Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN AUDIT PRODUKSI BERSIH (TAHAP 4)

BESERTA REVISI TAHAP 1 DAN TAHAP 3


DI LABORATORIUM TEKNIK

dibuat untuk memenuhi salah satu tugas Teknik Produksi Bersih

Oleh:
Nama

Kelas

: 1. Arif Imanuddin

NIM. 141411003

2. Septi Intan Solichah

NIM. 141411027

3. Wiranto Subroto

NIM. 141411031

: 3A D3 Teknik Kimia

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016

BAB 1
PERSIAPAN
1.1

Nama Kegiatan
Melakukan proses audit produksi pada alat filter testing unit Laboratorium Teknik,
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

1.2

Pelaksana

: Arif Imanuddin (141411003)


Septi Intan Solicha (141411027)
Wiranto Subroto (141411031)

1.3

Waktu Kegiatan
Proses audit produksi bersih di Laboratorium Teknik, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik
Negeri Bandung dilaksanakan pada bulan November dan Desember tahun 2016 serta
bulan Januari tahun 2017.

1.4

Form tim Satuan Tugas Audit Produksi Bersih


Tabel 1. Satuan tugas beserta tanggung jawab

No.

Jabatan

Nama

NIM

1.

Ketua Tim

Arif Imanuddin

141411003

Tanggung Jawab

Melakukan koordinasi dengan


pihak kepala Laboratorium
Teknik

Memantau
dalam

kinerja

anggota

pelaksanaan

audit

produksi bersih

Bertanggung jawab terhadap


hasil dan solusi dari peluang
yang direkomendasikan

2.

Anggota-1

Septi Intan Solicha 141411027

Melaksanakan

pendataan

proses secara keseluruhan

Melakukan inventarisasi dan


pengumpulan

data

kondisi

alat, penggunaan bahan baku,

hasil proses, dan efisiensi


proses

selama

bulan

kebelakang
3.

Anggota-2

Wiranto Subroto

141411031

Mensintesis
peluang

solusi
yang

dari

mungkin

diterapkan

Memantau dan mengevaluasi


pelaksanaan dari solusi yang
diterapkan

1.5

Tujuan dilakukan Audit Produksi Bersih


Tujuan dilaksanakannya audit produksi bersih di alat filter testing unit Laboratorium
Teknik Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung yaitu:

1.6

Penghematan terhadap pembelian bahan baku sampai 80% untuk 6 bulan petama

Meminimalisasi ceceran dari bahan baku hingga 60% untuk 2 minggu pertama

Ruang Lingkup Audit Produksi Bersih

Audit Terhadap Manajemen Produksi Bersih


o Kebijakan atau peraturan dari pihak kepala Laboratorium Teknik mengenai
produksi bersih

Audit Terhadap Produksi Bersih


o Bahan baku dan pendukung
o Limbah yang dihasilkan
o Peralatan

1.7

No.

Penyusunan dan Penetapan Rencana Kerja Produksi Bersih

Nama Kegiatan

November
(2016)
4

1.
2.
3.

Persiapan
Pembuatan komitmen pihak
kepala Laboratorium Teknik
Pembentukan Satuan Tugas
Penyusunan ruang lingkup

Waktu Kegiatan
Desember
(2016)
1
2
3
4

Januari
(2017)
1
2

4.
5.
6.
7.
8.
9.

10.
11.
12.
13.

dan tujuan
Penyusunan rencana kerja
Pengumpulan Data
Desk study
Kunjungan lapangan
Pelaksanaan Tahap 3
Penyusunan kesetimbangan
material dan energi
Analisis peluang produksi
bersih
Mensintesis kegiatan produksi
bersih yang dapat dilakukan
Pelaksanaan Tahap 4
Penerapan solusi yang
direkomendasikan
Pemantauan dan evaluasi
Pelaksanaan Tahap Akhir
Penyusunan laporan
Pelaporan hasil audit ke pihak
terkait

BAB II
ASSESSMENT
2.1 Desk Study
Desk study ini merupakan tahap pengumpulan data berbagai aspek yang terkait
dengan produksi bersih Filter Testing Unit. Aspek tersebut dapat mendukung dan menunjang
penerapan produksi bersih di Laboratorium Teknik Kimia. Informasi mengenai data berbagai
aspek tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber, di antaranya adalah :
a. Teknisi Laboratorium Teknik Kimia
b. Laporan praktikum LABTEK I modul Filter Testing Unit

Beberapa aspek yang ditinjau adalah sebagai berikut :


1) Aspek Umum

Tata tertib laboratorium

2) Aspek Proses/Teknis

Skema alat dan diagram alir proses

3) Aspek Produk dan Bahan

Jenis, volume, dan komposisi bahan baku dan bahan pendukung

Jenis, volume, dan komposisi produk

4) Aspek Ekonomis

Biaya bahan

5) Aspek Lingkungan Hidup

Daftar limbah yang dihasilkan

Hasil analisa limbah

2.1.1 Tata Tertib Laboratorium Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

TATA TERTIB LABORATORIUM TEKNIK KIMIA

PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM


1) Mahasiswa wajib membuat jurnal praktikum yang berisi ringkasan jobsheet dan halhal terkait persiapan praktikum.
2) Praktikan wajib memakai jas lab, sepatu tertutup, & APD yang sesuai.
3) Praktikan tidak diperbolehkan makan, minum, dan bergurau di laboratorium.
4) Yang diperkenankan dibawa sampai di meja praktikum hanya petunjuk praktikum,
jurnal praktikum, alat tulis, dan peralatan/berkas tugas yang harus dilakukan.
5) Praktikan wajib membawa lap dan alat-alat kebersihan lainnya untuk digunakan
sebelum dan sesudah praktikum.
Gambar 2.1 Tata tertib laboratorium teknik kimia
Sumber: (Laboratorium Teknik Kimia)

2.1.2 Skema Alat dan Diagram Proses

Gambar 2.2 Skema alat dan diagram proses


Sumber: (Laboratorium Teknik Kimia)

2.1.3 Data Dari Teknisi


Auditor (A) : Dari manakah sumber bahan baku yang digunakan untuk praktikum dan
biaya yang dibutuhkan untuk membeli bahan tersebut?
Bapak Acep (B) : Bahan kapur yang digunakan untuk praktikum sudah dalam kondisi halus
(sudah dibakar) yang artinya sudah siap untuk digunakan. Kapur dibeli di toko besi material
ataupun di toko bahan kimia seperti BRATACHEM dengan harga Rp 50.000/karung. Massa
setiap karung adalah 25 kg.

A : Kapan pembelian kapur tersebut dilaksanakan? Apakah kapur sebanyak 25 kg


mencukupi untuk semua mahasiswa yang praktikum?
B : Kapur dibeli secara rutin pada awal semester. Kapur sebanyak 25 kg biasanya mencukupi
untuk satu semester, namun terkadang cake yang terbentuk dari hasil praktikum ini langsung
dibuang oleh mahasiswa sehingga terjadi pemborosan bahan baku. Adapun faktor kegagalan
pada praktikum yang menyebabkan penggunaan kapur menjadi berlebih.

A : Cake hasil praktikum sebaiknya dikemanakan?


B : Cake hasil praktikum sebaiknya dikeringkan dengan penjemuran di bawah sinar matahari.
Cake yang telah kering ditumbuk agar dapat digunakan kembali sebagai bahan baku. Dengan
dilakukan proses tersebut maka dapat dilakukan efisiensi atau penghematan bahan baku.

A : Apakah ada instruksi mengenai daur ulang cake terhadap mahasiswa yang akan
praktikum? Mengapa masih ada mahasiswa yang mebuang cake tersebut?
B : Kepala Laboratorium Teknik Kimia sudah menginstruksikan kepada mahasiswa saat
pembicaraan awal praktikum mengenai daur ulang cake tersebut. Kemungkinan terjadi
human error sehingga praktikan lupa mengeringkan cake dan langsung dibuang ke
lingkungan.

A : Kapan perbaikan alat Filter Testing Unit dilakukan?


B : Setiap awal semester, alat-alat yang akan digunakan untuk praktikum dilakukan
pemeriksaan secara rutin.

2.1.4 Perlakuan Terhadap Cake Hasil Praktikum


Pada bagian ini, auditor mengambil sampel dalam satu kelas yang sama dengan 8
kelompok didalamnya. Berikut ini adalah perlakuaan terhadap cake hasil praktikum
Kelompok 1: disimpan dan disatukan dengan cake kelompok sebelumnya
Kelompok 2: dibuang
Kelompok 3: dibuang
Kelompok 4: dibuang
Kelompok 6: disimpan di dalam ember, tetapi tidak tahu perlakuan selanjutnya
Kelompok 7: dibuang
Kelompok 8: dibuang

2.2 Kunjungan Lapangan


Kunjungan lapangan dilakukan untuk mengetahui secara langsung gambaran riil
proses yang terjadi di laboratorium. Dengan dilakukannya wawancara ini diharapkan data
yang diperoleh dapat mendukung kegiatan audit yang akan dilakukan. Adapun beberapa
narasumber adalah sebagai berikut.
a. Teknisi Laboratorium Teknik Kimia
b. Dosen pembimbing praktikum modul Filter Testing Unit
c. Mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2015 yang sudah praktikum modul Filter Testing
Unit

2.2.1 Wawancara dengan Narasumber: Teknisi Lab. Teknik Kimia


A : Kendala apa saja yang terjadi pada saat praktikum dilaksanakan?
B:-

Pompa vakum yang performanya sudah menurun, karena telah digunakan sejak tahun
1979 dan belum pernah ada penggantian pompa

Terjadi penyumbatan di pompa. Hal ini dapat terjadi karena masih ada kapur yang
tertinggal di selang (pembersihan setelah praktikum masih kurang maksimal)

Pemasangan media filter harus presisi. Jika tidak presisi meskipun hanya lebih atau
kurang dari 0,5 cm dapat berpengaruh pada saat proses yang kemudian akan
menimbulkan kebocoran di sekitar media filter tersebut.

2.2.2 Wawancara dengan Narasumber: Dosen pembimbing praktikum modul Filter


Testing Unit
A : Apakah ada keluhan saat praktikum?
B : Sering terjadi kebocoran. Selain itu, slurry yang digunakan pun terkadang tersumbat
A : Apakah ada instruksi untuk merecovery cake?
B : Ada instruksi dari ketua laboratorium pada saat pembicaraan awal praktikum agar cake
yang dihasilkan tidak langsung dibuang, akan tetapi dikeringkan oleh mahasiswa. Kemudian
cake yang sudah kering di tumbuk dengan teknisi sehingga dapat digunakan kembali untuk
praktikum selanjutnya.
A : Apakah terjadi ceceran/tumpahan selama praktikum?
B : Ya karena adanya kebocoran.

2.2.3 Wawancara dengan Narasumber: Mahasiswa 1


A : Apakah ada keluhan saat praktikum?
B : Ada, seperti pengadukan harus dilakukan manual karena kerusakan motor, tutupnya
mudah pecah (sudah diganti 2 kali), dan slurry menyumbat saluran.
A : Apakah ada instruksi untuk merecovery cake?
B : Tidak ada instruksi dari pembimbing maupun teknisi. Setelah melakukan praktikum, cake
hasil praktikum dibuang begitu saja
A : Apakah terjadi ceceran/tumpahan selama praktikum?
B : Iya, terutama pada bagian filter

2.2.4 Wawancara dengan Narasumber: Mahasiswa 2


A : Apakah ada keluhan saat praktikum?
B: Terdapat kebocoran pada bagian filter, motor pengaduk harus dipancing untuk memulai
pengadukan (rusak), dan pompa vacuum harus diperlakukan khusus untuk menggunakannya.
A: Apakah ada instruksi untuk merecovery cake?
B: Tidak ada,

2.2.5 Wawancara dengan Narasumber: Mahasiswa 3


A : Apakah ada keluhan saat praktikum?
B : Sering terjadi kebocoran karena tutup filtrat yang kurang pas (sudah retak). Pompa vakum
harus dipegang terus (tidak praktis). Pengaduk (motor) sudah mulai rusak.
A : Apakah ada instruksi untuk merecovery cake?
B : Tidak ada instruksi. Cake yang dihasilkan dilarutkan kemudian dibuang ke saluran air
A : Apakah terjadi ceceran/tumpahan selama praktikum?
B : Karena adanya kebocoran sehingga terjadi ceceran bahan.

BAB III
KESETIMBANGAN MATERIAL DAN ENERGI
2.3 Neraca Material

Gambar 3.1 Neraca material proses filtrasi


Sumber: (Laporan Praktikum Kelompok 8 2C-D3 Teknik Kimia, 2016)

2.4 Kebutuhan Energi


Proses yang terjadi dalam Filter Testing Unit hanya proses fisika. Adapun energi yang
digunakan hanya energi listrik, yang digunakan oleh alat pengaduk, pompa umpan
(slurry), dan pompa vakum. Berikut ini penggunaan listrik untuk ketiga alat tersebut.
Pengaduk

: 350 watt per jam

Pompa umpan

: 380 watt per jam

Pompa vakum

: 380 watt per jam

Total

: 1110 watt per jam


: 1,11 kWh

2.5 Kesetimbangan Material dan Energi

Gambar 3.2 Neraca material dan energi proses filtrasi


Sumber: (Laporan Praktikum Kelompok 8 2C-D3 Teknik Kimia, 2016)

Diperkirakan adanya perbedaan massa cake dengan CaCO3 di slurry adalah adanya
ceceran yang terjadi selama praktikum berlangsung. Selain dari kelompok 8, berikut ini
adalah data neraca material dari 7 kelompok lainnya, kelas 2B D3 Teknik Kimia dan
perlakuan terhadap cake yang dihasilkan.
Tabel 3.1 Neraca material hasil praktikum kelas 2B D3 Teknik Kimia

Kel.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Massa CaCO3
slurry
(gram)
500
300
400
300
500
300
400
500

Volume air
slurry
(L)
6
6
6
6
6
6
6
6

Massa CaCO3
(cake)
(gram)
446,4
293,7
387,7
270,2
458,2
282,0
340,7
469,9

Volume air
filtrate
(L)
5,7
5,8
5,8
5,8
5,7
5,8
5,6
5,8

Perlakuan
terhadap cake
disimpan
dibuang
dibuang
dibuang
dibuang
disimpan
dibuang
dibuang

2.6 Sintesis
a. Alternatif Opsi Produksi Bersih
1) Penggunaan kembali cake hasil praktikum
Berdasarkan Tabel 3.1 menunjukkan bahwa 6 dari 8 kelompok dalam satu kelas
membuang cake hasil praktikum Filter Testing Unit. Meskipun CaCO3 ini tidak berbahaya
bagi lingkungan seperti yang ditunjukkan pada lampiran 1 (reaktivitas stabil pada suhu
dan tekanan normal), akan lebih baik jika cake tersebut digunakan kembali. Mengingat
bahwa cake yang dihasilkan hanya bercampur dengan air saja (tidak terkontaminasi). Hal
ini akan memberikan penghematan materi untuk pembelian bahan baku berikutnya.

2) Melengkapi sekrup pada bagian tutup tangki filtrasi


Adanya sekrup yang hilang akan mengakibatkan terjadinya ceceran slurry selama
proses berlangsung sesuai dengan hasil wawancara yang terlampir pada BAB 2. Maka dari
itu sekrup perlu dilengkapi untuk memperkuat cengkraman tutup tangki sehingga tidak
terjadi kebocoran.

b. Langkah Penerapan Alternatif Produksi Bersih


1) Penggunaan kembali cake hasil praktikum
Cake dikeringkan di lingkungan sekitar (tidak terlalu banyak angin).
Cake yang sudah kering ditumbuk agar dapat digunakan kembali

2) Melengkapi sekrup pada bagian tutup tangki filtrasi


Pembelian sekrup baru yang sesuai ukuran
Pemasangan oleh teknisi

TAHAP IV
EVALUASI KELAYAKAN DAN REKOMENDASI OPSI
4.1 Evaluasi Kelayakan Teknis
3) Penggunaan kembali cake hasil praktikum
1) Proses
Tabel 4.1 Evaluasi kelayakan teknis bagian proses
No.

Kriteria Proses

1.

Kapasitas utilitas

2.

Masalah lingkungan yang


mungkin muncul

3.

Pemanggilan tenaga ahli dari luar


untuk penerapan opsi

4.

Kemungkinan kegagalan dalam


penerapan opsi

Analisis

Kapasitas utilitas tetap sama karena tidak ada


perubahan proses serta jenis dan jumlah bahan
baku yang digunakan sama, yaitu CaCO3
Tidak akan ada masalah lingkungan karena hasil
praktikum (cake) digunakan kembali untuk
bahan baku praktikum selanjutnya. Dengan kata
lain tidak ada limbah yang dihasilkan (dibuang
ke lingkungan)
Tidak diperlukan pemanggilan tenaga ahli dari
luar untuk penerapan opsi, hanya diperlukan
pencerdasan dan komitmen untuk praktikan
Kemungkinan kegagalan berupa terjadinya
penyumbatan selama proses sangat kecil. Hal ini
dikarenakan cake hasil praktikum sebelumnya
sudah dikeringkan dan ditumbuk

2) Bahan
Tabel 4.2 Evaluasi kelayakan teknis bagian bahan

No.

Kriteria Bahan

1.

Termasuk ke dalam bahan


berbahaya dan beracun

2.

Daur ulang

3.

Jumlah bahan

Analisis
Bahan yang digunakan tidak termasuk ke dalam
bahan berbahaya dan beracun, dimana
reaktivitas stabil pada suhu dan tekanan normal
CaCO3 hasil praktikum (cake) dapat dikeringkan
dan digunakan kembali karena pelarut yang
digunakan hanya air (tidak terkontaminasi)
Karena bahan yang digunakan adalah CaCO3
hasil dari praktikum sebelumnya, maka jumlah
bahan yang digunakan akan tetap sama dan
tidak diperlukan pembelian bahan baku baru

4) Melengkapi sekrup pada bagian tutup tangki filtrasi


1) Proses
Tabel 4.3 Evaluasi kelayakan teknis bagian proses
No.

Kriteria Proses

Analisis

1.

Kapasitas utilitas

2.

Pemanggilan tenaga ahli dari luar


untuk penerapan opsi

Kapasitas utilitas tetap sama karena tidak ada


perubahan proses maupun bahan, hanya berupa
penambahan komponen saja
Tidak diperlukan pemanggilan tenaga ahli dari
luar untuk penerapan opsi, hanya diperlukan
teknisi untuk pemasangan sekrup

4.2 Evaluasi Ekonomis


a. Penggunaan kembali cake hasil praktikum
Berdasarkan Tabel 3.1 menunjukkan bahwa 6 dari 8 kelompok dalam satu kelas
membuang cake hasil praktikum Filter Testing Unit. Meskipun CaCO3 ini tidak berbahaya
bagi lingkungan seperti yang ditunjukkan pada lampiran 1 (reaktivitas stabil pada suhu dan
tekanan normal), akan lebih baik jika cake tersebut digunakan kembali. Mengingat bahwa
cake yang dihasilkan hanya bercampur dengan air saja (tidak terkontaminasi). Hal ini akan
memberikan penghematan materi untuk pembelian bahan baku berikutnya. Berikut ini adalah
data penghematan yang didapat jika cake hasil praktikum tersebut digunakan kembali.
Harga bahan per karung = Rp. 50.000
Massa bahan per karung = 25 kg
Massa CaCO3 yang terbuang (jika tidak digunakan kembali) per kelas = 3,2 kg
Total massa CaCO3 yang terbuang (4 kelas) = 12,8 kg
Penghematan materi (uang) = Rp. 25.600
Selain itu, dengan penggunaan kembali cake hasil praktikum maka tidak diperlukan
pembelian bahan baku baru.

b. Melengkapi sekrup pada bagian tutup tangki filtrasi


Dalam melengkapi sekrup, diperlukan biaya untuk pembilan. Adapun rincian biaya
yang diperlukan adalah sebagai berikut
Sekrup yang hilang

= 5 buah

Harga per satu sekrup

= Rp. 17.000,-

Total

= Rp. 85.000,-

4.3 Rekomendasi
Hasil akhir dari proses audit ini sesuai dengan yang dijelaskan pada BAB 1
tujuannya ada 2. Sehingga opsi yang direkomendasikan pun ada 2 poin, yang mendukung 2
tujuan yang ada. Berikut ini adalah opsi yang direkomendasikan.

Tabel 4.4 Rekomendasi 1 produksi bersih

Komitmen dan Kebijakan


Tujuan
Sasaran
Program Produksi Bersih
Tindakan

Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA)


Pemanfaatan kembali produk hasil praktikum filter testing
unit
Penghematan terhadap pembelian bahan baku 6 bulan
sampai 80%
pertama
Penggunaan kembali limbah
Melakukan pengeringan dan penumbukan cake hasil
praktikum oleh kelompok yang bersangkutan
Bahan baku (CaCO3) praktikum bisa dari hasil praktikum
kelompok sebelumnya
Tabel 4.5 Rekomendasi 2 produksi bersih

Komitmen dan Kebijakan


Tujuan
Sasaran
Program Produksi Bersih
Tindakan

Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA)


Mengurangi ceceran
Meminimalisasi ceceran dari bahan baku hingga 2 minggu
60%
pertama
Penambahan peralatan
Melengkapi sekrup yang hilang pada bagian tutup tangki
filtrasi

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

Gambar 1. Proses wawancara dengan narasumber