Anda di halaman 1dari 4

Jenis Gangguan Keamanan Jaringan

1.
Carding, yaitu pencurian data terhadap identitas perbankan
seseorang. contoh pencurian nomor kartu kredit yang dimanfaatkan
untuk berbelanja online.
2.
Physing, yaitu berupa pemalsuan terhadap data resmi.
3.
Deface, yaitu perubahan terhadap bentuk atau tampilan website.
4.
Hacking, yaitu perusakan pada infastruktur jaringan komputer yang
sudah ada.
Macam-Macam Keamanan Jaringan
1.
Autentikasi adalah proses pengenalan peralatan, sistem operasi,
aplikasi dan identitas user yang terhubung dengan jaringan komputer.
misalnya user memasukkan username dan password pada saat login ke
jaringan.
2.
Enkripsi (kerahasiaan data) adalah teknik pengkodean data yang
dapat berguna untuk menjaga data.
3.
VPN (Virtual Private Network) adalah jaringan komunikasi lokal yang
dapat terhubung melalui media jaringan. fungsi dari VPN tersendiri
untuk memperoleh komunikasi yang aman melalui internet.
4.
DMZ (De-Militerized Zone) berfungsi untuk melindungi sistem
internal dari serangan hacker.
Adapun Tips Keamanan Jaringan
1.
Gunakan AntiVirus yang sesuai dengan kebutuhan kita berfungsi
untuk mencegah berbagai macam-macam virus komputer.
2.
Update Komputer, jangan hanya mengupdate anti virus saja
alangkah baiknya kita juga harus mengupdate sofware yang terinstall di
komputer kita demi keamanan komputer.
3.
Jangan sembarang Browsing kebiasaan manusia biasanya
mengunjungi situs bajakan seperti mp3,mp4 bajakan. padahal disitus
tersebut ada virus pathogen yang dapat menyebar ke komputer kita.
Ancaman dan Serangan terhadap Keamanan jaringan
1.
Ancaman Fisik dapat berupa.
Gangguan pada kabel
Konsleting
Data tak tersalur dengan baik
Kerusakan harddisk
2. Ancaman Logik dapat berupa.
Deface (merubah tampilan)
Malicious Code ( ancaman menggunakan kode berbahaya)
Request flooding (ancaman dengan membanjiri banyak request
pada sistem)
Social engineering (ancaman pada sisi sosial dengan memanfaatkan
kepercayaan pengguna)
Aspek keamanan didefinisikan kelima titik ini :

Kerahasiaan (Confidentiality) Membutuhkan bahwa informasi


(data) hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki otoritas.

Integritas (Integrity) Membutuhkan bahwaa informasi hanya


dapat diubah oleh pihak yang memiliki otoritas.

Ketersediaan (Availability ) Mensyaratkan bahwa ketersediaan


informasi yang tersedia bagi mereka yang memiliki wewenang ketika
dibutuhkan.

Otentikasi (Authentication) Membutuhkan bahwa pengirim


informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan tidak ada jaminan
bahwa identitas palsu tidak diperoleh.

Nonrepudiation Membutuhkan bahwa baik pengirim dan penerima


informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.
Attack (Serangan) untuk keamanan dapat dikategorikan ke dalam
empat kategori utama :

Gangguan (Interruption) Aset dari sistem di bawah serangan


sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat digunakan oleh pihak
berwenang. Contohnya adalah perusakan / modifikasi perangkat keras
atau jaringan saluran.

Intersepsi
(Interception) Orang
yang
tidak
berwenang mendapatkan akses ke aset. Pihak bersangkutan dimaksud
bisa orang, program, atau sistem lain. Contohnya adalah penyadapan
data dalam jaringan.

Modifikasi (Modification) Orang yang tidak berwenang dapat


membuat perubahan pada aset. Contohnya adalah perubahan nilai file
data, memodifikasi program sehingga tidak beres, dan modifikasi
pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.

Fabrikasi (Fabrication) Sebuah pihak yang tidak berwenang


menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah
mengirimkan pesan palsu kepada orang lain.
Ada beberapa prinsip yang perlu dihindari dalam menangani
masalah keamanan :

Diam dan semua akan baik-baik saja

Menyembunyikan dan mereka tidak akan dapat menemukan Anda

Teknologi yang digunakan kompleks / Unix, yang berarti aman.


Administrator Jaringan Komputer
Ada beberapa definisi administrasi jaringan, antara lain :

Controlling corporate strategic (assets) (Mengendalikan


strategis (aset))

Controlling complekxity (complekxity pengendali)

Improving service (layanan yang baik)

Balancing various needs (menyeimbangkan berbagai


kebutuhan)

Reducing downtime (mengurangi downtime)

Controlling costs (biaya pengendalian)


beberapa hal umum yang harus dikuasai seorang administrator jaringan ;
Pengetahuan teori dasar dan praktek komputer, sangat penting karena
menjadi administrator jaringan komputer paham dengan bagaimana
sistem komputer itu sendiri dapat dipahami dengan baik.
Pengetahuan tentang hardware jaringan komputer seperti; repeater,
hub, switch, router, antena, kabel dan berbagai perangkat pendukung

lainnya, pemahaman yang meliputi cara kerja, instalasi dan


konfigurasi.
Memahami routing Pemahaman tentang teori dan konfigurasi routing
harus dikuasai dengan baik untuk dapat membangun jaringan yang
baik itu sangat diperlukan, terutama jika komputer atau perusahaan
sub-organisasi yang sangat banyak.
Pengetahuan tentang sistem keamanan komputer, terutama jaringan
(keamanan jaringan) akan sangat membantu dan memberikan nilai
lebih.
Selain kemampuan teori dan praktek yang harus unggul dalam hal lain
adalah memiliki etika profesional, ada etika profesi dan tidak ada sikap
yang tidak baik maka semua kemampuan menguasai teori dan praktek
tidak akan berarti banyak.
Fungsi dan Tugas Administrator Jaringan
Ada beberapa fungsi dan administrator, tetapi secara garis besar dapat
dinyatakan dari irisan antara jaringan, hardware, dan aplikasi. Tugas
administrator jaringan :
Manajemen keamanan (Security managemen) pekerjaan berfokus pada
masalah Network administrator keamanan jaringan adalah sebagai
berikut :
1.
Firewall adalah
sebuah
sistem
atau
perangkat
yang
memungkinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melalui
itu dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk
melaluinya dan mencegah lalu lintas yang dianggap tidak aman.
Pada firewall terjadi beberapa proses yang memungkinkannya
melindungi jaringan, diantaranya :
a. Modifikasi Header Paket berfungsi untuk memodifikasi kualitas
layanan bit paket TCP sebelum mengalami proses routing.
b. Translasi Alamat Jaringan berfungsi untuk metranslasikan alamat IP
privat ke IP publik.
c. Filter Paket berfungsi untuk menentukan nasib paket apakah dapat
diteruskan atau tidak.
Adapun jenis-jenis firewall ada 4 :
a. Packet Filtering Gateway bertugas untuk melakukan filterisasi
terhadap paket-paket yang datang dari luar jaringan yang
dilindunginya.
b. Application Layer Gateway bertugas melakukan filterisasi pada layer
aplikasi
c. Circuit Level Gateway bekerja pada bagian lapisan transport dari
model referensi TCP/IP, firewall ini melakukan pengawasan terhadap
awal hubungan TCP.
d. Statefull Multilayer Inspection Firewall merupakan penggabungan
dari ketiga firewall tersebut, firewall ini bekerja pada laipasan
Aplikasi, Transport dan Internet. Firewall ini memberikan tingkat
keamanan yang paling tinggi.
2.
Username : Nama pengguna akan digunakan sebagai informasi
untuk login Password Control :password control adalah yang dimiliki
oleh pengguna system.

3.

Resource access : admin jaringan dapat melakukan pembatasan


penggunaan sumber daya sesuai dengan izin yang diberikan.