Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN

SINUS BRADIKARDI

OLEH:
NAMA: MUHAMMAD SAID ARDANI
NPM: 1614901110139

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS
2017

I.

Konsep Sinus Bradikardi


I.1 Definisi Sinus Bradikardi
Bradikardia merupakan istilah yang digunkan untuk menyebut perlambatan detak
jantung. Jantung biasanya berdetak antara 60-100 kali per menit pada orang dewasa saat
istirahat. Jika Anda memiliki bradikardia, jantung Anda berdetak kurang dari 60 kali per
menit. Bradikardia dapat menjadi masalah serius jika jantung tidak memompa darah
beroksigen yang cukup untuk tubuh. Bagi sebagian orang, bradikardia mungkin tidak
menimbulkan gejala atau komplikasi. Alat pacu jantung implan dan perawatan lain dapat
memperbaiki bradikardia dan membantu jantung Anda memompa darah dengan tepat.

I.2 Etiologi Sinus Bradikardi


Bradikardia disebabkan oleh sesuatu yang mengganggu impuls listrik normal dalam
mengontrol laju aksi pemompaan jantung. Banyak hal yang dapat menyebabkan atau
memberikan kontribusi untuk masalah dengan sistem listrik jantung seperti :
a. Kerusakan jaringan jantung yang berhubungan dengan penuaan.
b. Kerusakan jaringan jantung akibat penyakit jantungatau serangan jantung.
c. Tekanan darah tinggi(hipertensi).
d. Gangguan jantungsaat lahir(cacat jantung bawaan).
e. Infeksi jaringan jantung (miokarditis).
f. Komplikasi operasi jantung.
g. Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme).
h. Ketidak seimbangan zat yang berhubungan dengan mineral yang diperlukan untuk
menjalankan impuls listrik (elektrolit).
i. Gangguan pernapasan berulangsaat tidur(obstructive sleep apnea).
j. Penyakit radangseperti demam rematik atau lupus.
k. Penumpukan zat besi dalam organ(hemochromatosis).
l. Beberapa obat untuk gangguan irama jantung lainnya, tekanan darah tinggi dan
psikosis.

I.3 Tanda Gejala Sinus Bradikardi


Jika Anda memiliki bradikardia, otak dan organ lainnya mungkin tidak akan
mendapatkan pasokan oksigen yang memadai. Hal tersebut membuat Anda mengalami
gejala bradikardia seperti :
a. Pingsan atau hampir pingsan (sinkop atau presinkop)
b. Pusing
c. Lemas
d. Kelelahan
e. Sesak napas
f. Nyeri dada
g. Kebingungan atau masalah memori
h. Mudah lelah pada saat melakuka aktifitas fisik
Detak jantung pada saat istirahat yang lebih lambat kurang dari 60 kali per menit
mungkin normal bagi sebagian orang, terutama untuk orang dewasa muda yang sehat dan
atlet terlatih. Bagi orang-orang ini, bradikardia tidak dianggap sebagai masalah
kesehatan.

I.4 Patofisiologi Sinus Bradikardi


1.4.1

Sirkuit listrik jantung


Bradikardia terjadi ketika sinyal-sinyal listrik melambat atau terhambat. Jantung
terdiri dari empat ruang yaitu dua ruang atas (atrium) dan dua ruang bawah
(ventrikel). Irama jantung biasanya dikendalikan oleh alat pacu jantung alami
(sinus node) yang terletak di atrium kanan. Sinus simpul menghasilkan impuls
listrik yang memulai setiap detak jantung. Dari simpul sinus, impuls listrik
melakukan perjalanan melintasi atrium sehingga menyebabkan atrium berkontraksi
dan memompa darah ke dalam ventrikel. Impuls listrik kemudian sampai pada
suatu kelompok sel-sel yang disebut atrioventrikular (AV) node.

AV node mengirimkan sinyal ke kumpulan sel khusu yang disebut berkas His. Selsel ini mengirimkan sinyal ke cabang ventrikel kiri melayani ventrikel kiri dan
cabang kanan yang melayani ventrikel kanan. Ketika impuls listrik bergerak
menuruni cabang-cabang ini, ventrikel akan berkontraksi dan memompa darah.
Ventrikel kanan mengirimkan darah kaya oksigen ke paru-paru dan ventrikel kiri
mengirim darah yang kaya oksigen ke tubuh.
1.4.2

Masalah sinus simpul


Bradikardia sering dimulai pada simpul sinus. Detak jantung yang lambat dapat
terjadi karena sinus simpul :
a) Melepaskan impuls listrik pada saat detak jantung lebih lambat dari tingkat
normal.
b) Berhentiataugagaluntuk melepaskanpadatingkat detak normal.
c) Melepaskan impuls listrik yang diblokir sebelum menyebabkan atrium
berkontraksi.
Pada beberapa orang, masalah sinus simpul dapat menyebabkan pergantian antara
detak jantung dan cepat (sindrom bradikardi-takikardia).

1.4.3

Blok jantung (blok atrioventrikular)


Bradikardia juga dapat terjadi karena sinyal-sinyal listrik yang ditransmisikan
melalui atrium tidak ditransmisikan ke ventrikel (blok jantung atau blok
atrioventrikular). Gangguan sinyal listrik dapat terjadi di AV node, berkas His atau
di suatu tempat di sepanjang cabang kiri dan kanan yang mengirimkan sinyal listrik
ke ventrikel. Blok jantung diklasifikasikan berdasarkan sejauh mana sinyal dari
atrium mencapai ruang pompa utama jantung (ventrikel).
a) Derajat pertama blok jantung: Dalambentuk paling ringandariblokjantung,
semuasinyal-sinyal listrikdariatriummencapaiventrikel, tetapi sinyal sedikit
melambat. Derajat pertama blok jantung jarang menyebabkangejaladan
biasanyatidak

memerlukanpengobatan

jikatidak

adakelainanlaindalam

konduksisinyal listrik.
b) Derajat kedua blok jantung: Dalam derajat kedua blok jantung, tidak semua
sinyal-sinyal listrik mencapai ventrikel. Beberapa denyut yang menurun
menghasilkan irama lambat dan terkadang tidak teratur.

c) Derajat ketiga blok jantung: Dalam derajat ketiga blok jantung, tidak ada
impuls listrik dari atrium mencapai ventrikel. Ketika ini terjadi, berkas His
atau jaringan lain dari ventrikel menggantikan fungsi alat pacu jantung
Penggantian ini mengakibatkan impuls listrik menjadi lambat dan terkadang
tidak bisa diandalkan untuk mengendalikan irama ventrikel.
d) Blokade cabang berkas: Gangguan sinyal listrik di suatu tempat di cabang
berkas kanan atau kiri di dekat ujung jalur untuk impuls listrik disebut blok
cabang berkas. Betapa seriusnya blok cabang berkas tergantung pada cabang
yang terkena, kehadiran jenis lain blok jantung dan tingkat kerusakan jaringan
jantung.

I.5 Pemeriksaan Penunjang Sinus Bradikardi


Untuk mendiagnosa kondisi Anda, dokter akan meninjau gejala, riwayat medis dan
keluarga serta melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan melakukan serangkaian
tes untuk mengukur detak jantung, membangun hubungan antara detak jantung yang
lambat dan gejala serta mengidentifikasi kondisi yang dapat menyebabkan bradikardia.
Elektrokardiogram yang disebut juga ECG atau EKG adalah alat utama untuk
mengevaluasi bradikardia. EKG menggunakan sensor kecil (elektroda) yang melekat
pada dada dan lengan untuk merekam sinyal-sinyal listrik ketika mereka melakukan
perjalanan melalui jantung. Dokter dapat melihat pola antara sinyal-sinyal ini untuk
menentukan jenis bradikardia yang Anda miliki.
Dokter mungkin juga merekomendasikan penggunaan perangkat EKG portabel di rumah
untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai denyut jantung dan membantu
membangun hubungan antara denyut jantung yang lambat dan timbulnya gejala.
Perangkat ini meliputi :
a. Holter

monitor:

PerangkatEKGportabelinidibawa

dalam

sakuataudikenakan

padasabukatautalibahu. Hal ini dapatmerekamaktivitas jantung selama 24 jam.


Dokter mungkin akan meminta Anda untuk membuat catatan harian mengenai detak
jantung selama Anda menggunakan holter monitor. Dengan cara tersebut, Anda bisa
lebih mudah menjelaskan gejala yang Anda alami kepada dokter.
b. Perekam kegiatan: PerangkatEKGportabelini dimaksudkan untukmemonitoraktivitas
jantungAndaselama

beberapaminggu

mengaktifkannyaketikaAnda

hingga

mengalami

gejala

beberapabulan.
yangmungkin

Anda

hanya

berhubungan

dengandetak jantung yang lambat. Bila Andamerasakan gejala, Andamenekan

tombol

dan

EKG

strip

beberapa

menitsebelumnyadan

menitdirekam.

Hal

ini

memungkinkandokter

untuk

setelahbeberapa
menentukanirama

jantungAndapada saatgejala
Dokter mungkin juga menggunakan pemantau EKG saat melakukan tes lain untuk
memahami dampak dari bradikardia. Tes ini meliputi :
a. Tilt table test: Tes inimembantudokter Andalebih memahami bagaimana bradikardia
menyebabkan pingsan. Anda berbaring di atas meja khusus dan kemudian mejadi
miringkan seperti ketika Anda berdiri. Perubahan posisi dapat menyebabkan pingsan
dan membantu dokter untuk membuat linkantara denyut jantung dan episode
pingsan.
b. Tes olahraga: Dokter dapat memantau detak jantung saat Anda berjalan di atas
treadmill atau naik sepeda stasioner untuk melihat apakah detak jantung meningkat
pada saat menanggapi aktivitas fisik.
Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk mengkonfirmasi kemungkinan kondisi
yang mungkin berkontribusi terhadap bradikardia seperti infeksi, hipotiroidisme atau
ketidakseimbangan elektrolit. Jika apnea tidur diduga berkontribusi terhadap bradikardia,
Anda dapat menjalani tes untuk memantau tidur Anda.

I.6 Komplikasi Sinus Bradikardi


Komplikasi bradikardia yang tidak diobati bervariasi tergantung pada betapa lambatnya
denyut jantung, di mana masalah konduksi listrik terjadi dan kerusakan yang mungkin
ada dalam jaringan jantung. Jika bradikardia cukup signifikan untuk menimbulkan gejala,
kemungkinan komplikasi dari denyut jantung yang lambat mungkin termasuk :
a. Sering pingsan
b. Ketidakmampuanjantung untuk memompacukupdarah(gagal jantung)
c. Serangan jantung mendadakatau kematian mendadak

I.7 Penatalaksanaan Sinus Bradikardi


Pengobatan untuk bradikardia tergantung pada jenis masalah konduksi listrik, tingkat
keparahan gejala dan penyebab denyut jantung menjadi lambat. Jika gangguan yang

mendasari seperti hypothyroidism atau apnea tidur obstruktif menyebabkan bradikardia,


pengobatan gangguan dapat memperbaiki bradikardia.
Umumya bradikardia tidak perlu di obati klau tidak menimbulkan keluhan pada pasien.
Tetapi bila bradikardi > 40/menit dan menyebabkan keluhan pada pasien maka sebaikkan
di obati dengan pemberian sulfas atrofin yang dapat diiberikan pada intra vena. Sampai
bradikardia dapat diatasi.
Beberapa obat untuk mengobati kondisi jantung lainnya dapat menyebabkan bradikardia.
Jika Anda memiliki masalah jantung lainnya, dokter akan memeriksa obat yang Anda
gunakan dan mungkin merekomendasikan pengobatan alternatif. Mengubah obat atau
menurunkan dosis dapat memperbaiki masalah yang berhubungan dengan bradikardia.
Jika pengobatan alternatif tidak memungkinkan dan gejala memerlukan perawatan, Anda
mungkin memerlukan alat apacu jantung.
a. Alat pacu jantung
Alat pacu jantung adalah sebuah perangkat yang dioperasikan dengan baterai yang
berukuran seperti ponsel yang ditanam di bawah tulang selangka. Kabel dari
perangkat diulir melalui pembuluh darah dan dalam jantung. Elektroda akan
dilekatkan di ujung kabel pada jaringan jantung.
Alat pacu jantung akan memantau detak jantung Anda dan menghasilkan impuls
listrik yang diperlukan untuk mempertahankan detak jantung yang tepat.
Kebanyakan alat pacu jantung juga mengambil dan merekam informasi yang dapat
digunakan ahli jantung Anda untuk memantau jantung. Anda mungkin harus
menjalani berobat jalan secara teratur untuk memeriksa jantung dan memastikan alat
pacu jantung berfungsi dengan tepat.
b. Pencegahan
Cara yang paling efektif untuk mencegah bradikardia adalah dengan mengurangi
risiko terkena penyakit jantung. Jika Anda sudah memiliki penyakit jantung,
memonitor dan mengikuti rencana pengobatan dapat menurunkan risiko bradikardia.
Mengobati atau menghilangkan faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit
jantung dapat dilakukan dengan cara :
1) Berolahraga secara teratur dan menerapkan pola makan yang sehat.

2) Menjaga berat badan tetap ideal karena obesitas berkontribusi terhadap


pengembangan gangguan jantung.
3) Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol.
4) Jangan merokok dan minum alkohol.
5) Jangan menggunakan obat penenang.
6) Mengendalikan stress dan belajar teknik mengatasi stress dengan cara yang
sehat.
7) Sering melakukan check-up medis.
8) Memantau danmengobati penyakit jantungyang sudah ada
Jika Anda sudah memiliki penyakit jantung, ada beberapa langkah yang dapat Anda
ambil untuk menurunkan risiko mengembangkan bradikardia atau gangguan irama
jantung lain :
I.8 Pathway Sinus Bradikardi

II. Rencana Asuhan Keperawatan Klien dengan Sinus Bradikardi


II.1Pengkajian
2.1.1 Riwayat Keperawatan
2.1.1.1 Keluhan utama
Keluhan yang dirasakan pasien saat pengkajian:
2.1.1.2 Riwayat kesehatan sekarang
Riwayat penyakit yang diderita pasien saat masuk rumah sakit, sejak
kapan timbul demam, sifat demam, gejala lain yang menyertai demam
(misalnya mual, muntah, nafsu makan, eliminasi, nyeri otot dan sendi,
dll), apakah menggigil, dan gelisah.
2.1.1.3 Riwayat penyakit terdahulu
Riwayat penyakit yang sama atau penyakit lain yang pernah diderita oleh
pasien,
2.1.1.4 Riwayat kesahatan keluarga
Riwayat penyakit yang sama atau penyakit lain yang pernah diderita oleh
2.1.2

anggota keluarga yang lain baik bersifat genetik atau tidak.


Pemerisaan : Data Fokus
2.1.2.1 Observasi irama jantung
2.1.2.2 Monitoring perkembangan dan durasi (lama waktu) bradikardi

2.1.2.3 Evaluasi toleransi pasien pada saat istirahat dan beraktivitas


2.1.2.4 Tinjau kembali penggunaan obat/yang sudah diberikan
2.1.2.5 Periksa dengan petugas kesehatan mengenai penghentian obat yang
dapat menekan fungsi SA node seperti digoxin, Beta-Adenergic blocker
atau calcium chaneel Blocker
2.1.2.6 Sebelum pemberian obat pastikan Heart Rate dalam batas aman
II.2Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul
Diagnosa I : Penurunan Curah Jantung 00029
2.2.1 Definisi
Ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan
merabolik tubuh .
Batasan Karakteristik
a. Perubahan frekuensi/Irama Jantung
b. Perubahan Preload
c. Perubahan Afterload
d. Perubahan Kontraktilitas
2.2.3 Faktor yang berhubungan
a.
Perubahan afterload
b.
Perubahan frekuensi jantung
c.
Perubahan irama jantung
d.
Perubahan kontraktilitas
e.
Perubahan preload
f.
Perubahan Volume sekuncup
2.2.2

II.3Perencaan
Diagnosa I : Penurunan Curah Jantung
2.3.1 Tujuan dan Kriteria Hasil (outcomes criteria) : Berdasarkan NOC
a. Efektifitas Pompa Jantung : Keadekuatan volume darah yang ijeksikan dari
ventrikel kiri untuk mendukung tekanan perfusi sistemik
b. Status Sirkulasi : Tingkat pengaliran darah yang tidak terhambat, satu arah,
dan pada tekanan yang sesuai melalui pembuluh darah besar aliran sistemik
dan pulmonal
c. Perfusi Jaringan : Jantung : Keadekuatan aliran darah yang melewati
vaskulatur coroner untuk mempertahankan fungsi organ jantung
d. Perfusi Jaringan : Serebral : Keadekuatan aliran darah yang melewati
vaskulatur serebral untuk mempertahankan fungsi otak
e. Status tanda vital : Tingkat suhu, nadi ,pernafasan , dan tekanan darah dalam
rentang normal
2.3.2 Intervensi keperawatan dan rasional : Berdasarkan NIC
a.
b.
c.
d.
e.

Perawatan Jantung
Perawatan Sirkulasi: Insufisiensi arteri: Alat bantu mekanis : Insufiensi vena
Regulasi Hemodinamik
Manajemen Syok : Volume : Jantung
Pemantauan Tanda Vital

III.

Daftar Pustaka
S. Moorhead, M. Johnson. et al.(Eds) 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC)
Indonesia:Mocomedia
T.H. Herdman, S.Kamitsuru. et al(Eds) 2017, Diagnosis Keperawatan Definisi &
Klasifikasi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran (EGC)
G.M. Bulechek, H.K.Butcher. et al (Eds) 2013. Nursing Interventions Classification
(NIC).Indonseia : Mocomedia
J.M. Wilkinson, N.R.Ahern (Eds) 2012. Buku Saku Diagnosis Keperawatan (Edisi 9).
Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran (EGC)
https://captoprimedicine.wordpress.com/2015/04/24/sinus-bradikardi/

http://www.alodokter.com/bradikardia

Banjarbaru,

Januari 2017

Preseptor Akademik,

Preseptor Klinik

(...)

(.)