Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN

NUTRISI PASIEN PASCA STROKE DI RUMAH


DI RUMAH SAKIT LAKESLA SURABAYA

Disusun oleh :

Gebyar Hafit, S.Kep

131523143077

Vindy Ayu M, S.Kep

131523143082

Aulia Faridaul U, S.Kep

131523143081

Natalia Christin, S.Kep

131523143059

Nurul Ramadani, S.Kep

131523143074

Dwi Adinda, S.Kep

131523143078

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


FAKULTAS KEPERAWATANUNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA

2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Pembahasan

: Nutrisi Pasien Pasca Stroke Di Rumah

Sasaran

: Keluarga pasien di Rumah Sakit LAKESLA

Hari, Tanggal

: Kamis, 26 Januari 2017

Tempat

: Ruang tunggu Rumah Sakit LAKESLA Surabaya

Pelaksana

: Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan


Universitas Airlangga dan TIM PKRS RS LAKESLA
Surabaya

Waktu
A.

: Pukul 09.00 10.00 WIB


TUJUAN

1.

Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta penyuluhan
memahami dan mampu melakukan perawatan pasien pasca stroke di rumah

2.

Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 1x30 menit, diharapkan peserta
penyuluhan mampu :
a. Mengetahui tujuan pemberian nutrisi pada pasien pasca stroke
b. Mengetahui syarat nutrisi pada pasien pasca stroke
c. Mengetahui tahapan pemberian nutrisi pada pasien pasca stroke
d. Mengetahui jenis asupan nutrisi yang diperbolehkan dan tidak
diperbolehkan untuk pasien pasca stroke

B.

POKOK BAHASAN
1. Pengertian
2. Tujuan pemberian nutrisi pada pasien pasca stroke
3. Syarat nutrisi pada pasien pasca stroke
4. Tahapan pemberian nutrisi pada pasien pasca stroke
5. Jenis nutrisi pada pasien pasca stroke

C.

METODE
1.

Ceramah

2.

Demonstrasi

3.

Tanya jawab

D.

E.

MEDIA
1.

Flipchart

2.

Leaflet
KEGIATAN PENYULUHAN

Tahapan dan
Waktu
Pra kegiatan
5 menit

Kegiatan Penyuluhan
Petugas

menyiapkan

daftar

Kegiatan Peserta
hadir, Peserta

penyuluhan

ruangan dan tempat untuk peserta mengisi daftar hadir


penyuluhan

dan duduk di tempat


yang telah disediakan

Pendahulua

Pembukaan :

a. Mengucapkan salam

a. Menjawab salam

5 menit

b. Memperkenalkan diri

b. Mendengarkan

c. Menyampaikan tujuan dan maksud

c. Mendengarkan

penyuluhan
d. Menjelaskan kontrak waktu dan

Pelaksanaan
kegiatan
penyuluhan
15 menit

d.

Mendengarkan

mekanisme kegiatan penyuluhan

dan menyetujui

e. Menyebutkan materi penyuluhan


Pelaksanaan :

e. Mendengarkan

a. Menggali

dan

a. Menjawab

penyuluhan

pertanyaan

pengetahuan

pengalaman
tentang

sasaran
pencegahan

infeksi

nosokomial
b. Menjelaskan materi penyuluhan :
1. Pengertian

b. Memperhatikan

2. Tujuan pemberian nutrisi pada


pasien pasca stroke
3. Syarat nutrisi pada pasien pasca
stroke
4. Tahapan pemberian nutrisi pada
pasien pasca stroke
5. Jenis nutrisi pada pasien pasca

c. Mempraktikkan

stroke
c. Meminta peserta untuk bersamasama menyebutkan jenis nutrisi
yang

diperbolehkan

dan

tidak

diperbolehkan pada pasien pasca


stroke

d. Mengajukan
pertanyaan

d. Memberikan kesempatan kepada


sasaran

penyuluhan

untuk

mengajukan pertanyaan mengenai

e. Mendengarkan

materi yang disampaikan


e. Menjawab

pertanyaan

yang

Penutup

diajukan oleh peserta penyuluhan


Evaluasi :

5 menit

a. Menanyakan kembali materi yang a. Menjawab


telah disampaikan

pertanyaan

b. Memberikan reinforcement kepada b. Memperhatikan


peserta

yang

dapat

menjawab

pertanyaan
c. Menyimpulkan materi yang telah c. Mendengarkan
disampaikan
d. Fasilitator

membagikan

kepada peserta penyuluhan

leaflet d. Menerima leaflet

F. PENGORGANISASIAN
1. Pembimbing Klinik

: Maedi, S.Kep., Ns

2. Pembimbing Akademik

3. Penyaji

: Aulia Faridaul U, S.Kep

4. Moderator

: Vindy Ayu M, S.Kep

5. Observer dan Notulen

: Nurul Ramadani, S.Kep


Natalia Christin, S.Kep

6. Fasilitator

: Gebyar Hafit, S.Kep


Dwi Adinda, S.Kep

G.

SETTING TEMPAT
Flipchart
Moderato
r

Penyaji
P

Fasilitator 1

Fasilitator 2

Observer dan Notulen

Pembimbing

Keterangan:
P

: Peserta Penyuluhan

MATERI

Perilak
u buruk

A. Pengantar Nutrisi Pasien Pasca Stroke


Stroke atau penyakit perdarahan otak adalah kerusakan pada bagian otak
yang terjadi bila pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat-zat gizi ke
bagian otak tersumbat atau pecah. Akibatnya, dapat terjadi beberapa kelainan
yang berhubungan dengan kemampuan makan pasien yang pada akhirnya
berakibat penurunan status gizi.

Untuk mencegah penurunan status gizi dan

mencapai gizi yang optimal, diperlukan penatalaksanaan asupan gizi yang tepat
pada penderita stroke. (Sunita Almatsier 2004).
B. Tujuan pemberian nutrisi
Menurut Sunita Almatsier (2004) tujuan umum penatalaksanaan diet pada
stroke adalah:
1. Memberikan makanan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien
dengan memperhatikan keadaan dan komplikasi penyakit.
2. Memperbaiki keadaan stroke, seperti disfagia, pneumonia, kelainan ginjal
dan dekubitus.
3. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.
C. Syarat pemberian nutrisi
1. Energi cukup, yaitu 24-25 Kkal/kg BB. Pada fase akut energi diberikan
1100-1500 Kkal/hari.
2. Protein cukup, yaitu 0,8-1 gr/kgBB. Apabila pasien berada dalam keadaan
gizi kurang, protein diberikan 1,2-1,5 gr/kgBB. Apabila penyakit disertai
komplikasi Gagal Ginjal Kronis (GGK), protein diberikan rendah yaitu 0,6
gr/kgBB.
3. Lemak Cukup, yaitu 20-25% dari kebutuhan Energi total. Utamakan
sumber lemak tidak jenuh ganda, batasi sumber lemak jenuh yaitu < 10%
dari kebutuhan energi total. Kolesterol dibatasi < 300 mg.
4. Karbohidrat cukup, yaitu 60-70% dari kebutuhan Energi total. Untuk
pasien dengan diabetes mellitus diutamakan karbohidrat kompleks.

5. Vitamin cukup, terutama vitamin A, riboflavin, B6, asam folat, B12, C


dan Vitamin E.
6. Mineral cukup, terutam kalsium, magnesium dan kalium. Penggunaan
natrium dibatasi dengan memberikan garam dapur maksimal 1,5 sendok
teh per hari (setara dengan + 5 gram garam dapur atau 2 gram natrium).
7. Serat diberikan cukup, untuk membantu menurunkan kadar kolesterol
darah dan mencegah konstipasi.
8. Cairan diberikan cukup, yaitu 6-8 gelas per hari, kecuali pada keadaan
edema dan asites, cairan dibatasi. Minuman hendaknya diberikan setelah
selesai makan agar porsi makanan dapat dihabiskan. Untuk pasien dengan
disfagia, cairan diberikan secara hati-hati. Cairan dapat dikentalkan
dengan gel atau guarcol.
9. Bentuk makanandisesuaikan dengan keadaan pasien.
10. Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering.
D. Tahapan pemberian nutrisi
Menurut Sunita Almatsier (2004) berdasarkan tahapannya diet stroke
dibagi menjadi 2 fase, yaitu:
1. Fase Akut (24-48 jam)
Fase akut adalah keadaan tidak sadarkan diri atau kesadaran menurun.
Pada fase ini diberikan makanan parenteral (nothing per oral / NPO) dan
dilanjutkan dengan makanan enteral (naso gastric tube / NGT). Pemberian
makanan parenteral total perlu dimonitor dengan baik. Kelebihan cairan
dapat menimbulkan edema serebral. Kebutuhan energi pada NPO total
adalah AMB x 1 x 1,2; protein 1,5 gr/kgBB; lemak maksimal 2,5 gr/kgBB;
dekstrosa maksimal 7 gr/kgBB.
2. Fase pemulihan
Fase pemulihan adalah fase dimana pasien sudah sadar dan tidak
mengalami gangguan fungsi menelan (disfagia). Makanan diberikan
peroral secara bertahap dalam bentuk Makanan cair, Makanan saring,
Makanan lunak dan Makanan biasa.

Bila ada disfagia, makanan diberikan secara bertahap, sebagai gabungan


makanan NPO, peroral dan NGT sebagai berkut:
1.

NPO

2.

bagian per oral (bentuk semi padat) dan bagian melalui NGT

3.

bagian per oral (bentuk semi padat) dan bagian melalui NGT

4.

diet per oral (bentuk semi padat dan semi cair) dan air melalui NGT

5.

diet lengkap per oral

E. Jenis Nutrisi
Sesuai dengan fase penyakit diberikan diet Stroke I atau II.
1. Nutrisi Stroke I
Nutrisi stroke I diberikan kepada pasien dalam fase akut atau bila ada
gangguan fungsi menelan. Makanan diberikan dalam bentuk cair kental yang
diberikan secara oral atau NGT sesuai dengan keadaan penyakit. Makanan
diberikan dalam porsi kecil tiap 2-3 jam. Lama pemberian makanan disesuaikan
dengan keadaan pasien. Bahan makanan yang dianjurkan disajikan dalam Tabel
Tabel Bahan Makanan yang Dianjurkan Pada Nutrisi Stroke I

2.

Bahan Makanan
Sumber karbohidrat
Sumber protein hewani
Sumber protein nabati
Sumber lemak
Buah

Dianjurkan
Maizena, tepung beras, tepung terigu dan sagu
Susu whole dan skim, telur ayam 3-4 btr/minggu
Susu kedelai, sari kacang hijau dan susu tempe
Margarin, minyak jagung
Sari buah yang dibuat dari: jeruk, pepaya, tomat, sirsak

Minuman

dan apel
Teh encer, sirup, air gula, madu dan kaldu

Nutrisi Stroke II
Nutrisi stroke II diberikan sebagai makanan perpindahan dari nutrisi stroke

I atau kepada pasien pada fase pemulihan. Bentuk makanan merupakan kombinasi
Cair jernih dan Cair kental, Saring, Lunak dan Biasa. Pemberian nutrisi pada
pasien stroke disesuaikan dengan penyakit penyertanya. Nutrisi stroke II dibagi
dalam tiga tahap, yaitu:
Diet Stroke II A

Makanan cair + Bubur saring

1700 Kalori

Diet Stroke II B
Diet Stroke II C

Lunak
Biasa

1900 Kalori
2100 Kalori

Tabel Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Pada Diet
Stroke II
Bahan

Dianjurkan

Tidak dianjurkan

makanan
Sumber

Beras, kentang ubi, singkong,

Produk olahan yang dibuat dengan

Karbohidrat

terigu, hunkwe, tapioka, sagu,

garam dapur atau soda/baking

gula, madu serta produk olahan

powder; kue-kue yang terlalu

yang dibuat tanpa garam dapur

manis dan gurih.

atau soda/baking powder, seperti


makaroni, mi, bihun, roti, biskuit
Sumber

dan kue kering.


Daging sapi dan ayam tak

Daging sapi dan ayam berlemak,

protein

berlemak, ikan, telur ayam, susu

jerohan, otak, hati, ikan banyak

hewani

skim dan susu penuh dalam

duri, susu penuh, keju, es krim dan

jumlah terbatas.

produk olahan protein hewani


yang diawet seperti daging asap,
ham, bacon, dendeng dan kornet.
Pindakas dan semua produk

Sumber

Semua kacang-kacangan dan

protein

produk olahan yang dibuat dengan olahan kacang-kacangan yang

nabati

garam dapur, dalam jumlah

diawet dengan garam natrium atau

Sayuran

terbatas.
Sayuran berserat sedang dimasak,

digoreng.
Sayuran yang menimbulkan gas,

seperti bayam, kangkung, kacang

seperti sawi, kol, kembang kol dan

panjang, labu siam, tomat, tauge

lobak; sayuran berserat tinggi,

dan wortel.

seperti daun singkong, daun katuk,


daun melinjo, daun pare; sayuran

Buah

Buah segar, dibuat jus atau

mentah.
Buah yang menimbulkan gas,

disetup, seperti pisang, pepaya,

seperti nangka dan durian; buah

jeruk, mangga, nenas dan jambu

yang diawet dengan natrium

biji (tanpa bahan pengawet).

seperti buah kaleng dan asinan.

Lemak

Minyak jagung dan minyak

Minyak kelapa dan minyak kelapa

kedelai; margarin dan mentega

sawit; margarin dan mentega

tanpa garam yang

biasa; santan kental,

digunakan untuk menumis atau

krim dan produk gorengan.

setup; santan encer.

Minuman

Teh, kopi, cokelat dalam jumlah

Coklat, kopi dan teh kental.

Bumbu-

terbatas dan encer.


Bumbu yang tidak tajam, seperti

Bumbu yang tajam, seperti cabe,

bumbu

garam (terbatas), gula, bawang

merica dan cuka; yang

merah, bawang putih, jahe, laos,

mengandung bahan pengawet

asem, kayu manis dan pala.

garam natrium, seperti kecap,


maggi, terasi, petis, vetsin, soda
danbaking powder

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, A. A. (2008). Pengantar kebutuhan dasar manusia (edisi kelima).


Jakarta : Salemba Medika.
Wuryanti, Sri. 2000. Pengaruh Nutrisi Enteral Tinggi Protein terhadap Status
Protein Penderita Stroke Akut. Tesis. Universitas Indonesia

www.strokefoundation.com diakses tanggal 12 April 2016

DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN


MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
Ruang

: Ruang tunggu Rumah Sakit LAKESLA Surabaya

Hari/tanggal

: Kamis, 26 Januari 2017

Waktu

: 30 menit

No
1

Nama peserta

Alamat

TTD
1

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
DAFTAR PERTANYAAN
PENDIDIKAN KESEHATAN DI RUANG TUNGGU RUMAH SAKIT
LAKESLA SURABAYA

No.

NAMA

PERTANYAAN

JAWABAN

FORMAT OBSERVASI PENDIDIKAN KESEHATAN DI RUANG


TUNGGU RUMAH SAKIT LAKESLA SURABAYA
FASE PERSIAPAN
a. Pengorganisasian Kelompok berdasarkan peran

b. Persiapan (alat/media penyluhan, absensi, lembar pertanyaan)

FASE PELAKSANAAN
a. Pembukaan (tujuan, kontrak, menggali pengetahuan awal peserta)

b. Pelaksanaan (kesesuaian materi, penampilan penyuluh, keaktifan peserta,


kendala, responstivitas penyuluh dan fasilitator)

FASE EVALUASI
(pencapaian kemampuan peserta, evaluasi pelaksanaan peran penyuluh dan
fasilitator, kendala dan solusi)

LEMBAR OBSERVASI PENDIDIKAN KESEHATAN DI RUANG


TUNGGU RUMAH SAKIT LAKESLA SURABAYA

Kriteria Struktur
Kontrak waktu dan

Kriteria Proses
Pembukaan:

tempat diberikan 1

hari sebelum acara

Mengucapkan salam dan


memperkenalkan diri ( )

Kriteria Hasil
a

Peserta antusias terhadap materi


penyuluhan ( )

dilakukan ( )
b Pembuatan satuan

b Menyampaikan tujuan dan maksud

Peserta mendengarkan dan

memperhatikan penyuluhan ( )
Peserta yang datang sejumlah 15

d
e

orang atau lebih ( )


Acara dimulai tepat waktu ( )
Peserta dapat mengikuti kegiatan

acara penyuluhan,

tujuan ( )
Menjelaskan kontrak waktu dan

leaflet ( )
Peserta ditempat

mekanisme kegiatan( )
Menyebutkan materi

yang telah
ditentukan ( )
d Pengorganisasian

penyuluhan yang akan diberikan( )


a Menggali pengetahuan peserta

penyelenggaraan
penyuluhan
dilakukan sebelum
dan saat penyuluhan
dilaksanakan ( )

sesuai dengan aturan yang telah

Pelaksanaan:
tentang nutrisi pada pasien pasca
stroke ( )
b Menjelaskan materi ( )
c Menjelaskan syarat nutrisi pada
d

pasien pasca stroke ( )


Menjelaskan tahapan pemberian

nutrisi pada pasien pasca stroke ( )


Menjelaskan jenis asupan nutrisi
yang diperbolehkan dan tidak
diperbolehkan untuk pasien pasca

stroke ( )
Menjawab pertanyaan-pertanyaan
pasien dan keluarga ( )

dijelaskan ( )
Peserta mampu menjawab dengan
benar 75% dari pertanyaan
penyuluh
( )