Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN

HASIL PELAKSANAAN PENDAMPINGAN KOMPONEN MBS


DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN GORONTALO UTARA
TAHUN 2016

Disusun oleh
1. Stephen Gerungan, M.Si
2. Firdaus Laditji, S.Pd
3. Usman Kadir, S.Pd,M.Pd

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA


KABUPATEN GORONTALO UTARA
TAHUN 2016

LAPORAN HASIL PENDAMPINGAN KETERLAKSANAAN

KOMPONEN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)


DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN GORONTALO UTARA
TAHUN 2016
A. Deskripsi Umum
Keberhasilan penerapan MBS di Sekolah Dasar (SD) masih beragam.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan implementasi MBS, keberagaman
keberhasilan tersebut disebabkan antara lain oleh belum kuatnya komitmen
pengambil kebijakan pendidikan di berbagai daerah (baik tingkat Provinsi
maupun Kabupaten/Kota).Selain itu juga disebabkan oleh masih rendahnya
pemahaman pihak sekolah dan masyarakat, akan arti pentingnya hubungan
antara MBS dengan peningkatan kualitas pendidikan.Belum kuatnya komitmen
pengambil kebijakan pendidikan di berbagai daerah dan kekurang pahaman
tehadap pentingnya MBS tersebut, lebih disebabkan oleh kurangnya pemahaman
tentang berbagai aspek yang terkait dengan MBS.
Konsekwensi kesenjangan MBS tersebut pada ujungnya mengakibatkan
penerapan MBS di sekolah belum dapat berjalan secara baik. Untuk itu,
walaupun

program MBS sebagai

model

diberlakukan tetapi masih dipandang

pengelolaan

sekolah

telah

lama

perlu disosialisasikan,dilakuka rintisan

penerapannya dan dievaluasi pelaksanaannya. Salah satu program penyegaran


kembali tentang implementasi MBS adalah melalui program pendampingan MBS
yang

diselenggarakan

Diknas

Provinsi

di

tingkat

sekolah

dasar

dengan

melibatkan para pengawas diwilayah kerja masing-masing.


Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa implementasi MBS di tingkat
sekolah dasar belum berjalan maksimal. Hal ini dibuktikan oleh masih variatifnya
keterlaksanaan MBS yang dilaksanakan secara terorganisir melalui tata kelola
aspek manajerial yang optimal untuk peningkatan kualitas pendidikan.
Bagi

sekolah

yang

telah

berhasil

melaksanakan

dengan

baik,perlu

meningkatkan diri dan menjaga keberlanjutannya. Bagi sekolah yang belum


optimal menerapkan atau bahkan baru melaksanakan MBS, perlu memotivasi
diri dan membuka wawasannya tentang makna dan pentingnya MBS bagi upaya
perbaikan kualitas pendidikan di lingkup sekolah, daerah, maupun nasional.

B. Tujuan Yang diharapkan

Tujuan utama program MBS adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan


sekolah dasar dengan memfokuskan tiga pilar utama yaitu: Manajemen Sekolah,
Peran serta (partsispasi) masyarakat terhadap pendidikan sekolah dan Proses
pembelajaran di sekolah.
Tujuan lain MBS adalah meningkatkan kinerja sekolah dalam memanfaatkan
sumberdaya yang tersedia secara lebih efektif dan efisien dengan asumsi bahwa
pengambilan keputusan di tingkat sekolah lebih efektif dibanding keputusan
yang diambil oleh pemerintah karena sekolah lebih memahami kebutuhan dan
kondisi nyata sekolahnya.
C. Sasaran
Sekolah yang menjadi sasaran pendampingan MBS ini adalah sebagaimana
tabel dibawah ini:
Rincian Sekolah Sasaran dan Petugas Pendamping
No

Petugas Pendamping

1.

STEPHEN GERUNGAN,M.Si

Sekolah
Sasaran
SDN 10
KWANDANG
SDN 15
ATINGGOLA
SDN 5
GENTUMA RAYA
SDN 16
KWANDANG
SDN 10
GENTUMA RAYA

AGUSTUS/
MINGGU
II
I
I II
I
V
18
11

SEPTEMBER/
MINGGU
II
I
I
II
I
V
1

25

OKTOBER
MINGGU
II
I
II
IV
I

22
15

20

20
3
27

10
24

28

SDN 8 ATINGGOLA

2.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

12

SDN 1 SUM-TIM

20

SDN 3 SUM-TIM

SDN 4 SUM-TIM

17
24
15

SDN 5 SUM-TIM

26

SDN 6 SUM-TIM

10

SDN 8 SUM-TIM

20
22

SDN 1 PONELO

SDN 3 PONELO

10
13

SDN 9 SUM-TIM

SDN 2 PONELO

13

SDN 7 SUM-TIM

USMAN KADIR, M.Pd

29

29

SDN 2 SUM-TIM

19

18

22

11

15
25

27

No

Sekolah
Sasaran

Petugas Pendamping

AGUSTUS/
MINGGU

SDN 4 PONELO

SEPTEMBER/
MINGGU

13

SDN 5 PONELO

OKTOBER
MINGGU

20
20

SDN 1 ANGGREK

10
27

SDN 2 ANGGREK

24
3

SDN 10 ANGGREK

28

SDN 11 ANGGREK

12

SDN 12 ANGGREK

29

D. Metode Pelaksanaan
Pelaksanaa

kegiatan

pendampingan

dilakukan

melalui

kegiatan

pemantauan, konsultasi, penyampaian informasi, modeling, mentoring, dan


coaching yang terlebih dahulu dilaksanakan sosialisasi kepada sekolah sasaran
Pendampingan pada dasarnya bukan sekedar kegiatan transformasi
pengalaman dari pembina terhadap orang yang dibina, melaikan merupakan
proses sharing kompetensi yang berhubungan dengan implementasi MBS bagi
terselenggaranya layanan pendidikan bermutu.
Pendampingan

MBS

dilakukan

dengan

menggunakan

pendekatan

Pendidikan Orang Dewasa (POD) atau yang disebut andragogi.Pendekatan


tersebut memberikan ruang yang lebih terbuka kepada setiap peserta untuk
berpartisipasi secara lebih aktif menyampaikan pertanyaan, pendapat, saran dan
ide yang dimiliki berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya.
Pelaksanaan pendampingan merujuk pada

teknik atau metode yang

dapat digunakan dalam pendampingan MBSyang support terhadap pendekatan


tersebut antara lain:

1.

Diskusi Kelompok.
Fokus pendampingan

yaitu

untuk

memfasilitasi

peserta

bertukar

gagasan, pemikiran, informasi/pengalaman diantara peserta sehingga


tercapai kesepakatan pokok-pokok pikiran (gagasan). Kesepakatan
pikiran inilah yang kemudian dicatat sebagai hasil diskusi. Hasil diskusi
ini kemudian menjadi salah satu acuan pengambilan keputusan dan
tindak lanjut atas suatu pemecahan masalah dan upaya pengembangan

2.

implementasi MBS pada tingkat lokal.


Curah Pendapat (Brainstorming).

19

Metode curah pendapat merupakan suatu metode yang memfasilitasi


peserta

untuk

menyampaikan

gagasan,

pendapat,

informasi,

pengetahuan dan pengalaman. Tujuan curah pendapat adalah untuk


membuat kompilasi(kumpulan) pendapat dan best practices. Hasil dari
curah pendapat ini kemudian akandijadikan peta pengalaman atau peta

3.

gagasan (mindmap) untukmenjadi pembelajaran bersama.


Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion).
FGD
atau
dalam
bahasa
Indonesia
diterjemahkan
KelompokTerfokus

(DKT)

merupakan

suatu

forum

Diskusi

diskusi

yang

sifatnyainformal yang mengangkat suatu isu atau topik tertentu dan


dihadiri oleh orang ahli di bidang atau topik yang dibicarakan.
FGDdititikberatkan

untuk

membangun

sinergi

pemikiran

dan

ide(kesepahaman). Pengawas dapat mengundang pengawas, kepala


sekolah, praktisi lainnya dan kalau perlu akademisi yang dipandang
telah berhasil atau memiliki kompetensi khusus sesuai dengan topik

4.

yang akan didiskusikan.


Permainan Peran (Role Play).
Peserta diminta melakukan
kepadanya.

Tokoh-tokoh

peran

yang

sesuaidengan

diperankandalam

yang

diberikan

Bermain

Peran

ditetapkan oleh Fasilitator, yaitu tokoh-tokohyang berkaitan dengan

5.

permasalahan yang timbul saat implementasi MBS di sekolah.


Studi Kasus.
Teknik ini digunakan terutama untuk meningkatan kompetensi
implementator MBS di tingkat sekolah dalam menganalisa situasi
kompleks, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Peserta
diajak untuk mendiskusikan beberapa kasus yang serupa atau yang

6.

berkaitan dengan permasalahan riil yang dihadapi MBS.


Kunjungan silang.
Kegiatan ini dilakukan untuk berbagi pengalaman di antara kepala
sekolah

dalam

satu

gugus

maupun

di

luar

gugus

yang

lebih

maju/berhasil. Denganmelihat langsung keberhasilan kegiatan/usaha


yang dilakukan mengembangkan motivasi ber-MBS untuk melakukan
kegiatan/usahauntuk

7.

mencapai

keberhasilan.

Hal

ini

merupakan

prosespembelajaran dengan melihat: seeing is believing.


Energizing (Kesemangatan).
Dalam kegiatan pendampingan, perlu dilakukan energizer
bertujuan

untuk

meningkatkan

pengenalan

anggota

satu

yang
sama

lain,mendorong interaksi, menghidupkan suasana pertemuan/proses

belajar yang mengantuk/membosankan, mendorong pemikiran kreatif,


membangun kelompok yang dinamis, meningkatkan kerjasama dan

8.

membuat suasana yang menyenangkan.


Penaburan (sowing).
Pengawas sering menghadapi kesulitan dalam mendorong kepala
sekolah agar siap melakukan perubahan. Sowing diperlukan bila
pengawas mengetahui bahwa apa yang dikatakannya tidak dapat
dipahami atau bahkan diterima oleh kepala sekolah, tetapi akan
dipahami dan memiliki nilai untuk kepala sekolah ketika situasi

9.

menuntut memaksanya.
Katalisasi (catalizing).
Ketika perubahan mencapai tekanan pada tingkat yang kritis, belajar
dapat

meningkat.

menghadapkan

Terkait

kepala

dengan

sekolah

hal

dengan

ini

pengawas

tantangan

sekolah

perubahan,

mendorong cara berpikir yang berbeda, mengubah jati diri atau menata
ulang system nilai.

10. Menunjukkan (showing).


Membuat sesuatu yang dimengerti dengan mudah oleh kepala sekolah,
atau menggunakan contoh untuk menunjukkan keterampilan atau
kegiatan.

Pengawas

menunjukkan

apa

yang

dibahasnya

dan

menunjukkan dengan perilakunya sendiri.

11. Pemanenan (harvesting).


Pengawas berfokus pada "memetik buah matang": hal ini biasanya
digunakan untuk menciptakan kesadaran dari apa yang telah di pelajari
melalui pengalaman kemudian menarik kesimpulan. Contoh pertanyaan
kuncinya adalah: "Apa yang telah dipelajari?", Apa manfaatnya?".
E. Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan

pendampingan

didahului

dengan

penyampaian

informasi dalam bentuk sosialisasi melalui KKG dan KKKS bagi semua
sekolah yang termasuk dalam sampel. Frekwensi pelaksanaan kegiatan
dilakukan sebanyak 18 kali pendampingan sebagai berikut:
Pendampinga
n

P1

Uraian Kegiatan
1. Menyiapkan
instrumen
keberhasilan
MBS
(Lampiran 2)
2. Menyiapkan materi contoh praktek yang baik
pelaksanaan MBS.
3. Mengumpulkan kepala sekolah yang berada di
bawah tanggung jawab wilayah kerjanya.

Hasil

Pendampinga
n

P2

P3

P4-8

P9

Uraian Kegiatan
4. Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan.
5. Melakukan assessment dengan menggunakan
instrumen keberhasilan MBS.
6. Analisis data hasil instrumen keberhasilan MBS.
7. Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.
1. Penyampaian hasil analisis
2. Penetapan
materi
pendampingan
dengan
kesepakatan antara pendamping dan kepala
sekolah.
3. Menyiapkan materi untuk pendampingan
4. Bersama kepala sekolah membuat jadwal dan
target kegiatan untuk 5 kali pendampingan
sesuai kesepakatan materi pendampingan.
5. Bersama kepala sekolah mengidentifikasi dan
membagi tugas-tugas terkait jadwal dan target
kegiatan pendampingan.
6. Bersama kepala sekolah melaksanakan jadwal
dan target kegiatan.
7. Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.
1. Menyiapkan materi untuk pendampingan
2. Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan.
3. Finaslisasi kegiatan untuk P4, yaitu bersama
kepala sekolah membuat jadwal dan target
kegiatan untuk 5 kali pendampingan sesuai
kesepakatan materi pendampingan.
4. Bersama kepala sekolah mengidentifikasi dan
membagi tugas-tugas terkait jadwal dan target
kegiatan pendampingan.
5. Bersama kepala sekolah melaksanakan jadwal
dan target kegiatan.
6. Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.
1. Melaksanakan kegiatan sesuai jadwal dan target
pendampingan
2. Mengelola pendampingan untuk ketercapaian
tujuan.
3. Memberikan pembinaan pada setiap proses
kegiatan.
4. Membantu kelancaran proses kegiatan
5. Mencatat proses kegiatan.
6. Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.
1. Menyiapkan materi untuk progres report.
2. Mengumpulkan kepala sekolah yang berada di

Hasil

Pendampinga

Uraian Kegiatan

3.
4.
5.
6.
1.
2.
3.
P10-14
4.
5.
6.

P15

P16

P17

bawah tanggung jawab wilayah kerjanya.


Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan.
Membahas capaian dan hambatan.
Membuat rencana tindak lanjut.
Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.
Melaksanakan kegiatan sesuai jadwal dan target
pendampingan
Mengelola pendampingan untuk ketercapaian
tujuan.
Memberikan pembinaan pada setiap proses
kegiatan.
Membantu kelancaran proses kegiatan
Mencatat proses kegiatan.
Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.

1. Menyiapkan materi untuk progres report.


2. Mengumpulkan kepala sekolah yang berada di
bawah tanggung jawab wilayah kerjanya.
3. Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan.
4. Membahas capaian dan hambatan.
5. Membuat rencana tindak lanjut.
6. Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.
1. Melaksanakan kegiatan sesuai jadwal dan target
pendampingan
2. Mengelola pendampingan untuk ketercapaian
tujuan.
3. Memberikan pembinaan pada setiap proses
kegiatan.
4. Membantu kelancaran proses kegiatan
5. Mencatat proses kegiatan.
6. Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.
1. Menyiapkan materi untuk penyusunan dokumen
MBS.
2. Mengumpulkan kepala sekolah yang berada di
bawah tanggung jawab wilayah kerjanya.
3. Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan.
4. Membahas dokumen-dokumen terkait MBS.
5. Membuat rencana tindak lanjut.
6. Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.
7. Menyiapkan materi untuk pembuatan laporan
8. Mengumpulkan kepala sekolah yang berada di
bawah tanggung jawab wilayah kerjanya.

Hasil

Pendampinga

Uraian Kegiatan

P18

Hasil

9. Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan.


10.
Membahas laporan yang sudah disampaikan
11.
Membuat rencana tindak lanjut.
12.
Membuat laporan kegiatan, seperti format
dalam lampiran 1.
1. Menyiapkan materi untuk evaluasi dan tindak
lanjut.
2. Mengumpulkan kepala sekolah yang berada di
bawah tanggung jawab wilayah kerjanya.
3. Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan.
4. Membahas evaluasi
5. Membuat rencana tindak lanjut.
6. Membuat laporan kegiatan, seperti format dalam
lampiran 1.

F. Hasil Yang Dicapai


Berdasarkan hasil pendampingan diperoleh hasil capaian rekapan hasil
instrument pokok MBS dan Instrumen Penunjang sebagai berikut:
ANALISIS KELEMAHAN DAN KEKUATAN KOMPONEN MBS
JENJANG SEKOLAH DASAR KABUPATEN GORONTALO UTARA
TAHUN 2016
NILAI KOMPONEN MBS
N
O

NAMA SEKOLAH

SDN 1 ANGGREK

SDN 10 KWANDANG

SDN 9 SUMALATA
TIMUR

SDN 12 ANGGREK

SDN 15 ATINGGOLA

SDN 1 SUMALATA
TIMUR

SDN 2 PONELO

SDN 3 SUMALATA
TIMUR

SDN 4 PONELO

10

SDN 2 SUMALATA
TIMUR

1
95,5
9
82,3
5
82,3
5
82,3
5
81,6
2
82,3
5
82,3
5
83,0
9
83,0
9
85,2
9

2
94,7
4
84,2
1
84,2
1
84,2
1
82,8
9
85,5
3
85,5
3
85,5
3
85,5
3
84,2
1

INSTRUMEN POKOK
3
4
5
6
96,7 90,9 90,3 85,2
7
1
2
9
95,1 84,8 80,6 73,5
6
5
5
3
74,1 75,7 79,0 86,7
9
6
3
6
74,1 75,7 79,0 86,7
9
6
3
6
82,2 75,7 79,0 76,4
6
6
3
7
88,7 79,5 72,5 73,5
1
5
8
3
88,7 79,5 72,5 73,5
1
5
8
3
90,3 79,5 80,6 76,4
2
5
5
7
90,3 79,5 80,6 76,4
2
5
5
7
89,5 81,0 63,7 80,8
2
6
1
8

7
93,5
5
83,8
7
82,2
6
82,2
6
82,2
6
87,1
0
87,1
0
82,2
6
82,2
6
83,8
7

PENUNJAN
G
1
2
89,2 92,5
9
0
85,7 85,0
1
0
85,7 87,5
1
0
85,7 87,5
1
0
85,7 87,5
1
0
78,5 85,0
7
0
78,5 85,0
7
0
82,1 77,5
4
0
82,1 77,5
4
0
75,0 82,5
0
0

NIL
AI
91,6
7
84,4
4
83,6
3
83,6
3
83,3
2
81,4
3
81,4
3
81,1
9
81,1
9
80,6
7

KU
ALI

A
B
B
B
B
B
B
B
B
B

11 SDN 3 PONELO
12 SDN 8 ATINGGOLA
13

SDN 5 SUMALATA
TIMUR

14 SDN 1 PONELO
SDN 5 GENTUMA
RAYA
SDN 8 SUMALATA
16
TIMUR
15

17 SDN 11 ANGGREK
18

SDN 10 GENTUMA
RAYA

19 SDN 16 KWANDANG
20

SDN 7 SUMALATA
TIMUR

21 SDN 10 ANGGREK
22

SDN 4 SUMALATA
TIMUR

23 SDN 5 PONELO
24

SDN 6 SUMALATA
TIMUR

25 SDN 2 ANGGREK
RATA-RATA KOMPONEN
MBS

85,2
9
82,3
5
82,3
5
80,8
8
82,3
5
74,2
6
74,2
6
80,8
8
82,3
5
80,8
8
80,8
8
84,5
6
84,5
6
82,3
5
82,3
5
82,4
4

84,2
1
84,2
1
85,5
3
84,2
1
84,2
1
84,2
1
84,2
1
84,2
1
84,2
1
78,9
5
78,9
5
78,9
5
78,9
5
85,5
3
85,5
3
84,1
1

89,5
2
74,1
9
81,4
5
74,1
9
74,1
9
72,5
8
72,5
8
84,6
8
83,0
6
79,0
3
79,0
3
79,0
3
79,0
3
79,0
3
79,0
3
82,0
3

81,0
6
75,7
6
79,5
5
75,7
6
75,7
6
60,6
1
60,6
1
75,7
6
75,7
6
79,5
5
79,5
5
69,7
0
69,7
0
79,5
5
79,5
5
76,8
2

63,7
1
88,7
1
75,8
1
79,0
3
79,0
3
77,4
2
77,4
2
79,0
3
79,0
3
77,4
2
77,4
2
68,5
5
68,5
5
77,4
2
77,4
2
76,9
7

80,8
8
86,7
6
79,4
1
86,7
6
73,5
3
76,4
7
76,4
7
73,5
3
72,0
6
76,4
7
76,4
7
73,5
3
73,5
3
76,4
7
76,4
7
77,9
4

83,8
7
82,2
6
85,4
8
82,2
6
82,2
6
82,2
6
82,2
6
82,2
6
82,2
6
83,8
7
83,8
7
85,4
8
85,4
8
68,5
5
68,5
5
82,7
1

75,0
0
89,2
9
78,5
7
78,5
7
75,0
0
78,5
7
78,5
7
78,5
7
82,1
4
71,4
3
71,4
3
78,5
7
78,5
7
67,8
6
67,8
6
79,1
4

82,5
0
87,5
0
80,0
0
75,0
0
77,5
0
80,0
0
80,0
0
80,0
0
85,0
0
77,5
0
77,5
0
75,0
0
75,0
0
65,0
0
65,0
0
80,4
0

80,6
7
81,0
5
80,3
3
78,6
1
79,9
0
77,3
4
77,3
4
79,2
0
79,7
6
76,9
6
76,9
6
76,9
5
76,9
5
72,4
5
72,4
2
79,9
8

Gorontalo Utara,
Nopember 2016
TIM MBS
1. FIRDAUS LADITJI,
S.Pd
2. STEPHEN GERUNGAN,
M.Si
3. USMAN KADIR,
M.Pd

Berdasarkan data diatas diperoleh kesimpulan bahwa Sekolah perlu ada


peningkatan pengelolaan komponen MBS terutama pada pengelolaan dan
pemenuhan sarana dan prasarana berbasis sekolah, pengelolaan pembiayaan
berbasis sekolah, dan pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat.

B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B

Kondisi pendidik dan tenaga kependidikan perlu pula ada pemerataan antar
sekolah.

Dari

hasil

pendampingan

ditemukan

beberapa

sekolah

masih

mengeluhkan kekurangan guru PNS bahkan di SDN 9 Sumalata Timur ditemukan


hanya 1 orang PNS yaitu kepala sekolah dan sisanya adalah tenaga guru
honorer.
G. Lampiran Instrumen Kegiatan

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 1 SUMALATA TIMUR

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

696
852

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

65

31 X 4 = 124

110

33 X 4 = 132

105

31 X 4 = 124

90

17 X 4 = 68

50

31 X 4 = 124

108

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

23

10 x 4 = 40

31

= 81,69

Sumalata Timur,
Penilai,

Agustus 2016.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 2 SUMALATA TIMUR

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

690
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

116

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

111

33 X 4 = 132

107

31 X 4 = 124

79

17 X 4 = 68

55

31 X 4 = 124

104

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

21

10 x 4 = 40

33

= 80,98

Sumalata Timur,
Penilai,

September 2016.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 3 SUMALATA TIMUR

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

703
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

113

19 X 4 = 76

65

31 X 4 = 124

112

33 X 4 = 132

105

31 X 4 = 124

100

17 X 4 = 68

52

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

23

10 x 4 = 40

31

= 82,51

Sumalata Timur,
Penilai,

September 2016.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 4 SUMALATA TIMUR

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

658
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

115

19 X 4 = 76

60

31 X 4 = 124

98

33 X 4 = 132

92

31 X 4 = 124

85

17 X 4 = 68

50

31 X 4 = 124

106

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

22

10 x 4 = 40

30

= 77,53

Sumalata Timur,
Penilai,

September 2016.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 5 SUMALATA TIMUR

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

691
854

x 100

= 81,10

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

65

31 X 4 = 124

101

33 X 4 = 132

105

31 X 4 = 124

94

17 X 4 = 68

54

31 X 4 = 124

106

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

22

10 x 4 = 40

32

Sumalata Timur,
Penilai,

Oktober 2016.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 6 SUMALATA TIMUR

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

65

31 X 4 = 124

98

33 X 4 = 132

105

31 X 4 = 124

96

17 X 4 = 68

52

31 X 4 = 124

85

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

19

10 x 4 = 40

26

Skor akhir:

658
854

x 100

= 77,23

Sumalata Timur,
Penilai,

September 2016.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No

: SDN 7 SUMALATA TIMUR

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

110

19 X 4 = 76

60

31 X 4 = 124

98

33 X 4 = 132

105

31 X 4 = 124

96

17 X 4 = 68

52

31 X 4 = 124

104

Skor maksimal

Skor
perolehan

1
.
2
.

Penerapan Prinsip MBS


Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

679
854

x 100

7 X 4 = 28

20

10 x 4 = 40

31

= 79,34

Sumalata Timur,
Penilai,

Oktober 2016.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.

: SDN 8 SUMALATA TIMUR

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah

5.

Manajemen pendidik dan tenaga


kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah

6.

Manajemen hubungan sekolah dan

4.

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

101

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

90

33 X 4 = 132

80

31 X 4 = 124

96

17 X 4 = 68

52

7.
No
1
.
2
.

masyarakat berbasis sekolah


Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

639
854

x 100

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

22

10 x 4 = 40

32

= 75,00

Sumalata Timur,
Penilai,

Oktober 2016.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.

: SDN 9 SUMALATA TIMUR

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

92

4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

Manajemen sarana dan prasarana berbasis


sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

686
854

x 100

33 X 4 = 132

100

31 X 4 = 124

98

17 X 4 = 68

59

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

24

10 x 4 = 40

35

= 80,51

Sumalata Timur,
Penilai,

Oktober 2016.

FIRDAUS LADITJI, S.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.

: SDN 10 KWANDANG

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran

Skor maksimal
34 X 4 =136

Skor
perolehan
112

2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

718
854

x 100

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

118

33 X 4 = 132

112

31 X 4 = 124

100

17 X 4 = 68

50

31 X 4 = 124

104

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

24

10 x 4 = 40

34

= 84,57

Kwandang,
Penilai,

September 2016.

STEPHEN GERUNGAN, M.Si

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 15 ATINGGOLA

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

687
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

111

19 X 4 = 76

63

31 X 4 = 124

102

33 X 4 = 132

100

31 X 4 = 124

98

17 X 4 = 68

52

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

24

10 x 4 = 40

35

= 80,63

Atinggola,
Penilai,

September 2016.

STEPHEN GERUNGAN, M.Si

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 5 GENTUMA RAYA

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

674
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

92

33 X 4 = 132

100

31 X 4 = 124

98

17 X 4 = 68

54

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

21

10 x 4 = 40

31

= 79,11

Gentuma Raya,
Penilai,

Oktober 2016.

STEPHEN GERUNGAN, M.Si

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 16 KWANDANG

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

685
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

103

33 X 4 = 132

100

31 X 4 = 124

98

17 X 4 = 68

49

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

23

10 x 4 = 40

34

= 80,40

Kwandang,
Penilai,

Oktober 2016.

STEPHEN GERUNGAN, M.Si

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 10 GENTUMA RAYA

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

683
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

110

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

105

33 X 4 = 132

100

31 X 4 = 124

98

17 X 4 = 68

50

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

22

10 x 4 = 40

32

= 80,16

Gentuma Raya,

September 2016.

Penilai,

STEPHEN GERUNGAN, M.Si

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 8 ATINGGOLA

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

698
854

x 100

= 81,92

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

92

33 X 4 = 132

100

31 X 4 = 124

110

17 X 4 = 68

59

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

24

10 x 4 = 40

35

Atinggola,
Penilai,

September 2016.

STEPHEN GERUNGAN, M.Si

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 1 PONELO

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

110

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

92

33 X 4 = 132

100

31 X 4 = 124

98

17 X 4 = 68

59

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

22

10 x 4 = 40

30

Skor akhir:

677
854

x 100

= 79,46

Ponelo,
Penilai,

Nopember 2016.

USMAN KADIR, M.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No

: SDN 2 PONELO

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

65

31 X 4 = 124

110

33 X 4 = 132

105

31 X 4 = 124

90

17 X 4 = 68

50

31 X 4 = 124

108

Skor maksimal

Skor

perolehan
1
.
2
.

Penerapan Prinsip MBS


Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

640
854

x 100

7 X 4 = 28

22

10 x 4 = 40

34

= 81,69

Ponelo,
Penilai,

Nopember 2016.

USMAN KADIR, M.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.

: SDN 3 PONELO

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

116

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

111

33 X 4 = 132

107

31 X 4 = 124

79

6.
7.
No
1
.
2
.

Manajemen hubungan sekolah dan


masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen

17 X 4 = 68

55

31 X 4 = 124

104

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

21

10 x 4 = 40

33

Penerapan Prinsip MBS


Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

636
854

x 100

= 80,99

Ponelo,
Penilai,

Nopember 2016.

USMAN KADIR, M.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.

: SDN 4 PONELO

Komponen Pokok Manajemen

2.

Manajemen kurikulum dan pembelajaran


berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah

3.

Manajemen pendidik dan tenaga

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

113

19 X 4 = 76

65

31 X 4 = 124

112

4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

kependidikan berbasis sekolah


Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

793
854

x 100

33 X 4 = 132

105

31 X 4 = 124

100

17 X 4 = 68

52

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

23

10 x 4 = 40

31

= 82,51

Ponelo,
Penilai,

Nopember 2016.

USMAN KADIR, M.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No

: SDN 12 ANGGREK

Komponen Pokok Manajemen

Skor maksimal

Skor
perolehan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

Manajemen kurikulum dan pembelajaran


berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

686
854

x 100

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

92

33 X 4 = 132

100

31 X 4 = 124

98

17 X 4 = 68

59

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

24

10 x 4 = 40

35

= 80,52

Anggrek,
Penilai,

Nopember 2016.

USMAN KADIR, M.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 11 ANGGREK

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

639
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

101

19 X 4 = 76

64

31 X 4 = 124

90

33 X 4 = 132

80

31 X 4 = 124

96

17 X 4 = 68

52

31 X 4 = 124

102

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

22

10 x 4 = 40

32

= 75,00

Anggrek,
Penilai,

Nopember 2016.

USMAN KADIR, M.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 10 ANGGREK

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

676
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

110

19 X 4 = 76

60

31 X 4 = 124

98

33 X 4 = 132

105

31 X 4 = 124

96

17 X 4 = 68

52

31 X 4 = 124

104

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

20

10 x 4 = 40

31

= 79,34

Anggrek,
Penilai,

Nopember 2016.

USMAN KADIR, M.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 2 ANGGREK

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

658
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

112

19 X 4 = 76

65

31 X 4 = 124

98

33 X 4 = 132

105

31 X 4 = 124

96

17 X 4 = 68

52

31 X 4 = 124

85

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

19

10 x 4 = 40

26

= 77,23

Anggrek,
Penilai,

Nopember 2016.

USMAN KADIR, M.Pd

PENGOLAHAN SKOR
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
No
1
.
2
.

: SDN 1 ANGGREK

Komponen Pokok Manajemen


Manajemen kurikulum dan pembelajaran
berbasis sekolah
Manajemen peserta didik berbasis sekolah
Manajemen pendidik dan tenaga
kependidikan berbasis sekolah
Manajemen sarana dan prasarana berbasis
sekolah
Manajemen pembiayaan berbasis sekolah
Manajemen hubungan sekolah dan
masyarakat berbasis sekolah
Manajemen budaya dan lingkungan
berbasis sekolah
Komponen Penunjang Manajemen
Penerapan Prinsip MBS
Kepemimpinan Kepala Sekolah

Skor akhir:

790
854

x 100

Skor maksimal

Skor
perolehan

34 X 4 =136

130

19 X 4 = 76

72

31 X 4 = 124

120

33 X 4 = 132

120

31 X 4 = 124

112

17 X 4 = 68

58

31 X 4 = 124

116

Skor maksimal

Skor
perolehan

7 X 4 = 28

25

10 x 4 = 40

37

= 92,72

Anggrek,

Nopember 2016.

Penilai,

USMAN KADIR, M.Pd