Anda di halaman 1dari 54

CV.

2R BARU

METODE PELAKSANAAN
PENGADAAN FISIK RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM
LOKA LITBANG BIOMEDIS ACEH

LOKASI
TAHUN ANGGARAN
INSTANSI
I.

II.

: JL. SULTAN ISKANDAR MUDA BLANG BINTANG


Lr. Tgk. DILANGGA NO.9 LAMBARO ACEH BESAR
: 2016
: KEMENTERIAN KESEHATAN R.I

RUANG LINGKUP PEKERJAAN


I
PEKERJAAN PENDAHULUAN
II
PEKERJAAN TANAH
III
PEKERJAAN PONDASI
IV
PEKERJAAN STRUKTUR BETON
V
PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN
VI
PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING
VII
PEKERJAAN PENGECATAN
VIII
PEKERJAAN PLAFOND DAN PENUTUP ATAP
IX
PEKERJAAN KUSEN DAN PENGGANTUNG
X
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
XI
PEKERJAAN UTILITAS
XII
PEKERJAAN LAIN - LAIN
METODE PELAKSANAAN

CV. 2R BARU

PEKERJAAN PENDAHULUAN
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pembersihan Lokasi Pekerjaan


Pembuatan Gudang Bahan
Bongkar Dinding Laboratorium
Bongkar Atap Lama
Perancah Kerja
Papan Nama Proyek
Mobiliasi dan Demobilisasi
Air Kerja dan Listrik Kerja
Pemindahan dan Pemasangan Kembali Alat (Lab.)

Pekerjaan diawali dengan pekerjaan sebagai berikut;


1. Mobilisasi dan Demobilisasi
Yang dimaksud dengan mobilisasi dan demobilisasi adalah semua kegiatan yang
berhubungan dengan transportasi peralatan yang akan dipergunakan dalam melaksanakan
paket pekerjaan. Penyedia jasa harus sudah bisa memperhitungkan semua biaya yang
diperlukan dalam rangkaian kegiatan untuk mendatangkan peralatan dan mengembalikannya
nanti bila pekerjaan telah selesai ke tempat semula.
Cara Pelaksanaan
a. Penyediaan Peralatan dan Personil
Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan dan personil sesuai dengan kebutuhan
seperti yang termuat dalam kontrak untuk menyelesaikan pekerjaan.
Sebelum mobilisasi dilaksanakan, maka penyedia jasa harus segera melaporkan
kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan, dan bila dipandang perlu, direksi
dapat meminta tambahan peralatan maupun personil atas tanggungan penyedia jasa.
b. Program dan Pemberitahuan
Penyedia Jasa harus membuat schedule mobilisasi peralatan dan personil yang
dilengkapi dengan keterangan akan jenis dan kapasitas peralatan yang akan
didatangkan.
Penyedia Jasa harus membuat pemberitahuan tertulis kepada direksi perihal
kedatangan maupun pengangkutan kembali peralatan dan personil.
Penyedia jasa harus meminta persetujuan direksi atas setiap perubahan jadwal
peralatan dan penyediaan personil.
Semua peralatan yang telah berada di lokasi pekerjaan, bila sudah tidak diperlukan,
dapat dipindahkan dari areal pekerjaan dengan seijin direksi.
2. Pembuatan Gudang Bahan dan Direksi Keet

CV. 2R BARU

Dalam pelaksanaan proyek ini Direksi Keet yang dibuat terdiri dari Kantor ukuran
5x10m, Ruang rapat Ukuran 4x4m, gudang ukuran 6 x 10m, barak pekerja ukuran 3x10m (2
Lantai), rumah genset, serta Toilet. Untuk Ruang kantor dan ruang Rapat didalamnya
dilengkapi meja, kursi, gambar kerja, time schedule, struktur organisasi proyek, papan tulis,
alat pemadam kebakaran, buku tamu, buku direksi dan laporan harian proyek. Ruang ini
digunakan sebagai kantor sementara kontraktor dan dipakai sewaktu-waktu perlu dilakukannya
rapat kerja. Barak kerja dibuat untuk tempat tinggal sementara tenaga kerja selama proyek
berlansung.

Contoh Gambar Barak Pekerja


Gudang penyimpanan bahan ini dibuat untuk tempat bahan material yang sifatnya
untuk menjaga keselamatan dari bahan tersebut. Untuk Gudang penyimpanan semen,
tempatnya harus baik sehingga terlindung dari kelembaban atau keadaan cuaca lain yang
merusak. Lantai penyimpanan harus kuat dan berjarak minimal 30 cm dari permukaan tanah.

Gambar Gudang Material

CV. 2R BARU

Letak direksi keet dibuat pada tempat yang mudah dijangkau dan mudah dicapai dalam
proses bongkar muat material yang akan digunakan.

3. Papan Nama Proyek

Papan Nama Proyek dibuat dari papan dengan ukuran 200 x 100 cm. didirikan tegak
diata kayu 5/7 cm setinggi 240 cm diletakkan pada tempat yang mudah dilihat umum. Papan
nama proyek memuat :
Nama Proyek
Pemilik Proyek
Lokasi Proyek
Jumlah biaya (kontrak)
Nama Konsultan Perencana
Nama konsultan Pengawas
Nama Pelaksanan (Kontraktor)
Proyek dimulai tanggal, bulan, tahun.
4. K3,Air dan Listrik Kerja
K3 (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja)
Pengertian keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin,
pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan
lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja bersasaran segala
tempat kerja, baik didarat, didalam tanah, dipermukaan air, didalam air, maupun diudara.
Tempat-tempat demikian tersebar pada segenap kegiatan ekonomi, seperti pertanian, industri,
pertambangan, perhubungan, pekerjaan umum, jasa dan lain-lain. Salah satu aspek penting
sasaran keselamatan kerja mengingat resiko bahanya adalah penerapan teknologi, terutama
teknologi yang lebih maju dan mutakhir. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang
bekerja. Keselamatan kerja adalah dari, oleh, untuk setiap tenaga kerja serta orang lainnya dan
juga masyarakat pada umumnya. Keamanan kerja adalah unsur-unsur penunjang yang
mendukung terciptanya suasana kerja yang aman, baik berupa materil maupun nonmateril.
Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat material diantaranya sebagai berikut.
1.
Baju kerja
2.
Helm
3.
Kaca mata
4.
Sarung tangan
5.
Sepatu
Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat nonmaterial adalah sebagai berikut.
1.
Buku petunjuk penggunaan alat
2.
Rambu-rambu dan isyarat bahaya.
3.
Himbauan-himbauan

CV. 2R BARU

4.

Petugas keamanan

Tujuan Keselamatan Kerja :

Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja.

Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan effisien.

Menjamin proses produksi berjalan secara aman


2. Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang bertujuan agar masyarakat
pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani, maupun sosial,
dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang
disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum.
Kesehatan dalam ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja tidak hanya
diartikan sebagai suatu keadaan bebas dari penyakit. Menurut Undang-Undang Pokok
Kesehatan RI No. 9 Tahun 1960, BAB I pasal 2, keadaan sehat diartikan sebagai
kesempurnaan keadaan jasmani, rohani, dan kemasyarakatan.
3. Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja dapat diartikan sebagai keadaan terhindar dari bahaya selama
melakukan pekerjaan. Dengan kata lain keselamatan kerja merupakan salah sau faktor yang
harus dilakukan selama bekerja. Tidak ada seorang pun didunia ini yang menginginkan
terjadinya kecelakaan. Keselamatan kerja sangat bergantung .pada jenis, bentuk, dan
lingkungan dimana pekerjaan itu dilaksanakan.
Unsur-unsur penunjang keselamatan kerja adalah sebagai berikut:
a.
Adanya unsur-unsur keamanan dan kesehatan kerja yang telah dijelaskan diatas.
b. Adanya kesadaran dalam menjaga keamanan dan kesehatan kerja.
c.
Teliti dalam bekerja
d.
Melaksanakan Prosedur kerja dengan memperhatikan keamanan dan kesehatan kerja.
Keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses
pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan
(Sumamur).Sasaran Segala tempat kerja (darat, di dalam tanah, permukaan dan dalam air,
udara) :

Industri

Pertanian

Purtambangan

Perhubungan

Pekerjaan umum

Jas
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kesehatan, keselamatan, dan keamanan
kerja adalah upaya perlindungan bagi tenaga kerja agar selalu dalam keadaan sehat dan selamat
selama bekerja di tempat kerja. Tempat kerja adalah ruang tertutup atau terbuka, bergerak atau
tetap, atau sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan usaha dan tempat terdapatnya sumbersumber bahaya.
Kecelakaan kerja dapat dibedakan menjadi kecelakaan yang disebabkan oleh :

CV. 2R BARU

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mesin
Alat angkutan
Peralatan kerja yang lain
Bahan kimia
Lingkungan kerja
Penyebab yang lain

Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja


1.
Kerugian Langsung

2.

Penderitaan pribadi, rasa kehilangan dari anggota keluarga korban


Kerugian Tak langsung (tersembunyi)

Kerusakan mesin dan peralatan, terganggunya produksi, terganggunya waktu kerja


karyawan dll.

Sebab-sebab kecelakaan
1. Tindak perbuatan manusia yang tidak memenuhi keselamatan (unsafe human acts)
2.
Keadaan- keadaan lingkungan yang tidak aman (unsafe conditions)
Faktor utama:
1. Peralatan teknis
2. Lingkungan kerja
3. Pekerja
80-85% kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan manusia Suatu pendapat:
Langsung atau tidak langsung semua kecelakaan disebabkan oleh semua manusia yang terlibat
dalam suatu kegiatan.
Tujuan Kesehatan, Keselamatn dan Keamanan Kerja
Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja bertujuan untuk menjamin kesempurnaan
atau kesehatan jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya.
Secara singkat, ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja adalah sebagaai
berikut :
1. Memelihara lingkungan kerja yang sehat.
2. Mencegah, dan mengobati kecelakaan yang disebabkan akibat pekerjaan sewaktu bekerja.
3. Mencegah dan mengobati keracunan yang ditimbulkan dari kerja
4. Memelihara moral, mencegah, dan mengobati keracunan yang timbul dari kerja.
5. Menyesuaikan kemampuan dengan pekerjaan, dan
6. Merehabilitasi pekerja yang cedera atau sakit akibat pekerjaan.
Keselamatan kerja mencakup pencegahan kecelakaan kerja dan perlindungan terhadap
terhadap tenaga kerja dari kemungkinan terjadinya kecelakaan sebagai akibat dari kondisi
kerja yang tidak aman dan atau tidak sehat.Syarat-syarat kesehatan, keselamatan, dan
keamanan kerja ditetapkan sejak tahap perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran,

CV. 2R BARU

perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan, dan penyimpanan bahan,


barang, produk teknis, dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya
kecelakaan.

Adapun yang menjadi tujuan keselamatan kerja adalah sebagai berikut:


1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk
kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.
2. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja.
3. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.

Alat-alat pelindung badan


Pada waktu melaksanakan pekerjaan, badan kita harus benar-benar terlindung dari
kemungkinan terjadinya kecelakaan. Untuk melindungi diri dari resiko yang ditimbulkan
akibat kecelakaan, maka badan kita perlu menggunakan ala-alat pelindung ketika
melaksanakan suatu pekerjaan.
Berikut ini akan diuraikan beberapa alat pelindung yang biasa dipakai dalam
melakukan pekerjaan listrik dan elektronika.
Pakaian kerja
Pemilihan dan pemakaian pakaian kerja dilakukan berdasarkan ketentuan berikut.
Pemakaian pakaian mempertimbangkan bahaya yang mungkin dialami
Pakaian longgar, sobek, dasi, dan arloji tidak boleh dipakai di dekat bagian mesin
Jika kegiatan produksi berhubungan dengn bahaya peledakan/ kebakaran maka harus
memakai pakaian yang terbuat dari seluloid.
Baju lengan pendek lebih baik daripada baju lengan panjang.
Benda tajam atau runcing tidak boleh dibawa dalam kantong.
Tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan debu, tidak boleh memakai pakaian
berkantong atau mempunyai lipatan.
Sistem keamanan dan keselamatan kerja terhadap keseluruhan personil baik Pengawas,
Pelaksana dan juga pekerja terutama yang ada di dalam lingkungan pekerjaan menjadi hal
yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan antara lain mengadakan sosialisasi K3, memasang
rambu-rambu peringatan agar bekerja hati-hati dan pemakaian alat-alat pengamanan untuk
keselamatan kerja dan perlindungan terhadap pekerjaan itu sendiri. Untuk melayani apabila
terjadi kecelakaan kecil disediakan kotak/almari P3K mengadakan kerja-sama dengan
Puskesmas terdekat. Apabila Puskesmas tidak mampu akan dirujuk ke Rumah Sakit terdekat.
Seluruh tenaga kerja yang bekerja pada proyek ini akan diikut sertakan dalam program Astek
ataupun Jamsostek.Secara umum dapat diartikan tujuan penerapan K3 di proyek adalah agar
tidak terjadi kecelakaan kerja ( zero accident)

CV. 2R BARU

Program keselamatan dan kesehatan kerja pada Proyek (RKP) meliputi :

Kondisi lingkungan lengkap dengan perencanaan site.

Struktur organisasi K3

Pokok-pokok perhatian K3

Identifikasi resiko kecelakaan dan pencegahan

Identifikasi kondisi dan alat yang dapat menimbulkan potensi bahaya.

Jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Daftar Instansi terkait.

Kondisi Lingkungan dan Perencanaan Site.

Pengaturan jalan mobilitas bahan, tenaga dan alat.

Lokasi penyimpanan bahan/material.

Lokasi fabrikasi

Direksi keet

Barak kerja.
Struktur Organisasi Unit K3 :

Ketua Unit K3

Sekretaris

Bendahara

Pelaksana K3

Anggota

: Kepala Proyek
: Teknik
: Personalia dan Keuangan
: Para Pelaksana
: Seluruh personil proyek.

Pokok-pokok perhatian K3 :

Kecelakaan kerja akibat dri penggunaan :


1. Alat / Mesin\
2. Tahapan/metode pelaksanaan.

Penyakit akibat kerja


1.
Suara dan asap pengguna alat
2.
Penggunaan bahan kimia berbahaya

Pemaparan terhadap kondisi lingkungan.

Pertolongan pertama pada kecelakaan ( P3K )

Usaha-usaha penyelamatan
Pencegahan dan Penanggulangan Kecelakaan :

Pemasangan poster/himbauan tentang K3

Penggunaan alat keselamatan kerja yang memadai (helm, sarung tangan, sepatu dll)

Pemberian rambu-rambu petunjuk dan larangan.

Pemasangan pagar pengaman di antara lantai dan tangga

Briffing setiap pagi kepada Mandor dan Sub yang terlibat.

Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai

Penempatan material/bahan yang sensitive/berbahaya dengan benar

Menjaga kondisi jalan kerja agar tetap layak pakai

Perlu mendapat perhatian terhadap alat yang menimbulkan suara bising, asap dan residu
lainnya.

Penyediaaan alat pemadam kebakaran

Penempatan Satpam

CV. 2R BARU

Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat.


Pemeliharaan Kesehatan :

Penyediaan air bersih

Pembuatan sarana MCK yang memadai

Penyediaan tempat sampah dan pembuangan keluar lokasi kerja

Kerjasama dengan klinik atau rumah sakit terdekat


Perlengkapan dan peralatan penunjang program K3, meliputi :

Pemasangan bendera K3, bendera perusahaan dan bendera Negara Republik Indonesia.

Pemasangan sign board K3 berupa slogan-slogan yang mengingatkan akan perlunya


bekerja dengan selamat, gambar-gambar atau pamflet tentang bahaya / kecelakaan yang
mungkin terjadi di lokasi pekerjaan. Slogan maupun pamflet dapat dipasang di kantor
proyek dan lokasi pekerjaan berlangsung .
Pengawasan Pelaksanaan K3 meliputi :

Safety Patrol : Suatu team yang terdiri dari 2 atau 3 orang yang melaksanakan patroli selama
lebih kurang 2 jam (tergantung lingkup proyek). Dalam patroli masing-masing anggota safety
patrol mencatat hal-hal yang tidak sesuai ketentuan/yang mempunyai resiko kecelakaan.
Ketentuan/tolok ukurnya adalah : Safety Plan, Panduan pelaksanaan K3 dan hal-hal yang
secara teknis mengandung resiko.
Safety Supervisor : Petugas yang ditunjuk oleh Manager Proyek yang secara terus menerus
mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilihat dari segi K3 : Safety
Supervisor berwenang menegur dan memberikan instruksi langsung terhadap para pelaksana di
lapangan.
Safety Meeting : Rapat membahas hasil/laporan dari safety patrol maupun hasil/laporan dari
safety supervisor. Yang paling utama dalam safety meeting adalah perbaikan atas pelaksanaan
kerja yang tidak sesuai K3 dan perbaikan system kerja untuk mencegah penyimpangan tidak
terulang kembali.
Pelaporan dan Penanganan Kecelakaan : Pelaporan dan Penanganan kecelakaan terdiri dari
kecelakaan ringan, kecelakaan berat, kecelakaan dengan korban meninggal dan kecelakaan
peralatan berat.

Perlengkapan Diri (APD)

Helmet: Alluminium, Standard (CIC)


Sepatu lapangan : kulit, karet
Jas hujan
Masker las
Kaca mata las
Sabuk pengaman
Tali pengaman
Masker hidung
Penutup telinga
Sarung tangan

CV. 2R BARU

Handy Talky
Senter
Tas Pinggang
Kartu pengenal.

Perlengkapan K3

Tandu Orang

Alat pemadam kebakaran

Rambu-rambu petunjuk

Spanduk K3

MCK

Pompa air

Mushola

Bedeng pekerja

Ruang Klinik

P3K

Papan pengumuman.
Air dan Listrik Kerja
Penyediaan Air Kerja dan Listrik Untuk menunjang pelaksanaan kerja konstruksi, maka
kontraktor juga menyediakan air kerja. Air kerja yang disediakan atas petunjuk direksi dan
sesuai SNI Air untuk Konstruksi. Persiapan air kerja harus siap terus, untuk itu perlu dibuatkan
bak penampung air cadangan agar tetap terjaga bila kehabisan air. Air untuk bekerja harus
disediakan Kontraktor dengan membuat sumur pompa di lokasi proyek atau disuplai dari luar.
Air harus bersih, bebas dari debu, bebas dari lumpur, minyak dan bahan-bahan kimia lainnya
yang merusak. Penyedian air harus sesuai dengan petunjuk dan persetujuan
Perencana/Pengawas. Listrik untuk bekerja harus disediakan kontraktor dan diperoleh dari
sambungan sementara PLN setempat selama masa pembangunan. Penggunaan diesel untuk
pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk penggunaan sementara atas persetujuan
Pengawas. Daya listrik juga di sediakan untuk suplai Kantor Konsultan Pengawas
5. Pekerjaan Pembongkaran (dinding dan atap eksisting)
Sebelum pekerjaan dilaksanakan Penyedia Jasa Konstruksi harus menyiapkan segala
peralatan dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanan pekerjaan dan Penyedia Jasa
Konstruksi harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau
Konsultan Pengawas sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan pembersihan. Penyedia Jasa
Konstruksi harus bertanggung jawab serta menjaga kebersihan lingkungan dankeamanan
barang yang akan dibongkar atau dipindahkan dan bangunan yang ada yang tidak ikut
dikerjakan dengan lingkungan yang ada, Apabila dalam melaksanakan pembongkaran terjadi
kerusakan yang diakibatkan oleh pelaksanaan pembongkaran, Penyedia Jasa Konstruksi wajib
membetulkan dan merapikan kembali, serta biaya yang ditimbulkan akibat perbaikan tersebut
menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi dan tidak dapat diajukan sebagai pekerjaan
tambah, Apabila dalam melaksanakan pembongkaran dan bahan bongkaran tersebut digunakan
kembali maka bahan tersebut harus layak pakai secara teknis dan mendapat persetujuan dari
Pemimpin Kegiatan atau Konsultan Pengawas, Apabila dalam melaksanakan pembongkaran
maka bahan bongkaran tidak boleh dibawa keluar dari lokasi pekerjaan walaupun untuk dibuat

CV. 2R BARU

pada pabrikasi oleh Penyedia Jasa Konstruksi pelaksana pekerjan kecuali mendapat
persetujuan dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau Konsultan Pengawas, Pelaksanaan
pekerjaan pembongkaran yang dilaksanakan sesuai yang ditunjuk gambar rencana atau
Dokumen Lelang serta mendapat petunjuk dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau
Konsultan Pengawas.
Tahapan Bongkaran;
Pekerjaan ini diawali dengan pembongkaran bangunan existing yaitu :
a. Pembongkaran rangka atap dan penutup atap Eksisting (sesuai gambar)
b. Dinding Eksisting (sesuai gambar)
Prose pembongkaran dilakukan secara hati-hati, Semua material hasil bongkaran harus
dibersihkan dan dipindahkan kelokasi lain sesuai permintaan pengguna bangunan. Dan untuk
material yang tidak terpakai harus disingkirkanke luar area agar tidak mengganggu
pelaksanaan pekerjaan, hasil bongkaran ditumpuk dengan arah horizontal di usahakan hasil
tumpukan sementara tidak menggangu jalan akses kelokasi, para pekerja membongkar dan
menumpuk hasil bongkaran dengan radius min 25 meter dari area bongkaran, untuk bongkaran
bangunan dimulai diatas kebawah, untuk bongkaran beton diperlakukandengan metode khusus
yaitu sebelum pekerja membongkar, beton yang akan di bongkar diberi cairan
6. Pembersihan Lokasi Pekerjaan
Sebelum memulai pekerjaan konstruksi dilakukan terlebih dahulu pekerjaan
pembersihan yang harus dilaksanakan di area pekerjaan sehingga pekerjaan utama dapat
dilaksanakan dengan lancar dan aman.
7. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Pasangan bowplank
Sebelum memulai konstruksi pekerjaan terlebih dahulu melakukan pengukuran
awal/mutual chek 0% peil bench mark agar mendapat hasil yang akurat. Pengukuran dilakukan
dengan menggunakan alat ukur yang telah dikalibrasi terlebih dahulu serta surveyor yang
berpengalaman dan dibantu oleh dua orang asisten untuk menentukan batas dan tanda-tanda
bangunan dengan menggunakan referensi BM yang sudah ada, Penentuan Elevasi bangunan
ditandai dengan beberapa patok-patok yang terbuat dari kayu. Pekerjaan pengukuran yang
dilakukan pada proyek ini sbb :
a. Pengukuran jarak dengan EDM
1. Melakukan centering optis diatas titik yang akan diukur jaraknya dan ukur tinggi
alat.

CV. 2R BARU

2. Pasang retmini pada dudukan, kemudian pasang batrai lalu centering optis pada
reflector sehingga prisma reflector benar-benar diatas target dan ukur tinggi
reflector.
3. Bidikan EDM ke reflector atau theodolit ke target, kunci seluruh sekrupnya.
4. Hidupkan power On.
5. Jika bidikan sudah tepat pada reflector, maka akan ada tanda asterisk (*) menyala
pada diskplay EDM. Jika tanda (*) belum menyala, atur dengan menggunakan
sekrup penyetel halus sehingga tanda (*) menyala.
6. Tekan tombol MEAS yang tampak pada diskplay adalah jarak miring, lalu diawasi
dan dicatat hasil pengamatan sampai 5 kali, kemudian dimatikan power.
7. Untuk sudut zenith dengan cara membidikkan teropong ke target.
Menghitung Zenith sebenarnya :
Zu + (tg ta)
Z = PA
D
Menghitung jarak datar dengan rumus :
L = do sin Z cos Z + D sin Z
D = Konstanta target
D = Jarak miring rata-rata
b. Pengukuran Waterpass :
Pengukuran ini bersifat datar memanjang
1. Untuk menentukan beda tinggi atau beda titik titik yang letaknya berurutan dan
memanjang.
2. Untuk menentukan beda tinggi antara 2 titik yang berjauhan letaknya Pekerjaan ini
terdiri dari:
- Pengukuran dengan menggunakan alat ukur seperti Theodolite, waterpass, bak
ukur dan alat ukur lainnya, pengukuran dilaksanakan oleh seorang surveyor yang
berpengalaman dan dibantu oleh dua orang asisten untuk menentukan batas dan
tanda tanda bangunan dengan menggunakan referensi BM yang sudah ada,
pengukuran meliputi antara lain Topograpi, Penentuan Elevasi bangunan ditandai
dengan beberapa patok-patok yang terbuat dari kayu.

CV. 2R BARU

Foto Penggunaan Alat

Pamasangan bowplank
Sebelum memulai konstruksi pekerjaan terlebih dahulu mengerjakan dan memasang
bowplank antara lain :
a. Tenaga kerja yang digunakan
- Pekerja, Tukang, Mandor
b. Peralatan yang digunakan
- Gergaji, siku, palu, penggaris dan meteran panjang
c. Bahan yang diperlukan
- Balok 6/7, Papan
d. Metode kerja
Mengukur dengan meteran dan memotong dengan gergaji patok patok kayu 5/7 yang
dipancang kedalam tanah berjarak 2 meter untuk setiap patok yang ditempatkan pada
sekeliling atau disepanjang bangunan yang berjarak +1 meter dari as bangunan, lalu pada
bagian sekeliling atas patok dipakukan papan untuk penempatan benang yang diikat pada paku
diatas papan guna mendapatkan siku bangunan dan ukuran konstruksi bangunan menggunakan
alat siku.

CV. 2R BARU

Gambar Ilustrasi Pemasangan Bouplank

PEKERJAAN TANAH, PONDASI, STRUKTUR BETON


RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1
2
3
4
5
6
7
8

Galian Tanah Pondasi Batu Gunung


Galian Tanah Pondasi Tapak
Urugan Tanah Bekas Galian
Urugan Pasir
Timbunan Peninggian Piel Lantai (sisi samping
kanan)
Pasangan Pondasi Batu Gunung 1:4
Pasangan Aanstamping/ Batu Kosong
Beton Cor Pondasi Tapak
A. Beton Cor
B. Besi Beton 12
Beton Cor Kolom Praktis 15/15 cm

CV. 2R BARU

10

11

12

13

14

A. Beton Cor
B. Besi Beton 12
C. Mall / Bekisting
Beton Cor Kolom 25/25 cm
A. Beton Cor
B. Besi Beton 12
C. Mall / Bekisting
Beton Cor Sloof 15/20 cm (SL.1)
A. Beton Cor
B. Besi Beton 12
C. Mall / Bekisting
Beton Cor Sloof 25/25 cm (SL.2)
A. Beton Cor
B. Besi Beton 12
C. Mall / Bekisting
Beton Cor Ring Balok 15/20 (RB)
A. Beton Cor
B. Besi Beton 12
C. Mall / Bekisting
Beton Cor Bench/ Meja Beton (Lab.)
A. Beton Cor
B. Besi Beton 10
C. Mall / Bekisting
D. Finishing Duropal

1. Galian Tanah Pondasi Menerus dan Pondasi Tapak


Galian tanah baru boleh dilaksanakan setelah bouwplank dengan penandaan sumbu ke
sumbu selesai diperiksa dan disutujui Direksi. Bentuk galian dilaksanakan sesuai dengan
ukuran yang tertera dalam gambar. Galian-galian untuk septictank, saluran air hujan, saluran
air kotor dan air bersih dilaksanakan dengan ukuran yang ditetapkan dalam gambar kerja dan
gambar detail. Untuk kondisi tanah yang mudah longsor Kontraktor akan memasang turap
kayu pengaman yang cukup kuat. Turap didalam bangunan akan dibongkar setelah pondasi
selesai. Galian-galian untuk septictank, saluran air hujan, saluran air kotor dan air bersih
dilaksanakan dengan ukuran yang ditetapkan dalam gambar kerja dan gambar detail. Untuk
kondisi tanah yang mudah longsor Kontraktor akan memasang turap kayu pengaman yang
cukup kuat. Turap didalam bangunan akan dibongkar setelah pondasi selesai.
Galian tanah pondasi akan dikerjakan sesuai gambar bestek atau dengan mengikuti
petunjuk direksi , antara lain tenaga dan alat yg dibutuhkan:
a. Tenaga kerja yang digunakan : Tukang gali, Pekerja, Mandor
b. Peralatan
: Cangkul, Sekop, dan Peralatan tukang Lainnya.

CV. 2R BARU

Metode Kerja
Tukang gali menggali tanah untuk pondasi bangunan dengan cangkul dan sekop dengan
kedalaman yang telah ditentukan dalam gambar bestek dan hasil galian tersebut akan
digunakan sebagai pondasi beton.
Bila galian pondasi pada kedalaman rencana diragukan terhadap daya dukungnya,
maka kontraktor akan segera melaporkan secara tertulis kepada redaksi untuk
dipertimbangkan. Bila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan dalam
gambar, maka Kontraktor
2. Pasir Alas Pondasi
Pasir diangkut dengan menggunakan dump truck dari quari kelokasi pekerjaan dan
menuangkan dimana dekat dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan sebatas tidak
mehalangan kegiatan pekerjaan tersebut antara lain :
a. Tenaga kerja yang digunakan
: Pekerja, Mandor
b. Peralatan yang digunakan
: Cangkul, Sekop.
c. Bahan yang digunakan
: Pasir timbun
Metode Kerja
Para pekerja melangsir pasir dari penumpukan dengan menggunakan cangkul dan
sekop dalam kereta sorong lalu membawa dari lokasi penumpukan kelokasi kerja serta
menuangkan kedalam lubang pondasi dan diratakan serta dipadatkan sesuai ketebalan
dengan menggunakan alat pemadat.
3. Pasangan Batu Kosong
Pekerjaan pasangan batu kosong , antara lain tenaga dan alat yg dibutuhkan:
a. Tenaga kerja yang digunakan : Pekerja, Mandor
b. Peralatan yang digunakan
: Cangkul, Sekop, Kereta sorong dan Timba Cor
c. Bahan yang digunakan
: Pasir timbun, Sement Portland, Batu Gunung
Metode Kerja
Para pekerja mengangkut material batu pecah dan pasir urug dengan menggunakan
kereta sorong dari penumpukan material oleh dump truck kearea kerja dan meletakkan
disekitar galian, para pekerja akan memberikan batu dan pasir urug kepada tukang
untuk melakukan pemasangan batu dengan bahan pengikat pasir urug dikerjakan sesuai
spek atau dengan petunjuk direksi.
4. Pemasangan 1 m3 pondasi batu belah campuran 1 SP : 4 PP (pondasi batu gunung)

CV. 2R BARU

Untuk pondasi dilaksanakan dengan ukuran sesuai gambar kerja dan gambar detail.
Pemasangan batu kali , antara lain tenaga dan alat yg dibutuhkan:
a. Tenaga kerja yang digunakan : Pekerja, Tukang, Mandor
b. Peralatan yang digunakan
: Sendok Sement, Sarung Tangan, Cangkul, Sekop,
Kereta sorong, Molen dan air
c. Bahan yang digunakan
: Batu Gunung, semen pc, pasir pasang dan air.
Metode Kerja
Pekerja mengaduk campuran semen dan pasir bersama-sama dengan perbandingan 1 :
4, pekerjaan ini menggunakan cangkul dan sekop untuk memasukkan material ke dalam mixer
concrete atau molen, setelah diperkirakan cukup pengadukan lalu pekerja mengangkut adukan
semen berserta batu dengan kereta sorong ketempat yang akan dikerjakan oleh tukang, tukang
akan memasang batu diatas aanstamping dengan campuran semen sebagai perekat. Seluruh
pekerjaan ini akan dikerjakan sesuai dalam gambar bestek atau dengan petunjuk direksi.
5. Urugan Tanah Kembali
Urugan kembali tanah bekas galian akan dilaksanakan setelah pekerjaan konstruksi
pada galian selesai , antara lain tenaga dan alat yg dibutuhkan:
a. Tenaga kerja yang digunakan : Pekerja, Mandor
b. Peralatan yang digunakan
: Cangkul, Sekop.

Metode Kerja
Urugan kembali tanah bekas galian akan dikerjakan oleh para pekerja dengan
menggunakan peralatan seperti cangkul dan sekop pada saat bangunan konstruksi
selesai dikerjakan, seluruh tumpukan bekas galian akan diurug kembali dengan tanah
bekas galian oleh para pekerja dimana kekosongan yang terdapat pada pinggiran
konstruksi pondasi yang telah dikerjakan.
6. Tanah Timbun Peninggian Lantai
Urugan tanah didatangkan akan dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan bata trassram,
antara lain tenaga dan alat yg dibutuhkan:
a. Tenaga kerja yang digunakan : Pekerja, Mandor
b. Peralatan yang digunakan
: Cangkul, Sekop.
Metode Kerja
Urugan tanah yang didatangkan dilakukan pada permukaan lantai. Bagian lantai yang
perlu ditinggikan di urug dengan tanah urug. Tanah dihamparkan kemudian dipadatkan

CV. 2R BARU

lapis demi lapis hingga didapatkan kepadatandan ketebalan yang sesuai dengan
spesifikasi teknis.
7. Pekerjaan Beton/Beton Bertulang
Persyaratan Bahan
1. Portland Cement
a. Digunakan Portland Cement jenis I menurut NI 8 tahun 1972 dan memenuhi S
400 menurut Standar Cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen
Indonesia (NI 8 tahun 1972).
b. Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak semen,
tidak diperkenankan pemakaiannya sebagai bahan campuran.
c. Penyimpanan harus sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab
agar semen tidak cepat mengeras.
d. Tempat penyimpanan semen harus ditinggikan 30 cm dan tumpukan paling tinggi 2
m. setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar
pemakaian semen dapat dilakukan menurut urutan pengiriman.
2. Air
Air yang digunakan dalam campuran, dalam perawatan, atau pemakaian lainnya adalah
air yang bersih, dan bebas dari bahan yang merugikan seperti minyak, garam, asam,
basa, gula atau organik

3. Pasir Beton
Pasir beton harus berupa butir-butir tajam dan keras, bebas dari bahan-bahan organis,
lumpur dan sejenisnya serta memenuhi komposisi. Butir serta kekerasan sesuai dengan
syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T-15.1919.30.
4. Kerikil Beton
a. Kerikil yang digunakan harus bersih dan bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan
kekerasan sesuai yang disyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.
b. Penimbunan kerikil dengan pasir harus dipisahkan agar kedua jenis material tersebut
tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material yang
tepat.
5. Bekisting
a. Rencana (design) seluruh cetakan menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.
b. Bahan bekesting yang dipakai kayu III yang cukup kering dan keras serta untuk
penggunaannya harus mendapat persetujuan.

CV. 2R BARU

c. Cetakan harus sesuai dengan bentuk, ukuran batas-batas bidang dari hasil beton
yang diinginkan oleh pihak perencana.
d. Cetakan harus sedemikian rupa, kokoh dan kaku untuk menghasilkan muka Benton
yang rata dan tahan terhadap getaran dan kejutan gaya yang diterima tanpa berubah
bentuk.
e. Celah-celah antara papan harus rapat agar pada waktu pengecoran air tidak
merembes keluar. Sebelum pengecoran bagian dalam bekisting harus bersih dari
kotoran.
f. Permukaan cetakan dapat diberi minyak yang biasa diperdagangkan (form oil) untuk
mencegah letaknya beton pada cetakan.
g. Permukaan cetakan harus dibasahi dengan rata. Hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya penyerapan air beton oleh permukaan cetakan yang dapat menyebabkan
menurunnya daya lekat besi dan beton tersebut.
6. Besi Beton
a. Besi baton yang digunakan adalah baja ulir dengan mutu U24 (tegangan Leleh
karakteristik minimum besi polos 2400 kg/cm2).
b. Daya lekat baja tulangan harus dijaga dari kotoran, lemak, minyak, karat lepas dan
bahan lainnya.
c. Besi beton harus disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan
diudara terbuka dalam jangka waktu panjang.
d. Membengkok dan meluruskan tulangan harus dilakukan dalam keadaan batang
dingin. Tulangan harus dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus diminta
persetujuan Direksi terlebih dahulu.
e. Jika pemborong tidak berhasil memperoleh diameter besi sesuai dengan yang
ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran dengan diameter yang
terdekat dengan catatan harus ada persetujuan Direksi
f. Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempat tersebut tidak boleh kurang
dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksud adalah jumlah luas).
g. Biaya tambahan yang diakibakan oleh penukaran diameter besi menjadi tanggung
jawab pemborong.
Metode Kerja
1. Beton
a. Beton harus dibentuk dari campuran semen, agregat, air dalam suatu pertandingan
yang tepat sehingga didapat kekuatan tekan karakteristik (sesuai dengan kekuatan
design yaitu K-225 dan K-300).
b. Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai
ketelitian cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing

CV. 2R BARU

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.
j.

k.
l.
m.

bahan pembentuk beton. Perlengkapan-perlengkapan tersebut dan cara


pengerjaannya selalu harus mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan.
Bahan-bahan pembentuk beton harus dicampur dan diadukkan dalam mesin
pengaduk beton, yaitu Batch Mixer atau Portable Continious Mixer selama
sedikitnya 1,5 menit sesudah semuanya bahan dan air dicampur sekaligus dalam
mixer. Mesin pengaduk tidak boleh dibebani melebihi dari kapasitas yang telah
ditetapkan.
Waktu pengadukan ditambah bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar 1,5 m.
Direksi Lapangan berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan
bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adaukan dengan susunan
kekentalan dan warna yang merata/seragam. Beton harus seragam dalam komposisi
dan konsisten dari adukan ke adukan. Air harus diatuang lebih dahulu dan selama
pekerjaan mencampur Pengadukan yang berlebihan (lamanya) yang membutuhkan
penambahan air untuk mendapatkan konsisten beton yang dikehendaki tidak
dibenarkan.
Pengangkutan adukan dengan truck pengaduk (truck mixer) dari tempat pengadukan
(Batching Plant) ke tempat pengecoran harus diatur sedemikian rupa sehingga
waktu.
Antara pengadukan dan pengecoran tidak lebih dari 1 jam dan tidak terjadi
perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor dengan
yang akan di cor.
Adukan beton tidak boleh dituang bila waktu sejak dicampurnya air pada semen dan
agregat telah mencapai 1 jam dan waktu ini dapat berkurang lagi jika Direksi
Lapangan mengaggap perlu berdasarkan kondisi tertentu.
Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga menghindari terjadinya pemisahan
material (segregagation) dan perubahan letak tulangan. Cara penuangan dengan alatalat pembantu seperti talang, pipa, chute dsb, harus mendapat persetujuan Direksi
Lapangan.
Alat-alat penuang seperti talang, pipa, chute, dsb harus selalu bersih dan bebas dari
lapisan-lapisan beton yang mengeras.
Adukan beton tidak boleh dijatuhkan secara bebas dari ketinggian lebih dari 2 m.
selama dapat dilaksanakan sebaiknya digunakan pipa yang berisi penuh, aduk
dengan pangkalnya yang terbenam dalam adukan yang baru dituang.
Penggetaran tidak boleh dilaksanakan pada beton yang telah mengalami initial set
atau yang telah mengeras dimana beton akan menjadi plastis karena getaran.
Semua pengecoran bagian dasar kontruksi menyentuh tanah harus diberi lantai kerja
setebal 5 cm agar menjadi duduknya
Tulangan dengan baik dan untuk menghindar penyerapan air semen oleh tanah.

CV. 2R BARU

n. Bila pengecoran beton harus berhenti sementara sedan beton sudah menjadi keras,
dan tidak berubah bentuk, harus dibersihkan dari lapisan air semen (laitance)
partikel-partikel yang terlepas sampai suatu kedalaman yang cukup sampai tercapai
beton yang padat. Segera setelah pemberhentian pengecoran ini maka adukan yang
melekat pada tulangan dan cetakan harus dibersihkan.
o. Pelaksanaan penulangan dan penggentaran beton adalah sangat penting. Hasil beton
yang berongga-rongga dan terjadi pemotongan beton-beton tidak akan diterima.
p. Pada daerah pembensian yang penuh (padat) harus digetarkan dengan penggetar
berfrekwensi tinggi agar dijamin pengisian beton dan pemadatan yang baik.
q. Penggetaran beton harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang mengerti dan terlatih.
r. Suhu beton waktu di cor tidak boleh dari 320C, (ACI 1971) bila suhu dari yang
ditaruk berada antara 170 C dan 320 C, beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk
kemudian langsung di cor.
s. Bila beton di cor pada waktu iklim sedemikian sehingga suhu beton melebihi 320 C,
kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif, misalnya mendinginkan
agregat, mengecor pada waktu malam hari.
t. Semua anker-anker, baut-baut, pipa-pipa, dan sebagainnya yang diperlukan tertanam
dalam beton harus terikat dengan baik pada cetakan sebelum beton di cor.
u. Benda-benda tersebut di atas harus dalam keadaan bersih dari karat dan kotoran lain
pada waktu beton di cor.
v. Baut-baut anker harus dipasang dalam posis yang akurat dan diikat pada tempat
dengan menggunakan template.
w. Semua pekerjaan beton harus dirawat dengan baik cara yang disetujui oleh Direksi
Lapangan. Segera setelah beton di cor dan difinis, maka permukaan-permukaan
yang tidak tertutup oleh cetakan harus dijaga kehilangan kelembabannya dengan
menjadi agar tetap basah secara terus menerus selama 7 (tujuh) hari.
2. Pengecoran
a. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan tertulis Direksi. Selama
pengecoran berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas
penulangan. Untuk dapat sampai ketempat-tempat yang sulit dicapai harus
digunakan papan-papan berkaki yang tidak membebani tulangan. Kaki-kaki tersebut
harus sudah dapat dicabut pada saat beton dicor.
b. Apabila pengecoran beton harus dihentikan, maka tempat penghentiannya harus
disetujui oleh Direksi. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang diputus tersebut,
bagian permukaan yang mengeras harus dibersihkan dan dibuat kasar kemudian
diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada pengecoran,
adukan tidak boleh dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi 1,5 cm.

CV. 2R BARU

3. Perawatan Beton
a. Beton yang sudah dicor harus dijaga agar tidak kehilangan lembaban untuk paling
sedikit 14 (empat belas) hari.
b. Dipergunakan karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
c. Hasil pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak
mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beton,
dan lain-lain yang tidak memenuhi syarat, harus dibongkar kembali sebagian atau
seluruhnya menurut perintah Direksi.
PEKERJAAN DINDING
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1
2
3

Pasangan Bata 1:2 Traasram


Pasangan Dinding Bata 1:4
Plesteran Dinding Bata camp. 1:3

1. Pasangan Bata
Pekerjaan ini berupa dinding pasangan bata, pemasangan dinding bata merah setebal
bata dilakukan untuk seluruh pembatas ruangan. Untuk pekerjaan plesteran dilakukan pada
seluruh pasangan bata beton bertulang.

Persyaratan Bahan
1. Batu Bata
Bata merah yang digunakan harus Bata Merah kelas I berkualitas baik, didatangkan
sesuai dengan contoh yang telah disetujui oleh direksi, demikian juga material lainnya
seperti pasir pasang,
2. Pasir
Harus terdiri dari butir butir yang tajam dank eras, butir butir harus bersifat kekal,
artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, seperti terik matahari dan hujan.
Kadar Lumpur tidak boleh melebihi 5 % berat.
3. Semen PC
Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton ialah jenis semen portland yang
memenuhi ketentuan dalam AASHTO M85. Menggunakan hanya satu merk dan yang
disetujui Direksi teknik.
Metode Kerja
1. Pasangan Bata 1 : 2

CV. 2R BARU

Pasangan bata dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps dikerjakan oleh tukang sesuai


campuran, dikerjakan pada awal pemasangan bata dari atas sloof dengan ketinggian
sesuai petunjuk dalam spek, sebelum dipasang para pekerja merendam batu bata
dengan air.
Semen + pasir Pc : 2 Ps lalu dimasukkan kedalam timba. Adukan semen+pasir dan
batu bata yang telah direndam dengan air diangkut menggunakan kereta sorong untuk
diberikan kepada tukang pasang bata. Tukang memasang batu bata dengan
menggunakan peralatan sendok semen, sebelum dipasang, tukang akan mengukur tegak
lurus dengan menggunakan lot lalu memasang benang agar tidak terjadi kemiringan
sewaktu pemasangan.
2. Pasangan Bata 1 : 4
Tukang memberi benang antara tiang A ke Tiang B, benang ini sebagai pegangan AS
tukang dalam mengerjakan pasangan bata. Pekerja bertugas mencapur agregat dengan
bantuan mandor sebagai pengawas supaya campuran tidak melebihi 1 Pc : 4 Ps.
Adukan yang sudah siap dibawa dibantu dengan kereta sorong. Tukang memasang bata
merah dengan tebal bata dan dibantu adukan semen sebagai pemadat dinding bata.
3. Plesteran Dinding 1: 3
Menyiapkan material yang akan di pakai pada lokasi yang terdekat atau
strategisdari dinding yang akan di plester.
Menyiram permukaan bata dengan air sampai basah secara merata (curing)
Membuat kepalaan dengan ketebalan 15 mm.
Membuat adukan 1 pc : 3 ps, gunakan pasir yang diayak ( halus ).
PEKERJAAN PLAFOND DAN PENUTUP ATAP

RUANG LINGKUP PEKERJAAN


1

Pekerjaan Plafond GRC


- Pasang Rangka Furing
- Pasang Plafond GRC
Pekerjaan Penutup Atap
- Pasang Rangka Atap Baja Ringan
- Pasang Atap Gt. Metal
- Pasang Rabung Gt. Metal
- Pasang Listplank GRC
- Pasang Rangka Atap Baja Ringan (Gudang)
- Pasang Atap Gt. Metal (Gudang)

1. Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan

CV. 2R BARU

Pemasangan Kuda-kuda Baja Ringan diatas struktur pendukungnya ( kolom dan ringbalk )
harus dilaksanakan secara benar dan cermat. Agar rangka atap baja
ringan terpasang
sesuai dengan persyaratannya. Persyaratan teknis rangka atap baja ringan diantaranya
adalah :
- Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur (dynabolt) pada
kedua tumpuannya.
- Semua kuda-kuda tegak lurus terhadap ringbalk.
- Ketinggian apex untuk pemasangan nok diatas setiap kuda-kuda rata.
- Sisi miring atap rata ( tidak bergelombang ).
- Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
- Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan pelaksanaan
pekerjaan.
Pemasangan kuda-kuda baja ringan diatas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan 2
(dua) cara, yaitu :
- Dipasang langsung diatas ringbalk.
- Dipasang diatas ringbalkdengan perantara wall-plate.
Penggunaan system tumpuan dengan perantara wall plate sedapat mungkin harus
dihindari, karena tumpuan dengan wallplate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling)
ringbalk, jika ringbalk tidak rata. Penggunaan wall plate akan berakibat kedalaman
dynabolt yang tertanam dalam ringbalk menjadi berkurang. Selain itu juga terdapat ruang
kosong didalam wall plate yang dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi
kurang stabil.

CV. 2R BARU

Tumpuan dengan Wall Plate dan Langsung Ringbalk

Contoh Penggunaan Wall Plate

Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja sebagai berikut :


- Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakan kuda-kuda, dan tidak
diperkenanakan menggunakan gambar draft sebagai panduan.
- Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselematan dan kesehatan
kerja, dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melakukan pekerjaan
diatas ketinggian.
- Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda, antara lain : Bor
dan Hexagonal Socket, Meteran, Waterpass, Alat Penyiku, mesin pemotong,
gergaji besi, palu dan sebagainya.
- Leveling dan Marking Memastikan seluruh permukaan atas ringbalk dalam
keadaan rata dan siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku
sebagai alat bantu.

CV. 2R BARU

Memastikan bahwa rangkaian ringbalk telah mengikat semua bagian bangunan


dan tersambung dengan benar.
Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda ( truss ) sesuai dengan gambar
rencana.
Mengukur jarak antar kuda-kuda.

Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan kerusakan pada


rangkaian kuda-kuda yang telah dirakit.
Memasang kuda-kuda sesuai dengan nomornya diatas ringbalk atau wallplate,
berdasarkan gambar kerja.
Memastikan posisi kiri dan kanan kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri
kuda- kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihatkuda-kuda,
dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian sebelah kiri pekerja disebut
kiri, sedangkan disebelah kanannya adalah sisi kanan.
Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ringbalk
menggunakan benang dan lot ( unting-unting ).
Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L ( L Bracket ) dengan menggunkan 4
buah screw 12-14 x 20 HEX.
Mengencangkan plat L dengan ringbalk menggunakan dyna bolt dan
menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
Mengulangi langkah 1 s.d 6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai dengan
posisinya dalam gambar
kerja.
Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as ( maksimum 1.2 meter )
Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda, dan memastikan
garis nok memiliki ketinggian yang sama ( datar ).
Memasang nok balok.

CV. 2R BARU

Memasang bracing ( pengikat ) sebagai perkuatan, jikabekerja beban angin.


Bracing dipasang di atas top-chord dan dibawah reng.
Memasang reng ( roof battens ) dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap
yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw
ukuran 10-16x16 sebanyak 2 (dua) buah.
Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang
menumpu ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger dapat dipasang sebagai
overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kuda-kuda terluar, dan jarakantar
outrigger 120 cm. Outrigger harus diletakkan dan discrew dengan dua buah kudakuda yang terdekat.
Memasang ceiling battens dengan jarak antar masing-masing ceiling battens
adalah 120 cm. Komponen ini dipasangpada permukaan bagian atas bottom chord
kuda-kuda dan discrew. Ceilling battens selanjutnya dapat difungsikan untuk
menahan plafond dan penggantungya.

2. Pemasangan Atap Genteng Metal


Pemasangan genteng metal yang harus diperhatikan adalah bagian atas dan bawah genteng
tidak bias terbalik dalam pemasangannya sebab ada SOK nya. Sehingga pemasangan
lembaran pada sayap kanan dengan pemasangan lembaran pada sayap kiri atap.

Bahan dan alat :


Sealant gun
Tang
Skrup

CV. 2R BARU

Gunting metal
Nok
Gergaji metal
Bor listrik
Langkah pekerjaan :
- Pasang dudukan pengunci pada gording rangka atap, Sekrupkan dudukan
pengunci. Gunakan bor listrik sebagai alat bantu penyekrupan.
- Pasang lembaran atap metal diatas dudukan pengunci tadi.
- Luruskan posisi dan cantelkan. Jika sudah pas, tekan dengan kaki hingga
terkunci. Cara yang sama dilakukan untuk lembaran penutup atap berikutnya.
- Lakukan pemasangan penutup bagian tepi dengan bentuk yang sudah
ditentukan.

3. Pemasangan Listplank GRC

Listplank GRC ini dipasang memanjang sesuai dengan kebutuhan atap dan sesuai dengan
gambar kerja. Hal yang perlu diperhatikan adalah jarak antara sekrup yang dipasang
dengan listplank sebaiknya tidak terlalu jauh. Jarak ini bias bervariasi dibuat antara 20 cm
s/d 30 cm (sepanjang profil memanjang listplk GRC tersebut), agar terkunci dengan baik
dan kuat. Setelah pemasangan listplank GRC selesai dilakukan pendempulan pada sekrup
dan sambungan antar papan listplank, agar tampak rapih.

4. Pekerjaan Plafond GRC


Pekerjaan plafond dilaksanakan pada ruangan sesuai gambar kerja. Pekerjaan ini
dilaksanakan apabila dinding sudah selesai diplester. Pada waktu pemasangan rangka
plafond diikuti pemasangan/instalasi kabel-kabel horizontal instalasi penerangan dan stop
kontak. Elevasi pasangan plafond disesuaikan dengan gambar kerja. Untuk setiap ruangan
pada bangunan ini menggunakan plafon GRC dengan rangka metal/furing.
Langkah Kerja Pemasangan Rangka dan Plafond ;
Tentukan/marking elevasi plafond dan buat garis sipadan pada dinding & as
sumbu Ruangan serta titik-titik paku kait pada langit-langit dengan jarak sesuai gambar
shop drawing
Pasang rangka tepi tepat pada sipadan marking elevasi plafond
Tentukan jarak penempatan kait penggantung
Pasang
tarikan benang sebagai
pedoman penentu kelurusan dan
ketinggian rangka plafond
Pasang
rangka utama dengan jarak sesuai standar dan gambar kerja
Memasang rangka pembagi dengan sesuai gambar dan standar
Cek elevasi dan jarak rangka plafond

CV. 2R BARU

Cek sparing dan perlengkapan mekanikal dan elektrikal


Pasang
panel GRC pada rangka dengan skrup dengan jarak 60 cm dan
setiap sambungan harus tepat pada rangka.
Mengecek kerapihan dan kerataan dengan menggunakan waterpass
Peralatan sambungan plafond dengan menggunakan ceiling net lakban
Kemudian ditutup menggunakan paper tape dan coumpound ceiling
Setelah
itu diamplas Finishing permukaan plafond GRC tersebut dengan
cat, Ratakan permukaan plafond GRC tersebut dengan menggunakan plamur sampai
terlihat rata dan lurus
Haluskan dengan amplas sampai rata
dan benar-benar halus
Cat seluruh permukaan plafond secara merata dengan kuas untuk bagian tepi
dan sudut, serta rolcat untuk bidang yang luas.

PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING


RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1

2
3
4
5

Pasang Lantai Evoxy (khusus lab)


A. Cor Lantai Kerja K 300 (tbl. 10cm)
B. Pelapis Epoxy (500 Micron)
C. Sudut Curving
Pasang Lantai Granite 60/60
Pasang Batu Alam
Pasang Keramik Dinding 40/40
(Toilet/km/wc)
Cor K.300 Gudang Samping

1.

Cor Lantai Kerja K 300 t = 10 cm


Pekerjaan beton tumbuk, Beton dicampur dengan menggunakan Concrete Mixer dengan
campuran Semen, Agregat Kasar, Pasir dan Air sesuai dengan Job Mix yang telah
disediakan terlebih dahulu yaitu K-300. Air yang sesuai dengan spesifikasi dibawa dengan
menggunakan Water Tanker kelokasi pekerjaan, sedangkan material semen dan lainlainnya dibawa dengan Dump Truck. Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu
mempelajari gambar rencana agar jelas batasan pengecoran. Pada waktu pengecoran
dilakukan, beton digetarkan dengan Concrete Vibratory agar porinya saling mengisi dan
karakteristik/ mutu beton sesuai dengan yang diinginkan

2.

Pekerjaan Lantai Granit 60x60 cm


Sebelum memasang Granit diatas dasar lantai beton, ada beberapa hal tahapan yang harus
diperhatikandan dilakukan, yaitu

CV. 2R BARU

1. menghitung secara akurat Granit lantai yang dibutuhkan. Buatlah gambar desain pola
lantai dan lajur pemasangan (arah horizontal, vertical atau diagonal luas ruang) untuk
membantu menghitung secara detail kebutuhan Granit (lebih kan sekitar 5% untuk
persediaan,bila waktu pemasangan ada yang rusak,dan cadangan apabila ada
kerusakan dikemudian hari, disebabkan stok terbatas dan selang beberapa waktu
kemungkinan tidak diproduksi lagi). dan pastikan ubin Granit yang datang dan akan
dipasang sesuai kode, ukuran warna yang dipesan.
2. Cara pemasangan lantai granit :
- Dimulai dengan menemukan titik pusat dari area lantai. Titik pusat dapat
ditentukan dengan mengukur persilangan sudut ruangan yang satu ke sudut
lainnya. Kemudian tandai pertengahan garis yang terukur. Menemukan titik pusat
merupakan hal yang penting karena ini akan menentukan dimana harus memasang
ubin granit yang pertama dan berikutnya.

Mulailah pemasangan granit yang pertama dari titik pusat ini kesalah satu dinding

Aplikasikan mortar perekat granit dengan cetok (bergerigi lebih baik) secara
merata pada dasar lantai. Rentangan aplikasi perekat sebaiknya jangan terlalu
luas, cukup 3-4 ubin Granit, karena dikuatirkan perekat akan cepat mongering dan
rekatannya pada Granit tidak bagus.

CV. 2R BARU

Tempatkan Granit diatasnya, Tekan Granit kebawah dengan pelan dan ketok
dengan palu karet sampai posisi ubin stabil. Pada saat mengetok Granit, pastikan,
mengecek suara yang timbul. Bila terdapat suara dengung berarti ada perekat yang
tidak merekat pada Granit. Segera angkat Granit tersebut dan lakukan perbaikan
pengadukan perekat hingga merata dan tempelkan kembali Granit tersebut.

Gunakan tile spacer (pemisah ubin) dan teruskan pemasangan ubin berikutnya

Gunakan waterpas alumunium (bubble level) untuk mengepaskan ketinggian


Granit terlihat tidak merata permukaannya, Anda bias menambah atau mengurangi
morta Granit sampai rata.
Pada saat pemasangan hingga ujung baris, lakukanlah pengukuran Granit
dipotong dengan cara menempatkannya diatas Granit terakhir dan dengan
memberi untuk nat, tandai Granit dengan spidol untuk dipotong.
Biarkan selama satu hari agar mortar perekat Granit mengering. Lakukan
pengisian nat dengan
grout. Grout merupakan mortar (semen) untuk mengisi
kekosongan atau celah Granit. Bersihkan kelebihan grout dengan menggunakan
spons basah.

3. Pemasangan Dinding Keramik 40x40 cm


1.
-

Cara Pemasangan Dinding Keramik Kamar Mandi :


Setelah pasangan bata dan instalasi air & listrik selesai, dimulai marking untuk
batas pemasangan keramik.
Sortir keramik pada kedua sisinya dan sesuaikan dengan ukurannya agar ada
keseragaman
Rendam keramik pada bak/drum air, keramik yang akan dipasang selama 1 jam
Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan/tatakan keramik
setelah proses perendaman Basahi pasangan dinding yang akan dipasang keramik
dengan air hingga jenuh.
Pasang benang untuk kepalaan, dan benang tersebut harus dicek secara periodi
kekencangan maupun elevasinya

CV. 2R BARU

Pasang perekat semen pada permukaan dinding Beri acian pada seluruh
permukaan sisi belakangkeramik, Tempelkan keramik pada posisinya
Setelah itu ketuk keramik yang ditempel tersebut menggunakan palu karet agar
merata
Atur jarak nad agar lebar sesuai gambarkerja, supaya ukuran nad dapat seragam
dan diharuskan menggunakan plastic cross sebagai pengatur jarak nad
Cek kerataan pasangan keramik dengan waterpass
Bersihkan permukaan keramik yang telah terpasang dengan kain/lap basah
Lakukan pengecekan nad dari menggunakan material Grouting nad dengan alat
busa spon
Setelah kering bersihan sekitar pasangan keramik dan permukaan keramik

4. Pelapis Epoxy (500 Micron)


-

Permukaan lantai halus, tidak bergelombang dan tidak kasar.


Metode pengupasan permukaan seperti menggunakan alat grit-blasting,
waterjetting, Blastrac ataupun diamondize scrubber bisa digunakan terutama untuk
permukaan yang telah terkontaminasi oleh tumpahan semen atau kotoran kering
yang telah membatu dan lainnya.
Gunakan air dan sabun untuk mencuci bersih kotoran cair berupa minyak, oli atau
pasta.
Setelah itu lantai harus dikeringkan minimal 2 x 24 jam sebelum dilanjutkan
dengan pemasangan Cat Epoxy. Penggunaan kipas angin berskala besar (blower)
dapat membantu proses pengeringan kondisi lantai yang basah atau lembab
Pastikan beton bersih dari debu, dapat juga dibersihkan dengan alat penyedot debu
(vacuum cleaner)
Lantai beton yang telah memenuhi syarat di atas, dilapisi terlebih dahulu dengan
Epoxy Primer dapat diaplikasikan dengan roller ataupun disemprot dengan
tekanan udara.
Tunggu Lapisan primer kering untuk paling tidak dibiarkan selama 12 jam
Lakuan tahapan Coate epoxy per lapis, Tiap tahapan di Sending dan Cleaning.
Gunakan roller yang berkualitas baik, dimana bulu-bulunya tidak akan rontok saat
digunakan.
Pelapisan dilakukan 2 kali, dimana arah pelapisan sebaiknya saling bersilangan

Selama proses pelapisan, perhatikan kebersihan lantai dari debu, serangga terbang
seperti lalat, laron, nyamuk dan lainnya. Jika didapati kotoran atau hewan yang
jatuh harus segera dibuang dan dilapis kembali.

Selama proses pengerjaan bukalah semua jendela dan pintu karena ruangan
tertutup membahayakan keselamatan pekerja karena kadar Kimia yang terkandung
dalam Epoxy.

Dilarang keras merokok dari mulai pencampuran hingga pelapisan

CV. 2R BARU

Setiap kali selesai pelapisan, lantai tidak boleh dilewati orang, gerobak ataupun
kendaraan lainnya hingga minimal 12 jam.

Setelah 12 jam, orang baru diperbolehkan untuk menginjak lapisan cat epoxy
lantai akan tetapi dengan sangat hati-hati dan tidak menggunakan sepatu yang
memiliki ujung atau sol sepatu yang tajam atau keras.

Sebaiknya pekerja berjalan tanpa menggunakan sepatu sama sekali atau hanya
menggunakan sandal karet yang lunak.

PEKERJAAN KUSEN DAN PENGGANTUNG

RUANG LINGKUP PEKERJAAN


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Memasang Pintu (Type PK1)


Memasang Pintu (Type P1)
Memasang Pintu (Type P1A)
Memasang Pintu Automatis Lock (P1B)
Memasang Pintu (Type Almu)
Memasang Jendela (Type J1)
Memasang Jendela (Type J2)
Memasang Bouven (Type BV)
Memasang Kaca Dinding K.1 (Laboratorium)
Memasang Kaca Dinding K.2 (Laboratorium)
Memasang Kaca Dinding K.3 (Laboratorium)
Memasang Kaca Dinding K.4 (Laboratorium)

CV. 2R BARU

1.

Pekerjaan Kusen Pintu, Jendela dan BV


Pabrikasi rangka kusen dan daun pintu dilaksanakan diwhorkshop atau ditempat
konstruksi apabila mendapat persetujuan dari konsultan pengawas dan direksi pekerjaan.
Jenis dan type kusen disesuaikan dengan gambar rencana. Pemasangan kusen pintu dan
jendela dapat dilakukan setiap areal lubang yang akan dipasang kusen dan kaca benarbenar siku-siku. Pengukuran siku-siku dapat dilakukan dengan cara pengukuran yang
kedua diagonalnya harus sama. Pemasangan akan dilakukan jika pekerjaan plesteran
/acian disekitar kusen seluruhnya telah selesai dikerjakan. Hal ini untuk menghindari
ternodanya kusen aluminium tersebut oleh cairan semen, yang pada akhirnya akan
menyebabkan cacatnya permukaan dari kusen tersebut. Perkuatan kusen terhadap dinding
dengan cara penyekrupan. Khusus untuk kusen yang merupakan dudukan dari daun
jendela dan daun pintu maka pada letak engsel dari daun jendela maupun engsel dari
daun pintu pada bagian dalam kusennya diberi perkuatan. Untuk memperkuatdudukan
kaca ke kusen maka harus dijepit oleh karet atau sealant pada kedua sisinya. Semua kusen
pintu dan jendela dipasang diseuaikan dengan jenis dan type yang ada dalam gambar.
Untuk pemasangan kusen pintu akan dilaksanakan apabila pasangan lantai keramik telah
selesai dilaksanakan. Sedangkan untuk pabrikasi akan dilakukan secara bersamaan
dengan kusen pintu dan jendela.
Bahan-bahan :
-

Profil Aluminium
Kaca Polos
Karet Sealant
Aksesories lainnya

Peralatan :
-

Bor
Baji Karet/Kayu
Obeng
Alat Pemotong Profil
Fischer
Gergaji
Pasekon
Meteran

Langkah Pekerjaan :
-

Pabri kasi di Workshop/dilokasi proyek telah selesai di laksanakan sesuai gambar dan Type

yang ada dalam gambar rencana dan telah disesuaikan dengan shop drawing yang
telah disetujui oleh konsultan pengawas dan direksi pekerjaan.
Pasang kusen pintu/jendela pada lokasi yang telah di tentukan ( sesuai Type yang
ada ).
Sesuaikan lubang kusen dengan ukuran kusen (selisih lubang 1 cm ).

CV. 2R BARU

Masukan Kusen yang siap dipasang ke lubang tembok dengan bantuan baji
karet/kayu
Atur kedudukan kusen dengan Baji Karet/Kayu
Stel kelurusan/kedudukan kusenterhadap tembok/dinding
Lubangi tembok/dinding melalui lubang kusen dengan bor untuk tempat sekrup
Masukan Fischer ke dalam lubang bor, Fischer dikencangkan dengan obeng.
Pasang Daun Pintu/Jendela ( Setelah diPasang kaca kedalam kusen ).
Finish tembok/dinding dengan Sealent

PEKERJAAN UTILITAS DAN ELEKTRIKAL


RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

Instalasi Air Bersih (Pipa 3"+ Assesoris)


Instalasi Buangan Air Kotor Pipa 3" (ke ipal khusus
lab.)
Pasang Klosed Duduk
Pasang Wastafel
Shower Emergency (khusus lab.)
Septictank (air kotor)
Septictank (air limbah/ ipal)
Pipa Buangan 4" (septictank)
Kran Air Biasa
Kran Air Leher Angsa (Wastafel)
Bak Air Fiberglass
Floor Drain
Pasang Instalasi AC (Air Conditioner)
Pasang Instalasi Listrik (Titik Nyala + Assesoris)
Pasang Exhaust Fan
Lampu Downlight (DL 23watt)
Lampu SL 18 watt
Lampu Mirror Louver (Khusus Lab.)
Saklar Tunggal
Saklar Ganda
Stop Kontak
Panel Box Listrik (MCB + Assesoris)
Instalasi Speaker
Instalasi CCTV
Instalasi Internet/ LAN
Sistem Pentanahan (Assesoris + Grounding)

CV. 2R BARU

1.

Instalasi Air

Bersih

Hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah denah Plumbing serta diagram Isometri
dimana dapat diketahui jalur-jalur instalasi pipa itu diletakkan. Pemasangan pipa
dilaksanakan setelah pasangan bata dan sebelum pekerjaan plesteran dan acian, fungsi
untuk menghindari bobokan yang menyebabkan keretakan dinding. (Untuk instalasi dalam
bangunan). Untuk pemasangan di luar bangunan seperti pipa saluran air hujan dikerjakan
setelah pekerjaan plesteran diselesaikan. Pipa yang posisi/letaknya sudah betul segera
ditutup dengan plug/dop yang tidak mudah lepas (menghindari kotoran/adukan masuk
sehingga terjadi penyumbatan). Hindari belokan pipa/knik pipa dengan pembakaran.
Posisi pipa pada kamar mandi harus disesuaikan dengan sanitair, Rencana instalasi air
bersih diletakkan pada perempatan nat keramik/as keramik, simetris dengan luas keramik.
Setelah instalasi terpasang segera diadakan test tekanan pipa
2.

Instalasi Air

Kotor

Hal yang perlu diketahui adalah denah instalasi dan diagram isometris pipa air kotor serta
jalur pembuangan. Hindari/jangan terlalu banyak percabangan. Sambungan harus betulbetul rapat. Untuk air bekas (mandi/cuci) harus dibuat Manhole untuk control
pembersihan (bak kontrol) pada tempat-tempat tertentu Untuk lubang saluran pembuang
harus diberi saringan. Jika saniter belum ditentukan, dipakai system Block Out. Sparing
Clean out harus dipasangbersamaan dengan sparing closet (bila ada), dimana letak sparing
clean out berada di samping atau dekat dengan sparing closet, fungsinya adalah untuk
pembersihan apabila closet terjadi penyumbatan. Fan out dipasang bila dalam instalasi
saluran kotor banyak percabangan dengan saluran. Floor drain supaya diletakkan jauh dari
pintu dan dekat dengan kurasan bak.
3.

Saluran Pipa WC ke Septictank


Pipa saluran dari closet menuju ke septictank harus diperhatikan kemiringannya, karena
kemiringan pipa dapat memperlancar penyaluran kotoran apabila digelontor dengan air,
kemiringan minimal 2%. Pipa sebaiknya dipergunakan kwalitas yang baik atau minimal
type D. Jangan ada percabangan untuk pipa yang ditanam di tanah, karena bila ada
penyumbatan susah untuk perbaikannya. Untuk bangunan bertingkat (ada shaft)harus
dibuat clean out dan fan out.

4.

Pekerjaan Instalasi Listrik


Peralatan dan Bahan :
- Panel dan kotak pembagi
- Saklar dan zekering-zekering
- Alat-alat ukur (voltmeter & Ampre meter)
- Panel Box Listrik (MCB + Assesoris)
- Stop kontak/stop kontak daya
- Lampu penerangan
- Grounding atau pentanahan

CV. 2R BARU

Tahap Pelaksanaan
- Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa/cabelduct harus diusahakan tidak
tampak dari luar (tertanam).
- Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran.
- Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas diplat, balok, kolom beton
harus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan
dimasuk-kan bersamaan dengan pemasangan sparing.
- Pipa yang dipasang padadinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran dan
acian dikerjakan.
- Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah
dicapai untuk perbaikan (perawatan)
- Sambungan harus menggunakan klem/isolasi kabel supaya terlindung dengan baik
sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos
- Lekukan/belokanpipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata (untuk
memudahkan penarikan kabel).
- Jaringan arde harus dipasang tersendiri/terpisah dengan arde penangkal petir.
- Tidak boleh ada sambungan dihubungkan dengan elektroda pentanahan ditanam
sampai minimal mencapai air tanah, Pada hantaran di atas langit-langit, harus
diklem pada bagian bawah plat/balok atau pada balok kayu rangka langit-langit.
- Stop kontak dan saklar.
- Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm dari lantai, saklar dipasang setinggi 150
cm dari lantai (bila tidak ditentukan spesifikasinya). Pemasangan stop
kontak dan saklar harus rata dengan dinding.
- Box/kotak Panel bodynya harus diarde, untuk menghindari adanya arus.
5. Sistem Pentanahan (Assesoris + Grounding)
Pemasangan sistem pembumian atau yang lebih dikenal dengan grounding adalah sebagai
instalasi pengaman dari arus lebih yang berbahaya bagi manusia maupun peralatan
elektronik. Persyaratan nilai grounding dari suatu instalasi adalah </= 5 ohm, hasil
tersebut merupakan standar nasional untuk grounding. Standar lain pada suatu sistem
grounding yaitu spesifikasi material untuk kabel penghantar, yaitu memiliki luas
penampang >/= 50mm2. Sehingga dua hal tersebut yang menjadi acuan dan standar awal
untuk pemasangan sistem grounding. Acuan dan standar di atas dipergunakan untuk
seluruh jenis sistem pembumian yang ada.

CV. 2R BARU

Contoh Pemasangan Sistem Pembumian


Pemasangan sistem pembumian dan grounding perlu diperhatikan tujuan serta
fungsinya. Untuk jenis pembumian sendiri terdiri beberapa macam kategori yang
disesuaikan dengan metode masing - masing. Walaupun banyak jenis dan macamnya,
hal terpenting dari sistem pembumian adalah standar nilai resistan pembumian
grounding. Mengacu pada fungsi utamanya yaitu pembumian yang di buat dengan
tujuan menghubungkan suatu rangkaian yang tedapat faktor kelistrikan di dalamnya
dengan media bumi. Pemilihan bumi bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan bumi
media netral, serta paling aman dan efektif dari segi teknis. Dengan menggunakan
media bumi yang tidak terbatas, membuat berapun nilai kebocoran arus yang terjadi
bukan menjadi masalah. Metode pembumian ialah pencapaian resistan pembumian
dengan nilai seminimal mungkin hingga mendekati 0 ohm. Hal ini dilakukan karena
mengacu pada rumusan nilai arus akan berbanding terbalik dengan nilai resistan
pembumian (grounding). Dengan nilai resistan pembumian yang sangat kecil juga
mempengaruhi kecepatan hantar arus bocor. Hal ini perlu perancangan sistematis
untuk pemasangan pembumian grounding yang tepat sasaran, karena berhubungan
dengan komponen elektronik yang memiliki detail spesifikasi kelistrikan yang sangat
berpengaruh.

Conoh Pembumian Penangkal Petir


Pembumian dan grounding pada suatu instalasi kelistrikan terdiri dari beberapa
material seperti, kabel BC 50mm (minimal), pipa besi, busbar connector, skoen klem,
copper rod, bentonit dan lainnya. Material tersbut merupakan rincian material penyusun
sistem pembumian. Tetapi material yang disebutkan di atas tidak semuanya digunakan,
sehingga tergantung akan spesifikasi material dari instalasi pembumian yang
diharapkan. Hanya material standart yang umum digunakan seperti kabel BC, copper
rod dan pipa besi. Sebagai informasi penting untuk diketahui, pembumian
untuk pemasangan penangkal petir tidak diperkenankan untuk disatukan (join) dengan

CV. 2R BARU

instalasi pembumian lainnya, dengan kata lain harus berdiri sendiri. Hal ini menjadi
peringatan keras dikarenakan telah diatur dalam perundangan tentang pengawasan
instalasi penyalur petir. Penjelasannya adalah dikawatirkan loncatan arus induksi yang
belum terbumikan dengan sempurna menyambar dan mengalir ke instalasi lainnya,
sehingga menimbulkan efek yang merusak. Hasil dari sistem pembumian grounding
dipengaruhi oleh resistan tanah pada daerah tersebut. Untuk nilai resistan tanah dapat
dilihat dari unsur dan jenis tanah, lebih detailnya dapat dilakukan pengukuran langsung
menggunakan alat ukur. Semakin besar nilai resistan tanah maka semakin besar juga
hasil sistem pembumian yang diperoleh. Untuk hasil sistem pembumian di atas 5 ohm,
maka perlu untuk disusutkan lagi sehingga sesuai dengan hasil yang diharapkan.
Semakin kecil nilai resistan grounding, maka semakin baik dan terjamin efektifitas
sistem pembumian tersebut.
6. Pemasangan Sanitair
Setelah seluruh instalasi pemipaan selesai maka selanjutnya dilaksanakan pemasangan
alat-alat sanitair seperti Closet Duduk, Kran Air, Shower Emergency, wastafel dan Floor
Drain.
Pemasangan Closet Duduk
- Pembuatan
shopdrawing (gambar setting)
- Persiapantitika irbersih dan air kotor
- Pemasangan seal gasket
- Pemasangan tank trim
- Pemasangan handle lever
- Pemasangan body closet
- Pemsangan tanki closet
- Pemasangan seat cover
- Pemasangan stopvalve
- Pemeriksaan kebocoran
Pemasangan Wastafel
- Pembuatan shopdrawing (gambar setting)
- Persiapantitik airbersih dan air kotor
- Pemasangan spout
- Pemasangan set pipa
- Pemasangan handle
- Pemasangan siphon/waste body
- Pemasangan screw
- Pemasangan siphone/valve pipe
- Pengecekan kebocoran
7. Instalasi AC (Air Conditioner)

CV. 2R BARU

Peralatan yang dibutuhkan :


- Cutter pipa tembaga.
- Martil (palu)
- Drill set (betel)
- Bor listrik. kalau bisa yang Drill Impact
- Paku beton, skrup, fischer
- Obeng berbagai ukuran.
- Kunci inggris 10" dan 12" masing2 satu buah.
- Kunci pas ukuran 8, 12 dan 13.
- Kunci L set
- Tang Ampere.
- Manifol High and low set
- Alat flaring.
- Naple kalau dibutuhkan
- Alat las. digunakan untuk menyambung pipa tembaga
- Perak las tembaga
- Tangga lipat dari alumunium.
Langkah kerja

Tentukan posisi dimana ac split akan dipasang. Untuk menentukan letak dan posisi
yang terbaik buat AC
Persiapkan AC yang akan dipasang mulai dari Outdoor unit dan indoor unit (cek
semua kelengkapannya), bracket, kabel power supply, remote, pipa AC
Lepas bracket yang menempel pada belakang indoor unit, lalu pasang pada dinding
dengan posisi yg anda inginkan. Memasang bracket indoor dapat anda lakukan
dengan memakunya dengan paku beton atau mengebornya bila ingin menggunakan
fisher, posisikan bracket indoor dengan waterpas agar tidak miring.
Tentukan pada bagian mana drat nepel/pipa ac yg keluar pada indoor, bila pada
bagian kanan bawah dari bracket indoor. Anda harus membuat lubang atau
melubangi tembok yg diameter lubangnya sesuai dengan selang pembuangan air dan
pipa ac yg keluar dari indoor unit. Bila anda tidak ingin melubangi tembok anda
dapat mengeluarkan drat nepel/pipa ac yg keluar dari indoor melalui sisi kanan atau
kiri dari indoor yg sudah disediakan.
Pasang indoor unit pada bracket dan posisikan drat nepel/pipa ac yg keluar dari
indoor unit pada lubang tembok.setelah indoor terpasang pada bracket, dorong
keatas dan tarik kebawah agar indoor terkunci dengan bracket.
Persiapkan bahan untuk pemasangan pipa instalasi ac. Pipa instalasi ac ini terbuat
dari tembaga yg lentur dan mudah dibentuk dalam pelaksanaan pemasangannya,
hati-hati jangan sampai ada instalasi pipa ac yg tertekuk/penyok karena dapat
menghambat sirkulasi freon yg dapat menyebabkan ac tidak mau dingin/bekerja
dengan normal.
Buka 2 buah mur nepel yg berada pada pipa di indoor unit dengan menggunakan 2
buah kunci inggris.masukan nepel 3/8 pada pipa instalasi ac yg berukuran 3/8 lalu

CV. 2R BARU

lihat pada ujung pipa instalasi ac, apakah pada diameter pipanya terpotong dengan
rata? bila tidak rata lakukan pemotongan dengan pemotong pipa.
Masukan pipa instalasi ac pada lubang penjepit flaring yg berukuran sama dengan
pipa ac yg akan kita flaring, ketinggian pipa yg keluar pada ujung bibir flaring kirakira 0,2 cm - 0,3 cm. Pasang pemutar flaring dengan mata flaring yg berbentuk
kerucut pada penjepit flaring, lalu putar sampai mengenai pipa instalasi ac agar bisa
mengembang. lakukan hal yg sama pada pipa instalasi ac yg berukuran 1/4.
Pasang pipa instalasi ac yg sudah dipasang nepel ke drat nepel pipa ac yg keluar dari
indoor unit dan sesuaikan sesuai dengan ukurannya, kemudian kencangkan mur
nepel kedua-duanya dengan menggunakan 2 buah kunci inggris agar tidak terjadi
ruang kebocoran freon.
Tutup dengan pembungkus pipa, kemudian lilitkan solasi untuk merapatkan
pembungkus pipa agar tidak terjadi kondensasi.
Atur posisi instalasi pipa ac agar kelihatan rapi dan effisien.
Pasang kabel power untuk supply listrik kebagian outdoor unit. Buka tutup indoor
unit, kemudian lihat pada bagian komponen pcb yg terdapat terminal untuk
pemasangan kabel power ke bagian outdoor unit biasanya disitu tertulis 1 dan 2 dan
N L, untuk kabelnya pergunakan sesuai ukuran pk ac nya biasanya standart dari
pabrik adalah ukuran 3 X 2.5 untuk ukuran ac 1 pk.
Masukan kabel untuk power outdoor unit melalui lubang pipa ac dan pasang kabel
pada terminal yg berada dibagian bawah komponen pcb, kabel warna hitam pada
terminal no 1, kabel warna biru pada terminal no 2, dan kabel warna kuning pada
ground, kencangkan dengan menggunakan obeng.
Pasangan instalasi pipa ac pada outdoor unit. pada tahap ini sama dengan apa yg
dilakukan pada tahap pemasangan instalasi pipa ac pada indoor unit.
Untuk pemasangan kabel power outdoor unit, buka tutup power suplly outdoor unit
yg berada diatas kran valve.setelah selesai melakukan pemasangan instalasi pipa ac
dan pemasangan kabel power supply untuk outdoor unit.
Cek kebocoran diantara 4 buah kembang nepel yg baru kita buat, yaitu 2 kembang
nepel pada indoor dan 2 kembang nepel pada outdoor dengan cara, pasang selang
manifold berwarna biru pada pentil pengisian freon, lalu pasang selang berwarna
kuning pada mesin vakum.lalu lakukan pemakuman agar tidak terdapat udara
didalam evaporator dan pipa instalasi ac. Vakum yg baik harus mencapai 30, bila
telah selesai divakum jarum pada manifold bergerak keatas, berarti ada ruang
kebocoran freon.lakukan pemeriksaan kebocoran dengan kuas yg diberi air sabun
pada kembang nepel yg berada pada indoor unit dan outdoor unit biasanya ruang
kebocoran terjadi karena kembang nepel pecah dan mur nepel kendor/tidak
dikencangkan, lakukan flereng ulang pada kembang nepel yg pecah atau
kencangkan kembali mur nepel yg kendor)
Bila tidak terdapat ruang kebocoran, lalu buka mur penutup kran nepel 1/4 dan yg
3/8 dengan menggunakan kunci L , buka sampai kedua kran nepel terbuka penuh.
Bila sudah membuka kran nepel tahap selanjutnya adalah menyambungkan aliran
listrik pada kabel power supply yg berada pada indoor unit.
Apabila anda tidak mempunyai mesin vakum, pasang selang manifold berwarna biru
pada pentil pengisian freon dan pasang selang yg berwarna kuning pada tabung
freon.

CV. 2R BARU

buka mur nepel ukuran 1/4 pada outdoor unit lalu masukan tekanan freon agar freon
dpat mendorong udara keluar melalui mur nepel 1/4 pada outdoor unit.pada saat
freon keluar, kencangkan kembali mur nepel 1/4 dan masukan tekanan freon
kembali sampai mencapai 100 psi. Lihat dan perhatikan, bila jarum manifold turun
dan tidak lagi menunjukan angka 100 psi, berarti ada ruang kebocoran pada 4 buah
kembang nepel yg anda buat. (cari kebocoran dengan menggunakan kuas yg diberi
air sabun bila sudah menemukan ruang kebocoran segera diperbaiki). Bila jarum
pada manifold tetap menunjukan angka 100 psi, berarti instalasi pipa ac tidak
terdapat ruang kebocoran.
Buang sisa tekanan freon yg berada pada instalasi pipa ac, tapi jangan buang
semuanya sisakan sampai 5-10 psi.
Buka mur penutup kran nepel 1/4 dan 3/8 lalu buka kedua kran valve dengan
menggunakan kunci L sampai terbuka penuh dan pasang kembali mur penutup kran
valve dengan kencang.
Sambungan aliran listrik pada kabel power supply yg berada di indoor unit. Bila
sudah melakukan penyambungan listrik pada kabel power supply yg berada pada
indoor unit barulah ac dapat operasikan.

8. Pasang Exhaust Fan

Exhaust fan atau hexos bisa menjadi solusi, alat ini berfungsi untuk menyedot udara
dalam ruangan sekaligus memasukan udara segar ke dalam ruangan. Kita juga dapat
mengatur berapa volume yang ingin dimasukkan atau dikeluarkan. Setiap ruangan
memerlukan sirkulasi berbeda sesuai fungsinya masing-masing. Semisal ruangan tidur
memerlukan pergantian udara sekitar 2 sampai 4 kali setiap jamnya, kamar mandi sekitar
6 sampai 10 kali serta dapur sekitar 10 sampai 15 kali. Apabila ruangan yang anda pakai
dipasangi AC, exhaust fan dapat menjadi penyeimbang sebab bisa mengurangi
kelembaban ruangan. Namun perlu diingat bahwa pemakaian AC serta Exhaust Fan
jangan berbarengan sebab exhaust fan akan menyedot udara sejuk yang dikeluarkan AC.
Sebaiknya jangan memasang Exhaust Fan secara berlebihan, pasanglah hanya pada
ruangan yang sirkulasinya kurang dari lubang ventilasi alami. Ukuran Exhaust Fan sesuai
dengan dokumen lelang. Sebelum membeli alangkah baiknya untuk menghitung volume
yang diperlukan untuk sirkulasi udara ruangan yang hendak di pasang Exhaust Fan.
Berikui ini adalah cara menghitung keperluan volume sirkulasi yang diperlukan suatu
ruangan.

Tahapan Kerja

CV. 2R BARU

Langkah pertama ukurlah volume ruangan, ukur Panjang x Lebar x Tinggi, contohnya
ingin memasang Exhaust Fan di kamar tidur dengan ukuran panjang 3 meter, lebar 2
meter serta tinggi 2 meter. Maka dimensi ruangan tidur tersebut yaitu 12 m3. Kemudian
kalikan volume ruang dengan kebutuhan sirkulasi udara setiap jamnya menurut kebutuhan
ruangan, untuk kamar tidur yaitu 6 sampai 10 kali penggantian udara, jadi 12 m3 x 8 kali
pergantian udara yaitu 96 m3.

9. Instalasi Speaker
Pekerjaan sistem tata suara atau sound system diantaranya meliputi pemasangan peralatan
sentral sound system yang terdiri dari unit sinyal suara (program source) dan penguat
sinyal suara (audio amplifier), yang ditempatkan pada rak peralatan sentral sistem tata
suara.
Peralatan Utama
Peralatan utama sistem tata suara diantaranya memenuhi back ground musik dan
pengumuman darurat / paging. Diantara pealatan utama dari sistem tata suara, adalah:
- Micropone paging
- Mixer
- Power Amplifier
- Speaker
- Chyme microphone
- CD Player
- Volume Control
- Monitor unit
Terminal Box & Sistem Perkabelan
Terminal box merupakan kotak penghubung antara peralatan utama dengan speaker. Kabel
instalasi dari ceiling dan horn speaker di hubungkan melalui kabel instalasi melalui
terminal box, dan dari terminal box ke peralatan utama.

10. Instalasi CCTV

CCTV (Closed Circuit Television) merupakan sebuah perangkat kamera video digital
yang digunakan untuk mengirim sinyal ke layar monitor di suatu ruang atau tempat
tertentu. Hal tersebut memiliki tujuan untuk dapat memantau situasi dan kondisi tempat
tertentu, sehingga dapat mencegah terjadinya kejahatan atau dapat dijadikan sebagai bukti

CV. 2R BARU

tindak kejahatan yang telah terjadi. Pada umumnya CCTV seringkali digunakan untuk
mengawasi area publik seperti : Bank, Hotel, Bandara Udara, Gudang Militer, Pabrik
maupun Pergudangan.Pada sistem konvensional dengan VCR (Video Cassete Recorder),
awalnya gambar dari kamera CCTV hanya dikirim melalui kabel ke sebuah ruang monitor
tertentu dan dibutuhkan pengawasan secara langsung oleh operator/petugas keamanan
dengan resolusi gambar yang masih rendah yaitu 1 image per 12,8 seconds. Namun
seiring dengan perkembanga teknologi yang sangat pesat seperti saat ini, banyak kamera
CCTV yang telah menggunakan sistem teknologi yang modern. Sistem kamera CCTV
digital saat ini dapat dioperasikan maupun dikontrol melalui Personal Computer atau
Telephone genggam, serta dapat dimonitor dari mana saja dan kapan saja selama ada
komunikasi dengan internet maupun akses GPRS.

Tahapan Kerja
Untuk memasang sistem CCTV sederhana terlebih dahulu anda harus mengetahui
peralatan alat atau material yang digunakan dalam instalasi tersebut.
Berikut ini peralatan atau material yang diperlukan :
1. BNC (Bayonet Neill Concelman) connector adalah tipe konektor RF yang pada
umumnya dipasang pada ujung kabel coaxial, sebagai penghubung dengan kamera
CCTV dan alat perekam (DVR) maupun secara langsung ke monitor CCTV.

Konektor BNC

2. Kabel Coaxial merupakan sebuah jenis kabel yang biasa digunakan untuk
mengirimkan sinyal video dari kamera CCTV ke monitor.

CV. 2R BARU

Gambar Penampang kabel Coaxial


3. Peralatan untuk Crimp kabel coaxial digunakan sebagai alat bantu untuk memasang
konektor BNC pada kabel coaxial.

Tang Crimping
4. Kabel Power digunakan untuk memasok tegangan AC (searah) 220 V ke adaptor atau
power supply kamera CCTV. Biasanya tipe kabel power yangvdigunakan adalah NYA
(21,5mm) maupun NYM (32,5mm). Instalasi kabel power ini sebaiknya
jugavmenggunakan pipa high impact conduit.
5. Adaptor dan power supply merupakan perangkat yang menyuplai tegangan kerja ke
kamera CCTV, pada umumnya tegangan yang digunakan yaitu 12 Volt DC. Hal ini
tergantung pada jenis atau tipe kamera yang digunakan.
6. Kamera CCTV
Mempelajari spesifikasi kamera CCTV sebelum membeli.

CV. 2R BARU

Contoh Gambar Kamera CCTV


7. DVR (Digital Video Recorder) adalah sebuah media penyimpan hasil rekaman video
yang telah terpantau oleh kamera CCTV. Hasil rekaman video tersebut ada yang
berformat QCIF, MPEG-4 dan avi. Dan biasanya input DVR terdiri beberapa channel
kamera.

Contoh Gambar DVR


8. Monitor CCTV ada yang masih menggunakan tabung CRT dan adapula yang
menggunakan LCD. Monitor tersebut dapat menampilkan keseluruhan gambar dari
kamera sesuai inputan ke DVR maupun Multiplexser. Tampilan kamera-kamera dapat
dilihat pada monitor dengan pembagian yang berbeda (satu tampilan kamera, matrik
22, matrik 33 dan matrik 44).

Contoh Gambar Monitor CCTV

CV. 2R BARU

9. Berikut Contoh gambaran sistemnya.

Contoh Gambar Sistem CCTV


11. Instalasi Internet/ LAN
LAN (Local Area Network) merupakan jernis jaringan yang menghubungkan dua atau
lebih workstation dalam satu jaringan local yg tidak terlalu luas, misalnya dalam satu
ruang atau satu gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan LAN, yaitu :
1. Peer to Peer
2. Client-Server
Jaringan peer-to-peer merupakan jenis jaringan yang menghubungkan beberapa
workstation dimana setiap workstation mempunyai kedudukan yg sama. dalam artian
masing-masing Workstation berbagi sumberdaya. Sedangkan, jaringan Client-Server,
dapat dilihat dari nama, dimana terdapat Workstation yg berfungsi sebagai server yg
menyediakan sumber daya yg diberikan kepada tiap-tiap client.

CV. 2R BARU

Persiapkan beberapa bahan:


1. Tang Crimping

2. Kabel UTP

3. konektor RJ-45

CV. 2R BARU

4. Tester

5. LAN Card (NIC) buat mainboard yg offboard (perangkat network dan grapich belum
disertakan/eksternal).
Memperhatikan, jenis kabel yang akan di gunakan berbeda-beda:
- Untuk jaringan peer-to-peer menggunakan kabel tipe Crossover
- Untuk jaringan client-server menggunakan kabel tipe Straigh
Instalasi jaringan LAN:
1.
Buat jaringan peer-to-peer dengan menggunakan kabel UTP yang disusun
secara Crossover

CV. 2R BARU

2.

Buat jaringan Client-Srver dengan menggunakan kabel UTP yang disusun


secara Straight

3. Jika kedua jaringan sudah di buat, uji lah kabel kedua jaringan itu dengan
menggunakan tester.
4. Mengkonfigurasi jaringan LAN
Computer Name dan Workgroup
Caranya : Klik star-klik kanan pada My Computer->klik kiri pada properties->klik
change settings (letaknya ada di sebelah kanan bawah)->klik change->kemudian
anda pilih workgroup lalu masukan nama workgroup yang anda inginkan>kemudian klik ok. Gambarnya di bawah ini !
1. klik kanan pada My Computer-klik kiri pada properties

CV. 2R BARU

2. klik change settings (letaknya ada di sebelah kanan bawah)

3. kemudian anda piih workgroup lalu masukan nama workgroup yang anda
inginkan-kemudian klik ok

4. Mengatur IP Address

Caranya : klik Start > Control Panel > Netwotk and Internet Connection >
Network Connection. pilih NIC yang sedang aktif(Local Area Network). klik
kanan dan pilih Properties.

CV. 2R BARU

PEKERJAAN PENGECATAN
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1

Pengecatan Bidang Tembok Baru

Pengecatan Dinding
Menyiapkan permukaan yang akan dicat. Pastikan permukaan dinding bersih dan kering untuk
mencegah terjadinya pengelupasan. Kerjakan pengecatan pada siang hari. Mulai dari dekat
jendela. Menuju ke ruang dalam. Bila mengecat seluruh ruangan, kerjakanlah mulai dari langit
- langit yang diteruskan ke dinding dekat kusen jendela, pintu-pintu, dan kemudian ke bagian
bawah. Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita haru
bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang limbah/sisa cat ke
dalam saluran pembuangan. Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering diwadahnya
sebelum dibuang ketempat sampah.
Pemberian Cat Dasar
Cat dasar untuk tembok dibagi dua, yaitu cat dasar yang berupa varnish dasar air yaitu cat
tanpa pigmen dengan dasar emulsi acrylic 100%. Cat dasar ini biasanya disebut Wall Sealer
Water Base. Wall Sealer sangat baik untuk tembok baru yang banyak retak rambut untuk
mengisi celah celahnya dan untuk menguatkan lapisan cat lama yang mulai mengapur.
Kedua adalah cat dasar yang berupa cat tembok warna putih dengan dasar emulsi acrylic 100%
dan mempunyai
daya tahan alkali yang tinggi, daya rekat serta daya isi yang baik serta
kadar bahan anti jamur cukup tinggi. Cat dasar ini disebut Alkali Resisting Primer atau
Undercoat Tembok.
Langkah Pengecatan ;
Reaksi pengerasan (curing) semen pada plesteran harus sudah sempurna,
minimal harus ditunggu selama 28 hari.
Periksa kelembaban
tembok. Gunakan alat protimeter, yaitu alat pengukur
kadar air. Kadar air harus sudah di bawah 18 %.
Periksa kadar alkali tembok. Gunakan kertas lakmus untuk mengukur pH
(derjat keasaman/alkali). Kadar alkali harus menunjukkan kurang lebih pH 8. Kalau
lebih dari pH 8, berarti reaksi semen belum sempurna dan tembok belum layak dicat.
-

Kalau kadar air sudah rendah, tetapi kadar alkali masih tinggi, berarti masih
adasemen bebas yang belum beraksi karena kekurangan air. Basahkan permukaan
tembok dengan air bersih.
Bila semua persyaratan diatas sudah terpenuhi, bersihkan permukaan dari
bekas percikan semen, Efflorescene (pengkristalan garam), pengapuran, debu,
kotoran,
dan minyak.

CV. 2R BARU

Gosok permukaan tembok dengan kertas amplas kasar atau sikat sambil
permukaan tembok dibasahi air bersih. Kemudian keringkan dengan kain lap yang
bersih.
Cuci permukaan tembok dengan larutan asam chlorida (HCl) 10-15% untuk
menetralkan
Alkali yang masih ada dan juga mengetching permukaan tembok agak lebih kasar
sehingga daya lekat lebih baik.

Pemberian Cat Akhir


-

Persiapan permukaan harus telah sempurna.


Bagian-bagian tembok yang tidak akan dicat, alat-alat rumah tangga seperti kursi,
meja, lantai sudah ditutup plastik atau kertas koran.
Siapkan alat alat pengecatan yang dibutuhkan, seperti kuas, roller, ember,
pengaduk, tangga,
dan lain-lain.
Periksa kaleng cat, apakah sesuai dengan ketentuan pabrik. Catat nomor batch
(lot)nya
Aduk cat sampai rata dan pengenceran sesuai dengan kebutuhan pabrik.
Selang waktu antara setiap lapis harus cukup lama. Secara teoritis adalah 2-4
jam, tetap sebaiknya minimal 8 jam atau semalam.
Tutup rapat-rapat kaleng yang yang masih ada sisa catnya untuk menghindari
pembusukan.

Pengecatan Plafond
Langkah pekerjaan
Pengecatan pada plafon sama dengan pengecatan pada tembok. Bahan cat yang digunakan
juga adalah cat untuk tembok/dinding. Perbedaan mendasar yang ada adalah bahwa
plafon terletak di bagian atas dalam posisi mendatar, sehingga diperlukan cara khusus dalam
menyapukan cat pada plafon.
Laporan Kemajuan Pekerjaan
Untuk mengetahui sejauh mana realisasi pekerjaan yang telah tercapai dalam sebuah
proyek maka diperlukan suatu evaluasi yaitu berupa Laporan kerja. Dari laporan tersebut bisa
diketahui jenis dan volume pekerjaan yang telah dilaksanakan, perubahan-perubahan yang
dilakukan, kesalahan-kesalahan yang terjadi dan cara mengatasinya. Dalam proyek ini laporan
kerja tersusun dalam tiga bentuk yaitu :
Laporan Harian
Laporan harian dibuat kontraktor pelaksana. Laporan ini berisi laporan pelaksanaan pekerjaan
dalam satu hari yang memuat tentang jumlah tenaga kerja, bahan yang diterima maupun
ditolak, volume pekerjaan yang dicapai, keadaan cuaca, pekerjaan tambahan, pekerjaan
kurang, perubahan pekerjaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek.

CV. 2R BARU

Laporan Mingguan
Laporan Mingguan merupakan rekapitulasi dari Laporan Harian yang berisi prestasi
pekerjaan periode mingguan yang telah dicapai dan bobot terhadap pekerjaan keseluruhan
selama satu minggu. Laporan
mingguan juga dibuat oleh kontraktor pelaksanaan.
Laporan Bulanan
Setelah Laporan Harian dan Mingguan dievaluasi dan disetujui, selanjutnya pihak membuat
Laporan Bulanan yang memuat tentang
Banda Aceh, 15 Juli 2016
kemajuan pelaksanaan pekerjaan proyek
selama periode satu bulan.
PENAWAR,
CV. 2R BARU
PENUTUP
Berdasarkan uraian mengenai metode
pelaksanaan dalam kaitannya dalam
AMIRUL HADI
pelaksanaan pekerjaan ini maka kami
yakin bahwa kami dapat melaksanakan
Direktur
pekerjaan
ini dengan sebaik-baiknya
sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditetapkan oleh pengguna jasa.
Demikian Metode Pelaksanaan untuk Pekerjaan PENGADAAN FISIK RENOVASI
GEDUNG LABORATORIUM LOKA LITBANG BIOMEDIS ACEH. Mudah mudahan
kami memenuhi kriteria pemenang dalam Pelelangan Kegiatan ini.