Anda di halaman 1dari 2

KARAKTERISTIK TEORI PERKEMBANGAN PIAGET

Karakteristik teori perkembangan piaget adalah:


1. Teori Piaget membahas kognitif atau intelektual. Perkembangan intelektual erat
hubungannya dengan belajar, sehhingga perkembangan intelektual ini dapat
dijadkan landasan untuk memahami belajar (Budiningsih, 2004).
2. Belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi akibat
adanya pengalaman dan sifatnya relatif tetap. Teori Piaget mengenai terjadinya
belajar didasari atas 4 konsep dasar, yaitu skema, asimilasi, akomodasi dan
keseimbangan. Piaget memandang belajar itu sebagai tindakan kognitif, yaitu
tindakan yang menyangkut pikiran. Tindakan kognitif menyangkut tindakan
penataan dan pengadaptasian terhadap lingkungan (Hartinah, 2008).
3. Piaget menginterpretasikan perkembangan kognitif dengan menggunakan
gambar berikut :

Gambar 1. Perkembangan Kognitif Piaget


(Sumber: Ormrod, 2012)

4. Orang tua dimulai dengan meninjau anak yang sudah memiliki pengalaman
yang khas, yang berarti anak sudah memiliki sejumlah skemata yang khas.
Pada suatu keadaan seimbang sesaat ketika ia berhadapan dengan stimulus
(bisa berupa benda, peristiwa, gagasan) pada pikiran anak terjadi pemilahan
melalalui memorinya. Dalam memori anak terdapat 2 kemungkinan yang dapat
terjadi yaitu: terdapat kesesuaian sempurna antara stimulus dengan skema yang
sudah ada dalam pikiran anak atau terdapat kecocokan yang tidak sempurna,
antara stimulus dengan skema yang ada dalam pikiran anak. Kedua hal itu
merupakan kejadian asimilasi (Dalyono, 2005).
5. Kejadian kesesuaian yang sempurna itu merupakan penguatan terhadap skema
yang sudah ada. Stimulus yang baru (datang) tidak sepenuhnya dapat
diasimilasikan ke dalam skemata yang ada. Di sini terjadi semacam gangguan
mental atau ketidakpuasan mental seperti keingintahuan, kepedulian,

kebingungan, kekesalan, dsb. Dalam keadaaan tidak seimbang ini anak


mempunyai 2 pilihan: melepaskan diri dari proses belajar dan mengabaikan
stimulus atau menyerah dan tidak berbuat aa-apa (jalan buntu) atau memberi
tanggapan terhadap stimulus baru itu baik berupa tanggapan secara fisik
maupun mental. Bila ini dilakukan anak mengubah pandangannya atau
skemanya sebagai akibat dari tindakan mental yang dilakukannya terhadap
stimulus itu. Peritiwa ini disebut akomodasi (Dalyono, 2005).
DAFTAR PUSTAKA
Budiningsih, C.A. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Dalyono. 2005. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Hartinah, S. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Refika Aditama.
Ormrod, J.E. 2012. Human learning. United States of America: Pearson
Education.