Anda di halaman 1dari 6

DAFTAR SISTEM KOORDINAT BATAS LAHAN

BANDAR UDARA RANAI KABUPATEN NATUNA

TITIK

RW 36
RW 18
A1
AA1
A2
A3
A4
A5

SISTIM KOORDINAT
BANDAR UDARA
(ACS)
X
Y
(meter)
(meter)
20,000.000
22,560.000
22,131.160
22,131.160
22,505.370
22,864.970
22,683.410
22,667.880

20,000.000
20,000.000
20,074.090
20,075.000
20,428.240
20,268.620
20,099.860
20,074.590

SISTEM K
DENGAN REFERENS
SISTIM UTM
X
(meter)
209,853.125
209,959.011
209,867.247
209,866.338
209,528.878
209,703.235
209,864.341
209,888.947

TAR SISTEM KOORDINAT BATAS LAHAN


AR UDARA RANAI KABUPATEN NATUNA
SISTEM KOORDINAT
DENGAN REFERENSI ELLIPSOID WGS - 84
SISTIM UTM
SISTIM GEOGRAFIS
Y
LINTANG SELATAN
BUJUR TIMUR

"

(meter)
431,220.503
433,778.312
433,352.904
433,352.941
433,741.442
434,094.132
433,905.747
433,889.185

3
3
3
3
3
3
3
3

53
55
54
54
55
55
55
55

50,112
13,341
59,491
59,492
12,097
23,590
17,477
16,941

108
108
108
108
108
108
108
108

23
23
23
23
23
23
23
23

"
14,726
17,899
14,969
14,940
3,969
9,581
14,819
15,618

PERKEMBANGAN LALU LINTAS ANGKUTAN U


BANDAR UDARA RANAI KABUPATEN NATU

NO
I

II

III

IV

U RAIAN

2005
Eksisting

PENUMPANG (Per Tahun)


Internasional
Domestik
Total

16,016
16,016

PERGERAKAN PESAWAT
(Per Tahun)
Internasional
Domestik
Total

416
416

JAM SIBUK PENUMPANG (2 Way )


Internasional
Domestik
Total
PESAWAT ( 2 Way )
Internasional
Domestik
Total

77
77

2
2

GAN LALU LINTAS ANGKUTAN UDARA


DARA RANAI KABUPATEN NATUNA

2008
Optimalisasi

2016
Tahap I

2030
Tahap II

KETERANGAN

24,024
24,024

96,986
96,986

168,653
168,653

624
624

1,352
1,352

1,872
1,872

91
91

121
121

279
279

2
2

2
2

3
3

RENCANA INDUK BANDAR UDARA (ENCLAVE SIPIL) RANAI KABUPATEN NATUNA


DAN TAHAPAN PEMBANGUNAN
NO
I
1

U RAIAN
FASILITAS SISI DARAT
Fasilitas Publik
Bangunan terminal penumpang
Domestik
Total
Tempat Parkir Mobil Penumpang
Area Parkir Taxi
Area Parkir Sepeda Motor
Area Parkir Bus dan Angkutan Umum
Total Area Parkir
3 Bangunan terminal VIP
Area Parkir
Fasilitas Teknik

Tahap
Optimalisasi

UPATEN NATUNA

Tahap I

Tahap II

KETERANGAN