Anda di halaman 1dari 2

ASI dalam Islam

Oleh : Ulfa Rosliana Putri


ASI (Air Susu Ibu) adalah anugerah pemberian Allah yang pada masa ini
perkembangannya pasang-surut. Berbagai faktor telah muncul seperti peran wanita
dalam dunia kerja atau pemasaran susu formula yang kuat sehingga telah menggeser
penggunaan ASI. Sedangkan pemerintah sudah mencanangkan program pemberian ASI
secara eksklusif sesuai yang tertera dalam PP No.33 Tahun 2012.
ASI menurut PP No.3 Tahun 2012 adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu.
Dalam Al-Quran sendiri telah disebutkan mengenai perintah untuk menyusui dalam AlBaqarah ayat 233, yang artinya:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi
yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan
pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani
melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita
kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun
berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan
kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan
jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu
apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah
dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan
Segala sesuatu yang Ia perintahkan pastilah memiliki manfaat. ASI sendiri menurut
pandangan ilmu kedokteran tentunya bermanfaat, seperti:
a.
b.
c.
d.

Dapat mengurangi risiko infeksi saluran napas bawah sebesar 72%


Mengurangi insidensi otitis media sebesar 50%
Mengurangi insidensi infeksi traktus gastrointestinal sebanyak 64%
Mengurangi risiko inflammatory bowel disease sebanyak 31%

Pada intinya, bahwa ASI dapat mencegah infeksi pada bayi. Hal ini disebabkan adanya
komponen imunologis yang terdapat dalam ASI, seperti kolostrum, immunoglobulin A,
lactoferrin, leukosit, dan ada juga faktor pertumbuhan epidermal. Komponen tersebut
membuat ASI lebih unggul daripada susu formula.

Secara umum, kandungan nutrisi dari ASI terbagi atas mikronutrien dan makronutrien.
Makronutrien pada ASI terdiri atas 0,9-1,2 g/dL protein, 3,2-3,6 g/dL lemak, dan 6,7-7,8
g/dL laktosa. Sedangkan mikronutrien pada ASI terdapat vitamin A, B1, B2, B6, B12,
D, dan iodin. ASI juga memiliki kandungan faktor pertumbuhan yang berefek terutama
pada traktus gastrointestinal, vaskular, sistem saraf dan sistem endokrin.
Selain bermanfaat bagi bayi, ASI sendiri juga bermanfaat bagi ibu. Contohnya adalah
berkurangnya perdarahan postpartum, mempercepat berat badan kembali sebelum ke
masa kehamilan, dan mengurangi risiko kanker ovarium dan pyudara,
Kesimpulannya adalah bahwa yang telah Allah perintahkan tidak ada yang sia-sia.
Contohnya adalah ASI yang merupakan perintah Allah bagi seorang ibu untu
memberikannya, ternyata punya banyak manfaat terutama dari segi kedokteran.
Daftar Pustaka
Eidelman AI, Schanler RJ. Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics, Mar
2012; 129(3): 600-3
Shaikh U,Ahmed O. Islam and Infant Feeding. Breastfeeding Medicine, 2006; 1(3):
164-7