Anda di halaman 1dari 1

Analisis

Eksploitasi Anak Panti Asuhan

Anak merupakan sebuah amanah dari Tuhan untuk dijaga. Dalam video tersebut
terdapat seseorang telah menyalah gunakan fungsi panti asuhan yaitu Elvita. Ia mengeruk
keuntungan dari seorang donatur melalui anak-anak panti asuhan. Banyak anak yang
mengalami kekerasan dan dieksploitasi di dalam panti asuhan tersebut. Kasus ini terungkap
karena masyarakat setempat dan para donatur yang curiga terhadap anak-anak panti yang
tidak terurus serta terluka. Menurut pengamatan seorang donatur yang bernama samaran
indah saat berkunjung ke panti, ia sering melihat yang mengalami kekerasan, anak-anak tidak
di beri makan, dan juga anak-anak mengalami pelecehan seksual di dalam panti asuhan
tersebut. Menurut pemaparan warga setempat, banyak anak yang berkeliaran meminta makan.
Sebagian besar penghuni panti asuhan tersebut adalah anak-anak yatim, piatu dan
anak yang dititipkan oleh keluarga yang tidak mampu. Pada saat evakuasi 18 anak panti
asuhan dari pihak polisi, semua anak terdapat luka-luka pada bagian tubuhnya dan mereka
kekurangan gizi.

Elvita sering menjual barang-barang pemberian donatur ke warung

masyarakat setempat. Ia sebagai pemilik panti asuhan juga menjajikan akan memberikan
perhatian dan menyekolahkan anak-anak, namun hal tersebut hanya sebatas janji palsu
belaka. Ketika terdapat seorang warga yang ingin menengok cucu yang dititipkan dipanti
asuhan tersebut, pemilik panti selalu menolak kedatangan warga tersebut.
Penelantaran yang dilakukan Elvita sebagai pemilik panti asuhan tidak cukup apabila
di hukum dengan kurungan 5 tahun penjara. Melihat konteks masalah yang dibuatnya
termasuk jenis kekerasan yang sangatlah bermacam-macam mulai dari fisik, kekerasan psikis,
kekerasan seksual dan penelantaran pada anak. Maka dari itu peran dari berbagai pihak
sangat di butuhkan untuk meminimalisir kasus hal tersebut terjadi di tempat lain.