Anda di halaman 1dari 5

Nama : Rizqiana Adawiyah

NIM

: 41151095000033

Program Profesi Ners Stase Keperawatan Medikal Bedah

LAPORAN PENDAHULUAN
TUMOR GINJAL
A. Definisi
Tumor ginjal atau sering disebut tumor renal adalah massa abnormal yang
berkembang di ginjal. Tumor ginjal juga sering diartikan sebagai lesi ganas
(adenokarsinoma) dari epitel ginjal (Grace dan Bolrey, 2008).

B. Faktor Resiko
Penyebab tumor ginjal belum diketahui secara pasti. Namun, faktor resiko
sebagai pemicu timbulnya tumor ginjal antara lain sebagai berikut (Grace dan
Bolrey, 2008):
1. Diet: konsumsi tinggi lemak, minyak, dan susu.

2. Agen toksik: timah, cadmium, asbestos, produk-produk petroleum.


3. Merokok.
4. Faktor genetic: onkogen pada lengan pendek kromosom 3, antigen HLA
BW-44 dan DR-8.
5. Penyakit lainnya: sindrom von Hippel-Lindu (VHL), penyakit polikistik
dewasa, pasien dialisis ginjal.
Sedangkan menurut Smeltzer dan Bare (2002), beberapa faktor resiko
terjadinya tumor ginjal adalah penggunaan tembakau, pajanan oksupasional
dengan zat kimia industri, obesitas, dan dialisis.

C. Manifestasi Klinis
Berikut adalah manifestasi klinis atau tanda gejala tumor ginjal (Grace dan
Bolrey, 2008):
1. Trias hematuria (50-60%), nyeri pinggang (35-50%), massa abdomen
teraba (25-45%). Gabungan dari ketiga gejala ini terjadi pada < 10%
pasien.
2. Hipertensi, polisitemia.
3. Anemia, penurunan berat badan.
4. Hiperkalsemia, produksi hormone ektopik (ACTH, ADH).
5. Disfungsi hati (peningkatan enzim).
Smeltzer dan Bare (2002) juga menuliskan dalam bukunya tentang
manifestasi klinis dari tumor ginjal, yaitu:
1. Trias klasik yang terdiri atas hematuria, rasa nyeri, dan massa di daerah
pinggang. Tanda yang biasanya menjadi petunjuk pertama ke arah tumor
ginjal adalah hematuria tanpa rasa nyeri.
2. Nyeri tumpul pada punggung akibat tekanan dari desakan ureter, ekstensi
tumor, atau hemoragi ke dalam ginjal.
3. Nyeri kolik terjadi jika bekuan atau massa sel-sel tumor melewati ureter.
4. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
5. Anemia dan peningkatan perasaan lemah.

D. Patologi
Grace dan Bolrey (2008) menjelaskan tentang stadium tumor ginjal yaitu:
1. Stadium TNM
Tumor mempunyai tahap I-IV tergantung pada ukuran, nodus limfe
yang terkena, dan metastasis. (Tahapan lainnya diekspresikan dalam

simbol

TNM:

T=Tumor

primer, N=Nodus

limfe

yang

terlibat,

M=Metastasis). Berikut adalah tahapan-tahapan tersebut (Baughman dan


Hackley, 2000):
a. Tahap I: tumor kecil kurang dari 2 cm, nodus limfe negatif, tidak
terdeteksi metastasis.
b. Tahap II: tumor lebih besar dari 2 cm tetapi kurang dari 5 cm, nodus
limfe takterfiksasi nehatif atau positif, tidak terdeteksi metastasis.
c. Tahap III: tumor lebih besar dari 5 cm, atau tumor dengan ukuran
berapa saja dengan invasi kulit atau dinding dada atau nodus limfe
terfiksasi positif dalam area klavikular tanpa bukti metastasis.
d. Tahap IV: tumor dalam ukuran berapa saja dengan nodus limfe positif
atau negatif dengan metastasis jauh.
2. Stadium Robson I-IV
Yaitu sebagai berikut:
a. Stadium I: tumor terbatas pada kapsul ginjal.
b. Stadium II: tumor terbatas pada fasia Gerota.
c. Stadium III: tumor terdapat pada vena ginjal, nodus, atau sepanjang
fasia Gerota.
d. Stadium IV: metastasis jauh atau invasi pada organ-organ sekitar.
Sedangkan penyebaran yang mungkin terjadi karena tumor ginjal adalah
Grace dan Bolrey (2008):
1. Langsung ke vena ginjal dan jaringan perirenal.
2. Melalui aliran limfatik ke kelenjar periaorta dan hilus.
3. Hematogen ke paru-paru, tulang, dan ginjal kontralateral.

E. Concept Map

Terlampir

F. Pemeriksaan Penunjang
Berikut adalah pemeriksaan penunjang terhadap tumor ginjal (Grace dan
Bolrey, 2008):
1. DPL, untuk pemeriksaan anemia dan polisitemia.
2. LED.
3. Ureum, elektrolit, kreatinin, untuk pemeriksaan fungsi ginjal.
4. LFT, untuk pemeriksaan metastasis.
5. Kultur urin, untuk pemeriksaan infeksi.
6. Ultrasonografi abdomen, untuk pemeriksaan massa ginjal.
7. CT scan heliks, untuk pemeriksaan massa ginjal, kepadatan, dan kelenjar.
8. IVU, untuk pemeriksaan gambaran ginjal.
9. Cavagram dan ekokardiogram, untuk pemeriksaan keterlibatan atrium
kanan.
Smeltzer dan Bare (2002) menjelaskan bahwa beberapa pemeriksaan
diagnostik untuk penegakan tumor ginjal adalah:
1. urogravi intravena.
2. Sistoskopi.
3. Nefrotomografi.
4. Angiografi renal.
5. Ultrasonografi
6. CT scan.

G. Penatalaksanaan Medis
Berikut adalah penatalaksanaan medis terhadap tumor ginjal (Grace dan
Bolrey, 2008):
1. Pembedahan.
2. Paliatif, meliputi:
a. Embolisasi arteri renalis (dapat menghentikan hematuria).
b. Kemoterapi.
c. Terapi hormonal.
d. Imunoterapi.

Daftar Pustaka
Baughman, Diane C., dan JoAnn C. Hackley. 2000. Keperawatan Medikal Bedah:
Buku Saku dari Brunner & Sudaarth. Jakarta: EGC.
Grace, Pierce A., dan Neil R. Borley. 2008. At a Glance Ilmu Bedah. Jakarta:
Erlangga Medical Series.
Smeltzer, Suzanne C., dan Brenda G. Bare. 2002. Keperawatan Medikal Bedah
Brunner & Sudaarth. Jakarta: EGC.