Anda di halaman 1dari 13

PEMETAAN DESA

INVENTARISASI
KEPEMILIKAN LAHAN
SURVEYOR BERLISENSI
SK. MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG /
KEPALA BPN R.I. No : 265/KEP-3/X/2015
Nomor Lisensi : 1 0129 15

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 3


A. LATAR BELAKANG ....................................................................................... 3
B. TUJUAN ......................................................................................................... 4
C. RUANG LINGKUP .......................................................................................... 4
D. PERSONIL ..................................................................................................... 6

BAB II PELAKSANAAN ............................................................................................ 7


A. METODOLOGI ............................................................................................... 7
B. PERSIAPAN ................................................................................................... 8
C. PEMBUATAN PETA DASAR MENGGUNAKAN UAV .................................... 8
D. PENGUMPULAN DATA DI LAPANGAN......................................................... 9
E. PEMETAAN KEPEMILIKAN LAHAN SECARA PARTISIPATIF ..................... 9
F. VALIDASI DATA SURVEY TERHADAP PETA DASAR.................................. 11
G. PENGGAMBARAN PETA .............................................................................. 11
H. PEMBUATAN LAPORAN ............................................................................... 12

BAB III PENUTUP ...................................................................................................... 13

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Inventarisasi kepemilikan lahan pada skala desa adalah salah satu kegiatan penting
dalam proses penataan, pencatatan dan pengadministrasian tanah di tingkat Desa.
Kepemilikan tanah yang jelas dapat memberikan informasi dan memberikan dasar bagi
Desa dalam perencanaan penggunaan lahan, hak penggunaan komunal Desa, serta
sebagai bank data pertanahan lengkap mulai dari pemilikan, penggunaan, penguasaan,
pemanfaatan, dan perizinan bidang tanah. Hal-hal tersebut juga memberikan rasa aman
bagi semua pihak karena selama ini pengadministrasian tanah belum sepenuhnya optimal.
Inventarisasi kepemilikan lahan ini juga sebagai gambaran tentang "kenyataan di lapangan"
serta menjadi integrasi data spasial di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
Namun, perkembangan kegiatan Inventarisasi kepemilikan lahan pada skala desa ini
belum berjalan secara optimal, padahal sesuai Peraturan Menteri nomor 5 tahun 2015 pada
Pasal 5 point c dan d prioritas dana Desa adalah pengembangan ekonomi lokal dan
pemanfaatan sumber daya alam. Sesuai dengan permen tersebut, ada sejumlah dana
investasi yang disalurkan ke Desa-Desa. Pemerintah daerah umumnya masih menganggap
inventarisasi kepemilikan lahan pada skala Desa bukanlah prioritas, sementara, dewasa ini
banyak sekali permasalahan terkait kepemilikan lahan khususnya ditingkat desa terkait
dengan pencatatan ataupun pengadministrasian tanah, dimana kebanyakan bidang-bidang
tanah yang ada di desa belum sepenuhnya dipetakan dan diinventarisasi untuk selanjutnya
dapat dijadikan dasar atau sebuah bank data pertanahan desa yang memudahkan Badan
Pertanahan Nasional untuk pencatatan dan pendaftaran bidang tanah. Hal ini juga sejalan
dengan arahan menteri Agraria dan Tata Ruang untuk membuat sistem dengan Pemetaan

Desa keseluruhan dengan tujuan meminimalisir konflik kepemilikan lahan dan mempercepat
proses pendaftaran tanah jika di suatu desa sudah dipetakan kepemilikan tanah-nya secara
menyeluruh.
Melihat kondisi tersebut, perlu ada suatu metode untuk melakukan Inventarisasi
Kepemilikan Lahan skala desa dengan pemetaan secara menyeluruh, partisipatif, proaktif,
dan efisien dengan melibatkan semua unsur-unsur stakeholder desa. Metode ini diharapkan
bisa mengatasi hambatan seperti waktu yang dibutuhkan serta biaya yang mahal.
Inventarisasi Kepemilikan lahan ini juga dapat disebut sensus kepemilikan lahan yang
memadukan data pemetaan dan data data kepemilikan tanah yang ada di desa untuk
selanjutnya diinventarisasi dan tercatat didalam database desa sehingga data kepemilikan
lahan dapat digunakan untuk keperluan selanjutnya seperti pendaftaran tanah di BPN atau
kepentingan dalam tertib administrasi pertanahan. Berkaitan dengan hal tersebut maka
Inventarisasi Kepemilikan Lahan dalam satu Kabupaten/Kota sangatlah penting demi
kemajuan Desa tersebut.

B. TUJUAN
Adapun tujuan dan maksud dari pekerjaan ini adalah Menghasilkan Database dan
Peta Skala Desa yang berisi informasi dan bank data pertanahan lengkap mulai dari
pemilikan, penggunaan, penguasaan, pemanfaatan, dan perizinan bidang tanah yang
dilakukan secara proaktif dan merupakan salah satu cara untuk mencegah konflik
pertanahan

C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pekerjaan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Persiapan

Persiapan disini meliputi persiapan yang bersifat teknis dan persiapan yang
bersifat non teknis. Diantaranya:
a. Kantor
1) Persiapan administrasi;
2) Persiapan peralatan yang digunakan untuk menunjang kegiatan survei
pemetaan.
b. Lapangan
1) Orientasi lapangan terkait sketsa Batas Desa, Blok-Blok Desa;
2) Identifikasi infrastruktur desa
3) Pengumpulan data Jumlah kependudukan
4) Pengumpulan informasi dan dokumen terkait dengan Kepemilikan Lahan
di desa;
2. Pelaksanaan Lapangan
Pekerjaan ini dilakukan setelah tahapan persiapan selesai. Tahapan pelaksanaan
lapangan terbagi atas beberapa tahapan yang akan dijabarkan sebagai berikut:
a. Pembuatan peta dasar Desa dengan menggunakan Foto Udara;
b. Orientasi lapangan menggunakan GPS Navigasi
c. Survey lapangan dengan membuat seketsa bidang dan pengambilan
koordinat;
d. Pembuatan peta bidang-bidang kepemilikan lahan Desa sementara diatas
peta dasar secara partisipatif dengan melibatkan stakeholder terkait;
e. Validasi data survey terhadap peta dasar.
3. Pengolahan Data
Setelah tahapan pelaksanaan di lapangan selesai, maka tahapan selanjutnya
adalah pengolahan data atau pekerjaan studio. Pekerjaan studio sendiri juga
terbagi atas beberapa tahapan, diantaranya:
5

a. Pembuatan Peta Kartografis


Yaitu pemindahan data lapangan yang telah disepakati bersama untuk
kemudian diolah secara digital menggunakan konsep Sistem Informasi
Geografis.
b. Pembuatan Peta Kepemilikan Lahan Skala Desa
Pembuatan peta Kepemilikan Lahan ini menggunakan skala yang sudah
ditentukan dengan detil yang ditampilkan adalah unsur-unsur yang berkaitan
dengan Kepemilikan Lahan skala Desa seperti bidang-bidang kepemilikan
lahan, jaringan jalan, sungai, serta detil lain yang sesuai dengan keperluan
Desa.
c. Pembuatan Peta Digital untuk Aparat Desa
Pembuatan peta ini bertujuan untuk melengkapi alat pemetaan database
pertanahan yang ada didesa.

D. PERSONIL
Adapun Personil dalam pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1. Ahli Geodesi
2. Surveyor
3. Asisten Surveyor
4. Hubungan Masarakat (Humas)
5. Operator UAV
6. Tim Kartografer & GIS

BAB 2
PELAKSANAAN
6

A. METODOLOGI
Metodologi dalam pekerjaan Inventarisasi Kepemilikan Lahan skala desa digambarkan
pada diagram alir sebagai berikut :

Peta Bidang Kepemilikan Lahan


Sementara

Pengumpulan data
Kepemilikan lahan
dan pemetaan
parsipatif
kepemilikan lahan

Pembuatan Peta Inventarisasi


Kepemilikan Lahan dan Pembuatan Peta
Digital Inventarisasi Kepemilikan Lahan
skala desa
Penyerahan Peta dan
Pelatihan menggunakan
peta digital
Peta Inventarisasi Kepemilikan
Lahan Final

Gambar 1. Metodologi Pelaksanaan


B. PERSIAPAN
Persiapan untuk menunjang pekerjaan Inventarisasi Kepemilikan Lahan skala desa
antara lain :
a. Persiapan dan pembuatan dokumen kontrak, diantaranya : pembuatan usulan
teknis, pembuatan usulan biaya serta pembuatan dokumen administrasi di kantorkantor yang berkaitan.
b. Pengurusan perizinan.
c. Pengumpulan data pendukung proses pekerjaan lapangan.
d. Pencarian informasi terkait keadaan dan kondisi di lapangan.
7

e. Pembuatan rencana pekerjaan atau time schedule pengambilan data.


Biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp. 1.000.000 per desa.

C. PEMBUATAN PETA DASAR MENGGUNAKAN UAV


Pada tahapan ini dilakukan proses pembuatan Peta Dasar dari foto yang dipotret dari
udara, dengan ketinggian tertentu, menggunakan wahana tanpa awak atau UAV atau drone
yang dilengkapi kamera digital.
Peta Foto
Udara

Survey UAV

SU
Gambar 2. Tahapan Pembuatan Peta Dasar
Pemotretan udara dilakukan dengan konfigurasi pertampalan foto sebesar 80%
endlap dan 70% sidelap. Setelah dilakukan pemotretan, akan diperoleh foto-foto obyek
Desa dari udara yang selanjutnya dilakukan mosaik atau penggabungan foto satu dengan
foto lainnya. Hasilnya berupa Peta Foto Udara Digital yang tergeoreferensi. Peta Foto Udara
tersebut dapat digunakan sebagai Peta Dasar untuk tahapan Pemetaan Kepemilikan Lahan
Secara Partisipatif. Adapun biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar :
No
1

Jenis
Survey UAV

Harga
Rp.
40.000,-

Satuan
Per Hektare

D. PENGUMPULAN DATA LAPANGAN

Pengumpulan di

lapangan dimaksudkan

untuk mendapatkan data langsung

dilapangan sehingga kondisi riil dilapangan dapat tergambarkan untuk selanjutnya


dituangkan kedalam peta. Kegiatan ini meliputi :
a. Orientasi lapangan terkait batas Desa;
b. Identifikasi infrastruktur desa
c. Survey data kependudukan
d. Pengumpulan informasi dan dokumen terkait dengan Kepemilikan Lahan di desa;
(Sketsa dan Alas Hak Bukti Kepemilikan Tanah)
Biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar : Rp. 20.000.000.,- / Desa.

E. PEMETAAN KEPEMILIKAN LAHAN SECARA PARTISIPATIF


Pemetaan Kepemilikan Lahan di Desa ini tidak hanya dilakukan oleh personil dari tim
survei saja, melainkan juga melibatkan peran aktif masyarakat lokal, aparat desa, dan
perangkat desa serta dialog dalam kepemilikan lahan. Hal ini dilakukan karena masyarakat
lokal, aparat desa, dan perangkat desa adalah yang paling mengerti mengenai daerah
tersebut.
Pelaksanaan tahapan ini dilakukan dengan cara mendigitasi atau memindahkan
sketsa bidang-bidang kepemilikan lahan secara digital kedalam Peta Dasar yaitu berupa
Peta Foto Udara. Pemindahan informasi bidang kepemilikan lahan Desa bisa dilakukan
dengan cara : tim kartografi menyorotkan peta dari komputer jinjing (laptop) ke atas layar
yang dibuat dari kain putih menggunakan proyektor LCD agar para stakeholder atau unsurunsur terkait melihat dan memberikan informasi terkait kepemilikan, penggunaan,
penguasaan, pemanfaatan, dan perizinan bidang tanah. Tim kartografi bisa langsung
mendigitasi data tersebut ke dalam Sistem Informasi Geografi. Untuk kategori-kategori
bidang dan tata guna lahan yang poligonnya kecil digunakan peta sketsa. Seluruh
perangkat-perangkat Desa perlu proaktif dan parsipatif untuk menunjukkan lokasi-lokasi
9

atau bidang-bidang tanah yang penting bagi mereka. Keuntungan metode ini adalah
melibatkan banyak orang, unsur-unsur terkait, sambil mengolah data spasial dengan cepat.
Setelah proses ini selesai, tim kartografi akan mencetak rancangan peta berskala
Desa dan menyerahkan peta-peta tersebut kepada masing-masing Tim Pelaksana Desa
untuk diperlihatkan kepada Masyarakat Desa yang bersangkutan untuk diverifikasi. Bila ada
koreksi dari masyarakat, tim kartografi memperbaiki kesalahan dan mencetak peta baru.
Tim kartografi selanjutnya menggabungkan Peta dan informasi seperti Batas Desa
data kepemilikan lahan dari bank data desa untuk mendapatkan Peta Kepemilikan Lahan
Sementara secara keseluruhan. Bila ada masyarakat adat di desa tersebut, indikasi wilayah
adat juga digambarkan berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari masing-masing Tim
Pelaksana Desa. Produk yang diserahkan berupa Peta kepemilikan Lahan Sementara
format digital dan cetak dalam kertas A0 sebanyak 1 (satu) rangkap, diberikan kepada Desa
untuk diverivikasi. Biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar :
No

Jenis

Harga

Digitasi

partisipatif

kepemilikan lahan
Cetak Peta A0

Satuan
Rp.

30.000.000,Rp. 100.000,-

Per Desa
Per Lembar

F. VALIDASI DATA SURVEY TERHADAP PETA DASAR


Validasi merupakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap data masukan,
proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam
pemetaan kepemilikan lahan ini akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan. Hasil dari
pengumpulan data primer berupa batas definitive desa, data infrastruktur desa, data
kependudukan dan data kepemilikan lahan sekunder dari bank data desa akan di validasi
dan disandingkan serta melengkapi peta kepemilikan lahan sementara hasil dari pemetaan
parsipatif. Dengan adanya proses ini diharapkan peta yang dihasilkan dapat lebih detil dan

10

konfrehensif dari segi atribut data yang akan disampaikan berupa kepemilikan, penggunaan,
penguasaan, pemanfaatan, dan perizinan bidang tanah.
Biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp. 5.000.000 per desa.

G. PENGGAMBARAN PETA
Penggambaran peta dilakukan secara keseluruhan menjadi Peta Inventarisasi
Kepemilikan Lahan. Sebelum Peta tersebut dicetak, terlebih dahulu membuat draft petanya.
Draf peta tersebut dikirim ke perangkat Desa untuk diverifikasi, dan bila ada koreksi, segera
dibuat perubahan sebelum peta akhir dicetak. Peta yang dihasilkan nantinya harus
memenuhi parameter yang mengacu pada SNI 19-6502.1-2000 tentang spesifikasi peta
rupa bumi, meliputi sebagai berikut :
No

Jenis

Persyaratan

1.

Datum Horisontal

SRGI2013

2.

Elipsoid Referensi

WGS 1984

3.

Skala Peta

1:1.000 1: 10.000

4.

Sistem Proyeksi Peta

Universal Transverse Mercator (UTM)

5.

Sistem Grid

Universal Transverse Mercator (UTM)


dengan grid geografis dan metrik

6.

Ketelitian Planimetris 0.5 mm diukur di atas peta

Pada tahapan ini produk yang diserahkan berupa Peta Desa digital dan cetak dalam
kertas format A0 sebanyak 1 lembar. Biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar :
N

Jenis

Harga

o
1

Penggambaran

Peta
Cetak Peta A0 Full

300.000,Rp.

Color

200.000,-

Rp.

Satuan
Per Desa
Per Lembar

H. PEMBUATAN LAPORAN
11

Pekerjaan Inventarisasi Kepemilikan Lahan skala Desa ini nantinya akan dilaporkan
dalam bentuk format hardcopy sebagai laporan teknis dan juga ke dalam bentuk softcopy
yang kemudian akan dipresentasikan terhadap instansi terkait, dalam hal ini adalah pihak
pemberi kerja. Pada tahapan ini laporan akan diberikan dalam format digital dan cetak
sebanyak 1 (satu) lembar untuk setiap Desa.
Biaya untuk kegiatan ini adalah sebesar :
N

Jenis

o
1

Penyusunan

Laporan
Cetak Laporan

Harga

Satuan
Rp.

1x

1.000.000,Rp. 30.000,-

per
exemplar

BAB 3
PENUTUP
Demikian Proposal Teknis ini dibuat sebenar-benarnya, dengan harapan dapat
memberikan gambaran singkat dan jelas tentang pelaksanaan pekerjaan yang akan
dilakukan oleh Pelaksana Kerja. Mulai dari pekerjaan persiapan, pembuatan peta dasar,
Inventarisasi data kepemilikan lahan dan pemetaan pasrsipatif dilapangan, pembuatan peta
12

bidang kepemilikan lahan sementara hingga menghasilkan peta inventarisasi kepemilikan


lahan skala desa yang dapat dijadikan Database Desa atau bank data desa yang berisi
informasi dan pertanahan lengkap mulai dari pemilikan, penggunaan, penguasaan,
pemanfaatan, dan perizinan bidang tanah yang dapat digunakan untuk keperluan
selanjutnya seperti pendaftaran tanah di BPN atau kepentingan dalam tertib administrasi
pertanahan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 1979 tentang Catur Tertib
Pertanahan. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,
PT. INFOMAP GEO SURVEY

SLAMET RIADI, ST.


Direktur

13