Anda di halaman 1dari 40

SAMPUL

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat tuhan yang maha esa yang telah memberikan dan bimbingan-nya
sehingga tugas makalah ini dapat terselesaikan. Tugas makalah ini dengan judul sistem
operasi opensource solaris merupakan tugas yang ditunjukan untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah. Penulis dalam menyelesaikan makalah ini banyak mendapat bantuan dari
berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak lansung. Penulis menyadari bahwa tugas
makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik yang membangun
sangat di harapkan untuk menyempurnakan tugas makalah ini.semoga tugas makalah ini
dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca sakalian umumnya.

KELOMPOK 6 ORACLE SOLARIS

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

..................................................................................... X

BAB I PENDAHULUAN

..................................................................................... X

1.1 Latar Belakang


1.2 Batasan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian

..................................................................................... X
..................................................................................... X
..................................................................................... X

BAB II PEMBAHASAN

..................................................................................... X

2.1 Sejarah Linux Solaris


2.2 Cara Install
2.3 Dasar Operasional
2.4 Dasar Manajemm
2.5 Kelebihan Dan kekurangan

.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................

BAB III PENUTUP

..................................................................................... X

3.1 Kesimpulan

..................................................................................... X

KELOMPOK 6 ORACLE SOLARIS

X
X
X
X
X

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem operasi komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas
untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar
sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data
yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam
bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian :
1. Mekanisme Boot, yaitu meletakan kernel ke dalam memory kernel, kernel dapat
dikatakan sebagai inti dari Sistem Operasi.
2. Command Interpreter atau Shell, bertugas untuk membaca input berupa perintah dan
menyediakan beberapa fungsi standar dan fungsi dasar yang dapat dipanggil oleh
aplikasi/program maupun piranti lunak lain. Contoh dari Shell adalah : Command
prompt pada Windows Xp (DOS pada Windows 98), XTerm dan Konsole di Mesin
Linux (Unix).
3. Resource Allocator. Sistem Operasi bertugas mengatur dan mengalokasikan sumber
daya dari perangkat.
4. Handler. Handler berperan dalam mengendalikan sistem perangkat agar terhindar dari
kekeliruan (error) dan penggunaan sumber daya yang tidak perlu.
5. Driver untuk berinteraksi dengan hardware sekaligus mengontrol kinerja hardware.
Untuk fungsi-fungsi perangkat keras seperti sebagai masukan dan keluaran dan alokasi
memori, sistem operasi bertindak

sebagai perantara antara program aplikasi dan

perangkat keras komputer, meskipun kode aplikasi biasanya dieksekusi langsung oleh
perangkat keras dan seringkali akan menghubungi OS atau terputus oleh itu. Sistem
operasi yang ditemukan pada hampir semua perangkat yang berisi komputer-dari ponsel
dan konsol permainan video untuk superkomputer dan server web.

1.2 Batasan Masalah


1.2.1 Bagaimana sistem operasi solaris bisa tercipta?
1.2.2 User interface apa sajakah yang terdapat di sistem operasi solaris?
1.2.3 Aplikasi bawaan apa saja yang terdapat di sistem operasi solaris?
1.2.4 Apa sajakah kelebihan dan kekurangan sistem operasi solaris?
1.2.5 Bagaimanakah spesifikasi minimum untuk menjalankan solaris?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Organisasi dan Arsitektur Komputer. Selain itu, agar kita dapat mengetahui lebih
detail apa yang dimaksud dengan sistem operasi komputer dan jenis-jenisnya.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Linux Solaris
Solaris merupakan suatu operasi system turunan asli dari varian kernel Unix yang
dikembangkan pada tahun 1969 oleh American Telephone and Telegraph (AT&T).
Solaris pada umumnya digunakan untuk menjalankan web server dan database server.
Sejak Sun memulai membangun Solaris, pangsa pasar ditujukan untuk perusahaan
menengah ke atas (Enterprise). Solaris juga membangun sebuah operasi system yang

berfokus pada bagaimana Solaris bisa berjalan dengan baik dan stabil dengan
membandingkan operasi system dengan turunan Unix lainnya. Solaris memberikan
dukungan pada kemampuan Multiprocessor, bagaimana mengatasi deadlock, bagaimana
menjaga dan meningkatkan CPU dan bagaimana teknik memanajemen Memory yang
baik. Jika dilakukan perbandingan multiprocessor pada mesin yang sebanding antara
Solaris 10 x86, RedHat Enterprise Linux 4, RedHat Enterprise Linux 5 dan Windows
Server 2003 R2. Solaris lebih unggul dalam stabilitas, efisiensi dan juga memiliki kinerja
terbaik pada sebuah system operasi.
UNIX merupakan salah satu sistem operasi (operating system, OS) yang populer sebagai
server saat ini. Hal ini disebabkan oleh populernya internet.Kenapa hal ini terjadi, karena
UNIX adalah sistem operasi pertama yangmenerapkan protokol TCP/IP (aturan standard
internet) pada proyek yangsponsori oleh DARPA (departemen pertahanan AS) untuk
menghubungkan antar komputer dalam suatu jaringan. UNIX yang dipakai saat itu
adalah UNIX BSDversi 4.2.
Unix awalnya dikembangkan oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie pada tahun 1969
di laboratorium AT&T Bell. Saat itu, ada proyek yang kurangsukses dengan nama
MULTICS. Sistem UNIX yang dikembangkan di atas DECPDP-7 ini diberi nama UNIX
sebagai sindiran terhadap MULTICS. Pada mulanyasistem ini dikembangkan dalam
bahasa

assembly. Akan

tetapi, karena

portabilitasnya

rendah sehingga

sulit

dikembangkan di sistem lain, maka olehDennis Ritchie dikembangkan dengan bahasa


pemograman baru yang disebut bahasa C pada tahun 1973. Sistem UNIX kemudian
berkembang di lingkungan perguruan tinggi dan mulai bermunculan variasi dari sistem
UNIX ini. Varianyang utama adalah UNIX BSD, yang merupakan singkatan dari
BerkeleySoftware Distribution yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas
Berkeleyyang bernama Bill Joy, dan UNIX System V.
Dari perkembangan UNIX ini lahirlah Solaris dalam kurun waktu sebagai berikut :
1965 : Bell Laborotaries bergabung dengan MIT dan General Electricmengembangkan
Multics
1970 : Ken Thompson dan Dennis Ritchie mengembangkan UNIX
1971 : Versi B-Language dari sistem operasi jalan pada PDP-11
1973 : UNIX ditulis ulang dalam bahasa C
1974 : Thomson dan Ritchie mempublikasikan paper dan memacu
antusiasme yang besar terhadap UNIX di kalangan akademisi. Berkeleymulai

mengembangkan BSD.
1975 : Versi license pertama UNIX BSD diluncurkan.
1979 : Bill Joy memperkenalkan Berkeley Enhancements sebagai BSD4.1
1982 : AT&T pertama kali memasarkan UNIX. Sun Microsystem berdiri(Sun singkatan
dari Stanford University Network). Di perusahaan inilahBill Joy sang pengembang
UNIX BSD bergabung.
1983 : Sun Microsystem memperkenalkan SunOS
1984 : Sekitar 100.000 situs UNIX tersebar di seluruh dunia.
1988 : AT&T dan Sun mengawali pekerjaan pengembangan SVR4(System V Release 4)
yang merupakan versi gabungan dari UNIX (BSD &System V).
1988 : OSF (Open Software Foundation) dibentuk, kemudian sebagaicounternya AT&T,
Sun, Data General, dan Unisys membentuk UI (UNIXInternational)
1989 : AT&T meluncurkan System V, release 4
1990 : OSF merluncurkan OSF/1
1992 : Sun memperkenalkan Solaris, yang berbasis System V, Release.SunOS yang
berbasis BSDF UNIX, akan di nonaktifkan.
1993 : Novell membeli UNIX dari AT&T
1994 : Solaris 2.4 tersedia
1995 : Santa Cruz Operation membeli UNIXware dari Novell. SCO danHP
mengumumkan kerja sama untuk mengembangkan UNIX versi 64-bit.Solaris 2.5
tersedia di pasaran. Pada tahun ini juga Linux, versi UNIXyang ditulis oleh Linus
Tovalds secara aktif dikembangkan dan mengalami perkembangan yang pesat dengan
berkembangnya Internet di manakomunitas developer dapat dengan mudah saling
berhubungan secaraonline.
1997 : Solaris 2.6 tersedia di pasaran
1998 : Solaris 7 tersedia di pasaran
2000 : Solaris 8 tersedia di pasaran
2001 : Solaris 9 Beta testing Q3
2004 : Solaris 10 diluncurkan di pasaran. Pada versi ini Sun berencanauntuk menjadikan
Solaris sebagai open source. Pada versi ini Solaris dapatmenjalankan aplikasi-aplikasi
yang jalan pada Linux secara native. Padaversi sebelumnya, untuk dapat menjalankan
aplikasi yang jalan di Linux pada Solaris harus diinstall suatu package yang disebut
Janus dandijalankan sebagai suatu service.

2.2 Cara Install


Untuk penginstalan sistem operasi Solaris, membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai
1 jam saja tergantung dari kemampuan pc atau laptop yang akan dipasangkan sistem
operasi tersebut. Disini kami menggunakan aplikasi VMware player dalam menginstall
sistem operasi solaris secara virtual. Berikut langkah-langkah dalam menginstall solaris:
1. Buat terlebih dahulu mesin virtual baru pada Vmware.

2. Tentukan lokasi file .iso dari sistem operasi solaris yang akan di install ke Vmware
kemudian klik Next.

3. Kemudian tentukan nama dan lokasi penyimpanan file virtual machine tersebut .

4. Setelah itu tentukan berapa besar file penyimpanan virtual yang akan digunakan
sistem operasi solaris dan bentuk dari penyimpanan virtual tersebut.

5. Langkah selanjutnya adalah pengaturan hardware yang akan digunakan sistem


operasi solaris. Disini kami hanya mengatur bagian RAM saja.

Disini kami mengatur RAM sebesar 2 GB untuk digunakan ke Virtual machine untuk
sistem operasi solaris. klik close dan tekan finish untuk masuk ketahap penginstalan
solaris ke virtual machine yang dibuat.

6. Tahap selanjutnya adalah memulai penginstalan sistem operasi solaris. Pilih menu
pertama lalu tekan enter untuk memulai instalasi.

Kemudian isi perintah 1 kemudian tekan enter.

7. Dalam menu tampilan berikutnya adalah pengaturan keyboard, pilih US-English


kemudian tekan F2 untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

8. Menu selanjutnya adalah pemilihan bahasa, isikan dengan bahasa yang akan
digunakan untuk sistem operasi solaris.

Tekan Next untuk masuk ke tahap selanjutnya

9. Tahap selanjutnya adalah pemilihan pengaturan sistem koneksi jaringan yang akan
diterapkan. Disini kami memilih Non-Networked karena kami hanya akan
membahas sistem operasi dan langkah-langkah penginstalan.

10. Tahap berikutnya adalah pemberia nama untuk host. Isikan sesuai keinginan untuk
tahap ini.

11. Pada tahap ini adalah pengaturan domain, disini kami memilih default saja kemudian
tekan Next.

12. Tahap selanjutnya adalah pengturan waktu. Pilihlah zona waktu sesuai dengan tempat
anda dan klik Next.

13. Selanjutnya adalah pengaturan kata sandi untuk login ke sistem operasi solaris yang
disinstal lalu klik Next.

14. Untuk tahap selanjutnya ikuti sesuai petunjuk

15. Kemudian tekan Install Now untuk memulai penginstalan sistem operasi solaris
kemudian tunggu hingga proses instalasi selesai.

16. Setelah selesai sistem akan meminta restart dan akan memulai proses booting ke
sistem operasi solaris yang diisntall.

17. Selanjutnya adalah tahap login, isikan username dengan root dan isikan password
sesuai dengan data yang telah dibuat sebelumnya.

18. Selesai, sistem operasi solaris berhasil disinstall ke virtual machine menggunakan
Vmware Player.

2.3 Dasar Operasional


COMMAND FILE DAN MANAJEMEN DIREKTORI
Command
apropos
bdflush
cd
chmod
chown
chgrp
cksum
cp
dd
dir
dircolors
file
find
install
ln
locate
losetup

Keterangan
Search the whatis database for files containing specific strings.
Kernel daemon that saves dirty buffers in memory to the disk.
Merubah direktori yang ada sekarang. Dengan tanpa menggunakan
argumen cd merubah ke direktori pengguna
chmod <spesifikasi> <filename> - Efek: Merubah izin file
chown <pemilik 1> <filename> Efek: Merubah hak milik file
chgrp <group1> <nama file> efek : Merubah grup
Perform a checksum and count bytes in a file.
cp <asal> <tujuan> Mengkopi file dari satu lokasi ke lokasi yang lain
Merubah dan mengkopi sebuah format file menurut pilihan yang ada
Disk atau duplikasi data
Daftar dari direktori
Menset warna untuk daftar files
Menetapkan tipe file. Juga dapat menceritakan tipe dari library
Ex: find $Home name readme Print search for readme starting at
home and output full path.
Mengkopi berbagai files dan menset atribut
Membuat link diantara files
File locating program that uses the locate database.
Loopback device setup.

ls
mkdir
mknod
mktemp
mv
pathchk
pwd

adalah pilihan interaktif


rmdir <direktori> - Menghilangkan sebuah directory. Direktori harus

rmdir

kosong
Provides a secure way to index files and search for them. It builds a

slocate
stat(1u)
sum
test

update
vdir
whatis
wheris
which

Contoh: mv filename directoryname/filename yang baru


Check whether filenames are valid or portable.
Print or list the working directory with full path (present working
directory).
Contoh: "rm .*" - Effect: Menghapus sistem file (Remove files) i

rm

touch

Mengetahui daftar files


Membuat direktori
Membuat sebuah blok atau special karakter file.
Membuat nama file yang bersifat tidak tetap.
Memindahkan atau mengganti nama file. Syntax: mv <asal> <tujuan>

database of files on the system.


Used to print out inode information on a file.
Checksum and count the blocks in a file.
Mengecek tipe files dan membandinngkan nilai.
Change file timestamps to the current time. Make the file if it doesn't
exist.
Kernel daemon to flush dirty buffers back to disk.
Daftar isi dari direktori
Search the whatis database for complete words.
Locate the binary, source and man page files for a command.
Show full path of commands where given commands reside.

COMMAND UNTUK MENGETAHUI DAN MENGEDIT FILE


Command Keterangan
ed
Editor
emacs
Editor dengan layer lebar
gitview
A heksadesimal atau melihat file ASC
head
head linuxdoc.txt
jed
Editor
joe
Editor
less
q-mandatory to exit, Digunakan untuk mengetahui file
more
b-back q-quit h-help, Used to view files.
pico
Teks editor sederhana
tail
tail linuxdoc.txt - Look at the last 10 lines of linuxdoc.txt.

vi

Editor dengan sebuah mode command and mode teks. Dimulai dengan
command mode

COMMAND UNTUK MELAKUKAN PRINTING


Command Keterangan
banner
Print dengan banner yang lebar
Print, memasukan suatu file ke dalam daftar yang akan diprint
lpr
Contoh: lpr -Pdest filename.
lpc
Mengetahui status printer
lpq
Menampilkan isi dari kumparan direktori untuk dilakukan printing
lprm
Menghilangkan pekerjaan dari daftar yang akan di print
gs
Ghostscript
pr
Print file
tunelp
Set various parameters for the lp device.
COMMAND MANAJEMEN FILE SISTEM
Command Description
debugfs Allows direct access to filesystems data structure.
df
Shows the disk free space on one or more filesystems.
dosfsck
Check and repair MS-Dos filesystems.
du
Shows how much disk space a directory and all its files contain.
dump
Used to back up an ext2 filesystem. Complement is restore.
Dump filesystem superblock and blocks group information. Ex: dumpe2fs
dumpe2fs
/dev/hda2
e2fsck
Check a Linux second extended filesystem.
e2label
Change the label on an ext2 filesystem.
exportfs Used to set up filesystems to export for nfs (network file sharing).
fdisk
Used to fix or create partitions on a hard drive.
fdformat Formats a floppy disk.
Used to add new blocks to a filesystem. Must not be run on a mounted
fsck
file system.
hdparm Get/set hard disk geometry parameters, cylinders, heads, sectors.
Initializes a Linux filesystem. This is a front end that runs a separate
Mkfs
program depending on the filesystem's type.
mke2fs
Create a Linux second extended filesystem.
mkswap Sets up a Linux swap area on a device or file.
Mount
Used to mount a filesystem. Complement is umount.
Rdev
Query/set image root device, swap device, RAM disk size of video mode.

Rdump
Restore
setfdprm
Swapoff
Swapon
Sync
tune2fs
Umount

Same as dump.
Used to restore an ext2 filesystem.
Set floppy drive parameters.
Used to de-activate a swap partition.
Used to activate a swap partition.
Forces all unwritten blocks in the buffer cache to be written to disk.
Adjust tunable filesystem parameters on second extended filesystems.
Unmounts a filesystem. Complement is mount.

2.4 Dasar Manajemen


Open Solaris merupakan suatu bentuk kemajuan besar dalam pengembangan dan
penyebaran Sistem Operasi. Open Solaris mengkombinasikan dasar teknologi dan
perlengkapan Solaris yang kuat dengan fitur dan aplikasi desktop moderen yang
dikembangkan oleh komunitas open source seperti GNOME, Mozilla dan Free
Software Foundation," kata Stephen Lau, anggota Open Solaris Governing Board.
Sistem Operasi OpenSolaris didesign sebagai platform bagi inovasi yang
memungkinkan para pengembang untuk dapat dengan cepat mengembangkan,
menguji, memecahkan masalah dan mengimplementasikan layanan web mereka yang
baru, HPC dan aplikasi-aplikasi jaringan.
instalasi Live CD dan Open Solaris Image Packaging System (IPS) berbasis-jaringan
yang baru menyederhanakan dan mempercepat instalasi dan integrasi dengan aplikasi
pihak-ketiga. Open Solaris IPS meningkatkan kecepatan instalasi dan keakuratan
dengan menyediakan kontrol aplikasi serta ketergantungan yang lebih baik dan
menawarkan pengelolaan sistem yang mudah digunakan.
Sistem Operasi Open Solaris adalah Sistem Operasi Pertama yang memiliki ZFS
sebagai sistem file default-nya, melindungi kerja dengan roll-back yang cepat dan
kapabilitas check-summing yang terus-menerus untuk memungkinkan pengguna
untuk menguji ide-ide. Fitur Dynamic Tracing (DTrace)-nya menyediakan
kemampuan meneliti sistem produksi yang aman dan luas untuk mempercepat
pengembangan aplikasi dan pengoptimalan tumpukan AMP/MARS.
Disamping itu Solaris Container memungkinkan pengguna untuk membangun aplikasi
-virtualisasi yang dapat disebarkan pada lebih dari 1.000 sistem, dari sistem mesin
tunggal sampai multi-CPU dan multi-core. tar
Proyek OpenSolaris diluncurkan pada tanggal 14 Juni 2005 untuk menghasilkan
sebuah upaya membangun komunitas dengan menggunakan kode pemograman

Solaris sebagai langkah awalnya. Proyek ini merupakan sebuah tempat dimana upaya
pengembangan komunitas saling terkait, tempat dimana para kontributor dari Sun dan
siapa pun dapat berkolaborasi demi perkembangan dan kemajuan teknologi Sistem
Operasi. Ketersediaan kode pemograman OpenSolaris dapat dimanfaatkan untuk
banyak hal antara lain sebagai dasar untuk versi mendatang produk Sistem
OperasiSolaris, proyek-proyek Sistem Operasi lainnya, produk pabrikan pihak-ketiga
dan distribusidistribusi aplikasi yang diminati oleh komunitas. Hingga saat ini, Sun
Microsystems, Inc. Yang mensponsori proyek ini.
Hingga 2 tahun pertama, lebih dari 60.000 peserta telah terdaftar sebagai anggota.
Komunitas para rekayasawan ini terus bertumbuh dan berubah untuk memenuhi
kebutuhan para pengembang perangkat lunak, sistem administrator dan pengguna
Sistem Operasi Solaris.
Komponen-komponen fungsional utama kernel di Solaris atau OpenSolaris
adalah:
1. Aplikasi dan Librari (Applications dan Libraries)
Terdiri dari semua kode tingkat pengguna, data dan librari. Di Solaris, seperti sistem
lain berbasis-Unix, bagian ini terdiri dari shells, daemons, compilers, dan semua yang
bisa dijalankan dari perintah baris atau di dalam skrip.
2. Panggilan Sistem (System Call)/Trap Handling
Bagian ini adalah tergantung mesin. Terdiri dari kode untuk bertransisi antara
pengguna dan kernel, kode yang menangani panggilan sistem dan kode yang
menangani perangkap (traps), pengecualian (exceptions), dan kegagalan (faults).

3. Manajemen Sumber Daya (Resource Management)


Kode ini menangani pembatasan-pembatasan penggunaan memori, CPU dan lebarpita I/O.
4. Layanan-layanan Kernel (Kernel Services)
Kernel menyediakan berbagai layanan bagi aplikasi dan bagian-bagian lain dari
Kernel sendiri. Terdapat beberapa layanan yang terkait pewaktuan (timers), yaitu
pewaktuan resolusi tinggi (llihat clock_settime(3rt)), dan pewaktuan yang dapatdigunakan oleh program penggerak/driver usable timers (lihat timeout(9f)). Taskqs

(lihat taskq(9f)) disediakan untuk memungkinkan program penggerak melakukan


penjadwalan tugas asinkron.
5. Proses (Processes)
Program yang sedang berjalan. Setiap proses memiliki ruang alamat (address space)
terproteksi dan satu atau lebih yang mengeksekusi kode.
6. Threads
Entitas dasar penjadwalan di Solaris. Setiap proses setidaknya memiliki satu thread.
Proses dengan hanya satu thread disebut "single-threaded", dengan lebih dari satu
thread, "multi-threaded".
7. Penjadwal (Schedulers)
Hanya ada satu penjadwal di sistem, tapi setiap thread dimiliki oleh sebuah "kelas
penjadwalan" yang akan menentukan jatah-waktu (time slice) dan prioritas thread
tersebut. Saat ini, terdapat 6 kelas penjadwalan.
8. Manajemen Memori (memori Management)
Kode dan struktur data yang digunakan Solaris untuk manajemen ruang alamat virtual
proses dan Kernel sendiri.
9. Modul Spesifik Platform (Platform Specific Module, PSM)
Terdiri dari kode yang menangani interupsi (interrupt) tingkat bawah dan beberapa
bagian saat sistem boot dan inisialisasi. Sesuai dengan namanya, kode-kodenya
tergantung mesin.
10. Translasi Alamat Perangkat Keras (Hardware Address Translation, HAT)
Bagian dari kode manajemen memori yang tergantung mesin. Bertugas menangani
tabel halaman (page tables) dan struktur data spesifik perangkat keras dari segi
manajemen memori.
11. Antarmuka Vnode (Vnode Interface)
Juga disebut sebagai "virtual file system" atau VFS. Berupa lapisan abstraksi data
yang

memungkinkan aplikasi berusan dengan gagasan Unix yang disebut "files"

tanpa mempedulikan spesifik-spesifik sistem file yang mendasarinya untuk sebuah


file yang diberikan. Semua Sistem Operasi mirip-Unix memiliki ini atau abstraksi lain
yang sangat mirip.
12. Spesifik-spesifik Sistem File (File System Specifics)
Terdapat lebih dari 10 tipe sistem file di Solaris, dan lebih dapat ditambahkan. Selain
disisi administrasi, aplikasi tidak perlu mengetahui tentang tipe-tipe sistem file yang
berbeda. Beberapa sistem file didokumentasikan di bagian 7fs halaman manual (coba
ls -l /usr/man/man7fs) atau bagian 4 (lihat proc(4) untuk deskripsi procfs). Kita akan
membahas secara singkat UFS dan ZFS, nanti di sesi ini.
13. Jaringan (Networking)
Terdiri dari berbagai kerangka kerja (himpunan rutin-rutin dan struktur-struktur data)
untuk mengimplementasikan layanan jaringan di Solaris, berupa protokol-protokol
TCP/IP dan protokol lain. Jaringan tidak akan dibahas secara rinci di sini.
14. Program Penggerak Perangkat (Device Drivers)
Perangkat lunak yang bertanggung jawab menangani perangkat. Perangkat sendiri
berupa perangkat keras atau perangkat "pseudo". Perangkat pseudo adalah perangkat
yang secara keseluruhan diimplementasikan oleh program penggerak.
Modul-modul Kernel
Di OpenSolaris, semua modul kernel yang diperlukan oleh sistem secara dinamis
dimuatkan (dynamically loaded). Sebagian besar modul kernel juga secara dinamis
dibongkar-muatkan. Secara umum, kernel yang sedang berjalan hanya terdiri dari
modul-modul yang diperlukan untuk sumber daya yang sedang digunakan saja.
Contohnya: program penggerak perangkat bge hanya dimuatkan jika terdapat
perangkat Broadcom BCM57xx di sistem. Bisa juga perangkat/sumber daya terpasang
di sistem tetapi modulnya tidak dimuatkan karena perangkat/sumber daya tersebut
tidak sedang digunakan. Contohnya: program penggerak pengontrol audio tidak
karena perangkat audio tidak sedang digunakan.
Modul

Kernel

stdanarnya

eksis

di

direktori

/kernel,

/usr/kernel,

dan

/platform/i86pc/kernel atau /platform/sun4u/kernel. Modul bisa juga eksis di direktori


lain selama dispesifikasikan oleh file /etc/system atau dispesifikan langsung saat boot.

Tedapat dua keuntungan utama dari skema ini:


Modul-modul yang tidak diperlukan tidak mengkonsumsi sumber daya (memori,
dan waktu-cpu untuk thread sistem ketika menjalankan beberapa modul tertentu)
Selama pengembangan dan pengetesan, modul dapat dibongkar-muatkan dan diganti
dengan versi modifikasinya tanpa perlu mereboot sistem untuk melakukannya.
1. Modul unix dan genunix
Modul unix dan genunix dimuatkan oleh kode boot sistem. Ini adalah dua modul yang
pertama kali dimuatkan. Kedua modul ini tidak dapat dibongkar-muatkan karena
semua subsistem kernel tergantung pada kode dan data dari kedua modul ini.
Meskipun, benar bahwa OpenSolaris berbasiskan kernel-mikro, kedua modul ini yang
sebenarnya menjadi inti kernel. Semua modul-modul kernel yang lain dimuatkan
secara dinamis setelah kedua modul ini dimuatkan.
Modul genunix terdiri dari kode "generic" dan struktur data yang sama yang
diperlukan oleh semua platform perangkat keras yang menjalankan OpenSolaris.
(Tentunya, modul-modul harus disusun "built" melalui pengkompilasi (compiler)
untuk platform yang berbeda). Modul genunix ada di /kernel/genunix untuk 32-bit
x86, /kernel/amd64/genunix untuk 64-bit x86, dan /kernel/sparcv9/genunix untuk
SPARC.
Perintah nm(1) dapat digunakan untuk mengamati tabel simbol sebuah modul (juga
aplikasi dapat-dieksekusi (executable application), librari berbagi ( shared library) dan
kernel sendiri). Modul unix module terdiri dari rutin-rutin tingkat paling bawah, harus
dimuatkan sebelum modul-modul kernel lain termasuk genunix. Rutin-rutin di modul
ini adalah spesifik platform. Ini karena keterbatasan kinerja (contoh, rutin bcopy(9f)
melakukan penyalinan memori ke memori) atau karena kebutuhan untuk
mengeksekusi instruksi-instruksi tergantung mesin tertentu (contoh, fungsi() yang
men-switch konteks antara therad. Rutin-rutin di modul ini secara mutlak digunakan
oleh komponen-komponen lain di dalam kernel.
Contohnya, fungsi mutex_enter(9f) yang digunakan untuk pengunci mutual exclusion
(mutexes) didefinisikan di dalam modul ini. Hampir semua di dalam sistem di
beberapa titik memerlukan ini. Kodenya ditulis dalam assembler sebagai bahasa
pemograman tercepat untuk perangkat keras dimana sistem berjalan (mutexes perlu
penggunaan instruksin"test dan set" yang hanya bisa dilakukan di assembler (atau

bahasa mesin). Catatan, tidak semua rutin-rutin assembler ada di sini. Masih terdapat
kode dan data tergantung mesin lain yang tidak diperlukan sistem untuk berjalan,
tetapi keberdaannya diperlukan untuk kinerja atau keterbatasan-keterbatasan
perangkat keras di dalam modul-modul lain di sistem.

2. Module Penggerak Perangkat (Device Drivers)


Penggerak Perangkat adalah modul kernel yang dapat dimuatkan secara dinamis,
digunakan untuk mengontrol interaksi dengan perangkat. Sebuah perangkat bisa
berupa perangkat keras eksternal (artinya eksternal terhadap CPU dan memori), atau
sebuah perangkat-pseudo (keseluruhannya diimplementasikan di perangkat lunak).
Agar perangkat eksternal dapat digunakan, harus tersedia program penggerak (driver)
untuknya. Perangkat-pseudo memungkinkan berbagai kemampuan hadir di sistem.
Contohnya, penggerak memori yang menggerakan /dev/mem, /dev/kmem, /dev/null,
dan /dev/zero. Dimana masing-masing adalah memori fisik, memori kernel, keranjang
bit keluaran, dan sumber masukan NULLs (Lihat kmem(7d), null(7d), dan zero(7d)
untuk informasi lebih lanjut). Banyak penggerak di sistem memiliki halaman
manualnya di /usr/man/man7d.
Penggerak perangkat biasanya mendukung panggilan-panggilan sistem terkait I/O
"stdanard" seperti read(2), write(2), open(2), close(2), ioctl(2), mmap(2), dll. Tidak
semua penggerak mendukung semua panggilan sistem.
3. Modul Sistem File
Modul-modul Sistem File digunakan untuk mendukung tipe-tipe sistem file yang
berbeda di Solaris. Lihat http://en.wikipedia.org/wiki/File_system untuk deskripsi
umum sistem file. Sebuah sistem file terdiri dari himpunan rutin-rutin untuk
mengimplementasikan antarmuka vnode (atau VFS Virtual File System). Ini
termasuk rutin-rutin yang dispesifikasikan oleh vnodeops_t dan vfsops_t, masingmasing didefinisikan di /usr/include/sys/vnode.h dan /usr/include/sys/vfsops.h.
Catatan, sebuah sistem file tidak perlu mendukung semua rutin. Contohnya, sistem
file /proc tidak mendukung titik masuk (entry point) vop_remove(). Ini artinya kita
tidak dapat menggunakan rm(1) untuk menghapus file-file di /proc. Secara umum,
vnodeops_t adalah untuk ruti-rutin yang bertindak terhadap file-file individual di

dalam sistem file, dan vfsops_t adalah untuk rutin-rutin yang bertindak terhadap
sistem file sebagai kesatuan. Jadi open(2) ditangani didalam vnodeops_t, sementara
mount(2) ditangani didalam vfsops_t. Modul sistem file juga memiliki beberapa data
privat terhadap masing-masing sistem file. Data ini biasanya terdiri dari informasi
tentang lokasi data dari sebuah file di dalam sistem file, kepemilikan, catatan-waktu,
dll. Struktur dan penggunaan data ini secara total tergantung sistem file. Sistem file
yang berbeda memiliki secara keseluruhan memiliki data privat yang berbeda.
Untuk mengimplementasikan sebuah sistem file baru di Solaris juga melibatkan
penulisan perintah-perintah administratif untuk mendukung sistem file tersebut.
Perintah-perintah ini akan meliputi perintah mount dan unmount, juga perintah untuk
menyusun/membuat sistem file baru sesuai tipe sistem filenya. Hingga sekarang,
belum ada dokumentasi bagaimana mengimplementasikan sebuah tipe sistem file
baru, maka kita harus langsung menggunakan kode pemograman sumbernya dan
menyusunnya dari sana. Sistem File mungkin perlu juga berinteraksi dengan sistem
manajemen memori. Khususnya, jika halaman-halaman dibaca/ditulis ke sistem file
maka sistem file tersebut harus mendukung rutin-rutin vop_getpage() dan
vop_putpage() vnodeops_t.
Selain sistem file yang terdiri dari data di disk (lokal atau jarak-jauh), Solaris
memiliki beberapa sistem file dengan kegunaan khusus (disebut sistem file pseudo).
Iini menyediakan sebuah model file Unix untuk mengakses berbagai sumber daya
sistem. Dokumentasi tingkat-atas untuk beberapa sistem file yang didukung tersedia
di halaman manual /usr/man/man7fs. Catatan, disini tidak terdapat halaman manual
semua sistem file Solaris (beberapa sistem file memiliki halaman manual di
/usr/man/man4 yang menjelaskan struktur sistem file bersangkutan.

Berikut adalah beberapa sistem file yang tersedia di OpenSolaris dan penjelasan
singkatnya :
UFS Turunan dari "Fast File System" implementasi awalnya di Unix 4.2bsd,
berbasiskan sistem file yang dikembangkan untuk Unix di Bell Labs. Lihat Fast File
System for Unix, tersedia di http://www.cs.berkeley.edu/~brewer/cs262/FFS.pdf oleh
McKusick, Joy, Leffler, dan Fabry untuk informasi detail implentasi orisinal UFS.

Lihat juga http://en.wikipedia.org/wiki/Unix_File_System untuk informasi umum


UFS.
ZFS Ini bisa menjadi sesuatu yang dapat diperdebatkan bahwa di masa mendatang,
sistem file lain di-disk akan hanya diajarkan di kelas sejarah OS.
NFS Network File System awalnya dikembangkan oleh Sun Microsystems.
Procfs Memungkinkan proses diakses sebagai file. Berbagai perintah, yaitu ps(1)
dan truss(1), menggunakan sistem file ini. Untuk tinjauan lihat proc(4).
Specfs Sistem file pseudo untuk mengakses perangkat. Akses file spesial blok dan
karakter tersedia di sini
Swapfs Sistem file pseudo untuk merawat ruang memori anonim. Ruang memori
anonim adalah ruang yang tidak memiliki sebuah nama di dalam sistem file. Terdiri
dari, heap, stack, modified private data, dan shared memori.
Tmpfs Sistem file yang menggunakan swapfs untuk file-file temporer. Hsfs
Sistem file High Sierra digunakan denganmCD-ROM.
Modul Kelas Penjadwalan
Di Solaris, tidak ada thread terpisah yang melakukan penjadwalan. Tetapi, terdapat
rutin-rutin

yang dipanggil oleh setiap thread ketika keputusan penjadwalan perlu

diambil. Banyak pihak menyatakan bahwa rutin clock() adalah "penjadwalnya". Rutin
clock() dieksekusi setiap 10 milliseconds dan menyesuaikan besarnya jatah-waktu
untuk setiap thread yang berjalan.
Di banyak posisi dari siklus-hidup sebuah thread, keputusan penjadwalan perlu
diambil. Contohnya, ketika thread perlu mem-block menunggu beberapa sumber daya
atau sebuah kejadian, ketika thread di-preempted oleh thread lain, ketika thread takterblok, dan ketika thread keluar. Dari semua kasus ini, sebuah rutin tergantung kelas
penjadwalan dipanggil. Setiap thread di sistem dimiliki oleh sebuah kelas
penjadwalan setiap saat.
Terdapat enam kelas penjadwalan di Solaris hingga saat ini. Penambahan masih
mungkin dilakukan. Keenam kelas penjadwalan ini adalah:
Time-Shared (TS)
Merupakan kelas default untuk thread/proses pengguna. Penjadwalan "Mean-time-towait" artinya bahwa thread di kelas ini semuanya menunggu jumlah waktu rata-rata
yang sama untuk mendapatkan kesempatan berjalan. Kelas ini cocok untuk thread

terikat I/O (I/O bound) dengan memberi mereka prioritas lebih tinggi (tapi jatahwaktu lebih pendek) daripada thread terikat CPU (CPU/compute bound).
Interactive (IA)
Kelas ini menggunakan sebagian besar rutin-rutin dan struktur data kelas TS. Thread
IA dikontrol oleh server X. Thread yang berjalan di dalam jendela aktif diberikan
peningkatan prioritas. Prioritas untuk thread yang berjalan di latar-belakang
diturunkan. Efeknya adalah proses-proses yang terlihat di layar tampilan akan tampak
berjalan lebih cepat.
Real-Time (RT)
Digunakan oleh thread waktu-nyata. Thread ini berjalan pada prioritas yang lebih
tinggi daripada thread di kelas yang lainya kecuali interupsi. Thrad ini bisa mempreempt thread yang sedang berjalan di lingkungan kernel. Informasi lebih lanjut
tentang kelas waktu-nyata akan didiskusikan nanti di sesi ini.
System (SYS)
Digunakan untuk thread yang tidak berasal dari tingkat pengguna. Thread seperti
meliputi, idle thread, thread interupsi, berbagai daemon kernel dan thread taskq. Kelas
SYS merupakan kelas yang paling sederhana, tidak ada penjatahan waktu dan
penyesuaian prioritas untuk thread di kelas ini.
Fixed (FS)
Threads di kelas ini memiliki prioritas yang sama seperti TS, IA, dan FSS, tetapi
prioritasnya tidak disesuaikan secara dinamis. Kelas FX digunakan oleh nfsd(4).
Fair Share Scheduler (FSS)
Memungkinkan pengguna/administrator memiliki kontrol lebih baik terhadap prioritas
penjadwalan dan jatah-waktu. Lihat FSS(7) untuk informasi lengkapnya.
fitur-fitur Utama Open Solaris

Tinjauan Fitur ZFS


ZFS menyajikan model penyimpan ter-pool yang secara lengkap menghilangkan
konsep volume dan masalah-masalah terkaitnya seperti partisi, provisioning, lebar-

pita yang terbuang dan penyimpan yang dan strdaned storage. Ribuan sistem file
dapat dibuat dari pool penyimpan bersama, masing-masing sistem file mengkonsumsi
hanya ruang yang dibutuhkannya saja. Lebar-pita gabungan semua perangkat di dalam
pool tersedia untuk semua sistem file setiap saat. Semua metadata di disk secara
dinamis dialokasikan.
ZFS menggunakan mekanisme "copy-on-write" untuk semua operasi I/O. Ini artinya,
ketika dilakukan perubahan data, semua perubahan data (dan meta-data) disalin.
Setelah penyalinan lengkap, perubahan yang dilakukan telah konsisten. Jika sistem
mengalami kegagalan atau masalah, data orisinal masih dapat ditemukan. Ini
meniadakan kebutuhan terhadap journalling/logging, dan menjalankan fsck. Untuk
menjamin proteksi terhadap korupsi data, ZFS melakukan end-to-end in-memori
checksumming. Checksum tidak disimpan bersama di dalam blok data, tetapi di dalam
metadata yang menyimpan alamat-alamat blok data. Tentunya, metadata sendiri juga
di- checksummed.
Pool ZFS dapat dibilas "scrubbed" (checksum semua data dan metadata diperiksa),
ketika sedang digunakan untuk memeriksa kesalahan tersembunyi (silent errors)
akibat cacat perangkat keras atau kegagalan disk. Untuk mereplikasi data, ZFS secara
otomatis memperbaikai kesalahan.
"Snapshot" adalah versi hanya-dibaca dari sebuah sistem file atau volume. Volume
adalah sebuah pool penyimpan-data yang terlihat sebagai perangkat block/karakter.
Ketika snapshot diciptakan, tidak ada penyimpan-data yang digunakan. Selama
perubahan

dilakukan

terhadap

sistem

file/volume

orisinal,

copy-on-write

memungkinkan terjadinya perubahan tersebut, tetapi menyalin data orisinal ke


snapshot. Ini menjadikan penciptaan snapshot terjadi sangat cepat. "Klon" adalah
salinan dapat-ditulis sistem file atau volume. Klon tidak menggunakan penyimpandata ketika diciptakan. Lagi, copy-on-write digunakan ketika perubahan-perubahan
dilakukan terhadap orginal sistem file atau klon-nya.
ZFS backups dan restore menggunakan snapshots. Tidak ada pembatasan praktis
banyaknya snapshot, file, sistem file, atribut file, direktori, perangkat, atau penyimpan
data. (Terdapat limit, tetapi secara umum adalah 2**48 atau lebih). ZFS menggunakan
teknik pipelining (mirip dengan CPU pipelining), caching, dan pre-fetching untuk
meningkatkan parallelisme dan kinerja. Terdapat beberapa mekanisme kompresi di
ZFS. Selain data, hampir semua metadata dikompresi. Hanya diperlukan 2 perintah,
zfs(1M) dan zpool(1M) untuk administrasi ZFS.

Fitur Dtrace
DTrace adalah piranti yang secara dinamis merunut aplikasi dan kernel. DTrace dapat
merunut semua hal yang dilakukan oleh aplikasi, dari tingkat pengguna ke dalam
kernel dan kembali ke tingkat pengguna.
DTrace dirancang sehingga dapat digunakan di lingkungan produksi. Ketika DTrace
secara aktif digunakan, tidak ada beban-kerja tambahan di sistem. Tidak diperlukan
juga penambahan instrumentasi (kode pemograman) tertentu di perangkat lunak
aplikasi atau kernel agar dapat menggunakan Dtrace.
DTrace dapat digunakan untuk:
Debugging Dengan DTrace, dapat diketahui rutin-rutin apa yang sedang dipanggil,
argumen dan nilai balik dari setiap fungsi-fungsinya.
Analisa Kinerja Dengan DTrace, dapat diamati dimana aplikasi banyak
menggunakan waktunya dan berapa lama. Digunakan untuk menggali lebih dalam dan
menemukan penyebab utama masalah kinerja.
Observabilitas DTrace membantu pemahaman terhadap sistem. Dapat diketahui
siapa yang memanggil sebuah fungsi dan fungsi-fungsi lain apa yang dipanggil oleh
satu fungsi tertentu yang sedang dipanggil.
Jangkauan Kode (Code Coverage) Sebagai piranti pengetes, DTrace digunakan
untuk mengetahui apakah sebuah fungsi dipanggil dan dimana
.
Manajemen Kegagalan
The Fault Management framework (FMA) adalah fitur baru Solaris yang
memungkinkan sistem secara aktif mencegah, mendiagnosa, dan memulihkan dari
kegagalan. Administrator disajikan interaksi terbimbing ketika campur-tangan
diperlukan untuk menangani kegagalan. FMA juga mencoba mengisolasi masalah
sehingga kegagalan tidak mempengaruhi keseluruhan sistem. Tersedia berbagai API
program penggerak perangkat untuk penanganan kegagalan.
Zona (Zones)
Zona mengimplementasikan sebuah abstraksi sistem operasi yang memungkinkan
beberapa aplikasi berjalan secara terisolasi satu dengan lainya di perangkat keras fisik
yang sama. Misalnya, sebuah sistem dapat memiliki sebuah zona pengembangan,

sebuah zona pengetesan dan sebuah zona produksi. Semua zona berjalan di satu
kernel. Tidak ada kernel yang terpisah untuk setiap zona. Masalah di kernel dapat
mempengaruhi semua zona. Satu zona disebut zona "global". Semuanya terlihat di
dalam zona global. Aplikasi yang berjalan di dalam zona tidak akan terlihat oleh
aplikasi lain di zona yang lain. Misalnya, perintah ps(1) di dalam sebuah zona hanya
menampilkan proses-proses di dalam zona tersebut.
Zona yang digunakan bersama fasilitas manajemen sumber daya disebut "Containers".
Biasanya, istilah zona dan container dapat dipertukarkan. Manajemen sumber daya
memungkinkan administrator mengontrol berbagai sumber daya terdiri dari utilisasi
CPU, lebarpita jaringan, batasan proses dan thread, utilisasi memori dan utilisasi
HBA. Beban-kerja untuk menjalankan aplikasi di dalam zona biasanya kurang dari
1% CPU.
Zona Branded memungkinkan aplikasi yang berjalan di dalam zona memiliki
lingkungan sistem operasi yang berbeda. Zona brdaned "lx" mengimplementasikan
aplikasi-aplikasi linux berjalan di dalam zona.

2.5 Kelebihan Dan Kekurangan


2.5.1 Kelebihan

Free redistribution, setiap user bisa membeli atau memberikan secara bebas
software tersebut oleh dirinya sendiri atau sebagai bagian dari kumpulan
distributor.

Derived works, setiap orang bisa mengubah kode dan mendistribusikan


kembali untuk umum. No discrimination, kode disediakan untuk semua
orang agar bisa dikembangkan.

ZFS adalah Fasilitas Restore Mirip seperti feature Restore di sistem operasi
Windows.

Banyak tool observasi dan debugging, misal seperti tool monitoring system,
modular debugger (MDB), dynamic tracing (D-Trace).

Memiliki beberapa bentuk virtulasasi, selain virtualisasi pada tingkat system


operasi seperti virtualisai pada Solaris Zone, OpenSolaris juga mendukung
virtualisasi untuk Xvm hypervisor, Logical Domains (LDoms), virtualbox
dan bisa juga jalan pada VMware dan beberapa framework virtualisasi yang
lainnya.

Mempunyai tingkat skalabilitas yang tinggi. OpenSolaris dapat berjalan pada


single prosesor maupun multiprosesor dengan ratusan CPU dan RAM dengan
ukuran terabyte.

Integrasi AMP stack (Apache, MySQL, PHP) untuk menjalankan web server.

Sistem file stabil untuk database, server Internet, Intranet, file-server,


Internet-client, pembangunan Java.

2.5.2

Solaris bisa dijalankan di atas prosesor yang berspek x86,x64 dan SPARC.

Kekurangan

Harga sistem operasi komersil yang mahal (versi berbayar).

Kepantasan inovasi Linux lama kelamaan memberi kesan kepada sistem


Unix komersil.

Sistem operasi Unix versi hampir percuma tidak sebaik sistem operasi
Unix komersil.

Driver hardware yang kurang baik.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengguna sistem operasi Linux tidak akan kesulitan memakai Solaris. Sebab perintah
yang digunakan di OpenSolaris dan Solaris ini banyak yang mirip dengan Linux.
Solaris bisa dijadikan alternative sistem operasi selain LINUX dan Windows karena
dengan adanya OSS versi 10 dari solaris dan memakai tampilan layar GNOME dan
KDE maka akan memudahkan kita untuk memakainya.
3.2 SARAN
Untuk menggunakan atau menginstal sun solaris maka kita harus memperhatikan
HCL (Hardware Compability List) dan sebaiknya kita memahami perintah-perintah
yang ada di UNIX sebelum menggunakannya.

DAFTAR PUSTAKA

http://aprileaders.blogspot.co.id/2013/08/makalah-sistem-operasi-solaris.html
http://aprileaders.blogspot.co.id/2013/08/makalah-sistem-operasi-solaris.html
file:///D:/MATERI%20SISTEM%20OPERASI/Contoh%20Makalah%20Sistem%20Operasi
%20_%20Kumpulan%20Makalah.htm
file:///D:/MATERI SISTEM OPERASI/Sistem Operasi Solaris.htm