Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pelayanan keperawatan merupakan salah satu pelayanan yang dapat memberikan
kontribusi

terhadap

upaya

mempertahankan

dan

meningkatkan

kesehatan

masyarakat.Upaya tersebut dilaksanakan dengan fungsi perawat secara mandiri maupun


kolaborasi, untuk mencapai tujuan bersama yaitu pencegahan penyakit dan kecacatan,
perawatan pada gangguan kesehatan, peningkatan ke arah kondisi kesehatan yang
optimal bagi individu, kelompok dan masyarakat.
Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan di
rumah sakit, yang memberikan pelayanan langsung pada masyarakat pelanggan rumah
sakit / customer secara terus menerus dan berkesinambungan.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntunan dan
harapan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan, maka pelayanan
keperawatan harus senantiasa dinamis dan selalu memperbaiki diri dari waktu ke
waktu, untuk memberikan kualitas pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa.
Bidang keperawatan sebagai organisasi struktural profesi keperawatan di RS ANNISA Tangerang, berusaha menyediakan dan meningkatkan sistem yang kondusif bagi
terlaksananya pelayanan keperawatan yang berkualitas. Hal tersebut membutuhkan
pengelolaan yang profesional, dengan dukungan data dan pengetahuan keperawatan
yang up to date.
Oleh karena itu, Bidang keperawatan RS AN-NISA Tangerang sebagai pengelola
profesi

keperawatan,

bertanggungjawab terhadap terciptanya

pelayanan

yang

berkualitas dengan terus menerus meningkatkan SDM Keperawatan yang profesional.


Untuk mendukung operasional kerja, bidang keperawatan menyusun Pedoman
Pelayanan Keperawatan sebagai acuan yang jelas baik secara konsep maupun teknis
pelaksanaan program-program bidang keperawatan, sehingga diharapkan dapat
mewujudkan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan mampu memenuhi
kebutuhan serta harapan masyarakat pengguna jasa RS AN-NISA Tangerang.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terselenggaranya

pelayanan

keperawatan

komprehensif

dan

profesional

berdasarkan standart dan etik profesi dengan mengutamakan keselamatan pasien.


Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 1

2. Tujuan Khusus
a. Tujuan khusus bidang keperawatan
Terselenggaranya pelayanan
berkesinambungan

sesuai

keperawatan

SAK

dan

yang

SPO

berkualitas

yang

berlaku

dan

dengan

mengutamakan keselamatan pasien.


Terselenggaranya pencegahan dan pengendalian infeksi
b. Tujuan Khusus unit keperawatan
1) Tujuan IGD
Terlaksananya pelayanan keperawatan dengan memperhatikan respon time
untuk menurunkan angka kematian, angka kesakitan serta angka kecatatan
pada kondisi gawat darurat
2) Tujuan Ruang Operasi
Terlaksananya pelayanan keperawatan aman dan nyaman serta menghindari
komplikasi baik pre operasi, intra operasi dan pasca operasi.
3) Tujuan ruang intensif
Terlaksananya pelayanan keperawatan pada pasien kritis sesuai SAK dan
SPO dengan ketrampilan penguasaan alat khusus untuk menurunkan angka
kematian dan kecacatan.
4) Tujuan Ruang Perawatan Umum
Terlaksananya pelayanan keperawatan komprehensif kepada pasien penyakit
dalam, bedah, saraf, ortopedi, mata dan lain-lain pada pasien dewasa sesuai
SAK dan SPO dengan mengutamakan keselamatan pasien.
5) Tujuan Ruang Perawatan Anak
Terlaksananya pelayanan keperawatan komprehensif sesuai kebutuhan
tumbuh kembang anak , keterlibatan keluarga dengan memperhatikan
atraumatik care dan meminimalisasi dampak hospitalisasi.
6) Tujuan Ruang Neonatalogi
Terlaksananya pelayanan keperawatan neonatus level 1 dan level 2 sesuai
dengan SAK dan SPO dengan mengutamakan keselamatan pasien untuk
menurunkan angka kematian bayi
7) Tujuan Ruang Bersalin
Terlaksananya
pelayanan
keperawatan

dan

kebidanan

dengan

kegawatdaruratan maternal neonatal secara cepat, tepat dan aman untuk


menurunkan angka kesakitan, angka kematian dan kecacatan pada ibu dan
bayi.
8) Tujuan Ruang Kebidanan
Terlaksananya pelayanan keperawatan secara komprehensif sesuai dengan
SAK dan SPO dengan mengutamakan keselamatan pasien pre, intra dan
post partum dan pasien obstretri ginekologi
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 2

C. STRATEGI
1. Mengatur, memantau dan mengawasi pelaksanaan pelayanan asuhan keperawatan
dan kebidanan di seluruh ruang perawatan.
2. Berkoordinasi dengan bagian SDM untuk pemenuhan kebutuhan tenaga perawat
dan bidan di seluruh ruang perawatan.
3. Memperkirakan tuntutan kebutuhan pelayanan keperawatan dan mengusulkan
kebijakan dan prosedur untuk menjaga stabilitas kemampuan staf.
4. Menerapkan falsafah, tujuan, standar asuhan keperawatan dan kebidanan dan
standar operasional prosedur dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan yang
mengacu pada Visi RS AN-NISA Tangerang.
5. Menetapkan dan mengoptimalkan fasilitas dan perlengkapan alat-alat yang
mendukung pelayanan keperawatan di seluruh ruang perawatan.
6. Mengembangkan sistem dan prosedur pencatatan dan pelaporan dalam asuhan
keperawatan dan kebidanan.
7. Mengembangkan metode kerja bagi tenaga keperawatan sehingga dapat bekerja
sama dengan staf lain.
8. Menyusun perencanaan pelayanan keperawatan sesuai dengan wewenang dan
tanggung jawab bidang keperawatan.
9. Membimbing, membina, mengawasi dan mengevaluasi sikap, pengetahuan dan
keterampilan seluruh perawat di RS AN-NISA Tangerang.
10. Melaksanakan program orientasi, mobilisasi dan rotasi/ mutasi seluruh perawat di
RS AN_NISA Tangerang.
11. Melaksanakan program pengembangan dan pendidikan yang berkesinambungan
bagi tenaga keperawatan baik secara formal maupun non formal
D. RUANG LINGKUP
Pelayanan Keperawatan di seluruh Rumah Sakit yang terdiri dari :
1. Pelayanan Instalasi Rawat jalan
2. Pelayanan rawat inap.
3. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat.
4. Pelayanan Instalasi Kamar Operasi.
5. Pelayanan Instalasi ICU.
E. BATASAN OPERASIONAL
1. Informasi bidang keperawatan adalah pelayanan keperawatan yang tersedia di
Rumah Sakit.
2. Mutu

dan

etika

merupakan

bagian

mengembangkan mutu serta etika perawat


Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 3

dari

bidang

keperawatan

yang

3. sarana dan prasarana keperawatan merupakan bagian dari keperawatan yang


menyediakan peralatan untuk menunjang mutu pelayanan keperawatan
4. Keselamatan pasien (patient safety) merupakan suatu sistem dimana rumah sakit
membuat asuhan pasien lebih aman.
5. Keselamatan kerja merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat kerja /
aktifitas karyawan lebih aman.
F. LANDASAN HUKUM
Bidang Keperawatan disuatu rumah sakit adalah merupakan bagian yang harus
terselenggara sesuai dengan :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Undang-Undang Republik Indonesia No 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.
4. Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 971/MENKES/PER/XI/2009
Tentang
6. Peraturan

Standar Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan.


Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor.

340/Menkes/PER/III/2010 Tentang Klasifikasi Rumah Sakit.


7. Peraturan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor

HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik


Perawat.
8. Peraturan

Menteri

kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor

1464/MENKES/PER/X/2010 Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Bidan.


9. Peraturan

Menteri

kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor

1796/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan.


10. Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit.
11. Standar Asuhan Keperawatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2001
12. Pedoman Uraian Tugas Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit, Departemen
Kesehatan Republik Indonesia 2001
13. Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit,
Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2001.
14. Standar Peralatan Keperawatan Dan Kebidanan Di Sarana Kesehatan, Departemen
Kesehatan Republik Indonesia 2001.
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 4

15. Standar Manajemen Pelayanan Keperawatan Dan Kebidanan Di Sarana Kesehatan,


Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2001.
16. Standar Tenaga Keperawatan di Rumah Sakit, Departemen Kesehatan Republik
Indonesia 2005.
17. Dasar-dasar Asuhan Kebidanan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2005.
18. Pedoman Perancangan Ruang Rawat Inap Rumah Sakit, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia 2005.
19. Pedoman Penanggulangan KLB DBD Bagi Keperawatan di RS Dan Puskesmas,
Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2006.
20. Pedoman Pelayanan Rawat Gabung di RS, Departemen Kesehatan 1991
21. Pedoman Pelayanan Perinatal Pada Rumah Sakit Umum kelas C Dan D
Departemen Kesehatan 1991.
22. Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir Untuk Dokter, Bidan Dan Perawat
Di RS, Departemen Kesehatan IDAI 2004.
23. Pedoman Pelayanan Maternal Perinatal Pada Rumah Sakit Umum Kelas B (non
pendidikan), C dan D, Departemen Kesehatan 2006.

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 5

BAB II
STANDART KETENAGAAN

A. KUALIFIKASI SDM KEPERAWATAN


Kualifikasi SDM Keperawatan adalah sebagai berikut :
Kualifikasi
No

Nama Jabatan
Pendidikan
Formal

Masa
kerja

Pendidikan non formal


/sertifikasi

Jml
Kebutuha
n

Tersedia

Ket

Sudah
sesuai
standar

Persyaratan tambahan

Manager
Keperawatan

S1
Keperawatan

3-5 th 1.
sebagai
supervis2.
or 3.
4.
5.
6.

2.

Supervisor
Mutu Kep

S1
Keperawatan

2-3 th 1. Managemen bangsal


sebagai 2. Managemen mutu kep
kepala 3. TOT
perawat

1. Mampu bekerja dalam Tim


2. Sehat jasmani dan rohani

Sudah
sesuai
standar

3.

Supervisor
S1
SDM
dan Keperawatan
Peralatan

2-3 th 1. Managemen bangsal


sebagai 2. Managemen SDM kep
kepala 3. TOT
perawat

1. Mampu bekerja dalam Tim


2. Sehat jasmani dan rohani

Sudah
sesuai
standar

4.

Supervisor

2-3 th 1. Managemen bangsal

1. Mampu bekerja dalam Tim

Sudah

S1

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Managemen
bidang1. Mampu bekerja dalam Tim
keperawatan
2. Sehat jasmani dan rohani
Managemen mutu Kep
Managemen SDM Kep
Assesor Keperawatan
TOT
Problem solving decision
making

Page 6

Jaga

Keperawatan

sebagai 2. Managemen Supervisor


kepala
perawat

2. Sehat jasmani dan rohani

5.

Clinical
Instructure

S1
Keperawatan

2-3 th 1.
sebagai 2.
kepala 3.
perawat
4.

Sudah
sesuai
standar

6.

Kepala
Perawat IGD

S1
Keperawatan

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.
6.

Sudah
sesuai
standar

7.

Kepala
Perawat
Poliklinik

S1
Keperawatan

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.

Sudah
sesuai
standar

8.

Kepala
Perawat
Perawatan
Umum

S1
Keperawatan

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.

Sudah
sesuai
standar

Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
Managemen Supervisor 2. Sehat jasmani dan rohani
Managemen
Mutu
Keperawatan
Assessor
kompetensi
keperawatan
5. TOT
Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
PPGD/BTCLS
2. Sehat jasmani dan rohani
BHD
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
7. Costumer service
Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
BHD
2. Sehat jasmani dan rohani
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
6. Costumer service

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
BHD
2. Sehat jasmani dan rohani
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan

Page 7

sesuai
standar

evakuasi
6. Costumer service
9.

Kepala
Perawat
Perawatan
Utama

S1
Keperawatan

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.

Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
BHD
2. Sehat jasmani dan rohani
PPI
Pasien Safety
Penanganan
Bencana
dan evakuasi
6. Costumer service

Sudah
sesuai
standar

10. Kepala
Perawat
Perawatan
Anak

S1
Keperawatan

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.

Sudah
sesuai
standar

11. Kepala Bidan


Perawatan
Kebidanan

D3/D4
Kebidanan

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.
6.
7.

Sudah
sesuai
standar

12. Kepala Bidan


Ruang Bersalin

D3/D4
Kebidanan

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.

Sudah
sesuai
standar

Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
BHD
2. Sehat jasmani dan rohani
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
6. Costumer service
Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
Resusitasi neonates
2. Sehat jasmani dan rohani
PONEK
BHD
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
8. Costumer service

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Managemen bangsal
Resusitasi neonates
PONEK
BHD
PPI

Page 8

1. Mampu bekerja dalam Tim


2. Sehat jasmani dan rohani

6. Pasien Safety
7. Penanganan Bencana dan
evakuasi
8. Costumer service
13. Kepala
Perawat
Neonatologi

S1
Keperawatan

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
Resusitasi neonates
2. Sehat jasmani dan rohani
PONEK
Metode Kanguru
Dasar Intensif
BHD
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
10. Costumer service

Sudah
sesuai
standar

14. Kepala
Perawat ICU

S1
Keperawatan

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.
6.

Sudah
sesuai
standar

15. Kepala
S1
Perawat Ruang Keperawatan
Operasi

2-3 th 1.
sebagai 2.
PJS 3.
4.
5.
6.

Sudah
sesuai
standar

Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
Dasar Intensif
2. Sehat jasmani dan rohani
BHD
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
7. Costumer service

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Managemen bangsal
1. Mampu bekerja dalam Tim
Dasar Bedah
2. Sehat jasmani dan rohani
BHD
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi

Page 9

7. Costumer service
16. Perawat IGD

S1/D3
Keperawatan

1.
2.
3.
4.
5.

PPGD/BTCLS
1. Mampu bekerja dalam Tim
BHD
2. Sehat jasmani dan rohani
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
6. Costumer service

14

13

Belum
sesuai

17. Perawat
Poliklinik

D3/S1
Keperawatan/
Kebidanan/Pe
rawatan gigi

1.
2.
3.
4.

BHD
1. Mampu bekerja dalam Tim
PPI
2. Sehat jasmani dan rohani
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
5. Costumer service

20

17

Belum
sesuai

18. Perawat
Perawatan
Umum

S1/D3
Keperawatan

1.
2.
3.
4.

BHD
1. Mampu bekerja dalam Tim
PPI
2. Sehat jasmani dan rohani
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
5. Costumer service

18

16

Belum
sesuai

19. Perawat
Perawatan
Utama

S1/D3
Keperawatan

1.
2.
3.
4.

BHD
1. Mampu bekerja dalam Tim
PPI
2. Sehat jasmani dan rohani
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
5. Costumer service

16

13

Belum
sesuai

20 Perawat
Perawatan
Anak

S1/D3
Keperawatan

1.
2.
3.
4.

20

18

Belum
sesuai

Pedoman Pelayanan Keperawatan

BHD
1. Mampu bekerja dalam Tim
PPI
2. Sehat jasmani dan rohani
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan

Page 10

evakuasi
5. Costumer service
21 Perawat/Bidan
Perawatan
Kebidanan

D3/D4
Keperawatan/
Kebidanan

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Resusitasi neonates
1. Mampu bekerja dalam Tim
PONEK/APN
2. Sehat jasmani dan rohani
BHD
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
7. Costumer service

12

11

Belum
sesuai

22. Bidan Ruang


Bersalin

D3/D4
Kebidanan

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Resusitasi neonates
1. Mampu bekerja dalam Tim
PONEK/APN
2. Sehat jasmani dan rohani
BHD
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
7. Costumer service

13

12

Belum
sesuai

23. Perawat
Neonatologi

D3/S1
Keperawatan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Resusitasi neonates
1. Mampu bekerja dalam Tim
PONEK
2. Sehat jasmani dan rohani
Metode Kanguru
Dasar Intensif
BHD
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
9. Costumer service

12

12

Belum
sesuai
standar

24. Perawat ICU

D3/S1
Keperawatan

1. Dasar Intensif
2. BHD

Belum
sesuai

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 11

1. Mampu bekerja dalam Tim


2. Sehat jasmani dan rohani

3. PPI
4. Pasien Safety
5. Penanganan Bencana dan
evakuasi
6. Costumer service
25. Perawat Ruang
D3/S1
Operasi
Keperawatan

Pedoman Pelayanan Keperawatan

1.
2.
3.
4.
5.

Dasar Bedah
1. Mampu bekerja dalam Tim
BHD
2. Sehat jasmani dan rohani
PPI
Pasien Safety
Penanganan Bencana dan
evakuasi
6. Costumer service

Page 12

standar

26

19

Belum
sesuai
standar

B. KEBIJAKAN KEWENANGAN STAF DAN PIMPINAN


C.
Apabila pejabat struktural berhalangan hadir

maka

secara

hirarki

kewenangannya dapat didelegasikan kepada pejabat struktural lainnya yang ada di


lingkungan Bidang Keperawatan dengan uraian sebagai berikut :
D. 1. Apabila Manager Keperawatan berhalangan melaksanakan tugas, maka tugas
dan pekerjaannya didelegasikan kepada salah satu supervisor dibawahnya dengan
urutan pendelegasian sebagai berikut :
a. Urutan Pertama Supervisor Mutu Asuhan Keperawatan
b. Urutan Kedua Supervisor SDM dan Logistik Keperawatan
c. Urutan ketiga clinical instructure
2. Apabila Supervisor Mutu atau SDM berhalangan hadir maka tugas dan pekerjaan
dilaksanakan oleh salah satu supervisor yang lain sesuai dengan kewenangan yang
dimilikinnya, namun untuk pengambilan keputusan yang memerlukan kebijakan
dilakukan oleh Manager Keperawatan.
3. Apabila Kepala Perawat berhalangan hadir maka tugas dan pekerjaanya diserahkan
kepada Ketua Tim sedangkan untuk pengambilan keputusan kebijakan diserahkan
kepada pejabat struktural diatasnya sesuai dengan kewenangannya.
4. Apabila pelaksana berhalangan hadir maka tugas dan pekerjaanya diserahkan
kepada pelaksana lainya dengan tingkat kemampuan atau kompetensi yang sama.
E.
F. DISTRIBUSI KETENAGAAN
G.
Distribusi tenaga keperawatan ditahun 2016 adalah sebagai berikut :
J.
H.
N

I.

Ruangan/Je
nis Layanan

K.

Pendidik

Standar
t

L.

PERAWAT KLINIK

an
P.

Q.

R.

S.

T.

U.

V.

W.

X.

Y.

S2

PRA

PK PK PK PK PK

Ranap

AB.

3
4
1
PK
AC. AD. AE. AF. AG.

RPU

AO.

AP. AQ. AR. AS. AT.

AU. AV. AW. AX. AY.

1.
AZ. BA.

RPA

19
BB.

BC. BD. BE. BF. BG.

BH. BI.

2.
BM. BN.

RPK

20
BO.

BP. BQ. BR. BS. BT.

BU. BV. BW. BX. BY.

3.
BZ. CA.

Utama

14
CB.

CC. CD. CE. CF. CG.

CH. CI.

Jumlah

16
CO.

CP. CQ. CR. CS. CT.

CU. CV. CW. CX. CY.

Z.

AA.

1
2
3
4
5
AH. AI. AJ. AK. AL.

A
.
AM.AN.

4.
CM.CN.

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 13

BJ. BK. BL.

CJ. CK. CL.

69
DB.

DC. DD. DE. DF. DG.

DH. DI. DJ. DK. DL.

B. Khusus
DM.DN.
ICU

DO.

DP. DQ. DR. DS. DT.

DU. DV. DW. DX. DY.

1.
DZ. EA.

Perinatologi

10
EB.

EC. ED. EE. EF. EG.

EH. EI.

2.
EM. EN.

OK

14
EO.

EP. EQ. ER. ES. ET.

EU. EV. EW. EX. EY.

VK

27
FB.

FC. FD. FE. FF. FG.

FH. FI.

Jumlah

15
FO.

FP. FQ. FR. FS. FT.

FU. FV. FW. FX. FY.

FZ. GA.

Rajal

66
GB.

GC. GD. GE. GF. GG.

GH. GI. GJ. GK. GL.

C.
GM.GN.

IGD

GO.

GP. GQ. GR. GS. GT.

GU. GV. GW. GX. GY.

Poliklinik

15
HB.

HC. HD. HE. HF. HG.

HH. HI. HJ. HK. HL.

Jumlah

21
HO.

HP. HQ. HR. HS. HT.

HU. HV. HW. HX. HY.

Pengelola

36
IB.

IC. ID. IE. IF. IG.

IH. II.

IJ.

.
IM. IN.

Manager

IO.

IP.

IQ. IR. IS. IT.

IU. IV.

IW. IX. IY.

1. Kep
IZ. JA.

Supervisor

JB.

JC. JD. JE. JF. JG.

JH. JI.

JJ.

CZ. DA.

3.
EZ. FA.
4.
FM. FN.

1.
GZ. HA.
2.
HM.HN.
HZ. IA.
D

Ruang

EJ.

FJ.

EK. EL.

FK. FL.

IK. IL.

Kep

1
JK. JL.

2. SDM dan Mutu


JM. JN.
Supervisor

JO.

JP. JQ. JR. JS. JT.

JU. JV. JW. JX. JY.

3.
JZ. KA.

5
KB.

KC. KD. KE. KF. KG.

KH. KI. KJ. KK. KL.

KN.

2
Jumlah KO.

KP. KQ. KR. KS. KT.

KU. KV. KW. KX. KY.

KZ.

10
TOTAL LA.

LB. LC. LD. LE. LF.

LG. LH. LI.

4.
KM.

CI

LJ.

181
LL.
LM. PENGATURAN JAGA
1. Pengelola Keperawatan
LN. Pengelola keperawatan yang non shift bekerja dari 08.00 s/d 16.00 WIB
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 14

LK.

LO. Supervisor jaga dibagi dalam 3 shift, yaitu :


Shift pagi bekerja dari Pukul 07.00 s/d 14.00 WIB
Shift siang bekerja dari pukul 14.00 s/d 21.00 WIB
Shift malam bekerja dari pukul 21.00 s/d 07.00 WIB
2. Pelaksana Fungsional
LP. Pelaksana fungsional dibagi menjadi 3 shift, yaitu :
Shift pagi bekerja dari ukul 07.00 s/d 14.00 WIB
Shift siang bekerja dari pukul 14.00 s/d 21.00 WIB
Shift malam bekerja dari pukul 21.00 s/d 07.00 WIB
LQ. Di Poliklinik pengaturan jaga dibagi menjadi 2 shift, yaitu :
Shift pagi bekerja dari pukul 08.00 s/d 15.00 WIB
Shift siang bekerja dari pukul 15.00 s/d 22.00 WIB
LR.
LS.BAB III
LT.STANDART FASILITAS
LU.
A. DENAH RUANGAN
LV.

Meja

Meja

Meja

Lemari

Meja
Lemari

B. STANDART FASILITAS
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 15

1. Sarana Fisik
LW.

Ruang bidang keperawatan terletak di area lantai 3 gedung A.

LX.

Ruang bidang keperawatan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Luas

ruangan cukup untuk melakukan aktifitas dan menyimpan perlengkapan.


LY.Ruangan dibidang keperawatan dapat dibagi menjadi :
a. Area Kerja
LZ. Area ini dilengkapi dengan meja dan kursi serta beberapa unit
computer sesuai jumlah tenaga di ruang Bidang Keperawatan
b. Area penyimpanan File
MA. Area ini terletak bagian sudut ruangan. Tempat penyimpanan file ini
berupa 2 lalmari yang berisi file dokumen keperawatan.
2. Peralatan dan Perlengkapan Ruang Bidang Keperawatan
MB.
No

MD.
MC.

Nama Peralatan

Jumla
h

ME.

MJ.

MK.

1
MM. MN.

Kursi

4
MO.

Baik
MP.

Troly kayu

8
MT.

Baik
MU.

Komputer

1
MY.

Baik
MZ.

Printer

3 unit
ND.

Baik
NE.

Baik
NJ.

Baik

3
MW. MX.
4
NB. NC.
5
NG. NH.

Dispenser

NI.

6.
NL.
Area Penyimpanan File
NM.
NN.
Rak Peyimpanan
1

NO.

File

Keterang

Kondisi

MG.
Area Kerja
MH. MI.
Meja kerja

2
MR. MS.

MF.

NP.
Baik

an

ML.
MQ.
MV.
NA.
NF.
NK.

NQ.

NR.
NS.

Sedangkan untuk mendukung pelayanan keperawatan di seluruh ruang

perawatan RS AN-NISA Tangerang penyediaan fasilitas dan sarana disesuaikan


dengan kapasitas operasional tempat tidur, beban tugas dan fungsi

serta

kemampuan RS AN-NISA Tangerang sebagai bahan acuan di seluruh ruang


perawatan, bidang perawatan menyusun pedoman logistik keperawatan yang
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 16

disusun berdasarkan jenis peralatan,

jumlah operasional TT, BOR, ratio

kebutuhan, spek dan jumlah yang dibutuhkan.


NT.
NU.

Fasilitas yang ada di ruangan diupayakan sesuai dengan standar

kebutuhan yang dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pelayanan, antara lain :

Ruang kepala ruangan


Ruang Nurse Station
Ruang Tindakan
Ruang Spoelhock
Ruang alat tenun

NV.
NW.

Sedangkan untuk peralatan yang mendukung operasional pelayanan

keperawatan di ruangan harus tersedia beberapa peralatan yang sesuai dengan


standar kebutuhan, diantaranya :

Alat tenun
Alat rumah tangga
Alat Medis
Alat perawatan
Alat tulis kantor (ATK)

NX.
NY.

Untuk memenuhi kebutuhan fasilitas dan peralatan di atas harus

dilakukan perencanaan secara periodik tiap semester atau tahunan yang


menyangkut penambahan, pergantian dan pemeliharan.
NZ.
OA.

Pengelolaan peralatan di ruangan diserahkan kepada ruangan masing-

masing, dimana kepala ruangan menunjuk salah satu perawat sebagai penanggung
jawab alat yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk membantu kepala ruangan
dalam hal :

Pengecekan alat
Merekap frekuensi pemakaian alat
Membuat laporan inventarisasi alat
Membuat program pemeliharaan

OB.
OC.

Seluruh perawat mempunyai tanggung jawab terhadap keberadaan

fasilitas dan peralatan di ruangan sehingga salah satu mekanisme yang


dilaksanakan adalah serah terima alat setiap pergantian shift.
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 17

OD.
C. Kebijakan Pengoperasian Fasilitas & Peralatan
OE.

Penggunaan fasilitas dan peralatan yang ada di lingkungan Bidang

Keperawatan disesuaikan dengan kebutuhan unit kerja masing-masing dan sifat dari
fasilitas dan perlatan tersebut. Untuk fasilitas dan peralatan yang sifatnya umum dapat
dipergunakan secara bersama-sama oleh seluruh staf dan pimpinan di lingkungan
Bidang Keperawatan.
OF.
OG.

Untuk fasilitas dan peralatan yang mendukung operasional pelayanan

keperawatan berada di ruangan masing-masing dibawah tanggung jawab kepala perawat


dan penanggung jawab unit, sehingga untuk pengadaan dan pemeliharaannya
dibebankan kepada unit masing-masing.
OH.
OI.

Untuk penggunaan fasilitas dan peralatan khusus dan canggih dilakukan oleh

perawat dengan kualifikasi mempunyai sertifikat pelatihan operasional alat tersebut.


OJ.
OK.

Peminjaman peralatan dan perlengkapan antar unit kerja yang ada dalam

lingkup Bidang Keperawatan harus diketahui oleh Penanggung jawab Unit Kerja yang
bersangkutan secara tertulis sedangkan untuk peminjaman yang lintas bidang dan unit
harus diketahui oleh Penanggung Jawab Unit atau orang yang diberi wewenang oleh
Penanggung Jawab Unit.
OL.
OM.
ON.
OO.
OP.
OQ.
OR.
OS.
OT.
OU.
OV.
OW.
OX.
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 18

OY.
OZ.
PA.
PB.
PC.
PD.
PE.
PF.
PG.
PH.
PI.
PJ.
PK.
PL.
PM.
PN.
PO.

BAB IV

PP.TATA LAKSANA PELAYANAN


PQ.
A. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR
1. Kebijakan Bidang Keperawatan
PR.

Kebijakan yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan atau ruang lingkup yang

berhubungan dengan pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan dibuat oleh


bidang keperawatan, yang meliputi :
a. Ketenagaan
1) Rekruitmen
PS.

Yang menjadi dasar pertimbangan untuk melakukan rekruitmen SDM

Keperawatan adalah :

Jumlah operasional Tempat Tidur atau jumlah kunjungan


BOR atau beban kerja ruangan
Tingkat ketergantungan pasien
Spesifikasi tertentu berdasarkan kebutuhan yang disesuaikan dengan
ruang lingkup pelayanan di ruangan, diantaranya ruangan yang

memerlukan kualifikasi tertentu.


Pengganti yang cuti melahirkan

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 19

Estimasi Turn Over


Perhitungan berdasarkan standar kebutuhan tenaga yang mengacu pada
standar perhitungan dari Depkes untuk tenaga fungsional.

PT.
PU.

Kegiatan rekruitmen dilaksanakan untuk mencukupi kebutuhan dan

pelaksanaannya berkoordinasi dengan Bagian HRD.


PV.

Kegiatan seleksi pada kegiatan rekruitmen SDM Keperawatan

dilakukan berdasarkan:

Pendidikan
Masa kerja
Kompetensi
Diklat yang pernah diikuti

PW.
PX.

Kebutuhan ruangan terhadap SDM Keperawatan dapat dipenuhi

berdasarkan kualifikasi tersebut sehingga tuntutan pekerjaan dengan


kualifikasi yang dimiliki perawat dan bidan akan sesuai.
PY.
2) Orientasi
PZ.

Kegiatan orientasi dilakukan sebagai upaya untuk membantu perawat

dalam pengenalan terhadap lingkungan dan pekerjaan, melalui tahapan


orientasi umum yang dilakukan secara klasikal dan orientasi khusus dengan
target pencapaian kompetensi tertentu.Pelaksanaan kegiatan orientasi ini
dikoordinir oleh bagian HRD bekerjasama dengan SDM Keperawatan dan
Clinical Instructure Keperawatan.
QA.
3) Rotasi / Mutasi
QB. Pelaksanaan rotasi / mutasi berlaku bagi seluruh perawat yang ada di
RS AN-NISA Tangerang baik perawat fungsional maupun struktural, yang
bersifat sementara maupun menetap dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Mutasi sementara
QC.
Dilakukan

dalam

rangka

kebutuhan

sementara

tenaga

keperawatan di unit tertentu misalnya untuk mengatasi jumlah tenaga


karena ada perawat yang cuti melahirkan atau sakit dalam waktu yang
belum bisa dipastikan.
b) Mutasi tetap
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 20

QD.

Dilakukan bagi perawat ruangan dengan masa kerja lebih dari 2

tahun, kecuali untuk ruangan khusus seperti ICU, NICU, UGD, OK dan
HCU dilakukan paling cepat setelah 3 tahun di ruangan tersebut.
c) Perbantuan
QE.

Pelaksanaan perbantuan dilakukan untuk mengatasi kekurangan

tenaga di satu ruangan pada saat-saat tertentu apabila terjadi pelonjakan


pasien atau ada perawat yang tidak bisa berdinas karena sesuatu hal.
QF.
4) Promosi
QG. Salah satu upaya untuk pengembangan perawat di RS AN-NISA
Tangerang adalah melalui pengkaderan, seleksi dan pendampingan untuk
promosi baik melaui jenjang fungsional maupun structural.
QH.
5) Ketentuan Cuti Tahunan
QI.

Ketentuan cuti bagi perawat mengacu pada pedoman karyawan secara

keseluruhan.Adapun untuk pengaturannya dilakukan oleh atasan langsung


berdasarkan kondisi ketenagaan.
QJ.
6) Pendidikan dan Pelatihan
QK. Pendidikan dan pelatihan bagi perawat dilaksanakan dalam upaya
meningkatkan kualitas SDM keperawatan. Pendidikan formal keperawatan
dilaksanakan secara bertahap dan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang
ditetapkan, serta mengacu pada rencana program jangka panjang dan program
tahunan. Sedangkan pelaksanaan pendidikan non formal dilaksanakan secara
in house trainning dan out trainning.
QL.
QM.B.

STANDART PROSEDUR OPERASIONAL

QN.

Untuk menunjang pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan di ruangan,

Bidang Keperawatan menetapkan beberapa standar, yaitu :


1. Standar Asuhan keperawatan dan kebidanan
QO. Standar Asuhan keperawatan dan kebidanan dibuat sebagai pedoman untuk
pelaksanaan pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan, yang mengacu kepada
pedoman penyusunan Standart Asuhan Keperawatan berdasarkan NANDA

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 21

(American Nursing Diagnosis Asociation), NOC (Nursing Outcome Clasification)


dan NIC (Nursing Intervention Clasification).
QP.
2. Standar Prosedur Operasional Keperawatan
QQ. Standar Operasional Prosedur Keperawatan terdiri dari :
a. SPO Manajerial, yang berkaitan dengan sistem dan lingkup kerja di bidang
keperawatan, diantaranya SPO rekruitmen, SPO orientasi, SPO rotasi mutasi,
SPO seleksi pendidikan, dll.
b. SPO Pelayanan Keperawatan dibuat sebagai pedoman bagi perawat untuk
melakukan tindakan keperawatan (SPO terlampir)
c. SPO umum yang berkaitan dengan lintas unit, untuk menunjang pelaksanaan
pelayanan keperawatan
3. Standar Etika Profesi Keperawatan
QR. Standar etika profesi keperawatan dibuat sebagai pedoman untuk mengatur
perilaku perawat dari sudut nilai moral dalam memberikan asuhan keperawatan dan
kebidanan di Rumah Sakit.
QS.
4. Standar Logistik Keperawatan
QT.

Untuk menunjang pelakasanaan asuhan keperawatan dan kebidanan di RS

AN-NISA Tangerang bidang keperawatan membuat standar logistik yang meliputi


standar alat tenun, standar alat rumah tangga dan standar alat habis pakai.
a. Perencanaan
QU.

Perencanaan pemenuhan logistik keperawatan di ruangan dibuat

berdasarkan ketentuan sebagai berikut :


1) Spesifikasi ruangan
2) Perkembangan dan pertumbuhan pelayanan rumah sakit dan penambahan
jumlah tempat tidur.
3) Pergantian alat atau barang yang rusak, hilang dan penghapusan karena
perkembangan teknologi.
b. Klasifikasi logistik keperawatan di ruangan terdiri dari :
1) Golongan barang habis pakai
2) Alat tenun, hal ini berkaitan dengan pengelolaan alat tenun yang dilakuakn
oleh tenaga keperawatan.
3) Alat kesehatan
QV. Alat kesehatan yang habis pakai disediakan di instalasi farmasi atas
permintaan ruangan dan pemenuhannya disesuaikan dengan kebutuhan
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 22

pasien di ruangan. Untuk pengelolaan alat kesehatan dilakukan oleh tenaga


keperawatan.
4) Pengadaan
QW. Pengadaan alat / barang logistik yang menunjang terhadap pelayanan
keperawatan, pemenuhan kebutuhannya dikoordinir oleh Bagian Logistik
Rumah Sakit berdasarkan pengajuan dari ruangan dengan alur dan prosedur
yang telah ditetapkan.
QX.
QY.
QZ.
5) Pemeliharaan
RA. Pemeliharaan alat / barang logistik yang menunjang pelayanan
keperawatan dilakukan oleh ruangan yang meliputi : cara penyimpanan,
perawatan / kebersihan dan perbaikan , sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan.
6) Penyaluran
RB. Penyaluran / pendistribusian barang logistik yang menunjang
pelayanan keperawatan yang harus dilakukan secara teratur dan sesuai
dengan kebutuhan serta terdokumentasikan baik di ruangan maupun di
bidang logistik.
7) Pencatatan dan Pelaporan
RC. Dalam pengelolaan logistik di ruangan perlu adanya pencatatan dan
pelaporan inventaris secara rutin agar dapat diketahui kondisi barang / alat
tersebut serta selalu siap pakai.
RD.
RE.

Untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan di ruangan telah disediakan

buku catatan yang terdiri dari :


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Buku penerimaan barang / alat


Buku pemeliharaan
Buku pemakaian / frekuensi pemakaian alat
Buku peminjaman
Buku pengeluaran ( mutasi atau penghapusan )
Buku operan harian

RF.
RG. Jika diketahui terdapat kerusakan, kehilangan dan penambahan barang / alat
diruangan

harus

tercatat

dan

terlaporkan

secara

dipertanggungjawabkan.
RH.
C. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 23

teratur

dan

dapat

1. Rencana Pengembangan Staf


RI. Untuk menunjang pencapaian visi RS AN-NISA Tangerang kualitas Sumber
Daya Manusia harus selalu ditingkatkan secara terus menerus dan berkesinambungan
melalui pengembangan staf dan program pendidikan formal maupun non formal.
RJ. Program pengembangan staf keperawatan yang berhubungan dengan jenjang
karir, di RS AN-NISA Tangerang dilakukan berdasarkan dua jalur yaitu jalur
fungsional dan struktural. Sedangkan

Program Pendidikan staf keperawatan

diarahkan pada peningkatan profesional berdasarkan kompetensi yang meliputi


sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan melalui pendidikan dan
pelatihan.
2. Program Pendidikan dan Pelatihan
RK. Dengan semakin berkembangnya

pengetahuan

masyarakat

mengenai

pelayanan kesehatan terutama pelayanan keperawatan serta persaingan usaha sejenis


maka perlu adanya peningkatan kualitas SDM khususnya di lingkungan
keperawatan.
RL. Program pendidikan formal keperawatan dilaksanakan secara bertahap melalui
seleksi intern maupun ekstern, diantaranya :
a. Pendidikan S1 Keperawatan
RM.
Sejak 2015 staff struktural Bidang Keperawatan yang belum
berpendidikan S1 Keperawatan diberikan kesempatan untuk melanjutkan S1
Keperawatan. Dari supervisor hingga kepala perawat di unit layanan
keperawatan. Program ini akan berlanjut hingga seluruh perawat yang sudah
menjadi pegawai tetap wajib melanjutkan pendidikan hingga S1 Keperawatan.
b. Pendidikan Pelatihan
RN.
Pendidikan non formal di lingkungan keperawatan dilaksanakan
berdasarkan kebutuhan untuk peningkatan kompetensi melalui pelatihan in
house trainning dan pelatihan eksternal.
3. Kebijakan Pengelolaan Pendidikan & Pelatihan Intern/Ekstern
RO. Dalam pelaksanaan program pendidikan di lingkungan keperawatan, Bidang
Keperawatan mengusulkan program dan mengadakan koordinasi dengan Bidang
Diklat agar dalam pelaksanaannya dapat direalisasikan sesuai dengan rencana
anggaran dan program Bidang Keperawatan.
RP. Jenis program pendidikan dan pelatihan didasarkan atas kualifikasi
kompetensi yang harus dimiliki oleh masing-masing perawat dan bidan disesuaikan
dengan kebutuhan, dan pelaksanaannya dilakukan secara berkala berdasarkan
kebutuhan di lingkungan Keperawatan.
4. Kebijakan Orientasi Perawat dan Bidan

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 24

RQ. Pelaksanaan orientasi secara umum diberikan kepada perawat dan bidan baru
masuk, memasuki kontrak dan menjadi karyawan tetap. Orientasi terdiri dari
orientasi kelas dan orientasi lapangan, adapun untuk perawat baru dilakukan
pembimbingan selama 3 bulan dengan target pencapaian kompetensi yang telah
ditetapkan
RR.

BAB V

RS.

LOGISTIK

RT.
RU.

Kebutuhan

logistik,

baik

untuk

operasional

kegiatan

bagian

Keperawatan untuk sarana keperawatan diadakan melalui proses permintaan barang


sesuai SPO bagian logistic rumah sakit. Logistik yang diperlukan keperawatan untuk
melaksanakan kegiatan operasional adalah sebagai berikut :
RV.
RY.
RW.

Jum

RX.

Nama Barang

RZ.
ondisi

a
h
SA.

SB.Kertas A4 dan F4 70 gr

SC.

SD.

1
SE.

SF. Tinta Canon Original Hitam

SG.

SH.

2
SI.

SJ. Tinta Canon Original Merah

SK.

SL.

SO.

SP.

3
SM. SN.

Tinta Canon Original Biru

4
SQ.

SR.Tinta Canon Original Kuning

SS.

ST.

5
SU.

SV.Pulpen

SW.

SX.

6
SY.

SZ.Spidol boardmaker

TA.

TB.

7
TC.

TD.

Isi staples besar

TE.

TF.

8
TG.

TH.

Isi staples kecil

TI.

TJ.

9
TK.

TL.Lakban Hitam

TM.

TN.

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 25

1
TO.

TP. Isolasi

TQ.

TR.

TT.Buku folio besar/100

TU.

TV.

Map

TY.

TZ.

Laptop

UC.

UD.

UF.Printer

UG.

UH.

UJ. Isolasi double tip

UK.

UL.

Couter

UO.

UP.

Box File

US.

UT.

Penggaris

UW.

UX.

Tipe X

VA.

VB.

Gunting

VE.

VF.

Kertas Concort

VI.

VJ.

1
TS.
1
TW. TX.
1
UA. UB.
1
UE.
1
UI.
1
UM. UN.
1
UQ. UR.
1
UU. UV.
1
UY. UZ.
2
VC. VD.
2
VG. VH.
2
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 26

VK.
VL.
VM.
VN.

BAB VI

KESELAMATAN PASIEN
VO.

A. PENGERTIAN
VP. Keselamatan pasien (patient safety) merupakan suatu sistem dimana rumah
sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut meliputi : assessmen risiko,
identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan
analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi
solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. Sistem tersebut diharapkan dapat
mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu
tindakan atau idak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan.
VQ. Mengingat keselamatan pasien sudah menjadi tuntutan masyarakat maka
upaya pelaksanaan keselamatan pasien di RS AN-NISA Tangerang perlu dilakukan.
Untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan RS AN-NISA Tangerang terutama di dalam
melaksanakan keselamatan pasien sangat diperlukan suatu pedoman yang jelas sehingga
angka kejadian KTD dapat dicegah sedini mungkin.
VR.
B. TUJUAN
1. Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit.
2. Meningkatkan akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat.
3. Menurunnya kejadian tidak diharapkan (KTD) di rumah sakit.
4. Terlaksananya program program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan
kejadian tidak diharapkan.
VS.
C. TATA LAKSANA KESELAMATAN PASIEN
1. Keselamatan pasien merupakan hal yang terutama dalam pelayanan keperawatan.
2. Terdapat perawat yang memahami mengenai keselamatan pasien.
3. Terdapat sistem pelayanan yang komprehensif, baik medis maupun keperawatan
sehingga meminimalkan terjadinya kasus yang tidak diharapkan (KTD).
4. Identifikasi pasien harus dilakukan secara lengkap, baik berupa status maupun
gelang identitas.
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 27

5. Sarana dan prasarana harus mengindahkan keselamatan pasien : sterilitas alat,


tabung oksigen, tempat tidur dorong, privacy, dll.
6. Terdapat evaluasi berkala kelengkapan sarana dan prasarana.
7. Terdapat pelaporan kasus yang tidak diharapkan, yaitu :

Insidens kesalahan identifikasi kedaruratan pasien.

Insidens pasien jatuh.

Insidens kejadian infus blong.

Insidens kesalahan pemberian obat.

Insidens kesalahan cara pemberian obat.

Insidens kesalahan persiapan operasi.

Insidens kesalahan persiapan pemeriksaan penunjang

8. Membangun kesadaran atau budaya akan nilai keselamatan pasien


VT.
VU.
VV.
VW.
VX.
VY.
VZ.
WA.
WB.
WC.
WD.
WE.
WF.
WG.
WH.
WI.
WJ.
WK.
WL.
WM.
WN.
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 28

WO.
WP.
WQ.
WR.
WS.

BAB VII

KESELAMATAN KERJA

A. PENGERTIAN.
WT.

Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu

bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari
pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan
produktivitas kerja. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun
kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu proses
produksi secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada akhirnya akan
berdampak pada masyarakat luas.
WU.
Dalam penjelasan undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang
Kesehatan telah mengamanatkan antara lain, setiap tempat kerja harus melaksanakan
upaya kesehatan kerja, agar tidak terjadi gangguan kesehatan pada pekerja, keluarga,
masyarakat dan lingkungan disekitarnya. Tenaga kesehatan yang perlu kita perhatikan
yaitu semua tenaga kesehatan yang merupakan suatu institusi dengan jumlah petugas
kesehatan dan non kesehatan yang cukup besar. Kegiatan tenaga atau petugas
kesehatan mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia, ergonomi dan
psikososial. Variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan sarana dan prasarana menentukan
kesehatan dan keselamatan kerja. Seiring dengan kemajuan IPTEK, khususnya
kemajuan teknologi sarana dan prasarana, maka risiko yang dihadapi petugas tenaga
kesehatan semakin meningkat.
WV.
Setiap unit harus mampu mengidentifikasi masalah kesehatan dan
keselamatan kerja, termasuk unit dipelayanan. Karena sebagian besar unit pelayanan
ada hubunngan keterkaitan dengan tenaga keperawatan, maka peawat di RS AN-NISA
harus mampu mengidentifikasi kesehatan dan keselamatan kerja.
WW.
B. TUJUAN.
1. Terciptanya budaya keselamatan kerja di RS.AN-NISA Tangerang.
2. Mencegah dan mengurangi kecelakaan

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 29

3. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan
proses kerjanya.
4. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya
kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.
C. TATA LAKSANA KESELAMATAN KARYAWAN DI UNIT PELAYANAN
1. Setiap petugas medis maupun non medis menjalankan prinsip pencegahan
infeksi, yaitu :
a. Menganggap bahwa pasien maupun dirinya sendiri dapat menularkan infeksi.
b. Menggunakan alat pelindung (sarung tangan, kacamata, sepatu boot/alas kaki
tertutup, celemek, masker dll) terutama bila terdapat kontak dengan spesimen
pasien yaitu: urin, darah, muntah, sekret, dll.
c. Melakukan perasat yang aman bagi petugas maupun pasien, sesuai prosedur
yang ada, mis: memasang kateter, menyuntik, menjahit luka, memasang
infus, dll.
d. Mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah menangani
pasien
2. Terdapat tempat sampah infeksius dan non infeksius.
3. Mengelola alat di ruang perawatan (dekontaminasi):
a. Dekontaminasi alat kritis dikelola oleh CSSD
b. Dekontaminasi alat semi kritical dengan menggunakan DTT
c. Dekontaminasi alat non kritical dengan menggunakan sabun/detergen
4.

Menggunakan baju kerja yang bersih.

5. Melakukan upaya-upaya medis yang tepat dalam menangani kasus :


a. HIV / AIDS (sesuai prinsip pencegahan infeksi)
b. Flu burung. Kewaspadaan standar karyawan / petugas IGD dalam
menghadapi penderita dengan dugaan flu burung adalah :

Cuci tangan

Hal ini dilakukan sebelum dan sesudah memeriksa penderita.

Memakai masker N95 atau minimal masker badan

Menggunakan

pelindung

wajah

diperlukan)

Menggunakan apron / gaun pelindung

Menggunakan sarung tangan

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 30

kaca

mata

goggle

(bila

Menggunakan pelindung kaki (sepatu boot)

6. Hepatitis B / C (sesuai prinsip pencegahan infeksi)


WX.
WY.
WZ.
XA.

BAB VIII

PENGENDALIAN MUTU

XB.
A. Upaya Peningkatan Mutu Keperawatan
XC. Upaya untuk menjamin mutu pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan di
RS AN-NISA Tangerang bidang keperawatan membuat Program Pengendalian dan
Peningkatan Mutu sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pengendalian dan
peningkatan mutu tersebut.
XD. Perumusan dan penyusunan kebijakan pengendalian dan peningkatan mutu
pelayanan keperawatan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi melalui masukan dari
seluruh jajaran dan staf keperawatan yang terlibat dan berdasarkan hasil evaluasi kinerja
bidang keperawatan secara periodik yang kemudian ditindaklanjuti untuk dilaporkan
kepada Direksi.
XE.

Kegiatan dalam upaya pengendalian dan peningkatan mutu pelayanan

keperawatan, dapat dilakukan melaui :


1. Audit Keperawatan
XF. Audit Keperawatan adalah upaya evaluasi secara profesional terhadap mutu
pelayanan keperawatan yang diberikan kepada klien. Hal ini cukup penting karena
kekurangan dalam pelayanan keperawatan dapat mengancam jiwa dan kehilangan
nyawa klien.
XG. Langkah-langkah dalam melaksanakan audit keperawatan
a. Menentukan masalah tertentu untuk dipelajari dan diulas.
b. Menentukan kriteria atau standar profesi yang jelas, obyektif dan rinci
c. Mempelajari catatan keperawatan dan catatan medic
d. Para perawat mempelajari kasus yang tidak memenuhi kriteria, dianalisis,
didiskusikan kemungkinan penyebabnya.
e. Membuat rekomendasi penanganan kasus yang tidak memenuhi kriteria.
f. Membuka lagi topik yang sama di lain waktu, misalnya setelah 6 bulan
kemudian, untuk menilai dan meyakinkan bahwa kelemahan/ kekurangan yang
diidentifikasi telah diperbaiki dan tidak diulang kembali.

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 31

g. Perlu dipastikan bahwa audit keperawatan ini bukan acara pengadilan dari
kekurangan pelayanan yang ada tetapi bertujuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
XH. Audit keperawatan paling tidak dilakukan sebulan sekali membahas tentang
pelaksanaan asuhan keperawatan/kebidanan di RS AN-NISA Tangerang.
XI.
2. Ronde Keperawatan
XJ.

Merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah

keperawatan pasien yang dilakkan oleh perawat dengan melibatkan pasien, perawat,
kepala perawat dan seluruh anggota tim.
XK. Ronde Keperawatan minimal dilakukan 2x setahun di ruang perawatan rawat
inap/rawat jalan.
XL.
3. Survey Kepuasan Pasien.
XM. Suatu kegiatan untuk mendapatkan masukan dari pasien atau keluarga
mengenai kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan asuhan keperawatan dan
kebidanan melalui pengisian angket oleh pasien atau keluarga pasien.
XN.
B. Monitoring dan Evaluasi Mutu Keperawatan
XO.
Monitoring terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan oleh seluruh
pengelola keperawatan termasuk kepala perawat di unit pelayanan masing-masing. Upaya
perbaikan yang berkaitan dengan mutu keperawatan akan dilakukan secara terus menerus
di unit pelayanan. Sedangkan evaluasi akan dilakukan setahun sekali oleh Manager
Keperawatan.
XP.
XQ.
XR.
XS.
XT.
XU.
XV.
XW.
XX.
XY.
XZ.
YA.
Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 32

YB.
YC.

BAB IX

YD.

PENUTUP

YE.
YF. Pelayanan keperawatan merupakan salah satu pelayanan yang dapat
memberikan kontribusi terhadap upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan
masyarakat.Upaya tersebut dilaksanakan dengan fungsi perawat secara mandiri maupun
kolaborasi, untuk mencapai tujuan bersama yaitu pencegahan penyakit dan kecacatan,
perawatan pada gangguan kesehatan, peningkatan ke arah kondisi kesehatan yang
optimal bagi individu, kelompok dan masyarakat.
YG. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntunan
dan harapan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan, maka
pelayanan keperawatan harus senantiasa dinamis dan selalu memperbaiki diri dari
waktu ke waktu, untuk memberikan kualitas pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa.
YH. Untuk mendapatkan pelayanan keperawatan yang berkualitas diperlukan
perbaikan secara terus menerus di area pelayanan keperawatan. Dengan adanya
pedoman pelayanan akan membantu perawat/bidan di RS AN-NISA dalam melakukan
asuhan keperawatan menjadi lebih baik.
YI. Masukan dan saran dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk peningkatan
kualitas yang lebih baik. Karena dengan masukan maka tim keperawatan akan
melakukan perbaikan dalam membaerikan pelayanan keperawatan.
YJ.
YK.
YL.

Pedoman Pelayanan Keperawatan

Page 33