Anda di halaman 1dari 65

CHAPTER REPORT 8

DETERMINE SOME NUCLEAR


TUGAS MK: FISIKA INTI
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. PRABOWO, M.Pd

OLEH :
Moh. Luqman Hakim

(127795008)

Khurri Tsaney

(127795080)

Asti P

(127795081)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


PROGRAM PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS
2013

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI---------------------------------------------------------------------------

BAB I PENDAHULUAN
8.1.pendahuluan------------------------------------------------------------------------

BAB II PEMBAHASAN
8.2.ion optik----------------------------------------------------------------------------

8.3.produksi dan deteksi ion positif-------------------------------------------------

13

8.4.spektrometer massa dempster fokus setengah lingkaran---------------------

16

8.5.spektograf massa atom------------------------------------------------------------

17

8.6.spektograf massa pertama bainbridges----------------------------------------

23

8.7.spektoskop massa fokus ganda--------------------------------------------------

24

8.8.metode ganda untuk membandingkan ketelitian dari massa atom----------

28

8.9.tipe khusus spectrometer massa resolusi tinggi-------------------------------

30

8.10.pengukuran spin dan momen magnetik atom--------------------------------

38

8.11.spin nuklir dari efek zeeman pada garis hyperfine--------------------------

43

8.12.spin nuklir dan statistic dari spectrum molekul------------------------------

47

8.13.metode sinar atom penentuan momen inti magnet--------------------------

50

8.14.metode resonansi rabi-----------------------------------------------------------

51

8.15.metode penyerapan resonansi magnetic pada pengukuran momen


magnetic nuklir-------------------------------------------------------------------

55

8.16.metode induksi nuklir-----------------------------------------------------------

59

8.17.metode spektroskopi gelombang mikro---------------------------------------

60

8.18.menentukan momen listrik quadrupole pada inti----------------------------

61

BAB III
KESIMPULAN -----------------------------------------------------------------------

64

BAB I
8.1 PENDAHULUAN
Ketelitian menentukan massa atom sangat penting dalam pengembangan teori
struktur atom.Sebagaimana telah dibahas pada Bab II, energi ikat atom berkaitan
dengan massa atom melalui persamaan:
Eb (A, Z) = ZMH + NMN - M (A, Z)
di mana massa atom dinyatakan dalam satuan unit massa atom (u). Nilainya adalah
1 u = 1,660566 x 10-27 kg = 931,502 MeV
Energi ikat per nucleon, yang dikenal sebagai gaya ikat (fb) adalah ukuran kekuatan
mengikat inti:

fb = Eb/A
Hal ini erat berhubungannya dengan defek massa M (A, Z) = M (A, Z) - A melalui
persamaan

N
A

Di mana fH = 0.007825 u dan fn = 0.008655 u merupakan pelepasan massa


dari isotop 1H hidrogen dan neutron tiap unit
Di antara metode yang berbeda dari pengukuran massa atom , secara historis
yang paling penting adalah metode spektroskopi massa dikembangkan oleh FW
Aston. Spectrocopists massa mengungkapkan massa atom dalam hal M defek
massa atau fraksi kuantitas terkait erat pengepakan, f = M / A
Sebagaimana dinyatakan di Bab II. massa atom dinyatakan dalam satuan unit
massa atom (u) berdasarkan, karbon-12, di mana skala massa isotop

12

C karbon

diambil untuk menjadi 12.


Perbedaan metode untuk menentukan massa atom meliputi (a) metode
spektroskopi massa, (b) pelepasan energi (atau penyerapan) dalam reaksi atom, (c)
keseimbangan energi dalam alpha dan peluruhan dan (d) spektroskopi gelombang
mikro.
Dalam beberapa bagian berikut akan dijelaskan secara singkat metode ini.
Diketahui bahwa metode spektroskopi massa pertama kali diperkenalkan oleh JJ
AThomson ketika dia mengembangkan metode sinar positif parabola untuk analisis
massa atom. Metode ini telah duiraikan pada Bab II. Spekroskop massa terdahulu
memiliki kelebihan dan kekurangan kemudian di kembangkan oleh J.J.Thomson.
Pada spectroscopes massa modern, ion dideteksi secara fotografi atau listrik. Alasan
3

pertama, adalah berhubungan dengan instrument spectrograph massa , sedangkan


alasan kedua spektormeter massa sudah dikenal.

KEY WORD
1. Medan magnet homogen
2. Dispersi massa
3. Ion optic
4. Berkas sinar
5. Spektrometer
6. Spektrograf
7. Spektroskop focus ganda
8. Spin nuklir
9. Momen magnetik
10. Struktur halus ( hyperfine structure)
11. Metode penyerapan
12. Empat kutub listrik (Quadrupole electric)
13. Gelombang mikro

BAB II
PEMBAHASAN
8.2 ION OPTIK
Kebanyakan

Spektroskop

massa

memakai

bidang

homogen

untuk

memantulkan ion positif dari sumber ion, yang memiliki memiliki arah pada sinar
ion, mirip sebuah sinar cahaya pada prisma yaitu medan magnet menghasilkan
dispersi massa sinar ion, yang memungkinkan analisis massa dari sinar komposit
yang terdiri dari massa ion yang berbeda. Selain itu, medan magnet memiliki
kekuatan terfokus pada sinar ion, mirip dengan sinar cahaya pada sebuah lensa . Hal
ini memungkinkan pemancaran sinar ion dari suatu massa yang akan difokuskan
pada suatu titik, akan menghasilkan berkas ion dengan intensitas yang cukup untuk
dideteksi. Untuk mencapai akurasi yang lebih besar dalam menentukan massa atom,
solusinya menggunakan spectroscopes massa paling tinggi dengan medan listrik
radial dalam penjajaran (conjuction) dengan medan magnet, keduanya diatur secara
berurutan. Kedua bidang memiliki beberapa kekuatan tertentu pada sinar. Untuk
mengembangkan lingkup bidang ini maka perlu adanya pemahaman yang tepat dari
sifat ion optic.
a) Arah fokus oleh medan magnet homogen:
Persamaan dasar yang mengatur pembelokan ion massa Mo dan muatan q dalam B
induksi medan magnet adalah:

Bqvo = Mo.vo2/r
. Mengingat massa ion Mo dan kecepatan vo muncul dari sumber titik O dengan
sudut divergensi kecil 2 ( << 1) menentukan arah ion. Magnet homogen yang
berbentuk batang dimasukkan antara dua sector seperti yang ditunjukkan pada
gambar. 8.1.

Jika sudut sektor adalah m dan jalur ion tegak lurus terhadap medan
magnet maka ion-ion mengikuti lintasan melingkar dengan jari-jari am dan keluar
dari medan normal ke sisi potongan kutub yang lain, setelah dibelokkan melalui m.
Arah sinar kemudian difokuskan pada poin I.
Pengaturan di atas adalah seperti kombinasi optik dari prisma dan lensa
silinder. Panjang fokus lensa yang diberikan oleh
fm = am/ sin

( 8.2.1 )

Obyek dan gambar jarak lm 'dan lm "seperti yang ditunjukkan pada gambar
berhubungan dengan persamaan:
(lm gm)(lm gm) = fm2
dimana :

gm = fm cos m = am cos

( 8.2.2 )
m

( 8.2.3 )

gm adalah jarak dari fokus utama dari batas medan. Di sini jarak dari batas keluar
pada suatu titik dimana arah sinar parallel pada ion-ion arah sinar parallel, kejadian
normal pada batas masuk adalah difokuskan. Selanjutnya jarak batas masuk pada
suatu titik dari sumber yang sedikit arah pancaran ionnya, kejadian pada perbatasan ,
sedikit arah sinar parallel yang keluar dari bidang batas
Persamaan (8.2.2) menunjukkan bahwa objek O, pusat dari kelengkungan C
dari sektor dan gambar I terletak pada garis lurus, seperti yang ditunjukkan pada
gambar (lihat Ion Optik oleh L. Kerwin di Spektrometri Massa, Ed. CA McDowell,
McGraw Hill).
Jika titik objek ditempatkan melalui jarak b m normal untuk sinar rata-rata,
kemudian gambaran tersebut dipindahkan melalui bm ". Untuk massa ion M = Mo (1
7

+ ) dan kecepatan v = vo (1 + ) Keduanya dianggap kecil, maka bm " dapat


dinyatakan seperti berikut ini :

m
m
bm = am ( + ) 1 '
- bm '
lm gm

l m'm m g m

( 8.2.4)
Untuk kelompok ion Mo , vo kita dapatkan
bm =- bm

lm g

( 8.2.4a)
perbesaran dinyatakan dengan persamaan:

"

b
=
b

Gm

m
'

= - bm

lm g

( 8.2.5)
Tanda negatif dalam Pers. (8.2.4a) dan (8.2.5) adalah karena inversi gambar. Untuk
pengaturan simetris (lm'= lm") perbesaran dalam tiap unit satuan. Untuk massa ion
Mo diberikan ( = 0) yang muncul dari titik objek yang diberikan dengan penyebaran
kecepatan vo menunjukan kecepatan vo berarti, akan ada gambaran luas yang
diberikan oleh:
bm = Km

(8.2.6)

Dimana koefisien dispersi kecepatan adalah:

fm

Km =am 1 '

l mm g m

(8.2.7)

Jika celah -obyek So = '2bm ditempatkan di O, gambar untuk dua kelompok ion
memiliki Mo massa dan M = Mo (1 + ) akan hanya diselesaikan, jika pusat dari
gambar - garis terpisah sejauh :
2bm=

So f
l ' g

Untuk sinar ion monokromatik dengan dua kelompok massa Mo dan


M yang ada, dapat kita tuliskan:
8

Movo2 = Mv2 = Movo2 (1 + )(1 + )2


Dengan mengabaikan jumlah yang kecil pada orde kedua dan selebihnya, kemudian
dapat dinyatakan dengan :
1 + +2 = 1

+2 = 0

atau

(8.2.8)

Kemudian persamaan (8.2.4) memberikan penyelesaiannya untuk dua massa M dan


Mo:

M
Mo

M Mo
Mo

2So

(l 'm g ' ) 1
m
l 'm g m

(8.2.9)
Agar simetris

Persamaan (8.2.2)diberikan 'lm - gm = fm sehingga

penyelesaiannya menjadi

M
Mo

So
ao

(8.2.10)
Untuk metode fotografis deteksi ion, lebar gambar seperti yang diberikan oleh eq
(8.2.4) tidak

diperluas. Dalam metode deteksi listrik, sebuah celah lebar S i

ditempatkan di depan detektor, terhadap sumbu normal optik (berarti sinar ionik).
Dalam hal ini, solusinya menjadi, pengaturan simetris, (Jadi + Si) <am.
Gerakan ion yang difokuskan pada medan magnet telah dibahas di atas
dikenal sebagai fokus urutan pertama , yang semua kekuatannya lebih besar daripada
perbedaan anguler selanjutnya penyebaran kecepatan , diabaikan. Khusus medan
magnet berbentuk fokus setengah lingkaran telah dibahas dalam Bab. V.
Penyebaran massa d untuk 1% perubahan pada massa ion ( = 1/100) pada
sinar monoenergetic dan susunan simetris dapat diperoleh dari eq (8.2.4) dengan
menempatkan bm = 0: dihasilkan :
d = Km( + )

fm

d = am( + ) 1 '

l mm g m

= am( +
9


)x 2 = am. /2 x 2
2 2

= am/100
(8.2.11)
d memiliki dimensi panjang. Hal ini diukur dalam bidang normal dengan sumbu
optik
b) Arah fokus oleh medan elektrostatik radial
Medan yang terjadi diantara dua plat pada silinder pengumpul dikenal sebagai
medan elektrostatik radial. Jika medan listrik di tengah tengah radius ae garis edar
ion antara kedua pelat adalah Eo, maka bidang pada radius r = ae (1 + ) pada
gambar 8.2

diperoleh

:
Er = a.Eo/r

(8.2.12)

Dengan asumsi bahwa potensial jari jari rata-rata di ae menjadi nol, potensi di jarijari r adalah:
Vr = Eoaeln ( 1 + ) = Eoae

(8.2.13)

Di sini diasumsikan kecil


Teoritis analisis menunjukkan bahwa untuk sebuah sektor sudut

pada medan

elektrostatik, jarak objek dan bayangan le dan le" dihubungkan melalui persamaan:
(le ge )( le ge ) = fe2

(8.2.14)

dimana ge memberikan jarak fokus utama dari batas-batas bidang yang diberikan
oleh
ge =

cot 2

Panjang fokus lensa silinder elektrostatik adalah

10

(8.2.15)

fe =

2 sin 2

(8.2.16)
e

Keadaan medan elektrostatik radial yang difokuskan pada orde pertama telah di
bahas.
Eqs. (8.2.14) sampai (8.2.16) dianalogikan sebagai hubungan persamaan
untuk lensa magnetik yang telah dibahas sebelumnya dengan m digantikan oleh
sudut sektor
ae /

2 e dan am oleh

2.
Menggunakan persamaan di atas, memungkinkan

untuk mendapatkan

perpindahan bayangan be", untuk ion yang muncul dari titik objek digantikan melalui
be normal terhadap sumbu optik yang memiliki massa M = Mo (1 +) dan kecepatan
v = vo (1 +) :

f e
fe

'

be" = ae
b
e
2

l 'e g e
l 'e g e

(8.2.17)

Untuk sinar ion monoenergetic 2 + = 0 untuk ion pada semua massa. Oleh
karena itu semua terfokus pada titik yang sama dan tidak ada dispersi massal. Ion
kelompok energi yang berbeda, semua muncul dari titik objek yang sama, akan
difokuskan pada titik yang berbeda. Dengan demikian medan elektrostatik silinder
(analyser elektrostatik) bertindak sebagai energi - filter. Dalam spektroskopi massa,
memiliki nilai yang kecil dengan sendirinya. Arti pentingnya terletak pada kombinasi
dengan bidang lain untuk mencapai fokus ganda.
Meskipun silinder medan elektrostatik tidak menghasilkan penyebaran
massa, kecepatan penyebaran yang dihasilkan diberikan untuk massa (= 0) pada ion
. Dampak perpindahan dari gambar untuk kecepatan v = vo (1 + ) diberikan oleh
(pada be'= 0)
ye ( ) = Ke
di mana koefisien dispersi kecepatan adalah
11

(8.2.18)

fe

Ke = ae 1
l 'e g e

(8.2.19)

c) Prinsip Fokus Ganda


Dari persamaan.(8.2.4) dan (8.2.17) memberikan posisi terhadap sumbu optik untuk medan magnet dan silinder sektor elektrostatik masing-masing. Masingmasing dapat diistilahkan memberikan dispersi kecepatan dalam bidang yang sesuai.
Dengan demikian memungkinkan untuk mengatur dua bidang sedemikian rupa
sehingga dispersi kecepatan yang dihasilkan akan diseimbangkan

dengan yang

dihasilkan oleh yang lain. Jika pada ketika yang sama, kondisi terpenuhi

arah

fokusnya dengan gabungan, kemudian akan didapatkan gambaran akhir kebebasan


kecepatan dan arah dari ion yang muncul dari celah objek. Kombinasi inilah yang
akan bertindak sebagai pengaturan fokus ganda.
Biasanya dalam mengatur fokus ganda gambar yang dihasilkan oleh medan
elektrostatik radial berfungsi sebagai objek untuk medan magnet berikutnya. Ini
berarti bahwa kita harus menyamakan b'm dalam Persamaan (8.2.4) untuk menjadi
'yang diberikan oleh Persamaan (8.2.17). Hal ini memberikan gambaran akhir dalam
medan magnet:

bm" = am
2


a
e

2

l 'm g


b'e

l 'e g
e

'
bm

l 'm g

x
m

(8.2.20)

l 'e g
e

Kecepatan fokus dari sinar ion jika koefisien di eq (8.2.20) dihilangkan. Akan
menjadi

1 f m f m
am
x

l 'm g m l 'm g m

1 l 'm g m
am
f m

or

ae 1 eg
l 'e e

f
ae 1 l g
e
e

=0

12

(8.2.21)

Dari Persamaan (8.2.21) penyelesaian dan penyebaran (untuk deteksi fotografi)


dapat dihitung. Ditemukan bahwa:
M 2 S o

M
ae

dan

a
d=
100

f g
fe

(8.2.22)

f m

l 'm g m
e

(8.2.23)

Persamaan (8.2.22) menunjukkan bahwa penyelesaian (M / M) dari


spektroskop massa berfokus ganda hanya bergantung pada ketetapan dari analisa
magnetik dan pada lebar celah masuk So yang meningkat secara linear dengan
meningkatnya nilai ae. Penyebaran instrumen (d) di sisi lain, tergantung pada
Konstanta dari analisa magnetik.
8.3 Produksi dan Deteksi Ion Positif
Perbedaan metode yang digunakan untuk menghasilkan ion positive,
tergantung pada unsur dan sifat yang dipelajari. Pada bagian ini akan dibahas :
a) Jenis gas yang dilepaskan oleh sumber:
Hasil ion positive dilepaskan dalam gas dibawah tekanan rendah pertamakali
di amati oleh Goldstein in 1886. Sejak ketika itu sumber utama
digunakan pada waktu yang lama . Sebelumnya

ion positif

spektroskopi massa, sumber

ekstensif yang digunakan JJ Thomson, F.W. Aston, K.T.Bainbridge dan J. Mattauch.


Ion-ion positif yang diperoleh dari sumber ini biasanya menggunakan gas
dalam tabung lucutan atau dari penguapan bahan elektroda dibawah ledakan oleh
sinar katoda atau dengan ion positif.
Dengan memasukkan bahan lainnya kedalam satu atau lebih electrode
selanjutnya pada penguapan juga dihasilkan ion ion lainnya
Setelah terbentuk, biasanya ion-ion mengalami percepatan menuju hole
katode. Berkas ion yang muncul memiliki pancaran energy yang luas. Tegangan
yang digunakan pada tabung lucutan biasanya berkisar dari 2 x 10 4 sampai 5 x 104
volts. Melipatgandakan ion yang ada dari sumbernya. Bagaimanapun juga sumber ini
biasanya mudah goyah dan tidak memberikan hasil yang dapat direproduksi.
Pengembangan pada elektron berpengaruh pada sumber, sebagian sumber gas
yang dilepaskan akan digantikan.
13

b) Permukaan Sumber Ionisasi


AJ Dempster adalah orang pertama yang menggunakan jenis sumber ion pada
spectroskop massa dimana ion positif yang dipancarkan dari permukaan filamen
logam yang dilapisi dengan garam pada zat untuk diselidiki. Biasanya logam dengan
kerja termionik tinggi digunakan sebagai filamen. Untuk tujuan ini karena
memiliki fungsi kerja yang tinggi. Namun Tungsten dan tantalum lebih banyak
digunakan Karena dapat menahan suhu yang lebih tinggi..
Permukaan sumber ionisasi menghasilkan ion monoenergetic (pancaran energi 0,2
eV) Selanjutnya sumber dipengaruhi langsung oleh instrument . Keuntungan lain
dari sumber-sumber ini adalah bahwa hanya sejumlah kecil bahan pelapis yang
diperlukan untuk analisis isotopik
Dalam beberapa hal,

sebagai ganti filamen tunggal, dua filamen yang

digunakan, salah satunya dilapisi dengan garam dan berada pada suhu relative yang
lebih rendah . Garam menguap mengenai di filamen kedua, disimpan pada suhu yang
jauh lebih tinggi dan dengan demikian akan terionisasi.
c) Dampak Sumber Elektron
Di sumber, dispersi pada elektron, melalui percepatan terdapat beda potensial
berpuluh puluh kali pada electron volt, ledakan pada gas berulangkali di dalam ruang
ionisasi , dimana terjadi ionisasi. Ion maksimum yang dihasilkan untuk percepatan
elektron potensialnya 70 90 volt.
Ion yang diperoleh dari sumber dekat energitunggal. Energy yang
dipancarkan biasanya rendah 0.05 eV. Ion yang dihasilkan dapat sangat meningkat
oleh penggunaan pada sumbu medan magnet parallel menuju lintasan elektron. Ion
non - zat volatil (dapat menguap) juga dapat diproduksi dalam sumber-sumber
dengan memasukkan ke dalam oven tepat di atas ruang pengion.
Dampak

sumber elektron adalah paling banyak

digunakan dalam

spektroskopi massa. Selain di atas, beberapa sumber ion lain (terbatas untuk
melipatgandakan fokus instrumen), merupakan sumber yang menghasilkan ion arus
besar (berguna untuk pemisah isotop) dan bidang emisi sumber ion. Selain itu,
berdasarkan sumber ion prinsip

alat ukur ionisasi Philips telah dikembangkan

lecutan muatan dingin dalam medan magnet.

14

Deteksi ion positif:


Ion-ion positif dapat terdeteksi, baik oleh fotografi ataupun elektrik. Untuk
deteksi fotografi, plat sensitif khusus telah dikembangkan, terutama oleh Ilford Co
Inggris dan Eastman Kodak Co U.S.A.
Untuk deteksi listrik, ion dikumpulkan dalam cangkir faraday dan arus ion
positif

sangat

lemah

diukur

dengan

alat

ukur

sensitif

rendah.

Pada

awalnya,elektrometer yang bekerja di gantikan dengan katup elektrometer. Katup


elektrometer merupakan tahap masukan dari penguat dc. Untuk mengatasi
ketidakstabilan yang melekat pada penguat dc, khusus sirkuit seimbang

telah

dikembangkan.(see.7.23) Berbagai taraf umpan balik negatif juga telah digunakan


untuk tujuan yang sama.
Elektrometer getaran halus sekarang telah digunakan secara luas untuk
mendeteksi mengukur arus ion positif.
Melipatgandakan elektron juga digunakan sebagai detektor ion positif.
Biasanya 10 sampai 14 tahap yang menghasilkan keuntungan besar. Metode ini
sangat sensitif dan memiliki respon yang sangat cepat. Ion positif individu dapat
dideteksi dengan metode ini. Detektor sintilasi juga telah digunakan untuk
mendeteksi ion positif, yang dipercepat untuk tegangan tinggi sebelum jatuh di
sintilator tersebut.

15

8.4. Spektrometer massa Dempster fokus setengah lingkaran


Setelah upaya awal J.J. Thomson menganlisis massa sinar positif dengan
metode parabola, AJ Dempster di Amerika Serikat dan di Inggris FW Aston
meletakkan dasar spektroskopi massa modern.
Spektrometer massa Dempster tipe setengah lingkaran dibangun di University of
Chicago pada 1918. diagram instrumennya ditampilkan pada gambar 8.3

Ion-ion dari sumber memasuki medan magnet melintang melalui sumber celah S 1
setelah dipercepat melalui tegangan V. celah sumber terletak tepat di tepi medan
magnet. Spektrometer massa Dempster yang memiliki properti arah fokus. Sedikit
sinar ion menyebar, setelah dibelokan 180o oleh medan magnet, difokuskan pada titik
S2,

sepanjang tepi medan magnet dari S1 dan dikumpulkan oleh sebuah pelat

pengumpul ditunjukkan oleh A. Medan magnet B berada tegak lurus terhadap bidang
kertas. Aliran yang terkumpul diukur dengan quadrant electrometer
Energi kinetik dari ion muatan q dan massa M diberikan oleh Mv 2 = qv. jika jarijari kelengkungan jalan ion di medan menjadi R, kita dapat menulis:
Mv2 / R = Bqv
Mv = BqR
qv= (Mv)2/2M = B2q2R2/2M
didapatkan

q/M = 2V/B2R2

(8.4.1)

16

Kelompok ion dari massa yang berbeda difokuskan ke dalam pengumpul


untuk dideteksi dengan variasi percepatan potensial V, medan magnet (B) terpasang
konstan. Jarak antara S1 dan S2 adalah sama dengan diameter 2R dari garis edar ion.
Karena tidak ada kecepatan difokuskan, dispersi ion harus memiliki sedikit
mungkin kecepatan menyebar . Ion-ion biasanya dhasilkan melalui energi kinetik
rendah dengan memanaskan garam pada filamen logam atau dengan menembaki
garam dengan elektron.
Persamaan (8.4.1) menunjukkan bahwa ion dibelokkan menurut nilai M/q
.Dengan instrumennya,

Dempster menemukan dan menentukan limpahan dari

isotop seperti pada isotop magnesium, lithium, kalsium kalium, dan seng. Tipe
Instrumen Dempster mempengaruhi fokus aliran maka tidak begitu cocok untuk
menetukan massa secara Akurat. Tipe tersebut berguna untuk menentukanan
limpahan isotop dan mengukuran hasil ion untuk berbagai jenis sumber ion.
Arus ion diukur dengan electrometers memberikan ukuran kelimpahan relatif
isotop tersebut. Hasil l ditunjukkan pada gambar 8.4

8.5. Spektrograph massa atom.


Spektograf massa pertama kali dibangun oleh Aston di Laboratorium
Cavendish di Cambridge pada tahun 1919. Dengan alat ini Aston memberikan bukti
tegas tentang keberadaan dua isotop neon, 20Ne dan 22Ne, yang pertama diduga oleh
Thomson. Elemen yang lebih dipelajari, seperti klorin, merkuri, nitrogen dan gas
mulia, Aston membuktikan secara meyakinkan bahwa massa dari semua atom dekat
dengan bilangan bulat, ketika terekspresi dalam bentuk masa atom oksigen . Ini
adalah aturan nomor yang dikemukakan oleh Aston.

17

Prinsip spektrograf massa Aston, yang memiliki properti kecepatan fokus


dapat dipahami dengan mengacu pada gambar 8.5a.

Fi 8,5 (a) Prinsip spektrograf massa Aston (b) Lokus ion fokus poin dalam spektrograf massa Aston

Ion-ion positif yang dihasilkan dalam tabung lucutan memiliki lebar jarak
energi. Dua celah yang sangat sempit S1 dan S2 berada sejajar. Berkas ion, sejajar
dalam bentuk pita yang sangat tipis memiliki perbedaan sudut yang sangat kecil,
memasuki X medan listrik diantara dua plat sejajar P1 dan P2 dan dibelokkan
melalui sudut , yang tergantung pada kecepatan V dari ion. Jika ion memasuki
medan listrik memiliki kecepatan tersebar antara v dan (v + dv), maka mereka akan
dibelokan melalui berbagai sudut antara dan ( - d ) ditentukan oleh lebar dari
celah D keluar dari medan listrik.
Seperti yang telah dibuktikan pada Bab II, Jilid I pembelokan ion massa M
dan muatan q di medan listrik berbanding terbalik dengan kuadrat kecepatan ion dan
dapat ditulis sebagai
= KeXq/Mv2

(8.5.1)

Dimana Ke merupakan faktor geometris yang konstan. Dengan demikian khusus


untuk ion muatan yang diberikan q / M
v2 = constant

(8.5.2)

Dideferensialkan :
v2d v2 = 2 vdv2 = 0

atau,
diperoleh

d / +2 dv/v = 0

(8.5.3)

Persamaan (8.5.3) didapatkan jarak pada sudut d yang dilalui ion jangkauan
kecepatan dv akan dibelokkan.
Setelah keluar dari medan listrik, sinar ion memasuki medan magnet
homogen (B) pada jarak rata-rata b dari yang terdahulu. Medan magnet, yang tegak
18

lurus terhadap bidang kertas, dihasilkan oleh elektromagnet. Dalam gerakannya


disperse ion adalah pembelokkan pada bidang yang sama seperti pembelokan listrik
dan pengertian sebaliknya. Seperti pada volume I pembelokan magnet didapatkan :

= KmBq/Mv

(8.5.4)

Km adalah konstanta, tergantung pada geometri pengaturan . Pada persamaan (8.5.4)


:

v = Konstan
Dideferensialkan :

(8.5.5)

vd + v =0
d / + v =0

atau

(8.5.6)

d adalah jarak anguler yang dilalui ion dengan kecepatan penyebaran dv yang
dibelokkan oleh medan magnet. Menyesuaikan medan magnet, adalah mungkin
untuk mengkompensasi dispersi listrik d sepenuhnya dan dengan demikian kembali
fokus sinar ion di beberapa jarak r dari medan magnet. Pada keadaan ini bahwa
penyebaran listrik linier (b + r)d = rd harus sama dan sebaliknya untuk
penyebaran magnet linier r d pada titik fokus :
(b + r)d = r d

(8.5.7)

Persamaan (8.5.3) dan (8.5.6) diperoleh


d / = 2d /

(8.5.8)

dari persamaan (8.5.7) and (8.5.8) didapatkan

d
r
2

d b r
r
2

b 2

atau

(8.5.9)

Dari persamaan (9.5.9) diperoleh jarak fokus ion r dari medan magnet untuk
perbedaan ion

q / M. Jika plat foto ditempatkan sepanjang daerah dari titik-titik

fokus ion, maka perbedaan ion

q / M akan difokuskan pada titik yang berbeda

pada pelat ini.


Untuk menentukan daerah dari titik-titik ion-fokus, kita lihat gambar. 8.5b.
Pada gambar M dan O adalah pusat dari daerah medan listrik dan magnetik dan F
adalah titik fokus ion.. Jika kita menggambar dua garis lurus OX dan OF membuat
sudut 2 dan masing-masing dengan panjang baris MO lurus, maka sudut antara
OF dan OX adalah (- 2). Jika MN merupakan arah sinar ion memasuki medan
19

listrik, sudut antara MN dan MO yang diperbesar adalah .Ditarik garis tegak lurus
OY ke OX, kemudian xf = FQ dan yf = FP adalah jarak dari F dari dua sumbu OX
dan OY masing-masing.
Persamaan (8.5.9) menunjukkan bahwa ketika = 2 ion-ion akan muncul dari
medan magnet sebagai balok paralel, karena r = dalam kasus ini. Untuk fokus ion
pada jarak terbatas dari O, kita harus memiliki> 2. Nilai-nilai xf dan yf untuk kecil
dan dapat dilihat menjadi.
xF = OP = r cos ( -20 )
yF = OQ = rsin ( -20) = r ( -20 )

dan

menggunakan persamaan (8.5.9)


yF=OQ= r ( - 2 ) = b. 2
Dalam perangkat Aston b dan konstan, sehingga yp yang konstan yang
berarti bahwa jarak ion yang berbeda titik fokusnya dari sumbu OX sumbu adalah
sama. Selanjutnya lokasi titik-titik fokus ion adalah garis lurus yang ditarik sejajar
dengan OX. Dari Gambar 8.5b, dapat dilihat bahwa sudut antara MO dan MF adalah
2 . Jadi MF dan FQ harus terletak di sepanjang garis lurus yang sama dan pelat
fotografi

disini

harus

meneruskan

medan

listrik.

yang

masuk

Dalam medan listrik konstan, ion q / M berbeda tetapi memiliki kekurangan


energi yang sama Mv2 / 2 pembelokan yang sama (lihat eq 8.5.1). Setelah keluar
dari medan magnet semuanya terfokus pada satu titik pada pelat fotografis. Oleh
karena itu dikenal sebagai fokus kecepatan spektrograf massa

Menentukan ketepatan massa atom dengan Spectrograph massa.


Resolusi spektograf massa pertama kali dibangun oleh Aston adalah 1
banding 130. Dia bisa mengukur massa atom dengan akurasi sekitar 1 banding
20

130.Kemudian,dengan versi yang lebih baik, akurasi pengukuran massa yang dicapai
olehnya adalah sekitar 1 banding 140.Salah satu instrumen di kemudian hari akan
ditampilkan dalam Gambar 8.6.

B adalah bola kaca besar, di mana ion-ion positif yang dihasilkan oleh pelepasan gas.
Muatan ion yang sama (q) tapi massa (M) yang berbeda memperoleh energi QV
yang sama dengan yang dipercepat melalui tegangan V dan sangat sejajar dengan
tepat melalui sistem celah sempit S1, S2 dll. dispersi collimated (sejajar) kemudian
memasuki medan listrik antara dua pelat sedikit melengkung J 1 dan J2 dan
dibelokkan . Sinar dibelokkan, setelah melewati D celah keluar, jatuh pada pelat
fotografi A, setelah mengalami pembelokan magnetik.
Ketika celah S1, S2 dan lainnya sempit

pembatas tegak lurus terhadap

bidang kertas, ion difokuskan kembali menghasilkan jumlah deret massa di plat,
bukan pada titik.Seluruhnya disimpan di bawah vakum tinggi. Ada pengaturan untuk
membuat tanda titik acuan pada pelat fotografis dengan bantuan sumber cahaya.
Aston pertama mengkalibrasi pelat fotografi dengan mengukur jarak dari titik
acuan deret massa yang dhasilkan oleh ion massa yang dikenal. Sebagian dari jarak
terhadap massa isotop diketahui membentuk kurva kalibrasi, dengan bantuan massa
isotop dapat ditentukan dengan jarak ukur dari deret massa oleh ion-ion yang sesuai
dari titik acuan. Aston menggunakan skala oksigen 16 untuk massa atom.
Sebagaimana dinyatakan di Ch II, ini sejak itu telah digantikan oleh skala karbon.
12.
Kemudian Aston menggunakan metode penggolongan untuk menentukan
tentang ketepatan massa atom.
Pertimbangkan ion massa M1 dan M2 membawa persamaan muatan untuk
dibelokan melalui sudut medan listrik. Jika bidangnya sesuai adalah X 1 dan X2 maka

X
Mv
1

dari Persamaan (8.5.1) kita dapatkan:

dimana v1 dan v2 adalah kecepatan dari dua jenis ion.


21

X
M v
2

2
2

Jika perbedaan potensial antara pelat J1 dan J2 menjadi V1 dan V2 dalam dua hal, kita
dapatkan:
2

M v
M v
1

1
2

V
V

(8.5.10)

Dua kelompok ion, sama-sama kehilangan arah pembelokan listrik,


masukkan medan magnet. Jika induksi magnetik B bidangnya tetap sama dalam dua
hal, maka pembelokan magnetik yang sesuai adalah:

= KmBq/M1v1,

= KmBq/M2v2

Jika pembelokan magnetik juga sama dalam dua hal (1 = 2), kemudian kedua
kelompok ion terfokus pada titik yang sama pada pelat fotografis. Kemudian
diperoleh
M1v1 = M2v2

(8.5.11)

keadaan (8.5.10) dan (8.5.11) keduanya dapat memenuhi jika

M
M

1
2

v =n
v
2

Jadi fokus massa ion M2 = nM1 pada titik yang sama dengan ion M 1 seperti ion pada
massa M1 pada pelat fotografis, perbedaan potensial menyebabkan pembelokanlistrik
untuk kedua kelompok pada ion harus terkait melalui persamaan V2 = V1/n Dalam
hal ini ada dua pandangan deret massa.
Jika beda potensial V2 tidak persis sama dengan V1/n maka deret massa
keduanya tidak akan bersamaan. Sekarang pertimbangkan dua hal seperti v2 dibuat
sedikit lebih besar dari V1/n dalam satu hal

(V2 = V1/n + V) sedangkan

lainnya, adalah kurang dari V1/n dengan jumlah yang sama

(V 2 = V1/n -

V). Lalu dua deret massa akan dihasilkan pada pelat fotografis, laju simetris di
kedua sisi dari deret massa seharusnya menuju M1. Dalam praktek rasio V1/V2 = n
secara bertahap diubah sampai kondisi ini berhasil. Dari nilai n massa M2 = n.M1
ditentukan.
Biasanya nilai pada n diketahui. Sebagai contoh pada dua ion 16O+ and 32S+, n
diperkirakan . Jika n , kemudian deret massa untuk
pada sisi lain di deret

32 +

S akan melaju simetris

16

O+.Bagaimanapun juga ketika M(16O+) , dua deret

sebelumnya seharusnya persamaan untuk M/2 (32S+) , dua deret seharusnya menuju
akhir kelajuan tidak simetris.

22

Dalam beberapa hal, kemungkinan pengukuran diatas tidak simetris, untuk


menentukan secara perbedaan massa antara dua ion harus dibantu kurva kalibrasi.
8.6 Spektrograf massa pertama Bainbridges
K.T Bainbridge di U.S.A membangun spectrograph pada tahun 1932 bersama
Wien menyaring kecepatan. Instrumen ditunjukan pada gambar 8.7

Instrument fokus magnetic di 180o seperti spectrometer massa Dempster. Ion


terdeteksi photography. Perbedaan nilai ion pada q/M menghasilkan deret massa
pada plat. Sebelum ion dimasukan dalam magnet analyzer, ion harus tepat melalui
filter kecepatan., yang terdiri dari dua plat metal sejajar P 1, P2 dengan batas kecil
diantaranya. Dispersi sejajar pada ion masuk diantara batas dua plat parallel menuju
akhir. Keadaan medan listrik X antara pelat yang tegak lurus di bidang kertas
menuju terjadinya arah ion. Medan magnet B1, juga bergerak pada daerah yang
sama, tegak lurus menuju kertas, selanjutnya listrik dan gaya magnet pada ion pada
bidang yang sama. Kekuatan dua bidang disesuaikan gaya pada ion harus menuju
persamaan dan sebaliknya. Hasilnya, ion dapat tepat melalui filter tanpa
pembelokan. Kondisi untuk ini :
B1qv = Xq
atau

v = X/B1

Persamaan di atas menunjukan bahwa perbedaan ion q/M, memilki kecepatan yang
sama, dapat tepat melalui filter.
Karena batas antara P1 dan P2 sangat kecil kecepatan dapat dipilih secara
akurat melalui filter kecepatan sehingga tidak banyak kecepatan penyebaran sinar
yang keluar.Ion yang masuk pada magnet analyzer melalui celah S 1 dan setelah
kehilangan pembelokan 180o jatuh pada plat fotografis P. Perbedaan ion q/M
23

memasuki medan magnet analyzer B dengan kecepatan v yang sama, semuanya


dibawa menuju fokus perbedaan titik pada plat fotografis. Jika R adalah jari-jari
kelengkungan pada garis edar ion diberikan q/M maka dapat dituliskan :
Bqv = Mv2/r

atau

M/q = BR/v

sehingga secara linear sebanding dengan ion untuk ion massa M muatan ion yang
sam Q. Artinya bahwa jarak antara deret massa dalam plat photographic (2R)
adalah berbanding linier beda massa M. Ini adalah pengertian dari kelebihan
manfaat Spectrograph massa Astons.Filter kecepatan Wien yang digunakan oleh
Binbridge memiliki properti arah fokus. Penambahan filter kecepatan spektograf
massa Bainbridge

hanya meningkatkan resolusi 1 dalam 500 pada instrumen

berikutnya.
Bainbridge menggunakan instrumen untuk mengukur massa atom ringan
lebih banyak. Ini termasuk atom deuterium dan atom yang terlibat dalam reaksi atom
7

Li + 1H

24

He. Karya ini menunjukan tes eksperimental pertama hubungan energi

massa Einstein.
8.7 Spektroskop Massa Fokus Ganda
Spektroskop massa fokus ganda dibangun oleh Dempster, Bainbridge, J.
Mattauch and R. Herzog, A.O. Nier dan lain-lainya untuk maksud mementukan
massa. Akan dijelaskan secara singkat di bawah ini.

a) Spektrograf massa fokus ganda Dempsters


Instrumen ini digambarkan pada gambar 8.8 dengan lengkap :

24

Ini terdiri dari analisa elektrostatik 90o radial terletak pada batas efektif dari medan
magnet sehingga lm = 0. Gambar akhir yang terbentuk pada batas keluar dari medan
magnet (l"m = 0). Kecepatan fokus terjadi karena salah satu jari-jari kelengkungan
dalam medan magnet ditentukan oleh persamaan (8.2.21) yang memberikan am =
1,15 ae untuk parameter ditunjukkan pada gambar. menggunakan metode detekesi
fotografis.
Perangkat asli Dempster yang mencapai resolusion 1 dalam 3000 untuk l'e =
8,5 cm dan lebar celah utama dari 0,0025 cm. Model yang lebih besar dari perangkat
dibangun kemudian.
Salah satu instrumen tersebut dibangun oleh HE Duckworth (1960) di Univ
of McMaster di Kanada jauh lebih besar ukurannya. Dengan ae = am = 2,74 m dan l
'e = l "e = 0,351 ae resolusi dicapai adalah lebih dari 1. di 100.000.
Metode deteksi listrik dikerjakan, dengan menggunakan pengganda elektron,
dan spektrum massa disajikan pada layar osiloskop memanfaatkan teknik
penyesuaian puncak untuk menentukan perbedaan massa atom .
b) Spectrograph Massa Bainbridge dan Jordans
Instrumen ini dibangun pada tahun 1936, menggunakan analisa /

elektrostatik

diikuti dengan analisa medan magnet sektor 60 o (lihat fig.8.9). Kedua bidang bekerja
secara simetris dengan l'e = l "e = 0 dan I = l" m = am. Resolusi dicapai hanya 1 dari
10.000 untuk lebar celah utama dari 0,0025 cm.
Sebuah instrumen yang lebih besar dari jenis yang sama dengan perbaikan
teknis yang dibangun oleh k. Ogata dan H Matsuda (1953) yang mencapai resolusi di
kisaran 1 dalam 40.000 banding 1 dalam 60.000. Kedua bidang dipekerjakan secara
simetris dengan l'e = l "e = 0 dan I = l" m = am. Resolusi dicapai hanya 1 berbanding
10.000 untuk lebar celah utama dari 0,0025 cm .

25

Sebuah instrumen yang lebih besar dari jenis yang sama dengan perbaikan
teknis yang dibangun oleh k. Ogata dan H Matsuda (1953) yang mencapai resolusi di
kisaran 1 dalam 40.000 berbanding 1 dalam 60.000.
(c) Spektrograf Massa Mattauch Herzog :
Ini merupakan instrumen yang sangat luar biasa, karena memiliki fokus dua
kali massa. Dibangun di Jerman sekitar tahun 1934. Seperti ditunjukkan secara
skematis pada gambar 8.10,

terdiri dari analyzer /4

elektrostatik diikuti dengan analisa magnetik 90o. Baik

analisa menggunakan pengaturan asimetris. Celah pintu masuk terletak pada fokus
utama dari analisa sehingga sinar paralel muncul terakhir dan memasuki analyzer
magnetik. Akibatnya pada gambar akhir terletak di fokus utama kedua.
Kondisi kecepatan fokus dapat ditunjukkan pada persamaan (8.2.21) untuk
menunjukan perubahan
sin m = -

2 sin 2 e

Ini tidak tergantung am sesuai kebutuhan

(8.7.1)
m

and e adalah di piringan foto

berlawanan directions.
Letak pada batas keluar dari analisa magnetik, m = 90o karena e =/4

2.

Sebagai hasil l2 = ae/

2.

Pada resolusi ,dispersi dan pembesaran adalah

2S/ae, 0,007 am pada perbedaan massa 1% dan am / ae masing-masing.

26

Instrumen pertama , Mattauch sebuah Herzog mencapai resolusi dari 1 di


5600 untuk

S = 0,0025 cm dan ae = 28 cm. Kemudian model dari instrumen

telah mencapai resolusi lebih dari 1 dalam 100.000.


Urutan kedua fokus ganda: The spectroscopes massa fokus ganda dibahas di
atas menggunakan fokus urutan pertama dimana kedua dan lebih tinggi dalam
penyebaran sudut dan kecepatan penyebaran diabaikan. Akibatnya, ada kesan
penyimpangan yang mempengaruhi pencapaian resolusi sangat tinggi.
H. Hintenberger, H Wende dan LA Konig telah menyelidiki kemungkinan
untuk mencapai arah fokus urutan kedua pada instrumen Herzog Mattauch dengan
kecepatan fokus urutan pertama

pada semua massa. Telah ditunjukkan bahwa

mungkin untuk mencapai arah urutan fokus kedua pada satu massa di dekat pusat
dari plat fotografi dengan memilih sesuai rasio ae/am. Sebuah spektograf besar massa
Mattauch - Herzog Jenis dibangun oleh Mattauch. Hintenberger dan lain-lain yang
memiliki arah fokus urutan kedua pada satu massa pada penambahan biasanya untuk
urutan pertama fokus ganda pada semua massa.
Secara teoritis daya urai dengan lebar celah 1 mikron adalah 2,7 x 10 6.
Untuk perbedaan massa 1% diperoleh dispersi 13,9 mm.
Biasanya

jauh

lebih besar daripada sehingga penyimpangan urutan

kedua yang paling penting muncul karena mengabaikan

. EG Jonson dan AO

Nier telah mengembangkan sebuah teori kombinasi dua bidang di mana


penyimpangan urutan kedua sudut tersebut disisihkan. Berdasarkan teori ini, Nier
dan Roberts (1951) dan Johnson dan Nier membangun spektrometer massa fokus
ganda dengan arah fokus dari urutan kedua dan kecepatan fokus dari urutan pertama
pada suatu titik. tersebut di atas, Instrumen Mattauch Herzog memiliki arah fokus
urutan kedua pada posisi yang diberikan oleh ae / am = 1,683. Instrumen Radius 2,54
m di Argonne National Laboratory di Amerika Serikat (1967) memiliki arah fokus
urutan kedua .
H. Hintenberger dan LA Konig menyelidiki secara teoritis fokus urutan
kedua sifat analisa silinder elektrostatik dan medan magnet serba sama dan telah
memiliki daftar parameter dari pengaturan tersebut dalam bentuk tabel (1959). Selain
itu, analisa elektrostatik toroidal dan non medan magnet serba sama telah fokus pada
properti di kedua arah radial dan aksial. Ewald H dan H Liebl telah menyelidiki
property fokus urutan kedua dari pengaturan ini.
27

T Matsuo, HMatsuda, Y Fujita dan H Wollnik (1965) telah mengembangkan


program komputer untuk optik urutan ketiga ion (TRIO ').
Berdasarkan beberapa penelitian teoretis, sejumlah instrumen resolusi sangat
tinggi telah dibangun di berbagai belahan dunia. Di Universitas Manitoba di Kanada,
R.C. Barber HE Duckwotk dan lain-lain (1971) telah dibangun sebuah instrumen
(MANITOBA II) berdasarkan perhitungan Hintenberger dan Konig. Instrumen ini
telah digunakan untuk menentukan massa atom dengan tepat

daya pisah

spectrometer massa (FWHM) 3 x 105. spektrometer massa jenis novel memiliki


medan elektrostatik torodial diikuti oleh medan magnet yang tidak seragam
bervariasi sebagai 1 / r dan kemudian dengan medan magnet yang sama dibangun
oleh H Matsuda, S Fukumoto dan lain-lain di Lulusan Osaka di Jepang (OSAKA II)
pada tahun 1966 . Metode, baik foto dan listrik deteksi digunakan dengan kekuatan
pemecahan 1,2 x 106 (dispersi massa 4,75 cm) dan 2 x 105-106 masing-masing.
Instrumen ini telah digunakan untuk penentuan massa tepat.
.
8.8. Metode Ganda Untuk Membandingkan Ketelitian Dari Massa Atom
Perbandingan massa atom biasanya dilakukan dengan metode ganda. Dengan
metode ganda dapat berarti dari sepasang garis spektral massa mendatar karena dua
jenis ion tentunya harus memiliki nilai yang sama persis dari A/n dimana A adalah
nomor massa atau jumlah dari nomor massa dari setiap jenis dan n adalah muatan
ion dalam satuan muatan listrik. Dengan demikian sebuah ion bermuatan ganda
dapat berbentuk berpasangan dengan beban ion tunggal hampir setengah massa
atom yang pertama. Contohnya adalah pasangan ganda dibentuk oleh pasangan 32S2 +
dan

+ 16

O+ ion (A / n = 16). Jika massa salah satu anggota dari pasangan diketahui,

maka yang lain dapat dihitung dari pengetahuan tentang pemisahan ganda dan
dispersi dari spektograf massa.
Pada dasarnya, metode ganda ini dapat diterapkan bahkan ketika garis
spektrum massa luas terpisahkan . Akan tetapi dalam prakteknya, karena dispersi
tidak sama , hanya pasangan ion yang tak bergerak yang dapat dibandingkan secara
akurat.
Perbandingan ini biasanya dibuat dengan karbon atau beberapa senyawa
karbon dengan hidrogen. ketika 12C diambil untuk memiliki massa atom persis sama

28

dengan 12, perbandingan tersebut dapat menghasilkan nilai yang sangat akurat dari
massa atom dari jenis ion yang lain dalam pasangan.
Keakuratan penentuan massa atom biasanya sangat tinggi bahkan ketika
akurasi pengukuran pemisahan pasangan adalah jauh lebih sedikit. Misalnya, jika
akurasi pengukuran dispersi massa adalah 1 bagian dalam 103, maka perbedaan
massa pecahan dari pasangan 1H2+ - 2H

sebesar 1 bagian dalam 1300 berarti

perbedaan dari 1 bagian dalam 1,3 x 106 dalam rasio massa dua jenis ion atau dalam
penentuan massa 2H, dengan asumsi bahwa massa 1H2 dikenal sangat Akurat.
Sejumlah kepentingan yang mendasari massa berpasangan adalah nilai
praktis

yang

besar

untuk

tujuan

perbandingan

massa.

Misalnya

kita

mempertimbangkan tiga pasangan berikut, pemisahan pasangan yang diukur adalah:


(12C 1H4)+ - 16O

(12C4)+ - (32S16O)+

(16O2)+ - 32s+

= ,

(A/n = 16)
(A/n = 48)
(A/n = 32)

Dari persamaan diatas, maka kemungkinan untuk mendapatkan massa 1H, 16O dan 32S
atom dengan asumsi massa atom 12C menjadi 12. dapat dituliskan sebagai berikut:

3M(12C) + 12M(1H) 3M(16O)

=3

4M(12C) - M(32S) M(16O)

=
=

2M(16O) M(32S)
didapatkan 3 - + = 12M(1H) M(12C)
M(1H) = 1/12 (M(12C)+3 - + )

atau

= 1 + 1 1/12 (3 - + )
Dengan cara yang sama kita dapatkan :

Ketika

dan

M(16O) = 16 +

M(32S) = 32 -

2
3

diketahui dari pengukuran,kemungkinan massa dapat

ditentukan.
Pasangan kelompok lain yang sangat mendasar adalah:
1

H2+ - 2H+ (A/n =2) ; 2H3+ - 12C2+ (A/n = 6) ; (12C1H4)+ -16O+ (A/n = 16).

Perbedaan massa diukur dalam kasus ini menghasilkan massa:


29

H, 2H and 16O atoms

Sebuah variasi dari metode berpasangan, yang dikenal sebagai

teknik

pencocokan puncak, dapat diterapkan dalam hal metode.deteksi listrik .


Dalam metode fotografi deteksi, presisi dengan mana posisi garis spektral
massa dapat ditentukan adalah sekitar 1/50 dari lebar garis. sehingga, dengan
resolusi dari 1 dari 20.000 pada spektograf massa, penentuan massa dapat dibuat
dengan akurasi 1 bagian dalam 106.
Dengan

teknik

pencocokan

puncak,

sangat

memungkinkan

untuk

menemukan puncak dengan akurasi ion arus 1 bagian dalam 103 atau lebih baik. Jadi
kemungkinan untuk mencapai akurasi dari 2 bagian dalam 10 8 dalam pengukuran
massa. Ide dasar yang mendasari metode ini akan dibahas pada subbab berikut ini.
8.9 Tipe Khusus Spketrometer Massa Resolusi Tinggi
(I) Spektrometer Massa menggunakan prinsip syclotron
Pengoperasian instrumen ini didasarkan pada kenyataan bahwa ion
melukiskan jalur melingkar dalam medan magnet homogen (B) dengan waktu
periode T yang bebas dari kecepatan mereka. Dengan demikian, untuk ion massa M
dan muatan q, gaya magnet adalah:
Bqv = Mv2/r
dimana v adalah kecepatan ion dan r adalah jari-jari lintasan.
Jadi diperoleh :
r
M

v
Bq
2r

2M

T = v Bq

dan
(8.9.1)

Jadi T tergantung pada muatan ion q/M . Fakta ini memungkinkan analisis
massa melalui pengukuran waktu mengalir ion dari sumber ke detektor atau dari
frekuensi siklotron f =1/T = Bq/2M.
Seperti pada Gambar. 8,11,

30

Mulai dari ion diberi titik B pada medan magnetik homogen semuanya terfokus pada
titik awal, jika semuanya memilki kecepatan v yang sama tanpa adanya komponen
sejajar menuju B, terlepas dari kecepatan v dan arah emisi dari sumber. Ini berarti
bahwa ada dua fokus yang sempurna dari ion.
Jika tidak ada pembelokan lainnya pada medan yang bekerja pada ion, maka
semua akan menumbuk bagian belakang sumber ion setelah satu siklus. Oleh karena
itu susunan akan memilki nilai kecil.
Namun, jika ion memiliki komponen kecepatan paralel ke B, orbitnya akan
ditarik keluar ke heliks paralel dengan sumbu b. Setelah menjelaskan jumlah integral
siklus lengkap, ion muatan khusus yang sama (q/M), memiliki kecepatan awal yang
berbeda dan keluar dalam arah yang berbeda dari sumber, fokus ganda akan
sempurna seperti sebelumnya. Periode waktu juga akan tetap sama. Atau, jika
kecepatan ion berubah selama revolusi dalam tingkatannya, akan dijelaskan jalur
spiral garis edar.
Kedua prinsip di atas telah digunakan dalam pembangunan spektrometer
massa resolusi tinggi. Akan menjelaskan secara singkat dua jenis instrumen
berdasarkan prinsip-prinsip dan jenis ketiga (synchrometer massa) lebih terinci.
(a) Garis Edar Elix Spektrometer Massa:
Mengikuti petunjuk yang asli SA Goudsmit, spektrometer massa pertama
berdasarkan prinsip di atas, di mana ion memasuki medan magnet homogen,
dibangun oleh PI Richards dan Goudsmit. Semua ion muncul dari sumber titik
difokuskan sepanjang garis fokus tajam, setelah menggambarkan jumlah integral
siklus lengkap independen dari muatan khususnya . Namun, waktu kedatangan dari
perbedaan ion q/M berbeda.

31

Instrumen Hays dkk menggunakan sumber ion berdenyut. Waktu kedatangan


ion setelah 7 siklus penuh dapat diukur. Massa ion dapat diukur dengan akurasi
sekitar 0,001 u.
(b) Omegatron:
Instrumen lain, yang dikenal sebagai omegatron, dibangun oleh JA Hipple, H
Sommer dan MA Thomas di mana menggambarkan jalur spiral pada ion. Instrumen
ini dapat dianggap sebagai miniatur siklotron.
Tidak seperti dalam siklotron, tegangan rf diterapkan antara dua elektroda
pelat paralel dan juga untuk cincin penjaga untuk memastikan bidang serba sama.
Bidang rf bertindak pada sudut kanan medan magnet yang stabil dan homogen.
Dalam kondisi resonansi antara periode waktu dari jalur ion (yang independen dari v)
dan jangka waktu bidang rf terapan, orbit, radius diberikan oleh ro = Eot/2B mana Eo
adalah amplitudo dari bidang rf.
Ini menunjukkan sifat spiral orbit ion (lihat Gb. 8.12).

Daya urai instrumen diberikan oleh:

M to

M 2T o

(8.9.2)

Dimana To adalah jangka waktu orbit ion pada resonansi dan to adalah waktu
yang dibutuhkan oleh ion untuk mencapai kolektor di resonansi. Daya urai demikian

32

sebanding dengan sejumlah resolusi n = ke / T yang dibuat oleh ion-ion sebelum


mencapai kolektor.
Omegatron pertama kali dibangun oleh Hipple dkk terdiri dari dua plat
paralel 3 cm x 5 cm p yang terpisah 2 cm, dengan delapan cincin pelindung yang
secara paralel. Puncak resonansi dapat dipindai dengan memvariasikan medan rf.
Untuk resolusi tinggi, medan magnet bervariasi. Jumlah putaran n bervariasi dari
3000 - 7000. Daya urai 104 untuk massa rendah.
Instrumen ini telah digunakan terutama untuk menentukan momen magnetik
proton p dengan mengukur frekuensi siklotron dan frekuensi resonansi untuk proton
di medan magnet yang sama.
(c) Sinkrometer massa :
Instrumen ini dikembangkan oleh LG Smith (1951) yang secara skematis
akan diperlihatkan pada gambar 8.13 di bawah ini.

Ion-ion positif dari sumber ion setelah muncul melalui celah S1 menggambarkan
lintasan melingkar dalam medan magnet tegak lurus dengan jari-jari r ditentukan
oleh persamaan (8.9.1). . Setelah setengah siklus, ion positif tepat melewati celah
dalam pulsar dan memperlakukan potensi modulasi lokal.
Pada model pertama, potensi modulasi terdiri dari pulsa persegi panjang
negatif pada 1 s durasi yang terjadi secara berkala dapat bervariasi. Pulsa pertama
mengurangi kecepatan ion, sehingga setelah muncul melalui S3 ion mengikuti 2
lintasan pada radius yang lebih kecil. Setelah beberapa putaran di lintasan ini pulsa
33

kedua kecepatan ion berkurang , sehingga ion diikuti lintasan 3 jari-jari masih kecil
dan

masuk

kolektor

setelah

setengah

siklus

melalui

celah

S5.

Ditemukan bahwa ion dari nomor massa 28 dipercepat melalui 250 volt
mencapai kolektor Setelah digambarkan putarannya mencapai 90 mencapai jarak
edar seluruhnya 72 m. Setengah Resolusi maksimal 1 dalam 24.000. Namun,
intensitasnya sangat rendah.
Dalam model kedua dibangun oleh Smith pada tahun 1952, S3 dihubungkan
dengan osilator rf yang menyebabkan modulasi harmonik dari jari-jari orbit. itu
sedemikian rupa sehingga ion dijelaskan satu revolusi lengkap dalam (n + ) siklus
tegangan rf, sehingga ion fase yang ada demodulasi dari sinar ion. Dengan demikian
sebagian besar ion di balok pertama mencapai detektor yang meningkat instensitas
sinarnya cukup terdeteksi. Dalam operasi yang sebenarnya, demodulasi tidak selesai
setelah satu revolusi sehingga pemecehannya yang jauh di bawah harapan.
Selanjutnya model diperbaharui dibangun oleh Smith dan CC Damm pada
tahun 1956, resolusi 1 dalam 10.000 banding 1 dalam 25.000 tercapai untuk semua
massa di bawah 250.
Perbedaan massa antara dua ion massa M1 dan M2 = M1 + M telah diberikan
oleh M1 / M = f2 / f atau M2 / M = f1 / f dimana f1 dan f2 adalah frekuensi
siklotron untuk dua ion dan f = I f1 - f2 I.
Teknik Pencocokan Puncak:
Smith dan Damm menggunakan teknik pencocokan puncak untuk mengukur
perbedaan frekuensi f dengan presisi tinggi. Prinsip metode ini dapat dipahami
dengan mengacu pada Gambar. 8,14.

Frekuensi dari tegangan r.f dimodulasi dengan tegangan gigi gergaji dalam fase
dengan sapuan horizontal dari osiloskop, sedangkan output diperkuat dari kolektor
34

ion diterapkan pada pelat pembelokan vertikal osiloskop. Hal ini memungkinkan
garis spektrum massa untuk ditampilkan pada layar osiloskop. Pada saat yang sama,
frekuensi rf berubah dari f1 (untuk massa M1) untuk f2 (untuk massa M2) pada akhir
setiap sapuan. Dengan demikian dua puncak muncul di layar setelah yang lain dilihat
oleh mata secara bersamaan karena ketelitian penglihatan. Posisi mereka kemudian
dapat disesuaikan dengan tingkat akurasi yang tinggi dan perubahan frekuensi yang
dibutuhkan untuk menghasilkan pencocokan dapat ditentukan dengan sangat Akurat.
Dalam variasi dari pengaturan tersebut, kwadrat tegangan gelombang pada
frekuensi tinggi diumpankan ke pelat vertikal pada osiloskop, kelebihannya tampil
sebagai dua puncak salah satu puncak satu di atas dan satu di bawah puncak lainnya.
Pertemuan dari puncak kemudian dapat dibuat dengan akurasi sangat tinggi.
Seperti yang dinyatakan sebelumnya, teknik pencocokan puncak telah
membuat perbandingan massa kemungkinan sangat Akurat. Nier telah menggunakan
teknik ini dalam bentuk modifikasi dalam spektrometer massa fokus ganda nya.
Teknik Pencocokan Puncak untuk instrumen jenis defleksi:
Teknik pencocokan puncak pada dasarnya adalah metode ganda yang berlaku
dalam hal deteksi listrik dari ion dalam spektrometer massa dan karenanya berlaku
dalam kasus instrumen jenis defleksi, sebagaimana akan dibahas di bawah ini.
Mempertimbangkan dua kelompok massa ion M1 dan M2 awalnya diam pada titik
yang sama. Ion akan mengikuti lintasan yang sama dalam spektrometer massa untuk
setiap bidang (konstan) magnetik jika medan listrik E1 dan E2 sesuai.
M1E1 = M2E2
M1V1 = M2V2

(8.9.3)
(8.9.4)

dimana V1 dan V2 adalah potensi pada elektroda yang relevan.


Dalam pengaturan khas, pemicu utama, penyediaan pulsa reguler dimulai
sirkuit menyapu osiloskop. Tegangan Gigi gergaji dari osiloskop mengontrol arus
keluaran dari power amplifier, yang menghasilkan gigi gergaji kecil yang digunakan
untuk modulasi sinar ion menembus celah kolektor. Arus ion terdeteksi oleh
pengganda elektron yang outputnya diperkuat dan ditampilkan oleh osiloskop, dari
mana gigi gergaji berasal. Jadi puncak untuk M1 adalah ion diberikan massa
ditampilkan pada layar osiloskop. Jika sekarang potensial pada elektroda yang

35

relevan akan berubah sesuai dengan Persamaan (8.9.4) yang diberikan di atas, maka
puncak massa ion M2 muncul persis ditumpangkan pada M1.
Ketinggian puncak dapat dicocokkan dengan menyesuaikan potensi
percepatan (Va), posisi puncak menjadi tidak tergantung dari Va dalam instrumen
fokus

ganda.

Jika potensi pada elektroda yang relevan diubah oleh V = V1 - V2 sehingga puncak
untuk M2 akan muncul pada posisi yang sama dengan M1, maka resolusi itu dapat
ditemukan hubungan :
M
V

M
V

(8.9.5)

Ada berbagai teknik untuk penentuan presisi dari kondisi yang cocok. Yang
paling awal ini dimanfaatkan kekuatan luar biasa mata untuk mendeteksi
ketidaksesuaian antara posisi kedua puncak. Jumlah rata-rata pengamatan berturutturut biasanya diambil untuk menetapkan pemisahan ganda. Ini adalah teknik pada
garis . Dalam karya yang lebih baru, teknik ini telah diperbaiki dengan metode ratarata sinyal dimana informasi spektral disimpan dalam memori digital. Teknik sinyal
rata-rata juga dapat diterapkan dalam kasus metode off line analisis massal, ini
memanfaatkan analisis komputer dari informasi yang disimpan dalam memori
digital.
(II) Spektrometer massa Quadrupole
Quadrupole spektrometer massa pertama kali dikembangkan oleh W Paulus
HP Reinhard dan U Von Zahn di Jerman pada tahun 1950.
Dalam instrumen ini, ion melintas ke arah z masuk ke medan listrik dua dimensi
yang equipotentials berbentuk hyperbola persegi panjang dinyatakan:
V =(Vo/2ro2)(x2 y2)

(8.9.6)

Seperti medan dapat dihasilkan oleh satu set empat elektroda ditempatkan
secara simetris berbentuk hiperbola. Elektroda sebaliknya memiliki potensi tanda
yang sama diberikan oleh Vo/2 pemisahan antara elektroda yang 2ro. Dalam
prakteknya, elektroda dapat diganti dengan satu set empat batang logam melingkar
dengan jari-jari r = 1.16ro masing-masing menghasilkan sebuah medan sepanjang
sumbu z yang mirip medan dalam hal yang sebenarnya.

36

Jika lensa tunggal empat kutub digunakan dimana Vo = konstan, ada fokus
dalam satu bidang datar dan defokusing yang lain, tergantung pada tanda-tanda
gradien medan dalam dua arah x dan y.
Namun jika, bidang rf sinusoidal ditumpangkan pada bidang dc, potensial Vo
dapat ditulis sebagai berikut :
Vo = U V cos t

(8.9.7)

Persamaan gerak bersama x dan y dalam bidang ini adalah:


..

+ (q/Mr2o)(U V cos t )x = 0
..

+ (q/Mr2o)(U V cos t )y = 0

(8.9.8)

q dan M adalah muatan dan massa dari ion.


Persamaan ini dapat diubah ke bentuk
2

d u + (a 2b cos 2
d
2

dapat dituliskan :

)u = 0

(8.9.9)

a = ax = - ay = 4qU / M ro2

(8.9.10)

b = bx = - by = 4qV / M ro2
=

dan

t/2

(8.9.11)
(8.9.12)

u adalah x atau y persamaan (8.9.9) adalah persamaan Mathieu

yang

menggambarkan lintasan ion. Solusi untuk u keluar dalam bentuk seri, yang
melibatkan istilah dalam exp (). Untuk imajiner, solusinya adalah berosilasi
dengan amplitudo yang terbatas sedangkan untuk nyata, solusinya melibatkan fungsi
hiperbolik

yang

menyebabkan

ketidakstabilan

dalam

Jika komponen rf tidak ada, maka persamaannya memiliki bentuk

orbit.
..

2x = 0 yang berosilasi (untuk U> 0). Dengan komponen rf moderat, fitur ini
berosilasi dipertahankan dan fokus pada x - z datar. Namun, karena medan memiliki
gradien yang berlawanan bersama y, ada defokusing di bidang yz, sehingga ada yang
fokus pada bidang ini juga. Kombinasi tersebut bertindak sebagai filter massa.
Spektrum massa dipindai dengan memvariasikan baik dc dan bidang rf
sehingga rasio U / V tetap konstan, menjaga frekuensi
37

medan rf konstan.

Resolusi itu dapat diubah dengan mengubah rasio U/V = ay/2by. Nilai
pembatas untuk ay dan by diperoleh dengan menyelesaikan persamaan Mathieu
numerik adalah ay = 0,23699 dan 0,70600. Untuk instrumen dengan penampang tak
terbatas dan panjang, tampak memungkinkan resolusi terbatas. Batas praktis dari
kekuatan menyelesaikan adalah 8000. Sebuah ekspresi empiris untuk menyelesaikan
daya adalah:
2

M
n
M 12.2

(8.9.14)

dimana n adalah jumlah siklus rf di l panjang analisa yang diberikan oleh:


n

l M

2 2 Ez

1/ 2

(8.9.15)

Dimana Ez adalah energi aksial.


Spektrometer massa Quadrupole memiliki fitur khusus seperti berikut: (a)
ukurannya kecil dan berat, (b) pemindaian cepat dari spektrum massa (c) operasi
linier hingga tekanan yang relatif tinggi (10

- 4

torr) (d) sumber energi yang rendah

(10 eV) dan (e) variasi listrik pada daya pisah. Instrumen digunakan dalam teknologi
vakum, ion sekunder spektrometri massa (SIMS), di atmosfer dan penelitian ruang
angkasa.
8.10.Pengukuran spin dan momen magnetik atom; hyperfine pemisahan tingkat
energi atom.
Di Bab II dikenalkan ide spin atom, yang merupakan momentum sudut
jumlah atom yang diberikan oleh I = Lnuc + Snuc, L dan S menjadi momen resultan
berputar orbital dan intrinsik sudut dari nukleon dalam inti: L nuc = Li dan Snuc = Si.
Penjumlahan adalah kelebihan semua nukleon dalam inti. Seluruh momentum
angular diatas diukur dalam satuan . Bahkan untuk inti A, I adalah bilangan bulat
sedangkan untuk inti ganjil A, I adalah integral setengah.
Ketika sudut orbital dan spin momentum angular sebuah inti atom yang
terikat erat dengan momentum magnetic ( L dan s) sedangkan jumlah inti
momentum anguler I berkaitan dengan resultan momen magnetik inti 1. Beberapa
metode untuk pengukuran momen magnetik atom spin didasarkan pada pengamatan
pada garis spektrum atom.
38

Golongan tingkat energi atom dengan nomor kuantum L (= Le), S (= Se) dan
J (= Je) dari orbit elektron. J momentum yang dihasilkan atom angular adalah
penjumlahan vektor L dan S:

J = L + S. Akibat interaksi magnetik antara

momen magnetik L karena gerak orbit dan s karena gerak spin dari elektron,
sebuah tingkat energi atom dengan nilai yang diberikan L dan S membagi menjadi
beberapa sublevels dengan nilai yang berbeda dari J, dimana J mendapatkan nilai
dari:

LS

L S 1

LS 2

LS

Untuk L> S jumlah sublevels J berbeda adalah (2S +1) sedangkan untuk L <S itu
(2L)+1. Pemisahan tingkat dapat dihitung dengan bantuan mekanika kuantum.
Pembelahan dinyatakan dalam bentuk
E = <f(r)>L.S

(8.10.1)

di mana <f(r)> adalah nilai harapan dari operator f (r) yang diberikan oleh

f (r )

1 V
.

2 2
2 me c r r
e

(8.10.2)

<f(r)> dihitung dengan menggunakan bagian radial dari fungsi gelombang dikoreksi.
V = V(r) adalah potensi pusat bola simetris yang bekerja pada elektron. Ungkapan
untuk E menunjukkan ketergantungan eksplisit dari orbit energi spin pada orientasi
relatif dari L dan S.
Pemisahan pada tingkat energi atom sebenarnya untuk interaksi spin-orbit
yang dikenal sebagai struktur halus dari garis spektrum. Transisi terjadi antara
tingkat nilai (diatur dengan seleksi L = 1) struktur halus yang dihasilkan dari
garis spectrum. Transisi terletak diantara nilai J yang berbeda untuk aturan dua
tempat diseleksi J = 0, 1. Sebagai contoh adalah munculnya dua garis natrium D
sesuai dengan transisi.
32P1/2

3 2S1/2 (D1) and 32P3/2

dalam transisi 3P

3 2S1/2(D2) karena pemisahan struktur halus

3S.

39

Pemisahan Struktur Halus (Hyperfine):


Selain memontum sudut elektron L dan S, atom juga memiliki I. momentum sudut
atom. Oleh karena itu momentum sudut total atom adalah:
F= L + S + I = J + I
Nilai yang mungkin dari F adalah

J I , J I 1 , .

(8.10.3)
(J + I). Jadi jika J <I,

jumlah nilai yang mungkin dari F adalah (2j + 1) sementara untuk I < J, nomor ini
(2I + 1). Level pada J dan I sama-sama memiliki perbedaan nilai sedangkan pada F
memiliki energi yang sedikit berbeda. Dengan demikian level J diberikan dan nilai I
dipecah menjadi sublevels pada F yang berbeda . Transisi antara level dengan nilai F
berbeda di atas dan di bawah daerah (didefinisikan nilai, J, I) menimbulkan struktur
hyperfine dari garis spektral. Contoh ditunjukkan pada gambar 8,15

pada garis sodium D2, dimana daerah atas dan bawah masing-masing memiliki J =
3/2, I = 3/2 dan J = , I = 3/2, spin pada inti 23Na menjadi I = 3/2. Dengan demikian
nilai F mungkin bagi daerah atas adalah F = 0,1,2,3 sedangkan untuk daerah yang
lebih rendah adalah F = 1,2.
Aturan seleksi yang mengatur transisi adalah
F = 0, 1
J = 0, 1, L = 1

(8.10.4)

Pemisahan antara tingkat nilai F. berbeda dalam keadaan diberikan J dan I. Formula
yang diberikan mirip dengan Persamaan (8.10.1).

40

Energi interaksi U antara momen magnetik 1 inti dan medan induksi


magnet Jadilah pada inti karena momen magnetik yang dihasilkan elektronik
diberikan oleh:
U =- 1 . Be

(8.10.5)

Nilai waktu rata-rata < U> yang tergantung pada waktu nilai rata-rata dari medan
magnet Be pada pada inti. Jadi waktu rata-rata medan Be adalah dalam arah paralel
momen total elektronik magnetik untuk J, komponen untuk e sebanding untuk
rata-rata J.
<Be> = - aJ/J

(8.10.6)

Dimana a constant
Momen magnetik atom 1 adalah paralel dengan spin atom I dan diberikan oleh
1 = g1NI

(8.10.7)

1 = II/I

(8.10.8)

Dapat dituliskan :

N adalah magneton atom, g1 adalah faktor g atom. Nilai mekanik kuantum spin atom
I ( I I )

. Energi interaksi ini kemudian.

U = a 1(I.J)/IJ

(8.10.9)

Persamaan (8.10.3) dapat digunakan untuk menentukan produk scalar I.J.


Penggunaan nilai mekanika kuantum dari momen sudut diperoleh :
2 I.J = F ( F + 1 ) I ( I + 1 ) J ( J + 1 )
selanjutnya :

U = a 1

F ( F 1) I ( I 1) J ( J 1)
2 J ( J 1) . I ( I 1).

(8.10.10)

Ketika pemisahan hyperfine tergantung pada momen magnetik atom 1 yang


tiga kali lipat lebih kecil dari momen magnetik atom, pemisahan hyperfine adalah
jauh lebih kecil dari pada pemisahan struktur halus.
Persamaan (8.10.10) dapat dituliskan
U = h vo (F(F+1)-I(I+1)-J(J+1))

(8.10.11)

dimana vo diketahui sebagai konstanta pemisah h.f.s.(hyperfine splitting)


Konstanta pada persamaan (8.10.10) harus dihitung untuk setiap konfigurasi
atom. Untuk J dan I, energi interaksi U memiliki jumlah nilai yang sama sperti F.
41

Persamaan (8.10.10) menunjukkan bahwa adalah kemungkinan untuk menentukan


spin atom oleh salah satu dari tiga metode berikut :
(a) Jika J > I jumlah baris karena pembelahan hyperfine sama dengan (2I + 1)
memberikan pemecahan hyperfine dari salah satu tempat yang terlibat dalam
transisi sangat kecil dibandingkan dengan yang lain, sehingga spin atom dapat
ditentukan dengan menghitung jumlah baris hyperfine pada spectrum . Sebagai
contoh, untuk praseodymium, semua baris diselesaikan ditemukan memiliki
enam komponen. Dalam semua kasus J dikenal besar (J> I), hasilnya = I = 5/2
untuk Pr.
(b) Tetapi, jika J <1, kita dapat menentukan I dengan menggunakan aturan dikenal
sebagai aturan interval. Perbedaan energi antara dua daerah F dan (F-1) untuk J
diberikan dan I diberikan oleh:

(U )

( U )

a F ( F 1) ( F 1) F
1

2 J ( J 1). I ( I 1)
a F
1

J ( J 1). I ( I 1)

(8.10.12)

Interval ini ( U ) dikenal sebagai pemisahan hyperfine (H.F.S). Rasio


pemisahan antara tingkat berdekatan F, F -, 1 F - 2, dll (F = J + I) dengan
demikian:
( U ) F : ( U ) F-1 : ( U ) F-2 :

= F : F 1 : F 2 : = (J + I): (J + I 1):(J + I 2):

(8.10.13)

(c) Dalam beberapa hal tidak satu pun dari metode di atas dapat diterapkan. Jika
dalam kasus seperti itu, pemisahan hyperfine dari sublevels di salah satu daerah
diberikan pada J dan I adalah sangat kecil (biasanya daerah atas), maka struktur
hyperfine dari garis spektral sesuai dengan yang ada pada 3 2S1/2 daerah lebih
rendah (F = 1,2) jauh lebih besar dari daerah atas masing-masing. Yang terakhir
adalah 32P1/ 2 untuk D1 (F = 1,2) dan 32P3/ 2 untuk D2 (F = 0,1,2,3). sehingga
masing-masing jalur terbagi menjadi dua komponen hyperfine dengan 1 =
0,021 oA dan 2 = 0,023 oA untuk keduanya.
Dalam hal seperti I dapat ditentukan dengan membandingkan intensitas dari
komponen pemisahan hyperfine. Intensitas garis spektral sebanding dengan (2F

42

+ 1) yang sama jumlah di dalamnya yang tingkat pembelahannya dalam medan


magnet eksternal.
Konstan a

dalam Persamaan (8.10.11) tergantung pada magnet. karena

elektron pada daerah inti. Hal ini dapat ditentukan secara Akurat hanya dalam
kasus yang sangat sedikit (dari sistem atom sederhana) misalnya, hidrogen,
hidrogen seperti atom, halogen dan elemen alkali tanah. Kuat Medan adalah ~10
sampaii 100 T. Secara umum, tidak dapat dihitung dengan kesalahan kurang dari
100%. Oleh karena itu momen magnetik atom ditentukan dari studi H.F.S tidak
sangat Akurat. Hal ini ditemukan bahwa untuk 1> 0, sebuah sublevel dari F
terletak lebih tinggi di atas salah satu F lebih rendah.
Momen magnetik inti 1 dapat ditentukan dari struktur hyperfine oleh
pengukuran pemisahan h.f.s yang menghasilkan tampilan nilai dari sebuah
persamaan (8.10.10), asalkan spin atom I diketahui,

1 yang ditentukan oleh

metode ini tidak terlalu Akurat. Tanda 1 (+ atau -) juga dapat ditentukan dengan
mencatat apakah urutan panjang adalah normal (yaitu, istilah dengan F terbesar
terletak di atas) atau terbalik. Dalam hal pertama 1 adalah positif ketika sedang
negatif dalam kasus kedua.
Seperti yang sudah terlihat di ch. VI efek Moosbauer dapat digunakan untuk
mengukur h.f.s dari tingkat atom dan medan magnet intrinsik dari atom. Dapat
juga untuk menentukan momen magnet nuklir dibangkitkan dari suatu tempat.
8.11 Spin Nuklir Dari Efek Zeeman Pada Garis Hyperfine
Cara lain untuk menentukan spin nuklir adalah mempelajari spiltting garis
h.f.s dalam medan magnet eksternal. Dua hal muncul, tergantung pada kekuatan
medan yang diterapkan.
(a) Kasus Bidang Lemah .
Jika medan magnetik tidak terlalu kuat (B << IBe/J) kopling antara J dan I
tetap utuh dan F mempertahankan ciri-cirinya. Dua vektor J dan I presisi pada F
yang pada gilirannya presisi pada B, seperti yang ditunjukkan pada gambar 8.16.

43

Ketika momen magnetik elektronik J menghasilkan medan magnet pada inti dari
~ 10 sampai 100 T (lihat di atas) dan I /J ~ 10-3, jika bidang eksternal B 10-2 T
atau kurang.
Karena batang kuantisasi, M dapat mengarahkan dalam (2F + 1)
kemungkinan arah w.r.t.B. Jumlah magnet MF kuantum yang memberikan
komponen F dalam arah yang diajukan dapat dianggap sebagai berikut:
MF = F, F 1, F 2, - F
Setiap tempat MF yang berbeda memilki energy berbeda. Energi inetraksi
pada medan magnet eksternal adalah :

EB = -

J .B

I .B

(8.11.1)

Ketika I << J keduanya dapat diabaikan. EB kemudian keluar menjadi


(Dapat dilihat pada Atom dan Statistik oleh NF Ramsay dalam Fisika Atom
Eksperimental, Vol Id E Segre)

E B

F ( F 1) J ( J 1) I ( I 1)
J 2 F ( F 1)

BM F

(8.11.2)

Besarnya pembelahan sebenarnya tergantung pada urutan yang sama sepert J


Persamaan (8.11.1) menunjukkan bahwa setiap bagian daerah F yang
diberikan terpecah menjadi (2F + 1) tingkat MF berbeda. Bagian daerah MF sama
jauhnya. Peningkatan membelah dengan meningkatnya B. Aturan seleksi untuk
transisi antara daerah di MF berbeda di daerah F atas dan bawah :
MF = 0, 1 (NOMF = 0 to MF = 0)
Mirip dengan aturan seleksi untuk J untuk efek Zeeman anomali biasa,
seperti yang dibahas nin ch VI pada vol 1. Dengan demikian pola Zeeman dalam
dua kasus yang sangat mirip.Kasus yang dibahas di atas dikenal sebagai kasus
lapangan lemah. Ini menimbulkan pola mirip dengan pola Zeeman anomali dalam
spektrum elektronik dari atom.
(b) Perihal Kuat medan
Pasangan antara J dan I dirusak oleh adanya medan magnet B dan tidak lagi
saling terikat Kemungkinan orientasi dari J dalam medan magnet, mengikuti
44

aturan kuantisasi ruang memberikan (2j + 1) berikut nilai dari MJ komponen dari J
bersama B:
MJ = J, J 1, J 2 - J
Demikian pula (2I + 1) berikut nilai dari komponen MI dari vektor I ke arah
medan:

MI = I, I 1, I 2 - I

Masing-masing komponen memiliki tingkat energi yang berbeda karena interaksi


dengan medan magnet diberikan oleh:

EJ
EI

J .B J BM

J .B I BM

/J
/I

Ketika 1 << J kontribusi utama untuk tingkat pembelahan adalah EJ.


Pemisahan tingkat dekat level JB/J. menjadi berbanding kecil diantar level MJ
,seperti yang digambarkan pada gambar 8.17

Untuk I = 3/2 . Spin atom I dapat ditentukan jumlah (2I + 1) pada sublevels MI
berbeda.
Dapat dicatat bahwa jumlah total sublevels di mana tingkat hyperfine dari J
diberikan dan I membagi sama untuk kedua hal bidang lemah dan kuat medan.
Sebagai contoh, untuk J = dan I = 3/2, nilai F mungkin dalam kasus medan
lemah adalah F = 2 dan I. Jumlah tingkat di mana ini perpecahan dalam medan
magnet adalah (2 x 2 + 1) atau 5 daerah ((2 x 1 + 1) atau 3 masing-masing, total
menjadi 8. Di bidang kuat jumlah sublevels adalah
(2J+ 1))(2I+ 1) = (2x1/2+1)x(2x3/2+1) = 2x4 = 8
45

Dalam Fig.8.18 ditampilkan pemisahan dari dua komponen h.f.s dalam puncak
medan sebelah kiri bawah dari nilai J dan I.

Susunan dari sublevels adalah kebalikannya di daerah rendah, karena J adalah tidak
sejajar dengan I atau. Transisi untuk kasus medan kuat ditunjukkan di sebelah
kanan.
(c) Efek Isotop
Dari pemisahan h.f.s (hyperfines structure), yang telah dibahas di atas, spektral atom
ditemukan untuk menjalani pembelahan dari jenis lain , yang dikenal sebagai isotop
dua efek dari besarnya urutan yang sama dan sering hadir secara bersamaan. Banyak
unsur kimia memiliki jumlah atom isotop yang berbeda meskipun mereka memiliki
jumlah elektron yang sama. Karena gerakan simultan dari elektron dan inti (massa
terbatas). umumnya pada pusat massa ,daerah daerah atom memiliki energi yang
sedikit berbeda untuk isotop yang berbeda, meskipun mereka mungkin memiliki
kumpulan nomor kuantum yang sama. Daerah-daerah atom deuterium atom dengan
A = 2, yang sedikit berbeda dalam energi dari daerah-daerah yang sesuai dari atom
hidrogen dengan A = 1. Konstanta Rydberg berbeda dalam panjang gelombang
dengan jumlah yang kecil untuk dua isotop. Inilah perbedaan yang mengarah pada
penemuan deuterium (hidrogen berat) oleh HC Urey dan rekan kerja, yang dibahas
secara rinci di Bab. IV Vol. I.
Dalam hal atom kompleks, perubahan energi dari tingkat karena massa isotop
yang berbeda tidak dapat dihitung dengan mudah. Karena isotop stabil yang berbeda
dari suatu elemen selalu hadir dengan kelimpahan relatif sama dalam keadaan alami
dari elemen, garis spektrum karena isotop yang berbeda diamati sebagai garis
pendamping dengan perpisahan kecil antara mereka. Pemisahan biasanya dari urutan
yang sama besarnya sebagai pemisahan antara garis-garis spektral hyperfine elemen.
46

Hal ini tidak mudah untuk memisahkan kedua efek (efek isotop dan efek spin atom).
Perbandingan intensitas dari komponen memberikan beberapa informasi dalam
beberapa kasus. Misalnya 6215 oA garis seng (Z = 30) menunjukkan tiga komponen
berbaring dekat karena tiga, isotop 64Zn, 66Zn, 68Zn dan intensitas yang sesuai dengan
kelimpahan relatif dikenal isotop seng di alam. Perbedaan frekuensi antara garis
sebanding dengan perbedaan massa isotop. Karena ini semua acara inti, spin atom I
= 0 untuk semua dari mereka sehingga garis tidak diharapkan memiliki struktur h.f.s.
Interpretasi yang jelas adalah kemungkinan dari studi tentang pola Zeeman
komponen. Dalam kasus efek isotop sederhana, garis dari isotop yang berbeda akan
menunjukkan efek Zeeman untuk elektron atom ekstra bebas satu sama lain. Di sisi
lain karena componenets h.f.s spin atom menunjukkan berbagai jenis pola Zeeman.
Dalam kasus unsur yang lebih ringan. efek isotop ini disebabkan massa yang
berbeda dari atom isotop yang berbeda. Untuk unsur yang lebih berat efeknya
terutama karena perbedaan jari-jari atom yang tergantung pada massa isotop (R ~
A1/3). Dalam hal elemen dengan kedua genap dan ganjil sebuah isotop stabil, baik
efek isotop dan membelah h.f.s yang hadir yang membuat analisis sangat sulit.
8.12 Spin nuklir dan statistic dari spectrum molekul
Dalam metode ini, spin atom ditentukan dari pengukuran bergantinya
intensitas dari garis pada spektrum pita molekul diatomik homonuclear seperti H 2,
O2, dan lain-lain
Seperti kita lihat dalam Bab XIII vol I energi dari tingkat molekul ditentukan
oleh rotasi, getaran dan daerah elektronik dari molekul. Rotasi murni nampak dari
ikatan pada transisi antara tingkat rotasi pada molekul tanpa perubahan pada getaran
atau medan elektronik dan menjauhi infra merah. Ikatan getaran rotasi muncul
ketika transisi terjadi antara tingkat rotasi disekitar getaran yang berbeda tanpa
perubahan apapun dalam daerah elektronik. Semakin mendekati infra merah .
Akhirnya jika semua tiga daerah berubah, ikatan elektronik yang muncul terletak
pada daerah tampak atau ultraviolet.
Karakteristik simetri dari fungsi gelombang keseluruhan ditentukan oleh
simetri dari empat fungsi komponen gelombang. Karakteristik ini menentukan sifat
simetri dari statistik dipatuhi oleh partikel merupakan sistem. Dengan demikian,
dalam sebuah molekul diatomik

atom sejenis, jika perubahan gelombang


47

keseluruhan fungsi ditandai pertukaran semua koordinat (spasi ditambah kecepatan


puataran) dari dua inti konstituen, inti ini dikatakan mematuhi F kemudian kedua inti
dikatakan mengikuti statistik Fermi - Dirac. Di sisi lain, jika fungsi gelombang total
tetap tidak berubah pada pertukaran semua koordinat inti konstituen, maka statistik
Bose - Einstein (Lihat Bab XVII Vol I.). Yang menunjukkan semua ruang koordinat
oleh r dan spin koordinat dengan dimiliki untuk molekul diatomik
(r1, r2, 1, 2 ) = - (r2, r1, 2, 1 )

(Fermi Dirac)

(r1, r2, 1, 2 ) = (r2, r1, 2, 1 )

(Bose Einstein)
(8.12.1)

akhiran 1 dan 2 merujuk pada kedua inti.Perubahan antar inti mungkin ya atau tidak
mengakibatkan perubahan tanda e. Dalam kasus pertama kita memiliki fungsi
gelombang anti simetrik elektronik. Dalam kasus kedua itu adalah simetris. Secara
umum e adalah simetris dalam keadaan molekul dasar. Fungsi gelombang getaran
adalah simetris untuk semua daerah.
Fungsi gelombang rotasi r termasuk bola harmonik dan adalah simetris jika jumlah
J adalah genap dan antisimteris jika J ganjil. Untuk molekul diatomik atom sejenis,
misalnya H2, N2, O2, dan lain-lain energi rotasi adalah:
2

dimana K = momen

J ( J 1)

Er
K
inersia dari 2molekul.

Jarak antara tingkat berturut-turut

diberikan oleh

2K

Jadi Er

( J ( J 1) ( J 1)) J

J. Ditunjukan pada gambar 8.19

48

Simetri dari fungsi putaran tergantung pada spin atom total molekul yang diberikan
oleh S = I1 + I2 dimana I1 dan I2 adalah vektor spin dari dua inti. Dinyatakan I 1 = I2 =I
.
Untuk inti spin I ada (2I + 1) substates dengan bilangan kuantum magnetik M = I, I 1, ... - I. Hal ini berlaku untuk setiap inti dalam molekul. Jika

M
I

menunjukkan

fungsi spin pada maka gelombang spin adalah berbentuk:

M
I

(1)

M
I

(2)

Jika kita memiliki dua inti identik fungsi gelombang spin pada pergantian, orientasi
spin dari dua inti menjadi

M
I

(2)

M
I

(1)

Dalam hal ini fungsi gelombang spin dari molekul adalah kombinasi linear dari dua
di atas dan dapat berupa simetris simetris atau anti
X12 =

M
I

(1)

M
I

(2) +

M
I

(2)

M
I

(1)

Jumlah fungsi ini (2 I + 1)2. Dari ini, ada 2 I + 1 simetris fungsi yang sesuai dengan
M = M 'dalam bentuk (1) (2). Kombinasi simetris anti hilang dalam kasus ini. Dari
yang tersisa (2I + 1)2 - (2I + 1) atau 2 I (2I +1) fungsi, setengahnya adalah simetris
dan setengah adalah anti simetris. Jadi kita memiliki:
Nomor fungsi spin simetris = (2I + 1)+I(2I + 1 )
= (I + 1)(2I + 1 )
Nomor fungsi spin anti simetris = I(2I + 1 )
Jadi rasio jumlah simetris anti fungsi berputar simetris adalah:
r = ( I+ 1 ) /I
Kita telah lihat di atas bahwa untuk molekul diatomik daerah rotasi alternatif dengan
J genap dan ganjil kesemuanya simetris dan antisimetris, sehingga mereka harus
dikombinasikan dengan fungsi putaran anti simetris dan simetris jika masing-masing
inti mematuhi statistik F-D. Untuk inti mematuhi statistik B-E, yang sebaliknya
adalah benar. Ini mengasumsikan bahwa daerah-daerah elektronik adalah simetris.
Pertimbangan di atas menunjukkan bahwa tingkat rotasi alternatif dari
molekul diatomik memiliki berat badan statistik dalam rasio (I +1) / I. Oleh karena
itu garis rotasi alternatif memiliki intensitas dalam rasio (I + 1): I. Dalam hal J nilai
49

dari daerah awal kita kemudian dapat menulis:Untuk inti mematuhi statistik B - E: J
(bahkan baris) / J (garis ganjil) = (I + 1) / I. Jadi J bahkan garis yang lebih kuat.
Untuk inti mematuhi statistik F-D: J (garis ganjil) / J (bahkan garis) = (I +
1) / I. Jadi baris J ganjil lebih kuat. Sebagai contoh, untuk molekul H 2 , I = dan
proton mematuhi statistik FD.
Jadi r = 3 yang berarti bahwa garis-garis aneh J lebih kuat. Kesimpulan ini sudah
dikonfirmasi dari pengukuran intensitas rasio garis J ganjil dan genap dalam
spektrum rotasi dari molekul hidrogen.Sekali lagi dalam kasus molekul O 2, yang I =
0 dan atom 16O mematuhi B - E statistik, rasio = yang berarti bahwa garis-garis aneh
rotasi akan hilang. Ini sebenarnya ditemukan menjadi kasus, yang menegaskan tugas
di atas dari nilai spin dan statistik untuk 16O. Sebenarnya diatomik molekul homo
atom tidak menunjukkan rotasi spektra rotasi murni atau murni getaran. Aturan
pemilihan J =0,. 1 akan memerlukan transisi antara daerah simetris simetris dan
anti dalam transisi dipol. Transisi tersebut sangat tidak mungkin. Namun,
pembatasan akan dihapus dalam kasus band-band elektronik, garis rotasi alternatif
yang ditemukan memiliki rasio intensitas menaati hukum atas.
8.13 Metode sinar Atom penentuan Momen Inti Magnet (metode non resonansi)
Metode ini mirip dengan metode Stern dan Gerlach menentukan momen
magnetik atom dengan menghasilkan defleksi sinar atom netral dalam sangat dalam
medan magnet homogen. Metode ini dibahas secara rinci dalam Bab VI Vol 1. Jika
kolom B induksi magnetik dan gradien yang sama-sama sepanjang sumbu z, maka
kekuatan penerjemah pada sebuah atom dengan momen magnetik adalah

B
z z

(8.13.1)
di mana z adalah komponen z dari momen magnetik. Momen magnetik atom j =
gjB

J ( J 1)

. Pernyataan diatas untuk mengurangi gaya adalah :


F gJ BM J

B
z

(8.13.2)

dimana J adalah momentum sudut resultan atom dan Mj adalah bilangan kuantum
magnetik dengan (2j + 1) nilai yang mungkin J, J - 1, ... - J. gJ adalah faktor
pemisahan Lande dan B adalah magneton Bohr. Karena gaya tergantung pada Mj
50

balok insiden pecah menjadi (2j + 1) komponen dalam di lapangan medan magnet
homogen magnet.
Efeknya jauh lebih sedikit dalam hal momen magnetik atom yang berjarak
sekitar 103 kali lebih kecil dari momen magnetik atom. Oleh sebab itu besarnya
medan gradien diperlukan untuk menghasilkan cahaya tampak dalam berkas sinar.
Besarnya medan gradient pada ord ke 103 T/m atau lebih sangat menentukan
besarnya perbandingan terhadap 10 T/m dalam mengukur momen magnetic atom.
Situasi ini semakin rumit karena adanya efek yang jauh lebih besar karena
momen magnetik atom. Untuk menghindari masalah ini, pengukuran biasanya dibuat
pada molekul dengan saling kompensasi momen magnetik elektronik (misalnya H2,
dan lain-lainl H2O).
O. Stern, I Estermann dan R. Frisch telah menggunakan metode ini untuk
mengukur momen magnetik proton, yang ditemukan menjadi sekitar 2,5 N.
Metode ini bukan satu-satunya yang akurat dan metode ini baru dikembangkan
untuk mengukur momen magnetic dengan sangat akurat.
Dalam variasi metode, medan magnet yang lemah digunakan , bahwa
pasangan antara I dan J yang diawetkan untuk menghasilkan resultan F yang
terpecah menjadi (2F + 1) komponen. ini dapat dihitung untuk menghasilkan nilai F
dari yang I dapat ditemukan jika J dikenal. Metode ini memberikan spin atom, tetapi
bukan momen magnetik atom.
8,14 Metode Resonansi Magnetik Rabi
Ini adalah metode cukup Akurat untuk menentukan momen magnetik atom dan
dikembangkan oleh II Rabi dan rekan-rekannya (1939). Metode ini melibatkan
reorientasi I spin atom dan momen magnetik atom dengan frekuensi resonansi tinggi.
Alat yang digunakan oleh Rab
i secara skematis diperlihatkan pada Gambar 8.20.

Rabi dan rekan-rekannya menentukan 1 untuk 7Li inti dalam percobaan pertama
mereka. LiCl digunakan sebagai bahan percobaan yang diuapkan dalam oven O..
51

Molekul LiCl lolos melalui suatu hole di dinding O dan memasuki medan magnet
yang sangat inhomogenous (~ 103 T / m) antara potongan-potongan tiang khusus
berbentuk magnet A (lihat Bab VI Vol I.). S adalah celah akhir keluar dari A. magnet
Detektor D tungsten kawat panas (1 mm). Sebuah atom netral alkali mencolok
permukaannya yang memberikan elektron valensi ke kawat dan ion positif diuapkan.
Arus menuju kawat diukur intensitas untuk LiCl, berkas sinar gagal dideteksi.
Berkas sinar melewati tiga magnet A, B dan C. Magnet A dan C adalah identik
dalam semua hal kecuali tidak sama dalam arah yang berlawanan (+z dan - z). Kedua
medan naik ke atas (+ z) dan sangat tinggi (~ 1,2 T). Gaya yang bekerja dalam dua
kutub magnet di setiap monen I adalah :

F .
1

g M
I

B
z

(8.14.1)

Karena kekuatan ini, dipol molekul yang dibelokkan menjauhi A. Emisi dalam arah
yang pasti mengikuti lintasan tertentu seperti ditunjukkan pada Gambar. 8,21.

Karena perbedaan dalam gaya yang bekerja pada momen magnetik atom 1 maka
medan magnet homogen A ditentukan oleh nilai yang mungkin berbeda dari MI
dalam Persamaan (8.14.1), sinar molekuler pecah menjadi (2I + 1) balok yang
berbeda setelah muncul dari A. Dalam kasus ini karena I = 3/2 untuk 7Li inti balok
terpecah menjadi empat, nilai yang mungkin dari MI menjadi + 3/2, 1/2, -1 / 2 dan -3
/ 2. Setelah melalui wilayah B, dibelokkan ke arah yang berlawanan di C dan
difokuskan kembali pada D detektor karena kekuatan yang sama dan berlawanan
dialami oleh mereka di C, asalkan orientasi momen magnet dipol mereka tetap tidak
berubah.B magnet menghasilkan medan magnet homogen dan stabil B o sepanjang
z.
52

Momen magnetik dari proses molekul tentang hal itu. Deretan dari M 1 w.r.t Bo
ditentukan oleh aturan kuantisasi ruang.
Energi dari dipol di lapangan Bo magnetik diberikan oleh

Um = - I . Bo = -g1NMIBo

(8.14.2)

Perbedaan energi antara daerah-daerah yang berurutan dari orientasi

. yang
I

berbeda dari adalah demikian:

(U m) g
Dimana

g
L

Bo g

e Bo

2M P

e Bo

2M P

(8.14.3)

(8.14.4)

L adalah frekuensi presesi Larmor.


Jika medan magnet sekarang sinusoidal diproduksi di wilayah yang sama
sebagai B pada sudut kanan lapangan Bo stabil, dapat menyebabkan transisi dari satu
keadaan sub magnetik dari dipol atom inti 7Li ke yang lain, asalkan frekuensi medan
sinusoidal menjadi sama dengan frekuensi Larmor. Bidang sinusoidal diproduksi
dengan melewatkan arus bolak-balik melalui loop jepit rambut dari osilator r.f.
Ketika transisi resonansi mengambil splace, molekul LiCl tidak lagi dapat
memfokuskan kembali oleh medan inhomogenous di C ke D detektor karena
perubahan orientasi momen magnet inti inti 7Li. Dengan demikian, ada penurunan
tiba-tiba detektor arus ketika frekuensi melingkar dari bidang rf terapan menjadi
sama dengan frekuensi Larmor presesi L. Telah diasumsikan di atas bahwa momen
magnetik atom I 7Li berinteraksi dengan medan magnet luar saja. Hal ini
dimungkinkan karena momen magnetik elektronik dari molekul LiCl dalam keadaan
dasar adalah nol. Selanjutnya, diasumsikan bahwa interaksi magnetik antara I (7Li)
dengan bidang karena momen magnetik atom dari atom Cl dan karena momentum
anguler rotasi dari molekul LiCl sangat lemah sehingga ini dapat diabaikan.Dari
keadaan resonansi

= L =gI (2Bo/2Mp)

53

(8.14.5)

nilai g1 dapat diperoleh dari nilai I.


Rabi menghitung probabilitas kuantum mekanik transisi untuk I = antara dua
daerah yang berbeda MI (MI = ) yang diberikan oleh:
P1 / 2, 1 / 2

2
t
1 r 2 2
sin 2
2
2
2
(1 r )

1/ 2

(8.14.6)
dimana r = / L dan = /2Bo; adalah amplitudo dari bidang rf. t adalah waktu
yang perturbasi bertindak. Pada resonansi ( = L), r = 1.Jadi dalam hal ini P adalah
besar, bahkan jika kecil (<< Bo). P memiliki maksimum pada resonansi.
Eksperimental kondisi resonansi dicapai baik dengan mengubah frekuensi v = /2
bidang rf, memegang Bo konstan atau lebih umum dengan mengubah Bo dengan
konstan v Untuk 7Li, Rabi diperoleh resonansi di Bo = 0,3385 T untuk frekuensi VI
= 5,585 MHz. Kemudian Persamaan (8.14.5) memberikan untuk 7Li

g eB / 2M
I

e L

(e / 2 M P) Bo

hv L
N Bo

(8.14.7)

6.6262 x10 34 x5.585 x10 6


0.3385 x5.0.508 x10 27

2.161

Kemudian spin atom dari kekacauan 7Li keluar menjadi MI = GII = 2,161 3/2 =
3,242. di magneton atom.Ungkapan untuk P telah disampaikan oleh Majorana .
Gambar 8.22 menunjukkan tipe kurva resonansi untuk atom 7Li diukur dengan
momen magnetik.

54

Metode Rabis ini untuk menentukan momen magnetic pada inti yang digunakan
oleh LW Alvarez and F Bloch di modifikasi bentuknya untuk menentukan momen
magnetic pada neutron.
8.15. Metode Penyerapan Resonansi Magnetik Pada Pengukuran Momen
Magnetik Nuklir.
Metode ini dikembangkan oleh EM Purcell, HC Torrey dan RV Bound (1946),
reorientasi momen magnetik atom dalam medan magnet karena medan magnet
berosilasi lemah ditentukan oleh penyerapan radiasi dari sebuah osilator RF dalam
kondisi resonansi . Mereka pertama mengamati efek resonansi dalam padatan. Mater
metode ini diperpanjang sampai cairan dan gas.Orientasi momen magnetik atom
dikaitkan dengan perubahan dari energi magnetik. Sebagai contoh, dalam kasus
proton ( p = ), dua daerah magnetik sesuai dengan m = +1 / 2 dan m = - .
Perubahan energi magnetik di lapangan Bo mantap magnetik antara kedua daerah
adalah

Um =PBo ( -PBo) = 2PBo

(8.15.1)

Transisi ini diinduksi oleh medan magnetik osilasi memiliki frekuensi sama
dengan frekuensi Larmor presesi di bidang yang stabil dalam percobaan balok
molekul Rabbi ditentukan oleh Persamaan (8.14.5) Mengingat kasus proton (dalam
sampel dari beberapa bahan hydrogenous, seperti parafin), transisi diinduksi akan
dari rendah ke keadaan energi yang lebih tinggi (penyerapan) atau dari tinggi ke
keadaan energi yang lebih rendah (dirangsang emisi).
Meskipun penyerapan radiasi sebagian besar dibatalkan oleh misi dirangsang,
mereka tidak sepenuhnya membatalkan satu sama lain. Bahkan karena populasi yang
lebih besar (n1) dari proton dalam keadaan energi yang lebih rendah dibandingkan
dengan di daerah bagian energi yang lebih tinggi (n2) sebagaimana ditentukan oleh
Maxwell - Botzmann statistik, ada kekuatan yg lebih besar sedikit dari proses
penyerapan atas proses emisi terstimulasi. rasio

n exp(U / kT )
n
2

55

(8.15.2)

Untuk induksi medan magnet Bo= 0.7 T, transisi energi adalah :

U = 2PBo =2 x 2.7927N x 0.7


N = 5.05 x 10-27 J/T

dimana

U = 2 x 10-26 J

Pada suhu ruang (300 oK) , kT = 4.14 x 10-21 J


Ditunjukkan bahwa U << kT = 4.14 x 10-21 J dapat dituliskan
exp (-U.kT) = 1 - U/kT dan
n n1 n2 U

4.8 x10 6
n
n1
kT

Karena dominan sedikit lebih penyerapan emisi terstimulasi, akan ada penarikan
bersih energi oleh sistem dari sumber r.f.
Dengan tidak adanya medan magnet eksternal, spin proton dalam padat
berorientasi secara acak. Sebagai lapangan diterapkan, mereka mencoba untuk
menganggap posisi terkuantisasi nilai-nilai m yang berbeda yang mempengaruhi
rasio n2 lnI diberikan di atas. Namun, karena gerak termal atom dalam kisi-kisi, akan
ada gerakan berfluktuasi dari s proton, yang menghasilkan medan (internal)
berfluktuasi magnet internal. Ini akan mempengaruhi orientasi dari spin dari proton
di bidang eksternal. Interaksi antara inti dengan hasil dipol atom dalam pergeseran
kecil dari puncak resonansi yang tergantung pada lingkungan atom dan dikenal
sebagai pergeseran kimia. F Bloch telah mengembangkan metode ini untuk
memperoleh interaksi muatan dalam hal waktu relaksasi spin kisi yang menentukan
waktu peluruhan eksponensial dari berbagai komponen magnetisasi untuk
menganggap nilai-nilai keseimbangan. Waktu relaksasi dapat bervariasi antara 10-4
sampai 102 s. Kisi berputar proses relaksasi terjadi karena pembagian energi
berputar kelebihan di daerah atas dengan lingkungan (kisi) karena getaran yang
terakhir atau dengan jenis lain gerak termal (misalnya cairan dan gas). ada juga
proses alternatif relaksasi spin di mana kelebihan energi dibagi langsung antara inti
atom. Waktu relaksasi menentukan lebar dari (Magnetic Resonance Atom) puncak
NMR yang mungkin sangat kecil (~ 0,1 Hz) seperti pada cairan dan gas atau cukup
besar (~ 103 Hz) seperti pada padatan.

56

Gambar 8.2 memperlihatkan diagram skematik dari aparat yang digunakan oleh
Purcell dan lainnya

Sampel (air murni) ditempatkan dalam kumparan r.f, yang ditempatkan dalam medan
magnet yang stabil, bidang berosilasi menjadi tegak lurus terhadap kuat medan .
sampel yang persis sama ditempatkan dalam kumparan identik (dummy) yang
bagaimanapun tidak ditempatkan dalam medan magnet. Daya r.f dimasukkan ke
kedua kumparan. Sebelum medan Bo tetap diaktifkan, bentuk gelombang dari dua
kumparan pada masukan dari penerima adalah identik. Dengan memperkenalkan
perbedaan fase 180o, mereka dapat dibuat untuk membatalkan satu sama lain, seperti
yang ditunjukkan oleh detektor dan osiloskop.
Ketika Bo diaktifkan dan resonansi dicapai, sinyal dilemahkan sehubungan
dengan dummy dan fase juga berubah yang muncul puncak tajam pada jejak
osiloskop. Dalam prakteknya, Bo dimodulasi oleh 30 cps berosilasi ketika melewati
kumparan yang sesuai berada. bentuk gelombang sinkron dengan ini diterapkan pada
pelat horisontal dari osiloskop yang menghasilkan pola seperti yang ditunjukkan
pada gambar .8.24

57

Metode NMR adalah salah satu metode paling Akurat untuk mengukur
momen magnetik inti. akurasi ditentukan oleh akurasi dengan kuat medan B o dan
frekuensi osilator dapat diukur. Sangat metode preccision telah dikembangkan untuk
pengukuran mereka dan akurasi dicapai dalam pengukuran I dengan metode ini
lebih baik dari 1 bagian dalam 106. Bahkan, ini merupakan salah satu isphysics
pengukuran paling akurat.
Metode NMR dapat digunakan dalam memantau kuat medan magnet . Hal ini
membantu dalam analisis struktur cairan, kristal dielektrik, logam, semikonduktor
dan polimer. Nilai momen magnetik proton ditentukan oleh metode ini baru-baru ini
adalah

p = 2.792845 N
Sebuah metode yang erat mirip dengan metode resonansi magnetik nuklir
dibahas di atas adalah resonansi paramagnetik elektron (EPR) metode pertama kali
diperkenalkan oleh E Zavoisky. Karena nilai yang jauh lebih besar dari momen
magnetik elektronik, pemisahan antara tingkat berdekatan berbeda bilangan kuantum
magnetik jauh lebih besar dalam hal ini untuk bidang magnet yang sama. Frekuensi
resonansi adalah Sejalan jauh lebih tinggi, menjadi urutan MHz beberapa ribu,
dibandingkan dengan beberapa MHz untuk resonansi magnetik atom. Frekuensi ini
berada dalam kisaran gelombang mikro. Dalam percobaan EPR, frekuensi disimpan
tetap dan medan magnet bervariasi untuk mendapatkan resonansi, sedangkan dalam
percobaan NMR, prosedur ini justru sebaliknya.
Banyak gabungan ion paramagnetik bersikap seolah-olah memiliki elektron
tunggal. Oleh karena hanya ada dua sub medan magnetik dengan ms = yang
memiliki energi yang berbeda dalam medan magnet eksternal. Ketika frekuensi
medan rf sama dengan frekuensi Larmor (resonansi), transisi akan diinduksi antara
kedua daerah, diamati seperti cekungan di tingkat daya rf dari osilator. Karena spin
58

inti (I) masing-masing daerah magnetik di atas dibagi menjadi (2I +1) substates
berjarak dekat dari MI yang berbeda. Hal ini akan menyebabkan sejumlah dips
berbaring dekat untuk tampil di tingkat daya rf sebagai frekuensi yang bervariasi
untuk medan magnet diberikan. Dengan menghitung jumlah cekungan, adalah
mungkin untuk menentukan spin atom.
8.16 Metode Induksi Nuklir
Metode ini mirip dengan metode penyerapan resonansi dibahas dalam bagian
sebelumnya. Ini dikembangkan oleh F Bloch, WW Hanswen dan M Packard hampir
serupa dengan sebelumnya .
Kondisi resonansi diamati dengan mendeteksi ggl dikembangkan dalam koil pick-up

(lihat gambar 8.25a).

Sampel (padat, cair atau gas) ditempatkan dalam medan magnet homogen yang
kuat, kokoh, seperti pada metode sebelumnya. Pada sudut kanan , bidang r.f
berosilasi lemah, frekuensi sudut diterapkan, yang menginduksi transisi momen
magnetik I dari satu keadaan kuantum magnetik yang lain.
59

Medan Bo (bersama z) dan medan berosilasi pada amplitudo BI (bersama x)


bersama-sama menghasilkan M magnetisasi (momen dipol magnetik per satuan
volume) dalam medium yang berputar tentang Bo membuat sudut tetap dengan itu.
Komponen di sepanjang x, y, dan z adalah Mx = M sins cos t, My= M sin sin
t, Mz = M cos
Diperoleh sudut :
tan

BI
2( Bo Br )

(8.16.1)

Dimana Br adalah nilai resonansi bidang kuat


Resonansi berhenti, jika BI <<

Bo Br ,

cukup kecil. di resonansi (Bo = Br), tan

= , sehingga = / 2 dan Mz = 0. M vektor tegak lurus terhadap arah medan


mantap dan berputar yang terakhir dengan Larmor frekuensi (lihat 8.14.4). Populasi
dari dua tingkat magnetik akan menjadi persis sama dalam hal ini, jika tidak ada
interaksi

kisi

spin.

Yang

terakhir

ini

mencegah

pemerataan

tepat.

Jika pick up coil yang sesuai berada, ggl induksi akan diamati di dalamnya karena
bidang berputar pada resonansi (lihat gambar 8.25b)
8.17

Metode Spektroskopi Gelombang Mikro


Metode ini sangat efektif dalam mengukur atom berputar, interaksi

quadrupole atom dan nilai-nilai perkiraan momen magnetik atom oleh pengamatan
pada struktur hyperfine dari spektrum gelombang mikro dari atom dan molekul di
wilayah panjang gelombang 0,1 sampai 20 cm. Pemisahan hyperfine tergantung pada
beberapa properti inti (misalnya massanya, muatan atau spin) sehingga dapat
ditentukan dengan pengukuran dari pemecahan.
Beberapa molekul di atas linier dan simetris, energi transisi antara beberapa
tingkat rotasi terletak pada daerah gelombang mikro. Jika ada atom besar quadrupole
interaksi listrik di dalam molekul yang mempengaruhi energi rotasi, maka spin atom
dan kekuatan interaksi quadrupole atom dapat diperkirakan dari analisis spektrum
gelombang mikro.
Dalam beberapa kasus penyebab interaksi pemisahan hyperfine dalam
spektrum gelombang mikro adalah sumber magnet , seperti interaksi antara momen
magnetik atom dan medan magnet akibat gerakan elektronik di inti. Dalam hal ini
momen magnetik atom dapat diperkirakan dengan pengamatan pada pemisahan
60

hyperfine. Metode ini bagaimanapun sangat tidak Akurat. Efek Zeeman dari
spektrum gelombang mikro juga telah dipelajari oleh beberapa peneliti pada momen
magnetik dari beberapa inti (misalnya 33S, 129I).
Akhirnya perbedaan massa antara dua isotop dari suatu unsur sangat
menentukan keakuratannya oleh pengukuran, perubahan frekwensi pada garis
penyerapan dalam struktur hyperfine gelombang mikro, seperti ion isotop
dipindahkan dengan molekul lainnya
8.18. Menentukan Momen Listrik Quadrupole Pada Inti.
Momen listrik quadrupole dapat diperkirakan dari pengamatan terhadap
penyimpangan dari aturan yang sesuai, dengan perbedaan energi antara dua daerah
F dan F - 1 diberikan untuk J (bilangan kuantum momentum sudut elektronik) dan I
adalah linear sebanding dengan F Dimana F = J + I. Kepindahnnya dapat terjadi
karena dua alasan:(a)gangguan magnetik dari tingkat terdekat, (b)efek dari momen
quadrupole atom listrik dari deuteron ditemukan oleh metode ini . Ini memiliki nilai
Qd = 2,82 x 10-31 m2.
Momen Listrik quadrupole pada inti dapat juga diperkirakan dari struktur
hyperfine pada spectrum gelombang mikro dalam molekul di inti seperti beberapa
kasus. Interaksi energi listrik diantara inti pada atom di molekul dan sisa muatan
(electronic dan nuklir) tergantung dalam koefisien pasangan quadrupole diperoleh
E
E z ( E z ) 0
z

Kz
0

(8.18.1)

dimana Ve adalah potensi karena semua muatan eksternal untuk inti dalam
pertimbangan.
Turunan kedua ditentukan pada posisi inti di sepanjang sumbu simetri dari molekul.
Kita bisa perkiraan energi interaksi dari quadrupole listrik atom di bidang listrik
karena semua muatan eksternal untuk inti dari pertimbangan klasik berikut. Dengan
asumsi E bidang menjadi sumbu silinder simetris bersama z dan dengan
mempertimbangkan variasi dari lapangan selama volume atom kita dapat menulis.
E
E z ( E z ) 0
z

61

Kz
0

(8.18.2)

di asumsikan daerah di inti menjadi nol dan memiliki


E
K
z

(8.18.3)

Ketika medan magnet E dihasil dari sumber menjauh dari inti, . E = 0. Hal ini
dimungkinkan jika kita menulis
Ex = - K x/2 and Ey = - K y/2

(8.18.4)

untuk bidang cylindrically simetris.


Energi interaksi dari quadrupole listrik dalam medan listrik eksternal diberikan oleh

E j
U 2 1/ 6 Qij
i j
xi 0

(8.18.5)

di mana i, j dapat mengambil nilai 1, 2, 3 masing-masing sesuai dengan tiga


koordinat persegi panjang x = x1, y = x2, x3 = z. Ketika quadrupole tensor Qij
diberikan oleh
Qij

(r )(3x x
i

(8.18.6)

r 2 ij ) d

dimana (r) adalah densitas distribusi muatan. sejak Qij adalah tensor simetris,
hanya komponen diagonal Qxx = Q11, Qyy = Q22 dan Qzz = Q33 tidak menghilang. Juga
jumlah dari elemen diagonal adalah nol:
Q11 + Q22 + Q33 =0

(8.18.7)

Jadi, untuk muatan distribusi aksial simetris (seperti ellipsoid revolusi)


Q11 = Q22 = - Q33 = - Q (say)

(8.18.8)

dimana Q = Q33 disebut momen quadrupole dari distribusi muatan. Kami kemudian
memiliki (Qij = 0 untuk I J)
1
E x
U 2 Q xx

6
x

E y
y

Q yy

E z
z

Q zz

1 Q K Q K

U2
. . Q.K
6 2 2 2 2

1 E z
U 2 Q

4 z

Q 2V e

4 z 2

(8.18.9)
0

Perlu dicatat bahwa sejak Q diukur dalam satuan luas (m2) dalam fisika atom,
ekspresi di atas harus dikalikan dengan unit e muatan.
62

Koefisien q quadrupole dapat ditentukan dari pengamatan pada pemisahan


hyperfine dalam spektrum gelombang mikro. Namun, untuk penentuan Q quadrupole
atom ketika listrik dari nilai-nilai q, kita harus mengetahui nilai (2Ve / z2).
Berbagai metode telah dikembangkan untuk memperkirakan kuantitas ini. Namun,
ada ketidakpastian dalam perkiraan tersebut yang memperkenalkan kesalahan yang
cukup besar dalam penentuan T. Triatomic molekul linier, seperti ClCN, BrCN,
OCS, dll dan molekul atas simetris seperti CH 3Cl dan CH3Br telah dipelajari pada
metode ini.

63

BAB III
KESIMPULAN
Ketelitian menentukan massa atom sangat penting dalam pengembangan teori
struktur atom
Eb(A,Z) = ZMH M(A,Z)
Diantara metode yang berbeda dari pengukuran massa atom, secara historis
yang paling penting adalah metode spektroskopi massa dikembangkan oleh FW
Aston. Spektrocopis massa mengungkapkan massa atom dalam hal m defek massa
atau fraksi kuantitas terkait erat pengepakan, f=M/A
Perbedaan metode untuk menentukan massa atom meliputi (a) metode
spektroskopi massa, (b) pelepasan energi (atau penyerapan) dalam reaksi atom,
(c)keseimbangan energi dalam alpha dan peluruhan dan, (d) spektroskopi felombang
mikro.
Spektroskop massa memakai bidang

homogen untuk memantulkan ion

positif dari sumber ion. Untuk mengembangkan lingkup bidang ini maka perlu
adanya pemahaman yang tepat dari sifat ion optic. Hal yang perlu diperhatikan
adalah ; (1) arah fokus oleh medan magnet homogeny, (2) arah fokus oleh medan
elektrostatik radial, dan (3) prinsip fokus ganda. Perbedaan metode yang digunakan
untuk menghasilkan ion positif, tergantung pada unsur dan sifat yang dipelajari
meliputi; (1) jenis gas yang dilepaskan oleh sumber, (2) perrmukaan sumber ionisasi,
(3) dampak sumber electron.
Pada spectrometer massa dempster, ion-ion dari sumber memasuki medan
magnet melintang melalui seumber celah S1 setelah dipercepat melalui tegangan V.
energi kinetic dari ion muatan q dan massa M diberikan oleh Mv2=qv.
Pada spektograf massa atom milik Aston memiliki prinsip kerja dimana ionion positif dihasilkan dari dalam tabung nyala listrik tegangan tinggi. Ion-ion positif
tersebut keluar dari celah S1 membentuk berkas ion positif yang sempit. Pembelokan
ion massa m dan muatan q di medan listrik berbanding terbalik dengan kuadrat
kecepatan ion.
Pada metode sinar atom penentuan momen inti magnet, penentuan momen
inti magnetic atau atom dengan menghasilkan defleksi sinar atom netral dalam
medan magnet homogennya. Pada metode resonansi mabnetik rabi, metode ini cukup

64

akurat untuk menentukan momen magnetic atom yang melibatkan reorientasi spin
atom dan momen magnetic atom dengan frekuensi resonansi tinggi.
Pada metode penyerapan resoanansi magnetic, pengukuran momen magnetic
nuklir adalah salah satu metode paling akurat untuk mengukur momen magnetic inti.
Akurasi ditentukan oleh akurasi dengan kuat medan Bo dan frekuensi osilator dapat
diukur. Sedangkan metode spektroskopi gelombang mikro sangat efektif dalam
mengukur atom berputar, interskdi quadropole atom dan nilai-nilai perkiraan momen
magnetic atom.

65