Ratu Tamalate

Makassar, Sulawei Selatan
Oleh : Rachmawati

Pada Jaman Dahulu kala di sebuah hutan Tamalate yang sangat hijau, hiduplah
sekelompok Kupu-kupu yang memiliki sayap indah, makanan mereka sangat berlimpah,
karena dihutan tersebut terdapat sebuah taman bunga, yang dirawat indah oleh sang ratu
kupu-kupu yang bernama Tamalate. Setiap tumbuhan yang dihinggapi oleh sang ratu akan
berbunga sangat banyak dan memiliki madu yang sangat manis, sehingga kecukupan pangan
untuk rakyat dihutan Tamalate, Terpenuhi.

Hingga pada suatu hari datanglah seorang putri cantik dari Negeri Rappocini, Dia
biasa di panggil Andi Asseng, yang sedang berburu kupu-kupu untuk di jadikan pajangan
istana. Sang Putri meletakkan sebuah perangkap yang terbuat dari getah pohon lobi-lobi
untuk menangkap kupu-kupu pada sebuah putik bunga. Dan Ratu Tamalate pun Terjebak
pada getah tersebut. Gerombolan kupu-kupu lainnya menjerit ketakutan dan sangat panik
melihat sang Ratu Terjebak “Terbanglah kalian sejauh mungkin”, teriak Ratu Tamalate
kepada Rakyatnya. Gerombolan kupu-kupu lainnya segera terbang menjauh dari taman
bunga tersebut.

Andi Asseng sangat takjub dan bahagia melihat keindahan sayap kupu-kupu yang
terjebak pada perangkapnya. Belum pernah dalam hidup sang putri, melihat kupu-kupu
berukuran besar dan memiliki sayap yang sangat indah. “Oh indahnya, Kamu cantik sekali..”,
seru sang putri.

Andi Asseng segera ingin memasukkan hasil tangkpaannya hari ini, ke dalam Plastik
pengawet, namun, Ratu Tamalate memohon agar dirinya tidak dimasukkan ke dalam plastik
tersebut dan berjanji pada Andi Asseng, jika kelak dia dibiarkan terbang lepas di taman
Negeri Rappocini, maka buah-buahan yang dihinggapinya akan berbuah sangat lebat dan
Manis. Andi Asseng pun sepakat dengan permohonan Ratu Tamalate dan membawa pulang
kupu-kupu hasil tangkapannya hari ini.

Benar saja, Ratu Tamalate memenuhi janjinya pada Andi Asseng, pohon buah lobe-
lobe yang dihinggapi oleh Ratu Tamalate berbuah sangat lebat dan Manis. Negeri Rappocini
pada akhirnya terkenal dengan hasil buah lobe-lobe yang sangat manis dan banyak. Berita
tentang rasa buah lobe-lobe yang sangat manis tersebar ke seantero negeri tetangga.
Hingga pada akhirnya Raja Gowa mendengar hal tersebut. Dan segera mengirim utusannya
untuk menukar Ratu Tamalate dengan berbagai perhiasan mahal miliknya. Dengan senang
hati Andi Asseng menyerahkan Ratu Tamalate kepada Raja Gowa. Demi mendapatkan
perhiasan yang sangat indah.

Sesampainya Diistana Raja Gowa, Ratu Tamalate memohon kepada Raja Gowa, agar
dia diijinkan terbang bebas seperti di negeri Rappocini, dan seminggu sekali diijinkan untuk
terbang pulang ke Negeri Tamalate, agar rakyatnya tetap dapat menikmati madu di taman
bunga miliknya, yang terletak tidak jauh dari kerajaan Gowa. Dan memohon agar Raja
Gowa mengeluarkan larangan kepada Rakyat, untuk menangkap kupu-kupu yang terbang
bebas diseluruh negeri. Raja Gowa pun
menyetujui permintaan Ratu Tamalate, dengan
satu syarat Ratu Tamalate tidak ingkar dengan
ucapannya.

Rakyat Hutan Tamalate sangat senang
dengan kedatangan Ratu Tamalate yang
menghilang sejak beberapa bulan lamanya,
setelah peristiwa penangkapan tersebut, dan
persediaan madu mereka sudah sangat menipis.
Seluruh rakyat bergembira merayakan kebahagiaan tersebut, Ratu Tamalate mengajak
rakyatnya untuk sesekali terbang ditaman Istana Kerajaan Gowa.

Sejak saat itu Istana Kerajaan Gowa memiliki taman bunga dengan kupu-kupu yang
sangat indah serta memiliki buah-buahan yang sangat manis, rakyat di kerajaan Gowa
sangat bahagia, demikian halnya Kupu-kupu di hutan Tamalate, karena, tanaman di hutan
mereka kembali bersemi indah dan kembali menghasilkan bunga-bunga yang indah dengan
madu yang sangat manis. (rachmawati)
 Gowa atau kadang ditulis Goa, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang
terdapat di daerah Sulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang
berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi bagian selatan. Wilayah kerajaan ini
sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya. Kerajaan
ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin

 Tamalate artinya tidak pernah layu. Setelah Gowa resmi menjadi sebuah kerajaan dan telah
mempunyai Raja atau Somba, maka Paccallaya bersama Bate Salapanga (Kasuwiang
Salapanga) membangun sebuah Istana yang terdiri dari sembilan petak di taka’ Bassia untuk
Tumanurunga Putri Ratu Karaeng Bainea Somba ri Gowa. Istana itu diberi nama “Tamalate”
(tidak layu) karena daun-daun dari kayu katangka yang dijadikan tiang istana belum layu
sewaktu istana tersebut selesai dibangun dan ditempati.

 Lobe-lobe merupakan salah satu tanaman buah yang biasanya hanya tumbuh secara liar.
Pohonnya berbentuk batang. Secara umum pada bagian batang hingga dahan muncul duri-
duri tajam. Buahnya berbentuk bulat, berwarna merah tua saat ranum. Dengan rasa manis
asam, biasa buahnya akan terasa asam dan manis setelah dipijit hingga menjadi lebih lembek.
Buahnya yang masih muda bisa dimanfaatkan sebagai obat diare. Rasanya yang sepak
dipercaya bisa mengeraskan tinja (feses).

 Asseng atau Besse atau asse panggilan untuk anak perempuan kaum bangsawan

 Rappocini adalah sebuah kecamatan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful