Anda di halaman 1dari 10

NAMA:

ADITYA PUTRA DHARMA (03071181419088)


LAODE MOSES (03071281419043)
M. AZINUDDIN PAMUNGKAS (03071281419048)
RIZKY AULIA SUHADA (03071281419048)

RESUME EKSPLORASI BATUBARA

1. Tahapan Eksplorasi Menurut SNI


Menurut SNI-13-4726-1998, terdapat beberapa tahapan eksplorasi. Tahapan
eksplorasi itu sendiri merupakan

urutan

dilaksanakan

sebagai

melalui

tahap

penyelidikan
berikut

geologi
Survai

yang

umumnya

tinjau,

Prospeksi,

Eksplorasi Umum dan Eksplorasi Rinci. Tujuan tahapan eksplorasi ini adalah untuk
mengidentifikasi pemineralan (mineralisasi), menentukan ukuran, bentuk, sebaran,
kuantitas dan kualitas dari pada suatu endapan mineral untuk kemudian dapat dilakukan
analisa/kajian kemungkinan dilakukannya investasi.
a. Survei Tinjau,
Adalah

tahap

eksplorasi

untuk

mengidentifikasi

daerah-daerah yang

berpotensi bagi keterdapatan mineral pada skala regionalterutama berdasarkan


hasil studi geologi regional, di antaranya pemetaangeologi regional, pemotretan
udara dan metoda tidak langsung lainnya,dan inspeksi lapangan pendahuluan
yang penarikan kesimpulannyaberdasarkan ekstrapolasi. Tujuannya adalah
untuk mengidentifikasidaerah-daerah anomali atau mineralisasi yang prospektif
untuk diselidikilebih lanjut. Perkiraan kuantitas sebaiknya hanya dilakukan
apabiladatanya cukup tersedia atau ada kemiripan dengan endapan lain
yangmempunyai kondisi geologi yang sama.
b. Prospeksi
Merupakan tahap eksplorasi dengan jalan
yangmengandung

endapan mineral

mempersempit

yang potensial.

Metoda

daerah
yang

digunakanadalah pemetaan geologi untuk mengidentifikasi singkapan, dan


metodayang tidak langsung seperti studi geokimia dan

geofisika. Paritan

yangterbatas,

pemboran

dilaksanakan.Tujuannya
mineral

adalah

dan

pencontohan

untuk

mungkin

mengidentifikasi

suatu

juga
endapan

yangakan menjadi target eksplorasi selanjutnya. Estimasi kuantitas

dihitungberdasarkan interpretasi data geologi, geokimia dan geofisika.\


c. Eksplorasi Umum
Merupakan tahap eksplorasi yang merupakan deliniasi awal dari suatuendapan
yang teridentifikasi. Metoda yang digunakan termasuk pemetaangeologi,
pencontohan dengan jarak yang lebar, membuat paritan danpemboran
untuk evaluasi pendahuluan kuantitas dan kualitas dari suatuendapan. Interpolasi
bisa dilakukan secara terbatas berdasarkan metoda penyeledikan tak langsung.
Tujuannya adalah untuk menentukan gambaran geologi suatu endapan mineral
berdasarkan indikasi sebaran,perkiraan
sebaran,

kuantitas

digunakan

dan kualitasnya.

untuk menentukan

awal

mengenai

Tingkat

ketelitian

apakah

studi

ukuran,

bentuk,

sebaiknya

kelayakan

dapat

tambang

dan

eksplorasi rinci diperlukan.


d. Eksplorasi Rinci
Merupakan tahap eksplorasi untuk mendeliniasi secara rinci dalam 3dimensi

terhadap

endapan

pencontohansingkapan,
Jarakpencontohan

paritan,

sedemikian

mineral
lubang
rapat

yang
bor,

sehingga

telah
shafts
ukuran,

diketahui
dan

dari

terowongan.

bentuk,

sebaran

,kuantitas dan kualitas dan ciri-ciri yang lain dari endapan mineral tersebutdapat
ditentukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Uji pengolahan dari pencontohan
ruah (bulk sampling) mungkin di perlukan.
e. Laporan Eksplorasi
Merupakan

dokumentasi

mutakhir

dari

setiap

tahap

eksplorasi

yang

menggambarkan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualita sendapan


mineral. Laporan tersebut memberikan status mutakhir mengenai sumber
daya mineral yang dapat digunakan untuk menentukan tahap eksplorasi
berikutnya atau studi kelayakan tambang. Dari hasil kegiatan tahapan eksplorasi
ini didapatkan berupa klasifi

2. Klasifikasi Cadangan Menurut USGS


Sumber daya batubara (Coal Resources) adalah bagian dari endapan batubara yang
diharapkan dapat dimanfaatkan. Sumber daya batu bara ini dibagi dalam kelas-kelas
sumber daya berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kualitatif
oleh kondisi geologi/tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik
informasi. Sumberdaya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah
dilakukan kajian kelayakan dinyatakan layak.
Cadangan batubara (Coal Reserves) adalah bagian dari sumber daya batubara yang
telah diketahui dimensi, sebaran kuantitas, dan kualitasnya, yang pada saat
pengkajian kelayakan dinyatakan layak untuk ditambang.
Klasifikasi sumber daya dan cadangan batubara didasarkan pada tingkat keyakinan
geologi dan kajian kelayakan. Pengelompokan tersebut mengandung dua aspek,
yaitu aspek geologi dan aspek ekonomi.
1. Kelas Sumber Daya
a. Sumber Daya Batubara Hipotetik (Hypothetical Coal Resource)
Sumber daya batu bara hipotetik adalah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian
dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syaratsyarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan survei tinjau.Sejumlah kelas sumber
daya yang belum ditemukan yang sama dengan cadangan batubara yg diharapkan
mungkin ada di daerah atau wilayah batubara yang sama dibawah kondisi geologi
atau perluasan dari sumberdaya batubara tereka. Pada umumnya, sumberdaya
berada pada daerah dimana titik-titik sampling dan pengukuran serat bukti untuk
ketebalan dan keberadaan batubara diambil dari distant outcrops, pertambangan,
lubang-lubang galian, serta sumur-sumur. Jika eksplorasi menyatakan bahwa
kebenaran dari hipotesis sumberdaya dan mengungkapkan informasi yg cukup
tentang kualitasnya, jumlah serta rank, maka mereka akan di klasifikasikan kembali
sebagai sumber daya teridentifikasi (identified resources).
b. Sumber Daya Batubara Tereka (inferred Coal Resource)
Sumber daya batu bara tereka adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau
bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi
syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan prospeksi. Titik pengamatan

mempunyai jarak yang cukup jauh sehingga penilaian dari sumber daya tidak dapat
diandalkan. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah
penutup, rank, dan kualitas data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti
geologi dalam daerah antara 1,2 km 4,8 km. termasuk antrasit dan bituminus
dengan ketebalan 35 cm atau lebih, sub bituminus dengan ketebalan 75 cm atau
lebih, lignit dengan ketebalan 150 cm atau lebih.
c. Sumber Daya Batubara Tertunjuk (Indicated Coal Resource)
Sumber daya batu bara tertunjuk adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau
bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi
syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan. Densitas dan
kualitas titik pengamatan cukup untuk melakukan penafsiran secara relistik dari
ketebalan, kualitas, kedalaman, dan jumlah insitu batubara dan dengan alasan
sumber daya yang ditafsir tidak akan mempunyai variasi yang cukup besar jika
eksplorasi yang lebih detail dilakukan. Daerah sumber daya ini ditentukan dari
proyeksi ketebalan dan tanah penutup, rank, dan kualitas data dari titik pengukuran
dan sampling berdasarkan bukti gteologi dalam daerah antara 0,4 km 1,2 km.
termasuk antrasit dan bituminus dengan ketebalan 35 cm atau lebih, sib bituminus
dengan ketebalan 75 cm atau lebih, lignit dengan ketebalan 150 cm.
d. Sumber Daya Batubara Terukur (Measured Coal Resourced)
Sumber daya batu bara terukur adalah jumlah batu bara di daerah peyelidikan atau
bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi
syaratsyarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci. Densitas dan kualitas titik
pengamatan cukup untuk diandalkan untuk melakukan penafsiran ketebalan
batubara, kualitas, kedalaman, dan jumlah batubara insitu. Daerah sumber daya ini
ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup, rank, dan kualitas data dari
titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti geologi dalam radius 0,4 km.
Termasuk antrasit dan bituminus dengan ketebalan 35 cm atau lebih, sub bituminus
dengan ketebalan 75 cm atau lebih, lignit dengan ketebalan 150 cm.

2. Penghitungan Sumber Daya

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung sumberdaya


batubara di daerah penelitian. Pemakaian metode disesuaikan dengan kualitas data,
jenis data yang diperoleh, dan kondisi lapangan serta metode penambangan
(misalnya sudut penambangan). Karena data yang digunakan dalam penghitungan
hanya berupa data singkapan, maka metode yang digunakan untuk penghitungan
sumber daya daerah penelitian adalah metode Circular (USGS)
Aturan Penghitungan Sumberdaya Batubara dengan Metode Circular (USGS) (Wood
et al., 1983)

Gambar 1. Aturan Penghitungan Sumberdaya Batubara dengan Metode Circular (USGS) (Wood et
al., 1983)

Penghitungan sumber daya batubara menurut USGS dapat dihitung dengan rumus

Tonnase batubara = A x B x C, dimana


A = bobot ketebalan rata-rata batubara dalam inci, feet, cm atau meter
B = berat batubara per stuan volume yang sesuai atau metric ton.
C = area batubara dalam acre atau hektar

3. Klasifikasi Cadangan menurut standar Australia ( JORC )


1.Kategori Cadangan berdasarkan Geologi
Diidentifikasi (Mineral) Sumber: badan khusus mineral-bantalan bahan yang lokasi,
kuantitas, dan kualitas diketahui dari pengukuran tertentu atau perkiraan dari bukti
geologis. Sumber daya diidentifikasi meliputi komponen ekonomi dan subeconomic.:
Untuk mencerminkan derajat jaminan geologi, sumber daya diidentifikasi dapat dibagi
menjadi kategori berikut:
a. Terukur
Sumber Daya yang tonase dihitung dari dimensi terungkap dalam singkapan, parit,
kerja, dan lubang bor, dan untuk yang kelas dihitung dari hasil sampling rinci. Situs
untuk inspeksi, pengambilan sampel, dan pengukuran jarak begitu dekat, dan karakter
geologi sangat didefinisikan dengan baik, bahwa ukuran, bentuk, dan kandungan
mineral yang mapan.
b. Diindikasikan
Sumber Daya yang tonase dan kelas dihitung dari informasi yang serupa dengan yang
digunakan untuk sumber daya diukur, tetapi situs untuk inspeksi, pengambilan
sampel, dan pengukuran jauh terpisah atau sebaliknya kurang memadai spasi.
Tingkat jaminan, meskipun lebih rendah dari sumber daya dalam kategori diukur,
cukup

tinggi

untuk

mengasumsikan

kontinuitas

antara

titik

pengamatan.

Menunjukkan: Sebuah istilah kolektif untuk jumlah sumber daya terukur dan
terindikasi.
c. Tersirat
Sumber Daya yang perkiraan kuantitatif sebagian besar didasarkan pada
pengetahuan yang luas dari karakter geologi deposit dan yang ada sedikit, jika ada,
contoh atau pengukuran.. Perkiraan didasarkan pada kontinuitas diasumsikan atau

pengulangan yang ada bukti geologi. Bukti ini mungkin termasuk perbandingan
dengan deposito sejenis.. Tubuh yang benar-benar tersembunyi dapat dimasukkan
jika ada bukti geologi tertentu kehadiran mereka. Perkiraan sumber daya tereka harus
dinyatakan secara terpisah dan tidak digabungkan dalam total tunggal dengan
sumber daya diukur atau ditandai.

2. Kategori sumber daya berdasarkan pertimbangan ekonomi.


a. Ekonomi
Istilah ini menyiratkan bahwa, pada saat penentuan, ekstraksi menguntungkan atau
produksi di bawah asumsi investasi didefinisikan telah ditetapkan, analitis
menunjukkan, atau diasumsikan dengan kepastian yang memadai.
Subeconomic
Istilah ini mengacu ke sumber-sumber yang tidak memenuhi kriteria ekonomi, sumber
daya subeconomic termasuk kategori paramarginal dan submarginal.
b. Paramarginal
Itu bagian dari sumber daya subeconomic yang, pada waktu penentuan, hampir
memenuhi kriteria untuk ekonomi. Karakteristik utama dari kategori ini adalah
ketidakpastian ekonomi dan / atau kegagalan (meskipun hanya) untuk memenuhi
kriteria yang menentukan ekonomiTermasuk sumber daya yang dapat menghasilkan
perubahan didalilkan diberikan dalam faktor ekonomi atau Teknologi.

4. Klasifikasi Cadangan menurut standar Kode Komite Cadangan Mineral


Indonesia ( KCMI )
Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia, yang selanjutnya disingkat Kode-KCMI
adalah suatu panduan minimum yang dibuat oleh suatu komite bersama/ gabungan
yang dibentuk oleh Organisasi Profesi yang harus diacu oleh setiap CPI dalam
penyusunan laporan hasil kegiatan eksplorasi, estimasi sumberdaya, dan cadangan
mineral dan batubara
Laporan hasil kegiatan eksplorasi, estimasi sumberdaya mineral dan batubara,
serta estimasi cadangan mineral dan batubara merupakan faktor penentu dalam

keberlanjutan pelaksanaan kegiatan usaha pertamangan mineral dan batubara dan


harus dilaporkan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah dan teknis yang
berlaku seara universal
Laporan hasil kegiatan eksplorasi, estimasi sumberdaya mineral dan batubara,
serta estimasi sumberdaya mineral dan batubara yang baik dan benar sebagaimana
dimaksud harus memenuhi prinsip dasar :
Transparansi, bahwa laporan hasil kegiatan eksplorasi serta estimasi sumberdaya
dan cadangan mineral menyajikan informasi yang cukup dan jelas dan tidak
menimbulkan pengertian ganda dan jelas tidak menyesatkan terhadap laporan
tersebut.
Materialitas, bahwa laporan hasil kegiatan eksplorasi serta estimasi sumberdaya
dan cadangan harus berisi semua informasi yang relevan dalam mendukung suatu
pernyataan atau kesimpulan dalam pengambilan pembuatan laporan eksplorasi,
estimasi sumberdaya dan cadangan.
Kompetensi, bahwa laporan hasil kegiatan eksplorasi serta estimasi sumberdaya
dan cadangan harus didasarkan pada hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan
dan disusun oleh orang yang memiliki kemampuan yang sesuai dengan kapasitas
dan kapabilitas dalam membuat laporan sesuai dengan keahliannya, dan terikat oleh
kode etik dan kode lainnya yang ditetapkan oleh organisasi profesi yang
menaunginya.
Laporan publik berkenaan dengan hasil-hasil ekplorasi sumberdaya mineral atau
cadangan bijih merupakan tanggung jawab dari dewan direksi perusahaannya.
Semua laoran tersebut harus berdasarkan, dan mencerminkan secara wajar informasi
dan dokumen pendukung yang disiapkan oleh seorang atau beberapa Competent
Person Indonesi (CPI). Sebuah perusahaan yang menerbitkan laporan publik harus
mengumumkan nama atau nama-nama pegawai dari CPI tersebut, menyatakan
apakah CPI itu sebagai pegawai tetap perusahaan, dan jika tidak, harus
mencantumkan nama perusahaan dimana CPI bekrja. Laporan tersebut dapat

dikeluarkan dengan izin tertulis dari seorang atau beberapa CPI berkenaan dengan
bentuk dan isi laporan tersebut.
Sumberdaya mineral terukur dapat dikonversi menjadi cadangan bijih terbukti
ataupun cadangan bijih terkira. CPI dapat mengkonversi sumberdaya mineral terukur
menjadi cadangan bijih terkira karena adanya ketidak-pastian terhadap beberapa
atau semua faktor pengubah yang dipakai sebagai pertimbangan pada saat
mengkonversi sumberdaya mineral menjadi cadangan bijih. Hubungan tersebut
diperlihatkan oleh garis panah putus-putus pada gambar 1. Meskipun arah garis
panah putus-putus mengandung komponen vertikal, todak berarti ada penurunan
dalam level pengetahuan atau keyakinan geologi. Pada situasi demikian faktor
pengubah harus diterangkan secara jelas.
a. Pelaporan Sumberdaya Mineral
Sumberdaya mineral adalah suatu konsentrasi atau keterjadian dari material yang
memiliki nilai ekonomi pada atau diatas kerak bumi, dengan bentuk, kualitas, dan
kuantitas tertentu yang memiliki keprpeksian yang beralasan untuk pada akhirnya
dapat diekstraksi secara ekonomis. Lokasi, kuantitas, kadar, karakteristik, geologi dan
kemenerusan

dari

sumberdaya

mineral

harus

diketahui,

diestimasi

atau

diinterpretasikan berdasar bukti-bukti dan pengetahuan geologi yang spesifik.


Sumberdaya mineral dikelompokkan lagi berdasar tingkat keyakinan geologinya,
kedalam kategori tereka, terunjuk dan terukur
b. Pelaporan Cadangan Bijih
Cadangan bijih adalah bagaian dari sumberdaya mineral terukur dan/ atau terunjuk
yang dapat ditambang secara ekonomis. Hal ini termasuk tambahan material dilusi
ataupun material hiang, yang kemungkinan terjadi ketika material tersebut
ditambang. Pada klasifikasi ini pengkajian dan studi yang tepat sudah dilakukan, dan
termasuk pertimbangan dan modifikasi dari asumsi yang realitas atas faktor-faktor
penambangan,

metalurgi,

ekonomi

pemasaran,

hukum,

lingkungan,

sosial,

pemerintahan. Pada saat laporan dibuat, pengkajian ini menunjukkan bahwa

ekstraksi telah dapat dibenarkan dan masuk akal. Cadangan bijih dipisahkan berdasar
naiknya tingkat keyakinan menjadi cadangan bijih terkira dan cadangan bijih terbukti.

Beri Nilai