Anda di halaman 1dari 10

THE SEARCH

FOR OBJECTIVES
Tujuan Pembelajaran:
Memahami meningkatnya kepentingan user needs dan objectives paska-ARS 1 dan 3.
Memahami signifikansi laporan dan dokumen yang terhimpun secara kronologis antara
ARS 1 dan 3 dan rerangka pemikiran.
Memahami basic objectives dari pelaporan keuangan.
Memahami masalah heterogenitas user.
Pendekatan postulat dan prinsip banyak diabaikan untuk menjawab pertanyaan user
objectives, namun isu ini mengemuka mulai tahun 1960-an, melalui riset dan secara teoritis
termuat dalam monografi (tulisan ilmiah) dan keputusan , disponsori oleh organisasi seperti
AAA, APB, AICPA dan FASB. Dalam kenyataannya, user needs dan objectives menjadi
sasuatu yang penting untuk menghubungkan dokumen-dokumen tersebut. Sudah banyak
upaya dilakukan untuk menempanya menjadi sebuah teori yang kokoh sebagai fondasi untuk
SAK. Oleh karena itu, kita akan memeriksa secara kronologis seberapa penting laporanlaporan dan dokumen-dokumen tersebut dalam meningkatkan objectives dan standar pada
pendekatan postulat dan prinsip. Pembahasan dan analisa kita, meliputi karya-karya berikut:
Judul
A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT)
Basic Concept and Accounting Principles Underlying Financial
Statements of Business Enterprises (APB Statement No. 4)
Objectives of Financial Statements (Trueblood Committee Report)
Statement of Accounting Theory and Theory of Acceptance (SAATA)

Penerbit
AAA
APB

Tahun
1966
1970

AICPA
AAA

1973
1977

Sebuah kritikan umum yang dapat dan telah dilakukan adalah ketidakmampuannya
memecahkan lahan (masalah) baru. Walaupun secara luas benar, tetapi bukanlah isu yang
tepat. Temuan riset yang baru adalah secara keseluruhan, proposal deduktif yang baru
umumnya tidak datang dari laporan komite dan dokumen yang sama. Malah, laporan
mengevaluasi keadaan saat ini antara praktik atau riset atau kombinasi keduanya. Sehingga
pertanyaan penting adalah sikap apa yang harus disetujui atau apakah pandangan umum dari
suatu pekerjaan. Dari perspektif ini, laporan-laporan tersebut menjadi sangat signifikan.
Sebagian besar perubahan dalam akuntansi keuangan adalah sebuah proses secara evolusi
yang akan berlanjut pada identifikasi yang terbuka. Laporan yang terhimpun di sini telah
berperan dan akan terus berperan dalam evolusi yang penting dalam teori akuntansi
keuangan.
Kita simpulkan pembahasan menjadi dua topik yang siap diterima untuk dipertimbangkan
pada laporan, dibahas dalam bab ini (1) user objectives dan (2) keragaman user.

ASOBAT
ASOBAT menunjukkan perubahan penting dalam kerja AAA. Dibuat relatif lebih tajam dari
keempat statemen dan sejumlah suplemen yang diterbitkan antara tahun 1936-1946, bersifat
deskriptif normatif, menyatakan aturan umum atau pendekatan untuk mencatat transaksi dan
menyajikan LK . tetapi Komite Eksekutif AAA pada tahun 1964 melakukan perubahan dari
pendekatan sebelumnya dengan memberi tugas pengembangan pada komite
...sebuah statemen yang terintegrasi dari teori akuntansi dasar akan menyediakan sebuah
panduan pada pendidik, praktisi, dan pihak lainnya yang berkepentingan dengan
akuntansi....komite ingin mempertimbangkan...peran, sifat dan ketebatasan akuntansi.

Pengembangan Pendekatan Pengguna


Defenisi akuntansi oleh komite AAA memperlihatkan sebuah permulaan (perbedaan) yang
fundamental dari sebelumnya. ASOBAT medefenisikan akuntansi sebagai:
...proses mengidentifikasi, mengukur dan meng-komunikasikan informasi ekonomi kepada
yang memungkinkan pengambilan keputusan dan pertimbangan informasi oleh pemakai
informasi tersebut.
Defenisi sebelumnya yang tersebar luas dikembangkan pada tahun 1941 dan telah digunakan
dalam Accounting Terminology Bulletin No.1 tahun 1953 menyatakan:
Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan pada cara yang
signifikan dan dalam istilah uang, transaksi dan peristiwa dimana sebagian atau keseluruhan
karakteristik keuangan dan menginterpretasikan hasilnya.
Penekanannya adalah pada kerja dan keterampilan akuntan, yang sebenarnya tidak menyebut
pengguna. Selanjutnya perluasan pada defenisi dan kerja akuntan. Accounting Terminology
Bulletin, menyatakan:

Perubahan penting dalam ASOBAT adalah penekanan pada kebutuhan pemakai dalam membangun teori
akuntansi dasar

The Development of the Users Approach

...adalah lebih penting untuk menekankan keterampilan yang kreatif dan kecakapan akuntan
menggunakan pengetahuannya pada masalah yang diberikan... Kompleksitas bisnis modern
membawa beberapa masalah pada manajemen, hanya akuntansi yang dapat mengatasinya
dan akuntansi yang diperlukan dan memberi bantuan .
Karena itu, akuntan adalah keunggulan abu-abu yang secara sendiri bertanggung jawab
membawa harapan keluar dari kekacauan bisnis, dan terserah pada pengguna untuk
mengakomodasi praktisi terampil. Dari sudut pandang sosiologis, defenisi dan pembahasan
pada buletin dengan kuat membentengi persepsi bahwa akuntan dipandang sebagai
profesional terdidik yang penyajiannya harus diterima oleh siapapun yang tidak mempunyai
kualifikasi (seperti akuntan). Pandangan ini dipertimbangkan dapat perubah pada tahun-tahun
ini dimana akuntan (termasuk auditor eksternal) terlihat sebagai anggota tim manajemen.
Penekanan pada user dan kebutuhannya terutama terlihat pada literatur 1950-an. Sebuah
masa yang mengagumkan dalam sejarah panjang akuntansi.

Orientasi kepada Teori


Komite mendefenisikan teori sebagai ....suatu kesatuan hipotesis, konseptual dan prinsip
pragmatis yang membentuk kerangka umum dari referensi untuk lapangan studi. Dalam
mengaplikasikan defenisi tersebut, dapat dilihat dari tugas berrikut;
Mengidentifikasi lingkup akuntansi sehingga generalisasi berguna untuk membuat dan
mengembangkan teori
Membuat standar dengan informasi akuntansi yang dipertimbangkan
Menjelaskan kemungkinan perkembangan dalam praktik akuntansi.
Menyajikan rerangka yang berguna bagi periset akuntansi untuk mencari perluasan
kegunaan akuntansi dan ruang lingkup subyek akuntansi sebagaimana kebutuhan
pengembangan masyarakat.
Defenisi teori oleh ASOBAT adalah kesatuan defenisi dari defenisi yang disajikan pada bab I.
Defenisi kita lebih mendalam karena tidak hanya meliputi ide yang diekspresikan tetapi juga
penerapan sistem penilaian sebaik kerja empiris pada akuntansi keuangan.
Defenisi teori oleh ASOBAT secara khusus memfokuskan pada penyusunan suatu rerangka
untuk mengevaluasi pendekatan sistematis untuk mencatat transaksi dan menyajikan laporan
keuangan yang sesuai kepada pengguna. Perhatian dengan kelengkapan konseptual untuk
mengevaluasi model dan aturan akuntansi yang spesifik berhubungan dengan metateori
akuntansi, yaitu bagian paling atas dari struktur teoritis untuk tujuan dan sasaran informasi
akuntansi. Metateori juga berkaitan dengan batasan-batasan tertentu pada informasi
akuntansi yang dipublikasikan dan menggambarkan kriteria atau petrunjuk untuk memilih
alternatif0-alternatif akuntansi.

Tujuan-tujuan Akuntansi
Karena akuntansi berkaitan dengan kebutuhan pengguna, sebuah set tujuan sehubungan
dengan kebutuhan pengguna diletakkan pada puncak metateori. Tujuan tersebut akan
diuraikan dengan set; defenisi, karakteristik kualitatif dan pedoman pendukung yang
memfasilitasi implementasi tujuan. Meskipun penting, ASOBAT merangkum tujuan agak
ringkas, karena ASOBAT mengasumsikan bahwa rerangka evaluasi standar dan pedoman
secara luas merupakan sesuatu yang independen dari tujuan itu sendiri.
Keempat tujuan tersebut adalah:
Membuat keputusan sehubungan dengan penggunaan sumber-daya yang terbatas
(termasuk identifikasi wilayah keputusan krusial) dan untuk menentukan tujuan dan
sasaran.
Mengarahkan dan mengendalikan efektivitas sumber-daya manusia dan material organisasi.
Memelihara dan melaporkan pemiliharaan sumber-daya
Memfasilitasi fungsi sosial dan pengendalian

Membuat Keputusan Sehubungan dengan Sumber-daya yang Terbatas


Pengambilan keputusan meliputi evaluasi dari apa yang diharapkan akan terjadi pada masa
yang akan datang. Penaksiran dapat dilakukan secara informal atau dengan kalkulasi yang
rumit. Model discounted cash flow yang digunakan analisa penganggaran modal seperti
yang dimaksudkan dalam menyeleksi beberapa proyek modal adalah satu contoh
pendekatan yang kompleks. Payback dan non-discounted cash flow adalah metode yang
lebih sederhana dan kiranya kurang efektif- sebagai alat untuk menilai kemungkinan pada
masa depan.
Bagaimanapun caranya, metode yang digunakan untuk menilai apa yang akan terjadi pada
masa depan disebut decision making.
Kemampuan menyediakan informasi yang berguna dalam proses pengambilan keputusan
yang menyinggung masa depan disebut predictive ability.
Pada pendekatan yang berorientasi pengguna, tujuan terpenting dari akuntansi adalah
menyediakan informasi yang bermanfaat untuk membuat keputusan.

grey eminence

Semua pembuat keputusan memerlukan informasi yang sama, masalah teori akuntansi
sedikit lebih rumit. Sayangnya sebagaimana diakui ASOBAT, pengguna laporan akuntansi
datang dari beberapa kelompok berbeda
kreditur, investor, pelanggan dan pemasok, agen pemerintah dan buruh dengan
keragaman latar belakang dan kemampuan. Apakah keragaman pengguna akan membawa
pada heterogenitas informasi yang diperlukan pada kelompok pengguna yang berbeda
menjadi sangat penting secara mutlak pada pengembangan akuntansi pada masa depan
(sebuah pertanyaan yang tidak secara penuh muncul pada saat ASOBAT ditulis).
Predictive ability dibahas dalam ASOBAT pada istilah mengukur future earnings, posisi
keuangan, dan debt-paying ability. Ini dibuat sesuatu yang penting walaupun ringkas,
laporan akuntansi tidak membuat prediksi, penggunalah yang membuat prediksi,
menggunakan masukan dari laporan akuntansi sebagai data pada model keputusannya .

Mengarahkan dan Mengendalikan Sumber-daya


Tujuan ini diarahkan kepada manajemen yang menggunakan data akuntansi. ASOBAT
melihat kebutuhan manajerial berbeda dengan pengguna eksternal, tetapi subyeknya sama
pada empat standar pelaporan (dibahas secara singkat), meskipun standar sendiri
diterapkan secara berbeda. Manajerial membutuhkan dan menggunakan data akuntansi
melewati batasan dalam teks ini, sehingga kita tidak akan menyinggung tujuan ini,
bagaimanapun, kita hanya menyebut bahwa beberapa individu tidak merasa banyak
perbedaan internal (manajerial) dan eksternal (keuangan) yang menggunakan data
akuntansi.

Memelihara Pemeliharaan Sumber-daya


Tujuan ketiga biasanya disebut stewardship/pelayanan. Akuntansi tepat digunakan satu
bagian (manajemen) terhadap dana yang dipercayakan bagian lain (pemegaang saham)
merupakan sebuah hubungan yang saling memberi, kembali pada abad pertengahan. Pada
zaman modern, tujuan ini meluas pada kondisi ketiadaan kepemilikan dan mudahnya
akuisisi dan pengaturan pembagian kepemilikan melalui bursa sekuritas. Stewardship
memegang peran penting pada agency theory seperti yang dibahas pada bab 2 dan 4.

Memfasilitasi Fungsi Sosial dan Pengendalian


Tujuan terakhir adalah perpanjangan dari fungsi pelayanan pada masyarakat secara
keseluruhan. Akuntansi terkait dengan beberapa area seperti perpajakan, pencegahan
kecurangan, regulasi pemerintah, pengumpulan statistik untuk tujuan pengukur aktivitas
ekonomi. Sebuah isu tidak dibicarakan oleh ASOBAT terkait dengan siapa yang akan
memikul biaya dalam menghasilkan data tambahan.
Meskipun tujuan diletakkan pada puncak metateori, tetapi jelas bukan merupakan
perhatian utama ASOBAT. Laporan berikutnya mulai membicarakan topik ini.

Standar untuk Informasi Akuntansi


Empat standar untuk mengevaluasi akuntansi relevansi, verifiabilitas (dapat diuji), bebas dari
bias, dan kuantifiabilitas (dapat diukur) merupakan inti dari ASOBAT. Standar ini menjadi
pedoman lebih lanjut dalam mengkomunikasikan informasi akuntansi dan tujuan yang dilihat
sebagai bagian dari metateori akuntansi. Sebagaimana bagian lain pada ASOBAT, standar ini
dibuat dengan tujuan mengevaluasi informasi akuntansi yang dipublikasikan.

Relevansi
Relevansi menyinggung pada kegunaan dalam membuat keputusan. Muncul secara
langsung dari empat tujuan untuk tipe informasi yang bervariasi, karena relevansi menjadi
standar yang utama. Karena terdapat pengguna yang berbeda dengan latar belakang yang
berbeda membuat keputusan dalam konteks yang berbeda, relevansi dapat dipikirkan
sebagai isu utama akuntansi.

Verifiablitas
Verifiablitas adalah sinonim dari obyektivitas yang didefenisikan pada bab I, yang
merupakan salah satu aspek dalam pengukuran. Bab I menyatakan bahwa pengukuran
harus dipertimbangkan sebagai salah satu aspek dalam teori akuntansi, meskipun beberapa
pendapat percaya keduanya berbeda. Pemilihan sistem penilaian secara keseluruhan
merupakan kebijakan individu sebagai bagian sistem, harus menjadikan dasar utamanya
pada pertanyaan relevansi. Bagaimanapun aspek pengukuran harus dipertimbangkan
karena sistem dan metode penilaian memiliki konsensus yang rendah (dalam istilah
kesepakatan antara pengukur) untuk menghindari pendekatan yang kurang diinginkan dari
sudut pandang kegunaan.
Karenanya dalam pemilihan suatu metode tidak hanya didasarkan pada relevansi semata
tanpa mempertimbangkan verifiablitas, tidak berarti verifiablitas berada di atas relevansi.

Maintaining Custodianship of Resources

Karenanya, standar pengukuran merupakan bagian yang diperlukan pada rerangka


metateori. Terakhir, verifiablitas muncul untuk menggantikan obyektivitas sebagai istilah
yang tepat untuk menjelaskan derajat konsensus statistik di antara para pengukur.

Bebas dari Bias


Standar ini diperlukan karena masalah keragaman pengguna dan hubungan yang potensial
berlawanan antara manajemen (yang bertanggung jawab terhadap penyajian pernyataan)
dengan pengguna eksternal. Bias bisa saja tidak terlihat atau mencolok dan secara ekstrim
sulit diselesaikan secara wajar. Misalnya kepentingan untuk relevansi dan pengungkapan,
sebuah perusahaan perlu menghitung laporan keuangan atau catatan jumlah diperkirakan
pada kasus legal. Kepentingan terbaik perusahaan sendiri dengan meminimkan kerusakan
yang dibolehkan akan bertentangan dengan standar relevansi dan pengungkapan karena
keputusan pengadilan akan terpengaruh oleh pengakuan kesalahan dalam laporan
keuangan.
Kebebasan dari bias saling melengkapi dengan karakteristik netralitas SFAC. Netralitas
merujuk kepada agen penyusun standar, sebaliknya kebebasan dari bias berhubungan
dengan penyiapan pelaporan keuangan.

Kuantabitas
Kuantabitas berhubungan sangat dekat dengan teori pengukuran. Walaupun pengukuran
dan kuantabilitas, keduanya penting pada struktur metateori, ASOBAT lebih menekankan
pada kuantabilitas.
...dapat dikatakan lebih diutamakan, jika bukan perhatian penuh dari akuntan, baik dengan
data kualifikasi maupun kuantifikasi.
Saat ini dorongan untuk pengungkapan secara luas berasal dari literatur hipotesis market
yang efesien, melewati dari sekedar kuantifikasi. Satu masalah dengan standar secara luas
merujuk kepada wilayah umum dari pengukuran adalah karena veriabilitas adalah salah
satu aspek dalam teori pengukuran, veriabilitas merupakan bagian dari kuantibilitas.
Sebuah poin yang dibawa oleh ASOBAT adalah pertanyannya tentang mengapa akuntansi
harus dibatasi pada angka tunggal dalam laporan keuangan.
ASOBAT mengusulkan penggunaan range dan penilaian berganda berdasarkan susunan
kolom side-by-side.
Peluangnya terlihat sebagai tanggapan terhadap kenaikan data dan kebutuhan informasi
oleh pengguna dan sebagai solusi masalah keragaman pengguna.
Kemungkinan juga berarti dalam mengatasi masalah terkesampingkannya pilihan di antara
metode akuntansi yang dihadapi oleh badan pembuat aturan.
Menyediakan lebih banyak informasi, mengetahui perluasan data dapat mengakibatkan
information overload pada sebagian pengguna. Beberapa usaha menghindari masalah
sistem atau metode penilaian di antara pilihan-pilihan dengan mempermudah penyediaan
data yang lebih banyak adalah pokok masalah keterbatasan pemrosesan informasi
pengguna, yang tidak dibahas dalam ASOBAT.

Pedoman untuk Mengkomunikasikan Informasi Akuntansi


Sebagai pelengkap keempat standar, ASOBAT menyajikan lima pedoman untuk komunikasi
informasi akuntansi.
Kesesuaian dengan kegunaan yang diharapkan
Pengungkapan hubungan yang signifikan
Pencantuman informasi lingkungan
Keseragaman praktik di dalam dan antar entitas
Konsistensi praktik akuntansi sepanjang waktu
Laporan sendiri mencatat terdapat tumpang tindih antara standar dan pedoman walaupun
diakui belakangan tetapi kurang fundamental.

Kesesuaian dengan Kegunaan yangDdiharapkan


Pedoman pertama pada dasarnya merupakan pengulangan standar relevansi untuk user
needs meskipun juga menyebutkan batas waktu penyajian. Kegunaan informasi oleh
manajemen juga dibahas di sini.

Pengungkapan Hubungan yang Signifikan


Pedoman ini mengatur hanya satu aspek dari masalah pengungkapan yang luas yang
dibahas pada bab 5. Pedoman berhubungan dengan masalag aggegasi data yang dapat
menyebabkan informasi penting tersembunyi pada angka ikhtisar pada laporan keuangan.
SFAS No. 131 pada segmen pengungkapan adalah satu pernyataan yang mengatur masalah
ini.

Pencantuman Informasi Lingkungan


Informasi lingkungan merujuk kepada kategori kondisi yang sangat luas dimana data
dikumpulkan dan asumsi relatif kegunaan informasi, khususnya jika informasi lebih
4

dimaksudkan untuk tujuan khusus daripada tujuan umum. Semakin rinci, semakin tepat
informasi yang diaplikasikan untuk maksud khusus.

Keseragaman Praktik di Dalam dan Antar Entitas dan Konsistensi Praktik Akuntansi Sepanjang Waktu
Dua pedoman terakhir secara langsung merujuk pada keseragaman dan konsistensi
sebagaimana yang dibahas pada bab 5. ASOBAT menginginkan tipe keseragaman yang
sesuai dengan keseragaman yang terbatas seperti istilah yang didefenisikan sebelumnya.
Keseragaman yang terbatas tidak dapat dicapai hanya dengan menyusun pedoman atau
standar, tetapi harus cukup detail pada struktur teoritis, sebuah topik yang akan dibahas
pada bab 9.

Kesimpulan ASOBAT
ASOBAT dapat dikritisi dari banyak hal. Memang pedoman ini terlalu ringkas untuk mencakup
cukup banyak topik. Struktur metateori harus dierluas dan menggunakan pengistilahan yang
lebih tepat. Bagaimapun terdapat ktitikan yang mencela, ASOBAT berpengaruh dan
bermanfaat dalam dokumen dan laporan yang berurutan dan menjadi semakin jelas pada sisa
bab ini dan bab berikutnya.

APB STATEMENT 4
APB Statement 4 diterbitkan ketika pendekatan postulat dan prinsip berjalan, tujuan dan
standarnya-pun bermunculan. Statemen tersebut diterbitkan pada Oktober 1970, setengah
tahun sebelum pembentukan komite Wheat dan Trueblood. Saat itu APB berada di bawah
tekanan akibat APB opinion 16 dan 17 tentang penggabungan badan usaha dan goodwill, di
samping kritik yang lebih luas, misalnya ketidakcukupan riset, kurangnya independensi
anggota dan kurangnya publikasi/ekspos karyanya sebelum publikasi akhir.
Tujuan Statement 4 adalah menyatakan konsep fundamental pelaporan keuangan yang
menjadi dasar opini APB. Tugas ini berasal dari Panitia Khusus Opini APB pada bulan Mei 1965,
pada saat APB terlihat terus menerus tidak mampu mendefenisikan masalah yang muncul ke
permukaan.
Moonitz berpendapat, laporan tersebut mestinya diterbitkan sebagai Opini dan bukan
Statement karena dalam suatu statemen penyimpangan dari GAAP tidak perlu diungkapkan.
Tetapi haruskan sebuah struktur teori tugas yang ditujuan pada pembuat draft statemen
dipaksakan. Penerimaan terhadap sebuah teori tidak dapat diharuskan dengan mudah, kita
akan melihatnya pada bab ini.

Orientasi pada Defenisi


Defenisi Akuntansi
APB Statement dimulai dengan dengan mendefenisikan akuntansi yang lebih baru,
berorientasi pada pengguna, sesuai dengan ASOBAT
Akuntansi adalah aktivitas jasa yang berfungsi menyediakan informasi kuantitatif, terutama
yang bersifat keuangan pada entitas ekonomi yang ditujukan berrmanfaat dalam membuat
keputusan ekonomi.
Statemen yang juga diterapkan ASOBAT memberi penekanan pada keragaman pemakaian.
Pengguna laporan keuangan dikelompokkan menjadi dua kelompok; yang berkepentingan
langsung dan tidak langsung dengan perusahaan. APB Statement 4 bergerak lebih jauh dari
ASOBAT yang telah lama tidak bersuara dalam masalah ini dengan menyatakan bahwa
pengguna laporan keuangan harus mengetahui dan memahami karakter dan keterbatasan
laporan keuangan. Terakhir, sesuai dengan ASOBAT, APB memandang laporan keuangan pada
dasarnya memiliki tujuan umum (general purpose).

Defenisi-defenisi Lain
Pada awalnya menjanjikan, APB Statement 4 sering kembali pada defenisi yang tidak
bermanfaat. Asset, liabilitas, ekuitas pemilik, pendapatan dan beban didefenisikan sebagai
elemen dasar laporan keuangan. Semua defenisi (kecuali ekuitas pemilik, yang merupakan
residu) dinyatakan ...diakui dan diukur pada kesesuaian dengan GAAP. Namun demikian,
statemen terakhir menyatakan, bahwa:...GAAP menggabungkan konsensus saat tertentu
dimana sumber-daya ekonomi dan obligasi harus dicatat sebagai asset dan liabilitas....
Karenanya istilah akuntansi dasar sekali lagi didefenisikan dengan apa yang terjadi dalam
praktik. Selanjutnya karena dokumen lebih merupakan sebuah statemen daripada opini dan
dengan demikian statusnya kurang kuat, keputusan yang tidak diambil dengan perspektif yang
kuat pada istilah defenisi dasar adalah kekecewaan berganda .

Aspek Lain APB Statement 4

Kekecewaan terhadap APB Statement (1) sering mengubah defenisi dengan yang tidak bermanfaat (2)
lemahnya posisi APB sebagai statemen bukan opini, sehingga defenisi-defenisi dasar tidak mempunyai
posisi yang kuat dan menentukan.

Meskipun mempunyai kekurangan, terdapat beberapa aspek yang baik dari dokumen ini.
Misalnya, kenyataan bahwa akuntansi adalah sebuah disiplin pengukuran yang tercatat pada
paragram 67. Bagian pada tujuan paralel dengan kerja ASOBAT. Standar dan pedoman yang
dikombinasikan dan tumpang tindih dengan tujuan kualitatif APB Statement 4.
Tujuan kualitatif terdiri dari relevansi, dapat dipahami, dapat diuji, netralitas, tepat waktu,
dapat dibandingkan, dan kelengkapan. Tujuan kualitatif ini terlihat seperti rerangka
konseptual. Tidak ada peringkat hirarki kualitas pada APB Statement 4. Tepat waktu pada
daftar terdahulu tidak cukup diterima pada ASOBAT. APB Statement 4 setuju dengan ASOBAT
dalam hal kemungkinan terjadinya pertentangan antara tujuan (misalnya relevansi dan
reabilitas) dan pertentangan merupakan masalah yang sangat rumit yang harus diselesaikan
pada rerangka metateori. APB Statement setuju dengan ASOBAT dalam hal kebutuhan pada
keseragaman yang terbatas. Laporan ini mengakui kesulitan mencapai tujuan. Akhirnya APB
Statement tidak tergantung pada ASOBAT, dan dikonsentrasikan dalam pengembangan
pendekatan berorientasi pengguna. (bekerja pada area ini sebenarnya bisa dilakukan sebelum
melakukan hal-hal yang berhubungan dengan ASOBAT).
Aspek lainnya adalah kurang inovatif. Fitur dasar akuntansi keuangan adalah pengulangan
beberapa postulate ARS 1 secara luas.
Penyerapan prinsip-prinsip dan mengubah ketentuan pada bagian dalam GAAP dibuati dari
konsep inti dari sistem historical costing yang terdefenisi secara tidak seimbang.
Bagian yang tersisa dari laporan, termasuk statemen prinsip dari pemilihan dan pengukuran
dan penyajian laporan keuangan sebenarnya juga tanpa inovasi teori.

Kesimpulan APB Statement 4


Bagian terbesar dari APB Statement 4 adalah pengulangan dari kebijakan konvensional,
sedangkan bagian lain mengakui perubahan penting (secara evolusi) yang telah terjadi.
Kebijakan konvensional dinyatakan secara relatif ringkas dan lengkap. Kenyataannya KAP
sering mengutip dokumen tersebut dalam karya tulis dan berbagai proposal. Beberapa bagian
dalam dokumen tersebut tidak saling terkait satu dengan lainnya. Misalnya, secara ekstrim
dapat dipertanyakan apakah tujuan yang berasal dari ASOBAT dapat diimplemantasikan dalam
pengertian berbagai prinsip yang diturunkan dari batang tubuh akuntansi ada saat ini.
Masalah ini diperburuk oleh sejunlah defenisi yang kurang ketat, kalau tidak dapat dikatakan
longgar. Karenanya dokumen tersebut sampai batas tertentu dipersalahkan karena bisa
dijadikan apapun oleh siapapun. Namun demikian dengan mempertimbangkan aspek-aspek
positifnya, dan fakta bahwa rancangannya dibuat pada saat APB di bawah tekanan, laporan ini
telah memberi tujuan yang bermanfaat.

THE TRUEBLOOD REPORT


AICPA membentuk Trueblood Committee pada April 1971, tidak hanya pada saat APB
mendapat kritikan berat, tetapi juga pada saat beberapa kemajuan telah terjadi dalam
membentuk struktur teori akuntansi. Komite diberi tugas dengan menggunakan APB
Statement 4 sebagai sarana untuk menyempurnakan laporan keuangan sebagai bagian dari
sebuah struktur metateoritis.
Komite merumuskan 12 tujuan laporan keuangan:
1. tujuan dasar laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat
untuk membuat keputusan-keputusan ekonomik
2. tujuan laporan keuangan terutama untuk membantu pengguna laporan keuangan yang
mempunyai wewenang, kemampuan dan sumber-daya yang terbatas untuk memperoleh
informasi yang bergantung pada laporan keuangan sebagai sumber utama informasi
tentang aktivitas ekonomi perusahaan.
3. tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
investor dan kreditur untuk memprediksi, membandingkan dan mengevaluasi arus kas
potensial dalam arti jumlah, waktu dan ketidakpastian terkait.
4. tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan kepada pengguna, informasi yang
bermanfaat untuk memprediksi, membandingkan dan mengevaluasi kemampuan
perusahaan menghasilkan earnings.
5. tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat dalam
menilai kemampuan manajemen untuk menggunakan sumber-daya perusahaan secara
efektif dalam mencapai tujuan utama perusahaan.
6. tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi faktual dan interpretatif
tentang transaksi dan kejadian lain yang berguna untuk memprediksi, membandingkan,
dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan earnings
7. tujuan laporan keuangan adalah untuk menentukan posisi keuangan yang berguna untuk
memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. Laporan ini harus menyediakan informasi yang berhubungan dengan
transaksi perusahaan dan kejadian lain yang merupakan bagian dari siklus earnings yang
tidak lengkap. Current value harus dilaporkan ketika nilai tersebut berbeda secara

relevance, understandability, verifiability, neutrality, timeliness, comparability, dan completeness

signifikan dari historical cost. Asset dan liabilitas harus dikelompokkan atau dipisahkan
dengan ketidakpastian relatif jumlah dan waktu dan prospek realisasi atau likuidasi.
8. tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi earnings yang berguna
untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. Hasil bersih dari siklus earnings lengkap dan aktivitas perusahaaan
menghasilkan kemajuan yang dapat diakui dari siklus yang tidak lengkap harus
dilaporkan. Perubahan nilai yang tercermin para laporan berikutnya tentang posisi
keuangan harus dilaporkan secara terpisah karena perbedaan dalam kepastian realisasi.
9. tujuan lain laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi tentang aktivitas
keuangan yang berguna untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan earnings. Laporan harus berisi informasi
terutama aspek faktual dari transaksi perusahaan yang dimiliki dan diprediksi akan
dimiliki konsekuensi kas yang signifikan. Laporan harus memuat data yang memerlukan
penilaian dan interpretasi minimal oleh penyaji laporan keuangan.
10. tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat untuk
memprediksi proses. Ramalan keuangan harus disediakan untuk mempertinggi
reliabilitas prediksi pengguna.
11. tujuan laporan keuangan untuk pemerintah dan lembaga non-profit adalah menyediakan
informasi yang bermanfaat untuk mengevaluasi efektifitas manajemen sumber daya
dalam mencapai tujuan organisasi. Pengukuran kinerja harus dihitung pada sasaran yang
diidentifikasi.
12. tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi tentang aktivitas
perusahaan yang mempengaruhi masyarakat yang dapat ditentukan, digambarkan dan
diukur adalah peranan penting perusahaan di lingkungan sosialnya.
Komite tidak menunjukkan aturan struktural untuk tujuan-tujuan tersebut, tetapi sebuah studi
oleh Anton dan studi lainnya oleh Sorter dan Gans dirancang dalam sebuah rerangka hirarkis.

Tujuan Laporan Keuangan


Tujuan 1
Tujuan tertinggi sesuai dengan ASOBAT dan APB Statement 4. Tujuan 1 saling tumpang tindih
dengan standar relevansi dan pedoman kepatutaan penggunaan diharapkan ASOBAT dan
tujuan umum dari APB Statement 4.
Tujuan ini bukan tujuan operasional, melainkan suatu pernyataan yang luas tentang tujuan
atau arah proses penyusunan standar

Tujuan 2
Tujuan kedua menggambarkan pengguna utama laporan keuangan. Dengan zeroing
mengetahui pengguna dengan otoritas, kemampuan dan sumber-daya yang terbatas. Komite
Trueblood berbeda dengan kedua pendahulunya. Dalam istilah kemampuan, tidak ada yang
dikatakan ASOBAT, sampai batas tertentu dibahas APB Statement 4, pengguna diharapkan
mengetahui laporan dan informasi keuangan. Pilihan untuk melayani pengguna dengan
keterbatasan terlihat sebagai pilihan yang tidak biasa dalam menyalakan hipotesis pasar
efesien, karena badan riset menyatakan bahwa investor yang naif tidak dihukum pada pasar
efesien sepanjang mereka memiliki keragaman yang sesuai.
Sorter dan Gans menyangkalnya:
Tujuan ini mungkin tujuan yang paling salah dimengerti dari semua tujuan. Walaupun
mungkin diinterpretasikan dengan arti bahwa laporan keuangan harus melayani
(pengguna) dengan kemampuan terbatas, bukanlah perhatian kelompok studi...
Laporan keuangan seharusnya tidak melayani kebutuhan khusus atau sempit dari
pengguna khusus tetapi seharusnya melayani kebutuhan umum dari semua pengguna
implikasi tujuan ini antara lain:
(1) Laporan Keuangan harus full disclosure dan (2) informasi harus disajikan secara
sederhana..
Keterbatasan kemampuan menunjukkan perlunya pengungkapan penuh dan luas serta
laporan keuangan yang bertujuan umum (general purpose). Lebih jauh, pembahasan
kelompok pengguna utama dalam Trueblood Report menunjukkan sebuah prtimbangan nilai
secara ekstrim, pengguna biasa berbeda, keputusan ekonominya secara esesial adalah serupa,
pada gilirannya, secara deduktif mengarah pada gagasan bahwa kelompok pengguna
membutuhkan informasi yang serupa dan menjadi pembenaran keharusan laporan keuangan
bertujuan umum dengan pengungkapan, seperti kutipan Sorter dan Gans.

Tujuan 3
Tujuan ketiga menunjukkan pentingnya laporan arus kas. Pengguna informasi ini adalah
pemberi pinjaman dan kreditur. Meskipun keduanya adalah pengguna yang paling penting,
7

tetapi tidak jelas mengapa diperlukan kebijakan nilai komite yang menyatakan bahwa
keputusan pengguna dan informasi yang dibutuhkan secara luas adalah homogen.
Karena cash flow yang dibahas bersifat masa depan (berkemiungkinan), maka harus
diprediksikan bagaimana mencapai kualitas yang tinggi terhadap operasi dan informasi
keuangan.

Tujuan 4
Earning power adalah sesuatu yang penting dan dipandang sebagai satu ukuran yang sangat
bermanfaat untuk memprediksikan membandingkan dan mengevaluasi potensi cash flow.
Dalam jangka panjang cash flow dan earning memiliki korelasi yang sangat kuat.
Dalam jangka pendek earnings secara aktual dapat menjadi prediktor yang baik terhadap
kemungkinan kenaikan kas daripada cash flow sendiri, karena kebanyakann earnings bersifat
non-operasional dan dikembalikan pada perusahaan dengan tujuan cash flow dan earnings
pada masa yang akan datang.

Tujuan 5
Kata akuntabilitas telah digunakan dalam Trueblood Report dan oleh Sorter dan Gans.
Akuntabilitas mengalami perluasan ke luar konsep stewardship (terbatas pada fungsi
mempertahankan asset dan memastikan digunakan sesuai dengan tujuan investor). Di sini ,
akuntantabilitas juga meliputi gagasan pemanfaatan asset secara efektif dan efresien untuk
mencapai tujuan perusahaan memaksimalkan cash-flow pada masa yang akan datang yang
konsisten dengan tingkat resiko yang ada. Dengan demikian akuntabilitas dan evaluasi yang
digunakan pada tujuaj 3 dan 4 dapat saling tumpang tindih secara signifikan.

Tujuan 6
Kata kunci pada tujuan keenam adalah faktual dan interpretatif. Perbedaan antara kedua
kualitas ini dihubungkan dengan konsep siklus berbagai perusahaan. Siklus tersebut bisa jadi
luas maupun sempit. Akuisisi, pemakaian dan disposisi aktiva tetap akan menjadi contoh
siklus yang luas. Siklus terluas akan meliputi perusahaan itu sendiri. Siklus yang paling sempit
adalah kas ke persediaan dan dari piutang ke kas. Dari sudut pandang siklus, semakin luas
siklus semakin interpretatif dan semakin tidak faktual suatu informasi akuntansi. Untuk siklus
yang luas seperti akuisisi, pemakaian dan disposisi aktiva tetap, current value aktiva tetap
menunjukkan kemajuan menuju penyelesaian siklus, meskipun nilai tersebut berhubungan
dengan sejumlah ketidakpastian.
Secara umum dapat dikatakan, laporan arus kas menyediakan informasi yang lebih faktual
dan kurang intrepetatif, dibandingkan dengan laporan laba rugi. Laporan laba rugi lebih faktual
dan kurang interpretatif daripada neraca. Tujuan 6 merupakan dasar untuk menyajikan tipe
dan kualitas informasi yang berbeda kepada pengguna.

Tujuan 7, 8 dan 9
Tujuan 7, 8 dan 9 berkaitan dengan neraca, laporan laba rugi dan sebuah laporan aliran dana
yang berguna untuk memprediksi, membandingkan dan mengevaluasi kemampuan
perusahaan menghasilkan earnings, tanpa menentukan format laporan-laporan tersebut.
Pada laporan posisi keuangan (neraca) current value menunjukkan present value arus kas
pada masa yang akan datang sebagaimana yang ditentukan pasar. Karenanya nilai tersebut
berguna untuk memprediksi, membandingkan dan mengevaluasi kemampuan perusahaan
menghasilkan earnings. Selain kas, pada batas yang sedikit lebih rendah, perkiraan-perkiraan
dan piutang wesel, mayoritas asset merupakan hasil siklus yang tidak lengkap dan karenanya,
current valuation kalau dibandingkan dengan historical cost akan memperlihatkan informasi
yang interpretatif dimana terjadi siklus yang tidak lengkap. Walapun tidak berarti semua
informasi historical cost adalah faktual.
Laporan laba rugi terbatas pada siklus earnings lengkap, dengan mengeliminasi ukuran beban
yang berhubungan dengan asset jangka panjang yang dikonsumsi sepanjang periode. Walau
demikian, laporan tipe ini tidak akan sama manfaatnya dengan model yang lebih lengkap
untuk memprediksi, membandingkan dan mengevaluasi kemampuan perusahaan
menghasilkan earnings. Tujuan ini dapat dicapai lebih lanjut dengan pengukuran current value
dari asset yang sudah kadaluarsa, daripada menggunakan pendekatan historical cost. Komite
sendiri terpecah, pada pertanyaan apakah angka earnings memasukkan valuation change
relative pada aktiva yang tidak kadaluarsa. Laporan tersebut membutuhkan multi-step income
statement yang memisahkan jumlah komponen earnings yang memiliki derajat kepastian
relatif dengan basis faktual.
Laporan aktivitas keuangan akan melengkapi dua laporan lainnya karena terdapat begitu
banyak ketidakpastian tersehadap informasi yang disajikan. Laporan tersebut akan
memusatkan perhatian pada dampak yang timbul pada perubahan kas (seperti pendapatan
8

dan pembelian). Laporan akan memperlihatkan akuisisi dan disposisi aktiva aktiva, perubahan
pada hutang jangka panjang, serta kontribusi dan distribusi modal. Informasi yang tidak
ditunjukkan di tempat lain sepertikomitmen pembelian dan sales backlog differential akan
terlihat pada laporan ini. Semua komponen tersebut pada dasarnya faktual, walaupun
beberapa komponen (seperti aktiva tetap) tetap berada dalam siklus yang tidak lengkap.

Tujuan 10
Ramalan keuangan, tentu saja seutuhnya bersifat interpretatif. Akibatnya perkiraan ini tidak
dipengaruhi oleh optimisme dan pesimisme yang berlebihan. Lebih jauh KAP tidak terlalu
berambisi untuk mengauditnya. Saat ini SEC mendorong tetapi sama sekali tidak
mewajibkan perusahaan membuat ramalan keuangan tersebut. Manfaatnya adalah untuk
memprediksi, membandingkan dan mengevaluasi kemampuan perusahaan menghasilkan
earnings menjadi lebih jelas.

Tujuan 11 dan 12
Kedua tujuan ini berada di luar ruang lingkup teks ini, sehingga tidak akan dibahas di sini.
Namun demikian, akuntansi untuk pemerintahan dan organisasi nirlaba menjadi sebuah
wilayah penting. Biaya sosial yang tidak ditanggung oleh perusahaan adalah topik yang
menarik. Terdapat banyak aktivitas bisnis yang tidak dilaporkan pada laporan keuangan .

Kesimpulan Trueblood Report


Trueblood Report juga berisi satu bab pendek tentang Karakteristik Kualitaif Pelaporan yang
didasarkan pada standar dan pedoman ASOBAT dan tujuan kualitatif APB Statement 4. Selain
itu terdapat sebuah bab singkat tetapi bermanfaat tentang ragam sistem penilaian
akuntansi. Laporan tersebut mengungkapkan keyakinan bahwa dasar penilaian yang berbeda
adalah tepat untuk asset dan liabilitas yang berbeda. Sebuah pandangan yang mengabaikan
argumen aditivitas.
Pada defenisi tujuan laporan keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan harus dinilai.
Kritikan yang disampaikan, tujuan tersebut jelas bukan tujuan operasional yang secara
spesifik terjadi dalam praktik. Walaupun kritik tersebut benar, tetapi tidak relevan. Tujuan
tersebut merupakan tahap penting menuju pembentukan rerangka konseptual dari tujuan,
yang lebih berarti.
Terakhir, penting untuk mengatakan bahwa Trueblood Report menekankan pada pentingnya
laporan arus kas bagi pengguna dan adanya hubungan antara pengukuran earning power
dengan peningkatan cash-flow pada masa yang akan datang. Orientasi earning power pada
pendapatan yang didasari pada pendapatan ekonomi adalah perubahan pada present value
dari future cash flow discounted pada sebuah tarif yang tepat.

SATTA
Komite Eksekutif AAA membentuk SATTA pada tahun 1973 dengan tujuan yang secara umum
sama dengan ASOBAT pada dekade terdahulu untuk mengadakan suatu survai literarur
akuntansi keuangan pada saat itu dan menghasilkan sebuah laporan yang menunjukkan posisi
relatif profesi terhadap teori akuntansi. Lapora tersebut mencapai tujuannya secara
mengagumkan, namun tidak memuaskan para teoritisi akuntansi dan pembuat kebijakan.
Untuk memahami SATTA secara utuh, diperlukan pemahaman terhadap hubungannya dengan
ASOBAT. Kedua dokumen yang dihasilkan AAA tersebut tentu memiliki kesamaan pedoman.
ASOBAT mencoba menembangkan pedoman metateori untuk mengevaluasi informasi
akuntansi dan menilai sistem. SATTA di sisi lain mempertimbangkan sistem penilaian
akuntansi sebagai pertimbangan teoritis dan menyebutkan alasan mengapa tidak
memungkinkan mengembangkan kriteria yang membolehkan profesi secara tegas menerima
sistem penilaian tunggal untuk akuntansi. Dampaknya SATTA menjadi dokumen yang memberi
perhatian pada kemungkinan mengadopsi teori penilaian apapun.

Pendekatan Teori dalam Akuntansi


Classical Approaach
SATTA secara ringkas menelusuri dan mengkatagorikan berbagai sistem penilaian yang
disajikan dalam literatur. Sistem yang lebih lama diklasifikasikan sebagai pendekatan klasik
dalam pengembangan teori. Sebagian besar pendekatan ini bercirikan: bersifat normatif dan
deduktif, dan tidak memperhatikan kebutuhan pengguna, walaupun disadari pendekatan ini
memiliki keunggulan dari metode lain dalam memenuhi kebutuhan pengguna. Dalam beberapa
kasus para penulis menggunakan (menurut SATTA) pendekatan induktif .

various valuation system of accounting

Theory Approach in Accounting

Decision-Usefulness Approach
Di antara pendekatan kontemporer pada teori akuntansi adalah riset yang memberi perhatian
pada pengguna laporan akuntansi, keputusannya, informasi yang diperlukan dan kemampuan
pengguna dalam mengolah informasi.
Pendekatan ini dibagi dua:
Desicion-Model Orientation
Rerangka metateoritis yang dikembangkan pada ASOBAT dan the Trueblood Report
mencerminkan desicion-model orientation, dengan ciri
Bersifat normatif dan deduktif, karena sistem teoritis memenuhi sedekat mungkin
kriteria rerangka metateoritis
Penekanan pada beberapa bentuk relevansi keputusan tertentu oleh kelompok pengguna
tertentu.
Kriteria relevansi merupakan instrumen dalam mengukurb asset, liabilitas, dan transaksi
income
Pendekatan ini berasal dari model berasal dari keputusan investasi formal, seperti arus kas
diskonan. Karena pendekatan ini sesuai untuk mengkomunikasikan informasi yang relevan
untuk pembuatan keputusan, tidak masalah kalau pengguna tidak memahami atau lebih
menyukai sistem ini. Setidaknya seseorang berpendapat bahwa seseorang harus terdidik
untuk memahami metode tersebut, sebuah argumen yang konsisten dengan rerangka
normatif. Walau demikian, pekerjaan memilih satu model secara normatif dan
memaksakannya pada pengguna, khususnya pada saat mereka tidak memilih dan
memahaminya, tentu jauh lebih berat.
Decision-Maker Orientation
Hal penting pada orientasi ini adalah lebih bersifat deskriptif (bukan normatif) karena
mencoba mencari informasi aktual yang digunakan atau diinginkan. Diasumsikan informasi
yang dibutuihkan harus tersedia, karenanya selain deskriptif, orientasi ini juga bersifat
induktif (empiris). Sebagian besar behavioral research pada bab 2, termasuk dalam
orientasi ini.
Meskipun banyak informasi yang diperoleh dari penelitian dengan menggunakan
pendekatan ini, tidak ada pendapat kuat yang muncul untuk metode pengukuran khusus
(dibahas pada bab 13). Pengungkapan current cost pada SFAS no. 33 tidak dapat dipahami
dengan baik oleh pengguna, sementara, pendekatan decison model bersifat normatif, hal ini
menghasilkan saran untuk sistem pengukuran khusus.

Information Economics Approach


Information Economics yang diterapkan pada teori akuntansi tidak secara langsung
berhubungan dengan sistem pengukuran alternatif. Malah, berhubungan dengan masalah
biaya dan manfaat yang muncul dari produksi dan penggunaan informasi. Informasi akuntansi
dipandang sebagai economic good. Sebuah pandangan yang belum dipertimbangkan
sebelumnya dalam pembentukan teori.

Kelemahan Pendekatan yang Ada terhadap Teori


Penolakan terhadap SATTA berhubungan dengan tidak tercapainya akhir sebuah teori
yaitu, diterimanya sebuah sistem penilaian tertentu.

Deficiencies of Present Approaches to Teory

10