Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

MATA KULIAH ILMU KOMUNIKASI KEBIDANAN LANJUT

NAMA

: ANDI MUKARRAMAH

NIM

: 16 3145 301 520

KELAS

:N

PROGRAM STUDI DIV BIDAN PENDIDIK


STIKES MEGA REZKY MAKASSAR
TAHUN 2017

BAGIAN IV KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KONSELING


1. Jelaskan pengertian komunikasi interpersonal dalam konseling menurut
Jane ?
Jawab :
Menurut Jane ,komunikasi interpersonal adalah proses penyebaran dan
berbagi informasi yang dilakukan minimal oleh dua orang, secara
langsung dengan tatap muka, dan bersifat dua arah. Aspek komunikasi
interpersonal meliputi satu arah vs dua arah, komunikasi verbal vs non
verbal, cara bertanya dan mendengar efektif, serta membuat kesimpulan.
2. Jelaskan bagaimana proses komunikasi interpersonal ?
Jawab :
Proses komunikasi interpersonal merupakan suatu proses dua arah,
lingkaran interaktif dimana pihak-pihak yang berkomunikasi saling
bertukar pesan secara verbal dan non verbal (arus pesan). Kedua pihak
menjadi pengirim maupun penerima pesan dan suatu proses tatap muka
untuk penyampaian informasi dan saling pengertian antara dua orang atau
lebih.

BAGIAN V KETERAMPILAN OBSERVASI


1. Jelaskan pengertian Observasi !
Jawab :
Observasi ialah metode atau cara yang menganalisis dan mengadakan
pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau
mengamati individu atau kelompok secara langsung.

Pengamatan (observasi) merupakan suatu cara pengumpulan data yang


pengisiannya berdasarkan atas pengamatan langsung terhadap sikap dan
perilaku individu atau kelompok.
2. Sebutkan fungsi komunikasi non verbal !
Jawab :
Fungi komunikasi non verbal :
a. Melengkapi komunikasi verbal
b. Menekankan komunikasi verbal
c. Membesar-besarkan komunikasi non verbal
d. Melawan komunikasi verbal
e. Meniadakan komunikasi non verbal
3. Jelaskan kunci pokok dalam membina hubungan baik dengan klien !
Jawab :
Kunci pokok dalam membina hubungan baik dengan klien adalah SOLER:
S
: Smile/nod at client (senyum/mengangguk ke klien) dan Face your
O

client squarely (menghadap kearah klien)


: Open and non-judgemental facial expression (ekspresi muka

L
E

menunjukkan sikap terbuka dan tidak menilai)


: Lean towards client (tubuh condong kearah klien)
: Eye contact in a culturally acceptable manner (kontak mata sesuai

cara yang diterima oleh budaya setempat)


: Relaxed and friendly manner (santai dan sikap bersahabat)

BAGIAN VI PROSES KONSELING


1. Jelaskan pengertian konseling menurut Alan M Schmuller dan Donald G.
Mortenson !
Jawab :
Menurut Alan M Schmuller dan Donald G.Mortenson, konseling adalah
suatu proses hubungan seorang dengan seorang, dimana yang seorang
dibantu oleh orang lainnya untuk meningkatkan pengertian dan
kemampuannya dalam menghadapi masalah.
2. Jelaskan tujuan konseling !
Jawab :

Tujuan konseling adalah memberi fasilitas dan menimbulkan pertumbuhan


kepribadian, menolong pribadi-pribadi untuk mengubah pola-pola
kehidupan yang menyebabkan mereka tidak berbahagia, dan menyediakan
suasana persaudaraan dan kebijaksanaan bagi pribadi-pribadi yang sedang
menghadapi kehilangan dan kekecewaan, membantu klien untuk merasa
lebih baik/ nyaman. Konselor menetapkan tujuan untuk membantu
kliennya memiliki kemampuan menolong diri sendiri, sehingga dapat
menghadapi

situasi

hidup

selanjutnya

dengan

lebih

konstruktif.

(Oates,1947:4)
3. Sebutkan lima tekhnik dasar dari konseling psikoanalisis !
Jawab :
Lima tekhnik dasar dari konseling psikoanalisi :
a. Asosiasi bebas
b. Interpretasi
c. Analisis mimpi
d. Analisis resistensi
e. Analisis transferensi
4. Jelaskan tujuan umum konseling realitas ?
Jawab :
Tujuan umum konseling realitas adalah membimbing konseli kearah
mempelajari perilaku yang realities dan bertanggung jawab serta
mengembangkan

identitas

keberhasilan.

Konselor

berkewajiban

membantu konseli dalam membuat pertimbangan-pertimbangan nilai


tentang perilakunya sendiri dan dalam merencanakan tindakan bagi
perubahan.
5. Jelaskan tujuan utama konselor dalam konseling?
Jawab :
Tujuan utama konselor dalam konseling adalah melibatkan diri dengan
konseli dan mendorong konseli untuk menghadapi kenyataan dan untuk
membuat pertimbangan nilai mengenai perilakunya sekarang. Setelah

konseli menetapkan perubahan-perubahan spesifik yang diinginkannya,


rencana-rencana dibuat, dan hasilnya dievaluasi.
6. Sebutkan langkah-langkah konseling !
Jawab :
Langkah-langkah konseling :
a. Membangun hubungan
b. Identifikasi dan penilaian masalah
c. Memfasilitasi perubahan klien
d. Evaluasi dan terminasi
7. Sebutkan enam tahap langkah-langkah konseling yang dikenal sebagai
Stewart model !
Jawab :
Enam tahap langkah-langkah konseling yang dikenal sebagai Stewart
model :
a. Penentuan tujuan konseling
b. Perumusan konseling
c. Pemahaman kebutuhan klien
d. Penjajakan berbagai alternative
e. Perencanaan suatu tindakan
f. Penghentian masa konseling
8. Sebutkan beberapa fungsi dari penghentian konseling yang dikemukakan
oleh Ward !
Jawab :
Beberapa fungsi dari penghentian konseling yang dikemukakan oleh Ward:
a. Memeriksa kesiapan klien dalam menghadapi berakhirnya
konseling
b. Mengatasi bersama afeksi yang tersisa dan membicarakan hal-hal
penting dan intensif dalam hubungan konselor klien.
c. Meningkatkan kepercayaan diri klien untuk mempertahankan
perubahan yang telah diperoleh selama menjalani konseling.

BAGIAN VII KONSELING DALAM PRAKTIK KEBIDANAN


1. Jelaskan pengertian konseling dalam praktik kebidanan !

Jawab :
Konseling kebidanan adalah suatu proses pembelajaran, pembinaan
hubungan baik, pemberian bantuan, dan bentuk kerjasama yang dilakukan
secara professional (sesuai dengan bidangnya) oleh bidan kepada klien
untuk memecahkan masalah, mengatasi hambatan perkembangan, dan
memenuhi kebutuhan klien.
2. Jelaskan dua fungsi dalam tujuan konseling kebidanan yang harus
diperhatikan bidan !
Jawab :
Dua fungsi dalam tujuan konseling kebidanan yang harus diperhatikan
bidan, yaitu sebagai berikut :
a. Fungsi kuratif
Bertujuan membantu memecahkan masalah yang dihadapi klien
dalam proses perkembangan atau membantu mengatasi masalah
klien. Dimana klien tidak dapat mengembangkan dirinya karena
beberapa alasan yang diterima, maka klien dibantu untuk
memahami dan menyelesaikan perkembangannya.
b. Fungsi preventif
Fungsi preventif tidak hanya mengatasi masalah yang telah terjadi,
tetapi juga menjaga agar masalah tidak bertambah serta muncul
masalah baru yang dapat mengganggu diri klien dan orang lain.
Fungsi preventif dapat diberikan dengan beberapa terapi yang
sesuai yang sesuai dengan masalah dan keadaan klien itu sendiri.