Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik

: Tahap Perkembangan Childbearing

Sasaran

: keluarga dengan

masalah lingkungan di

dusun Gubuk Baru


Waktu

: 30 menit

Tempat

: rumah warga

A. Analisa Situasi
1.

Latar belakang pendidikan keluarga adalah SMA.

2.

Pekerjaan suami sebagai buruh swasta dan istri sebagai ibu


rumah tangga.

3.

Suku bangsa adalah Sasak.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan peserta
dapat

mengerti

tentang

Child

bearing

dan

melaksanakan

tugas

keluarga dengan childbearing .


2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan peserta akan
dapat :
1) Menjelaskan Pengertian childbearing.
2) Menyebutkan Tahap-tahap perkembangan keluarga Childbearing
(kelahiran anak pertama).
3) Menyebutkan Tugas perkembangan
Bearing)

Peran

orang

tua

dengan

satu

terhadapanak

anak

(child

pertama

(Child

Bearing).
4) Menjelaskan Komunikasi orang tua terhadap anak

5) Menyebutkan

Masalah

masalah

yang

sering

muncul

pada

keluarga dengan anak pertama

C. MATERI
Terlampir

D. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

E. MEDIA
1. Leaflet
2. Lembar balik

F. KEGIATAN PENYULUHAN
No
1

Waktu
2 menit
a.
b.
c.

Kegiatan Penyuluh
Pembukaan:

Kegiatan Peserta

Memberi salam

Menjawab salam

Menjelaskan tujuan penyuluhan

Mendengarkan

Menyebutkan materi /pokok bahasan

10

yang akan disampaikan


Pelaksanaan:

menit

Menjelaskan

materi

penyuluhan

secara

berurutan dan teratur


1) Menjelaskan Pengertian.
2) Menyebutkan Tahap-tahap
keluarga

Childbearing

memperhatikan

Menyimak
memperhatikan

Materi:
perkembangan
(kelahiran

dan

dam

anak pertama).
3) Menyebutkan Tugas perkembangan dengan
satu anak (child Bearing) Peran orang
tua

terhadapanak

Bearing).
4) Menjelaskan

pertama

Komunikasi

terhadap anak
5) Menyebutkan Masalah
sering
3

5 menit

muncul

pada

(Child

orang

tua

masalah

yang

keluarga

dengan

anak pertama
Evaluasi

1.

Memberi

Merespon

kesempatan

kepada

peserta

bertanya

kesempatan

kepada

peserta

Merespon

pertanyaan

yang

dan

untuk bertanya
2.

Memberi
untuk

3 menit

menjawab

dengan

menjawab pertanyaan

dilontarkan
Penutup:

1.

Menyimpulkan

materi

yang

terima

kasih

telah

Menyimak

disampaikan
2.

Menyampaikan

atas

perhatian dan waktu yang telah diberikan


kepada peserta
3.

Mengucapkan salam

G. EVALUASI
Metode Evaluasi

: Diskusi dan Tanya jawab

Jenis Pertanyaan

: Lisan

Jumlah Pertanyaan

: 2 soal

Lampiran Pertanyaan :

Menjawab salam

1. Apa

saja

Tahap-tahap

perkembangan

(kelahiran anak pertama)?


2. Apa saja Tugas perkembangan

dengan

keluarga
satu

anak

Childbearing
(child

Peran orang tua terhadapanak pertama (Child Bearing)?

Bearing)

LAMPIRAN MATERI
Tahap perkembangan keluarga Child Bearing
1) Pengertian.
Keluarga yang sedang mengasuh anak. Tahap ini dimulai dengan
kelahiran

anak

pertama

hingga

bayi

berusia

30

bulan

Ali,

2006 ).
Masa ini merupakan masa transisi menjadi orang tua yang akan
menimbulkan krisis keluarga. Studi klasik le mastern(1957) dari
46

orang

tua

dinyatakan

17

tidak

bermasalah.

Setiadi,

2008 ).
Tahap kedua ini perkembangan orangtua adalah belajar untuk
menerima pertumbuhan dan perkembangan anak yang terjadi dalam
masa usia bermain , khususnya orangtua yang baru memiliki anak
pertama

membutuhkan

bimbingan

dan

dukungan.

Orangtua

perlu

memahami tugas-tugas yang harus dikuasai oleh anak dan kebutuhan


anak

akan

(toilet

keselamatan,

training).

perkembangan,

konsep

keterbatasan

Mereka

perlu

tentang

saat

dan

latihan

memahami
yang

buang

konsep

tepat

untuk

air

kesiapan
mengajar

mereka. Pada saat yang sama pula orangtua perlu bimbingan dalam
memahami tugas-tugas yang harus mereka kuasai selama tahap ini.
2) Tahap-tahap perkembangan keluarga Childbearing (kelahiran anak
pertama).
Tahap

perkembangna

tertentu

yang

pertama

berbeda

keluarga

dianggap

stabil,

dengan

anak

dibagi

misalnya

keluarga

sesuai
keluarga

remaja.

kurun

waktu

dengan

Meskipun

anak

setiap

keluarga melalui tahapan perkembangan secara unik, namun secara


umum

seluruh

keluarga

mengikuti

pola

yang

sama.

Tiap

tahap

perkembangan membutuhkan tugas dan fungsi keluarga agar dapat


melalui

tahap

dimulai

dari

tersebut.
kehamilan

berlanjut

sampai

merupakan

tahap

dan

kelahiran

anak

Keluarga
sampai

pertama

perkembangan

bayi

pertama

yang

menantikan

kelahiran
berusia

keluarga

30

anak

pertama

bulan

(3,2

childbearing.

dipersiapkan

kelahiran

oleh

dan

tahun)

Kehamilan

pasangan

suami

istri melalui beberapa tugas perkembangan yang penting.Kelahiran


bayi

pertama

sehingga

memberikan

pasangan

harus

perubahan

yang

beradaptasi

besar
dengan

bagi

keluarga,

peranya

untuk

memenuhi kebutuhan bayi.Sering terjadi dengan kelahiran bayi,


pasangan merasa diabaikan karena focus perhatian kedua pasangan
tertuju

pada

sebaliknya

bayi.Suami

istri

belum

merasa
siap

belum

menjadi

siap

menjadi

ibu.Peran

ayah

utama

atau

perawat

keluarga adalah mengkaji peran orang tua; bagaimana orang tua


berinteraksi

dan

merawat

bayi

serta

bagaimana

bayi

berespon.Perawat perlu memfasilitasi hubungan orang tua dan bayi


yang positif dan hangat sehingga jalinan kasih sayang antara
bayi dan orang tua dapat tercapai.
3) Tugas perkembangan dengan satu anak (child Bearing) :
a) Adaptasi perubahan aggota keluarga ( peran, interaksi, seksual
dan kegiatan)
b) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.
c) Membagi peran dan tanggung jawab ( bagaimana peran orang tua
d)
e)
f)
g)
h)
i)

terhadap bayi dengan memberi sentuhan dan kehangatan).


Bimbingan orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak.
Konseling KB post partum 6 minggu.
Menata ruang untuk anak.
Biaya atau dana child bearing.
Memfasilitasi role learning anggota keluarga.
Mengadakan kebiasaan keagamaan secara rutin.
Sedangkan menurut Carter dan McGoldrick (1988) ; Duvall dan

Miller (1985) tugas perkembangan dalam tahap ini adalah :


a) Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang

mantap

(mengintegrasikan bayi baru ke dalam keluarga).


b) Rekonsiliasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan
kebutuhan anggota keluarga.
c) Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan.
d) Memperluas
persahabatan
dengan
keluarga
besar

dengan

menambahkan peran-peran orangtua dan kakek dan nenek.

4) Peran orang tua terhadapanak pertama (Child Bearing).


Dalam hal ini peran orag tua dapat dimulai selagi kehamilan
membesar dan semakin kuat saat bayi dilahirkan. Pada periode
awal

orang

Periode

tua

harus

berikutnyan

mengenali

orang

tua

hubungan

dapat

mereka

mencerminkan

dengan

anak.

suatu

waktu

untuk bersama-sama membangun kesatuan keluarga, periode waktu


berkonsolidasi ini meliputi peran negosiasi ( suami, istri, ibu,

ayah, saudara-saudara ) untuk menetapkan komitmen. Periode yang


berlangsung membutuhkan waktu.
5) Komunikasi orang tua terhadap anak
Dalam hal ini ikatan diperkuat melalui penggunaan respon
komunikasi antara orang tua dan anak. Komunikasi antara orang
tua dan anak meliputi :
a) Sentuhan.
Sentuhan atau indera peraba, dipakai secara ekstensif oleh
orang tua sebagai suatu sarana untuk mengenali bayi yang baru
lahir.
b) Kontak mata
c) Suara.
d) Aroma.
6) Masalah masalah yang sering muncul pada keluarga dengan anak
pertama
a) Hubungan seksual dan social terganggu.
Hubungan seksual antar pasangan umumnya menurun selama masa
kehamilan dan selama 6 minggu periode pasca partum.Kesulitan
seksual selama periode pasca partum biasa terjadi, muncul
akibat factor peran baru yang dijalankan oleh ibu, akibat
kelelahan

dan

seksual.Sementara

merasa
suami

kehilangan
merasa

ketertarikan

ditinggalkan

atau

disingkirkan.
b) Suami merasa diabaikan.
Sebagian besar ayah secara umum tidak diikut sertakan dalam
proses perinatal sehingga tentu saja hal ini membuat pria
terlambat dalam melaksanakan perubahan peran penting sehingga
menghindari keterlibatan emosional mereka.
c) Peningkatan perselisihan.
Pola komunikasi
pernikahan yang baru, berkembang

dengan

hadirnya sorang anak, pasangan suami istri dalam berhubungan


satu

sama

lain

memperlakukan

pasangannya

sebagai

pasangan

hidup dan sebagai orang tua. Pola translokasional berubah


secara drastis . Feldman (1961) mengobservasi bahwa orang tua
bayi sedikit berbicara satu sama lain dan sedikit memiliki
kesenangan,
kualitas

kurang

interaksi

menstimulasi
pernikahan

percakapan

mereka.

dan

Beberapa

menurunnya
orang

tua

merasa kewalahan dengan brtambahnya tanggung jawab.Terutama

pada suami dan istri yang bekerja penuh waktu.