Anda di halaman 1dari 5

Diare Akut

Posted on Januari 23, 2009 by idmgarut

Definisi

Diareepisode keluarnya tinja cair sebanyak 3x/ lebih, atau lebih dari 1x keluarnya tinja cair yg berlendir atau
berdarah dalam 1 hari. 1

Diare akut diare yang berlangsung < 14 hari.1

Etiologi
Etiologi diare dapat dibagi beberapa faktor : 2
1. Faktor infeksi

a. Infeksi enteral infeksi pada GIT (penyebab utama)

Bakteri : Vibrio cholerae, Salmonella spp, E. coli dll

Virus : Rotavirus (40-60%), Coronavirus, Calcivirus dll

Parasit : (Ascaris, Oxyuris,dll), Protozoa (Entamoba histolica,Giardia Lambia, dll) Jamur (Candida
Albicans)

b. Infeksi parenteral infeksi di luar GIT (OMA, BP, Ensefalitis,dll)


2. Faktor malabsorbsi : KH, Lemak, Protein
3. Faktor makanan : basi/ beracun, alergi
4. Faktor psikologis : takut dan cemas

Patofisiologi
Patofisiologi diare yang disebabkan oleh virus dan bakteri : 1,3

VIRUS masuk enterosit (sel epitel usus halus) infeksi & kerusakan fili usus halus
Enterosit rusak diganti oleh enterosit baru (kuboid/ sel epitel gepeng yg blm matang) fungsi blm baik
Fili usus atropi sehingga tdk dpt mengabsorbsi makanan & cairan dgn baik

BAKTERI NON INFASIF (Vibrio cholerae, E. coli patogen) masuk lambungduodenum berkembang
biak bakteri masuk ke membranmengeluarkan subunit A & B meransang sekresi cairan usus,
menghambat absobsi tampa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebutvolume usus dinding usus
teregang DIARE

BAKTERI INFASIF (Salmonella spp, Shigella spp, E. coli infasif, Champylobacter) prinsip perjalanan
hampir sama, tetapi bakteri ini dapat menginvasi sel mukosa usus halus reaksi sistemik (demam, kram
perut) dan dapat sampai terdapat darah

Toksin Shigella masuk ke serabut saraf otak kejang

Berdasarkan patofisiologi diare dibagi atas : 1

1.

Diare osmotik : diare akibat adanya bahan yang tidak dapat diabsorbsi oleh lumen
usus hiperosmoler hiperperistalsis

2.

Diare sekretorik : terjadi akibat stimulasi primer dari enterotoksin atau oleh neoplasma

3.

Diare akibat gangguan motilitas usus : gangguan pada kontrol otonomik

KOMPLIKASI
Komplikasi diare dapat berupa : 4
1.

Kehilangan air dan elektrolit _ Dehidrasi, Hipokalemia, Asidosis metabolik, Kejang, Alkalosis metabolik

2.

Gangguan sirkulasi darah _ Syok hipovolemik

3.

Gangguan gizi _Hipoglikemia, Malnutrisi energi protein, Intolerasi laktosa sekunder

Penentuan derajat dehidrasi


Derajat dehidrasi dapat ditentukan sebagai berikut : 1,5
1.

Berdasarkan BB
Ringan _pe BB < 5 %
Sedang _pe BB 5 10 %
Berat _pe BB > 10 %

Menurut Haroen Noerasid (modifikasi)

Ringan _Rasa haus & Oliguria ringan


Sedang _Tanda diatas + turgor kulit, ubun2 & mata cekung
Berat _Tanda diatas + somnolen, sopor, koma, syok, nafas kussmaul

Langkah diagnostik

Riwayat

Jumlah dan konsistensi tinja

Muntah

Rasa haus

Episode diare

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum klien _gelisah, mudah marah, lemah, kesadaran

Tandatanda vital

BB

Status

hidrasi _ kecekungan

ubun-ubun,

Urin

Output,

Mukosa

membran,Turgor kulit, Kecekungan kelopak mata, Air mata

Tanda2 hipokalemi _Bising usus, distensi usus, Menurunnya kemampuan


kontraksi otot

Pola pernafasan _Pernafasan Kussmaul

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada pasien diare : 1,5

Pemeriksaan tinja

Makroskopis dan mikroskopis

PH dan kadar gula dalam tinja

Kultur dan uji resistensi

Pemeriksaan keseimbangan asam

basa AGD

Urinalisis : Bj, endapan

Pemeriksaan kadar ureum

kreatinin faal ginjal

Pemeriksaan keseimbangan cairan &


elektrolit Hb-Ht, Na, K, Ca dan F

EKG menilai deplesi elektrolit


(biasanya kalium)

Penatalaksanaan diare
Prinsip penatalaksanaan diare adalah mempertahankan kebutuhan cairan tubuh supaya
tidak terjadi dehidrasi karena penyebab diare yang paling banyak adalah Rotavirus. 2,3

Penatalaksanaan dehidrasi
Penatalaksanaan dehidrasi pada pasien diare adalah sebagai berikut : 4,5

Berikan cairan sesuai indikasi

Jumlah

Tanpa dehidrasi: ASI semaunya, kemudian oralit setiap kali mencret

atau muntah dengan dosis :

Kurang dari satu tahun : 50-100cc

1-5 tahun 100-200 cc

Lebih dari 5 tahun : semaunya

Dehidrasi Berat

Kurang dari 1 tahun, 20-30 cc/kgBB dalam 1 jam, dilanjutkan

70 cc/kgBB dalam 5 jam berikutnya

Lebih dari satu tahun 20-30 cc/kgBB dalm 1/2 jam dilanjutkan

70 cc/kgBB dalam 2 jam berikutnya


Dehidrasi ringan sedang

50 -100 cc/kgBB (2-4 jam)

Oralit setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan), 100-200 cc (> 24

bulan)
Pilihan Cairan

Beri RL (utama) atau NaCl

Jika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan RL

Jika muntah2 maka berikan Dekstros dan NaCl, tetapi jika pasien

muntah + diare utamakan RL

Oralit

Cara Pemberian

IV _ Untuk dehidrasi berat

Enteral _Untuk dehidrasi ringan, sedang tetapi anak tidak mau/ tidak

dapat minum atau jika kesadaran menurun

Oral _Bila kesadaran anak baik, anak mau minum, biasanya diberikan

untuk dehidrasi ringan dan sedang


Observasi kondisi fisik pasien terutama status hydrasi
Kolaborasi

Pemeriksaan laboratorium

Medikasi : antibiotik, antiparasitik

Penyuluhan

Pemberian Cairan

Berikan ASI eksklusif 4-6 bulan _Menjaga kebersihan payudara

Terus menyusui bayi ketika sedang sakit maupun ketika sehat

Cara menjaga ASI supaya tetap baik dikonsumsi bayi jika Ibu bekerja

Jenis dan jumlah cairan yang dapat diberikan kepada anak jika anak

diare, DLL

Diet

Berikan makanan tambahan sesuai dengan usia anak

Berikan diet secara bervariasi

Cara

memasak

dan

menyajian

makanan

yang

sehat

(misal:

menggunakan cangkir daripada botol, wadah harus bersih, makanan


hangat, DLL)

Penggunaan air

Air yang digunakan untuk makan/ minum harus direbus matang

Sumber air dan jamban yang layak

Perilaku sehat

Cuci tangan
Daftar Pustaka

1.

Noersaid H, Suraatmadja, Asnil P O. Gastroenteritis (Diare) Akut dalam Gastroenterologi anak Praktis.
Jakarta. FKUI; 1999. 51-76

2.

Cahyadi E, Gastroenteritis. http://emedicine.com/EMERG/topic380.htm(diakses 5 april 2008)

3.

Alatas H, Hassan R. Buku Kuliah Ilmu Keehatan Anak jilid 1. Jakarta. FKUI; 1999

4.

Diagnosa Diare dan Klasifikasi


Dehidrasi.http://www.medicastore.com/med/index.php (diakses 5 April 2008)

5.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diare akut dalam Standart Pelayanan Medis Kesehatan Anak Edisi I 2004 ;
49-5