Anda di halaman 1dari 41

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd.

29 juli 2016
Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini industri yang berkembang di negara kita, Indonesia sangatlah
pesat. Adanya industri yang semakin pesat maka diperlukan sumber daya manusia
yang sesuai dengan kuota yang dibutuhkan. Sehubungan dengan hal itu, perguruan
tinggi yang menjadi partner tetap selama ini, harus bisa memenuhi output yang
nantinya bisa menjadi inputan industri, baik secara kualitas yang meliputi
kemampuan intelektual serta kecakapan pribadi maupun secara kuantitas.
Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu perguruan tinggi
teknik di Indonesia bagian timur berupaya untuk mengembangkan sumber daya
manusia dan IPTEK guna menunjang pembangunan industri, serta sebagai
research university untuk membantu pengembangan kawasan timur Indonesia.
Lulusan dari Universitas Muhammadiyah Malang diharapkan siap untuk
diterjunkan ke bidang yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Sejalan dengan upaya
tersebut, kerjasama dengan industri perlu ditingkatkan, salah satunya dengan jalan
kerja praktek.
Kerja praktek merupakan salah satu kurikulum wajib yang harus ditempuh
oleh mahasiswa S-1 Teknik Mesin - Fakultas Teknik Universitas
Muhammadiyah malang dengan jumlah bebannya adalah empat sks. Selain untuk
memenuhi kewajiban akademik, diharapkan kegiatan tersebut dapat menambah
pengetahuan tentang seluk beluk dunia industri , bagaimana kondisi nyata di
industri serta untuk membandingkan teori teori yang didapat di bangku kuliah
dengan fakta di lapangan. Diharap dari kerja praktek ini, mahasiswa mempunyai
pandangan tentang bagaimana kondisi nyata suatu industri, sehingga bisa
menyiapkan diri untuk terjun nantinya. Selain itu diharapkan mahasiswa
mengetahui tentang arah dan tujuan perkembangan teknologi sehingga bisa
menumbuhkan kreativitas, ide-ide untuk menunjang kemajuan industri maupun
menangani permasalahan yang ada.
Dengan syarat kelulusan yang ditetapkan, kurikulum kerja praktek telah
menjadi salah satu pendorong utama tiap-tiap mahasiswa untuk melaksanakan
kerja praktek agar mengenal kondisi lapangan kerja dan untuk melihat keselarasan
antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan aplikasi praktis
di dunia kerja. Sehubungan dengan hal di atas, kami melaksanakan kerja praktek
1

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
di PT.Semen Indonesia pabrik gresik selama satu bulan, yakni mulai tanggal 1 Juli
s/d 29 Juli 2016 tepatnya di bagian seksi pemeliharaan mesin cement packing.
1.2. Tujuan dan Manfaat
1.2.1. Tujuan
Tujuan pelaksanaan kerja praktek ini antara lain :
Umum
1. Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas dan terarah antara dunia
perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai pengguna output-nya.
2. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan
kontribusinya pada sistem pendidikan nasional.
3. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami
aplikasi ilmunya di dunia industri pada umumnya serta mampu menyerap
dan berasosiasi dengan dunia kerja secara utuh.
4. Mahasiswa dapat mengetahui, mempelajari dan memahami prinsip-prinsip
sistem operasi, proses produksi, sistem kerja dan maintenance and repair
peralatan di dunia industri sekaligus mampu mengadakan pendekatan
masalah secara utuh.
5. Menumbuhkan dan menciptakan pola berpikir konstruktif yang lebih
berwawasan bagi mahasiswa.
6. Mengetahui kriteria sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan,
khususnya kriteria bagi seorang engineer.
Khusus
1. Untuk memenuhi beban Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus
ditempuh sebagai persyaratan akademis di Jurusan Teknik Mesin
Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Mempelajari secara khusus tentang proses produksi semen, peralatan
penunjang produksi, maintenance peralatan serta hal-hal yang
berhubungan dengan bidang mechanical engineer terutama di bagian
pemeliharaan mesin packing semen PT.Semen Indonesia (Persero) Gresik.
3. Mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan beberapa permasalahan
yang berkaitan dengan engineering khususnya mengenai halhal yang
telah disebutkan pada poin 3.

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
1.2.2 Manfaat
Dari kegiatan Kerja Praktek (KP) pada bulan Juli tahun 2012, kami dapat
mengambil manfaat yaitu :
a. Memperoleh banyak wawasan dan ilmu pengetahuan baru khususnya
dalam bidang pemeliharaan mesin cement packing serta proses pembuatan
semen pada umumnya.
b. Mendapatkan pengalaman bekerja secara langsung di PT. Semen Indonesia
Pabrik gresik .
c. Ilmu pengetahuan berupa teori yang didapat dapat diaplikasikan di dunia
kerja secara langsung.
d. Dapat secara langsung berinteraksi dengan dunia kerja termasuk dengan
orang yang ada didalamnya.
1.3 Metodologi Pengumpulan Data
Dalam menyusun laporan kerja praktek (kp) ini ada beberapa teknik yang
kami lakukan dalam pengumpulan dan pengolahan data,yaitu:
1
2

Observasi : yaitu suatu metode dalam memperoleh data dengan mengadakan


pengamatan langsung terhadap keadaan yang sebenarnya dalam perusahaan.
Interview : yaitu suatu metode yang digunakan dalam mendapatkan data
dengan jalan mengajukan pertanyaan secara langsung pada saat perusahaan
mengadakan suatu kegiatan.
Dokumentasi : yaitu suatu metode yang dalam memperoleh data dengan cara
mendokumentasikan dengan cara melihat dan memotret secara langsung
terhadap keadaan yang sebenarnya dalam lapangan.

1.4iMetodologi Penyusunan Laporan


Metodologi penyusunan laporan kerja praktek ini dibagi menjadi beberapa
bab, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bagian ini dibahas tentang latar belakang, tujuan dan manfaat,
metodologi pengumpulan data, waktu dan tempat pelaksanaan kerja praktek, nama
unit kerja tempat pelaksanaan kerja praktek, serta metodologi penyusunan
laporan.

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
BAB II PROFIL PT. SEMEN GRESIK (PERSERO), Tbk.
Menjelaskan secara singkat mengenai sejarah perusahaan, visi dan misi,
lokasi, struktur organisasi perusahaan, sistem manajemen Semen Gresik, produk,
serta anak perusahaan PT. Semen Gresik (Persero), Tbk.
BAB III PROSES PRODUKSI SEMEN
Menjelaskan pengertian proses produksi, diagram alir proses produksi,
tahapan proses operasi, material yang digunakan, perawatan yang digunakan, serta
quality control.
BAB IV MEKANISME KERJA DAN PERAWATAN MESIN FINISH MILL
Menjelaskan struktur organisasi unit kerja, tugas pokok unit kerja, penjelasan
singkat tugas unit kerja, tugas khusus, kegiatan kerja praktek, jadwal kerja
praktek, serta uraian kerja praktek.
BAB V PENUTUP
Bagian ini berisi tentang kesimpulan dan saran sebagai masukan untuk
perusahaan yang bersangkutan yaitu PT. Semen Gresik (Persero), Tbk. setelah
pelaksanaan kerja praktek.
1.5 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek
Kerja praktek dilaksanakan mulai tanggal 01 Juli 2016 29 Juli 2016
selama 4 minggu di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.. Perincian kegiatan yang
telah dilakukan meliputi kegiatan sebagai berikut :
1 Pengenalan secara umum tentang PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.
2 Pengenalan secara umum tentang proses keseluruhan pembuatan semen dari
bahan baku hingga menjadi semen dalam bentuk kemasan.
3 Pengamatan langsung ke bagian-bagian proses pembuatan semen mulai dari
finish mill dan packer.
4

Pengamatan secara khusus di bagian mesin cement packer

Melaksanakan tugas yang diberikan dan melakukan konsultasi yang


diperlukan dalam penyelesain tugas yang diberikan.
6

Penyusunan laporan kerja praktek.

Penyerahan laporan kerja praktek.


4

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
1.6 Nama Unit Kerja Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek
Kegiatan Kerja Praktek di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. dilakukan
pada seksi pemeliharaan mesin cement packing pabrik Gresik.

BAB II
5

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
PROFIL PT SEMEN INDONESIA (PERSERO), Tbk.

2.1 Sejarah
Perusahaan diresmikan di Gresik pada tanggal 7 Agustus1957 oleh
Presiden RI pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun,
dan di tahun 2014 kapasitas terpasang mencapai 31,8 juta ton/tahun. Pada tanggal
8 Juli 1991 saham Perseroan tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa
EfekSurabaya (kini menjadi Bursa Efek Indonesia) serta merupakan BUMN
pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat.
Komposisi pemegang saham pada saat itu: Negara RI 73% dan masyarakat 27%.
Pada bulan September 1995, Perseroan melakukan Penawaran Umum Terbatas I
(Right Issue I), yang mengubah komposisi kepemilikan saham menjadi Negara RI
65% dan masyarakat 35%. Pada tanggal 15 September 1995 PT Semen Gresik
berkonsolidasi dengan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa.Total kapasitas
terpasang Perseroan saat itu sebesar 8,5 juta ton semen per tahun.
Pada tanggal 17 September 1998, Negara RI melepas kepemilikan
sahamnya di Perseroan sebesar 14% melalui penawaran terbuka yang
dimenangkan oleh Cemex S. A. de C. V., perusahaan semen global yang berpusat
di Meksiko. Komposisi kepemilikan saham berubah menjadi Negara RI 51%,
masyarakat 35%, dan Cemex 14%. Kemudian tanggal 30 September 1999
komposisi kepemilikan saham berubah menjadi: Pemerintah Republik Indonesia
51,0%, masyarakat 23,4% dan Cemex 25,5%.
Pada tanggal 27 Juli 2006 terjadi transaksi penjualan saham Cemex Asia
Holdings Ltd. kepadaBlue Valley Holdings PTE Ltd. sehingga komposisi
kepemilikan saham berubah menjadi Negara RI 51,0% Blue Valley Holdings PTE
Ltd. 24,9%, dan masyarakat 24,0%. Pada akhir Maret 2010, Blue Valley Holdings
PTELtd, menjual seluruh sahamnya melalui private placement, sehingga
komposisi pemegang saham Perseroan berubah menjadi Pemerintah 51,0% dan
publik 48,9%.

2.2 Visi dan Misi


6

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
2.2.1 Visi
Menjadi Perusahaan Persemenan Internasional yang terkemuka di Asia
Tenggara.
2.2.2 Misi
1. Mengembangkan usaha persemenan
berorientasikan kepuasan konsumen.

dan

industri terkait

yang

2. Mewujudkan perusahaan berstandar internasional dengan keunggulan daya


saing
dan sinergi
untuk
meningkatkan
nilai
tambah
secara berkesinambungan.
3. Mewujudkan tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan.
4. Memberikan nilai
(stakeholders).

terbaik

kepada

para

pemangku kepentingan

5. Membangun kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia.


2.3 Lokasi
PT. Semen Indonesia Persero. Tbk, terletak di gresik jawa timur dengan
alamat lengkap :
PT Semen Indonesia (Persero)Tbk Kantor Pusat Gedung Utama SG Jl. Veteran,
Gresik 61122 Jawa Timur, Indonesia. P. + 62-31-398-1732, F. + 62-31-398-3209
E. info@semenindonesia.com
Atau kantor jakarta
The East Tower lantai 18 Jl. DR Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E.3.2 No.1
Jakarta-12950. P. + 62-21-5261174-5, F. + 62-21-5261176.
2.4 Struktur Organisasi PT. Semen Indonesia
Sesuai dengan Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
terbatas, Organ perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),
Dewan Komisaris dan Direksi. Kepengurusan perseroan menganut sistem dua
badan (two boards system), yaitu Dewan Komisaris dan Direksi, yang memiliki
wewenang dan tanggung jawab yang jelas sesuai fungsinya masing-masing
sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Peraturan PerundangUndangan.

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
Perseroan telah memiliki infrastruktur yang diperlukan dalam rangka
implementasi GCG. Di jajaran Dewan Komisaris telah dibentuk komite-komite
fungsional untuk memberdayakan fungsi kepengawasan. Demikian pula di jajaran
Direksi telah dibentuk unit kerja yang mengendalikan, mengawal dan bertanggung
jawab atas implementasi GCG dan juga bertugas sebagai mitra kerja dari komitekomite di bawah Dewan Komisaris, sebagaimana bagan di bawah ini.
Struktur tata kelola di Perseroan adalah sebagai berikut.

2.5 Sistem manajemen PT. Semen Indonesia


Sejalan dengan strategi dan target bisnis menjadi World Class Company
ditengah dinamika perubahan iklim persaingan bisnis yang semakin ketat, maka
diperlukan kegesitan (agility) seluruh jajaran dalam merespon dan menangkap
peluang bisnis sebagai upaya meningkatkan daya saing Perseroan. Perubahan
iklim bisnis tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain perubahan
kebijakan dari ownership, orientasi bisnis Perseroan, kondisi persaingan dan
tuntutan stakeholder yang semakin meningkat. Oleh karenanya diperlukan tata
kelola Perseroan yang efektif dan efisien untuk menjamin:

Pemenuhan kebutuhan dan harapan stakeholders.

Kecepatan Perseroan dalam merespon dinamika perubahan strategi bisnis.

Kecepatan pengambilan keputusan strategis.

Kemudahan Perseroan dalam transfer knowledge.

Terwujudnya High Assurance Organization.

Dalam mewujudkan efektivitas dan efisiensi tata kelola tersebut, Perseroan


telah menerapkan manajemen terintegrasi dengan mengacu pada prinsip-prinsip

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
tata kelola Perseroan yang baik (good corporate governance), yaitu Sistem
Manajemen Semen Indonesia (SMSI), yang meliputi:

Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001),

Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001),

Sistem Manajemen K3 (SMK3-OHSAS 18001),

Sistem Manajemen Laboratorium Pengujian (ISO/IEC 17025),

Sistem Manajemen Risiko (ISO 31000), dan

Sistem Manajemen lainnya, serta

Program-program peningkatan melalui penerapan Manajemen Inovasi.

Penerapan Sistem Manajemen Semen Indonesia (SMSI), diharapkan mampu


meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham pada khususnya dan Pemangku
Kepentingan (Stakeholders) yang lain pada umumnya.
Sistem Manajemen Semen Indonesia (SMSI) dibangun berlandaskan pada
proses bisnis Perseroan dengan basis integrasi pada Sistem Manajemen Mutu ISO
9001 yang diharapkan mampu membangun Sistem Manajemen yang
komprehensif dan fleksibel dalam merespon dinamika perubahan strategi dan
organisasi Perseroan dengan tetap berorientasi pada stakeholders expectation.
Dalam pengelolaannya, Perseroan membentuk Tim P2MSMSI (Peningkatan dan
Penyempurnaan Mutu-SMSI) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai
berikut:

Melakukan kajian ulang, penyempurnaan dan peningkatan Sistem


Manajemen sesuai pedoman Sistem Manajemen Mutu ISO 9004;

Melakukan integrasi sistem-sistem yang ada, meliputi Integrasi Proses,


Dokumentasi, dan Implementasi;

Melakukan Penyempurnaan dan Peningkatan Sistem Otomasi Dokumen


melalui software pengendalian dokumen;

Melakukan evaluasi efektivitas penerapan Sistem manajemen dan closing


out findings atas Hasil Internal Audit dan Hasil Eksternal Audit.
9

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
Dalam pengelolaan Sistem Manajemen Semen Indonesia (SMSI), juga
dilaksanakan kegiatan Audit secara terintegrasi (Integrated Audit) untuk
menjamin penerapan sistem manajemen dilakukan secara konsisten dan
konsekuen. Untuk menjamin peningkatan secara berkesinambungan, Perseroan
juga menetapkan kebijakan untuk menerapkan Innovation Management System
(IMS) yang terdiri dari kegiatan Inovasi, kegiatan Gugus Kendali Mutu, Program
5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), Sistem Saran, Total Productive
Maintenance. Total Productive Maintenance kini telah ditingkatkan dengan
penerapan Realibility Centered Maintenance (RCM) dan Proyek Kendali Mutu
untuk mencapai pengelolaan operasional berkelas internasional sesuai dengan visi
Perseroan. Peran Sistem Manajemen Semen Indonesia (SMSI) dalam mendukung
fungsi Holding Company, yaitu:

Telah melakukan penyesuaian terhadap seluruh sertifikasi Sistem


Manajemen.

Telah melakukan penyesuaian atas sistem dokumentasi SMSI.

Telah melakukan mapping dan penyusunan proses bisnis Perseroan di


Holding Company dan Operating Company.

Telah melakukan standarisasi Sistem Manajemen di Semen Indonesia.

Adapun kinerja Sistem Manajemen Semen Indonesia (SMSI) di tahun 2015,


menghasilkan hal-hal sebagai berikut:

Memperoleh penghargaan Indonesia Most Trusted Company sebagai


Trusted Company Based Investors and Analystss Assesment Survey dari
majalah SWA. Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang telah
mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance
(GCG), transparansi dan pengelolaan risiko dengan baik.

Mendapat penghargaan "Sustainability Report Award" untuk keterbukaan


dan akuntabilitas Semen Indonesia dalam menerbitkan laporan
keberlanjutan

Mendapat penghargaan "Most Valuable Brand and IHCS 2015"

Peringkat kedua Annual Report Award 2014 dari Kementrian BUMN

Penghargaan Best Corporate Transformasion Award 2015


10

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
2.6 Produk
Perseroan memproduksi berbagai jenis semen. Semen utama yang
diproduksi adalah semen Portland Tipe II-V (Non-OPC). Di samping itu, juga
memproduksi berbagai tipe khusus dan semen campur (mixed cement), untuk
penggunaan yang terbatas. Berikut ini penjelasan mengenai jenis semen yang
diproduksi serta penggunaannya. Semen produksi perseroan memiliki kualitas
yang tinggi dan telah memenuhi standar SNI, ini wujud komitmen perusahaan
sebagai produsen semen berkualitas di Indonesia dan produsen semen terbesar di
Asia Tenggara.
SEMEN PORTLAND TIPE I

Gb 1.1 sement Portland tipe 1


Dikenal pula sebagai Ordinary Portland Cement (OPC), merupakan semen
hidrolis yang dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi
bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus, antara lain bangunan
perumahan, gedung-gedung bertingkat, landasan pacu, dan jalan raya.

SEMEN PORTLAND II

Gb. 1.2 Semen Portland 2


Semen Portland II adalah semen yang mempunyai ketahanan terhadap sulfat dan
panas hidrasi sedang. Misalnya untuk bangunan di pinggir laut, tanah rawa,
dermaga, saluran irigasi, beton, massa dan bendungan.
11

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
SEMEN PORTLAND TIPE III

Gb. 1.3 semen Portland tipe 3


Semen jenis ini merupakan semen yang dikembangkan untuk memenuhi
kebutuhan bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal yang tinggi setelah
proses pengecoran dilakukan dan memerlukan penyelesaian secepat mungkin,
seperti pembuatan jalan raya bebas hambatan, bangunan tingkat tinggi dan bandar
udara.
SEMEN PORTLAND TIPE V

Gb. 1.4 semen Portland tipe 5

Semen Portland Tipe V dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada


tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan sangat cocok untuk instalasi
pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan,
pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.
SPECIAL BLENDED CEMENT (SBC)
Adalah semen khusus yang diciptakan untuk pembangunan megaproyek jembatan
Surabaya-Madura (Suramadu) dan sesuai digunakan untuk bangunan di
lingkungan air laut, dikemas dalam bentuk curah.
SUPER MASONRY CEMENT (SMC)

12

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
Adalah semen yang dapat digunakan untuk konstruksi perumahan dan irigasi
yang struktur betonnya maksimal K225, dapat juga digunakan untuk bahan baku
pembuatan genteng beton hollow brick, paing block dan tegel.
PORTLANDT POZZOLAN CEMENT (PPC)

Gb. 1.5 portland pozzolan cement


Adalah bahan pengikat hidrolis yang dibuat dengan menggiling terak, gypsum,
dan bahan pozzolan. Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang
memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang, seperti : jembatan, jalan
raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi, dan
fondasi pelat penuh.
PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC)

Gb. 1.6 portland composite cement

Adalah bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama-sama terak, gypsum,


dan satu atau lebih bahan anorganic. Kegunaan semen jenis ini sesuai untuk
konstruksi beton umum, pasangan batu bata, plesetan bangunan khusus seperti
beton para-cetak, beton para-tekan dan paving block.
OIL WELL CEMENT (OWC) CLASS G HRC

13

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,

Gb. 1.7 oil cement class G HRC


Merupakan semen khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi
dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak di bawah permukaan laut dan
bumi. OWC yang telah diproduksi adalah Class G, High Sulfat Resistant (HSR)
disebut juga sebagai Basic OWC. Aditif dapat ditambahkan untuk pemakaian
pada berbagai kedalaman dan temperatur tertentu.

SEMEN THANG LONG PCB40

Gb. 1.8 semen thang long PCB 40


Portland cement blender (PCB40) sesuai dengan TCVN 6260:19979. Semen
Thang Long PCB40 dapat meningkatkan daya kerja concrete, meningkatkan daya
tahan terhadap penyerapan air, erosi lingkungan dan bertahan lama, dan sangat
cocok untuk iklim di Vietnam.
Selain sifat-sifat yang unggul tersebut, semen Thang Long memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:

Sangat Halus.

Berwarna abu-abu sesuai selera pelanggan.

Setting Time: Initial Time:sekitar 120-170 menit. Final Time: setelah 3 4


jam. Cocok untuk pekerjaan konstruksi.
14

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
Mutu yang stabil. Cement Strength selalu melampaui standar untuk
menghemat jumlah pemakaian semen.
Daya tahan tinggi terhadap sulfat untuk konstruksi bawah tanah dan bawa
air. Emisi panas yang rendah saat setting Time, bermanfaat untuk
konstruksi yang luas yang menggunakan bata ringan (concrete blocks).

SEMEN THANG LONG PC50


Semen jenis ini sesuai untuk bangunan berspesifikasi tinggi atau beton khusus
yang digunakan untuk proyek-proyek besar, sesuai dengan standar negara-negara
pengimpor semen di Asia, Eropa dan Amerika. Produk ini cocok diaplikasikan
pada jenis proyek konstruksi dengan persyaratan rumit, misalnya: jembatan, jalan,
proyek pembangkit listrik tenaga air, konstruksi beton bertulang, maupun
konstruksi beton dengan kuat tekan tinggi. Produk ini memiliki toleransi
penyimpanan yang lebih panjang, sehingga mendukung proyek yang jauh
lokasinya meski dalam bentuk ready mix concreate. PC50 memiliki tingkat
resistensi yang tinggi terhadap sulfat sehingga tepat jika diaplikasikan dalam
bangunan yang ada di bawah tanah atau air. Kadar kapur dan suhu panas rendah
sehingga mampu mengurangi kemungkinan retak atau pecah pada blok beton
besar atau konstruksi beton.
SUPER WHITE CEMENT

Gb. 1.9 Super White Cement


adalah semen putih berkualitas tinggi yang dapat diaplikasikan untuk keperluan
dekorasi baik interior maupun eksterior, serta melapisi nat sambungan keramik,
profile, dan lainnya. Selain lebih putih, produk semen putih Semen Gresik
memiliki banyak keunggulan seperti lebih hemat, lebih rekat dan lebih kuat
Semen Portland Tipe I dan PPC tersedia di pasar retail, sementara jenis
lainnya hanya diproduksi berdasarkan pesanan dalam jumlah tertentu. Produkproduk tersebut dipasarkan terutama untuk kebutuhan pasar dalam negeri dan
sebagian lainnya diekspor. Sebagian besar produk dipasarkan dalam bentuk

15

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
kemasan zak, sedangkan selebihnya dalam bentuk curah. Perseroan merupakan
produsen semen yang memiliki berbagai jenis produk semen berkualitas untuk
memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.
2.7 Anak Perusahaan
2.7.1 anak perusahaan penghasil semen

PT. SEMEN PADANG


PT. SEMEN TONASA
PT. SEMEN GRESIK
THANG LONG CEMENT JOINT STOCK COMPANY
(VIETNAM)
SEMEN INDONESIA ACEH

2.7.2 anak perusahaan bukan penghasil semen

PT. UNITED TRACTORS SEMEN GRESIK


PT. INDUSTRI KEMASAN SEMEN GRESIK
PT. KAWASAN INDUSTRI GRESIK
PT VARIA USAHA
PT ETERNIT GRESIK
PT. SGG ENERGI PRIMA
PT. SGG PRIMA BETON
PT. KRAKATAU SEMEN INDONESIA
PT. SINERGI INFORMATIKA SEMEN INDONESIA

2.7.3 Afiliasi

PT. WARU ABADI


PT. VARIA USAHA BETON
PT. VARIA USAHA BAHARI
PT. VARIA USAHA DHARMA SEGARA
PT. VARIA USAHA LINTAS SEGARA
PT. VARIA USAHA BARITO
PT. SWABINA GATRA
PT. KONSULTA SEMEN GRESIK
PT. SEPATIM SATAMTAMA
PT. BIMA SEROJA ABADI
UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA (UISI)
TLCC
APCC
16

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
2.7.4 Lembaga penunjang

KOPERASI WARGA SEMEN GRESIK (KWSG)


PT. CIPTA NIRMALA
SEMEN INDONESIA FOUNDATION (SIF)
DANA PENSIUN SEMEN GRESIK (DPSG)
YAYASAN WISMA SEMEN GRESIK (YWSG)

BAB III
17

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
LANDASAN TEORI
3.1 Pengertian Semen
Semen berasal dari bahasa latin cementum, dimana kata ini mula-mula
dipakai oleh bangsa Roma yang berarti bahan atau ramuan pengikat, dengan kata
lain semen dapat didefinisikan adalah suatu bahan perekat yang berbentuk serbuk
halus, bila ditambah air akan terjadi reaksi hidrasi sehingga dapat mengeras dan
digunakan sebagai pengikat (mineral glue). Pada mulanya semen digunakan
orang-orang Mesir Kuno untuk membangun piramida yaitu sejak abad ke-5
dimana batu batanya satu sama lain terikat kuat dan tahan terhadap cuaca selama
berabad-abad. Bahan pengikat ini ditemukan sejak manusia mengenal api karena
mereka membuat api di gua-gua dan bila api kena atap gua maka akan rontok
berbentuk serbuk. Serbuk ini bila kena hujan menjadi keras dan mengikat batubatuan disekitarnya dan dikenal orang sebagai batu Masonry. (Anonim. 1980.
Handout Kuliah Teknologi Semen. Jurusan Teknik Kimia, FTI-ITS.
Semen merupakan salah satu bahan perekat yang jika dicampur dengan air
mampu mengikat bahan-bahan padat seperti pasir dan batu menjadi suatu
kesatuan kompak. Sifat pengikatan semen ditentukan oleh susunan kimia yang
dikandungnya. Adapun bahan utama yang dikandung semen adalah kapur (CaO),
silikat (SiO2), alumunia (Al2O3), ferro oksida (Fe2O3), magnesit (MgO), serta
oksida lain dalam jumlah kecil (Lea and Desch, 1940).
Massa jenis semen yang diisyaratkan oleh ASTM adalah 3,15 gr/cm3, pada
kenyataannya massa jenis semen yang diproduksi berkisar antara 3,03 gr/cm3
sampai 3,25 gr/cm3. Variasi ini akan berpengaruh proporsi campuran semen
dalam campuran. Pengujian massa jenis ini dapat dilakukan menggunakan Le
Chatelier Flask (ASTM C 348-97).
3.2

Fungsi Semen

Fungsi semen adalah mengikat butir-butir agregat hingga membentuk suatu


massa padat dan mengisi rongga-rongga udara di antara butir-butir agregat.
Walaupun komposisi semen dalam beton hanya sekitar 10%, namun karena
fungsinya sebagai bahan pengikat maka peranan semen menjadi penting. Semen
yang digunakan untuk pekerjaan beton harus disesuaikan dengan rencana
kekuatan dan spesifikasi teknik yang diberikan.

3.3

Bahan Baku Semen


18

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
Bahan baku pembuatan semen adalah batu kapur, pasir silika, tanah liat dan
pasir besi. Total kebutuhan bahan mentah yang digunakan untuk memproduksi
semen yaitu:
1.

Batu kapur

Batu kapur merupakan sumber utama oksida yang mempumyai rumus


CaCO3 (Calcium Carbonat), pada umumnya tercampur MgCO3 dan MgSO4.
Batu kapur yang baik dalam penggunaan pembuatan semen memiliki kadar air
5%, dan penggunaan batu kapur dalam pembuatan semen itu sendiri sebanyak
81 %.
2.

Pasir silika

Pasir silika memiliki rumus SiO2 (silikon dioksida). Pada umumnya pasir
silika terdapat bersama oksida logam lainnya, semakin murni kadar SiO2 semakin
putih warna pasir silikanya, semakin berkurang kadar SiO2 semakin berwarna
merah atau coklat, disamping itu semakin mudah menggumpal karena kadar
airnya yang tinggi. Pasir silika yang baik untuk pembuatan semen adalah dengan
kadar SiO2 90%, dan penggunaan pasir silika dalam pembuatan semen itu
sendiri sebesar 9%.
3.

Tanah liat

Rumus kimia tanah liat yang digunakan pada produksi semen


SiO2Al2O3.2H2O. Tanah liat yang baik untuk digunakan memiliki kadar air 20
%, kadar SiO2 tidak terlalu tinggi 46 %, dan penggunaan tanah liat dalam
pembuatan semen itu sendiri sebesar 9%.
4.

Pasir besi

Pasir besi memiliki rumus kimia Fe2O3 (Ferri Oksida) yang pada umumnya
selalu tercampur dengan SiO2 dan TiO2 sebagai impuritiesnya. Fe2O3 berfungsi
sebagai penghantar panas dalam proses pembuatan terak semen. Kadar yang baik
dalam pembuatan semen yaitu Fe3O2 75%-80%. Pada penggilingan akhir
digunakan gipsum sebanyak 3-5% total pembuatan semen. penggunaan pasir besi
dalam pembuatan semen itu sendiri sebesar 1%.

3.4 Proses Pembuatan Semen


Secara garis besar proses produksi semen melalui 6 tahap, yaitu :
19

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
1. Penambangan dan penyimpanan bahan mentah
Semen yang paling umum yaitu semen portland memerlukan empat
komponen bahan kimia yang utama untuk mendapatkan komposisi kimia
yang sesuai. Bahan tersebut adalah kapur (batu kapur), silika (pasir silika),
alumina (tanah liat), dan besi oksida (bijih besi). Gipsum dalam jumlah yang
sedikit ditambahkan selama penghalusan untuk memperlambat pengerasan.
2. Penggilingan dan pencampuran bahan mentah
Semua bahan baku dihancurkan sampai menjadi bubuk halus dan
dicampur sebelum memasuki proses pembakaran.
3. Homogenisasi dan pencampuran bahan mentah
4. Pembakaran
Tahap paling rumit dalam produksi semen portland adalah proses
pembakaran, dimana terjadi proses konversi kimiawi sesuai rancangan dan
proses fisika untuk mempersiapkan campuran bahan baku membentuk
klinker. Proses ini dilakukan di dalam rotary kiln dengan menggunakan
bahan bakar fosil berupa padat (batubara), cair (solar), atau bahan bakar
alternatif. Batubara adalah bahan bakar yang paling umum dipergunakan
karena pertimbangan biaya.
5. Penggilingan hasil pembakaran
Proses selanjutnya adalah penghalusan klinker dengan tambahan sedikit
gipsum, kurang dari 4%, untuk dihasilkan semen portland tipe 1. Jenis
semen lain dihasilkan dengan penambahan bahan aditif posolon atau batu
kapur di dalam penghalusan semen
3.5 Mesin pemroses semen
a. Limestone and clay crushing (Crusher)
Berdasarkan prinsip kerja dari crusher, maka peralatan crushing material
secara umum dapat dibagi menjadi 2 (dua) type yaitu :
1. Compression Type Crusher
Compression Type Crusher seperti Jaw Crusher dan Gyratory Crusher, dan
Roller Crusher. Jaw Crusher dan Gyratory Crusher biasanya digunakan
untuk meng-crushing material yang keras dan abrasive. Dan karena
keterbasan reduction ratio sekitar 3:1 sampai 7:1, maka biasanya digunakan
multiple stage crushing. Sedangkan Roller/Crusher dipakai untuk raw
material yang kadar airnya tinggi dan lengket. Untuk mendapatkan ratio
sekitar 5:1 pada umumnya menggunakan 2 stage crushing.

20

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,

Gambar 3.1 Jaw crusher dan jenis-jenis liner dari jaw crusher

2. Impact type Crusher


Impact Type Crusher, disebut juga Fast Running Type Crusher, seperti
Hammer Crusher dan Impact Crusher. Type Crusher ini sangat mudah dan
sederhana bila dibandingkan dengan kemampuan dan kapasitasnya.
Reduction Ratio untuk alat ini sampai dengan 50 : 1.

Gambar 3.2 Double rotor hammer crusher.

21

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,

(a)
(b)
Gambar 3.3 Gambar impact crusher. Gambar (a) single impeller
impact

crusher dan gambar (b) compound impact

crusher dengan primary dan secondary impeller.

Circumferential speed untuk Hammer Crusher sekitar 30-40 m/detik,


sedangkan untuk Impact Crusher sekitar 30-50 m/detik. Penentuan kriteria
abrasivines dan stickness (kelengkatan) raw material berdasarkan pada :
Untuk abrasivines dinyatakan oleh adanya kandungan silika bebas dalam raw
material.
Sedangkan derajat stickness raw material berdasarkan pada kandungan air
dan komposisi mineraloginya.
b. Raw mill (Penggilingan Material)
Untuk penggilingan Raw Material di pabrik Tuban digunakan Vertical
Roller Mill dengan tipe Fuller Loesche Mill Size LM-59.42, yang mempunyai
Grinding Table dengan diameter 5,9 m, dan empat buah Grinding Roller (lihat
Gb-2.21). Kapasitas terpasang dari Roller Mill adalah 600 MTPH. Raw Mill
System untuk Fuller Loesche Mill tipe LM-59.42, dilengkapi dengan tiga buah
Mill Fan system sehingga bisa disebut sebagai Air Swept Vertical Roller Mill. Raw
material yang akan digiling di dalam Mill mempunyai kadar air 16% dengan
ukuran material kurang dari 108 mm.
Komposisi dari Raw Material adalah sebagai berikut :

Clay/Limestone Mix
Corrective Limestone
Silica Sand

: 84.46 % atau 507 MT.


: 13.51 % atau 81.10 MT.
: 1.59 % atau 9.54 MT.
22

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Iron Sand

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
: 0.44 % atau 2.64 MT.

Tabel 3.1 Spesifikasi Peralatan Utama di Raw Mill

c. Kiln feed (Pembakaran Material)


Tepung baku produk dari Roller Mill dimasukkan ke dalam dua Blending
Silo 412.BH1 dan 412.BI2, yang masing-masing berkapasitas 20.000 MT. Tipe
Blending Silo adalah Continous Flow-Silo desain dari FLS, pemasukan tepung
baku ke masing-masing Silo diatur secara bergantian dengan Timer setiap 36
menit. Tepung baku produk dari Roller Mill dimasukkan ke dalam setiap Blending
Silo melalui lubang pemasukan yang diletakkan di pusat dari puncak masing23

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
masing Silo. CF-Silo berfungsi sebagai Mixing Chamber dan Storage Silo yang
beroperasi secara Continue Flow Silo, artinya pengisian ke dalam Silo bersamaan
dengan pengeluaran material dari dalam Silo.

Gambar 3.4 Homogenezing Chamber Silo dengan Feeding


Arrangement Preheater Kiln

Prinsip dari proses pencampuran material berdasarkan atas perbedaan Layer


Material yang bercampur sewaktu material tersebut dikeluarkan dari dalam Silo.
Jadi proses Blending akan berjalan dengan baik bila terbentuk sebanyak mungkin
Layer Material di dalam Silo dengan komposisi yang berbeda. Terbentuknya
Layer di dalam Silo akibat adanya pengumpanan ke dalam kedua Silo lewat Air
Slide Feed System yang bergantian, dengan ketebalan Layer maksimal satu meter.
Layer-Layer Material yang terbentuk di dalam Silo akan bergabung dan tercampur
sewaktu proses pengeluaran.
Dasar dari Silo dibagi dalam 7 sektor heksagonal yang identik dan masingmasing dibagi lagi menjadi 6 segmen yang berbentuk segitiga, sehingga di Bottom
atau dasar Silo terdiri dari 42 segmen. Pada semua segmen ditutup dengan
Aeration Box yang masing-masing tidak tergantung pada yang lainnya artinya
masing-masing Aeration Box berdiri sendiri. Supply udara untuk Aerasi atau
Fluidizing pada tiga segmen Aeration Box dilakukan secara serempak oleh Rotary
Blower yang terpisah atau berbeda. Atau dengan kata lain setiap segmen mendapat
Aerasi dari satu Blower dan Aerasi yang terjadi pada ketiga segmen berjalan
serempak atau bersamaan waktunya. Jadi kebutuhan Aerasi untuk kedua Silo
dilayani oleh 6 buah Rotary Blower 412.BL1 hingga 412.BL6. Di pusat masingmasing sektor terdapat lubang pengeluaran dan di atasnya dipasang Cone yang
terbuat dari baja. Tujuan pemasangan Cone adalah untuk me-release Pressure
yang ada di atas lubang pengeluaran agar pengeluaran tepung baku dari bagian
24

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
yang diaerasi di daerah Bottom Silo terjamin kelancarannya. Prinsip kerja dari
Homogenizing CF.Silo adalah berdasarkan pada efek pengeluaran Raw Meal
(tepung baku) pada beberapa tempat pengeluaran yang terdapat di dalam dasar
Silo dengan rate yang berbeda. Untuk memperoleh hasil pencampuran yang
terbaik, perlu menjaga isi dari setiap Silo sedikitnya separuh dari kapasitas Silo
atau 10.000 ton, sebab bila isi Silo kurang dari setengahnya, akan mengakibatkan
proses pencampuran material menjadi tidak baik.
d. Suspension Preheater
Tipe dari Suspension Preheater yang digunakan di PT. Semen Gresik Tuban
adalah tipe Double String. Dimana setiap String pada Double String Preheater,
terdiri dari empat Stage, masing-masing Cyclone dipasang secara seri satu di atas
yang lain. Pada Cyclone paling atas atau Stage pertama terdapat dua Cyclone
(Double Cyclone) yang dipasang secara pararel, penomoran Stage pada Cyclone
dimulai dari atas ke bawah. Tujuan memasang Double Cyclone pada Stage
pertama adalah untuk meningkatkan efisiensi pemisahan antara gas panas dan
material di dalam Preheater. Stage pertama sampai ketiga berfungsi sebagai
pemanas awal umpan Kiln, sedangkan Stage keempat dipakai sebagai pemisah
produk keluar dari Flash Calciner yang telah ter-calcinasi.

Gambar 3.5 Preheater ILC Kiln

25

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,

Gambar 3.6

Preheater SLC Kiln

Perpindahan panas di dalam Cyclone, terbesar terjadi di dalam Riser Duct


masing-masing Cyclone. Hal ini terjadi terutama karena beda suhu antara gas dan
umpan Kiln masih cukup besar. Proses perpindahan panas antara gas panas dan
material dingin berjalan secara Cocurrent atau searah. Pada Down Pipe masingmasing Cyclone dipasang Tipping Valve, sehingga ada sedikit material untuk
melindungi agar tidak terjadi aliran gas lewat Down Pipe. Dinding bagian dalam
Cyclone dan Calciner dilapisi oleh Refractory Brick dan Castable yang
merupakan bahan atau material yang tahan terhadap panas dan aus.
e. Flash Calciner
Umpan Kiln yang telah mengalami pemanasan awal di dalam Cyclone Stage
satu sampai tiga dimasukkan ke dalam Calciner lewat Down Pipe Cyclone Stage
tiga. ILC dan SLC Calciner dilengkapi Second Burner sehingga Calciner
berfungsi sebagai Furnace. Umpan Kiln yang sebagian besar terdiri dari
Limestone (Calcium Carbonat), akan mengalami penguraian menjadi Calcium
Oxyde dan Carbon Dioxyde.
Reaksinya sebagai berikut :
CaCO3 ------------> CaO + O2.
Kebutuhan bahan bakar batu bara pada kondisi operasi yang optimal untuk
ILC Calciner adalah 3.8 ton/jam dengan Heat Consumption 24.3 x 10 kCal/jam,
sedangkan untuk SLC Calciner adalah 16.8 ton/jam dengan Heat Consumption
108.0 x 10 kCal/jam. Temperatur operasi Furnace di dalam masing-masing
Calciner diatur dan dijaga agar Rate Calcinasi minimal dapat mencapai 90%.
26

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,

Gambar 3.7

Kiln

Exhaust Gas Kiln masuk ke dalam ILC Calciner secara Axial pada daerah
Bottom Cone dan meninggalkan Calciner lewat atas Calciner dari arah samping
menuju Cyclone ILC Stage-IV. Sedangkan untuk meningkatkan proses
pencampuran bahan bakar, umpan Kiln dan gas panas di dalam ILC Calciner,
pemasukan udara Tertiary pada Bottom Cone Calciner dibuat secara tangensial.
Dengan masuknya udara Tertiary secara tangensial maka akan menghasilkan
Swirel Effect atau efek putaran yang cukup di dalam Calciner, sehingga
menaikkan Ratention Time partikel di dalam Calciner. Udara Tertiary masuk ke
dalam SLC Calciner dari Tertiary Air Duct lewat Central Inlet Bottom Cone, dan
Exhaust Gas Calciner meninggalkan Calciner lewat Outlet Cone pada bagian atas
Calciner. Posisi Damper Tertiary Air Duct diatur sesuai dengan kebutuhan udara
pembakar, untuk membakar bahan bakar di dalam kedua Calciner agar tercapai
pembakaran yang sempurna.
f. Rotary Kiln
Rotary Kiln merupakan silinder baja dengan diameter 5,6 m dan Panjangnya
84 m, dan ditumpu oleh tiga buah Tire. Setiap Tire ditumpu oleh sepasang
Carrying Roller. Sudut kemiringan Rotary Kiln adalah 4%, dan bagian dalam
Rotary Kiln dilapisi batu tahan api. Umpan Kiln dari Cyclone Stage empat SLC
yang telah mengalami Calcinasi di dalam Preheater masuk ke dalam Kiln pada
Inlet Kiln. Material tersebut di dalam Kiln akan mengalami empat tahapan proses
atau seolah-olah di dalam Kiln dibagi dalam empat zona tahapan proses yaitu :
27

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Cooling
Cooler.

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
Calcina Zone (900 1000C), material yang belum ter-calcinasi di
dalam Preheater akan mengalami Calcinasi lebih lanjut di dalam
Calcining Zone.
Transition Zone (1000 1200C), material mulai berubah fasa dari fasa
padat ke fasa cair.
Sintering Zone (1200 1350C), pada daerah ini material akan meleleh
(Sintering) membentuk mineral Clinker sebagai produk Kiln. Sintering
Zone sering disebut juga sebagai Burning Zone.
Zone, material akan mengalami pendinginan awal sebelum masuk ke

Gambar 3.8

Rotary Kiln

Kebutuhan bahan bakar atau panas untuk reaksi pembentukan terak di


dalam Kiln adalah sekitar 40% dari total bahan bakar seluruhnya dan sisanya yang
60 % digunakan di Preheater. Agar diperoleh kualitas Clinker yang baik, maka
bentuk api dan temperatur reaksi di daerah Sintering Zone dijaga sekitar 1400o 1500o C. Untuk mendapatkan Loading Factor yang sesuai dan tepat dengan
umpan rata-rata, maka kecepatan putaran Kiln harus disesuaikan.

g. Clinker Cooler
Clinker panas yang keluar dari Kiln dengan temperatur sekitar 1400oC turun
ke Cooler, dan didinginkan di dalam Reciprocating Grate Cooler yang terdiri dari
9 Compartment. Sebagai media pendingin diambil dari udara luar yang
dihembuskan ke dalam Undergrate Cooler atau Compartment oleh 14 buah
Cooling Fan. Clinker hasil pendinginan keluar dari Cooler dengan temperatur
82oC. Clinker yang berukuran besar sebelum keluar dari Cooler dihancurkan
dahulu oleh Clinker Breaker.
28

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
h. Control dari Pyroprocessing System
Sistem kontrol pada Pyroprocessing merupakan gabungan antara
pengontrolan secara automatis dan manual. Untuk menaikkan dan menurunkan
umpan rat-rata Kiln diatur (di-set) oleh operator, dan secara automatis Feed Kiln
akan berubah naik atau turun sesuai dengan ratio dari Feed dengan Feed Kiln.
Atau dengan kata lain penambahan Kiln Feed akan sinkron dengan kenaikan Feed
Kiln agar Kiln Loading terjaga konstan. Penambahan atau pengurangan kecepatan
putaran SP.Fan dikontrol secara manual agar kandungan oksigen dalam sistem
terjaga sesuai dengan target yaitu sekitar 2,5 - 3 %.
i. coal mill / coal storage grinding
Coal Grinding yang digunakan merupakan type RollerMill, size
LM26.30D atau Air Swept Vertical Roller Mill, yang didesain mampu
menghasilkan produk batu bara halus 55 MT/jam, dengan kehalusan 80% lolos
ayakan 90 mikron. Kapasitas Coal Mill sangat dipengaruhi oleh kualitas Raw
Coal yang terdiri dari kadar air dan kekerasan (HGI). Material masuk mill dengan
kadar air maksimal sampai 15%, dan sumber panas yang digunakan selama proses
pengeringan dan penggilingan berasal dari exit gas Preheater.
j. Finish Mill
Clinker Grinding System terdiri dari dari dua buah Finish Mill dengan
system Closed Circuit yang dilengkapi Roller Press dan didesain mampu
menghasilkan produk semen type-1 sebanyak 2 x 215 MT/jam. Dan bila mill
beroperasi tanpa Roller Press maka kapasitas masing-masing mill sekitar 130
T/jam. Clinker Grinding Desain Traylor Shell Supported Rotary Grinding ini
mempunyai ukuran diamater 4,8 meter dan panjang 13 m, kebutuhan power untuk
setiap Drive Motor adalah 4900 Kw.

Gambar 3.9 Roller Press


29

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Struktur Organisasi Unit Kerja


KEPALA
BAGIAN
REGU
PELUMASAN
DAN

REGU
PLANNER

REGU
FABRIKASI

REGU
REPAIR

REGU ALAT
ALAT BERAT

REGU SERVIS
DAN BUBUT

4.2 Tugas Pokok Unit Kerja


1. Kepala bagian maintenance bertugas mengatur dan mengkoordinir dan
mengevaluasi kinerja kepala regu.
2. Regu planner bertugas merencanakan rencana kerja baik harian maupun
bulanan pada mesin finish mill A,B, dan C serta mesin packing semen
mencakup rencana kerja servis rutin dan overhaul. Regu planner juga
bertanggung jawab terhadap ketersediaa part dari masing masing mesin
3. Regu repair bertugas sebagai regu perbaikan dari All Area Pabrik
mencakup mesin Finish mill A,B, C serta mesin packing semen
4. Regu servis dan bubut bertugas melaksanakan perbaikan mesin dan bubut
part part mesin sesuai kebutuhan rencana kerja

30

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
5. Regu lubrication dan compressor bertanggung jawab atas pelumasaan all
area pabrik mencakup mesin Finish mill A,B, C serta mesin packing
semen. Serta compressor/ pompa di all area
6. Regu fabrikasi bertugas sebagai pembuat part part yang akan digunakan
pada saat perbaikan
7. Regu alat alat berat bertugas untuk perawatan dan perbaikan semua alat
berat di all area pabrik.

4.3 Kegiatan kerja praktek


Kegiatan Praktek Kerja Nyata ini dilaksanakan berdasarkan aplikasi
dari materi mata kuliah dan praktikum yang ada di bangku kuliah serta secara
langsung diwujudkan dilapangan berdasarkan metode dan instrusional yang
ada di perusahaan dengan kegiatan sebagai berikut :
1. Observasi
Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengadakan pengamatan langsung
dilapangan atas kegiatan produksi yang sedang ada untuk dapat memahani
segala bentuk permasalahan selama kegitan produksi berlangsung. Dan atau
meminta permasalahan dari pihak perusahaan atau kasus yang berhubungan
dengan bidang konstruksi maupun konversi untuk kami jadikan bahan studi,
dan tujuan jangka panjang sebagai bahan tugas akhir kami (skripsi).
2. Wawancara
Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Nyata, untuk memperoleh informasi atas
kegiatan proses produksi yang berlangsung maka diadakan wawanacara
dengan berbagai narasumber yang ada.
3. Training
Training ini bertujuan mengaplikasikan hasil teori yang didapat dari bangku
kuliah. Dan diharapkan training ini dengan porsi yang lebih banyak.
Tabel Kegiatan Kerja Praktek

No
1

Minggu ke-

Bentuk Kegiatan

Pengenalan perusahaan
31

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
2

Observasi

Training

Konsultasi

4.4 Jadual Kerja Praktek


Jadual kerja praktek dilaksanakan mulai tanggal 01 juli 2016 dan berakhir
pada tanggal 29 juli 2016, adapun jam praktek kerja lapangan adalah sebagai
berikut :
1. waktu kerja praktek adalah pada hari kerja perusahaan mulai senin
sampai dengan jumat (5 hari kerja dalam satu minggu)
2. jam kerja dan istirahat adalah

Senin sd. Kamis : pukul 08.00 sd. 16.00 wib.


Istirahat
: pukul 12.00 sd. 13.00 wib.
Jumat
: pukul 08.00 sd. 16.00 wib.
Istirahat
: pukul 11.00 sd. 13.00 wib.

4.5 Uraian kerja Praktek


macam macam tipe mesin pengemas semen
1. cement packing machine bulk loading

32

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,

Gb. 4.1 flow sheet cement packing machine bulk loading


2. cement packing 1,2,3,4

Gb. 4.2 flow sheet cement packing machine 1,2,3,4


33

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
3. cement packing 5,6

G
b. 4.3 flow sheet cement packing 5,6

4.5.1 Permasalahan yang ada di unit kerja


Tahap pengantongan semen dimulai dari silo penyimpanan semen, yaitu 1, 2, 3,
dan 4 dimana masingmasing silo ini berkapasitas 18.000 ton. Alur proses semen
dari keempat silo ini dibagi menjadi dua jalur, yaitu jalur pertama untuk material
yang keluar dari silo 1 & 2, dan jalur kedua untuk material yang keluar
Dari silo 3 dan 4. Material yang keluar dari silosilo ini diatur oleh pengendali
aliran pada masingmasing silo dengan masa pergantian pengendali adalah 812
menit.
Dari silo material di hembuskan udara untuk dibawa dengan air slide menuju
dari dua bucket elevator berkapasitas 500 ton/jam. Dari bucket elevator di lewatkan
pengayak getar untuk memisahkan semen dengan material asing. Setelah diayak,
semen dibawa ke bin pusat yang berjumlah dua buah dan proses akan dilakukan ke
dua bin ini akan dilakukan bergantian. Aliran semen setelah melewati bin pusat
akan terbagi menjadi dua, yaitu aliran untuk semen curah (semen yang langsung
dimasukkan kedalam mobil, biasanya untuk proyek besar) dan semen yang akan
dijual dalam bentuk kantong.
34

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
Aliran semen curah dilanjutkan ke air slide 1 dan 2 kemudian ke bin semen
curah, kemudian ke truk khusus yang akan membawa semen kepada konsumen.
Sedangkan aliran semen kantong setelah melewati bin Pusat, semen akan dibawa
dengan air slide untuk diteruskan ke rotary feeder dan akhirnya ke rato packer.
Pada alat ini terdapat spot tube yaitu semacam suntikan untuk memasukkan semen
kedalam kantong. Pemasukan semen ke dalam kantong ini telah diatur dengan
rentang berat 49 ,75 kg atau dengan 50,75 kg. Jika berat semen kurang dari 49,25
maka semen yang sudah dalam kantong tersebut terpantau dengan penimbang dan
semen tersebut akan dikeluarkan melalui bagian reject. Semen yang tidak lolos ini
akan dibawa ke ayak, kemudian dibawa ke screw conveyor untuk dikembalikan ke
bucket elevator. Semen yang lolos uji akan dibawa ke belt conveyor, kemudian ke
truk dan siap di distribusikan kepada konsumen.
Pada suatu saat pompa yang akan mengalirkan semen dari silo penyimpanan
menuju bin penyimpanan sementara utuk selanjutnya akan dilanjutkan pada proses
pengemasan mengalami masalah. Daya pompa yang ada tidak mampu mengalirkan
semen tersebut. Dengan daya pompa yang ada 5 HP dan putaran pompa 1450 Rpm
serasa belum mampu mengalirkan semen, sehingga dibutuhkan perhitungan lebih
lanjut tentag kebutuhan daya minimal pompa.

35

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
Bin

Silo
Blowe
r

Diketahui :
viskositas dinamik udara () = 0,017 x 10

-3

lbf
ft 3

Ns
2
m

= 0,017 x 10

Massa jenis semen ()

= 95

= 1521,754

Diameter pipa 1 (D1)

= 4 inch = 0,1016 m

Diameter pipa 2 (D2)

= 3 inch = 0,076 m

Koefisien belokan

= 0,946 sin2

kg
ms

-3

kg
m3

+ 2,047 sin4

Koefisien belokan (Kb 110) = 1,55


Koefisien belokan (Kb 135) = 2,298

Volume (V)

= 40 ton =

36

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

40000 kg
kg
1,5217

= 26286,39 lt

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
Waktu (t)
= 1 jam = 3600 detik

1. Perhitungan debit (Q) semen yang mengalir


26286,39<
V

3600 s = 7,301 s
Q= t =

= 0,0073

2. Perhitungan kecepatan aliran dalam pipa 1


m3
m3
0,0073
0,0073
Q
s
s
v= A =
=
2
2
. ( 0,1016 m )
. ( 0,1016 m )
4
4

m3
s

= 0,901

m
s

3. Perhitungan kecepatan aliran dalam pipa 2


Hukum kontinuitas
Q1 = Q2
V1 . A1 = V2 . A2
0,0762 m

0,901 . 0,0081 = V2 .
)2
.
4
V2 = 1,622

m
s

4. Perhitungan massa jenis relative (Rpl)


kg
1521,7540 3
zat
m
Rpl = udara =
= 1217,40
kg
1,25 3
m
5. Perhitungan viskositas kinematic ( ) Pipa 1
3 kg
0,017 x 10
ms

=
=
= 1,11 x 10-8
kg
zat
1521,7540 3
m

Reynold Number (Re)


Re =

m
s

v .D

m
. 0,1016 m
s
m
1,11 x 108
s

0,901
=

Friction (f)

37

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

= 8320000 ( Turbulen)

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
0,316
0,316
0,25
f=
= 83200000,25 = 0,0058
6. Perhitungan viskositas kinematic ( ) Pipa 2
3 kg
0,017 x 10
ms

=
= 1,11 x 10-8
zat = 1521,7540 kg
3
m

Reynold Number (Re)


Re =

m
s

v .D

Friction (f)
0,316
f = 0,25

m
.0,076 m
s
m
1,11 x 108
s

1,622
=

0,316
111055850,25

= 11105585 ( Turbulen)

= 0,0054

7. Perhitungan kerugian gesekan dinding pipa 1 (Mayor losses)


m
( 10+ 4 ) m .(0,901 )
L. V
s
f D .2 g = 0,0058
m = 0,407 m
0,1016 m. 2. 9,81
s
8. Perhitungan kerugian gesekan akibat belokan pipa 1 (minor losses)
m
(0,901 )
v
v
s
Kb . 2 g = 2 . Kb 135 . 2 g = 2 . 2,298
m = 0,19 m
2. 9,81
s
9. Perhitungan kerugian gesekan dinding pipa 2 (mayor losses)

L. V
D .2 g

m
)
s
m
0,076 m .2 . 9,81
s

( 20+ 40 ) m.(1,622
= 0,0054

= 0,407 m

10. Perhitungan kerugian gesekan akibat belokan pipa 2 (minor losses)


m
(1,622 )
v
v
s
Kb . 2 g = Kb 110 . 2 g = 1,55
m = 0,207 m
2. 9,81
s
11. Perhitungan total kerugian (HL)
38

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,
HL = 0,407 m + 0,19 m + 0,57 m +0,207 m = 1,375 m
12. Perhitungan head pompa
Hukum Bernaoulli
v1
P1
v2
( Z1 + 2 g + . g ) + Head Pompa = ( Z2 + 2 g +
P2
. g

) + Head Losses

Head Tekanan
P1 =

. g . h1

= 1,25

kg
m3

. 9,81

m
s2

. 14 m = 171,67

. g . h2

= 1,25

kg
m3

. 9,81

m
s2

. 60 m = 735,75

Kg
2
ms
P2 =
Kg
2
ms

Head pompa = Z2 Z1 +
1,622

v 2 v 1
2g

m
s

m
= (25 0) m + 0,901 s
()

735,75
+

P2 P 1
2g

+ HL

Kg
Kg
171,67
2
ms
m s2
m
2 .9,81
s

+ 1,37

=72,601 m
13. Perhitungan daya pompa / blower yag dibutuhkan
Q . Head Pompa . Rpl
0,0073. 72,61 .1217,4
Daya =
=
75
75
= 6414,51 Watt

39

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

= 8,602 HP

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,

BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Daya mesin penggerak motor
Daya
= 5 HP = 3728,5 Watt
Putaran (n) = 1450 Rpm
Hubungan Blower dengan motor penggerak
Karena daya yag dibutuhkan blower adalah 6414,51 watt dengan toleransi 5
10 % karena efisiensi yang disebabkan slip dll maka daya mesin seharusnya
7
100

x 6414) + 6414 = 6863,515 watt (jika efisiensi 7%)

Kesimpulan
1. Daya blower minimal 6414,51 watt pada putaran tertentu.
2. Mesin penggerak harus memiliki daya 6863,515 atau 5 sampai 10 %
diatas daya yang dibutuhkan blower.
3. Setting putaran dianjurkan 2 sampai 5 % direduksi dari mesin terhadap
blower.

40

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang

Laporan Praktek Kerja Lapangan tanggal 1 juli sd. 29 juli 2016


Di. PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk,

41

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Muhammadiyah Malang