Anda di halaman 1dari 35

OBAT

Penggolongan obat dan indikasinya

Obat adalah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam
menetapkan
a.Diagnosis
b. Mencegah
c. Mengurangkan
d. Menghilangkan
e. Menyembuhkan
penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan
dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia.
Obat merupakan sedian atau paduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau
menyelidiki sistim fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan,
penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi (kebijakan obat Nasional 2005).
Defenisi menurut Ansel (1985), obat obat adalah Zat yang digunakan untuk diagnosis, mengurangi
rasa sakit, serta mengobati atau mencegah penyakit pada manusia atau hewan.
Obat dapat berupa bahan yang disintesis di dalam tubuh (misalnya : hormon, vitamin D) atau
merupakan bahan kimia yang tidak disintesis di dalam tubuh

Penggolongan obat berdasarkan :


1.Jenisnya
2.Mekanisme kerja obat
3.Tempat atau lokasi pemakaian
4.Cara pemakaian
5.Efek yang ditimbulkan
6.Daya kerja atau terapi
7.Asal obat dan cara pembuatannya

Peran Obat
Seperti yang telah dilukiskan pada pengertian obat di atas, maka peran obat secara umum adalah
sebagai berikut :
1. Penetapan diagnosa
2. Untuk pencegahan penyakit
3. Menyembuhkan penyakit
4. Memulihkan (rehabilitasi) kesehatan
5. Mengubah fungsi normal tubuh untuk tujuan tertentu
6. Peningkatan kesehatan
7. Mengurangi rasa sakit
Istilah-istilah obat yang perlu di ketahui
Obat sering disebut obat mederen ialah suatau bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam
menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau
gejala penyakit, luka atau kelainan badania dan rokhania pada manusia atau hewan, memperoleh
badan atau bagian badan manusia.
a. Obat tradisional ialah obat jadi atau obat berbungkus yang berasal dari bahan tumbuhtumbuhan hewan mineral atau sedian galenik atau campuran dari baha-bahan tersebut yang
usaha pengobatan berdasarkan pengalaman (Per.Menkes No.179/Menkes/-Per/VII/1976).
b. Obat jadi yakni obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, ciran alep
teble pil suppositoria atau bentuk lain yang mempunyai nama teknis sesuai dengan F.I atau
buku lain
c. Obat paten obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau
dikuasakannya danj dijual dalm bungkus addli dari pabrik yang memproduksinya
d. Obat baru ialah obat yang terdiri atau berisi suatu zat sebagai bagian yang berkhasiat maupun
yang tak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut bahan pembantu atau komponen yang
belum dikenal, hingga tidak di ketahui khasiat dan keamanannya
e. Obat esensial adaalah obat yang paling di butuhkan untuk pelayanan kesehatan bagi
masyarakat terbanyak yang paling diagnosis, profilaksi terapi dan rehabilitasi.
f. Obat generic berlogo adalah obat esensial yang tercantum dalam daftar obat esensial nasional
(DOEN) dan MU nya terjamin karena di produksi sesuai dengan persyaratan cara pembuatan
obat yang baik (C.P.O.B) dan diujui ulang oelh pusat pemeriksaan obat dan makanan
depertemen kesehatan
g. Oabt wajib apotik adalah obat keras yang dapat di serahkan tanpa resep dokter oleh apoteker
si apotik .
Obat yang di larang penjualan dan peredarannya ialah :
a. Thalidomide dan segala sedian yang mengandung obat tersebut antara lain saftenon
(Prancis) dan Contergan(Jerman ). Obat ini belum pernah beredar di indosesia sebab

b.

c.

d.
e.
f.
g.

dilarang dapat menimbulakan caat anggota badan pada bayi yang di lahirkan oleh ibu yang
menggunakan obat tersebut. Obat tersebut digunakan sebagai obat tidur.
Mechiline dan segala sediaan yang mengandung obat tersebut abntara lain
Trafel-on (BKF), Postafene (Union Cermigue Belgium), Emsafene (BKF)
Nonamine (Pfiszer).Obat ini digunakan sebagai obat muntah.
Phenmetrazine dan segala sediaan yang mengandung obat tersebut antara lain preludin dan
obezin, obat ini di gunakan sebagai obat pengurus badan(anti obesitas) yaitu mengurangi
berat badan
D.E.T; D.M.N.P ; D.M.T;(+)-(Lysergide = L.S.D;.-25. Bahan ini merupakan bahan
psikotropika, yang mempengaruhi pskhe orang.
Penggunaann pyramidon = Amidizon da Chloroform sebagai bahan obat
Semua obat yang tidak di daftarkan ke Depkes, dinyatakan sebagi obat berbahaya dalam
arti Undang-Undang obat berbahaya.
Semua obat yang ditarik dari peredaran oleh Depkes dinyatakan tidak boleh di jual

Penggolongan Obat
Berdasarkan Jenisnya
1. Obat bebas merupakan obat yang bias di beli bebas di apotik, bahkan
warung warung tanpa resep dokter , ditandai lingkaran hijau bergaris tepi hitam

Contoh :
1. Vitamin / multifitamin
Komposisi:
Tiap tablet mengandung Acidum Ascorbikum 25 Mg
Zat tambahan yang cocok secukupnya
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup rapat terlindungi dari cahaya
Dosis :
Anak-anak
: ter ind. 1-2 tablet
Dewasa
: ter ind 2-3 tablet
Indikasi
- Pertumbuhan anak-anak
- Wanita hamil dan menyusui
- Menyembuhkan luka pendarahan pada gusi
- Memperbesar daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit
- Meperkuat badan yang baru sembuh dari sekit

2. Obat Sakit Kepala No 16


Indikasi:
Analgetik dan antipiretik untuk sakit kepala, sakit waktu haid, sakit gigi, sakit sendi, nyeri otot dan
nyeri lainnya.
Kontra Indikasi:
Ulkus peptikum, diatesis hemoragik, hipersensitif terhadap salah satu komponen OSK No. 16
Komposisi:
Tiap saset mengandung:
Asam asetosalisilat 450 mg
Parasetamol 275 mg
Kafein 50 mg
Dosis:
Dewasa: 3 x 1 saset sehari.
Anak-anak: 3 x 1/2 saset sehari.
Efek Samping:
Gangguan saluran cerna (mual, muntah), sindrom Reye (pada anak-anak).
Jenis: Serbuk

3. Panadol Cold And Flu (obat Flu)

Indikasi:
Panadol Cold dan Flu untuk meredakan gejala hidung tersumbat, batuk yang tidak berdahak dan
demam yang menyertai influenza.
Kontra Indikasi:
Hati-hati penggunan pada penderita hipertensi, penderita hipersensitif, penderita diabetes mellitus,
glaucoma, asma, gangguan jantung, gondok, gangguan fungsi hati, wanita hamil dan menyusui.
Deskripsi:
Panadol Cold & Flu mengandung kombinasi dari paracetamol, pseudoephedrine HCI, dan
dextromethorphan HBr, yang berguna untuk demam/meringankan rasa sakit, decongestan dan
antitusif.paracetamol adalah derifat non-narkotik dari para aminophenol yang berkhasiat analgesik dan
antiperetik. yang timbul karena efek selektif alat persepsi rasa sakit pada talamus dan hipotalamus di
susunan saraf pusat.Panadol Cold & Flu dapat di gunakan pada penderita yang sensitif terhadap
acetosal, atau gangguan saluran pencernan, pendarahan lambung.Pseudoephedrine HCI merupakan
decongestan nasal yang dapat diberikan per oral.Pseudoephedrine HCI bekerja merangsang reseptor
alpha adrenegric yang menimbulkan vasokonstriksi kongesti selaput lendir yang menyertai rinitis
alergik, koriza akut, sinusitis dan penyakut saluran nafas lainnya.Dextromethorpan HBr, merupakan
penekan batuk non-narkotik.
Jenis: Tablet

4. Inzana (obat Penurun Panas, Demam)

Indikasi:
Untuk menurunkan panas demam dan meringankan rasa sakit seperti sakit kepala dan nyeri otot
Kontra Indikasi:
- Penderita yang sedang di terapi anti koagulan.(konsultasi dengan dokter)
- Penderita hemofolia, trombosittopenia, varicella / cacar air / chickenpox dan gejala flu, hipersensitif
terhdap salisilat.
- Penderita alergi (termaksud asma), tukak lambung (maag), pernah atau sering mengalami pendarahan
di bawah kulit.
Deskripsi:
Inzana mengandung Acetylsalicylic Acid yang memiliki khasiat analgesik (meringankan rasa sakit)
dan antipiretik (menurunkan panas demam)
Jenis: Tablet
Produsen: PT Konimex
5. Bodrex Tablet (obat Sakit Kepala)

Indikasi:
Meringankan sakit kepala, sakit gigi, dan menurunkan demam.
Kontra Indikasi:
- Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
- Penderita hipersensitif
Deskripsi:
Mengandung paracetamol yang bekerja sebagai analgesik untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi,
paracetamol juga bekerja sebagai antipiretika untuk menurunkan demam.
Jenis: Tablet
Produsen: PT Tempo Scan Pacific
6. Becombion 110 ml (Suplement dan Vitamin)

Indikasi:
Vitamin B-Kompleks
Kontra Indikasi:
N/A
Deskripsi:
Untuk pencegahan dan pengobatan kekurangan vitamin B-kompleks seperti pada keadaan sakit dan
masa penyembuhan
Jenis: Fls

7. Mixagrip Kaplet
Mixagrip Caplet 100 biji, Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis obat Masuk angin, flu,
batuk, demam, nyeri, yang diantaranya menjelaskan dosis obat, komposisi atau kandungan obat,
manfaat atau kegunaan dan khasiat atau dalam bahasa medis indikasi, aturan pakai Mixagrip, cara
minum/makan atau cara menggunakannya, juga akan menerangkan efek samping atau kerugian,
pantangan atau kontra indikasi serta bahayanya, over dosis atau keracunan, dan farmakologi serta
meknisme kerja dan harga dari obat Mixagrip, dan inilah penjelasannya:
Kandungan
Per kaplet : Parasetamol 500 mg, Klorfeniramini maleat 2 mg, Fenilpropanolamin HCl 25 mg.
Indikasi
Masuk angin, flu, batuk, demam, nyeri.
Kontra Indikasi
Hipertensi, hipertiroidisme, penyakit koroner, sakit ginjal.
Terapi dengan penghambat mono amin oksidase (MAOI)
Perhatian
Penyakit jantung, glaukoma, diabetes.
Gangguan fungsi ginjal atau hati.
Kehamilan.
Dapat mengganggu kemampuan mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin.
Interaksi obat :
antihistamin bisa mempotensiasi depresan susunan saraf pusat lainnya.
aksi diperpanjang oleh MAOI.
penggunaan Parasetamol jangka panjang bisa mempotensiasi antikoagulan oral.
Efek Samping
Mengantuk, pusing, mulut kering, kejang seperti epilepsi (dosis besar), ruam kulit.
Kemasan
Kaplet 100 biji.
dosis
Dewasa : 3-4 kali sehari 1-2 kaplet.
Anak-anak : 3-4 kali sehari -1 kaplet.
Pabrik
Kalbe Farma.

8. Oralit
Indikasi & Kontraindikasi
Oralit adalah cairan yang mengandung gula dan elektrolit. Kandungannya adalah natrium
klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat.Fungsi utama oralit adalah
untuk mengganti cairan pada keadaan kekurangan cairan (dehidrasi). Ada beberapa jenis
penyakit yang dapat menyebabkan dehidrasi antara lain adalah:
Diare
Diare terjadi oleh berbagai sebab, bisa karena makanan yang merangsang, virus, bakteri, atau
parasit. Diare yang paling sering menyebabkan dehidrasi adalah kolera. Pada penyakit ini,
tidak hanya terjadi diare, tapi juga muntah. Oleh karena itu, penyakit kolera disebut juga
muntaber (muntah berak). Penyebab kolera adalah bakteri Vibrio cholera. Fungsi oralit pada
penyakit kolera adalah untuk mencegah atau mengatasi kekurangan cairan, bukan untuk

membunuh bakteri penyebab kolera. Bakteri hanya bisa dibunuh dengan pemberian antibiotik
tetrasiklin.
Hiperemesis gravidarum
Ibu hamil terutama pada bulan pertama sampai ketiga kehamilan dapat mengalami gejala
muntah-muntah hebat. Keadaan ini disebut sebagai hiperemesis gravidarum. Jika muntah
berlangsung lama, maka dapat terjadi dehidrasi. Untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi
dibutuhkan pemberian oralit. Muntahnya sendiri diatasi dengan obat antimuntah seperti
metoklopramid, mediamer B6, atau domperidon.
Keadaan dehidrasi sangat berbahaya. Jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan gagal
ginjal, kerusakan otak, dan kerusakan organ penting lainnya. Jika hal tersebut terjadi, dapat
berujung pada kematian. Oleh karena itu, fungsi oralit sangat penting dalam mencegah atau
mengatasi dehidrasi pada berbagai macam gangguan atau penyakit.
Kontraindikasi oralit relatif tidak ada.
Efek Samping
Efek samping oralit relatif tidak ada.
Dosis
Sediaan oralit dalam bentuk bubuk, per bungkusnya cukup untuk membuat 200 cc larutan
oralit (satu gelas). Untuk melarutkan bubuk oralit sebaiknya digunakan air matang.
Hendaknya tidak menggunakan air mentah atau air yang sedang mendidih.
Dosis oralit menurut umur adalah sebagai berikut:
Anak umur di bawah 1 tahun, 3 jam pertama 1,5 gelas dan selanjutnya setengah gelas setiap
muntah atau diare;
Anak umur 1 5 tahun, 3 jam pertama 3 gelas dan selanjutnya 1 gelas setiap muntah atau
diare;
Anak umur 5 12 tahun, 3 jam pertama 6 gelas, dan selanjutnya 1,5 gelas setiap muntah atau
diare;
Di atas 12 tahun, 3 jam pertama 12 gelas, dan selanjutnya 2 gelas setiap muntah atau diare.
9. PARACETAMOL TABLET
Komposisi
Tiap tablet mengandung Parasetamol 500 mg.
Cara Kerja
Parasetamol adalah derivat p-aminofenol yang mempunyai sifat antipiretik / analgesik.
Sifat antipiretik disebabkan oleh gugus aminobenzen dan mekanismenya diduga berdasarkan efek
sentral.
Sifat analgesik Parasetamol dapat menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang. Sifat
antiinflamasinya sangat lemah sehingga tidak digunakan sebagai antirematik.
Pada penggunaan per oral Parasetamol diserap dengan cepat melalui saluran cerna.
Kadar maksimum dalam plasma dicapai dalam waktu 30 menit sampai 60 menit setelah pemberian.
Parasetamol diekskresikan melalui ginjal, kurang dari 5% tanpa mengalami perubahan dan sebagian
besar dalam bentuk terkonyugasi.
Indikasi
Sebagai antipiretik/analgesik, termasuk bagi pasien yang tidak tahan asetosal.
Sebagai analgesik, misalnya untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, sakit waktu

haid dan sakit pada otot.


Menurunkan demam pada influenza dan setelah vaksinasi.
Dosis
Dibawah 1 tahun
: - 1 sendok teh atau 60 120 mg, tiap 4 - 6 jam.
1 - 5 tahun
: 1 - 2 sendok teh atau 120 250 mg, tiap 4 - 6 jam.
6 - 12 tahun
: 2 - 4 sendok teh atau 250 500 mg, tiap 4 - 6 jam.
Diatas 12 tahun
: - 1 g tiap 4 jam, maksimum 4 g sehari.
Cara Penggunaan Obat
Melalui mulut (per oral).
Efek Samping
Dosis besar menyebabkan kerusakan fungsi hati.
Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap parasetamol dan defisiensi glokose-6-fosfat dehidrogenase.
Tidak boleh digunakan pada penderita dengan gangguan fungsi hati.
Interaksi Obat
Parasetamol diduga dapat menaikkan aktivitas koagulan dari kumarin.
Cara Penyimpanan
Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
Perhatian
Pemberian harus berhati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal serta penggunaan jangka lama pada
pasien anemia.
Jangan melampaui dosis yang disarankan.
Harap ke dokter bila gejala demam belum sembuh dalam 2 hari atau rasa sakit tidak berkurang selama
5 hari.
Kemasan : Box 100
10. ACUATIM CREAM
Komposisi :
setiap gram menngandung Nadifloxacin 10mg
Indikasi :
ACUATIM Cream di indikasikan sebagai pengobatan topikal pada jerawat yang berat (jerawat
papulopustular).
Dosis & Cara Pakai :
ACUATIM Cream dioleskan pada lesi dua kali sehari, setelah kulit dibersihkan terlebih dulu.

Tindakan Pencegahan :
ACUATIM Cream harus dihentikan jika efek pengobatan yang diharapkan tidak didapatkan dalam 4
minggu pengobatan sesuai dosis yang dianjurkan. ACUATIM Cream harus dihentikan jika lesi
inflamasi telah hilang.
Kontra Indikasi :
Pasien yang diketahui hipersensitif terhadap kandungan obat.
Reaksi Yang Tidak Diinginkan :

Kurang dari 1% ( Gatal, iritasi, kemerahan, rasa hangat di wajah, papul, dermatitis kontak, kulit
kering, rasa panas )
11. Vitamin D
Komposisi
Tiap tablet mengandung 125 mg Calciperolum dan zat tambahan yang cocok secukupnya
Penyimpanan
Didalam wadah tertutup baik terlindung darin cahaya matahari
Dosis
Sehari sampai 4 tablet
Catatan
1. Tablet tersalut
2. Pada etiket harus juga tertera : kesetaraan bobot terhadp UI
3. 1 g setara dengan 40 mg UI
12. Tiamina (Vitamin B1)
Komposisi
Tiap tebel mengandung 50mg Thiamina Hydrochloridum
Zat tambahan yang cocok secukupnya
Dosis
Ter in d 1 tablet
Penyimpanan
Dalam wadah tertutup baik terlindungi dari cahaya
Catatan
Sedian berkekuatan lain : 10mg 25mg, 100mg
13. Chlorpromazini Siru (Sirup Klopromazinz)
Komposisi
Tiap 5ml mengandung 10mg Chlorpromazini Hydrochloridum
Zat tambahan yang cocok secukupnya
Sirupus simplex hingga 5ml
Dosis
Antiemitikum , dewasa 4-6ter ind, 1-5 cochl jika perlu
Penyimpanan
Dalam wadah tertutup baik terlindungi dari cahaya
14. Alphadine obat kumur
Deskripsi
Povidone-iodine.
Indikasi
Antiseptik dan desinfektan pada rongga mulut dan tenggorokan.Pencegahan infeksi setelah pencabutan
gigi atau pembedahan mulut.Sariawan.
Kemasan
Obat Kumur 10 mg x 180 mL x 1's
Dosis
Kumur selama 1/2 menit tiap 2-4 jam setelah makan. Gunakan beberapa kali sehari.
Tak ada pilihan
Tak ada pilihan

Pabrik
Apex Pharma Indonesia.Kandungan

Paracetamol
Indikasi
Nyeri, demam, sakit kepala, nyeri otot, neuralgia (nyeri saraf), rematik, dan sakit gigi.
Perhatian
Gagal hati dan ginjal. Interaksi obat : alkohol, antikoagulan oral, kloramfenikol, aspirin,
phenobarbital, peningkat enzim hati, zat yang dapat mengakibatkan hepatotoksik. Efek
Samping Reaksi kulit, hematologikal, reaksi alergi lainnya.
Kemasan
Tablet 500 mg x 4 biji.
Dosis
Dewasa : 3-4 kali sehari 1-2 tablet.
Anak berusia 6-12 tahun : 3-4 kali sehari -1 tablet.
Anak berusia 1-5 tahun : - tablet.
Penyajian
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak
15. Almacon Tablet
Komposisi:
Al-hidroksida koloidal 300 mg, Mg-hidroksida 300 mg, simetikon 40 mg
Indikasi:
Perut rasa kembung, nyeri lambung, epigastrium, antasida pada gastritis, hiatus hernia dan
peptik eosifagitis, ulkus deudenum dan ulkus lambung
Dosis:
1-2 tablet, 1 jam sesudah makan dan sebelum tidur
Kemasan:
Tablet 10 x 10
16. Woods lozenges cherry
Kandungan
Pepermin oil, peppermint Verona, methol anise oil, anethole, gula dan caramel. Perasa: cherry
( identik alami)
Indikasi
Melegahkan tenggorokan dan menyegerkan pernafasan
Kemasan
Box 15s
Dosis
Sesuai dengan kebutuhan
17. Acne-Aid Sabun
Komposisi
Suphonated surfactant blend 6,3%
Indikasi
Membersikan kulit yang berjirawat dan berminyak
Kemasan
Sabun 100%
Dosis

Basu kulit dengan air hangat dan pijatkan pada kulit memakai jari tangan
Atau lap wajah. Bilas dan ulangi seperlunya.
18. Listerine coolmint 250 ml
Komposisi
Timol 0,01%, eukaliptol 0,02%, metisalisilat 0,01% Alkohol, 0,04% Pluronik, 0,5 asam bensoat
0,15%minyak permen 0,02% minyak Spearmint 0,02
Indikasi
Kebersihan mulut dan menghilangkat nau nafas yang tak sedap
Perhatikan
Jangan diberikan untuk anak usia dibawah 3 tahun
Efek samping
Mual, muntah, diare, mara tidak enak diperut hapatotositas pada dosis tinggi
Indikasi keamanan pada wanita hamil
Terkendali pada wanita tidak menunjukan resiko pada pada janin pada tri semester pertama (tidak ada
bukti resiko pada trisemester selanjutnya dan jauh dari kemungkinan bahaya.
Kemasan
Obat kumur 250ml
Dosis
Kumur kumur dengan listerin coolmint sebanyak 4 sendok the 2 kali sehari
Penyajian
Dikonsumsi bersama dengan makanan atau tidak
19. Alanokx
Kandungan
Asam apha lipoat acid
Indikasi
Suplamen makanan untuk diabetes mellitus
Dosis
1 tablet 3 in d
Penyajian
Dikonsumsi bersama dengan makanan atau tidak
20. Acuatum cream
Kandungan :
Nadifloxacin
Indikasi :
Pengobatan acne vulgaris (jerawat)
Kontra indikasi :
Hipersensivitas.
Perhatian :
Hindari kotak dengan mata mika terasa panas, popules dermatis kontak, kulit kulit kering
Dan semburan panas
Efek samping :
Gatal-gatal, iritasi muka merah, muka tersa panas terasa panas, popules dermatis kontak, kulit kulit
kering Dan semburan panas
Dosis :
Oleskan pada luka 2 kali sehari

2. Obat bebas terbatas


(Dulu disebut daftar W= Waarschuwing=peringatan) yakni obat-obat yang dlam jumlah tertentu masih
bias dibeli di apotek tanpa resep dokter, memakai lingkaran biru bergaris tepi hitam
Contoh : obat anti mabuk (Antimo), obat flu (procol) obat kutu air (daktarin)

1. Therombophop Gel
Komposisi :
Per 100gram : Herparin 20.000 lu
Indikasi :
Flebitis superficial dengan atau tanpa pembentukan thrombus varikosis, kongesti, vena pada anggota
gerak tubuh, cadar akibat olahraga atau kecelakaan, memar. Tandovaginita, hetoma (lembam)
Kontar indikasi :
Luka terbuka ulkus mulkosa kulit
Efek samping :
Reaksi alergi
Dosis :
Gunakan 2 3 kali sehari
2. Rohto (obat Mata)

Indikasi:
Meredakan sementara mata merah akibat iritasi ringan yang di sebabkan oleh debu, asap, angin,
sengatan sinar matahari, pemakaian lensa kontak, alergi atau berenang.
Kontra Indikasi:
Rhoto cool tidak boleh digunakan pada penderita glaukoma atau penyakit mata lainnya yang hebat,
bayi dan anak-anak, kecuali bila dapat pengawasan dan nasehat dari dokter.
Deskripsi:
Rhoto cool mengandung nafazolin hidroklorida, suatu senyawa turunan imidazolin yang memiliki efek
simpatomimetik dengan waktu kerja relatif panjang. Mekanisme kerja nafazolin hidroklorida adalah
sebagai dekongestan yang membatasi respon vaskular konjungtiva dengan cara vaksokontriksi.

3. Tantum Lozenges
Kandungan :
Indikasi :
Kontra indikasi :
Perhatian :

Benzydamin HCL
Menghilangkan sementara nyeri pada ronnga mulut,faringitis
Luka terbuka,alkus,mukosa kulit.
Hamil,gangguan berat hati atau ginjal

Efek samping :
Dosis :

4. Sterox Obat Kumur


Kandungan :
Indikasi :

Kontra indikasi :
Perhatian :
Efek samping :
Dosis :

Reaksi alergi
1 lozenge tiap 3 jam
Kasus berat: 1 lozeng tiap 1-2 jam
Maksimal;12 lozeng/hari,tidak lebih dari 7 hari.
Povidone iodine
-Radang dan infeksi mulut,tenggorokan,gigi,gusi,lidah sariyawan,
Bah mulut dan nafas tak segar.
-Mencegah infeksi pada bedah mulut dan pencabut gigi
Luka terbuka,ulkus,mukosa kulit.
Hamil,gangguan berhat hati atau ginjal
Rasa kebas, jarang:rasa panas,atau tersengat pada mulut
Kumur-kumur selama 30 detik ,ulang tiap 2-4 jam

5. Sp Troches Strawberry
komposisi :
Dequalinium Klorida
Indikasi :
-Antiaeptik oral
-faringitis (radang takak).tonsilitas(randang tonsi/amande),tomatitis
(radang rongga mulut)
-pencegahan infeksi luka pad rongga mulut termasuk setelah cabut gigi.
Kontra indikasi :
Luka terbuka ,ulkus,mukosa kulit.
Perhatian
:
Hamil gangguan berat hati atau ginjal.
Efek samping :
Rasa kebas,jarang:rasa panas
Dosis
:
1. Roche 6-8 kali sehari

6. Feminax Tablet
Indikasi:
Untuk mengurangi rasa sakit pada waktu haid (Dismenorea) dan pada kolik.
Kontra Indikasi:
Penggunaan dalam jangka waktu lama pada penderita hati dan ginjal
Deskripsi:
Kombinasi paracetamol yang merupakan analgetika dan extarx hiosiami yang merupakn
spasmolitika dalam Feminax. Dimaksudkan untuk mengurangi rasa nyeri, pening, dan mulas
yang timbul pada waktu haid
Jenis:
Tablet
Produsen:
PT Konimex
7. Sentril
komposisi
:
Dequalinium klorida 250g
Sitilpiridinum klorida 0,6 mg
Asam askorbat 50mg
Indikasi
:
Tosilitas (radang tosil amandel) sariawan, sakit tenggorokan
Dan iritasi tenggorokan lainnya
Kontra indikasi :
luka terbuka, ulku mukosa kulit
Efek samping :
rasa kebas, jarang rasa panas atau tersengat pada mulut
Dosis
:
1 Lozenges, ulang sesuai kebutuhan
8. Rako supusitoria

Komposisi

`
Indikasi
:
Kontra indikasi :
Efek samping :
Perhatian :
Dosis :
9. Ad Flour Oral Drops
Komposisi :
Indikasi:
Kontra indikasi :
Perhatian :
Efek sampeng
Dosis

Bismuth hidroksida 2,9 %


Asam borat 14,4%
Seng oksida 14,4%
Balsan peru 4,9%
Benzokain 10%
Hemoroid /Wasir peradangan dan gata-gatal pada anus/dubur
Luka terbuka ,ulkus,mukosa kulit.
Rasa kebas ,jarang rasa panas,atau tersengat pada mulut
Hamil,gangguan berat hati atau ginjal
Masukan 1 supposotoria ke dalam anus 1-2 kali sehari
Per 0,3 ml natrium klorida flour
Lyysine HCL,Vitamin A,D,B1,B6,Dpanthenol,sorbitol,
-Vitamin suplemen pada bayi dan anak
-Mencega karies gigi
-Merangsang nafsu makan
Jangan di berikan jika kadar flour dalam air minum lebih dari 0,7 per
sejuta
- anak usia kurang 3 tahun : 2 x sehari 3 tetes
- Usia lebih 3 tahun 3 x sehari 6 tetes

10. Bioacne (Obat Jerawat


Komposisi :
Setiap gram BIOACNE mengandung Sulfur 50mg, Resorcinol 5mg, dan Cetrimide 5mg dalam
dasar krim yang cocok
Indikasi :
BIOACNE membantu mencegah dan menghilangkan jerawat. Kombinasi sulfur, Resorcinol, dan
Cetrimide mempunyai kemampuan anti bakteri, terutama terhadap bakteri yang terlibat dalam
pembentukan jerawat (propionibacterium acnes) serta daya keratolitik yang optimal.
Cara Pemakaian :
Setelah kulit dibersihkan, oleskan BIOACNE tipis saja pada jerawat dua atau tiga kali sehari,
pagi, siang, malam secara teratur
Kontra Indikasi :
Kepekaan terhadap salah satu komponen krim ini.
peringatan :
Jangan digunakan pada luka lecet.
Penyimpanan :
Simpan di tempat sejuk.
11. Adrylan syrup 120 MI PI
Komposisi :
Defeenhidraman per 5ml
Amonium klorida HCL, 12,5mg
Indikasi :
Batuk alergi dan batuk berdahak, batuk karena flu dan kelainan
saluran pernapasan
Kontra indikasi :
Bayi permatur atau bayi baru lahir
Perhatian :
Dapat mengganggu kemampuan mengendarai mengoperasikan mesin
usia dari 2 Tahun

Efek samping
Dosis
Penyajian
12. Adrylan syrup 60 ML TD
Komposisi
:
Indikasi

Kontra indikasi :
Perhatian
:
Efek samping
Dosis
Penyajian
13. Albucit tetes Mata
Komposisi
:
Idikasi
:

Perhatian

Efek samping
Dosis
Penyajian
14. Tanflex
Komposisi
indikasi

:
:
:

Gangguan pencernaan mengantuk, mulut kering, sulit buang air kecil


tinnitus ( telingan berdaging tanpa rangsangan dari luar ) sakit kepala
- Dewasa 3 4 kali sehari 1-2 sendok the
- Anak usia lebih dari 6 tahun : 3xsehari -1 sendok the
dikonsumsi bersama dengan makanan atau tidak
Defeenhidraman per 5ml
Amonium klorida HCL, 12,5mg
Batuk alergi dan batuk berdahak, batuk karena flu dan kelainan
saluran pernapasan
Bayi permatur atau bayi baru lahir
Dapat mengganggu kemampuan mengendarai mengoperasikan mesin
usia dari 2 Tahun
Gangguan pencernaan mengantuk, mulut kering, sulit buang air kecil
tinnitus ( telingan berdaging tanpa rangsangan dari luar ) sakit kepala
- Dewasa 3 4 kali sehari 1-2 sendok the
- Anak usia lebih dari 6 tahun : 3xsehari -1 sendok the
dikonsumsi bersama dengan makanan atau tidak

Na Sulfasetamida
pengobatan dan pencegahan infeksi pada konjuktifitas (Selaput kat
mata ) kelopak mata, dann kerusakana mata akibat barang-barang
industry ulserasi kornea
pada penggunaan per vagina, kalau hasil koagulasi jaringan nekrofik
dan kuman tidak dapat keluar dengan sendirinya harus di keluarkan
pada ke esokan harinya.
Reaksi alergi, super infeksi
1-2 tetes dan diulangi paling sedikit 4 kali sehari selam beberapa hari
Dikonsumsi bersama dengan makanan

:
:

Benzydamide Hydrochloride
Gingifitas, stomatitis, glositis, sariawan, beda mulut, tukak rongga
mulut yang diinduksi oleh radiasi, faringitis, tosilitas pasca
tonsillektomi, mukositis yang dilindungi oleh intubasi

Efek samping :
Dosis
:

Rasa kebas jarang, rasa panas atau tersengat pada mulut


2-3 sehari kumur-kumur dengan interval 3-4 jam bila perlu sampai
dengan 5 kali sehari. Hanya untuk membilas rongga mulut dan
kumur

15. Tantum verde obat kumur 120 ml


Komposisi :
benzydamin HCL
Indikasi
:
Menghilangkan sementara nyeri pada rongga mulut, tonsillitis, sariawan
mukosa, setelah glositis, tonsilektomi, setelah cabut gigi, stomatitis ( radang
rongga mulut ) setelah mengikir gigi

Perhatian
:
Efek samping :
Dosis
:

Anak berusia kurang dari 5 tahun


Rasa kebas jarang, rasa panas atau tersengat pada mulut
Gunakan tanpa diencerkan kumur-kumur sebanyak 15ml selama 60 detik 2-3
kali sehari

16. Trompbophop Gel


Komposisi
:
Indikasi
:

Per 100g : Hepari 20000 Iu


Flebitis superficial dengan atau tanpa pembentukan trombosit
Varokosis, kongesti, vena pada anggota,gerak tubuh, cidera akibat
olahraga atau kecelakaan, memar, tendovaginisis, hematoma
(lebam)
Kontra indikasi : luka terburka ,ulkus, mukosa kulit
Perhatian
: anak berusia kurang dari 5 tahun
Efek samping
: reaksi alergi
Dosis
: gunakan 2-3 kali sehari
17. 0rpen caplet 4 mg
Komposisi : chlorpheniraimine maleate
Indikasi :
hai vefer,urtikaria,asam bronchial,rhinitis,alergi dan reaksi alergi lainnya
Perhatian : -Glaukoma sudut sempit
-Hipertropi prostat,retensi urin
-Pasien dengan atau leai vocal kendaraaan ataua mesin
-Densitifitas silang
Efek samping ;sedasi gangguan gestro intersinal,efek antimuskarinik,hipotensi,kelemahanotot,tintinus
Euphoria,sakit kepala stimulasi susunan saraf pusat reaksi,alergi gangguan dara
Dosis :
-dewasa 3-4 kali sehari 1 kablet
- Anak usia 2-6 tahun 3-4 kali sehari kablet
- usia 2-6 tahun 3-4 kali sehari kablet
Penyajian : di komsumsi bersama dengan makanan atau tidak
18. Lactacyd Vagina Gel
Kandungan :
lactid acid.
Indikasi
:
mencegah bau tidak sedap dan rasa tidak nyaman yang di sebabakan
Ketidakseimbangan pH vagina karena kondisi tertentu seperti menstruasi
Kontra indikasi :infeksi saluran nafas bawa ,dan bayi prematureatau baru lahir
Perhatian :
kondisi kehamilan
Efek smping ; rasa panas,gatal,nyeri
Indikasi keamanan pada wanita hamil: baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukan resiko
Pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil

Pada hewan coba ,tidak memperlihatakan efek merugikan


(kecuali penurunan kesuburan) di mana tidak ada penelitian
Terkendali yang mengonfirmasi resiko pada wanita hamil
Semester pertama (dan tidak ada buktiresiko pada trisemeter
Selanjutnya

Dosis ;

iritasi dan bau tidak sedapitu selama 7 hari ,gunakan sebelum tidur malam
Sesudah menstruasi 1tube selama 3 hari berturut turut
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman

Penyajian ;
19. Hirudoit Gel
Komposisi :
mukopolisakarid polosulfat
Indicator :
febopati dekat permukaan,gejala-gejalavarikosa kompleks dan pengobatan setelah
sklerosasi/pengerasan varises.hematoma dan memar
Kontra indikasi : enfeksi saluran nafas bawa,bayi premature atau baru lahir
Perhatian ;
jangan di gunakan pada luka terbuka membrane mukosa atau mata
Efek samping : iritasi loyal pada kulit
Dosis ;
di gunakan sepanjang 3-5 cm sekali atau bberapa kali sehari
Indeks keamanan pada wanita hamul :baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukan resikom
Pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak
memperlihatkan efek merugikan .kecuali penurunan kesuburan dimana tidak ada penelitian terkendali
Yang mengkonfirmas resiko pada wanita hamil semester pertama dan tidak ada bukti pada trisemester
selanjutnya
20. Hirudoit Cream
Komposisi ; Mukopolisakrida polisulfat
Indicator,;flebopati dapat permukaan ,gejala-gejala varikosa komplk dan pengubatab setelah aklerosasi
/pergerakan varises .hemayoma dan memar
Kontra indikasi : infeksi saluran nafasbawa dan bayipremature atau baru lahir
Perhatian : jangan di gunakan pada luka terbuka ,membrane mukosa,atau mata
Efek samoping ; iritasi local pada kulit
Indeks keamanan pada wanita hamil;
Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukan resiko pada janin maupun
Penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek
Merugikan kecualin penurunan kesuburan di mana tidak ada penelitian terkendali
Yang mengkonfirmas resiko pada wanita hamisementara pertama dan tidak ada
Bukti resiko trisemester berikutnya
Dosis ;
gunakan sepanjang 3-5 cm sekali sampai dua kali sehari
Penyajian ;
dikonsumsi bersamadengan makanan atau tidak0

Tanda peringatan

Obat bebas terbtas terkandang zat /bahan yang relative toksin, maka pada kemasanya perlu di cantumkan
tanda peringatan (P1-P6)

3. Obat keras
Obat keras dulu di sebut obat daftar G = Gevaarlijk = berbahaya , yaitu obat berkhasiat keras yang
untuk mendapatkanya harus dengan resep dokter. Bila di gunakan sembarang dapat berbahaya bahkan

meracuni tubuh, memperparah penyakit atau menyebapkan kematian. Memakai tanda lingkaran merah
bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K didalamnya.

Obat obat yang termasuk obat keras


Semua antibiotic
Semua obat hormone
Semua obat suntik
Semua obat sulf
Antihistamin
Papaverin, noscapine, narceine serta garam-garamya
Adrenalin serta garam-garamnya
Digitalis serta glosida-glosidanya
Zat-zat radioaktif
Hydanton serta derivate-derivatenya
Contoh :

1. ACTOS
Diproduksi Oleh:
Takeda Indonesia PT

Kategori Obat: Sistem Endokrin & Metabolik -- Obat


Antidiabetes | Golongan Obat: Obat Keras (G)
Keterangan: -Komposisi: Pigoglitazone. |
Indikasi: DM tipe 2. Sebagai monoterapi atau kombinasi dengan
sulfonilurea atau metlomin dimana diet, olahraga & monoterapi
tidak menghasilkan kontrol glukosa darah yang adekuat. |
Dosis: Dws Monoterapi: Dosis tunggal 15 mg atau 30 mg 1 x/hr.
Dosis dapat ditingkatkan s/d 45 mg 1 x/hr. Terapi kombinasi:
dosis awal actos 15 mg atau 30 mg 1 x/hr. Dosis sulfonilurea atau
metformin dapat diteruskan sesedah pemberian terapi awal actos.
|
Penggunaan Obat: Diberikan bersama atau tanpa makanan. |
Kontra Indikasi: gagal jantung atau ada riwayat gagal jantung,
ggn hati, pasien dialisis. Terapi kombinasi dengan insujlin. Anak
<18 thn. | Perhatian/Peringatan:
Retensi cairan & gagal jantung. |
Efek Samping: Edema. |

2. ACUATIM
Diproduksi
Oleh: Otsuka Kategori Obat: Kulit -- Antibiotik Topikal | Golongan Obat: Obat Keras (G)
Indonesia PT
Keterangan: -Komposisi: Nadifloxacin. |
Indikasi: Pengobatan akne vulgaris berat. |
Dosis: Oleskan pada lesi x/hr. |
Penggunaan Obat: - |
Kontra Indikasi: Hipersensitivitas. |
Perhatian/Peringatan: Hindari kontak dengan mata. Hindari penggunaan jangka
panjang. Hamil, laktasi, anak. |
Efek Samping: Pruritus, iritasi, kemerahan, rasa hangat pada wajah, papul,
dermatitis kontak, kulit kering. |

3. ADECCO
Diproduksi Oleh:
Pharos Indonesia PT

Kategori Obat: Sistem Endokrin & Metabolik -- Obat Antidiabetes |


Golongan Obat: Obat Keras (G)
Keterangan: -Komposisi: Metformin HCl. |
Indikasi: NIDDm: Sebagai monoterapi atau terapi kombinasi dengan
antidiabetes oral lain. NIDDM & IDDM: Dalam kombinasi dengan
insulin. |
Dosis: 500 mg 2-3 x/hr. Maks: 3 g/hr. |
Penggunaan Obat: Diberikan bersama makanan. |
Kontra Indikasi: Koma diabetikum, ketoasidosis, ggn ginjal, penyakit
hati kronik, gagal jantung, infark miiokard yang belum lama terjadi,
alkoholisme, hipoksemia, syok, hamil. |
Perhatian/Peringatan: Asidosis laktat, gagal ginjal & pembedahan. |
Efek Samping: ggn Gl, rasa logam pada lidah. |
Interaksi Obat: Sulfonilurea, insulin, penyekat beta, ACE inhibitor,
alkohol, media kontras IV yang teryodinasi, glukokortikoid, diuretik. |

4. AMEROL
Diproduksi
Oleh: Tempo
Kategori Obat: Gastrointestinal -- Antidiare | Golongan Obat: Obat Keras (G)
Scan Pacific
PT
Keterangan: -Komposisi: Loperamide HCl. |
Indikasi: Diare akut & kronik. |
Dosis: Dws awal 2 tab kmd 1 tab setiap habis defakasi. Maks 8 tab/hr. Anak > 8 tahun
awal 1 tab kemudian sesuai kebutuhan. Maks: 4-6 tab/hr. Anak < 8 thn 0,08 mg/kg
BB/hr. |
Penggunaan Obat: Diberikan bersama atau tanpa makanan. |
Kontra Indikasi: Bayi. |
Perhatian/Peringatan: Disfungsi hati, anak kecil. Inflammatory bowel disease. |
Efek Samping: Nyeri perut, megakolon toksik, mulut kering, pusing, lelah, ruam
kulit. |

5. AMOXIL
Diproduksi Oleh:
GlaxoSmithKline

Kategori Obat: Anti Infeksi (Sistemik) -- Penisilin | Golongan Obat: Obat


Keras (G)
Keterangan: -Komposisi: Amoxycillin. |
Indikasi: Antibakterial spektrum luas infeksi Gr + & Gr - Profilaksis untuk
endokarditis. |
Dosis: Amoxil oral/IM Dws 250-500 mg tiap 8 jam. Anak 125-250 mg tiap 8
jam. IV inj/infus Dws 500 mg-1 g tiap 4-6 jam, anak 100mg/kg BB tiap 6
jam dosis infus selama 30 mnt. Tetes oral 35-100 mg/kg BB/hr. Oral
Typhoid & paraty-phoid Dws 4 g, anak 100 mg/kg BB, dibagi bbrp dosis
selama 14-21 hr. | Penggunaan Obat: Diberikan bersama atau tanpa
makanan. |
Kontra Indikasi: Hipersensitif terhadap penisillin & beta laktam lain. |
Perhatian/Peringatan: Ggn ginjal. Monitor fungsi ginjal, hati &
hemotopoietik selama terapi jangka panjang, hamil & laktasi. |
Efek Samping: Diare, ggn pencernaan, urtikaria, atau ruam eritematosa. |
Interaksi Obat: Probenesid memperpanjang waktu paruh amoksisilin.
Kontrasepsi oral, alopurinol, antikoagulan. |

6. BAQUINOR/BAQUINOR FORTE
Diproduksi Oleh:
Sanbe Farma PT

Kategori Obat: Anti Infeksi (Sistemik) -- Kuinolon | Golongan Obat:


Obat Keras (G)
Keterangan: -Komposisi: Ciprofloxacin HCl. |
Indikasi: Lihat pada dosis. |
Dosis: Tab ISK ringan-sedang : 250 mg. Infeksi berat: 500 mg. Infeksi sal
napas, kulit & jar lunak, tulang & sendi ringan-sendang: 500 mg, Infeksi
berat: 750 mg. Infeksi sal cerna 500 mg. Osteomielitis akut 750 mg.
Diberikan 2 x/hr. Infus IV ISK Ringan-sedang 200 mg tiap 12 jam. Infeksi
berat: 400 mg tiap 12 jam. Infeksi sal nafas bwh, kulit & jar lunak, tulang
& sendi ringan-sedang: 400 mg tiap 12 jam. Infeksi berat atau dengan
komplikasi 400 mg tiap 8 jam. Infeksi intra-ab-domen dengan komlikasi
400 mg tiap 12 jam. |
Penggunaan Obat: Diberikan bersama atau tanpa makanan. |
Kontra Indikasi: Hamil, laktasi, anak & juvenil sblm masa pertumbuhan
berakhir. |
Perhatian/Peringatan: Ggn SSP. Kerusakan ginjal. |
Efek Samping: Ggn, Gl, pusing, sakit kepala, insomnia, halusinasi,
tremor, letih, ggn penglihatan, reaksi kulit, peningkatan sementara nilai
enzim hati. |
Interaksi Obat: Absorpi dipengaruhi antasida yang mgd Al, mg(OH)2.
Meningkatkan kadar teofilin plasma. |

7. BEKAMIN C FORTE
Diproduksi
Kategori Obat: Vitamin & Mineral -- Kalsium dengan Vitamin | Golongan Obat:
Oleh: Kimia
Obat Keras (G)
Farma PT
Keterangan: -Komposisi: Vit C. |
Indikasi: Defisiensi Vitamin C, skorbut, pencegahan & terapi perdarahan kapiler. |
Dosis: Profilaksis: 50-100 mg, 2-3 x/hr. Terapi 200-600 mg/hr. |
Penggunaan Obat: Diberikan bersama atau tanpa makanan. |
Kontra Indikasi: - |
Perhatian/Peringatan: - |
Efek Samping: -

8. BETAGENTAM
Diproduksi Oleh:
Sanbe Farma PT

Kategori Obat: Mata -- Antiseptik Mata dengan Kortikosteroid | Golongan


Obat: Obat Keras (G)
Keterangan: -Komposisi: Betamethasone disodium dihydrogen phosphate 1 mg,
gentamicin sulfate 5 mg. |
Indikasi: Infeksi eksternal bola mata & adneksanya akibat organisme yang
sensitif. Peradangan mata yang responsif thd kortikosteroid. |
Dosis: 1-2 tetes 4-6 x/hr. |
Penggunaan Obat: - |
Kontra Indikasi: Hipersensitif thd aminoglikosida, infeksi oleh virus dan
fungi. | Perhatian/Peringatan: Kortikosteroid topical jangan digunakan
pada mata merah yang tidak diketahui penyebabnya. Pertumbuhan
berlebihan dari organisme yang rentan. Penggunaan jangka panjang.
Jangan digunakan lensa kontak. Hentikan bila iritasi, sensitif, superinfeksi,
anak < 6 thn & hamil. |
Efek Samping: Iritasi, hipersensitif, meningkatnya TIO, penglihatan
kabut, katarak subkapsular, penebalan & perforasi kornea. |
nteraksi Obat: Penisilin, amfoterisin, sefalosporin, eritromisin, heparin,
Na bikarbonat.

9. BIO E 200
Diproduksi Oleh:
Teguhsindo
Lestaritama

Kategori Obat: Vitamin & Mineral -- Vitamin A, D & E | Golongan Obat:


Obat Keras (G)
Keterangan: -Komposisi: D-alpha tocopherol (Vitamin E alamiah). |
Indikasi: Penyakit Kardio Vaskular, ggn fertilitas, lelah, untuk
memperlambat proses penuaan. |
Dosis: 200-600 iu/hr. |
Penggunaan Obat: Diberikan bersama makanan. | Kontra Indikasi: - |
Perhatian/Peringatan: - |
Efek Samping:

10.BIOPLACENTON
Diproduksi Oleh:
Kalbe Farma PT

Kategori Obat: Kulit -- Antibiotik Topikal | Golongan Obat: Obat Keras


(G)
Keterangan: -Komposisi: Neomycin sulfate 0,5 %, placenta extr 10%. | Indikasi: Luka
bakat, ulkus kronik, luka yang lama sembuh, ulkus dekubitus, eksim
pioderma, impetigo, furunkulosis & infeksi kulit lain. | Dosis: Oleskan 4-6
x/hr. | Penggunaan Obat: - | Kontra Indikasi: Perforasi membran
timpani. | Perhatian/Peringatan: Kerusakan kulit yang parah. | Efek
Samping: Ototoksik, nefrotoksik, pertumbuhan berlebihan organisme yang
tidak rentan (penggunaan jangka lama) | Interaksi Obat: - |
Kemasan/Harga: Jeli Tube 15 g Rp. 9.900.

11. BURNAZIN
Diproduksi
Oleh: DaryaVaria
Kategori Obat: Kulit -- Antibiotik Topikal | Golongan Obat: Obat Keras (G)
Laboratoria
PT
Keterangan: -Komposisi: Silver sulfadiazine. |
Indikasi: Luka bakar semua derajat. |
Dosis: Setelah membersihkan & debridement luka, olehkan krim dengan sarung tangan
steril pada permukaan yang terbakar, 1-2 x/hr dengan ketebalan 2 mm. Terapi
dilanjutkan s/d penyembuhan atau sisi yang terbakar sdh siap untuk dicangkok. |
Penggunaan Obat: - |
Kontra Indikasi: - |
Perhatian/Peringatan: - |
Efek Samping: - |

12.LANTUROL 200/ LANTUROL 400


Diproduksi Oleh:
Landson c/o Pertiwi
Agung PT

Kategori Obat: Vitamin & Mineral -- Vitamin A, D & E | Golongan Obat:


Obat Keras (G)
Keterangan: -Komposisi: D alpha tocopherol. | Indikasi: Terapi surportif untuk penyakit
kv & rasa lesu. | Dosis: 1 tab/hr. | Penggunaan Obat: Diberikan bersama
makanan. | Kontra Indikasi: - | Perhatian/Peringatan: - | Efek Samping: -

13.DAKTARIN ORAL GEL


Diproduksi
Kategori Obat: Telinga & Mulut/Tenggorokan -- Preparat Mulut/Tenggorokan |
Oleh:
Golongan Obat: Obat Keras (G)
Janssen-Cilag
Keterangan: -Komposisi: Miconazole. |
ndikasi: Kandidiasis orofaringeal, sariawan, kandidiasis Gl. |
Dosis: Dws & Anak > 4 thn 1/2 sdt 4 x/hr. Bayi - 4 thn 1/4 sdt 4 x/hr. |
Penggunaan Obat: - |
Kontra Indikasi: Hipersensitif, gangguan hati. |
Perhatian/Peringatan: Sedang menggunakan obat antikoagulan, hamil & laktasi. |
Efek Samping: Mual, muntah, penggunaan jangka lama, diare, reaksi alergi. |
Interaksi Obat: Kumarin, fenitoin, siklosporin, terfenadin, astemizol, sisaprid. |

14.PEHACAIN
Diproduksi
Oleh:
Kategori Obat: Anastesi Lokal & Umum | Golongan Obat: Obat Keras (G)
Phapros Tbk
Keterangan: -Komposisi: Per mL Lidocaine HCl 20 mg, adrenaline 12,5 mcg. |
Indikasi: Anestesi lokal. |
Dosis: 1 amp IM atau SK. | Penggunaan Obat: - |
Kontra Indikasi: Inflamasi lokal atau sepsis. Septikemia, tirotoksikosis, ekstermitas.
Hipersensitif thd anestesi lokal tipe amida. |
Perhatian/Peringatan: Hipertensi berat, peny arteriosklerotik, indufisiensi KV, blok
jantung. |
Efek Samping: Kecemasan, pusing, penglihatan kabur, sedasi, tinitus, ggn Gl. |
Interaksi Obat: Potensiasi dg antiaritmia. Adrenalin menekan respon antidepresan
trisiklik, Penghambat saraf adrenergik & resiko aritmia jantung meningkat dengan
anestesi halogen & glikosid. |

15.NEO RHEUMACYL
Diproduksi
Oleh: Tempo Kategori Obat: Saraf Pusat -- Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) | Golongan
Scan Pacific Obat: Obat Keras (G)
PT
Keterangan: -Komposisi: Ibuprofen 200 mg, paracetamol 350 mg. |
Indikasi: Menghilangkan nyeri yang berhubungan dengan proses inflamasi. |
Dosis: Dws 1 tab 3-4 x/hr. |
Penggunaan Obat: Diberikan segera sesudah makan. |
Kontra Indikasi: Ulkus peptikum aktif, gagal jantung kongestif, ggn ginjal & hati,
kehamilan dini dan akhir. |
Perhatian/Peringatan: - |
Efek Samping: - |

16.FORBETES
Diproduksi
Kategori Obat: Sistem Endokrin & Metabolik -- Obat Antidiabetes | Golongan Obat:
Oleh: Sanbe
Obat Keras (G)
Farma PT
Keterangan: -Komposisi: Metformin HCl. |
Indikasi: Terapi DM onset dewasa dengan obesitas atau BB normal &
hiperinsulinemia yang tidak responsif thd diet saja. NIDDM & IDDM. |
Dosis: 1 tab pada pagi dan sore hari. |
Penggunaan Obat: Diberikan bersama makanan. |
Kontra Indikasi: Gangguan fungsi ginjal dengan serum kreatinin < 12 mg/L,
kerusakan hati, ggn kardiorespirasi dengan hipoksemia jar & intoksikasi alkohol, diet
rendah kalori bersama dengan penggunaan obat diuretik/antihipertensi, diabetes laten,
koma & pre- koma diabetes, kondisi yang dapat menjadi predisposisi asidosis laktat.
Gagal jantung & infark miiokard, hamil & laktasi, anak. | Perhatian/Peringatan:
Trauma, operasi, infeksi, ggn fungsi ginjal, kondisi yang dapat menyebabkan dehidrasi.
Monitor glukosa darah jika dilakukan terapi kombinasi dengan sulfonilurea. | Efek
Samping:
Rasa kecap logam, nyeri abdomen, mual, muntah, diare & anoreksia, pruritus,
eritema, ruam, urtikaria, sindrom meniere & manifestasi alergi lain. Penurunan
absorpi vit B12. |
Interaksi Obat: Fenprokumon, antikoagulan. Dengan simetidin dapat menurunkan
bersihan obat.

17.VALDIMEX
Diproduksi
Oleh:
Kategori Obat: Saraf Pusat -- Ansiolitik | Golongan Obat: Obat Keras (G)
Mersifarma
PT
Keterangan: -Komposisi: Diazepam. |
Indikasi: Terapi jangka pendek untuk gejala ansietas(kecemasan). Terapi tambahan
untuk meredakan spasme otot karena peradangan atau trauma hipertonisitas otot(ggn
motorik serbral, parapelgia). Meredakan gejala pututs alkohol akut & pengobatan praanestesi. |
Dosis: Tab inj IM/IV terapi anastersi dan terapi tambahan untuk spasme otot 2-10 mg
2-4 x/hr. |
Penggunaan Obat: - |
Kontra Indikasi: Hipersensitif, bayi<6 bln, hamil, laktasi, depresi, pernapasan,
glaukoma sudut sempit, insufisiensi paru akut, kondisi fobia. |
Perhatian/Peringatan: Jangan mengemudi atau menjalankan mesin selama
menggunakan obat ini. Terapi jangka panjang (>4 bln). |
Efek Samping: Mengantuk, ataksia, rasa lelah, erupsi kulit, ederna, mual & konstipasi.
| Interaksi Obat: Penggunaan bersama penekan SSP atau alkohol dapat meningkatkan
efek depresan. Bersihan benzodiazepin dikurangi oleh simetidin & omeprazol,
ditingkatkan oleh ripampisin.

18.OMZ
Diproduksi
Kategori Obat: Gastrointestinal -- Antasid, Obat Antirefluks & Antiulserasi |
Oleh: Ferron
Golongan Obat: Obat Keras (G)
Pair PT
Keterangan: -Komposisi: Omeprazole. |
Indikasi: Terapi jangka pendek ulkus duodenal & lambung, refluks esofagitis,
sindroma Zollinger-Ellison. |
Dosis: 20 mg 1 x/hr selama 2-4 minggu. Pasien yang sukar disembuhkan dengan terapi
lain 40 mg 1x/hr selama 4-6 minggu. |
Penggunaan Obat: - |
Kontra Indikasi: - |
Perhatian/Peringatan: Singkirkan kemungkinan keganasan jika diduga ulkkus gaster. |
Efek Samping: Jarang, ggn Gl, sakit kepala, ruam kulit. |
Interaksi Obat: Memperpanjang waktu eliminasi diazepam, wafirin, fenitoin.

19.DALFAROL
Diproduksi Oleh:
Kategori Obat: Vitamin & Mineral -- Vitamin A, D & E | Golongan Obat: Obat
Darya-Varia
Keras (G)
Laboratoria PT
Keterangan: -Komposisi: D-alpha tocopherol. |
Indikasi: Mengobati kekurangan vitamin E. |
Dosis: 200-400 iu/hr. |
Penggunaan Obat: Diberikan bersama makanan. |
Kontra Indikasi: - |
Perhatian/Peringatan: Kelebihan vitamin E dapat mengurangi penyimpanan
vitamin A. |
Efek Samping: Penggunaan jangka lama & dosis besar dapat menyebabkan
kelemahan otot, ggn pencernaan. |
Interaksi Obat: Antagonis vit K menghambat absorpi & kerja vitamin K.

4. Psikotropika
Psikotropika adalah Zat atau obat yang dapat mrnurunkan aktifitas otak atau merangsang susunan
syraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (manghayal),
gangguan cara berfikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta
mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.
Ada 3 tipe psikotropika berdasarkan efeknya :
1.Halusinogen (memberikan efek halusinasi)
contoh : LSD, DMT, DET, THC, dan STP
2. Perangsang susunan saraf pusat
contoh : amfetamin, metilfenidat, pipradol
3. Penekan susunan saraf pusat
contoh : barbiturat dan semua derivat serta garamnya
Golongan psikotropika berdasarkan penggunaannya :
1. .Psikotropika golongan I
hanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan
contoh : LSD-25, MDMA (ectasy), Psilocybin dan Psilosin
2. Psikotropika Golongan II
boleh diresepkan tetapi menyebabkan ketergantungan yg besar, tidak disarankan digunakan dalam
jangka panjang
contoh : amfetamin dan secobarbital
3. Psikotropika golongan III

boleh diresepkan, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan


contoh : amobarbital, pentobarbital, glutetimide
4. Psikotropika golongan IV
obat yg lazim diresepkan, boleh digunakan dalam jangka pendek
contoh diazepam, meprobatame, dan allobarbital
Contoh :
1. Glutetimida
Komposisi

2.

3.

4.

5.

:glutrthimidum
Zat tambahan yang cocok
250 mg
Dosis
:hipnotikum ,sekali1-2 tablet,sehari 2-3 taablet,malam hari sebelum
tidur
Penyimpanan
:dalam wadah tertutup baik,terlindungi dari cahaya
Catatan
:sediaan berkekuatan lain;125 mg;500 mg
Amortabilitat natrium kapsul
Komposisi
:amorbabirtalum natrium
65 mg
Zat tambahan yang cocok
Dosis
:hipnotikum,1-3 kapsul pada waktu akan tidut malam,sedatifu 2-3
Kali sehari sampai 1 kapsul
Penyimpanan
:dalam wadah tertutup rapat
Catatan
:sediaan berkekuatan lain 200 mg
Armobabital natrium tablet
Komposisi
:amorbabitalum natrium
60 mg
Zat tambahan yang cocok
Dosis
:hipnotikum 1-3 kapsul pada waktu akan tidur malam,sedativum,sedatifu
2-3 kali sampai 1 kapul
Penyimpanan
:dalam wadah tertutup rapat
Catatan
:sediaan berkekuatan lain ; 150 mg;30 mg;200 mg
Pentobarbital
Komposisi
:tiap ml mengandung pentobarbitalum Natrium
Dosis
:hipnotikum ,im,3 ml 4 ml,iv,2ml,jika perlu di ulang
Sedavitum ,im,2x sehari 1 ml
Penyimpanan
:dalam wadah dosis tunggal atau dalam wadah dosis ganda
Pentobarbital injeksi
Komposisi
:tiap ml mengandung ;
Pentobarbital natrium
50 mg
pelarut yang cocok hingga
1 ml
Dosis
:hipnotikum im 3 ml-4 ml,iv,2ml,jika perlu di ulang
Sedativum im,2 x sehari 1 ml
Penyimpanan
:dalam waktu dosis tunggal atau dalam wadah dosis ganda

5. Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis
maupun semi sintesis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh ytertentu bagi mereka
yang menggunakannya ke dalam tubuh manusia (Chaerunisaa, dkk 2009)
menurut UU no.22 tahun 1997 tentang narkotika adalah zat atau obat yg berasal dari tanaman
atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yg dapat menimbulkan pengaruhpengaruh tertentu bagi mereka yg menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh
manusia.
Pengaruh tersebut dapat berupa pembiusan, hilang rasa sakit, rangsangan semangat, halusinasi
atau timbulnya khayalan-khayalan yg menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.

Golongan narkotika berdasarkan penggunaannya :


1.Narkotika golongan I
hanya digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, potensi
ketergantungan sangat besar
contoh : kokain, ganja, heroin
2. Narkotika golongan II
boleh digunakan dalam terapi kesehatan, tetapi berpotensi tinggi
mengakibatkan ketergantunga
contoh : hydrocodone, hydromorphine, morfin, fentanil, dan alphaprodine

obat berdasarkan tempat atau lokasi pemakaian


Obat berdasarkan cara pemakaian
1.Oral
Obat yg dikonsumsi melalui mulut ke dalam saluran cerna,

contoh : tablet, serbuk, sirup


2. Perektal
obat yg digunakan melalui rektum/dubur
digunakan pd pasien yg tdk bisa menelan, pingsan, atau menghendaki efek cepat dan terhindar dari pengaruh
pH lambung, atau FFE di hati
contoh : diazepam rectal tube, proris suppositoria, microlax

Sublingual
pemakaian obat dg meletakkannya di bawah lidah, masuk ke pembuluh darah, efek lebih cepat.
contoh : obat hipertensi (ISDN), hormon-hormon

Parenteral
obat yg disuntikkan melalui kulit ke aliran darah, baik secara intravena, subkutan, intramuskular

Langsung ke organ, contoh : intrakardial


Melalui selaput perut (rongga tubuh), contoh:intraperitoneal

Obat berdasarkan efek yg ditimbulkan


1.Sistemik
adalah obat/zat aktif yang masuk ke dalam peredaran darah
2. Lokal
adalah obat/zat aktif yg hanya berefek/menyebar/mempengaruhi bagian tertentu tempat obat tersebut berada,
seperti pada hidung, mata, kulit, dll

Obat berdasarkan asal obat dan cara pembuatannya


1.Alamiah
adalah obat-obat yg berasal dari alam (tumbuhan, hewan, atau mineral)
contoh : tumbuhan : ektrak kulit manggis
hewan : ekstrak cacing tanah
mineral : sulfur, talkum, vaselin
2. Sintetik
adalah cara pembuatan obat dg melakukan reaksi-reaksi kimia
contoh : minyak gandapura dihasilkan dg mereaksikan metanol dan asam salisilat

Penggolongan obat tradisional


JAMU /OT EMPIRIS

OBAT HERBAL
TERSTANDAR

Khasiat berdasarkan empiris,


tradisional, turun temurun

Khasiat berdasarkan uji


farmakologi dan uji toksisitas
pada hewan

FITOFARMAKA

Khasiat berdasar uji


farmakologi dan uji toks pd
hewan, serta uji klinis pd
manusia
Standardisasi kandungan kimia Standardisasi kandungan kimia Standardisasi kandungan kimia
belum dipersyaratkan
bahan baku penyusun formula bahan baku dan sediaan
No

Tanama Obat

Indikasi Potensi

Hepatitis Potensi

6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Tembulawak ( Curcuma
Xantorrhisa Obx)
Kunyit ( Curcuma Demestica)
Bawang Putih (Allium
Sativum Lynno)
Jati Blanda (Guazua Ulmifolia
Lamk)
Handeuleun (Daun Ungu)
(Gratopylum Pictum Griff)
Tempuyung
Kejibeling
Labu Merah
Kumis Kunying
Seledri
Jambu Biji
Sabung
Benalu The
Pepaya
Butrawali

16
17
18
19
20

Legundi
Pala
Delima Putih
Dringo
Jeruk Nipis

2
3
4
5

Hepatitis, Artristik, Antiseptic


Kandidiasis, Hiperlipedenis
Hiperlipedenis
Hemoroit
Nefrolitiasis, Deuretik
Nefrolitiasis, Deuretik
Taeniasis
Deuretik
Hipertensi
Diare
Analgestik, Antipiretik
Anti Kanker
Antimalaria, Kontrasepsi Pria
Antimalaria, Kontrasepsi
Melitus
Antiseptic
Sedative
Antiseptic, Anti Diare
Seatif
Anti Batuk

Pengertian obat Generik


Obat Generik adalah : adalah obat dengan nama resmi International Non Propietary Names (INN) yang
ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
(Peraturan Menteri Kesehatan.068, 2010).
Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa obat generik yang ada dipasaran merupakan obat paten yang sudah
habis masa waktunya dan penamaannya obat generik berdasarkan International Non Propietary Names (INN)
yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang
dikandungnya.
kita juga perlu mengetahui apa itu obat paten :
Obat Paten adalah obat yang masih memiliki hak paten. (Peraturan Menteri Kesehatan.068, 2010).
Obat paten merupakan obat baru yang ditemukan oleh institusi atau perusahaan yang kemudian dipatenkan.
Jangka waktu hak paten biasanya 20 tahun, setelah waktu hak patennya habis obat tersebut menjadi bebas atau
menjadi milik umum dan siapa saja dapat melakukan usaha dagan tanpa ada gugatan dari manapun.
Ada juga obat generik bermerek, berikut pengertiannya :
Obat Generik Bermerek/Bernama Dagang adalah obat generik dengan nama dagang yang menggunakan
nama milik produsen obat yang bersangkutan. (Peraturan Menteri Kesehatan.068, 2010). contohnya
amoksan(isinya amoksisilin), grafamic (isinya asam mefenamat)
ada juga jensi obat generik berlogo :
Obat Generik berlogo adalah obat generik yang menyandang logo, sebagai lambang yang menyatakan
bahwa obat tersebut diproduksi oleh industri farmasi yang telah mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan obat
yang baik (CPOB). Oleh karena itu logo merupakan jaminan mutu dari industri farmasi yang membuatnya.
(priyadi, 2008)
Manfaaat obat Generik
Menurut widodo(2004) manfaat obat generic secara umum adalah:
1. Sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
2. Dari segi ekonomis obat generic dapat dai jangkau masyarakat golongan ekonomi menengah bawa
3. Dari segi kwalitas obat generic memiliki mutu atau kasiat yang sama dengan obat yang bermerek
dagang(obat paten)
Kebijakan Obat Generik
Kebijakan obat generic adalah sala satu kebijakan untuk mengendalikan harga obat,di mana obat dipasarkan
dengan nama bahan aktifnya ,agar upaya pemanfaatan obat generic ini dapat mencapai tujuan yang di inginkan
,maka kebijakantersebut mencangkup komponen-komponen berikut;
1.produksi obat generic dengan cara produksi obat yang baik(CPOB).produksi di lakukan oleh produsenyang
memenuhi syarst CPOB yang di sesuaikan dengan kebutuhan akan obat generic dalam pelayanan kesehatan
2. pengendalian mutu obat generic secara keta
3.distribusi dan penyediaan obat generic di unit-unit pelayanan kesehatan
4.peresapan berdasarkan atas nama generic bukan nama dagang
5.penggantian dengan obat generic diusulkan diberlakukan di unit-unit pelayanan kesehatan
6.informasi dan komunikasi mengenai obat generic bagi dokter dan masyarakat luar secara berkesenambungan
7.pemantauan dan evaluasi penggunaan obat generic secara berkala

Factor yang menghambat masyarakat terhadap obat generic


1. Akses obat
Hal ini dalam rangka memenuhi kebutuhan obat pasien sesuia dengan resepdi setiap penjualan obat
yaitu membahas resep yang terlayani,resep yang tidak terlayani oleh apotek,dan resep yang obatnya di
gantikan dengan obat lain yang sejenis
Akses masyarakat terhadap obat asensial di pengaruhi oleh 4 faktor utama yaitu
a. Penggunaan obat yang brasional
b. Harga yang terjangkau
c. Pembiyaan yang berkelanjutan
d. Sistim pelayanan kesehatan beserta sistim suplai obat yang dapat di jamin ketersediaan
,pemrataan,keterjangkaun obat(kebijakan obat nasional,2005)
2. Harga obat
Harga obat di Indonesia umumnya di nilai mahal atau struktur harga obat tidak transparan.penelitian
WHO menunjukan perbandingan harga antara satun nama dengan nama lain untuk obat yang sama
berkisar 1:2 sampai 1:5.penelitian di atas juga membandingkan harga obat dengan nama dagang
danobat generic menunjukan obat generic bukan yang termurah.survai dampak krisis rupiah pada
biaya obat dan ketersediaan obat esensial antara 1997-2002 menunjukan bahwa biaya resep rata-rata di
sarana kesehatan sector swasta jauh lebih tinggi dari pada sector public yang menerapkan pengaturan
harga dalam system suplainnya(kebijakan ibat nasional 2005)
3. Tingkat ketersediaan obat
Rendahnya ketersediaa n obat generic di rumah sakit pemerintah dapat berimplikasi secara langsung
pada akses obat generic sebagai gantinya pasien membelinobat generic di apotik atau di prakter
dokter.apotik swasta mempunyai obat generic lebih sedikit di banding dengan yang di sediakan oleh
dokter.sehingga apotik menyediakan obat paten lebih banyak.selama banyak obat yang tidak
tersedia,pasien mengeluarkan uang lebih banyak untuk membayar obat (suryani,dkk 2008)
4. Informasi obat
Keterbatasan informasi masyarakat akan obatsangat erat kaitannya dengan ketidaktahuan akan
pengenalan penggunaan dan pemanfaatan obat terutama bagi mereka yang ingin memakai obat
generic.
5. Keterjangkauan obat
Keterjangkauan obat dapat di pandang dari sudud geografis ,ekonomi dan social politik.indonesia
adalah Negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau di mana 5.707 di antaranya sudah
bernama.namun pilau yang telah berpenghuni jumblanya lebih kecil.saat ini sebagian masyarakat
Indonesia tinggal di daera terpencil,daera tertinggal dan wilaya perbatasan.sebagian lagi tinggal di
daera rawan bencana baik bencana alam dan bencana buatan manusia seperti;ketidaakstabilan politik
dan tingginya tingkatnkemiskinan.dengan pola penyebaran pendudukseperti tersebut di atas maka di
perlukan adanya perbedaa pengelolaan obat sesuai dengan karakteristik masing-masing derah sebagai
contoh kita dapat melakukan mengelompokan Provinsi Kepulauan : Riau,NTB,NTT,Maluku,dan
Maluku utara lebih memiliki karakteristik geografis kepulauan. Sedangkan provinsi di Kalimantan dan
papua dapat dikategorikan daratan luas dengan hambatan transportasi. Kategori lain adalah Pulau
jawa, bali, Sumatra dan Sulawesi ( kebijakan obat nasional 2005 )