Anda di halaman 1dari 6

PEMERIKSAAN USAP TANGAN PENJAMAH

B. Tujuan
Setelah melakukan pemeriksaan mahasiswa mampu untuk:
1. Mengambil sampel untuk pemeriksaan usap tangan penjamah secara
bakteriologis
2. Melakukan pemeriksaan usap tangan penjamah bakteriologis
3. Membaca hasil pemeriksaan usap tangan penjamah secara bakteriologis
4. Menyimpulkan tingkat kebersihan dan potensi penjamah sebagai karier
penyakit infeksi
B .Materi
Penjamah makanan merupakan salah satu akses masuknya/adanya
mikroorganismepada makanan, mulai dari data tata cara pemilihan bahan
makanan, penyiapan bahan makanan, pengolahan makanan hingga makanan
tersebut disajikan, hal ini menyebabkan kesehatan dan kebersihan pribadi
penjamah makanan menjadi salah satu tolak ukur apakah makanan yng di
sajikan bersih atau bebas dari mikroorganisme.
Penjamah makanan dapat membawa bibt penyakit/mikroorganisme dari
saluran nafasnya,mulutnya, rambutnya dan yang paling besar pada tangannya.
Sehingga bberdasarkan permenkes 715/menkes/V/2003 dibuat aturan bahwa
seorang penjamah makanan haruslah seseorang yang tidak menjadi karier
penyakit patogen, seperti diare, disentri, tuberkolosis, ataupun penyakit jamur.
Demikian juga bila penjamah sedang melakukan pekerjaannya haruslah
menggunakan alat pelindung diri seperti, pakaian kerja, celemek, tutup kepala,
sarung tangan dan masker.
Melihat tingakat kebersihan seoang tenaga penjamah dapat dilakukan
dengan melihat kebersihan pribadi penjamah tersebut serta tindakan yang selalu
dilakukan seperti mencuci tangan, dengan sabun setiap memulai pekerjaan atau
menyentuh makanan, tidak berbicara dan merokok selama melakukan
pengolahan, menggunakan masker bila sedang batuk.
Salah satu cara untuk melihat tingkat kebersihan penjamah dapat
dilakukan pemeriksaan hitung jumlah kuman yang di ambil dari usap tangan
penjamah, serta melihat apakah ditemukan bakteri atau jamur patogen, seperti
staphylococcus aureus tau candida sp.
Parameter pemeriksaan usap alat adalah hitung jumlah kuman/HJK atau total
plate count/TPC dan keberdaan staphylococcus aureus. Tujuan pemeriksaan ini
adalah untuk menilai tingkat kebersihan dan kesehatan tenaga penjamah
makanan:
C. TAHAPAN PEMERIKSAAN
a. tahapan persiapan

1. Alat dan bahan:


Swab steril
Tabung reaksi
Sarung tangan steil/disposible
Alat tulis
Cool box tempat sampe
Cawan petri
Bacto pepton/buffer phospat PH 7,2 sebanyak 75 ml
PCA(plate count agar)
Oven
Inkubator
Pipet ukur 10ml, dan 0,1ml
Lampu spirtus
Media maitol salt agar
Plasma darah
Media manitol
2. Pembuatan media
a) PCA(plate count agar)
b) Medisa transport
Media transport yang digunakan bisa buffer phospat PH 7,2 ataupun bacto
pepton, dengan konsentrasi 1%. Untuk 1 sampel/ alat makan dibutuhkan
75 ml media.
Timbang sejumlah media dan larutkan dengan aquadest, panaskan hingga
media larut, kemudian tempatkan dalam tabung reaksi. Selebihnya
digunakan untuk pengenceran.
b. sampling/penganbilan sampel
petunjuk teknis:
1. Penjamah yang diambil usap tangannya adalah penjamah yang
melakukan pengolahan makanan, terutama yang bertugas
menyajikan makanan matang, atau disesuaikan dengan tujuan
pemeriksaan.
2. Tangan yang diusap adalah tangan kanan dan kiri mulai dari
pergelangan hingga ujung jari.
Persiapan penganbilan sampel :
1. Dibuat lidi kapas (swab) dengan cara mencelupkan ujung lidi
kedalam putih telur, kemudian dibalut kapas
2. Siapkan 10 ml bacto pepton atau buffer phosphat PH 7,2 1% dan
celupkan swab tadi ke dalam tabung, kemudian tutup kapas,
dibungkus kertas cpklat dan di steril dengan auto clave suhu 121C
tekanan 1 atm selama 15 menit.
Tahapan pengambilan sempel
a) Siapkan tangan penjamah makanan. PENJAMAH TIDAK MENCUCI
TANGAN TERLEIH DAHULU.

b) Secara legeartis/steril buka tutup kapas media transport, kemudian


dengan sedikit tekanan, cairan yang ada dalam swab peraskan ke
dinding tabung, lalu usapkan bagian kapasnya ke tangan yang akan
di sampling.
c) Celupkan swab tersebut kedalam tabung/media transport, dengan
sedikit pengocokn agar isinya tercampur dengan media dalam
tabung.
d) Kemudian ulangi lagi usapan pada tanagn yang lainnya.
e) Kemudian patahkan batang lidi yang melebihi ujung tabung, dan
tutup tabung dengan kapas, yang sebelumnya mulut tabung dilidah
apikan dahulu.
f) Beri label: tanggal pengmbilan:
Jam pengambilan
- Lokasi pengambilan
- Tugas penjamah
- Petugas
- No.sampel
Pemeriksaan paling baik sudah dilakukan dalam waktu 2 jam pertama setelah
pengolesa, jika tidak bisa sampel harus di dinginkan pada suhu 10-20C dan
dianalisa dalam waktu maksimal 24jam.
TAHAPAN PEMERIKSAAN
1. Siapkan 5 buah tabung reaksi steril, kemudian isikan dengan aquadest
steril masingmasing 9 ml, kemudian ambil sampel sebanyak 1 ml dan
masukkan ke dalam tabung pertama, dan beri label tabung tersebut(10 -1)
2. Pada tabung pertama tersebut lakukan sedot sepul dengan pipet

3.

4.
5.

6.

ukur, kemudian pindahkan sebanyak 1 ml kedalam cawan petri(1a


dn 1b), dan pindahkan 1 ml ke dalam tabung reaksi kedua.
Dengan menggunakan pipet ukur yang baru, lakukan sedot sepul,
kemudian pindahkan kedalam cawan petri(2a dan 2b) sebanyak 1
ml, dan ambil kembali 1 ml dari tabung dua untuk dipindahkan ke
tabung ke tiga.
Lakukan hal tersebut hingga tabung kelima.
Siapkan kontrol aquadest, yang hanya berisis 1 ml aquadest yang
digunakan untuk pengenceran, dan 1 buah cawan petri untuk
kontrol agar, yang nantinya hanya berisi agar saja.
Tuangi semua petri (12 buah) dengan 20 ml PCA bersuhu 40-44C,
goyangkan cawan petri kekanan dan ke kiri, dan tunggu hingga
beku

7. Jika telah beku inkubasi selama 24 jam pada suhu 37C, dengan posisi
cawan petri terbalik (agar terletak di atas) hal ini untuk menghindari
terjadinya kontaminasi udara.
8. Jumlah koloni yang masuk perhitungan hanyalah yang berkisar antara 30300.
9. Jika telah didapat jumlah koloni bakteri, maka bagi jumlah tersebut
denangan luas alat makan, sehingga di dapat jumlah koloni/cm 2 alat
makan.

Tidak ada batasan jumlah kuman pada tangan penjamah, hanya dapat
disimpulkan semakin banyak jumlah kuman pada tangan penjamah maka
semakin besar ada kemungkinan di temukan bakteri patogen.

Uji keberadaan staphylococcus aureus


Pada uji ini hanya mencari apakah pada tangan penjamaah ditemukan bakteri
S.aureus
Cara kerja:
1. Dari sampel swab alat makan, di ambil 1 ose kemudian
diinokulasi/ditanam kedalam media MSA dengan cara dioleskan di atas
pemukn agar.
2. Diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37C.
3. Setelah 24 jam, amati koloni yang tumbuh. Jika didapat koloni berwarna
kuning emas,koloni ini di cek dengan pewarnaan gram.
4. Koloni tersangka di tanam pada media manitol dan uji kogulase dengan
menggunakan larutan plasma.
Hasil staphylococcus aureus:
1.
2.
3.
4.

Pada media MSA: koloni kuning emas, basah, cembung, smooth, 1-2mm
Pewarnaan gram: gram +/positif, coccus bergerombol
Hasil uji koaglase: +/positif (ada gumpalan)
Hsil uji manitol:+/positif

PEMERIKSAAN USAP RECTAL/DUBUR


A. Tujuan
Setelah melakukan pemeriksaan mahasiswa mampu untuk:
1. Mengambil sampel untu pemeriksaan usap rectal/dubur secara
bakteriologis
2. Melakukan pemeriksaan usap rectal/dubur secara bakteriologis
3. Membaca hasil pemeriksaan usap rectal/dubur secara bakteriologis
4. Menyimpulkan hygiene/kesehatan penjamah berdasarkan hasil
pemeriksaan usap rectal/dubur secara bakteriologis.
B. Materi
Tenaga penjamah makanan terutama tenaga pengolah makanan,
memiliki peran sangat penting dalam baik buruknya kualitas sebuah
makanan. Seperti diketahui bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi
keberadaan mikroorganisme dalam bahan pangan maupun makanan
adalah: factor implisit (bahan makanan, komponen bahan pangan) serat
faktor ekplisit (lingkungan dan penjamah). Tenaga penjamah dapat
menambah jumlah dan jenis mikroorganisme pada makanan, bila dalam
pemilihan bahan pangan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian
makanan tidak memenuhi kaidah hygiene sanitasi makanan.
Sebagai salah satu faktor eksplisit yang akan mempengaruhi
kualitas makanan, bila penjamah sakit ataupun bertindak sebagai karier
dari penyakit infeksi, seperti demam tyfoid ISPA, luka bisul di tangan,
pneumonia, diare, dll. Sehingga menjadi salah satu syarat bila seseorang
berprofesi sebagai tenga pengelola makanan, tidaklah boleh orang yang
sakit menular ataupun karier dari penyakit tersebut. Pemeriksaan yang di
lakukan adalah pengambilan usap dubur/rectal swab, untuk mencari
beberapa bakteri enterik, seperti salmonella sp, shigella sp, dan vibrio sp
jika dalam pemeriksaan di dapati bakteri tersebut, maka penjamah harus
di hindari kontak dengan makanan, diberi cuti sakit dan di obati.
C. Tahapan pemeriksaan
a. Tahapan persiapan:
1. Alat dan bahan
a) Swab steril (lidi dan kapas)
b) Tabung reaksi
c) Sarung tangan steril/disposible
d) Alat tulis
e) Cool box tempat sampel
f) Blood agar base
g) Salmonella shigella agar

h) Thio citrate bole sukrosa agar


i) Oven
j) Inkubator
k) Ose
l) Lampu spirtus
m) Media endo agar
n) Media uji biokimia (TSIA, MRVP,SCA,SIM)
b. Sampling/pengamblan sampel

Petunjuk teknis:
1. Sampel di ambil dengan cara melakukan pengusapan pada bagian
dubur/rectal penjamah makanan dan dilakukan secara aseptis.
2. Dari tabung swab, ditanam sdbanyak 1-2 ose pada media, SSA, TCBS, dan
Endo Agar.
Tahapan pengambilan sampel.
a. Siapkan tangan penjamah yang akan di periksa (bawa pepton yang telah
beisi swab steril)
b. Secara legartis/steril buka tutup kapas media transport, kemudian dengan
sedikit tekanan, cairan yang ada di dalam swab peraskan ke dinding
tabung, lalu usabkan bagian kapasnya ke dubur/rectal pasien kita
c. Celupkan swab tersebut ke dalam tabung/ media transport, dengan sedikit
pengocokan agar isinya tercampur dengan media dalam tabung
d. Kemudian patahkan batang lidi yang melebihi ujung tangung, dan tutup
tabung dengan kapas, yang sebelumnya mulut tabung di lidah apikan
dahulu
e. Catat sejarah penyakit dari tenaga penjamah:
1. Tanggal pengambilan:
2. Jam pengambilan :
3. Lokasi pengambilan:
4. Jenis alat makan:
5. Petugas:
6. Penyakit infeksi yang diderita sekitar 3 bulan yang lalu.
Pemeriksa paling baik sudah di lakukan dalam waktu 2 jam pertama setelah
pengolesan, jika tidak bisa sampel harus di dinginkan pada suhu 10-20C dan di
analisa dalam waktu maksimal 24 jam