Anda di halaman 1dari 4

INDEKS BARU DALAM BIDANG PERIODONSIA

INDEKS YANG SUDAH ADA :

1. Calculus Surface Index.


2. Community Periodontal Index of Treatment Needs (CPITN)
3. Eastman Interdental Bleeding Index..
4. Gingival Bleeding Index of Carter and Barners
5. Gingival Bone Count
6. Navy Plaque Index.
7. Navy Periodontal Disease Index
8. Periodontal Severity Index.
9. Periodontal Treatment Need System (PTNS).
10. Quigley and Heins Plaque Index, as Modified by Turesky et al..
11. Sulcus Bleeding Index.
12. Gingival Index of Loe and Silness
13. Periodontal Index of Russell
14. Contraindications to Performing Periodontal Osseous Resective Surgery
15. Healing Index of Landry, Turnbull and Howley

YANG BARU :

1. Oral pigmentation index (DOPI):


Merupakan indeks untuk pigmentasi didalam mulut yang biasanya digunakan karena
lebih sederhana dan mudah digunakan. Skornya sebagai berikut :
Tidak ada pigmentasi/ No clinical pigmentation (pink-colored gingiva)
Pigmentasi ringan/ Mild clinical pigmentation (mild light brown color)
Pigmentasi menengah/Moderate clinical pigmentation (medium brown or mixed pink
and brown color)
Pigmentasi berat/ Heavy clinical pigmentation (deep brown or bluish black color)
Sumber : Dumme CO, Gupta OP. Estimating the epidemiology of gingival
pigmentation. J Natl Med Assoc 1964;56:419-20.
2. Melanin index: [10]
Indeks ini mengklasifikasikan pigmentasi sebagai berikut :
tidak ada pigmentasi/No pigmentation
satu atau dua daerah yang terpisah yang mengalami pigmentasi di papillary ginggiva
tanpa pembentukan garis sepanjang daerah yang terpisah tsb. (One or two solitary unit(s)

of pigmentation in papillary gingiva without the formation of a continuous ribbon


between solitary units)
lebih dr 3 daerah mengalami pigmentasi di papillary gingiva tanpa pembentukan
continuous ribbon
satu atau lebih pigmentasi dengan continuous ribbons yang pendek
ditemukan satu continuous ribbon termasuk diarea sekeliling caninus
Sumber : Hedin CA. Smokersmelanosis. Occurrence and localization in the attached
gingiva. Arch Dermatol 1977;113 :1533-8.
3.

Melanin pigmentation index:


Takashi et al. have proposed another index to measure gingival melanin pigmentation.
The index
is as follows:
Score 0: tidak apa pigmentasi / No pigmentation
Score 1: pigmentasi di derah yang terpisah di papillary gingiva tanpa perluasan ke
daerah yang berdekatan sekitarnya
Score 2: pembentukan continuous ribbon meluas hingga darah sekitar yang berdekatan
Indeks ini tidapat digunakan untuk mendekripsikan derajat jumlah melanin pada
pigmentasi
Sumber : Hanioka T, Tanaka K, Ojima M, Yuuki K. Association of melanin pigmentation
in the gingiva of children with parents who smoke. Pediatrics 2005; 116:e186-90.

4. Gingival pigmentation index: [12]


Score 0: Absence of pigmentation
Score 1: adanya pigmen kecoklatan hingga warna hitam
Score 2: Brown to black patches but not diffuse pigmentation
Score 3: Diffuse brown to black pigmentation, marginal, and attached
Sumber : Kumar S, Bhat SG, Bhat MK. Development in techniques for gingival
depigmentation-An update. Indian J Dent 2012; 3:213-21.

5. Basic periodontal Examination (BPE)


Merupakan indeks modifikasi dari indeks CPITN . adapun skor indeks ini :
Code 0 : jarigan gingival sehat tanpa pendarahan setelah probing.

Code 1 : Bleeding on probing, adanya plak, tapi tak ada kalkulus atau defective

restoration margins, pockets <3.5mm.


Code 2 Bleeding on probing, ada kalkulus atau defective restoration margins tapi

kedalaman pockets <3.5mm.


Code 3 Pocket dengan area colour-coded, kedalamannya pocket >3.5 mm<5.5mm.
Code 4 Colour-coded area disappears, indicating pocket >5.5mm.
Code * Denotes adanya furcation involvement atau attachment loss >7mm.
The BPE menggunakan probe WHO 621 dengan beban tekanan 20-25 g. bentuknya
memiliki ujung yang membulat berukuran diameter 0.5mm dan garis pita hitam dengan
ukuran 3.5-5.5mm untuk mengetahui batas kedalaman sulkus yang sehat (<3.5mm) dan
kedalaman periodontal pockets ( 3.5mm).
Pembagian kebutuhan periodontal treatment :

1. BPE codes 13 cocok untuk perawatan non-specialist periodontal


2. Code 4 and * disarankan pasien membutuhkan perawatan kompleks yang
membutuhkan specialis periodontal care.
Terutama jika pasien masih muda dan diperkirakan mengalami

aggressive

periodontitis, atau mempunyai komplikasi medical history, misal uncontrolled diabetes.


Atau jika:
1. BPE = 0, pemeriksaan ulang disetiap kunjungan rutin setiap 1 tahun atau lebih cepaat
2. BPE = 1 or 2, pemeriksaan ulang disetiap kunjungan rutin setiap 6 bulan atau lebih cepat
3.If BPE = 3, record full probing depths (6 sites per tooth) on the index tooth and check other
teeth in the sextant, treat (OHI and root surface debridement (RSD)) and review after 3
months
4.If BPE = 4 or *, membutuhkan full periodontal assessment and consider referral

Sumber : 2012 British Society of Periodontology and The British Society of Paediatric
Dentistry
6. Bleeding on interdental brushing index (BOIB)
Indeks ini diperkenalkan tahun 2010 dan caranya dilakukan dengan memasukkan
interdental brush yang ringan di daerah bukal tanpa tekanan. Bleeding score dilihat dari
ada tidaknya dari setiap daerah interdental setelah 30 detik. Penulisnya mendeskripsikan

kelebihannya nya yaitu dapat memanipulasi trauma pada papillary, mudah digunakan,
integrasi antara instruksi oral hygiene sekaligus memotivasi pasien untuk melihat
progress kesehatan mulutnya dirumah, dan juga meningkatkan kebersihan didaerah
interdental dengan pembersihan plak.
Sumber : Hofer, D.; Sahrmann, P.; Attin, T.; Schmidlin, P.R. Comparison of marginal bleeding
using a periodontal probe or an interdental brush as indicators of gingivitis. International
Journal of Dental Hygiene. DOI: 10.1111/j.1601-5037.2010.00483.x [Epub ahead ofprint]