Anda di halaman 1dari 12

BAB I

DEFINISI
A. Definisi
Inisiasi Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera
setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya
sendiri (tidak disodorkan ke puting susu).
Inisiasi menyusui dini merupakan langkah awal untuk
memberikan ASI Eksklusif pada bayi. Hasil penelitian menyatakan
bahwa angka kematian bayi menurun tajam pada bayi yang diberi
ASI pada jam pertama kehidupannya. Kandungan ASI yang keluar
pertama kali, yang disebut kolostrum, mengandung antibodi dan zatzat penting bagi bayi. Dengan demikian bayi akan terlindung dari
infeksi dan penyakit.
Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali
dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indicator
dalam inisiasi menyusu dini.
a. Manfaat Kontak Kulit Bayi ke Kulit Ibu
1.

Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat. Kulit ibu akan


menyesuaikan suhunya dengan kebutuhan bayi. Kehangatan
saat menyusu menurunkan risiko kematian karena hypothermia
(kedinginan).

2.

Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu


pernafasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Dengan
demikian, bayi akan lebih jarang rewel sehingga mengurangi
pemakaian energi.

3.

Bayi memperoleh bakteri tak berbahaya (bakteri baik) yang


ada antinya di ASI ibu. Bakteri baik ini akan membuat koloni
di usus dan kulit bayi untuk menyaingi bakteri yang lebih
ganas dari lingkungan.

4.

Bayi mendapatkan kolostrum (ASI pertama), cairan berharga


yang kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) dan zat penting

lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus. Usus bayi


ketika dilahirkan masih sangat muda, tidak siap untuk
mengolah asupan makanan.
5.

Antibodi dalam ASI penting demi ketahanan terhadap infeksi,


sehingga menjamin kelangsungan hidup sang bayi.

6.

Bayi

memperoleh

ASI

(makanan

awal)

yang

tidak

mengganggu pertumbuhan, fungsi usus, dan alergi. Makanan


lain selain ASI mengandung protein yang bukan protein
manusia (misalnya susu hewan), yang tidak dapat dicerna
dengan baik oleh usus bayi.
7.

Bayi yang diberikan mulai menyusu dini akan lebih berhasil


menyusu ASI eksklusif dan mempertahankan menyusu setelah
6 bulan.

8.

Sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu


akan merangsang keluarnyaoksitosin yang penting karena:

Menyebabkan

rahim

berkontraksi

membantu

mengeluarkan plasenta dan mengurangi perdarahan ibu.

Merangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi


tenang, rileks, dan mencintai bayi, lebih kuat menahan
sakit/nyeri (karena hormon meningkatkan ambang nyeri),
dan timbul rasa sukacita/bahagia.

Merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI


matang (yang berwarna putih) dapat lebih cepat keluar.

b. Ada lima tahapan perilaku yang dilakukan bayi sebelum ia berhasil

menemukan puting susu ibunya dan menyusu:


1. 30 45 menit pertama. Bayi akan diam dalam keadaan siaga.

Sesekali matanya membuka lebar dan melihat bundanya. Masa


ini merupakan masa penyesuaian atau peralihan dari dalam
kandungan ke luar kandungan.
2. 45 60 menit selanjutnya. Bayi akan menggerakkan mulutnya

seperti mau minum, mencium, kadang mengeluarkan suara, dan

menjilat tangannya. Bayi akan mencium dan merasakan cairan


ketuban yang ada di tangannya. Bau ini sama dengan bau cairan
yang dikeluarkan payudara ibu. Inilah yang akan membimbing
bayi menemukan payudara dan puting susu ibu. Itulah sebabnya
tidak dianjurkan mengeringkan kedua tangan bayi pada saat
bayi baru lahir.
3. Mengeluarkan liur. Saat bayi siap dan menyadari adanya

makanan di sekitarnya, bayi mulai mengeluarkan air liur.


4. Bergerak ke arah payudara. Areola payudara akan menjadi

sasarannya dengan kaki bergerak menekan perut ibu. Bayi akan


menjilat kulit ibu, menghentakkan kepala ke dada ibu, menoleh
ke kanan dan kiri, serta menyentuh dan meremas daerah puting
susu dan sekitarnya dengan tangannya.
5. Menyusu. Akhirnya bayi menemukan puting susu ibunya,

membuka mulut lebar-lebar, dan melekat dengan baik serta


mulai menyusu.
c. Tahap-tahap dalam Inisiasi Menyusu Dini
1. Dalam

proses

mengurangi/tidak

melahirkan,

ibu

disarankan

menggunakan

obat

kimiawi.

untuk

Jika ibu

menggunakan obat kimiawi terlalu banyak, dikhawatirkan akan


terbawa ASI ke bayi yang nantinya akan menyusu dalam proses
inisiasi menyusu dini.
2. Para petugas kesehatan yang membantu Ibu menjalani proses
melahirkan, akan melakukan kegiatan penanganan kelahiran
seperti biasanya. Begitu pula jika ibu harus menjalani operasi
caesar.
3. Setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya tanpa
menghilangkan vernix (kulit putih). Vernix (kulit putih)
menyamankan kulit bayi.

4. Bayi kemudian ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dengan


kulit bayi melekat pada kulit ibu. Untuk mencegah bayi
kedinginan, kepala bayi dapat dipakaikan topi. Kemudian, jika
perlu, bayi dan ibu diselimuti.
5. Bayi yang ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dibiarkan
untuk mencari sendiri puting susu ibunya (bayi tidak dipaksakan
ke puting susu). Pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat
untuk mencari puting susu ibunya.
6. Saat bayi dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, Ibu perlu
didukung dan dibantu untuk mengenali perilaku bayi sebelum
menyusu. Posisi ibu yang berbaring mungkin tidak dapat
mengamati dengan jelas apa yang dilakukan oleh bayi.
7. Bayi dibiarkan tetap dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan
kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai.
8. Setelah selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk
ditimbang, diukur, dicap, diberi vitamin K dan tetes mata.
9. Ibu dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Rawat-gabung
memungkinkan ibu menyusui bayinya kapan saja si bayi
menginginkannya, karena kegiatan menyusu tidak boleh
dijadwal. Rawat-gabung juga akan meningkatkan ikatan batin
antara ibu dengan bayinya, bayi jadi jarang menangis karena
selalu merasa dekat dengan ibu, dan selain itu dapat
memudahkan ibu untuk beristirahat dan menyusui.

BAB II
RUANG LINGKUP
A. Pelayanan Kehamilan
Asuhan kehamilan merupkan asuhan yang diberikan kepada ibu
hamil baik fisiologis maupun patologis. Pelayanan asuhan kehamilan
di RSU Bhakti Rahayu Denpasar dilakasanakan di beberapa instalasi
seperti:
1) Poliklinik Kebidanan
Di RSU Bhakti Rahayu Denpasar pelayanan poliklinik kebidanan
dilaksanakan oleh dokter SpOG yang dibantu oleh seorang bidan
sebagai asisten. Pelayanan kehamilan di poliklinik kebidanan
meliputi pemetiksaan Antenatal Care, USG, dan konseling
kehamilan
2) Ruang VK
Di RSU Bhakti Rahayu Denpasar Pelayanan untuk kehamilan
yang bermasalah dilaksanakan di ruang tindakan pada ruang VK
bagi pasien-pasien yang butuh tindakan segera.
3) Ruang Rawat Inap
Pada Instalasi rawat inap pelayanan kehamilan dilaksanakan pada
pasien-pasien

hamil

yang

membutuhkan

perawtan

untuk

observasi lebih dari 24 jam


B. Pelayanan Persalinan
Pelayanan persalinan di RSU Bhakti Rahayu Denpasar dilaksanakan
oleh dokter SpOG sebagai konsultan dalam pelayanan PONEK dan
beberapa bidan sebagai pelaksana delegasi dari SpOG. Pelayanan
persalinan baik fisiologis maupun patologis dilaksanakan di
beberapa instalasi kerja yaitu:

1)

Ruang VK
Pelayanan persalinan normal, dengan tindakan vakum
ekstrasi dapat dilakukan di ruangan vk

2)

Ruang Ok
Pelayanan di OK dilaksanakan bagi pasien yang bersalin
membutuhkan tindakan operatif seperti tindakan sectio
sesaria

C. Pelayanan Nifas
Pelayanan masa nifas dilaksanakan di RSU Bhakti Rahayu Denpasar
merupakan pelayanan lanjutan dari pelayanan persalianan atau
intranatal care. Pelayan ini dilaksanakan di beberapa instalasi
1) Poliklinik Kebidanan
Di RSU Bhakti Rahayu Denpasar pelayanan poliklinik
kebidanan dilaksanakan oleh dokter SpOG yang dibantu oleh
seorang bidan sebagai asisten. Pelayanan masa nifas di
poliklinik kebidanan meliputi pemetiksaan fisik masa nifas,
USG, perawatan luka dan konseling KB
2) Ruang Rawat Inap
Pada Instalasi rawat inap pelayanan masa nifas dilaksanakan
pada pasien-pasien nifas yang membutuhkan perawatan
lanjutan untuk observasi lebih dari 24 jam
D. Pelayanan Neonatus
Pelaksanaan pelayanan neonatus di RSU Bhakti Rahayu Denpasar
diberikan pada neonatus normal, BBLR tanpa masalah, Asfiksia
tanpa komplikasi,dan foto terapi pelaksanaan pelayanan neonatus ini
dilakukan di Ruang Bayi

E. Pelayanan Intensif
Di RSU Bhakti Rahayu Denpasar pelayanan tindakan intensif dalam
kegiatan PONEK hanya bisa dilaksanakan di ruang UBS dan jika
ada pasien yang memerlukan perawatan intensif melebihi dari
fasilitas yang disediakan rumah sakit maka pasien akan dirujuk ke
rumah sakit yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap.
F. Pelayanan Kegawat Daruratan Maternal dan Neonatal
Pelaksanaan pelayanan kegawat darurtan maternal dan neonatal
dilaksanakan di ruang VK dan Ruang Bayi untuk tindakan segera
dan stabilisasi dan jika selanjutnya pasien membutuhkan perawatan
intensif segera lakukan rujukan ke rumah sakit yang memiliki
fasilitas dan tenaga yang lebih lengkap.

BAB III
TATALAKSANA
A. Inisiasi menyusu dini pada partus spontan
1. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu dikamar bersalin.
2. Dalam menolong ibu melahirkan disarankan untuk mengurangi /
tidak menggunakan obat kimiawi
3. Bayi lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama kepala, kecuali
tangannya; tanpa menghilangkan vernix Mulut dan hidung bayi
dibersihkan, talipusat diikat.
4. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, Bayi di tengkurap di dadaperut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan mata bayi
setinggi puting susu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi. Biarkan bayi
mencari puting sendiri.
6. Ibu didukung dan dibantu mengenali perilaku bayi sebelum
menyusu.
7. Biarkan kulit kedua bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling
tidak satu jam, bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap
biarkan kulit ibu bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam
8. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi, bantu ibu dengan
mendekatkan bayi ke putting tapi jangan memasukkan puting ke
mulut bayi. Beri waktu kulit melekat pada kulit 30 menit atau 1 jam
lagi.
9. Setelah setidaknya melekat kulit ibu dan kulit bayi setidaknya 1 jam
atau selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang,
diukur, dicap, diberi vit K.
10. RAWAT GABUNG BAYI: Ibu bayi dirawat dalam satu kamar,
dalam jangkauan ibu selama 24 jam.
11. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas
indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

1. RAWAT GABUNG BAYI :Ibu bayi dirawat dalam satu kamar,


dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa
minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi
dot atau empeng

BAB IV
DOKUMENTASI

Pelaksanaan pendokumentasian dalam kegiatan ini dilaporkan


dalam berbagai macam laporan dan kemudian dilakukan evaluasi dan audit
medic
a. Pelaporan Bulanan
Laporan bulanan di buat oleh para penagung jawab masing-masing instalasi
terkait. Laporan bulanan di stor setiap bulan ke bagian rekam medic dan
kemudian dilakukan evaluasi
b. Pelaporan Triwulan
Laporan triwulan di buat oleh para penagung jawab masing-masing Instasi
terkait. Laporan triwulan di stor setiap tiga ke bagian rekam medic dan
kemudian dilakukan evaluasi
c. Pelaporan Tahunan
Laporan Tahunan di buat oleh para penagung jawab masing-masing instalasi
terkait. Laporan tahunan di stor setiap tahun ke bagian rekam medic dan
kemudian dilakukan evaluasi setiap tahun
d. Pelaporan MUTU
Pelaporan mutu dibuat berdasarkan indicator-indikator mutu pelayanan yang
dibuat setiap bulan oleh penangung jawab masing-masing instansi, yang di
setor ke bagian mutu setiap bulan kemudian dilakukan evaluasi pencapaian
target

10

DAFTAR PUSTAKA
1.

UNICEF dan WHO: BFHI Revised, 2006 and UNICEF India : 2007,
Klaus and Kennel 2001;

2.

American College of OBGYN 2007 and ABM protocol #5 2003).

3.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) oleh seksi gizi


dinkes.kulonprogokab.go.id/

11

12