Anda di halaman 1dari 23

DAFTAR ISI

A.

Diagnosa ..........................................................................................................................3
1. Hipertermia ................................................................................................................3
B. NOC ................................................................................................................................3
1. Outcome untuk mengukur penyelesaian dari diagnosis ...........................................3
2. Outcome tambahan untuk mengukur batasan karakteristik ......................................3
3. Outcome yang berkaitan dengan factor yang berhubungan ......................................3
C. NIC ..................................................................................................................................3
1. Memandikan ..............................................................................................................3
2. Manajemen lingkungan ..............................................................................................4
3. Perawatan demam ......................................................................................................7
4. Manajemen cairan ......................................................................................................8
5. Pengaturan hemodinamik ........................................................................................11
6. Perawatan bayi: baru lahir .......................................................................................14
7. kontrol infeksi ..........................................................................................................18
8. perlindungan infeksi ................................................................................................20
9. manajemen pengobatan ............................................................................................22
10. peresepan obat ..........................................................................................................25
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................29

A. RENCANA KEPERAWATAN
No
Diagnosa Kep
1. Hipertermia
Definisi: peningkatan
suhu tubuh diatas
kisaran normal

NOC / Tujuan
1. Outcome untuk mengukur
penyelesaian dari diagnosis
Termoregulasi
Termoregulasi: bayi
baru lahir
2. Outcome tambahan untuk

NIC / Intervensi
1. Memandikan
Bantu (memandikan pasien) dengan
menggunakan kursi untuk mandi, mandi
dengan bediri, dengan menggunakan
cara yang tepat atau sesuai dengan

mengukur batasan

keinginan (pasien)
Cuci rambut sesuai dengan kebutuhan

karakteristik
Status neurologi
Status neurologi:

atau keinginan
Mandi dengan air yang mempuyai suhu

otonomik
Tanda-tanda vital
3. Outcome yang berkaitan
1

yang nyaman
Gunakan
teknik

mandi

yang

menyenangkan pada anak (missalnya,

dengan factor yang

memandikan

berhubungan atau outcome

berada dalam kapal selam, membuat

menengah
Reaksi transfusi darah
Status kenyamanan:

lubang didasar cangkir plastic, penuhi

fisik
Tingkat

ketidaknyamanan
Hidrasi
Keparahan infeksi
Keparahan infeksi: bayi

baru lahir
Pengetahuan:
manajemen penyakit

akut
Respon pengobatan
Keparahan cedera fisik
Kontrol risiko
hipertermia
Manajemen

diri:

penyakit akut

boneka,

berpura-pura

air dan biarkan sensasi hujan jatuh pada


anak)
Bantu dalam hal perawatan parineal jika
memang diperlukan
Bantu dalam hal kebersihan (misalnya,
deodorant, parfum)
Berikan fasilitas merendam kaki, sesuai
dengan kebutuhan
Cukur pasien sesuai dengan indikasi
Berikan lubrikan dank rim pada area
kulit yang kering
Tawarkan mencuci

tangan

setelah

eliminasi dan sebelum makan


Berikan bedak kering pada lipatan kulit

2.

yang dalam
Monitor kondisi kulit saat mandi
Monitor fungsi kemampuan saat mandi
Manajemen lingkungan
Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi

pasien
Identifikasi

kebutuhan

keselamatan

pasien berdasarkan fungsi fisik dan


kognitif serta riwayat prilaku dimasa

lalu
Singkirkan

bahaya

lingkungan

(misalnya, karpet yang longgar dan

kecil, furnitur yang dapat dipindahkan)


Singkirkan benda-benda berbahaya dari

lingkungan
Lindungi pasien dengan pegangan pada
sisi/bantalan di sisi ruangan, yang

sesuai
Damping pasien selama tidak ada

kegiatan bangsal, dengan tepat


Sediakan
tempat
tidur
dengan

ketinggian yang rendah, yang sesuai


Sediakan perangkat-perangkat adaptif
(misalnya,

bangku

pijakan

pegangan tangan), yang sesuai


Tempatkan furniture dikamar dengan
pengaturan

terbaik

untuk

mengakomodasi

atau

disabilitas

pasien/keluarga
Sediakan selang yang cukup panjang
untuk memungkinkan kebebasan pasien

untuk bergerak, yang sesuai


Letakan bend yang sering digunakan

dalam jangkauan pasien


Berikan kamar terpisah, seperti di

indikasikan
Pertimbangkan

ketika memilih teman se kamar


Sediakan tempat tidur dan lingkungan

yang bersih dan nyaman


Sediakan linen dan pakaian dalam

estetika

lingkungan

dengan kondisi baik, bebas dari residu

dan noda
Tempatkan saklar di posisi tempat tidur
yang

mudah

dijangkau

pandangan

pasien
Halangi pandangan pasien pada kamar
madi, toilet, atau peralatn lain yang

digunakan untuk eliminasi


Singkirkan
bahan-bahan

yang

digunakan selama penggantian pakaian


dan eliminasi, serta bau apapun yang
tersisa, sebelum kunjungan dan waktu

makan
Kurangi rangsangan lingkungan, yang

sesuai
Hindari dari paparan dan aliran udara
yang tidak perlu, terlalu panas atau

terlalu dingin
Sesuaikan suhu lingkungan dengan
kebutuhan pasien, jika suhu tubuh

berubah
Kendalikan atau cegah kebisingan yang
tidak diinginkan atau berlebihan, bila

memungkinkan
Berikan music pilihan
Sediakan
handphone

untuk

mendengarkan music pribadi jika suara

music dapat menganggu olang lain


Manipulasi pencahayaan untuk manfaat

terapeutik
Sediakan dan

menarik
Bersihkan tempat dan peralatan yang

atur

makan

ringan

digunakan untuk makan dan minum

sebelum digunakan pasien


Batasi pengujung
Individulialisasikan rutinitas sehari-hari

untuk memenuhi kebutuhan pasien


Bawa benda-benda yang tidak asing

dari rumah
Fasilitasi penggunaan barang-barang
pribadi seperti piyama, jubbah, dan

perlengkapan mandi
Jaga konsistensi tugas staf dari waktu

ke waktu
Sediakan

sarana

langsung

dan

berkesinambungan untuk memanggil


perawat, dan informasikan pasien dan
keluarga bahwa mereka akan dijawab

dengan segera
Izinkan keluarga/orang terdekat untuk

tinggal dengan pasien


Edukasi pasien pada
mengenai

pengunjung

perubahan/tindakan

pencegahan, sehingga mereka tidak


akan

dengan

sengaja

menganggu

lingkungan yang direncanakan


Sediakan
keluarga/orang
terdekat
dengan informasi mengenai membuat
lingkungan rumah yang aman bagi

pasien
Tingkatkan

terjadinya kebakaran, yang sesuai


Kendalikan hama lingkugan, yang

sesuai
Sediakan pengaharum ruangan, jika

diperlukan
Berikan

bunga/tanaman
Bantu pasien atau keluarga untuk

kesalamatan

perawatan

terhadap

untuk

mengatur kartu (ucapan), bunga, dan


hadiah untuk meningkatkan apresiasi
visual pasien
3. Perawatan demam
Pantau suhu dan tanda-tanda vital

lainnya
Monitor warna kulit dan suhu
Monitor asupan dan keluaran, sadari
perubahan kehilangan cairan yang tak

dirasakan
Beri obat atau cairan IV (misalnya,
antipiretik, agen antibakteri dan agen

anti menggigil)
Jangan beri aspirin untuk anak-anak
Tutup pasien dengan selimut atau
pakaian ringan, tergantung pada fase
demam (yaitu: memberikan selimut
hangat untuk fase dingin: menyediakan
pakaian atau linen tempat tidur ringan
untuk demam dan fase bergejolak?
flush)

Dorong konsumsi cairan


Fasilitasi
istirahat,

pembatasan aktivitas: jika diperlukan


Berikan oksigen, yang sesuai
Mandikan (pasien) dengan spons hagat

terapkan

dengan hati-hati (yaitu: berikan pasien


dengan

suhu

sangat

tinggi,

tidak

memberikannya selama fase dingin,


dan

hindari

agar

pasien

tidak

menggigil)
Tingkatkan sirkulasi udara
Pantau komplikasi-komplikasi

yang

berhubungan

serta

dengan

demam

tanda dan gejala kodisi penyebab


demam (misalnya, kejang, penurunan
tingkat

kesadaran,

abnormal,

status

elektrolit

ketidakseimbangan

asam

basa, aritmia jantung, dan perubahan

abnormalitas sel)
Pastikan tanda lain dari infeksi yang
terpantau pada orangtua, karena hanya
menunjukan demam ringan atau tidak
demam sama sekali selama proses

infeksi
Pastikan langkah keamanan pasien

yang gelisah atau mengalami delirium


Lembabkan bibir dan mukosa hidung

yang kering
4. Manajemen cairan
Timbang berat badan setiap hari dan

monitor status pasien


Hitung atau timbang popok dengan

baik
Jaga intake/asupan yang akurat dan

catat output (pasien)


Masukan kateter urin
Monitor status hidrasi

(misalnya,

membaran mukosa lembab, deyut nadi

adekuat, dan tekanan darah ortostatik)


Monitor hasil laboratorium yang
relevan

dengan

retensi

cairan

(misalnya, peningkatan berat jenis,


peningkatan

BUN,

penurunan

hematocrit, dan peningkatan kadar

osmolalitas urin)
Monitor status hemodinamik, termasuk

CVP, MAP, PAP, dan PCWP, jika ada


Monitor tanda-tanda vital pasien
Monitor
indikasi
kelebihan
cairan/retensi

(misalnya,

crakles,

elevasi CVP atau tekanan kapiler paruparu yang terganjal, edema, distensi

vena leher, dan asites)


Monitor perubahan berat badan pasien

sebelum dan setelah dialysis


Kaji lokasi dan luasnya edema, jika ada
Monitor
makanan/cairan
yang
dikonsumsi dan hitung asupan kalori

harian
Berikan

ditentukan
Monitor status gizi
Berikan cairan IV sesuai suhu kamar
Tingkatkan asupan oral (misalnya,

terapi

memberikan
cairan

di

mengganti

IV,

seperti

sedotan
antara
air

es

yang

menawarkan

waktu
secara

makan,
rutin,

menggunakan cangkir obat kecil), yang

sesuai
Arahkan pasien mengenai status NPO
Berikan pengganti nasogatrik yang

diresepkan berdasarkan output (pasien)


Distribusikan asupan cairan selama 24
jam

Dukung pasien dan keluarga untuk


membantu dalam pembrian makan

dengan baik
Tawari makanan ringan (misalnya,
minuman

ringan

segar/jus buah)
Batasi asupan
pengenceran

dan
air

buah-buahan
pada

kondisi

hiponatremia

dengan

serum Na dibawah 130 mEq per liter


Monitor reaksi pasien terhadap terapi

eletrolit yang diresepkan


Konsultasikan dengan dokter
tanda-tanda

dan

gejala

jika

kelebihan

volume cairan menetap atau memburuk


Atur ketersediaan produk darah untuk

transfuse, jika perlu


Persiapkan pemberian produk-produk
darah

(misalnya,

cek

darah

dan

mempersiapkan pemasangan infus)


Berikan
produk-produk
darah
(misalnya, trombosit dan plasma yang

baru)
5. Pengaturan hemodinamik
Lakukan
penilaian
komprenshif
terhadap status hemodinamik (yaitu,
memeriksa

tekanan

darah,

denyut

jantung, denyut nadi, tekanan vena


jugularis, tekanan vena sentral, atrium
kiri dan kanan, tekanan ventrikel dan
tekanan arteri pulmonalis), dengan

tepat
Gunakan beberapa parameter untuk
menentukan status klinis pasien (yaitu,
tekanan nadi proporsional dianggap

sebagai parameter difinitif)


Monitor dan dokumentasikan tekanan

nadi proporsional (yaitu, tekaan darah


sistolik

dikuarangi

tekanan

darah

diastolic dibagi dengan tekanan darah


sistolik,

sehingga

menghasilkan

persentase yang proporsial)


Berikan pemeriksaan fisik berkala pada
populasi berisiko (misalnya, pasien

gagal jantung)
Kurangi
kecemasan

dengan

memberikan informasi yang akurat dan

perbaiki setiap kesalahpahaman


Arahkan pasien dan keluarga mengenai
pemantauan

hemodinaki

(misalnya,

obat-obatan, terapi, tujuan peralatan)


Jelaskan
tujuan
perawatan
dan

bagaimana kemajuan akan diukur


Identifikasi adanya tanda dan gejala
peringatan dini sistem hemodinamik
yang

dikompromikan

(misalnya,

dyspnea, penurunan kemampuan untuk


olahraga, ortopnea, sangat kelelahan,
pusing, melamun, edema, palpitasi,
dyspnea

paroksismal

nokturanal,

perubahan berat badan tiba-tiba)


Pertimbangan status volume (yaitu,
apakah pasien hipervolemi, pipokalemi,
atau berada pada rentang cairan yang

seimbang)
Monitor adanya tanda gejala masalah
status volume (misalnya, distensi vena,
peningkatan tekanan di vena jugularis
interna kanan, reflek vena jugularis
positif pada abdomen, edema, asites,
crakles, dydpnea, ortopnea, dyspnea
paroxysmal nocturnal)

Tentukan status perfusi (yaitu, apakah


pasien terasa dingin, suam-suam kuku,

atau hangat)
Monitor adanya tanda dan gejala
masalah pada status perfusi (misalnya,
hipotensi simptomatik dingin di ujung
kaki dan tangan, termasuk lengan dan
kaki,

mental

obtundation

atau

mengantuk terus, elevasi di tingkat


serum

kreatinin

dan

BUN,

hiponatremia, tekanan nadi sempit, dan


tekan nadi proporsional 25% atau

kurang)
Lakukan auskultasi pada jantung
Monitor dan catat tekanan daraha,

denyut jantung, irama, dan denyut nadi


Monitor apakah alat pacu jantung

berfungsi
Monitor resistensi sistemik pembuluh

darah dan paru


Monitor curah jantung, indeks kardiak
dan indeks kerja stroke ventikuler, yang

sesuai
Berikan obat-obat inotropic positif dan

obat-obatan kontraktilitas
Berikan obat antiaritmia
Monitor efek obat
Monitor deyut nadi perifer, pengisian

kapiler, suhu dan warna ekstremitas


Tinggikan kepala tempat tidur
Tinggikan kaki tempat tidur
Monitor apa ada edema perifer; distensi
vena jugularis; bunyi jantung S3 dan
S4: dyspnea; penambahan berat badan;
dan distensi organ, terutama di paruparu, tekanan arteri sekitar; tekanan
vena sentral dan atrium kanan

10

Monitor kadar elektrolit


Jaga keseimbangan cairan

pemberian cairan IV atau diuretic


Berikan
obat
vasodilator

vasokontriktor
Monitor asupan

output urin, dan berat badan pasien


Evaluasi efek dari terapi cairan
Pasang kateter urin
Minimalkan stress lingkungan
Berkolaborasi dengan dokter, sesuai

dan

dengan
dan

pengeluaran,

indikasi
6. Perawatan bayi: baru lahir
Bersihkan sekresi dari saluran mulut

dan hidung
Lakukan evaluasi apgar pada menit

pertama dan kelima setelah kelahiran


Ukur dan timbang berat bayi baru lahir
Monitor suhu bayi baru lahir
Jaga suhu tubuh adekuat bayi baru lahir
(misalnya, keringkan bayi setelah lahir,
membedong bayi dalam selimut jika
tidak diletakan ditempat yang hangat,
pakai topi rajut bayi dan instruksikan
orantua untuk menjaga kepala tetap
tertutup, dan letakan bayi baru lahir
dalam ruangan isolasi (bayi) atau
tempatkan

bayi

dibawah

pemanas

sesuai kebutuhan)
Monitor frekuensi pernafasan dan pola

napas (bayi)
Respon pada
pernafasan
(pernapasan)

tanda-tanda

distress

(misalnya,

takipnea,

cuping

hidung,

mendengkur, retraksi, rhonchi, dan

11

rales)
Monitor frekuensi denyut nadi bayi

baru lahir
Monitor warna kulit
Ukur lingkar kepala
Tentukan usia janin
Bandingkan berat badan bayi baru lahir

dengan perkiraan usia janin


Letakan bayi baru lahir didada segera

setelah persalinan
Monitor makanan pertama bayi baru

lahir
Monitor reflex menghisap bayi baru

lahir selama menyusui


Sendawakan bayi baru lahir dengan

kepala di tegakkan
Monitor berat badan bayi baru lahir
Monitor asupan dan pengeluaran
Catat apa yang menjadi output [bayi]
pertama kali dan pergerakan usus bayi

baru lahir
Bantu orangtua untuk memandikan
bayi baru lahir pertama kali setelah

suhu stabil
Peluk dan sentuh bayi baru lahir yang
ada di ruangan isolasi bayi secara

teratur
Sediakan perawata mata propilaktik
Bandingkan tipe darah bayi baru lahir

dengan ibu
[bungkus bayi dengan] lapin untuk
meningkatkan tidur dan pemberian rasa

aman
Posisikan bayi baru di punggung atau

miringkan setelah makan


Tinggikan bagian kepala kasur atau
ruang isolasi bayi untuk meningkatkan

fungsi pernafasan
Gunakan selimut yang digulung dan
dimiringkan pada punggung bayi baru

12

lahir, tempatkan lengan posisi [bayi]

berguling atau posisi tengkurap


Kuatkan atau sediakan informasi
tentang bayi baru lahir mengenai

kebutuhan nutrisinya
Pertimbangkan kondisi tali pusar bayi
baru lahir sebelum transfusi dengan

menggunakan vena umbilical


Bersihkan tali pusat dengan persiapan

alat yang di resepkan


Jaga agar tali pusar tetap kering dan
terepspose pada udara dengan bending

bayi baru lahir di bawah tali pusat


Monitor adanya kemerahan dan

drainase pada tali pusat


Bersihkan dan aplikasikan balutan

petroleum jelly pada sirkumsisi


Pakaikan popok yang tidak ketat

setelah sirkumsisi
Beri pengekangan jika didikasikan dan

monitor peggunaannya setiap waktu


Monitor respon bayi baru lahir terhadap

sirkumisi
Monitor hipoglikemia dan anomaly jika

ibu memiliki diabetes


Monitor tanda-tanda hipobilirubinemia,

jika tepat
Instruksikan orangtua untuk mengenal

hiperilirubinemia
Lindungi bayi baru lahir dari sumbersumber infeksi di lingkungan rumah

sakit
Tentukan kondii kesiapan bayi baru

lahir sebelum menyediakan perawatan


Buatlah kontak mata dan berbicara
pada bayi baru lahir saat memberikan
perawatan

13

Sediakan lingkungan yang tentram dan

menengkan
Berespon [segera] terhadap tanda-tanda
pada

bayi

baru

memfasilitasi

lahir

untuk

perawatan

dan

membangun rasa percaya


Dukung da fasilitasi ikatan

dan

kelekatan keluarga dengan bayi baru

lahir
Berikan informasi dan fasilitas skrining
bayi

baru

lahir

terkait

gagguan

metabolic
Instruksikan orangtua untuk mengenal

tanda bayi kesulitan bernafas


Instruksikan orangtua untuk meletakan

bayi baru lahir di punggung saat tidur


7. Kontrol infeksi
Alokasikan kesesuain luas ruang per
pasien

yang

pedoman
pencegahan

14

diidentifikasikan

pusat

oleh

pengendalian

penyakit

dan

(centers

for

disease and prevention/ CDC)


Bersihkan lingkungan dengan baik

setelah digunakan untuk setiap pasien


Ganti peralatan perawatan per pasien

sesuai protocol institusi


Isolasi orang yang terkena penyakit

menular
Tempatkan

pencegahan yang sesuai


Pertahankan teknik isolasi yang sesuai
Batasi jumlah pengujung
Ajarkan cara cuci tangan bagi tenaga

kesehatan
Anjurkanpasien

mencuci tangan dengan tepat


Anjurkan pengunjung untuk mencuci

isolasi

sesuai

mengenai

tindakan

teknik

tangan

pada

saat

memasuki

dan

meninggalkan ruangan pasien


Gunakan sabun antimikroba untuk

mencuci tangan yang sesuai


Cuci tangan sebelum dan sesudah

kegiatan perawatan pasien


Lakukan tindakan-tindakan pencegahan

yang bersifat universal


Pakai sarung tangan

sebagaimana

dianjurkan oleh kebijakan pencegahan

universal/ universal precaution


Pakai pakaian ganti satu jubbah saat

menangani bahan-bahan yang infeksius


Pakai sarung tangan steril dengan tepat
Gosok kulit pasien dengan agen

antibakteri yang sesuai


Cukur dan siapkan daerah
mempersiapkan

prosedur

untuk

invasive

dan/atau operasi sesuai indikasi


Jaga lingkungan aseptic yang optimal
selama penusukan di samping tempat

tidur dari saluran penghubung


Jaga lingkungan aseptic saat mengganti

tabung monitor hemodinamik invasive


Ganti IV perifer dan tempat saluran
penghubung serta balutannya sesuai

dengan pedoman CDC saat ini


Pastikan penanganan aseptic

semua saluran IV
Pastikan teknik perawatan luka yang

tepat
Gunakan kateterisasi intermiten untuk

dari

menggurangi kejadian infeksi kandung

kemih
Ajarkan pasien untuk mendapatkan
specimen urin aliran tengah yang sesuai
pada

15

saat

tanda

pertama

dari

kembalinya gejala
Dorong batuk dan bernafas dalam yang

tepat
Tingkatkan intake nutrisi yang tepat
Dorong untuk berisirahat
Berikan terapi antibiotic yang sesuai
Berikan imunisasi yang sesuai
Anjurkan pasien untuk meminum

antibiotic seperti yang diresepkan


Ajarkan pasien dan keluarga mengenai
tanda dan gejala infeksi dan kapan
harus melaporkannya kepada penyedia

perawatan kesehatan
Ajarkan pasien dan anggota keluarga
mengenal

bagaimana

menghindari

infeksi
Promosikan persiapan dan pengawetan

makanan yang aman


8. Perlindungan infeksi
Monitor adanya tanda dan gejala

infeksi sitemik dan lokal


Monitor kerentanan terhadap infeksi
Tinjau riwayat dilakukannya perjalanan

internasional dan global


Monitor hitung mutlak

WBC, dan hasil-hasil diferensial


Ikut
tindakan
pencegahan

neurotropenia, yang sesuai


Batasi jumlah pengunjung, yang sesuai
Hindari kontak dekat dengan hewan

granulosit,

peliharan hewan dan penjamu dengan


imunitas

16

yang

membahayakan

(imunocompromised)
Skrinig semua pengunjung

terkait

penyakit menular
Pertahankan asepsis

pasien

berisiko
Pertahankan teknik-teknik isolasi yang

untuk

sesuai
Berikan perawatan kulit yang tepat

untuk area yang mengalami edema


Periksa kulit dan selaput lender untuk
adanya

kemerahan,

kehangatan

ekstrim, atau drainase


Periksa kondisi setiap sayatan bedah

atau luka
Dapatkan kultur yang diperlukan
Tingkatkan asupan nutrisi yang cukup
Anjurkan asupan cairan, dengan cukup
Anjurkan istirahat
Pantau adanya perubahan tingkat

energy atau malaise


Anjurkan peningkatan mobilitas dan

latihan, dengan tepat


Anjurkan pernafasan dalam dan batuk,

dengan tepat
Berikan agen imuniasi dengan tepat
Instruksikan pasien untuk minum

antibiotic yang diresepkan


Jaga penggunaan antibiotic dengan

bijaksana
Jangan mencoba pengobatan antibiotic

untuk infeksi-infeksi virus


Ajarkan pasien dan keluarga mengenai
tanda dan gejala infeksi dan kapan
harus melaporkannya kepada pemberi

layanan kesehatan
Ajarkan pasien dan anggota keluarga

bagimana cara menghindari infeksi


Kurangi buah-buahan segar, sayursayuran, dan merica dalam diet pasien

dengan neutropenia
Singkirkan bunga-bunga segar dan
tnaman-tanaman

17

dari

area

pasien,

dengan tepat
Berikan ruang pribadi, yang diperlukan

Pastikan

keamanan

menjangajukan

air

dengan

hiperklorinasi

dan

pemanasan lebig, dengan tepat


Laopr dugaan infeksi pada pesonil

pengendalian infeksi
Lapor kultur positif pada personil

pengendalian infeksi
9. Manajemen pengobatan
Tentukan obat apa yang diperlukan dan
dikelola

menurut

resep

dan/atau

protocol
Diskusikan masalah keuangan yang

berterkaitan dengan regimen obat


Tentukan kemampuan pasien untuk
mengobati diri-sendiri dengan cara

yang tepat
Monitor efektivitas cara pemberian

obat yang sesuai


Monitor
pasien

terapeutik obat
Monitor tanda dan gejala toksisitas obat
Monitor efek samping obat yang non

terapeutik
Kaji ulang pasien dan/atau keluarga

mengenai

efek

secara berkala mengenai jenis dan

jumlah obat yang dikonsumsi


Buang obat yang sudah kadaluarsa,
yang sudah diberhentikan atau yang

18

mempunyai kontraindikasi obat


Fasilitasi
perubahan
pengobatan

dengan dokter
Monitor respon terhadap perubahan

pengobatan dengan cara yang tepat


Pertimbangkan pengetahuan pasien

mengenai obat-obatan yang tepat


Pertimbangkan pengetahuan pasien

mengenai obat-obatan
Pantau kepatuhan mengenai regimen

obat
Pertimbangkan factor-faktor yang dapat
menghalagi

untuk

mengkonsumsi obat yang diresepkan


Kembangkan strategi bersama pasien
untuk

meningkatkan

mengenai

pasien

regimen

diresepkan
Konsultasikan
perawat

obat

dengan

kesehatan

kepatuhan
yang

professional

lainnya

untuk

meminimalkan jumlah dan frekuensi


obat yang dibutuhkan agar didapatkan

efek terapeutik
Ajarkan pasien

dan/atau

anggota

keluarga mengenai tindakan dan efek

samping yang diharapkan dari obat


Berikan pasien dan anggota keluarga
mengenai informasi tertulis dan visual
untuk meingkatkan pemahaman diri

mengenai pemberian obat yang tepat


Kembangkan strategi untuk mengelola

efek samping obat


Dapatkan resep dokter bagi pasien yang
melakukan pengobatan sendiri dengan

cara yang tepat


Buat protocol untuk penyimpanan,
penyimpanan ulang, dan pemantauan
obat

yang

tersisa

untuk

tujuan

pengobatan sendiri denga cara yang

tepat
Tentukan dampak penggunaan obat

pada gaya hidup pasien


Berikan alternative mengenai jangka
waktu dan cara pengobatan mandiri

19

untuk meminalkan efek gaya hidup


Bantu pasien dan anggota keluarga

dalam

membuat

penyesuaian

gaya

hidup yang diperlukan terkait dengan


pemakaian obat-obatan tertentu dengan

cara yang tepat


Anjurkan pasien mengenai kapan harus

mencari bantuan medis


Identifikasi jenis dan jumlah obat bebas

yang digunakan
Berikan
informasi
penggunakaan

obat

mengenai
bebas

dan

bagaimana obat-obatan tersebut dapat

mempengaruhi kondisi saat ini


Pertimbangan
apakah
menggunakan

obat-obtan

pasien
berbasis

budaya dan obat yang diresepkan


Kaji ulang strategi bersama pasien

dalam mengelola obat-obatan


Sediakan pasien dengan daftar sumbersumber untuk bisa dihubungi untuk
mendapatkan informasi lebih lanjut

mengenai obat-obatan
Hubungi pasien dan keluarga setelah
pemulangan pasien untuk menjawab
pertanyaan

dan

mendiskusikan

kekhawatiran terkait dengan regimen

obat
Dorong

pasien

untuk

bersedia

dilakukan uji skrining dalam mentukan


efek obat
10. Peresepan obat
Evaluasi tanda dan gejala dari masalah

kesehatan saat ini


Kaji riwayat kesehatan dan penggunaan

obat-obatan
Identifikasi alergi yang diketahui
Kaji kemampuan keluarga dalam
memberikan obat-obatan

20

Identifikasi obat-obatan yang memiliki


indikasi untuk masalah kesehatan saat

ini
Resepkan obat sesuai dengan otoritas

peresepan obat dan atau sesuai protocol


Tuliskan resep, menggunakan nama
termasuk dosis dan petunjuk pemberian

obat
Ucapkan dengan jelas singkatan yang
sulit

yang

dapat

menimbulkan
(misalnya

dengan

mudah

kesalahpahaman

micrograms,

miligrams,

units)
Periksa bahwa angka decimal dalam
dosis terlihat jelas dengan mudah
menggunakan

awalan

angka

nol

(misalnya, 2 vs 2.c)
Gunakan metode peresepan elektronik

jika tersedia
Gunakan singkatan,

symbol terstandarisasi
Periksa bahwa semua

akronim
obat

yang
yang

diresepkan telah tertulis dengan benar,


lengkap dan sesuai dengan keperluan

dan tujuan penggunaanya


Ikuti rekomendasi untuk penggunaan
dosis

awal

dari

obat

(misalnya,

milligram/kilogram, berat badan, luas


permukaan tubuh, atau dosis efektif

terendah)
Konsultasikan

petugas farmasi sesuai kebutuhan


Konsultasikan referensi pemberian obat

dengan

dokter

atau

untuk dokter dan referensi lainnya jika

21

diperlukan
Konsultasikan pada perwakilan dari

perusahaan

kebutuhan
Ajarkan pasien
metode

obat

dan/atau

pemberian

sesuai
keluarga

obat

sesuai

kebutuhan
Ajarkan pasien dan keluarga terkait
reaksi

penyedia

yang

diharapkan

dan

efek

samping dari obat


Berikan alternative waktu pemberian
dan modalitas dalam pemberian obat
secara mandiri untuk meminmalkan

perubahan gaya hidup


Ajarkan pasien dan keluarga mengenai
bagaimana cara menebus kembali obat

yang diresepkan, sesuai keperluan


Ajarkan pasien/keluarga kapan waktu

untuk mencari bantuan tambahan


Monitor efek terapeutik dan efek
samping obat yang diberikan sesuai

kebutuhan
Pertahankan
obat-batan

pengetahuan
yang

mengenai

digunakan

dalam

praktik keperawatan, termasuk indikasi


penggunaan, tindakan pencegahan, efek
samping, efek toksik, dan informasi
dosis seperti yang dipersyaratkan oleh
otoritas peresepan obat dan undangundang

22

DAFTAR PUSTAKA
Bulechek, M, G dkk. 2016. Nursing Interventions Classification (Nic). Edisi Keenam.
Singapore : Elsevier
Moorhead S, dkk. 2016. Nursing Outcomeclassification (Noc). Edisi Kelima. Singapore :
Elsevier

23