Anda di halaman 1dari 5

No

Diagnosa

Tujuan dan KH

Keperawatan
1 Perubahan perfusi Tujuan:
jaringan

Rasional

Mandiri:
serebral

Tentukan

faktor-faktor Mempengaruhi penetapan

b.d iskemia ditandai membaik/meningka

yang

berhubungan intervensi.

dengan

, penurunan fungsi

dengan

DS :

neurologis

klien/penurunan perfusi

serebral fungsi

Intervensi

Klien mengeluh diminimalkan/

serebral dan potensial

anggota

terjadinya

kanan dapat distabilkan

teraba kebas
Keluarga

Kriteria

klien bicara pelo


sehari

SMRSN

Hasil:

mendemonstrasikan
tanda-tanda
vital

pantau/catat

stabil dan tidak ada

mungkin

bukittinggi
tanda-tanda
Klien mengeluh
peningkatan TIK.
pusing
Klien
mengatakan

neurologis
bandingkan

status Mengetahui
sesering kecenderungan

kaji fungsi-fungsi yang


lebih

tinggi,

seperti

fungsi bicara jika pasien

DO :
Klien

sadar

di

tingkat

dan kesadaran dan potensial


dengan peningkatan TIK dan

keadaan normalnya

lidah berat
-

peningkatan

TIK.

mengatakan

dapat

keadaan

mengerahui lokasinya
Perubahan
kognitif

dalam
dan

lokasi gangguan sersbral


dan

menderita

mengindikasikan
stroke

iskemik
Keadaan Umum

klien sedang
Tingkat

kesadaran CM
GCS : 15 (E4

M6 V5)
TD : 170/100
mmHg

bicara

merupakan indikator dari

diagnosa
suspect

isi

mungkin

penurunan/peningkatan
kolaborasi :

berikan oksigen sesuai


indikasi

TIK
Menurunkan

hipoksia

yang dapat menyebabkan


vasodilatasi serebral dan
tekanan

meningkat/

pembentukan edema

N : 84 x/menit
P : 20 x/menit
Gula
darah
random 198 mg

%
Ureum 35 mg%
Kreatinin 1,3 mg

berikan

obat

sesuai

indikasi :
antikoagulasi

Dapat digunakan untuk


meningkatkan
darah

aliran

serebral

dan

mencegah pembekuan

saat embolus/trombus
Mencegah lisis bekuan
yang

antifibrolitik

terbentuk

dan

perdarahan

berulang

serupa
Hipertensi

kronis

memerlukan
penanganan
antihipertensi

hati-hati

sebab

penanganan

yang

berlebihan

meningkatkan
terjadi

resiko

perluasan

kerusakan jaringan.
Memperbaiki sirkulasi
kolateral

atau

kenurunkan
vasodilatasi
perifeer

vasospasme
Dapat digunakan untuk
mengontrol kejang atau
untuk kegiatan sedatif

fenitonin

Mencegah

proses

mengejan

selama

defekasi

dan

berhubungan

yang
dengan

peningkatan TIK.
pelunak feses
Memberikan
tentang

informasi
keefektifan

pengobatan

pantau

pemeriksaan

laboratorium

indikasi

seperti

masa

protrombin,kadar
dilantin
2

Kerusakan

Tujuan:

Mandiri:
dilakukan

komunikasi verbal Setelah

tipe/drajat Membantu

Kaji

b.d apasia motorik asuhan keperawatan

disfungi,seperti

dan

tidak tamoak memahami kerusakan serebral yang

sensorik 3x24

komunikasi

pasien daerah

menentukan

ditandai dengan :

verbal dapat di latih

kata

DS :

Kriteria Hasil:

mengalamikesulitan

Keluarga

Membuat

dalam

mengatakan

komunikasi dimana

metode

klien

bicara kebutuhan

pelo

sehari diekspresikan

dapat

bukittinggi

sumber-sumber

dalam

dengan tepat

dan

M6 V5)
TD : 170/100

mmHg
Klien

di

kesulitan

pasien

dalam

atau beberapa/seluruh

tahap

pengertian proses komunikasi

kesalahan Umpan balik membantu


berkomunikasi perawat berespon pada

Peerhatikan

balik

GCS : 15 (E4

dan

drajat

sendiri

menggunakan

berbicara

membuat

SMRSN

DO :

atau terjadi

dan

berikan

umpan kata yang sulit dimengerti


dan kalrifikasi makna/isi
pada ucapannya
Melakukan
trehadap

penilaian
adanya

diagnosa
menderita
suspect

stroke

iskemik

Mintalah pasien untuk kerusakan sensorik


mengikuti

perintah

sederhana.

Ulangi

dengan

kalimat Melakukan

sederhana.
Tunjukan objek
minta

pasien

menyebutkan

penilaian

terhadap

adanya

dan kerusakan motoik


untuk
nama Bermanfaat

dalam

benda tersebut
menurunkan frustasi bila
Antisipasi dan penuhi
tergantung pada orang
kebutuhan pasien
lain dan tidak dapat
berkomunikasi

secara

berarti.
Mengurangi isolasi sosial

pasien dan meningkatkan


Anjurkan

penciptaan

pengunjung/orang
terdekat

komunikasi

yang efektif
untuk

mempertahankan
usahanya
berkomunikasi

dalam
dengan

pasien.

Pengkajian secara
individu kemampuan

Kolaborasi :

Konsultasikan

dengan

ahli terapi wicara

bicara dan
sensorik,motorik dan
kognitif berfungsi untuk
mengidentifikasi
kekurangan terapi

Ganguan
b.d

menelan Tujuan:
kerusakan Setelah

neuromuskuler/

Mandiri:
dilakukan

asuhan keperawatan

Tinjau

ulang

patologi/kemampuan

Intervensi
nutrisi/pilihan rute
makan ditentukan oleh

perseptual ditandai 3x24 , kerusakan

menelan pasien sewcara

dengan :

menelan

individual. Catat luas

DS :

terjadi

paralisis fasial,gangguan

Klien

lidah,

mengatakan
nafsu
-

tidak

Timbang

berat

badan

seccara teratur

metode makan tepat

lidah berat
DO :

untuk
individual
aspirasi

Klien tampak susah


makan

kemampua

melindungi jalan napas.

mendemonstrasikan

mengatakan

menelan

Kriteria Hasil:

makan Mampu

turun
Klien

ketika

dan

Menetralkan

situasi
dengan

Tingkatkan upaya untuk hiperekstensi, membantu


melakukan

tercegah

prosese mencegah aspirasi dan

menelan yang efektif. meningkatkan

mampu

Seperti,

mengontrol

berat badan yang

kepala

pasien kemampuann untuk

bantu

mempertahankan
diinginkan

faktor-faktor ini

dengan menelan

Anjurkan

pasien

menggunakan

dan otot menelan dan

sedotan

menurunkan risiko

untuk meminun cairan

Pertahankan
dan

haluaran

akurat,

catat

Menguatkan otot fasial

terjadinya tersedak
Jika usaha menelan

masukan

tidak memadai untuk

dengan

memenuhi kebutuhan

jumlah

cairan dan makanan

kalori yang masuk

harus dicaikan metode


alternatif untk makan.

Kolaborasi ;
Berikan cairan iv dan/atau
makanan melalui selang

memberikan cairan
pengganti dan juga
makanan jika pasien tidak
mampu untuk memasukan
segala sesuati melalui
mulut