Anda di halaman 1dari 5

Ayo!

kita
pecahkan kasus
ini KELOMPOK :
ANGGOTA :

Lembar kerja siswa ini menggunakan kasus-kasus untuk memulai pembelajaran. Berangkat
dari kasus-kasus yang diajukan dalam lembar kerja ini, siswa menganalisis dan mempelajari
konsep-konsep yang terkait dengan kasus tersebut. Selanjutnya berdasarkan masalah siswa
diberikan konsep yang berhubungan dengan masalah untuk menyelesaikan masalah tersebut.
A. Pelajari kasus berikut!
Air bersih itu pengertianya air yang memenuhi persyaratan untuk mengairi sawah, untuk
treathment air minum dan untuk treathment air sanitasi. Persyaratan disini ditinjau dari
persyaratan kandungan kimia, fisika, dan biologis.
Pengertian air bersih:
1. Secara umum : Air yang aman dan sehat yang bisa dikonsumsi manusia
2. Secara fisik : Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa
3. Secara kimia :
a. pH netral (bukan asam/basa)
b. tidak mengandung racun dan logam berat berbahaya
c. parameter-parameter seperti BOD, COD, DO, TS, TSS dan Konductivity
memenuhi aturan pemerintah setempat.
Disini akan dibahas lebih lanjut mengenai keasaman / kebasaan suatu air. Alkalitas secara
umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir keasaman
dalam air. Secara khusus alkalinitas merupakan proses pem-buffer-an ion bikarbonat dan
sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Alkalinitas biasanya
dinyatakan dalam satuan ppm (mg/l) kalsium karbonat (CaCO3). Pernahkah anda berfikir
jika hasil respirasi ikan adalah CO2 yang akan berubah menjadi asam karbonat (H2CO3)
jika bereaksi dengan air. Maka keasaman air akan selalu meningkat dan tida akan ada
ikan lagi yang hidup.
Reaksinya : CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3- CO32- + 2H+
Mengapa air dapat mempertahankan pH yang dapat menjadi tempat hidup ikan?
Pertanyaan :
1. Disebut apa untuk suatu larutan yang dapat mempertahankan pH ?
2. Mengapa air tetap pada pH yang memungkinkan ikan untuk hidup padahal tiap hari
selalu bertambah kandungan CO2 dari hasil pernafasan ikan?
3. Buatlah kesimpulan dari kasus ini!
B. Pelajari kasus berikut!
Dalam suatu percobaan disediakan bahan-bahan sebagai berikut :
- Larutan NH4OH 0,01 M (basa lemah)
- Larutan H2SO4 0,005 M (asam kuat)
- Larutan CH3COOH 0,1 M (asam lemah)
- Larutan NaOH 0,1 M (basa kuat)
- Larutan HCl 0,01 M (asam kuat)
(Ka Asetat = 1 x 10-5 ; Kb NH4OH = 1 x 10-5)
Pada percobaan ini ada 3 perlakuan
1. Larutan asetat ditambahkan larutan NaOH.
Pada percobaan ini diketahui pH awal asetat adalah 3 dan NaOH adalah 12. Dalam 50
mL larutan asetat 0,1 M ditambahkan 25 mL larutan NaOH 0,1 M. Pada akhir reaksi
larutan diukur pHnya menggunakan pH meter, dan pH larutan adalah 5. Ketika
larutan ini diencerkan menjadi 4x volume awal lautan ini di ukur pH-nya kembali
dengan pH meter dan pH tetap menunjukan angka 5
Pertanyaan :
a. Mengapa pH larutan tidak berubah?
b. Apa sifat-sifat larutan penyangga?
2. Larutan asetat ditambah larutan NaOH berlebih
Pada percobaan ini diketahui pH awal asetat adalah 3 dan NaOH adalah 12. Dalam 50
mL larutan asetat 0,1 M ditambahkan 75 mL larutan NaOH 0,1 M. Pada akhir reaksi
larutan diukur pHnya menggunakan pH meter, dan pH larutan adalah 12,3. Ketika
larutan ini diencerkan menjadi 10x volume awal lautan ini di ukur pH-nya kembali
dengan pH meter dan pH menunjukan angka 11,3 (log 2 = 0,3)
Pertanyaan :
a. Apakan larutan pada perlakuan ke-2 sama dengan perlakuan pertama?
b. Jika tidak sama, jelaskan mengapa larutan ke-2 berbeda!
c. Apa syarat komposisi dari suatu larutan penyangga?
d. Mengapa pH larutan pada percobaan ke-2 berubah jika diencerkan?
3. Larutan amonium hidroksida ditambahkan larutan asam sulfat
Pada percobaan ini kedalam 100mL larutan amonium hidroksida ditambahkan 50 mL
larutan asam sulfat.
Pertanyaan :
a. Berapa pH larutan ?
b. Berapa pH larutan jika diencerkan 2 kali?
Jika kedalam larutan ini ditambahkan 25 mL larutan HCl. Dan selanjutnya diukur
menggunkan pH meter.
c. Apa yang terjadi dengan konsentrasi NH4OH dan asam konjugasinya?
d. Berapa pH yang ditunjukkan oleh pH meter?

Rumuskan kesimpulan apa


yang bisa kamu ambil dari
kasus di atas. Temukan
konsep utama yang
mendasari kasus tersebut!
Kunci Jawaban Cases Today
A. 1. Larutan penyangga/dapar/buffer
2. Pada air terdapat reaksi
CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3- CO32- + 2H+
Reaksi diatas adalah reaksi kesetimbangan dimana reaksi dapat bergeserr ke kiri atau
ke kanan tergantung keadaan yang mempengaruhinya. Hasil respirasi adalah CO2
yang akan berubah jadi asam jika bereaksi dengan air. Tetapi kita tahu bahwa
penyebab keasaman atau kebesaan air bukan hanya dari hasil respirasi. Jika suatu air
bereaksi atau ditambah asam maka reaksi akan bergeser ke kiri sehingga dihasilkan
CO2 lagi yang akan lepas keudara. Jadi dalam air pH akan relatif tetap.
3. a. Larutan penyangga adalah suatu larutan yang dapat mempertahankan pH walau
ditambah sedikit asam, basa atau pengenceran
b. larutan penyangga terdapat dikehdupan sehari-hari seperti pada air
B. 1. Larutan asetat ditambahkan larutan NaOH
a) pH tidak berubah karena larutan tersebut adalah larutan penyangga
b) Dapat mempertahankan pH walau ditambah ditambah asam, basa, atau
pengenceran
2. Larutan asetat ditambah larutan NaOH berlebih
a) Tidak
b) Karena larutan kedua bukan larutan penyangga dan kecenderungan basa, sehingga
pH larutan berubah
c) Pada akhir reaksi harus ada sisa larutan basa atau asam lemahnya dan terdapat
asam atau basa konjugasinya
d) Karena larutan bukan buffer karena pada akhir reaksi tidak terdapat asam lemah
yang tersisa tetapi basa kuatnya
3. Larutan amonium hidroksida ditambahkan larutan asam sulfat
a) Mol NH4OH = 100 mL x 0,01 M ==> 1 mmol
Mol H2SO4 = 50 mL x 0,005 M ==> 0,25 mmol
2NH4OH + H2SO4 2NH4+ + SO42- + 2H2O
Mula 1 mmol 0,25 mmol
Reaksi 0,5 mmol 0,25 mmol 0,5 mmol 0,25 mmol 0,5 mmol
Sisa 0,5 mmol 0 0,5 mmol 0,25 mmol 0,5 mmol

pH = 14 – pKb + log

= 14 – 5 + log
= 9
b) Jika diencerkan maka Vtot untuk asam konjugasi dan basa lemahnya adalah sama
sehingga molaritas keduanya akan berbandingan tetap seperti sebelum diencerkan
sehingga pH akan tetap
c) Mol NH4OH akan berkurang dengan adanya reaksi penetralan dengan HCl dan
asam konjugasi akan bertambah dengan dihasilkannya NH4+ dari hasil reaksi
penetralan NH4OH dengan HCl.
d) Mol HCl = 0,01 M x 25 mL ==> 0,25 mmol
NH4OH + HCl NH4+ + Cl- + H2O
Mula 0,5 mmol 0,25 mmol 0,5 mmol
Reaksi 0,25 mmol 0,25 mmol 0,25 mmol 0,25 mmol 0,25 mmol
Sisa 0,25 mmol 0 0,75 mmol 0,25 mmol 0,25 mmol
pH = 14 – pKb + log

= 14 – 5 + log
= 9 + log 0,33
= 9 – 0,52 ==> 8,48

Kesimpulan :
1. Larutan buffer adalah larutan yang dapat mmpertahankan pH pada penambahan asam,
basa, atau pengenceran.
2. Larutan penyangga terdapat dalam kehidupan sehari hari
3. Larutan penyangga tercipta jika dalam suatu larutan terdapat asam/basa lemah dengan
basa/asam konjugasinya
4. Jika pada suatu penyangga basa ditambah asam, maka mol basa akan berkurang
dengan reaksi penetralan dan mol asam konjugasi akan bertambah. Sehingga pada
akhir reaksi akan dihasilkan pH yang berubah sedikit atau dapat dikatan tetap.