Anda di halaman 1dari 7

PRINSIP-PRINSIP PENGENDALIAN LINGKUNGAN

A. Pendahuluan
Lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang berada di sekitar
manusia dan memiliki hubungan timbal balik. Kehidupan manusia tidak dapat
dipisahkan dari lingkungannya. Manusia dan lingkungan hidup memiliki
hubungan yang sangat erat. Menurut pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
menyebutkan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua
benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya,
yang memengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Manusia dan lingkungan hidup saling memberi dan menerima pengaruh
satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia bersifat pasif, pengaruh manusia
terhadap alam bersifat aktif. Manusia memiliki kemampuan eksploratif terhadap
alam sehingga mampu mengubahnya sesuai dengan yang dikehendaki. Walaupun
alam tidak memiliki kemampuan aktif-ekploratif, namun secara perlahan, yang
terjadi pada alam akan terasa pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Kemampuan
aktif-eksploratif manusia ini menyebabkan kerusakan lingkungan yang semakin
parah.
Kerusakan lingkungan tersebut, rata-rata disebabkan oleh kurangnya
kesadaran manusia untuk menjaga dan memelihara lingkungan. Hal tersebut juga
diungkapkan oleh Siahaan (2004:1) yang menyatakan bahwa masalah lingkungan
tidak lagi dapat dikatakan sebagai masalah yang semata-mata bersifat alami,
karena manusia memberikan faktor penyebab yang sangat signifikan secara
variabel bagi peristiwa-peristiwa lingkungan. Kerusakan lingkungan hidup yang
disebabkan oleh manusia, menimbulkan dampak yang besar di masa depan.
Kerusakan lingkungan hidup pada seperti rusaknya hutan akibat illegal logging,
pendangkalan sungai yang disebabkan oleh pembuangan sampah ke sungai,
ataupun pencemaran air, udara, dan tanah yang disebabkan oleh buruknya
manajemen pembuangan limbah.
1

B. Pembahasan
1. Definisi
Lingkungan Hidup adalah pengetahuan dasar tentang bagaimana makhluk
hidup berfungsi dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dengan
lingkungan mereka. Lingkungan hidup merupakan bagian dari kehidupan
manusia. Bahkan, manusia menjadi salah satu komponen dari lingkungan hidup
itu sendiri. Kehidupan manusia juga sangat bergantung pada kondisi lingkungan
hidup, tempat ia tinggal. Dengan demikian, lingkungan hidup sangat penting bagi
keberlangsungan hidup manusia.
Lingkungan hidup menjadi kajian ilmu pengetahuan diawali dari ahli
seorang Biologi bernama Ernest Haeckel. Pada tahun 1860, Ernest Haeckel
memperkenalkan istilah lingkungan hidup atau ekologi. Istilah ekologi berasal
dari bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos berarti rumah, sedangkan logos
berarti ilmu. Berawal dari konsep ekologi yang diperkenalkan oleh Ernest Haeckel
tersebut mendorong banyak ahli untuk lebih memperdalam konsep tentang
lingkungan hidup.
a. Emil Salim
Menurut Emil Salim, lingkungan hidup diartikan sebagai benda, kondisi,
keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan
mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Definisi
lingkungan hidup menurut Emil Salim dapat dikatakan cukup luas.
Apabila batasan tersebut disederhanakan, ruang lingkungan hidup dibatasi
oleh faktor-faktor yang dapat dijangkau manusia, misalnya faktor alam,
politik, ekonomi dan sosial.
b. Soedjono
Soedjono mengartikan lingkungan hidup sebagai lingkungan fisik atau
jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia,
hewan dan tumbuh-tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan
fisik jasmani. Menurut definisi Soedjono, lingkungan hidup mencakup
lingkungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada di
dalamnya.

c. Munadjat Danusaputro
Lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk
didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang
dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain.
dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu
lingkungan fisik dan lingkungan budaya.
d. Otto Soemarwoto
Otto Soemarwoto berpendapat bahwa lingkungan hidup merupakan semua
benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati dan mempengaruhi
kehidupan kita. Menurut batasan tersebut secara teoritis ruang yang
dimaksud tidka terbatas jumlahnya. Adapun secara praktis ruang yang
dimaksud selalu dibatasi menurut kebutuhan yang dapat ditentukan.
e. Sambas Wirakusumah
Lingkungan merupakan semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana
organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkunga menjadi studi aspek lingkungan
organisme itu.
Definisi mengenai lingkungan hidup tidak hanya datang dari para ahli,
tetapi definisi tersebut dituangkan pula dalam undang-undang, yaitu UndangUndang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup. Di dalam undang-undang ini, lingkungan hidup diartikan sebagai kesatuan,
dan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan kesejahteraan manusia serta
mahluk hidup lainnya.
Menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tersirat bahwa lingkungan
hiduplah yang mempengaruhi mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia.
Manusia hendaknya menyadari kalau alamlah yang memberi kehidupan dan
penghidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Berdasarkan beberapa pegertian diatas dapat disumpulkan bahwa
lingkungan hidup adalah ruang dengan kesatuan benda, daya keadaan, dan mahluk
hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi
kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan mahluk hidup lain.

2. Prinsip Pengendalian Lingkungan


Prinsip pendekatan/ pengendalian lingkungan sebagai pendekatan ekologis
dapat dikelompokkan menjadi 5 yaitu :
a. Isolation (isolasi)
Isolasi adalah usaha membuat jarak antara manusia dengan faktor
lingkungan yang berbahaya. Usaha ini meliputi pengadaan tempat sampah,
membuat septic tank, drainase, ruang khusus untuk listrik, pompa,
generator, obat dan lain-lain
b. Subtitution (subtitusi)
Subtitusi adalah pengganti berbgai zat, energi, alat atau komponen lain
yang dianggap sebagai sumber berbahaya. Misalnya mengganti knalpot
mobil, mengganti kabel yang tua, mengganti lantai yang retak, mengganti
dinding kaca yang rusak, mengganti ion atau senyawa kimia yang
menimbulkan polusi dan lain-lain.
c. Shielding
Shielding adalah menggunakan alat pelindung bahan untuk menghadapi
faktor lingkungan berbahaya, seperti memakai pakaian kerja, masker,
sarung tangan, kaca mata, helm dan lain-lain
d. Traetment (pengolahan)
Treatment adalah proses pengolahan lingkungan yang meliputi removal,
destruction inhibition dan conversion.
1) Removal (pengurangan)
Removal adalah usaha menghilangkan atau mengurangi polutan fisika
dan kimia pada faktor lingkungan yang sangat dibutuhkan manusia.
2) Destruction (detruki)
Destruksi adalah uaha merusak atau membunuh faktor lingkungan
biologis, seperti mikroba pathogen dan vector penyakit. Usaha ini
sering disebut sebagai usaha disinfeksi dan strilisasi.
Destruksi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
a) Destruksi animate

Destruksi yang ditujuan kepada anggota badan antara lain tangan,


badan dan rambut dengan jalan mencuci memakai anti septic,
seperti sabun anti septic atau disinfektan iodopher, chlorhexi dine
gluconat atau hexa chlorophen.
b) Destruksi in animate
Destruksi yang ditujukan kepada benda/peralatan. Semua peralatan
untuk pelayanan kesehatan harus dalam keadaan steril. Sterilisasi
dapat dilakukan dengan autoclave, air mendidh atau disinfektan
kuat.
Mengelola air bersih mennjadi air minum dapat dilakukan dengan
disinfeksi seperti merebus, chlorinasi atau radiasi ultraviolet.
3) Inhibition (inhibisi)
Inhibisi adalah merubah kebiasaan lingkungan hidup bakteri. Contoh :
menambah kadar garam dan gula pada makanan, merubah suhu pada
makanan sehingga menghambat pertumbuhan bakteri (misalnya
menyimpan bahan makanan dalam lemari pendingin)
4) Conversion
Konvenrsio adalah perubahan subtitusi yang bersifat mengganggu
menjadi kurang mengganggu. Contoh : asam kuat dicampur dengan
basa kuat sehingga menjadi larutan yang netral.
e. Prevention (prevensi)
Prevensi adalah suatu upaya mencegah supaya individu terhindar dari
infeksi penyakit atau gangguan kesehatan. Contohnya imunisasi terhadap
penyakit tertentu, propilaksi untuk menghindari infeksi, penggunaan air
bersih yang dimasak terlebih dahulu dan sebagainya.

C. Penutup
1. Kesimpulan
a. Lingkungan hidup merupakan bagian dari kehidupan manusia. Bahkan,
manusia menjadi salah satu komponen dari lingkungan hidup itu sendiri.
Kehidupan manusia juga sangat bergantung pada kondisi lingkungan
hidup, tempat ia tinggal. Dengan demikian, lingkungan hidup sangat
penting bagi keberlangsungan hidup manusia.
b. Prinsip pengendalian lingkungan dapat dikelompokkan menjadi 5 yaitu :
1) Isolation (isolasi)
2) Subtitution (subtitusi)
3) Shielding
4) Traetment (pengolahan)
5) Prevention (prevensi)
2. Saran
Pengelolaan

lingkungan

hidup

merupakan

upaya

terpadu

untuk

melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan,


pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan,

pemulihan, pengawasan dan

pengendalian lingkungan hidup. Disarankan kepada pihak masyarakat dimohon


agar timbul rasa sadar akan kepedulian terhadap lingkungan yang lebih dan
adanya rasa cinta alam yang timbul dari rasa setiap individu.

DAFTAR PUSTAKA

Aditama, T.Y. 1992. Mengendalikan Lingkungan Sejak Dini. Arcan, Jakarta


Agusnar, H. 2008. Analisa Pencemaran dan Pengendalian Lingkungan. USU
Press, Medan.
Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. Penerbit University
Indonesia. Jakarta
Rajman. 2014. 5 Prinsip Pendekatan Lingkungan. http://atom-green.blogspot.
co.id/2014/04/5-prinsip-pendekatan-lingkungan.html (diakses tanggal 17
Januari 2017)

Anda mungkin juga menyukai