Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
KKS atau Kuliah Kerja Sibermas adalah suatu Kuliah Kerja Lapangan
dengan misi mengembangkan implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi,
khususnya pengabdian pada masyarakat.
Istilah sibermas adalah suatu akronim dari Sinergi Pemberdayaan
Masyarakat dimana reorientasi Kuliah Kerja Sibermas ini, menyesuaikan dengan
kompetensi Perguruan Tinggi, waktu, dana dan institusi mitra pengabdian dalam
kerangka otonomi daerah dan kebutuhan strategis khalayak sasaran.
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai suatu institusi riset dalam
rangka pengembangan program pemberdayaan masyarakat adalah sangat tepat
mengarahkan substansi pengabdian masyarakat pada kegiatan pembangunan
masyarakat (community development), melalui pemberdayaan masyarakat itu
sendiri (community empoverment) dengan sasaran fungsi keluarga atau sasaran
Human Development untuk menghasilkan Indeks Pembangunan Manusia (Human
Development Indeks) yang tinggi, atau pencapaian tujuan dan sasaran Millenium
Development Goals agar masyarakat bisa melanjutkan kegiatan pembangunan
yang terarah.
Langkah strategis pemberdayaan masyarakat dalam konteks KKS ini
dinilai melalui peningkatan tiga potensi SDM yang utama yaitu: (1) Pengetahuan
dan ketrampilan, (2) Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, (3) Melalui perubahan
sikap mental, perubahan kehidupan sosial dan perubahan budaya masyarakat.
Selanjutnya, dalam orientasi Kuliah Kerja Sibermas mahasiswa perlu dipahami
bahwa khalayak sasaran pemberdayaan masyarakat yang dimaksud adalah
masyarakat yang berada dalam lingkungan otoritas tertentu yaitu : Kota,
Kabupaten, Kecamatan atau Desa/Kelurahan yang secara insitusional dan
struktural memiliki institusi Pemberdayaan Masyarakat dimana anggota
keluarga menjadi subjek pembangunan yang turut berperan serta aktif dalam
peningkatan kualitas diri .
Secara hirarki, dari atas sampai kebawah pola pemberdayaan masyarakat
yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa peserta KKS bersinergi dengan lembaga-

lembaga pemberdayaan masyarakat (SIBERMAS) dilapangan menampilkan pola


dan rona kuliah kerja baru yang sinergis, terpadu, terarah dan terkoordinasi dalam
pemberdayaan bermasyarakat.
Pemikiran yang dikemukakan diatas, didasarkan pada pengalaman selama
ini yakni melalui program ini banyak dari Mahasiswa KKS yang berhasil dalam
tugasnya dilapangan dan benar-benar mampu bekerja sama dengan Kepala
Desa/Kelurahan dan Ketua LPM setempat.
A. Dasar Pelaksanaan
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional
2. Peraturan pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan
Tinggi
3. Keputusan Presiden RI :
a. Nomor : 54 tahun 2004 tentang pengalihan status IKIP Negeri
Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo
b. Nomor : 55/M tahun 2006 tentang pengangkatan Rektor Universitas
Negeri Gorontalo
4. Peraturan Mendiknas Nomor 10 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata
Kerja (OTK) Universitas Negeri Gorontalo
5. Peraturan Mendiknas Nomor 18 tahun 2006 tentang STATUTA Universitas
Negeri Gorontalo
6. Keputusan Rektor Universitas Negeri Gorontalo No: 87/H47.A2/KP/2009
tanggal 18 Maret 2009 tentang Pengangkatan Ketua LPM UNG
7. Pedoman Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Depdiknas,
Edisi VII tahun 2007.
B. Visi dan Misi
1. Visi
Kuliah Kerja Subermas (KKS) Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo,
dilaksanakan oleh pusat Kuliah Kerja (SIBERMAS)/ Pusat Pendidikan dan
Pelayanan Masyarakat (Pusat KKS dan Pusdikyanmas). Visi pusat KKS
dan Pusdikyanmas, mengacu pada visi LPM dan Universitas Negeri
Gorontalo yakni :

Terwujudnya pelaksanaan KKS dan Pusdikyanmas yang handal, inovatif


dan produktif dalam sinergi pemberdayaan masyarakat.
2. Misi
Misi Pusat KKS dan pusdikyanmas adalah sebagai berikut:
1. Memberdayakan lembaga-lembaga pendidikan melalui kerja sama
pemerintah, komite sekolah, instansi terkait dan sekolah itu sendiri
dalam memecahkan permasalahan pengelolaan pendidikan sekolah di
wilayah lokasi KKS
2. Meningkatkan

keterpaduan

fungsi

dan

peran

institusi

pusat

KKS/Pusdikyanmas dengan institusi-institusi lain yang terkait dengan


tugas-tugas pemberdayaan masyarakat.
3. Membelajarkan mahasiswa dalam memecahkan masalah-masalah
dalam masyarakat secara metodologi lmiah.
4. Membelajarkan

mahasiswa

yang

menjadi

transformator

ilmu

pengetahuan dan teknologi yang bernuansa IPTEK dan IMTAQ


5. Memberdayakan masyarakat agar mampu mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu memecahkan masalahmasalah

secara

mandiri,

mampu

berwirausaha

serta

mampu

mengembangkan potensi sumber daya alam setempat dan sumber daya


manusia dalam keluarga atau kelompok masyarakat
6. Memberdayakan
mengembangkan

masyarakat
kehidupan

agar
bersama

mampu

membina

berdasarkan

dan

kekeluargaan,

memiliki semangat dan etos kerja, kepedulian dalam meningkatkan


kesejahteraan bersama, menjunjung tinggi moralitas, etika dengan
mengembangkan kehidupan beragama serta memelihara kerukunan
hidup antar umat beragama.
1.1 Gambaran Umum Lokasi KKS
a.

Sejarah Desa Diloato


Desa Botubarani berasal dari pemekaran Desa Huangobotu pada tanggal

24 Agustus 2004. Asal usul nama Desa Botubarani adalah bahwa di desa tersebut

terdapat sebuah batu besar yang dinamakan Botubarani, pada waktu itu ditempati
oleh salah seorang pemberani yang bernama TIBARANI maka desa tersebut
dinamakan Desa Botubarani.
Sejarah Tokoh/Pemimpin Desa Botubarani adalah pada waktu berdirinya
Desa Botubarani pada tahun 2004 Pemerintah Kabupaten Bone Bolango telah
mengangkat seorang Tokoh/Pemimpin yang bernama Darma Adam dan sampai
saat ini masih memimpin desa tersebut.
Desa Botubarani dibagi menjadi 3 wilayah Dusun sebagai berikut:
Dusun I Tamboo Barat dengan jumlah Kepala Keluarga 144
Dusun II Tamboo Tengah dengan jumlah Kepala Keluarga 168
Dusun III Tamboo Timur dengan jumlah Kepala Keluarga 101
Tabel 1.1 Aparatur Pemerintah Desa Diloato Kecamatan Paguyaman Kabupaten
Boalemo
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

NAMA
Darma Adam
Salma Yunus P
Porano Pakaya
Abdullah Lakoro
Ikram Lakoro
Amin Rahim
Arpan Napu
Sino Pakaya

JABATAN
Kepala Desa
Sekretaris Desa
Kepala Urusan Pemerintahan
Kepala Urusan Pembangunan
Kepala Urusan Umum
Kepala Dusun I
Kepala Dusun II
Kepala Dusun III

b. Profil Desa
Keadaan Geografis Desa Botubarani
Luas wilayah

: 1.108 Ha

Jumlah Dusun : 3 (Tiga)


1.

Dusun I Tamboo Barat


Luas Dusun 362 Ha
2. Dusun II Tamboo Tengah
Luas Dusun 357 Ha
3. Dusun III Tamboo Timur
Luas Dusun 389 Ha
Potensi Sumber Daya Alam

PENDIDIKAN
SMA
SMA
SD
SD
SD
Paket C
SD
SMA

1.
2.
3.
4.
5.

Pertanian
Pantai
Hutan Negara
Dataran Rendah
Dataran Tinggi

: Tidak Ada
: 2,90 Km
: 738,3 Ha
: 369,7 Ha
: 738,3 Ha

Batas Wilayah :
Sebelah Utara :

Berbatasan

dengan

Desa

Buata

Kecamatan

Botupingge
Sebelah Timur :

Berbatasan dengan Desa Huangobotu Kecamatan


Kabila Bone

Sebelah Selatan :
Sebalah Barat :

Berbatasan dengan Teluk Tomini


Berbatasan dengan Kelurahan

Leato

Selatan

Kecamatan Dumbo Raya


Tinggi tempat dari permukaan laut
Suhu rata rata seharian

: 15 mdpl

: 26-30oC

Sosial Budaya Desa Botubarani


Keadaan sosial budaya masyarakat Desa Botubarani dapat terlihat dari
kependudukan, tingkat pendidikan, mata pencaharian dan agama. Berikut
kondisi sosial budaya yang ada di Desa Botubarani :
Tabel 1.2 Kondisi Sosial Budaya Desa Botubarani
NO.
URAIAN
1. KEPENDUDUKAN
Jumlah Penduduk
Jumlah Kepala Keluarga
Jumlah Laki-Laki
Jumlah Perempuan
2. TINGKAT PENDIDIKAN
Tidak Tamat SD
SD
SMP
SMA/SMK
Sarjana
3.

JUMLAH
1187
413
606
581
88
537
54
91
10

MATA PENCAHARIAN
Petani

73
5

KETERANGAN

4.

Nelayan
Kerajinan Kecil
Tenaga Kerja Swasta
PNS
Pensiunan
ABRI/POLRI
Tukang
AGAMA
Islam
Kristen Protestan
Kristen Katolik
Budha
Hindu

180
6
48
10
2
1
39
1.187

Orbitasi, waktu tempuh dan Letak Desa


Jarak ke Ibukota Kecamatan

: 2,5 Km

Jarak ke Ibukota Kabupaten

: 30 Km

Jarak ke Ibukota Provinsi

: 10 Km

Waktu tempuh ke Ibu Kota Kecamatan

: 3 Menit

Waktu tempuh ke Ibu Kota Kabupaten

: 20 Menit

Waktu tempuh ke Ibu Kota Provinsi

: 10 Menit

1.2 Tujuan Pelaksanaan KKS


a. Meningkatkan kepedulian dan kemampuan mahasiswa mempelajari dan
mengatasi permasalahan keluarga dan penduduk melalui bantuan
penyusunan dan rencana dan pendampingan pada pelaksanakan program
yang inovatif dan kreatif melalui penerapan ilmu dan teknologi bersama
masyarakat dan lembaga pedesaan lainnya.
b. Meningkatkan

kemampuan

mahasiswa

melaksanakan

kegiatan

pengembangan masyarakat sesuai arahan pembangunan manusia (Human


Development), mencapai target dan sasaran Milenium Development
Goals, Kompetensi, potensi, sumberdaya dan kemampuan lingkungan

dalam wadah kerja sama masyarakat, pemerintah, swasta, dan lembafa


lainnya.
c. Menggalang komitmen, kepeduliaan dan keterampilan, KB dan
kesehatan, serta pembinaan lingkungan untuk membangun keluarga yang
bahagia dan sejahtera. Kerja sama berbagai stakeholders (Pemda, swasta,
LSM, dan masyarakat) dalam upaya pengentasan kemiskinan, kelaparan
mengatasi permasalahan dan ketidak berdayaan penduduk dan kelurga
lainnya.
d. Membantu mempersiapkan keluarga dan masyarakat agar memiliki
kemampuan untuk memanfaatkan fasilitas dan dukungan yang diberikan
oleh mitra kerja pembangunan (Pemda, lembaga swasta dan LSM) dalam
perencanaan dan pengelolaan program yang bersifat partisipatif.
e. Meningkatkan kemampuan dan kompotensi mahasiswa sesuai dengan
bidang studi yang di tekuni.
1.3 Manfaat Pelaksanaan KKS
a. Terbentuknya

Posdaya sebagai sarana pemberdayaan keluarga dan

penduduk untuk pengembangan SDM dan pengentasan kemiskinan.


Sasaran utama pembentukan ini bukan semata semata dengan tujuan
membentuk Posdaya, tetapi dimaksudkan agar kelurga muda, keluarga
lansia, kaya dan miskin bisa bersilahturahmi dan saling peduli
sesamanya. Jadi sasaranya adalah bahwa Posdaya ini menjadi forum
pemberdayaan keluarga muda kurang mampu dan berkambangnya
suasana hidup gotong royong dikalangan masyarakat setempat. Posdaya
adalah forum silaturahmi dan pengembangan budaya peduli sesama anak
bangsa, forum pemberdayaan kelurga kurang mampu secara gotong
royong.
b. Terbentuknya Pengurus melalui fasilitas yang diberikan atau diupayakan
oleh mahasiswa dilakukan melalui pemanfaatan potensi sumber daya
manusia dan lainnya yang ada di sekitar Desa.

c. Tersusunya rencana program dan kegiatan pembangunan yang kreatif dan


inovatif

berdasarkan

arahan

basis

human

developmement

atau

millennium development goals (people centered development) melalui


pengembangan

kemampuan

kelurga

dan

masyarakat

dengan

mengembangkan program pembangunan yang dapat dilakukan oleh


masyarakat secara mandiri, sekaligus mengatasi permasalahan yang
dihadapi masyarakat berdasarkan potensi, minat masyarakat dan kondisi
penduduk sebagai sasaran garapan.
d. Terlaksananya program Posdaya dengan pendampingan yang dilakukan
oleh mahasiswa.
e. Makin mengecilnya jumlah keluarga kurang mampu karena mengikuti
proses pemberdayaan dan mampu melaksanakan fungsi fungsi kelurga
secara sempurna.
f. Meningkatnya kerja sama Perguruan Tinggi dengan Pemda, swsta dan
LSM.