Anda di halaman 1dari 2

Mengapa vaksinasi harus dilakukan berulang?

Tujuan pengulangan vaksin pada anjing agar terbentuk antibodi yang mencapai titer yang
protektif dan tahan lama.
Mengapa Anjing Harus di Vaksin?
Vaksinasi merupakan suatu tindakan untuk meningkatkan kekebalan hewan agar dapat
bertahan terhadap serangan berbagai penyakit. enyakit pada anjing di antaranya adalah
parvovirus, distemper, penyakit saluran nafas yang disebabkan oleh virus parainfluenza dan
adenovirus tipe 2 serta hepatitis yang disebabkan adenovirus tipe 1. Selain itu terdapat
penyakit zoonosis yang tidak hanya menginfeksi anjing, etapi dapat menularkan ke
manusia, seperti leptospira dan rabies.
Antraks
Antraks atau anthrax adalah penyakit menular akut yang disebabkan bakteria Bacillus
anthracis dan sangat mematikan dalam bentuknya yang paling ganas. Antraks paling sering
menyerang herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan, namun juga dapat
menjangkiti manusia karena terekspos hewan-hewan yang telah dijangkiti, jaringan hewan
yang tertular, atau spora antraks dalam kadar tinggi. Meskipun begitu, hingga kini belum
ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap
antraks jadi Antraks tidak mungkin tersebar melalui manusia kepada manusia. Antraks
bermakna "batubara" dalam bahasa Yunani, dan istilah ini digunakan karena kulit para
korban akan berubah hitam.
Sumber Penularan :
Sumber penularan Antraks yang terpenting adalah hewan-hewan yang peka terhadap
Antraks yaitu kerbau, sapi, domba. Infeksi kuman Antraks pada anjing dan hewan carnivora
lain jarang sekali terjadi meskipun hewan-hewan tersebut termasuk binatang rentan.
Antraks juga dapat menginfeksi sejenis burung, terutama burung unta.
Sumber penularan lain yaitu lingkungan yang tercemar oleh spora B.antracis misalnya
tanah, tanaman (sayur-sayuran) dan air. Daging yang terkena antraks mempunyai ciri-ciri :
berwarna hitam, berlendir dan berbau.
Cara Penularan
Seseorang dapat tertular oleh penyakit Antraks dengan tiga cara :
1. Kontak langsung dengan bibit penyakit yang ada di tanah/rumput, hewan yang sakit,
maupun bahan-bahan yang berasal dari hewan yang sakit seperti kulit, daging, tulang dan
darah.
2. Bibit penyakit terhirup orang yang mengerjakan bulu hewan (domba dll) pada waktu
mensortir. Penyakit dapat ditularkan melalui pernapasan bila seseorang menghirup spora
Antraks.

3. Memakan daging hewan yang sakit atau produk asal hewan seperti dendeng, abon dll.
Ada 4 jenis antraks yaitu:
antraks kulit
antraks pada saluran pencernaan
antraks pada paru-paru
antraks meningitis
Antraks dapat memasuki tubuh manusia melalui usus kecil, paru-paru (dihirup), atau kulit
(melalui luka). Beberapa gejala-gejala antraks (tipe pencernaan) adalah mual, pusing,
muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, muntah bercampur darah, buang air
besar berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat (melilit) atau (untuk tipe kulit) seperti
borok setelah mengkonsumsi atau mengolah daging dari hewan yang sakit antraks.
Pencegahan
Orang-orang yang memiliki resiko tinggi kontak dengan hewan (misalnya dokter hewan,
teknisi laboratoriuim dan pekerja pemintalan tekstil yang mengolah bulu binatang) bisa
mendapatkan vaksinasi.