Anda di halaman 1dari 19

Asuhan Keperawatan

Nama Klien
Ruang/Kamar
Tanggal Masuk
Tanggal pengkajian
Diagnosa Medik
I.

: Ibu K
: Lantai 2 RSUS Blok G kamar 09
: 16 Oktober 2015
: 26 Oktober 2015
: Sindrom Nefrotik

Biodata

A. IdentitasKlien
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Nama (Inisial)
Jeniskelamin
Umur/tanggallahir
Status Perkawinan
Agama
Suku/ kewarganegaraan
Pendidikanterakhir
Pekerjaan
Alamat
Tangerang

: Ibu K
: Perempuan
: 25 tahun/ 26 September 1990
: Menikah
: Islam
: Sunda/ Indonesia
: SMP
:IbuRumah Tangga
: Kampung Kemiri, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab.

B. Identitaspenanggung
1.
2.
3.
4.
5.

Namalengkap (Inisial)
Jeniskelamin
Pekerjaan
Hubungandenganklien
Alamat
Tangerang

: Bpk. G
: Laki-laki
: Buruh Pabrik
: Suami
: Kampung Kemiri, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab.

II. RiwayatKesehatan
1. Keluhanutama

: Pembengkakan pada perut dan kedua kaki sejak 8 bulan

yang lalu, demam, pinggang kiri terasa nyeri, sulit buang


airkecil selama 8 bulan sampai sekarang, BAK sedikit,
BAB sekitar 10 kali/ hari. Mual (+) Muntah (-).
2. Riwayat keluhan utama
a. Mulai timbulnya keluhan
: Sejak 8 bulan yang lalu
b. Sifat keluhan
: Perut terasa sangat penuh dan kencang, serta nyeri pada
Pinggang yang tak tertahankan seperti ingin lepas.
c. Lokasi
: Pinggang kanan dan kiri
d. Keluhan lain yang menyertai : Klien merasa sesak nafas karena pembesaran pada

Perut, serta gatal pada area perut. Klien juga merasa kram dan nyeri pada kaki kanan.
e. Faktor pencetus yang menimbulkan serangan :
Klien menyatakan memiliki riwayat DM dan penyakit kuning (liver) sekitar 4 tahun yang lalu.
f. Apakah keluhan bertambah/berkurang pada saat-saat tertentu (saat-saat mana):
Klien mengatakan sebelum dirawat di RSUS, sebelumnya klien berobat ke klinik dan RS lain,
tetapi tidak ada perubahan, bahkan perutnya terus membesar serta tidak dapat beraktifitas.
g. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan:
Klien menyatakan pergi ke Klinik dan Rumah Sakit
3. Alergi : tidak

Alergi terhadap: tidak ada

Reaksi : tidak ada


4. Kebiasaan

Tindakan: tidak ada

Merokok (berapa batang/bungkus sehari) : Klien mengatakan ia tidak merokok


Minumalkohol
: Klien mengatakan ia tidak minum alkohol
Minum kopi
: Klien mengatakan ia tidak minum kopi
Minumobat-obatan : Klien mengatakan ia tidak minum obat-obatan
Lain-lain : Klien mengatakan bahhwa ia jarang mengonsumsi nasi dan lebih sering
mengonsumsi mie, bakso dan minuman bersoda.
III. Riwayat Keluarga
Keluarga klien mengatakan Ibu dan nenek dari klien pernah memiliki riwayat penyakit paruparu, ketika ditanya lebih spesifiknya penyakit paru-parunya apa keluarga klien tidak mengetahui
dengan pasti.

IV. PemeriksaanFisik
a.

Tanda-tanda vital

Tekanandarah
Nadi
Pernapasan
Suhubadan

: 100/ 70 mm/Hg
: 84 x/menit
: 18 x/menit
: 36 derajat celcius

b. Kepaladanleher
-

Kepala:
Rambut terlihat berwarna total hitam, tipis, berminyak, lengket dan kotor. Klien mengatakan
kepala terasa gatal. Klien juga mengatakan sudah seminggu ia tidak keramas.
Penglihatan:
Klien mengatakan dapat melihat dengan jelas dan tidak memiliki keluhan. Klien menyatakan
tidak menggunakan kacamata dan tidak memiliki gangguan penglihatan.
Pendengaran:
Klien mengatakan terkadang pendengarannya tidak baik dan sedikit berdengung.
Hidung:

Klien mengatakan tidak ada keluhan dan masalah pada hidung.


Tenggorokandanmulut:
Klien mengatakan tidak memiliki masalah pada tenggorokan dan tidak mengalami kesulitan
dalam menelan.
Kelenjarleher:
Tidak terlihat adanya pembengkakan pada kelenjar leher dan teraba simetris.

c.

Pernapasan
Klien tidak mengeluhkan akan adanya sesak napas, batuk dan nyeri dada. Namun, sebelum
dirawat di RSUS, klien mengatakan bahwa ia merasa sangat sesak semenjak adanya
pembengkakan pada perutnya dan semakin sesak dengan pembengkakan pada perut yang
semakin bertambah. Hidung klien tampak simetris. Warna membran mukosa merah muda. Tidak
terdapat nikotin stained dan clubbing finger pada kuku klien. Bentuk dada klien tampak simetris .
Frekuensi pernapasan klien normal (12-20 x/ mnt). Pada saat dilakukan taktil fremitus terdapat
getaran pada seluruh permukaan dada. Pada saat diperkusi, suara paru sonor/ resonan. Pada saat
diauskultasi, terdengar bunyi napas vesikuler di semua lapang paru. Pada saat pengkajian pola
napas terlihat baik, tidak terlihat menggunakan otot bantu dada dan tidak terlihat terengah-engah.

d. Pencernaan
Pada saat diinspeksi, kontur abdomen klien terlihat distended, umbilikus terlihat di midline,
namun pada abdomen klien terlihat adanya scars.Pada saat dipalpasi, kulit di area perut klien
teraba hangat. Pada saat diperkusi, abdomen klien terdengar bunyi dullnes. Bising Usus tidak
terdengar jelas karenamasih banyaknya cairan didalam perut. Klien mengatakan pernah memiliki
masalah pencernaan seperti maag.
e.

Kardiovaskuler
Pada saat diinspeksi, klien tidak tampak pucat ataupun berkeringat. CRT klien < 2 detik. Pada
saat nadi dipalpasi kekuatan nadi klien normal (2+), ritme nadi reguler, denyut nadi klien normal
(60-100 x/mnt). Pada saat diauskultasi, terdengar bunyi S1 dan S2. Tidak terdengar bunyi
tambahan S3 atau S4, tidak terdengar adanya suara murmur.

f.

Persarafan
Tingkat kesadaran klien Compos Mentis. GCS klien 15.
N. 1
N. 2

Pasien menyatakan dapat membedakan bau


Pasien dapat membaca tulisan yang ada di buku. Lapang pandang pasien

N. 3, 4, 6

penuh
Bola mata pasien dapat bergerak ke segala arah. Ukuran pupil pasien 3mm,

g.

N. 5

respon terhadap cahaya +/+, isokor (ukuran pupil sama)


Pasien dapat menunjukkan lokasi karakteristik yang benar. Tonus otot

N. 7
N. 8

simetris. Refleks kornea baik.


Wajah pasien terlihat simetris. Pasien mampu membedakan rasa
Pasien mampu mendengar suara gesekan jari. Namun, pasien menyatakan

N. 9, 10
N. 11

bahwa telinganya sedikit berdengung.


Uvula di tengah, Soft palate simetris
Pasien mampu menahan bahu untuk bergerak ke atas dan menahan kepala

N. 12

untuk menoleh ke kanan atau ke kiri.


Pasien dapat mendorong lidah ke pipi.

Muskuloskeletal
Saat pengkajian fisik didapatkan hasil kekuatan otot tangan dan kaki klien baik dengan nilai:
5 5
5 5 pada saat kelompok meminta klien mendorong tanggan dari pengkaji. Tetapi klien
mengatakan memiliki kesulitan dalam menggerakkan kedua kakinya lebih lagi dikarenakan kaki
masih terasa berat dan klien mengatakan merasa nyeri pada kaki sebelah kanan ketika diminta
untuk membentuk sudut900 pada lutut. Dari hasil observasi, klien masih sulit menggerakkan
ekstremitasnya terutama pada kaki hal tersebut dikarenakan masih adanya penumpukan cairan
pada kaki karena edema, edema pad kaki tersebut membuat klien kesulitan dalam melakukan
aktifitasnya, klien juga tampak masih dibantu dalam melakukan ADLs. Ekstremitas bawah klien
juga teraba dingin yang disebabkan karena aliran darah klien yang kurang baik.

h. Kulit/ Integumen
Warna kulit klien merata, hanya pada bagian abdomen terlihat adanya scar dan strech mark post
pembengkakan. Tidak tampak adanya lesi atau luka tekan. Terdapat sedikit keringat di area
ketiak dan area lipatan lainnya. Suhu tubuh klien dalam rentang normal (36-38 derajat celcius).
Kulit klien tampak kering dengan tekstur sedikit kasar. Kulit pada kedua kaki tampak adanya
pitting edema dengan grade 2+ (4mm). Kulit klien juga tampak kotor. Turgor kulit klien buruk.
i.

Reproduksi
Klien mengatakan selama empat bulan terakhir ini klien tidak menstruasi dan sebelum empat
bulan tersebut klien mengatakan pernah mengalami pendarahan pervagina yang tidak berhenti.

V.

Pola kegiatan Sehari-hari (ADL)

A. Nutrisi
Klien mengatakan, sebelum masuk RS, pola makan klien teratur. Namun, makanan yang klien
makan adalah mie dan bakso, serta klien juga senang minum-minuman bersoda. Klien juga
mengatakan pola makannya di RS jarang menghabiskan makanannya, serta merasa mual.Klien
juga menyatakan jarang minum susu. Klien menyatakan BB klien sebelum masuk rumah sakit
adalah 62 kg diakibatkan oleh adanya edema. Namun, pada saat di RS, BB klien menurun
menjadi 60 kg.
B. Eliminasi
1. Buang air kecil (BAK)
Klien mengatakan pola BAK sebelum masuk RS adalah klien jarang berkemih, serta urine yang
keluar sedikit dengan warna kuning. Setelah masuk RS, klien mengatakan pola berkemihnya
semakin meningkat daripada sebelum masuk RS. Warna urine tampak kuning bening. Urine dari
pukul 06.00-12.00 300 ml. Klien menyatakan bahwa ia minum sekitar 100 ml dan infus yang
terpasang dari pukul 08.00-12.00 tersisa 400 ml dari 1 kolf (500 ml/ 12 jam).
2. Buang air besar (BAB)
Klien menyatakan sebelum masuk RS, pola BAB klien lancar. Setelah masukRS, klien
menyatakan setiap pagi melakukan eliminasi dengan warna kuning, konsistensi padat.
C. Olah raga dan Aktivitas
Klien mengatakan kegiatan klien sehari-hari hanya membersihkan dan membereskan rumah.
Klien juga menyatakan bahwa ia tidak pernah berolahraga.
D. Istirahat dan tidur
Klien menyatakan pola istirahat di rumah baik, tidur cukup 8 jam per hari. Namun, setelah di RS
klien mengatakan tidak dapat tidur karena pasien lain berisik dan mengganggu. Klien juga
menyatakan selama di RS, klien hanya dapat tidur sekitar 5 jam dalam sehari.
VI.

Pola Interaksi Sosial


Klien menyatakan sebelum masuk RS, hubungan sosial dengan tetangga baik, klien sering
berbincang-bincang dengan tetangga dan duduk bersama dengan tetangga di sekitar rumah.
Selama di RS, klien juga menyatakan bahwa ia sering berbincang dengan pasien lain atau
keluarga pasien lainnya.

VII.

Kegiatan Sosial
Klien mengatakan tidak mengikuti kegiatan sosial apapun di dalam masyarakat dimana dia
tinggal.

VIII.

Kegiatan Keagamaan
Klien mengatakan tidak mengikuti kegiatan keagamaan apapun.

IX.

Keadaan Psikologis Selama Sakit


Klien mengatakan bahwa ia memiliki semangat untuk sembuh dari penyakitnya. Klien juga
terlihat aktif bertanya mengenai hal-hal yang dapat membuatnya pulih kembali.
X. Data Laboratorium & Diagnostik
a. Laboratorium:
16/10/2015
Urine Feme
Warna
Appearance
pH
Leukosit
Nitrit
Protein

Glukosa
Keton
Urobilinogren
Bilirubin
Occult Blood

Hasil
Kuning
Slightly Cloudy
6,00
Negatif
Negatif
(2+) 100 mg/dL
*Duplo
dengan
silfosalisilat
0,20
(1+) 25

Rentang Normal
Clear
4,5-8,00
Negative
Negative
Negative
asam
Negative
0,10-1.00
Negatif
b.

16/10/2015
Jenis Tes
SGOT (AST)
SGPT (ALT)
Albumin
Ureum
GFR
Glukosa POCT

Hasil
21
26
1.00 g/dL
87.0 mg/dL
74.4 ml/mnt/1.73
49.0 mg/dL

Rentang Normal
5-34
0-55
3.50-5.00 g/dL
< 50.00 mg/dL
60 ml/mnt/1.73
<200.00 mg/dL

Elektrolit
Sodium
Potasium
Chlorida

Hasil
135
4,6
113 mmol/ L

Rentang Normal
137-145
3,6-5,0
98- 107 mmol/L

Immunologi/ serologi
HbsAg
Anti HCV
AFP
Haemoglobin

Hasil
0,35
7.10 g/dL

Rentang Normal
0.000-10.000
11.70-15.50

Eritrosit

2.62

WBC

17.38

/L

3.80-5.20

/L

3.60-11.00

24/10/2015
Complete Blood Count

Hasil

Rentang Normal

(CBC)
Haemoglobin
Hematokrit
Eritrosit
WBC
Platelet Count

12.27 g/dL
39.16 %
4.68 /L
10.59 /L
150.50 /L

11.70-15.50 g/dL
35-47 %
3.80-5.20 /L
3.60-11.00 /L
150.00-440.00 /L

MCV, MCH, MCHV


MCV
MCH
MCHV

83,68 FL
26.23 pg
31.35 g/dL

8.00-100.00 FL
26.00-34.00 pg
32.00-36.00 g/dL

Ureum
Kreatinin
eGFR

95.0 mg/dL
0.71 mg/dL
106.6 ml/mnt/1.73

<50.00 mg/dL
0.5-1.1 mg/Dl
7.60 ml/mnt/1.73

Elektrolit
Sodium
Potasium
Chlorida
Urine Feme
Warna
Appearance
pH
Leukosit Esterase
Nitrit
Protein

Glukosa
Keton
Urobilinogren
Bilirubin
Occult Blood

Hasil
146
2.9
116 mmol/ L
Hasil
Kuning
Slightly Cloudy
6,00
(2+) 125 cells/ L
Negatif
(3+) 300 mg/dL
*Duplo dengan
silfosalisilat
0,20
Negative
(3+) 200 cells/ L

Rentang Normal
137-145
3,6-5,0
98- 107 mmol/L
Rentang Normal
Clear
4,5-8,00
Negative
Negatif
Negatif
asam

0,10-1.00
Negative
Negatif

/L
/L

Specific Gravity

1.020

1.000-1.030

Microscopic
Eritrosit
Leukosit
Epitel
Casts
Crystal
Others

Many cells/L
Many cells/L
(1+)
Silindre granula (4-5)/LPK
Negative
Bacteria (1+)

0-3
0-10
(1+)

25/10/2015
Albumin : 1.87 g/dL (Normal: 3.50-5.50 g/dL)
c.
-

Diagnostik
17/10/15
Hasil Thorax AP/ PA
Tampak perselubungan pada basal kedua paru menutupi sinus costophrenicus dan diafragma

bilateral.
Cor
: CTR sulit dinilai
Aorta
: Baik
Pulmo
: Corakan bronkho vasc paru meningkat ke arah kranial. Tampak infiltrat
pada suprahiller dan perihiller bilateral
Kesan
: Efusi Pleura bilateral
Awal bendungan paru
- Complete Abdominal USG
a. Hepar
Besar dan bentuk normal, permukaan rata, Struktur vaskular dan biliaris intra/ ekstra hepatik
b.
c.
d.
e.
f.

g.

normal.
Vesica Fellea
Besar, bentuk dan dinding normal, tidak tampak batu/sludge/ SOL
Renal dextra
Ukuran +/- 11.1 x 4,73 cm, tampak gambaran inhomogen parencymal hyperechogenesitas.
Renal sinistra
Ukuran +/- 12, 3 x 5, 82 cm, tampak gambaran inhomogen parencymal hyperechogenesitas.
Spleen
Besar dan bentuk normal, tepi tumpul, tak tampak SOL. Vena lienalis dalam batas normal.
Pankreas
Besar, bentuk dan permukaan normal, ekoparenkim homogen, tak tampak SOL. Tak tampak
pelebaran duktus pankreatikus mayor.
Vesica urinaria
Besar dan bentuk normal, dinding baik, tak tampak batu/ SOL. Trabekulasi dalam batas normal.

Tampak baloon catether di dalamnya.


h. Uterus

Besar dan bentuk normal, ekoparenkim homogen, tak tampak SOL.

Kesan: Dapat sesuai dengan gambaran Sindrom Nefrotik


Asites masif
Efusi pleura bilateral
Spleenomegaly
Organ-organ intraabdominal normal

XI.

Penatalaksanaan/ pengobatan (pembedahan, obat-obatan, dan lain-lain)


Obat yang diberikan:
No

obat

dosis

rute

waktu

.
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Valsartan
Albumin
Metilprednison
Levofloxacin
KSR
Cavit D3
Omeprazole
Ceftriaxon
Lasix

40 mg
25 %
750 mg
750 mg
2 tab
1 tab
4 mg
2 gr
10mg

oral
IV
IV
IV
Oral
Oral
IV
IV
IV

BD
OD
OD
OD
TDS
tds
bd
bd
1 jam

Analisa Data

Nama Klien/Umur
Ruang/No Kamar/ Bed
Nomor Med. Record
Tgl

1.

: Ibu K
: 2G09
: kelompok tidak mencatat

Data Subjektif (DS)


(Keluhan Klien + laporan

Data Objektif (DO)


(hasil observasi, pemeriksaan fisik,

keluarga)
Klien mengatakan bahwa perut

laboratorium, diagnostik)
Hasil lab : Cl 116 mmol/ L

dan kakinya membesar secara


tiba-tiba

Terlihat adanya edema pada perut sampai

Klien mengatakan sebelum kaki.


masuk rumah sakit ia jarang
berkemih, kalaupun berkemih

Pitting edema pada kedua kaki dengan

Masalah Keperawatan
(Kesimpulan DS dan DO)
Kelebihan volume cairan.

hanya sedikit dan berwarna grade 2+ (4mm).


merah muda
Klien menyatakan bahwa dokter
mengatakan bahwa ia tidak
boleh minum terlalu banyak

Klien diberikan lasix IV 10 mg


Turgor kulit buruk
Pada Pk. 06.00-12.00 output cairan
300 ml.
Intake cairan asupan oral sekitar 100 ml
dan

infus

dari

Pk.

08.00-12.00

sebanyak 100 ml.


Balance cairan: Intake-Output = 200
300 = -100ml

2.

Klien mengatakan merasa


mual dan tidak menghabiskan
makanannya

Albumin 1.87 g/dL

Ketidakseimbangan nut

Tangan serta bagian atas tubuh klien kurang dari kebutuhan tubuh
tampak kurus

Klien menyatakan jarang minum Klien diberikan omeprazole IV 4 mg


susu.
3.

Klien menyatakan tidak dapat Terlihat adanya scars pada perut pasien
bergerak selama dirawat karena

Pasien terlihat immobilisasi

Risiko kerusakan integri


kulit

bengkak pada perut dan kaki


4.

Klien menyatakan tidak dapat

Klien tampak di tempat tidur

bergerak selama dirawat karena sepanjang hari


bengkak pada perut dan kaki

Klien tampak tidak dapat menggeser

Klien menyatakan ketika kakinya ketika diberi perintah utuk


masuk rumah sakit ia digotong menggeser kakinya
oleh beberapa orang

Klien tampak dibantu ketika hendak


duduk di kursi

Hambatan mobilitas fisik

Diagnosa Keperawatan
1.

Kelebihan volume cairan berhubungan dengan akumulasi cairan didalam jaringan, gangguan
mekanisme regulasi retensio sodium, natrium dan air yang ditandai dengan edema pada

2.

abdomen dan kedua kaki.


Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan

3.

asupan oral dan mual.


Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan adanya penumpukan cairan pada abdomen
yang mengakibatkan adanya peregangan otot abdomen yang ditandai dengan tampaknya scar
dan
4.

strech

mark

pada

abdomen.

Hambatan mobilitas fisik berhubugan dengan pembesaran kedua kaki karena

penumpukan cairan (edema) yang ditandai dengan keterbatasan rentang pergerakan sendi.

Rencana Asuhan Keperawatan

No.

DiagnosaKeperawtan

DK
1.

Kelebihan volume cairan

2.

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

3.

Kerusakan integritas kulit

4.

Hambatan mobilitas fisik

ggal/ Waktu

Catatan Perkembangan

No. DK

Catatan Perkembangan

0/15
3.

Bed making. Respon Klien: DS: Klien menyatakan bahwa ia merasa nyaman
untuk tidur di tempat tidur. DO: Tidak tampak adanya kerutan pada tempat
tidur klien.
mengedukasi klien untuk menggunakan pakaian longgar. Respon klien: DS:
Klien menyatakan paham mengapa ia harus menggunakan pakaian longgar.
DO: Klien masih menggunakan pakaian yang tidak longgar karena stok
pakaian yang terbatas.
Memandikan klien dan memberikan lotion pada klien. Respon klien: DS:
Klien menyatakan bahwa kulitnya terasa bersih dan lembab. DO: Kulit klien

4.

tampak lebih bersih dari sebelumnya dan kulit klien tampak lembab.
Memberikan latihan untuk menggeser badan serta kedua kaki pada pasien pada
saat memandikan pasien. Respon klien: DS: Klien menyatakan merasa sakit di
paha sebelah kanan ketika diberi perintah untuk menekuk kaki kanannya. DO:
Klien tampak belum bisa menggeser perut dan kedua kakinya dan masih
dibantu dalam menggeser perut dan kedua kakinya.

Nama dan Ta
Tangan

1.
Memberikan lasix via IV 10 mg kepada klien. Respon klien: DS: Klien
menyatakan ia sudah mulai berkemih sedikit, klien menyatakan merasakan
efek samping seperti merasa mual. DO: Klien tampak tidak menghabiskan
2.

makanannya. Urine output 100 ml.


Memberikan Omeprazole via IV 4 mg kepada klien. Setelah 1 jam pemberian
obat Respon klien: DS: Klien menyatakan masih merasa mual dan tidak
mengalami efek samping seperti sakit kepala dan sakit tenggorokan. DO: Klien

1.

terlihat tidak menghabiskan makanannya.

Mengedukasi klien untuk tidak minum terlalu banyak serta mengurangi


konsumsi garam. Respon klien: DS: Klien menyatakan mengerti mengapa ia
tidak boleh minum dan makan garam terlalu banyak. DO: Klien tampak minum
3.

hanya sedikit serta makan bubur yang tidak asin dan puding.
Mengkaji luas edema. Setelah dikaji, edema pada klien dimulai dari abdomen
hingga ke kedua kaki dengan pitting edema 2+ (4mm).
Mengedukasi klien untuk miring kiri miring kanan setiap dua jam. Setelah 2
jam Respon klien: DS: Klien mengerti mengapa ia harus miring kiri dan miring

2.

kanan setiap 2 jam. DO: Klien dengan dibantu oleh keluarganya tampak sedang
merubah posisi.

4.

Mengajukan klien untuk meningkatkan intake protein. Setelah 2 jam Respon


klien: DS: Klien masih belum paham mengenai edukasi ini. DO: Klien masih
tampak tidak menghabiskan makanannya.
Memberikan latihan kepada pasien untuk menggerakkan kedua ekstermitas

2.

bawah sedikit demi sedikit. Respon klien: Klien merasa tidak mampu untuk
menggeser kedua kakinya. DO: Klien tampak masih harus dibantu untuk dapat
menggerakkan

kedua

kakinya.

Mengkaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.


Respon klien: DS: Klien menyatakan bahwa ia tidak memiliki uang yang

ggal/ Waktu

0/15
0

0/15
0

banyak untuk membeli makanan seperti susu, keju, daging. DO: Tidak tampak
adanya makanan lain selain makanan dari Rumah Sakit

Evaluasi
No. DK
1.

EVALUASI
S: Klien mengatakan sudah mulai berkemih
O: Klien tampak tidak terlalu banyak minum. Tampak edema. Urine output
dari pk.06.00-14.00 sebanyak 300 ml.
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan seluruh intervensi (no. 1,2,3,4,5)

2.

S: Klien menyatakan mual sudah mulai berkurang


O: Klien tampak sudah mulai mau makan sedikit demi sedikit dan menyisakan

0/15
0

3.

makanannya hanya sedikit


A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan Intervensi no. 2,3,4
S: Klien menyatakan masih terdapat bekas luka dan garis-garis putih setelah

0/15
0

4.

penyusutan cairan pada perut


O: Masih terlihat adanya strech mark dan scar pada bagian abdomen
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan seluruh intervensi (no. 1,2,3,4,5,6)
S: Klien menyatakan ketika menggerakkan kakinya terasa nyeri dan klien
menyatakan merasa kesulitan dalam bergerak, terutama menggerakkan
ekstremitas bawahnya
O: Klien tampak menggerakkan kedua kakinya sedikit dan terlihat
membutuhkan usaha yang kuat untuk dapat menggerakkan kedua kakinya.
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi no. 2,3,4

Nama dan Ta
Tangan

Bab IV
Pembahasan
Ibu K dirawat di RSU Siloam dengan keluhan Pembengkakan pada perut dan kedua kaki
sejak 8 bulan yang lalu, demam, pinggang kiri terasa nyeri, sulit buang air kecil selama 8 bulan
sampai sekarang, BAK sedikit, BAB sekitar 10 kali/ hari. Mual (+) Muntah (-) p ada tanggal 16
Oktober 2015. Setelah tiba di RSU Siloam klien didiagnosa Sindrom Nefrotik. Hal tersebut didukung
dengan adanya riwayat DM dan penyakit kunig (liver) 4 tahun yang lalu dan didukung dengan
rendahnya nilai albumin (Albumin : 1.87 g/dL (Normal: 3.50-5.50 g/dL) serta tes diagnostik dari
keluhan klien, riwayat klien serta tes lab.

Hal diatas, seperti riwayat, manifestasi yang terdapat dan diungkapkan oleh klien sesuai
dengann teori yang ada tentang sindrom nefrotik, meski tidak semua dialami oleh klien namun hampir
sebagain besar dari teori terdapat dan terjadi pada klien.
Teori tentang sindrom nefrotik sendiri menggungkapkan karena kebocoran atau ketidak
mampuan glomerulus yang mengakibatkan adanya pembuangan protein melalui urin juga telah
dibuktikan oleh klien yang mengalami sindrom nefrotik sendiri, dimana pada hasil lab yang telah
dilampirkan diatas hasil urin menujukkan adanya kandungan protein (+) pada urin klien. Sesuai
dengan teori yang ada etiologi dari munculnya sindrom nefrotik ini diperlihatkan oleh klien memalui
riwayat penyakit yang pernah diderita serta kebiasaan atau pola hidup sehari-hari dari klien.
Diagnosa yang diangkat oleh kelompok tidak semuanya sesuai dengan teori karena kelompok
mengangkat diagnosa ini sesuai dengan kondisi klien pada saat dikaji. Masalah utama yang dialami
oleh klien adalah edema sesuai dengan teori yang ada sehingga kelompok menggangkat diagnosa
Kelebihan volume cairan diagnosa tersebut sesuai dengan teori yang tertulis didalam laporan
pendahuluan. Diagnosa yang kedua dan selanjutnya yang kelompok angkat adalah : (2)

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, (3) Kerusakan integritas kulit, dan
(4) hambatan mobilitas fisik. Dignosa medis yang tercantum di dalam laporan pendahuluan
tidak sesuai dengan diagnosa yang kelompok angkat, hal terebut dapat dipengaruhi oleh

berbagai macam faktor serta dapat juga dipengaruhi oleh kondis klien yang telah mengalami
perubahan kondisi dan yang sedang dalam masalah pumilihan.

Bab V
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, kelompok menyimpulkan kasus yang dikaji oleh
kelompok sesuai dengan teori yang ada. Namun, ada beberapa hal yang kelompok kaji tidak
sama dengan teori dikarenakan adanya faktor dari luar yang mempengaruhi kondisi klien
seperti lingkungan, respon tubuh klien dan persepsi dari klien sendiri juga mempengaruhi
tanda gejala serta etiologi yang dimunculkan oleh klien. Klien dengan sindrom nefrotik
dalam teori lebih banyak dibahas dan terjadi pada anak-anak namun pada kasusu ini yang
mengalami sindrom nefrotik adalah orang dewasa, hal ini menujukkan sedikitnya angka
kesakitan yang disebabkan oleh sindrom nefrotif pada dewasa, tetapi penyakit inipun tidak
menutup kemungkinan dialami oleh orang dewasa.
Orang yang mengalami sindrom nefrotik ini memiliki ciri khas dari serangannya yaitu
dengan adanya pembengkakan yang disebabkan karena adanya penumpukan cairan pada
seluruh tubuh (edema sistemik). Selain itu seperti yang tertulis selain edema, ciri khas dari
penyakit sindrom nefrotis ini adalah adanya protein dalam urin (proteinuria) yang
mengakibatkan turunnya kadar albumin dalam darah sehingga memberikan hasil nilai
albumin yang rendah. Akibat kurangnya protein dalam darah maka proses metabolisme akan
terganggu sehingga dapat memunculkan masalah baru yang dapat diangkat oleh perawat
terhadap respon dari klien yang mengalami sindrom nefrotik ini.
Perawat juga memiliki peranana yang penting dalam memberikan asuhan keperwatannya
yang dapat membantu klien dalam pemulihannya. Perawat dapat memberikan asuhannya dan melihat
perkembangan dari klien yang dapat dilihat melalui catatan perkembangan dan evaluasi yang tertulis.
Hal tersebut menujukkan pentingnya manajemen keperawatan dalam penangan klien ynag sedang
dirawat di RS.

Reference:
Black, J., Hawks J. (2009). Keperawatan Medikal Bedah, ed 8. Singapura: ELSEVIER.
Luxner, K. (2005). Delmars Pediatric Nursing Care Plans, ed 3. USA: THOMSON
EBM. (2014). Nephrotic Syndrome. Italia: SICS
Foreign Medical Book. (2006). The Complete Encyolopedio of Medicine & Health. Foreign Medical Group Inc.
Kodner, C. (2009). Nephrotic Syndrome in Adults : Diagnosis & Manajemen. USA: University of Loisville School
Medicine.
Park, S.J., Shin, JI. (2011). Complicatioans of Nephrotic Syndrome. Korea: Korean Jurnal Pediatric.
The Royal Childrens Hospital Melbourene.Nephrotic Syndrome. Diakses pada 26 oktober 2015 pada
www.rch.org.au/dinicalguide/guideline_index/nephrotic_syndrome/
Brunner, Suddarath. (2010). Textbook of Medical Surgical Nursing. Edisi 12 Volume I. Cina: Lippincott Company.
Diakses

pada

tanggal

November

2015

pada

https://books.google.co.id/books?

id=SmtjSD1x688C&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false
Nephcure Kidney International. (unknown). Nephrotic Syndrome. Italia: King of Prussia. Diakses tanggal 4
November 2015 pada http://nephcure.org/wp-content/uploads/2014/08/Nephrotic-Syndrome-FactSheet.pdf
Rosita, I. R., Muryawan, M. H. (2012). Perbedaan Kualitas Hidup Anak dengan Sindrom Nefrotik Resisten Steroid
dan Sindrom Nefrotik Relaps. Semarang: Universitas Diponegoro. Diakses tanggal 4 November 2015
pada http://medicahospitalia.rskariadi.co.id/index.php/mh/article/view/39/31
Timby, B. K. and Smith, N. E. (2004) Essentials of nursing: Care of adults and children. Philadelphia: Lippincott
Williams and Wilkins.

Santulli, G. (2013). Epidemiology of Cardiovascular Disease in the 21st Century: Updated Numbers and
Updated Facts. Vol 1. (online) http://researchpub.org/journal/jcvd/number/vol1-no1/vol1no1-1.pdf .Di akses pada 5 November 2015
Hull, R., P. (2008). Nephrotic Syndrome in Adults. BMJ Journal. (online)
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2394708/, Diakses pada 5 November 2015.
Chen, M., dkk. (2010). The Renal Histopathological Spectrum of Patients with N ephrotic Syndrome: an
Analysis of 1523 Patiens in a Single Chinese Centre. Vol 26. Oxford Jornals. (online)
http://ndt.oxfordjournals.org/content/26/12/3993.full, Diakses pada 5 November 2015