Anda di halaman 1dari 14

Prevalensi Miopia pada Siswa/i SDN Menteng 01 dan Siswa/i SDN

Cempaka Baru 11 Pagi


The Prevalence of Myopia in Menteng 01 Elementary School and Cempaka
Baru 11 Pagi Elementary School
Putri Elinda Karina*, Jurnalis Uddin2

KATA KUNCI
KEYWORDS
ABSTRAK

Student of Faculty of Medicine, YARSI University

Centre of Medical Education, Faculty of Medicine, YARSI University

Korespondensi : E-mail: elndkarina@gmail.com

Miopia; sosial ekonomi; tingkat pendidikan; jenis kelamin; anisometropia.


Myopia; socioeconomic status; class grade; gender; anisometropia.
Miopia adalah anomali refraksi pada mata dimana bayangan difokuskan di
depan retina. Progresivitas miopia yang dapat menyebabkan kebutaan
merupakan masalah yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
prevalensi miopia di SDN Menteng 01 dan SDN Cempaka Baru 11 Pagi serta
untuk mengetahui pandangan Islam tentang miopia. Penelitian ini
menggunakan rancangan penelitian dekstriptif dengan jenis data kuantitatif.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin.
Total responden penelitian adalah 180 responden, dengan kriteria responden
yaitu siswa/i SDN Menteng 01 dan SDN Cempaka Baru 11 Pagi pada tahun
ajaran 2015/2016. Pengambilan data menggunakan Snellen Chart dan trial
lens. Analisa penelitian ini menggunakan perhitungan mean dan distribusi
frekuensi. Penelitian dilakukan di SDN Menteng 01 dan SDN Cempaka Baru
11 Pagi pada bulan April 2016. Prevalensi miopia di SDN Menteng 01
sebesar 35.6%, dengan rata-rata derajat koreksi sebesar -1.67 1.2 Dioptri.
Prevalensi miopia di SDN Cempaka Baru 11 Pagi sebesar 17.8%, dengan
rata-rata derajat koreksi sebesar -1.9 1.8 Dioptri pada mata kanan, dan -1.7
1.7 Dioptri pada mata kiri. Prevalensi miopia terbanyak pada jenis kelamin
perempuan di SDN Cempaka Baru 11 Pagi sebesar 21.2%, berbeda dengan
SDN Menteng 01 prevalensi miopia pada jenis kelamin laki-laki memiliki
prevalensi yang lebih besar yaitu 45.7%. Prevalensi miopia terbanyak pada
kelas 5 dan 6, hampir seluruh responden mengalami miopia derajat ringan.
Pada penelitian ini ditemukan adanya perbedaan prevalensi miopia
berdasarkan faktor sosial ekonomi yaitu 2 : 1. Prevalensi miopia di SDN
Menteng 01 tertinggi terdapat pada jenis kelamin laki-laki dan pada siswa/i
kelas 6 dengan derajat miopia ringan terdapat pada 26 siswa/i pada mata
kanan dan pada mata kiri sebanyak 25 siswa/i. Prevalensi miopia di SDN
Cempaka Baru 11 Pagi tertinggi terdapat pada jenis kelamin perempuan dan
siswa/i kelas 5 dengan derajat miopia ringan terdapat pada 13 siswa/i pada
mata mata kiri dan 12 siswa/i pada mata kanan.

PUTRI ELINDA KARINA, JURNALIS UDDIN


ABSTRACT

Myopia is the refractive anomaly of the eye in which the conjugate focus of
the retina is at some finite point in front of the eye . Myopias progressivity
that may develop into blindness can be a serious problem. The objectives of
this research was discover the prevalence of myopia in Menteng 01
Elementary School and Cempaka Baru 11 Pagi Elementary School and to
discover Islams perspective of myopia. This research used a descriptive
study design with quantitative data. The sample collection was done using
Slovins formula. The total respondent was 180, with the respondents
criteria as the students of Menteng 01 and Cempaka Baru 11 Pagi
Elementary School 2015/2016 academic year. The data collecting was
done by using Snellen Chart and trial lens. The data was analyzed by using
mean and frequency distribution measurement. This research was done in
April 2016 in Menteng 01 and Cempaka Baru 11 Pagi Elementary School.
The prevalence of myopia in Menteng 01 Elementary School is 35.6%, with
average correction grade -1.67 1.2 Diopters for both eyes. The
prevalence of myopia in Cempaka Baru 11 Pagi Elementary School is
17.8%, with average correction grade -1.9 1.8 Diopters for right eye, and
-1.71.7 Diopters for left eye. The highest number of prevalence is female
respondents in Cempaka Baru 11 Pagi as much as 21.2%, unlike in SDN
Menteng 01, the dominant prevalence of myopia in male respondents has a
substantial prevalence, which is 45,75%. The highest number of prevalence
are the 5th and 6th grader, almost all of respondents had the low grade
myopia. In this research, there is a difference between the prevalence of
myopia in Menteng 01 and Cempaka Baru 11 Pagi according to
socioeconomic factor with the ratio as much as 2:1. The highest prevalence
of myopia in Menteng 01 is in male students and in 6th grade with a low
grade myiopia found as much as 26 students for right eye and 25 students
for left eye. The highest prevalence of myopia in Cempaka Baru 11 Pagi is
in female students and in 5th grade with a low grade myopia found on 13
students for left eye and 12 students for right eye.

PREVALENSI MIOPIA PADA SISWA/I SDN MENTENG 01 DAN SISWA/I SDN


CEMPAKA BARU 11 PAGI

Miopia adalah salah satu dari tiga

dengan usia yang sama di daerah perkotaan

gangguan refraksi yang umum terdeteksi,

yaitu China Selatan seperti, 38,1% di

dimana dua lainnya adalah hipermetropia

Guangzhou dan 36,7% di Hong Kong.

dan astigmatisme. Gangguan refraksi terjadi

Prevalensi miopia pada anak usia 7-17 tahun

ketika sinar cahaya yang masuk ke mata

sangat rendah di berbagai Negara di Asia

tidak difokuskan di retina. Pada miopia,

Timur seperti, daerah perdesaan Mongolian

sinar cahaya yang masuk ke mata jatuh di

5,8%. Pada anak usia 5-15 tahun di Nepal

depan retina dan sebagai akibatnya muncul

terdapat 1,2% penderita miopia(2).

keluhan gangguan penglihatan jarak jauh.

Di Indonesia, gangguan penglihatan

Hal ini disebabkan karena terjadi perubahan

akibat kelainan refraksi dengan prevalensi

(1)

panjang bola mata yang tidak normal .


Miopia adalah kelainan mata yang

sebesar 22,1%, merupakan masalah yang


harus segera ditangani. Sekitar 10% dari 66

paling umum di seluruh dunia. Prevalensi

juta

miopia adalah 0,12% - 3,8% di Afrika, 24%

menderita kelainan refraksi. Tetapi, sampai

- 27,8% di Eropa, 30% di Jepang, 40% di

saat ini angka pemakaian kaca mata koreksi

Mesir,

Serikat.

masih sangat rendah yaitu sekitar 12,5% dari

Diperkirakan 49.300.000 dari anak dibawah

prevalensi tersebut. Apabila kondisi ini tidak

15 tahun memiliki gangguan refraksi dan

ditangani maka akan berdampak negatif

merupakan penyebab paling umum dari

pada perkembangan kecerdasan anak dan

kebutaan reversibel di India(1).

proses pembelajaran di sekolah. Akibatnya

30%

di

Amerika

Nilai prevalensi di Negara-negara

dalam

anak

usia

jangka

sekolah

panjang

(5-19

hal

ini

akan

dan

mutu

Asia Timur dan Asia Selatan secara umum

mempengaruhi

memiliki

angkatan kerja (usia 15-55 tahun) yang

jumlah

yang

lebih

tinggi

dibandingkan dengan Negara lain. Penelitian

produktivitas

tahun)

diperkirakan sekitar 95 juta orang (3).

terbaru mengenai prevalensi miopia di China

Miopia merupakan salah satu dari

menunjukan terdapat 16,2% anak usia

lima besar penyebab kebutaan, sehingga

sekolah dengan usia antara 5-15 tahun di

pengaruh

daerah

miopia.

dipertimbangkan. Penyebab miopia belum

Berhubungan dengan itu, nilai prevalensi

diketahui dengan pasti, namun diduga

miopia dilaporkan lebih tinggi pada anak

berhubungan dengan faktor genetik dan

pedesaan

penderita

sosial

ekonominya

patut

PUTRI ELINDA KARINA, JURNALIS UDDIN


lingkungan. Beberapa faktor resiko yang

merupakan masalah yang serius. Oleh karena

berperan

miopia

itu, pentingnya dilakukan penelitian pada

diantaranya adalah aktivitas melihat dekat,

anak Sekolah Dasar untuk mengetahui

seperti membaca, menulis atau pekerjaan

seberapa besar tingkat miopia.

dalam

terjadinya

lain yang memerlukan penglihatan dekat.


Tingkat pendidikan dan sosio ekonomi

METODE PENELITIAN

berpengaruh pada insiden miopia dimana


aktivitas melihat dekat sering dikerjakan (4).

Penelitian

ini

menggunakan

Studi prevalensi berbasis populasi

rancangan penelitian dekstriptif dengan jenis

menunjukkan peningkatan prevalensi miopia

data kuantitatif. Populasi dalam penelitian

di Singapura dengan tingkat pendidikan

ini adalah seluruh siswa/i SDN Menteng 01

yang lebih tinggi, tempat tinggal yang lebih

Pagi yang berjumlah 393 siswa, dan SDN

baik, pendapatan bulanan individu yang

Cempaka Baru 11 yang berjumlah 326

lebih tinggi dan pekerjaan yang berhubungan

siswa. Besar sampel yang diambil adalah

dengan aktivitas melihat dekat setelah

berdasarkan perhitungan rumus Slovin, yaitu

disesuaikan pada usia. Peluang lebih tinggi

berjumlah 90 siswa pada masing-masing

untuk menderita miopia juga ditemukan

populasi. Dengan demikian, total besar

pada

keluarga

sampel pada penelitian ini adalah 180 siswa.

penderita

Teknik

anak-anak

berpenghasilan

Korea
tinggi.

dari
Anak

pengambilan

sampel

dalam

miopia memiliki faktor keturunan yang

penelitian ini adalah probability sampling

sangat signifikan pada keluarga dengan

dengan menggunakan proportional random

tingkat

sampling.

pendidikan

yang

lebih

tinggi,

Cara

pengumpulan

data

pendapatan orang tua yang lebih tinggi, dan

menggunakan pemeriksaan dengan Snellen

pekerjaan professional (2).

Chart dan trial lens atau lensa percobaan.

Berdasarkan data di atas, prevalensi

Analisis

penelitian

ini

menggunakan

miopia pada anak Sekolah Dasar dengan

perhitungan mean dan distribusi frekuensi

rentang usia 7-12 tahun menunjukan angka

yang kemudian akan di sajikan dalam bentuk

yang cukup tinggi. Hal tersebut memiliki

grafik dan tabel.

dampak negatif terhadap perkembangan


suatu
miopia

daerah,
yang

dikarenakan
dapat

progresivitas

menjadi

kebutaan

PREVALENSI MIOPIA PADA SISWA/I SDN MENTENG 01 DAN SISWA/I SDN


CEMPAKA BARU 11 PAGI
HASIL

berjumlah

sesuai

dengan

perhitungan

Responden pada penelitian ini adalah

sampel, yaitu 90 siswa pada masing-masing

siswa/i SDN Menteng 01 dan SDN Cempaka

Sekolah Dasar. Karakteristik responden

Baru 11 Pagi tahun ajaran 2015/2016 yang

dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 7. Karakteristik Responden


No.
1

Karakteristik
Sekolah Dasar:
SDN Menteng 01
SDN Cempaka Baru 11 Pagi

Frekuensi (f)

Presentase (%)

90
90

50
50

15
14
19
14
14
14

16.7%
15.6%
21.1%
15.6%
15.6%
15.6%

18
18
16
10
17
11

20.0%
20.0%
17.8%
11.1%
18.9%
12.2%

Kelas:
SDN Menteng 01
I
II
III
IV
V
VI
SDN Cempaka Baru 11 Pagi
I
II
III
IV
V
VI

Hasil perhitungan prevalensi miopia


di SDN Menteng 01 dapat dilihat pada tabel

sebanyak 32 siswa/i atau 35.6% mengalami


miopia.

8. Dari 90 siswa/i yang menjadi responden,


Tabel 8. Prevalensi Miopia di SDN Menteng 01

SDN Menteng 01

Count
% within SDN
Menteng 01

Miopia
Tidak
Ya
58
32
64.4%

35.6%

Total
90
100.0%

PUTRI ELINDA KARINA, JURNALIS UDDIN

Berdasarkan tabel 9, diketahui rata-

oleh 26 siswa/i pada mata kanan dan 25

rata derajat koreksi miopia di SDN Menteng

siswa/i pada mata kiri. Terdapat perbedaan

01 sebesar -1.67 1.2 Dioptri pada mata

jumlah distribusi derajat koreksi miopia

kanan dan mata kiri. Distribusi prevalensi

antara mata kanan dan mata kiri di kelas 6.

miopia terbanyak berada di kelas 6, yaitu

Hal tersebut dikarenakan, adanya perbedaan

sebanyak 13 siswa/i dari 14 responden

derajat koreksi miopia antara kedua mata.

(Tabel 10). Miopia derajat ringan dimiliki

Tabel 9. Perhitungan Statistik Derajat Koreksi Miopia di SDN Menteng 01


Mean
Std. Deviation

Derajat Miopia Oculi Dextra


-1.6797
1.20187

Derajat Miopia Oculi Sinistra


-1.6719
1.22546

Tabel 10. Distribusi Derajat Koreksi Miopia Berdasarkan Kelas di SDN Menteng 01

Kelas

1
2
3
4
5
6
Total

Miopia
Positif
Oculi Dextra
Oculi Sinistra
Ringan Sedang Berat Ringan Sedang Berat
<3
3-6
>6
<3
3-6
>6
1
2
0
1
2
0
4
0
0
4
0
0
2
2
0
2
2
0
4
1
0
4
1
0
3
0
0
3
0
0
12
1
0
11
2
0
26

Berdasarkan tabel 11, prevalensi

25

sebesar

45.7%.

Negatif

Total

12
10
15
9
11
1

15
14
19
14
14
14

58

90

Pada

penelitian

ini

miopia pada jenis kelamin laki-laki di SDN

didapatkan prevalensi miopia terbanyak pada

Menteng

jenis kelamin laki-laki.

01

memiliki

nilai

prevalensi

PREVALENSI MIOPIA PADA SISWA/I SDN MENTENG 01 DAN SISWA/I SDN


CEMPAKA BARU 11 PAGI

Tabel 11. Prevalensi Miopia Berdasarkan Jenis Kelamin di SDN Menteng 01

Jenis Kelamin

Count
% within Jenis
Kelamin
Count
% within Jenis
Kelamin
Count
% within Jenis
Kelamin

Total

Hasil perhitungan prevalensi miopia


di SDN Cempaka Baru 11 Pagi dapat dilihat

Miopia
Negatif
Positif
19
16

Total
35

54.3%

45.7%

100.0%

39

16

55

70.9%

29.1%

100.0%

58

32

90

64.4%

35.6%

100.0%

17.8% dari 90 siswa/i yang bersedia menjadi


responden mengalami miopia.

pada tabel 12. Sebanyak 16 siswa/i atau


Tabel 12. Prevalensi Miopia di SDN Cempaka Baru 11 Pagi
Miopia
Tidak
Ya
SDN Cempaka Baru
Count
74
16
11 Pagi
% within SDN
Cempaka Baru 11 Pagi
82.2%
17.8%

Berdasarkan

tabel

13,

Total
90
100.0%

rata-rata

perbedaan jumlah distribusi derajat koreksi

derajat koreksi miopia di SDN Cempaka

miopia antara mata kanan dan mata kiri di

Baru 11 Pagi pada mata kanan lebih besar

kelas 3.

dibandingkan dengan mata kiri, yaitu sebesar


-1.9 1.8 Dioptri. Distribusi prevalensi
miopia terbanyak berada di kelas 5 dan
derajat miopia ringan dimiliki oleh 13
siswa/i pada mata kiri serta 12 siswa/i pada
mata

kanan

(Tabel

14).

Didapatkan

PUTRI ELINDA KARINA, JURNALIS UDDIN

Tabel 13. Perhitungan Statistik Derajat Koreksi Miopia di SDN Cempaka Baru 11
Pagi
Derajat Miopia Oculi Dextra
Mean
Std. Deviation

Derajat Miopia Oculi Sinistra

1.9063
1.82546

1.7656
1.74754

Tabel 14. Distribusi Derajat Koreksi Miopia Berdasarkan Kelas di SDN Cempaka Baru 11 Pagi
Miopia
Positif
Kelas

Oculi Dextra

Oculi Sinistra

Negatif

Total

Ringan

Sedang

Berat

Ringan

Sedang

Berat

<3

3-6

>6

<3

3-6

>6

17

18

17

18

13

16

10

11

17

11

Total

12

13

74

90

Berdasarkan tabel 15, didapatkan

Pagi. Prevalensi miopia yang terbanyak pada

hasil perhitungan prevalensi miopia menurut

murid-murid berjenis kelamin perempuan

jenis kelamin di SDN Cempaka Baru 11

sebanyak 11 siswi atau 21.2%.

Tabel 15. Prevalensi Miopia Berdasarkan Jenis Kelamin di SDN Cempaka Baru 11 Pagi
Miopia
Jenis Kelamin

Count
% within Jenis
Kelamin

Tidak
33

Ya
5

Total
38

86.8%

13.2%

100.0%

PREVALENSI MIOPIA PADA SISWA/I SDN MENTENG 01 DAN SISWA/I SDN


CEMPAKA BARU 11 PAGI
P

Total

telah

Count
% within Jenis
Kelamin
Count
% within Jenis
Kelamin

41

11

52

78.8%

21.2%

100.0%

74

16

90

82.2%

17.8%

100.0%

Berdasarkan hasil penelitian yang

Prevalensi miopia terbanyak didapatkan di

dilakukan,

SDN Menteng 01, yaitu sebesar 32 siswa/i

didapatkan

perbedaan

prevalensi miopia antara SDN Menteng 01

atau sebesar 35.6% dari 90 responden.

dan SDN Cempaka Baru 11 Pagi yaitu 2 : 1.


Grafik 1. Perbedaan Prevalensi Miopia di SDN Menteng 01 dan SDN Cempaka Baru 11 Pagi

responden. Dari hasil tersebut didapatkan


PEMBAHASAN

perbedaan prevalensi miopia yaitu 2 : 1.


Siswa/i

dari

SDN

Menteng

01

Berdasarkan hasil penelitian yang

dikategorikan sebagai siswa/i dengan status

dilakukan,

perbedaan

sosial ekonomi tinggi. Hal tersebut didasari

prevalensi miopia di SDN Menteng 01

oleh status penggunaan Kartu Jakarta Pintar,

sebanyak 32 siswa/i atau 35.6% dari seluruh

dimana siswa/i dari SDN Menteng 01 tidak

responden dan SDN Cempaka Baru 11 Pagi

menggunakan Kartu Jakarta Pintar. Berbeda

sebanyak 16 siswa/i atau 17.8% dari seluruh

halnya dengan siswa/i dari SDN Cempaka

telah

didapatkan

Baru 11 Pagi yang dikategorikan sebagai

10

PUTRI ELINDA KARINA, JURNALIS UDDIN


siswa/i yang memiliki status sosial ekonomi

Terdapat

perbedaan

prevalensi

rendah dikarenakan seluruh responden dari

miopia pada setiap tingkatan kelas di kedua

SDN Cempaka Baru 11 Pagi menggunakan

Sekolah Dasar. Di SDN Menteng 01

fasilitas pemerintah berupa Kartu Jakarta

prevalensi miopia yang tertinggi terdapat

Pintar.

pada kelas 6, dan prevalensi miopia terendah


Dengan dibedakannya status sosial

terdapat pada kelas 1 dan kelas 5. Di SDN

ekonomi antara SDN Menteng 01 dan SDN

Cempaka Baru 11 Pagi prevalensi miopia

Cempaka Baru 11 Pagi, sehingga pada

yang tertinggi terdapat pada kelas 5, dan

penelitian

perbedaan

prevalensi terendah terdapat pada kelas 1

prevalensi miopia berdasarkan status sosial

dan kelas 2. Secara keseluruhan, terdapat

ekonomi sebanyak 2 : 1. Prevalensi miopia

peningkatan

lebih banyak terdapat pada SDN Menteng 01

dengan peningkatan pendidikan.

ini

didapatkan

dengan status sosial ekonomi tinggi.


Perbedaan

prevalensi

miopia

seiring

Hasil tersebut sesuai dengan teori


miopia

yang ada, bahwa tingkat pendidikan yang

berdasarkan faktor sosial ekonomi dari hasil

lebih tinggi di sekolah dan pendidikan

penelitian ini, sesuai dengan studi prevalensi

profesional

berbasis

dengan

populasi

prevalensi

di

Singapura

yang

pasca-sekolah

prevalensi

berhubungan

miopia.

Selain

itu,

menunjukkan peningkatan prevalensi miopia

prestasi pendidikan yang lebih tinggi lebih

dengan tempat tinggal yang

banyak

lebih baik,

ditemukan

dibandingkan

tinggi dan pekerjaan yang berhubungan

pendidikan kurang (5).

dengan aktivitas melihat dekat. Peluang

lebih tinggi untuk menderita miopia juga

sangat

ditemukan pada anak-anak Korea dari

Meningkatkan tingkat pendidikan memiliki

keluarga berpenghasilan tinggi (2).

efek yang kuat dengan terjadinya miopia dua

memiliki

Miopia memiliki hubungan yang


kuat

dengan

pendidikan.

prevalensi

kali lebih banyak pada mereka yang

miopia berdasarkan faktor sosial ekonomi

mencapai pendidikan yang lebih tinggi

pada penelitian ini diduga sesusai dengan

dibandingkan dengan yang meninggalkan

teori bahwa, sosio ekonomi berpengaruh

sekolah sebelum usia 16 tahun. Keterkaitan

pada

ini mungkin diakibatkan oleh sejumlah

insiden

perbedaan

yang

miopia

pendapatan bulanan individu yang lebih

Penyebab

dengan

menderita

miopia

dimana

melihat dekat sering dikerjakan (4).

aktivitas

faktor seperti, aktivitas kerja dekat lebih

PREVALENSI MIOPIA PADA SISWA/I SDN MENTENG 01 DAN SISWA/I SDN


CEMPAKA BARU 11 PAGI

11

besar dengan pendidikan lebih tinggi dan

membaca dan menulis, setidaknya di tingkat

kurangnya aktivitas di luar ruangan, atau

Sekolah Dasar (8).

faktor

terkait

dengan

kesempatan

Berdasarkan

hasil

perhitungan

pendidikan, seperti status sosial ekonomi

statistik mengenai derajat koreksi miopia,

atau gizi ibu (6).

didapatkan rata-rata derajat koreksi miopia

Prevalensi miopia pada jenis kelamin

di SDN Menteng 01 sebesar -1.67 1.2

laki-laki di SDN Menteng 01 menunjukan

dioptri pada mata kanan dan mata kiri dan di

persentase yang lebih besar yaitu 45.7%.

SDN Cempaka Baru 11 Pagi sebesar -1.9

Berbeda dengan SDN Cempaka Baru 11

1.8 dioptri pada mata kanan, -1.7 1.7

Pagi, didapatkan prevalensi miopia pada

dioptri pada mata kiri. Nilai rata-rata derajat

jenis

koreksi miopia pada penelitian ini memiliki

kelamin

perempuan

memiliki

persentase yang lebih besar yaitu 21.2%.

hasil yang tidak jauh berbeda dengan

miopia

beberapa penelitian yang telah dilakukan

berdasarkan jenis kelamin di SDN Cempaka

sebelumnya. Sebuah penelitian di salah satu

Baru 11 Pagi sesuai dengan penelitian yang

sekolah di Delhi menghasilkan rata-rata

telah dilakukan pada mahasiswa kedokteran

derajat koreksi sebesar -1.86 1.4 dioptri

di

tersebut

(Saxena et al., 2015). Selain itu, penelitian di

miopia

Beijing memiliki rata-rata derajat -1.64

antara mahasiswa kedokteran adalah 70,5%,

2.18 dioptri untuk mata kanan dan -1.46

dengan prevalensi lebih tinggi terdapat pada

2.19 dioptri untuk mata kiri (9).

Perbedaan

Mongolia,

menunjukkan

mahasiswa

prevalensi

penelitian

bahwa

perempuan

prevalensi

sebesar

72,8%

Derajat koreksi miopia sebesar < 3

dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki

Dioptri pada siswa/i SDN Menteng 01

sebesar 65,0%. Hasil penelitian ini sama

dimiliki oleh 26 siswa/i pada mata kanan dan

dengan hasil penelitian lain di Cina di

25 siswa/i pada mata kiri. Pada SDN

Weifang Medical University (7).

Cempaka Baru 11 Pagi derajat koreksi

Sebuah penelitian di Finlandia juga

miopia sebesar < 3 Dioptri dimiliki oleh 13

melaporkan perkembangan miopia lebih

siswa/i pada mata kiri dan 12 siswa/i pada

besar terdapat pada anak perempuan. Hal

mata kanan. Hasil tersebut sesuai dengan

tersebut mungkin disebabkan karena anak

penelitian yang dilakukan di Beijing, pada

perempuan cenderung untuk lebih banyak

penelitian

tersebut

juga

didapatkan

prevalensi miopia derajat ringan dan derajat

12

PUTRI ELINDA KARINA, JURNALIS UDDIN


sedang lebih tinggi pada anak-anak daripada

anisometropia terdapat kecenderungan untuk

yang terdapat di usia dewasa, dimana usia

mata kanan menjadi lebih rabun dari mata

dewasa yang dimaksud adalah usia 40+

kiri. Survei dari 1.168 responden pada suatu

tahun. Prevalensi miopia derajat berat, yaitu

penelitian

miopia dengan derajat koreksi 8.00 dioptri

kanan memiliki derajat koreksi miopia lebih

pada anak 17 tahun dan 18 tahun juga

besar di 55% kasus, sedangkan mata kiri di

memiliki nilai prevalensi yang rendah (9).

45% kasus, dan perbedaan ini bermakna

yang

secara statistik. Pada responden dengan

memiliki perbedaan derajat koreksi antara

anisometropia lebih dari 1,75 dioptri, mata

mata kanan dan kiri, ada pula beberapa

yang dominan selalu lebih miopia dari mata

siswa/i yang mengalami miopia dengan

yang tidak dominan (12).

Terdapat

beberapa

siswa/i

mengungkapkan

bahwa

mata

salah satu mata dalam keadaan normal,


kondisi ini disebut Anisometropia. Menurut

KESIMPULAN

definisi, anisometropia adalah suatu kondisi


dimana refraksi pada kedua mata tidak sama
(10)

1. Perbedaan

prevalensi

miopia

berdasarkan faktor sosial ekonomi di


Sloane 1979, membagi anisometropia

menjadi

beberapa

pertama,

Baru 11 Pagi yaitu 2 : 1. Prevalensi

perbedaan refraksi antara kedua mata kurang

miopia ditemukan lebih tinggi pada

dari 1.5 dioptri dimana kedua mata masih

SDN Menteng 01 dengan status

dapat dipakai bersama-sama dengan fusi

sosial

yang

adanya

baik

dan

tingkatan,

SDN Menteng 01 dan SDN Cempaka

stereoskopik.

Kedua,

ekonomi
pengaruh

tinggi.
faktor

Diduga
sosial

perbedaan refraksi antara kedua mata 1.5

ekonomi terhadap prevalensi miopia

dioptri 3 dioptri dan ketiga, perbedaan

pada penelitian ini.

refraksi lebih dari 3 dioptri (11).


Mata dominan pada anisometropia

2. Pada

penelitian

keseluruhan

ini,

secara

ditemukan

adanya

prevalensi

miopia

memiliki derajat koreksi miopia yang lebih

pengingkatan

tinggi dan panjang aksial bola mata yang

seiring dengan meningkatnya tingkat

lebih panjang dibandingkan dengan mata

pendidikan. Hal tersebut didasari

yang tidak dominan, terutama pada pasien

oleh jumlah siswa/i yang mengalami

dengan nilai anisometropia yang tinggi. Pada

miopia semakin bertambah pada

13

PREVALENSI MIOPIA PADA SISWA/I SDN MENTENG 01 DAN SISWA/I SDN


CEMPAKA BARU 11 PAGI
tingkat kelas yang lebih tinggi.

KEPUSTAKAAN

Prevalensi miopia di SDN Menteng


01 tertinggi terdapat pada kelas 6 dan

1. George, S., & Joseph, B B. (2014).

di SDN Cempaka Baru 11 Pagi

Study

prevalensi miopia tertinggi terdapat

Underlying

pada kelas 5.

Among The Students of A Medical

3. Pevalensi miopia pada jenis kelamin

on

Collage

The

in

Prevalence

Factors

of

Kerala.

and

Myopia

International

perempuan di SDN Cempaka Baru

Journal of Medical Research &

11 Pagi menunjukan persentase yang

Health Sciences, 3(2), 330 337.

lebih besar dibandingkan dengan

2. Foster, P J., & Jiang Y. (2014).

jenis kelamin laki-laki, yaitu 21.2%.

Epidemiology

of

myopia.

Berbeda dengan SDN Menteng 01,

(Lond), 28(2), 202208.

Eye

prevalensi miopia pada jenis kelamin

3. Suhardjo & Hartono. (2007). Ilmu

laki-laki memiliki jumlah yang lebih

Kesehatan Mata. Yogyakarta: Bagian

besar

Ilmu

yaitu

45.7%.

Perbedaan

Penyakit

prevalensi miopia berdasarkan jenis

Kedokteran

kelamin di SDN Cempaka Baru 11

Mada.

Pagi

sesuai

Universitas

Fakultas
Gadjah

beberapa

4. Dandona, R., & Dandona, L. (2001).

penelitian lain yang telah dilakukan

Refractive error blindness. Bulletin

diberbagai daerah.

of

4. Secara

dengan

Mata

keselurahan

didapatkan

bahwa di SDN Menteng 01, pada

World

Health

Organization.

www.who.int/iris/handle/10665/5807
4

mata kanan sebanyak 26 siswa/i dan

5. Mirshahi, A MD., et al. (2014).

pada mata kiri sebanyak 25 siswa/i

Myopia and Level of Education.

yang memiliki derajat koreksi miopia

American

sebesar < 3 Dioptri. Sedangkan pada

Ophthalmology, 121(10), 2047

SDN

2052.

Cempaka

penderita

11

dengan

Pagi,

of

derajat

6. Williams, K M. MPhil, FRCOphth.,

koreksi < 3 sebanyak 13 siswa/i pada

et al. (2015). Increasing Prevalence

mata kiri dan 12 siswa/i pada mata

of Myopia in Europe and the Impact

kanan.

miopia

Baru

Academy

14

PUTRI ELINDA KARINA, JURNALIS UDDIN


of Education. American Academy of

of

Ophthalmology, 122, 1489 1497.

Anisometropic

7. Wu, Y., et al. (2012). Risk factors for


myopia in Inner Mongolia medical
students in China. Open Journal of
Epidemiology, 2, 83 89.
8. Zhou, Wen-Jun., et al. (2016). FiveYear

Progression

of

Refractive

Errors and Incidence of Myopia in


School-Aged Children in Western
China. J Epidemiol, 2188(10), 1 10.
9. You, Qi Sheng., et al. (2014).
Prevalence of myopia in school
children in greater Beijing: the
Beijing Childhood Eye Study. Acta
Ophthalmologica, 32, 398 406.
10. Vaughan, G D., Asbury, T., RiordanEva, P. (2010). Oftalmologi Umum.
Edisi ke-14.

Jakarta:

Widya

Medika.
11. Kuswandari, Y., & Hamidah M A.
(2007). Hubungan Antara Besarnya
Anisometropia Dengan Kedalaman
Penglihatan

Binokuler

Dan

Ambliopia Pada Anak Usia Sekolah


Di Unit Rawat Jalan Mata RSU DR.
Soetomo

Surabaya.

Jurnal

Oftalmologi Indonesia, 5(1), 58 64.


12. Cheng, Ching-Yu., May-Yung Yen.,
Hsin-Yi Lin., Wei-Wei Hsia., &
Wen-Ming Hsu. (2004). Association

Ocular

Investigative

Dominance

and

Myopia.
Ophthalmology

&

Visual Science, 45(8), 2856 2860..