E juga mengatakan dengan datangnya mahasiswa dapat
menambah

pengetahuan

Ny.E

dan

keluarga

tentang

masalah

kesehatan

dikeluarganya..
Pelayanan Kesehatan Darurat
Terdapat pelayanan darurat di Puskesmas Pauh Padang, akan tetapi Ny.E juga
sering ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap.
Sumber Pembayaran
Ny.E mengatakan memiliki kartu BPJS mandiri untuk berobat ke pelayanan
kesehatan. Sehingga keluarga terbantu dalam membayar ketika berobat
Logistik untuk mendapatkan perawatan
Jarak fasilitas kesehatan terdekat dari rumah Ny. E sekitar lebih kurang 3 Kg ke
puskesmas Ny.E menggunakan motor, tapi biasa Ny. E berobat ke rumah sakit tentara
jarak lebih kurang 6kg.

Stres, Koping, dan Adaptasi Keluarga


Stresor, Kekuatan, Dan Persepsi Keluarga
Stresor Jangka Pendek
Pada stresor jangka pendek Ny.E mengatakan saat ini masalah yang
dipikirkannya adalah bagaimana untuk menjaga kesehatannya agar gula darah tidak
naik
Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Situasi/Stresor
Jangka pendek
Ny.E mengatakan selalu berdiskusi dengan anaknya mengenai masalah yang ada

dalam keluarga
Jangka panjang
Ny.E mengatakan lebih berhemat pengeluaran rumah tangga.

Strategi Koping Keluarga


Ny.E mengatakan jika ada masalah dalam keluarga Ny.E selalu berdiskusi
dengan anaknya. Keluarga berusaha untuk tidak panik dan tetap tenang, keluarga tetap
saling mensuport satu sama lain dan memecahkan masalah bersama, terbuka, jujur
dan tetap berbahagia. Tak lupa juga Ny.E berdoa kepada Allah disetiap sholatnya

Asdiyatul Rahma, S.Kep (BP.1541314094


PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KERLUARGA

disehatkan kondisinya dan selalu berdoa kepada Allah untuk kemudahan disetiap
masalah yang dialaminya.
Strategi Adaptasi Disfungsional
Keluarga Ny.E tidak memiliki strategi adaptasi yang disfungsional.
Adaptasi Keluarga
Keluarga menggunakan pengelolaan fungsi keluarga yang baik dan adaptif
dalam keluarga yaitu dengan bersikap terbuka terhadap semua masalah yang ada di
keluarga. Dalam hal penyelesaian masalah keluarga menyelesaikan dengan cara
bermusyawarah dan berdiskusi bersama anggota keluarga yang lainnya. Semua
masalah tidak membuat fungsi keluarga jadi terganggu, keluarga tetap menjalankan
fungsi dengan baik.
Melacak stressor, Koping, Adaptasi Sepanjang waktu
Setelah beberapa hari kunjungan perawat kerumah, keluarga mulai
menunjunkkan peningkatan adaptasi terhadap stressor, keluarga mulai terbiasa dengan
pola koping yang lebih baik.
4

Harapan keluarga terhadap petugas yang ada


Ny.E mengatakan berharap agar petugas kesehatan sering berkunjung ke

rumahnya agar Ia bisa mendapatkan banyak informasi tentang kesehatan.

Ny.E

mengatakan berharap pelayanan di Puskesmas lebih ditingkatkan lagi dengan


memberikan informasi tentang jaminan-jaminan kesehatan yang dapat digunakan.