Anda di halaman 1dari 8

-

Gang. Hormonal
Masa
pertumbuhan
Kehamilan
Laktasi
KB Hormonal

Kelainan
metabolik

Pencemaran
air oleh pabrik

Defisiensi
yodium

Goitrog
en

Menghambat
pembentukan
Menghambat
sintesa hormone

Pe
kebutuhan

Gang. Sekresi
Hipotiroidisme

POLI 18/1/16
Terdapat benjolan di lehar kanan dari
tahun 2005.
RANAP 9/1/17
Keluhan tidak nafsu makan, gatel di
tenggorokan.
Persiapan op. elektif
OK 10/1/17
Perdarahan 50 cc, lama operasi 3 jam,

Suspek
Benigna

Kadar
TSH
Kerja Kelenjar
Tyroid

Hiperplasia
Tyroid

Suspek
Maligna
Inopera

Observ
Suspek
Maligna
folikuler tipe
2 Hurthle cell

Kelenjar getah bening


Metastasis

Vaskular

USG Tyroid 18-1-16


Struma multinodosa
solid dengan kistik,
nodul solid dan nodul
kistik tyroid kanan.
Ukuran 8,69 x 8,33 x
6,26 cm.
Biopsi Jarum 20-1016
Tampak Fragmen
Biopsi
Jr.ikat dan masa
amorf
Insisi

Operasi
Verapamil 3x8 mg
Euthyrox 1x 150 mg

Lobektomi

Resiko
Isthmolobek
Aspirasi
Luka Post operasi di area leher
5
Kerusakan integritas
jaringan
3

Fungsi Hormon
Tiroid
- Merangsang
laju metabolic
- Merangsang
kecepatan
Natrium-kalium
- Me
responsivitas

EKG: Accelerated Junctional


rhytme
+
= 2,87 mmol/L

Resiko
Lab: K
Ketidakseimbangan
intake :
Elektrolit

combiplek/Kabiven/Dipeptiven/KaenMg3/Triofusin
Obat : KSR, Spiranolakton, Kalk

Paru-paru Nodul
metastasis paru

Tgl 25-11-15Tgl 10-1-17

Prosedur
Anastesi
Penekanan pd
sumsum saraf

Penekanan
pusat
pernapasan
Penurunan
Flumucyl 4x200 mg
ekspansiTheophilin
paru
2x80 g
Bisolvon
Pulmicort
combiven

Ketidakadekua
Keterangan
tan suplai
O2
1
Gangguan
Ventilasi
Font = Diagnosa keperawatan
Obat analgetik
: Fentanyl 100 Mcg
Spontan
No = Prioritas diagnose
Terpasang ETT no.
Obat Sedasi : Presofol 1% dan Sedacum
/
= data pendukung Dx
7 batas bibir 20
Terpasang Ventilator Terpasang syring
1. Gangguan
Ventilasi Spontan b.d Sedatif 4
Font = Terapi
Farmakologi
Pump
Font = hasil Lab
Nyeri Akut
6

Resiko Jatuh

DO : DS : - Post Operasi Post Ishmolobektomi dengan General Anastesi


- Obat Anastesi Operasi (Sedacum 2 mg, Fentanyl 150 mg, Prosofol 1% 150
mg)
Indikator : - Pasien dapat bernapas secara spontan tanpa bantuan ventilator
- Tidak ada komplikasi akibat ventilator
- AGD dalam batas normal
- Hemodinamik stabil
- terbebas dari sumbatan jalan napas
Implementasi : - Memonitor status respirasi
- Memberikan sedacum 15 mg/24 jam, Fentanyl 200 mg/24 jam,
sedacum15 mg
presofol 1% stop tgl 11-1-17.
- Melakukan suction ETT & oral
- Memantau hemodinamik pasien setiap 1 jam
- Memantau hasil AGD
Evaluasi :
10-1-17 = 15.00 SIMV15 TV240 Ps10 FiO2 100% PEEP 5 (saturasi dbwh 90%)
16.00 SIMV15 TV240 Ps10 FiO2 50% PEEP 5 (Saturasi diatas 90%)
17.00 SIMV12 TV280 Ps10 FiO2 80% PEEP 5 (Pasien sesak)
19.00 SIMV12 TV280 Ps10 FiO2 60% PEEP 5 (AGD : 7,367/35,4/196,4/4,4/20,1)
22.00 SIMV12 TV280 Ps10 FiO2 50% PEEP 5
23.00 SIMV12 TV280 Ps10 FiO2 60% PEEP 5 ( Sat O2 : 88%)
02.00 SIMV12 TV280 Ps10 FiO2 70% PEEP 5 (AGD : 7,395/39,8/73,1/23,8)
*Saturasi pasien 81-93%, Slem putih encer, Mukosa bibir lembab. Tdk ada
perdarahan gusi
11-1-17 = 08.00 AGD 7,387/31,7/70,9/-5,2/18,6/94,3 asidosis Metabolik (asering
300 cc)
11.00 Start Dobutamin 2 micro (TD 94/50)
13.00 SIMV8 TV300 Ps10 FiO2 60% PEEP 7 (Weaning)
*Saturasi pasien 87-93%, Slem putih encer, Mukosa bibir lembab, tdk ada
perdarahan gusi
12-1-17 = 11.00 SIMV6 TV300 Ps10 FiO2 50% PEEP 7
13-1-17 = 07.00 SIMV4 TV300 Ps7 FiO2 50% PEEP 7 (Weaning, AGD:
7,374/38,8/60,9/
-2,7/72,1/90,9%)
13.00 SIMV4 TV300 Ps7 FiO2 60% PEEP 7 (Sat O2 turun 79%)
19.00 PSIMV4 Ps7 Pc9 FiO2 60% PEEP 6
01.00 PSIMV4 Ps7 Pc9 FiO2 70% PEEP 6 (AGD :
7,408/41,9/58,3/1,0/25,8/90,5%)
*Saturasi pasien 81-86%, Slem putih encer, Rencana ekstubasi dan persiapan
Trakheostomi jika ada operator riwyt intubasi di OK 2x
14-1-17 = 09.00 PSIMV4 Ps7 Pc9 FiO2 80% PEEP 6 (AGD : 7,41/41/57/0,8/25,5/90%)
*Saturasi pasien 86-88%, Slem putih encer, Rencana trakheostomi senin 161-17
Analisa : Gangguan Ventilasi spontan belum teratasi

2. Resiko Aspirasi

DO : DO : - Pasien tidak bisa menelan, terpasang ETT


- Motilitas gastrointestinal melemah post anastesi
- lokasi operasi area leher
Implementasi
- Memasang NGT
- Melakukan residua tau mengecek ketepatan NGT pada lambung
Indikator
- Tidak terjadi Aspirasi dan mampu oral hygiene
Evaluasi
10-1-17 =
11-1-17 =
13-1-17 =
14-1-17 =
-

- Pasien terpasang NGT no 16 kedalaman 55


Residu kuning
Pasien masih dipuasakan post operasi
- Tidak ada muntah
Tidak ada residu
Pasien kooperatif oral hygiene dan sikat gigi
Tidak terjadi aspirasi saat sikat gigi maupun makan cair.
- pasien muntah jm 19.00, NGT dialirkan
- Tidak ada muntah
Tidak ada residu
Pasien kooperatif oral hygiene dan sikat gigi
Tidak terjadi aspirasi saat sikat gigi maupun makan cair.

Analisa
Resiko Aspirasi Teratasi

3. Resiko Ketidakseimbangan elektrolit

DO : DO : - Post Operasi pengangkatan tiroid dextra (Ishmolobektomi)


- Gambaran EKG terdapat sinus aritmia, EKG 2 Lead ditemukan accelerated
Junctional Rhytm.
- Elektrolit darah Kalium : 2,87 mmol/l
Implementasi
- Pertahankan intake dan output
- Memantau elektrolit darah melalui hasil lab
- Kolaborasi pemberian cairan IV dan oral (Kalk)
Indikator
- Tidak ada tanda dehidrasi
- Tidak menunjukkan gejala kekuranagan elektrolit darah
Evaluasi
11-1-17 =
12-1-17 =
13-1-17 =
-

- gambaran EKG terdapat aritmia di monitor


Gambaran EKG lead II panjang terdapat Accelerated Jungtional.\
Kalium 2,81 mmol/l
- koreksi kalium 3,92 mmol/l target Kalium 4 mmol/l
Gambaran EKG sinus rytme
Pasien tidak merasa kram ataupun kesemutan pada ekstermitas
- balance cairan + 316 cc/6 jam.
Mukosa bibir lembab
Hasil Lab natrium : 148 mmol/l
Kalium : 3,86 mmol/l
Klorida : 109 mmol/l
14-1-17 = - mukosa bibir lembab
- Gambaran EKG sinus ritme, normal EKG
- Tidak terdapat kram atau kesemutan di ekstermitas
- Hasil Lab natrium : 147 mmol/l
Kalium : 4,13 mmol/l
Klorida : 106 mmol/l
Analisa
Resiko ketidakseimbangan elektrolit Teratasi

4. Nyeri Akut b.d Agen Cedera Fisik

DO : DO : - Pasien tampak mengerutkan wajahnya saat batuk

- BPS 6 (eskpresi wajah : mengerutkan dahi (skor 2), pergerakan ektermitas :


sdkt membingkuk (skor 2), Kompensasi terhadap ventilator : Melawan ventilator (skor
2) saat batuk atau di suction.
Implementasi
- Memandu Tarik napas dalam kemudian batuk pelan-pelan
- Menganjurkan pasien rileks saat di suction
- Pemberi sugesti saat akan dilakukan suction
- kolaborasi analgetik (Fentanyl 100 mcg), sedasi (Sedacum 15 mg, Presofol 1%
Stop 11-1-17)
Indikator
- Pasien mampu mengontrol nyeri
- Pasien mampu tidur dengan nyenyak
Evaluasi
10-1-17 =
11-1-17 =
-

- Pasien belum bisa rileks saat di suction, terkadang menggigit suction


Pasien belum bisa tidur dengan nyaman, sering terbangun
- Pasien sudah mulai bisa rileks saat di suction.
Pasien mengerutkan wajah saat batuk dan mendekatkan tangan kearah
leher
- Evaluasi analgetik, pasien hemodinamik tidak stabil cenderung hipotensi,
kolaborasi pemberian penopang hemodinamik (Dobutamin).
13-1-17 = - Pasien mampu mengolah nyeri saat batuk dengan baik, reaksi wajah
sedikit
memejamkan mata saat batuk.
- BPS 4 saat batuk
- BPS 3 saat istirahat
Analisa
Nyeri Akut Teratasi

5. Kerusakan Integritas Jaringan b.d Faktor Mekanik


DO :
DS : - Terdapat luka post operasi ishmolobektomi di area leher
- Terjadi respon tubuh proses luka leukosit sebelum operasi 4,4 ribu/ul setelah
operasi 9,2 ribu/ul.
- Hasil PCT-Q < 0,5 resiko rendah sepsis

Indikator : - Perfusi jaringan baik


- Tidak ada tanda-tanda infeksi
- Menunjukkan terjadinya proses penyembuhan
Implementasi : - Memberikan pakaian longgar
- Menghindari kerutan pada tempat tidur
- Memandikan klien dengan sabun dan air hangat 2 kali sehari
- memonitor dan perawatan luka
Evaluasi :
10-1-17 : - tidak ada rembesan diarea luka
- Drain 70 cc/24 jam
- Leukosit 9,2 ribu/l
11-1-17 : - tidak ada rembesan di area luka
- Drain 50 cc/24 jam
- Leukosit 6,9 ribu/l
13-1-17 : - Luka kering, tidak ada kemerahan, tidak ada pus.
- Drain tidak produksi
- Leukosit 7,7 ribu/l
14-1-17 : - tidak ada rembesan di area luka operasi
- Leukosit 6,6 ribu/l
- Tidak ada tanda infeksi local maupun sistemik
Analisa : Kerusakan Integritas jaringan Teratasi

6. Resiko Jatuh
DS :
DO : - Compos Mentis
- Mendapatkan terapi presofol, sedacum, fentanyl.
- Terpasang ventilator, drain, infus ekstermitas atas kanan-kiri dengan syring
pump
- Skala Morse 50
Indikator : - Pasien Bedrest di tempat tidur
- Tidak terjadi Jatuh

Implementasi : - Memasang Bedrail di kedua sisi tempat tidur


- Memasang Restrain (pasien gelisah)
- Memasang kancing resiko jatuh
- Memastikan bed terkunci
Evaluasi :
10-1-17 : - pasien kooperatif, restrain dilepas
- Pasien bed rest, tidak terjadi jatuh
11-1-17 : - pasien bedrest, bedrail selalu tertutup, tidak terjadi jatuh
- Presofol Stop, pasien hipotensi
13-1-17 : - IV line dari 2 ekstermitas kanan-kiri 1 jalur di ekstermitas kiri.
14-1-17 : - pasien koopertif
- Tidak ada riwayat jatuh selama di RS
Analisa : Resiko Jatuh Teratasi