Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH MATA KULIAH AGAMA ISLAM

EKONOMI ISLAM

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 3

: DYAH GAYATRI
HANIIFAH PUTRIANI
MADANI RAHMATULLAH
RAKHMADY ISKANDAR

PROGRAMSTUDI

: SISTEM INFORMASI (BILINGUAL)

DOSEN:
Sri Safrina,M.Pd.I.

FAKULTAS ILMU KOMPUTER


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016
BAB I
PENDAHULUAN

Dalam realita kehidupan, manusia berusaha mengerahkan daya, tenaga dan juga
pemikirannya untuk memenuhi berbagai keperluan hidupnya seperti makanan, pakaian
dan tempat tinggal. Pengerahan tenaga dan pikiran ini penting bagi menyempurnakan
kehidupannya sebagai individu dan sebagai seorang anggota kepada sebuah masyarakat.
Segala kegiatan yang bersangkutan dengan usaha yang bertujuan untuk memenuhi
keperluan ini dinamakan ekonomi.
Ekonomi merupakan pengetahuan tentang peristiwa dan persoalan yang berkaitan
dengan upaya manusia secara perorangan (pribadi), kelompok (keluarga, suku bangsa,
organisasi) dalam memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dan dihadapkan pada
sumber yang terbatas.
Ilmu ekonomi di negara-negara barat relatif masih muda, sebab baru mulai
dipelajari pada akhir abad ke-18. Akibat Revolusi Perancis dan Revolusi Industri,
perkembangan Eropa sangat signifikan dalam segi sosial, politik, dan ekonomi.
Abad ke-20 merupakan abad studi ekonomi, tidak lagi berhenti pada batas
observasi dan menguraikan gejala-gejala ekonomi belaka untuk merumuskan hukumhukum yang terpecah menjadi berbagai mazhab. Seperti kapitalisme dan sosialisme.
Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna yang mengatur seluruh sendi
kehidupan manusia dan alam semesta. Kegiatan perekonomian manusia juga diatur
dalam Islam dengan prinsip illahiyah. Harta yang ada pada kita, sesungguhnya bukan
milik manusia, melainkan hanya titipan dari Allah swt agar dimanfaatkan sebaikbaiknya demi kepentingan umat manusia yang pada akhirnya semua akan kembali
kepada Allah swt untuk dipertanggungjawabkan.

BAB II
PEMBAHASAN EKONOMI ISLAM

A. Pengertian Ekonomi Islam


Ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari
masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Jadi, Ekonomi
Islam tidak hanya mempelajari individu sosial melainkan juga manusia dengan bakat
religius manusia.
Perbedaan ekonomi islam dan modern adalah Ilmu ekonomi Islam dikendalikan
oleh nilai-nilai dasar Islamsedangkan ilmu ekonomi modern sangat dikuasai oleh
kepentingan diri si individu, tidak mempersoalkan pertimbangan nilai (terpisah dengan
agama).
Ekonomi Islam adalah ekonomi yang berdasarkan ketuhanan. Sistem ini
bersumber dari Allah, bertujuan akhir kepada Allah, dan menggunakan sarana yang
tidak lepas dari syariat Allah.
Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu. Maka berjalanlah di
segala penjurunya dan makanlah sebagian rezeki- Nya dan hanya kepada- Nya lah
kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Al-Mulk: 15)
Ekonomi dalam pandangan islam bukanlah tujuan akhir dari kehidupan ini tetapi
sebagai pelengkap kehidupan, sarana untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi,
penunjang dan pelayanan bagi akidah dan bagi misi yang ditanggungnya.
Islam adalah agama yang mengatur tatanan hidup dengan sempurna, kehidupan
individu dan masyarakat, baik aspek rasio, materi, mapun spritual, yang didampingi
oleh ekonomi, sosial dan politik.
Definisi lain juga mengungkapkan bahwa ekonomi islam adalah kumpulan dari
dasar-dasar umum ekonomi yang diambil dari Al-quran dan Sunah Rasulullah serta
dari tatanan ekonomi yang dibangun di atas dasar-dasar tersebut sesuai dengan berbagai
macam biah (lingkungan) dan setiap zaman.

Pada definisi tersebut terdapat dua hal pokok yang menjadi landasan hukum
sistem ekonomi Islam yaitu: Al-quran dan Sunnah Rasulullah, yang mana hukumhukum yang diambil dari kedua landasan pokok tersebut secara konsep dan prinsip
adalah tetap (tidak dapat berubah kapanpun dan di dimana saja), akan tetapi pada
praktiknya untuk hal-hal dan situasi serta kondisi tertentu bisa saja berlaku luwes dan
ada pula yang mengalami perubahan.
Dengan demikian, ekonomi islam adalah sebuah sistem ekonomi yang dibangun
berdasarkan tuntunan ajaran Islam. Konstruksi ekonomi Islam adalah sebuah tatanan
ekonomi yang dibangun atas dasar ajaran tauhid dan prinsip-prinsip moral Islam
(seperti moral keadilan), dibatasi oleh syariat islam (misalnya tentang aturan halal dan
haram)

B. Prinsip prinsip Ekonomi Islam


Secara garis besar ekonomi Islam memiliki beberapa prinsip dasar:
1.

Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari Allah swt
kepada manusia.

2.

Islam mengakui kepemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu.

3.

Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama.

4.

Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh


segelintir orang saja.

5.

Ekonomi Islam menjamin kepemilikan masyarakat dan penggunaannya


direncanakan untuk kepentingan banyak orang.

6.

Seorang muslim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat
nanti.

7.

Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab)

8.

Islam melarang riba dalam segala bentuk.

C. Dasar-Dasar Ekonomi Islam


1. Mengakui Hak Memiliki (baik secara individu atau umum)
Sistem ekonomi Islam mengakui hak seseorang untuk memiliki apa saja yang dia
inginkan dari barang-barang produksi ataupun barang-barang konsumsi. Dan dalam
waktu bersamaan mengakui juga kepemilikan umum. Dalam hal ini ekonomi Islam
memadukan antara maslahat individu dengan maslahat umum. Nampaknya inilah satusatunya jalan untuk mencapai keseimbangan dan keadilan di masyarakat.
2. Kebebasan Ekonomi Bersyarat
Islam memberikan kebebasan bagi setiap individu untuk memiliki, memproduksi,
dan mengonsumsi. Setiap individu bebas untuk melakukan aktivitas jual beli dan
menentukan upah/harga dengan berbagai macam nilai nominal, akan tetapi dengan
syarat tidak bertentangan dengan kepentingan umum.
Demikian halnya, individu memiliki kebebasan dalam mengembangkan hartanya
dengan cara yang baik, namun harus meninggalkan praktik perdagangan yang
diharamkan, baik dengan cara riba maupun dengan cara menimbun dan yang
sejenisnya, dan juga sejumlah kebebasan-kebebasan lainnya.
Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dari kebebasan-kebebasan tersebut
adalah:
1. Memperhatikan halal dan haram dalam ketentuan hukum-hukum Islam.
2. Komitmen terhadap kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan syariat Islam
3. Tidak menyerahkan pengelolaan harta kepada orang-orang yang bodoh, gila, dan
lemah.
4. Hak untuk bersyarikat (saling memiliki) dengan tetangga atau rekan kerja.

5. Tidak dibenarkan mengelola harta pribadi yang merugikan kepentingan orang


banyak.
3. At-Takaful Al-Ijtimai (Kebersamaan dalam menanggung suatu kebaikan)
At-Takaful Al-Ijtimai dalam kerangka Ekonomi Islam adalah kebersamaan yang
saling timbal balik antar sesama anggota masyarakat dan pemerintah dengan
masyarakat baik dalam kondisi lapang maupun sempit untuk mewujudkan
kesejahteraan atau dalam mengantisipasi suatu bahaya.
Ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi dalam At-Takaful Al-Ijtimai ini, yaitu:
1. Mewujudkan kebahagian, baik untuk pribadi atau masyarakat dalam batas yang
sama secara konsisten dan stabil.
2. Kepentingan pribadi tidak boleh merugikan kepentingan masyarakat. Prioritas harus
tetap berada pada kepentingan masyarakat.
3. Kebersamaan ini adalah sebuah kejadian yang memperlihatkan kesatuan, keakraban,
saling tolong menolong, dan saling melengkapi antara pemimpin dan yang
dipimpin.

D. Asas-Asas Sistem Ekonomi Islam


Asas asas sistem ekonomi Islam terbit daripada firman Allah:
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu daripada (keni'matan)
duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat
baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang orang yang berbuat kerusakan." (Al Qasas: 77)
Pada ayat di atas terdapat beberapa asas asas ekonomi Islam, di antaranya:
1.

Allah Pemilik Segala Sesuatu

Allah memberi kekayaan kepada manusia dan Dia adalah Pemilik sebenar-benarnya
segala sesuatu. Firman Allah yang artinya:
"Tidakkah

kamu

perhatikan

sesungguhnya Allah

telah

menundukkan

untuk

(kepentingan) kamu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan
ni'mat Nya untukmu zahir dan batin." (Luqman: 20)
"Kepunyaan Nya semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara
keduanya dan semua yang di bawah tanah." (Ta Ha: 6)
2.

Kekayaan Dunia adalah untuk Mencari Kehidupan Akhirat


Manusia seharusnya menggunakan kekayaan yang diperolehnya di dunia ini untuk

mendapatkan kehidupun yang baik dan sejahtera di akhirat kelak.


Sabda Rasulullah s.a.w yang artinya:
"Ahli peniaga yang jujur lagi amanah adalah bersama sama para nabi, para siddiqin
dan para syuhada' " (Bukhari)
3.

Bagian di Dunia tidak boleh Diabaikan dalam Mendapatkan Akhirat


Manusia hendaklah bekerja sekuat kuatnya untuk mendapatkan kebaikan di dunia

ini dengan cara cara yang paling adil dan dibenarkan oleh undang undang.
Firman Allah yang artinya:
"Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa apa yang baik yang
telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui Batas. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan
yang halal lagi baik daripada apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan
bertaqwalah kepada Allah Yang kamu beriman kepada Nya." (A1 Ma'idah: 87-88)
"Katakanlah : "Siapakah yang mengharamkan perhiasan danpada Allah yang telah
dikeluarkan Nya untuk hamba hamba Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan)
rezki yang baik ?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang orang yang

beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka sahaja) pada hari qiyamah.
Demikianiah Kami menjelaskan ayat ayat itu bagi orang orang yang mengetahui." (Al
A'raf: 32)
4. Tetap Berlaku Adil kepada Sesama Manusia.
Manusia seharusnya berlaku baik terhadap sesama manusia. Hendaklah mereka
melaksanakan tanggungjawabnya terhadap masyarakat dan membantu orang-orang
yang berada dalam kesusahan dan kesempitan. Firman Allah yang artinya:
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku 'adil dan berbuat kebajikan, memberi
kepada kaum kerabat dan Allah melarang daripada perbuatan keji, kemungkaran dan
permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada agar kamu dapat mengambil
pelajaran.'' (Al Nahl: 90)
"Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada
fakir miskin dan orang orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi
orang orang yang mencari keredaan Allah, dan mereka itulah orang orang yang
beruntung. " (Al Rum: 38)
5. Tidak Boleh Melakukan Kerusakan
Manusia tidak dibenarkan untuk melakukan kerusakan di maka bumi ini. Ia mesti
menghindari dirinya dari melakukan perbuatan dosa yang termasuk di dalamnya
kegiatan mencari kekayaan yang tidak adil, membazirkan sumber dan hasil kekayaan
serta melakukan penipuan dalam perniagaan.
Firman Allah yang artinya:
"Makanlah daripada rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu dan janganIah kamu
mengikuti langkah langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata
bagimu." (A1 An'am: 142)

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan
dan minumlah, dan janganlah berlebih lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang orang yang berlebih lebihan." (Al-A'raf: 31)
"Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara
kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu
kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang
lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui."(Al Baqarah: 188).

E. Ciri-ciri Ekonomi Islam


Ekonomi islam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.

Memelihara fitrah manusia.

2.

Memelihara norma-norma akhlak .

3.

Memenuhi keperluan masyarakat .

4.

Kegiatan ekonomi adalah sebagian daripada ajaran agama Islam.

5.

Kegiatan ekonomi Islam mempunyai cita-cita luhur, yaitu bertujuan untuk


berusaha

mencari keuntungan individu, di samping melahirkan kebahagiaan

bersama bagi masyarakat.


6.

Aktivitasekonomi islam senantiasa diawasi oleh hukum-hukum islam dan


perlaksanaannya dikawal pula oleh pihak pemerintah

7.

Ekonomi islam menyeimbangkan antara kepentingan individu dan masyarakat

F. Tujuan Ekonomi Menurut Islam


1. Menunaikan Sebagian daripada Tuntutan Ibadah
Mengambil nilai dari asas-asas dan ruang lingkup, serta ciri-cirinya, terbentuklah
tujuan ekonomi Islam yang bersifat ibadah dan melaksanakannya, berarti melaksanakan
sebagian daripada tuntutan ibadah yang menyeluruh.
Sabda Rasulullah s.a.w yang artinya:
"Sesungguhnya tidak kamu keluarkan satu nafkah pun yang kamu cari di jalan Allah,
melainkan kamu diberi pahala karenanya, sekalipun nafkah yang kamu berikan untuk
isterimu. " (Bukhari, Muslim)
Roh di balik semua kegiatan ekonomi Islam ialah ta'awun atau kerjasama. Oleh itu
siapa yang membantu saudara-saudaranya dan masyarakatnya semata-mata untuk
mendapatkan keridhoan Allah, maka itu merupakan satu ibadah.
Sabda Rasulullah s.a.w yang artinya:
"Seorang musLim adalah saudara seorang muslim yang lain. Tidak boleh is
menganiayanya dan menghinanya. Barangsiapa memenuhi hajat saudaranya, Allah
sentiasa menolong hajatnya. Dan barangsiapa membukakan satu kesusahan daripada
seseorang muslim, Allah akan membukakan daripadanya satu daripada kesusahan
kesusahan kelak pada hari akhirat." (Bukhari, Muslim)
2. Menegakkan Keadilan Sosial dan Ekonomi dalam Masyarakat
Kegiatan ekonomi yang berlandaskan kepada kesaksamaan serta menghapuskan
penindasan dan penipuan adalah merupakan satu sistem yang benar-benar dapat
menegakkan keadilan sosial dan ekonomi di dalam masyarakat. Di atas dasar inilah
Islam membenarkan jual-beli dan mengharamkan riba dan segala jenis penipuan.

10

Semua sistem ekonomi yang tegak di atas dasar penindasan akan menimbulkan
keresahan di kalangan masyarakat karena bentuk amalannya yang mementingkan diri
sendiri seperti monopoli perniagaan, manipulasi pasaran dan eksploitasi buruh yang
akhirnya menimbulkan ketegangan bukan saja di antara individu dengan individu, tetapi
juga di antara satu negara dengan negara lain.
Sebaliknya, sistem ekonomi yang berlandaskan kepada kerjasama dan kesaksamaan
akan mewujudkan rasa kasih sayang, sifat tanggungjawab dan tolong-menolong
diantara satu sama lain. Jadi, bukan hanya individu-individu dapat menganjurkan
pembangunan dirinya, tetapi juga negara-negara dapat saling membantu dalam
memenuhi kemaslahatan seluruh umat manusia.
3. Menghapuskan Kemiskinan agar Perkembangan Ekonomi yang Optimum.
Di dalam Islam kegiatan ekonomi adalah suatu ibadah dan merupakan amanah
Allah kepada orang-orang yang beriman. Kegiatan ekonomi mempunyai kesan terhadap
kerohanian dan keimanan kaum muslimin. Melaluinya, tuntutan ibadah yang lain dapat
diperkembangkan dan pelaksanaan kegiatan ekonomi sendiri adalah natijah daripada
tuntutan ibadah yang lain.
Dalam pengertian ekonomi sebagai satu amanah Allah ke atas kaum muslimin,
maka di antara tujuan ekonomi di dalam Islam ialah, pertama, untuk menghapuskan
ataupun mengatasi masalah kemiskinan; kedua, mewujudkan peluang pekerjaan yang
penuh; dan ketiga, mengekalkan kadar pertumbuhan yang optimum dan sesuai menurut
perkembangan masyarakat.
Menurut Islam, kemiskinan adalah musuh kaum muslimin karena boleh membawa
kepada kekufuran. Kegiatan ekonomi dan asas-asas hidup sosial Islam menggariskan
langkah-langkah untuk mengatasi kemiskinan serta mencari jalan untuk menghindari
pengangguran karena kemiskinan dan pengangguran berada di antara jalan-jalan yang
membawa kepada terabaikannya fardu 'ain seseorang.
4. Mewujudkan Kestabilan Ekonomi

11

Sistem ekonomi mewujudkan kestabilan melalui sikap setiap anggota masyarakat


yang tidak mementingkan diri sendiri serta sentiasa bersedia membantu dan berkorban
demi kepentingan anggota anggota masyarakat yang lain.
Islam tidak menolak kemungkinan harga sesuatu barang di pasaran meningkat atau
dinaikkan karena kekurangan sumber-sumber bahan ataupun disebabkan bertambahnya
permintaan. Tetapi berkurangnya sumber-sumber bahan seharusnya disebabkan oleh
masalah yang benar, sementara dasar kenaikan harga yang disebabkan oleh permintaan
hendaklah atas dasar yang ma'ruf dan munasabah, tidak bersifat menyulitkan dan
menyempitkan kehidupan masyarakat.
5. Mengekalkan Keamanan dan Kepatuhan Terhadap Undang undang
Rasa tidak puas hati manusia hidup di dalam sebuah masyarakat ekonomi yang
tidak seimbang dan aktivitas yang diarahkan hanya untuk menguntungkan pihak-pihak
tertentu akan membawa kepada berbagai gejala yang berbahaya kepada manusia.
Walaupun Islam menolak ekonomi sebagai asas utama pemikiran dan pembentukan
sebuah masyarakat, namun dalam masa yang sama Islam menekankan bahawa
perjalanan masyarakat untuk mencari keamanan dan kepatuhan kepada undang-undang
dapat dicapai melalui beberapa kegiatan ekonomi.
Asas-asas ekonomi Islam bersandarkan kepada tuntutan iman dan akhlak serta
sedikit kuasa undang-undang. Namun dalam pengertian sistem akhlak Islam yang
sebenarnya, tuntutan akhlak ini tidak dapat dilaksanakan secara teguh tanpa bernaung di
bawah satu sistem yang mempunyai kewibawaan untuk menegakkan undang-undang.
Di kesempurnaaan sistem-sistem Islam inilah, tercapainya tujuan ekonomi dalam
mewujudkan kepatuhan orang ramai terhadap undang-undang serta mengekalkan
keamanan.
6. Mewujud Keharmonian Hubungan Antarabangsa dan Memastikan Kekuatan
Pertahanan Negara
Ekonomi modern tidak terpisah daripada permasalahan geo politik atau politik
dunia. Dalam percaturan politik antarabangsa, ekonomi merupakan senjata yang

12

terpenting dalam mewujudkan kekuatan pengaruh dan kedudukan sebuah negara. Ini
dilaksanakan melalui menguatkan sistem pertahanan dan persenjataan masing-masing.
Menurut Islam, keharmonisan hubungan antarabangsa terwujud atas dasar
kerjasama sosial dan ekonomi serta bukan atas dasar penindasan terhadap
keduanya.Karena itulah Islam juga tidak hanya menganggap bahawa pertahanan negara
hanya bergantung kepada semangat keimanan atau banyaknya jumlah tentara, tetapi
kekuatan pertahanan juga bergantung kepada kekuatan ekonomi.
Atas dasar ini, Allah memerintahkan kaum muslimin agar bersiap dengan apa saja
bentuk kekuatan yang dapat menimbulkan rasa takut musuh terhadap mereka.
Firman Allah yang artinya:
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi
daripada kuda kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu
menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu
tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya." (Al-Anfal: 60)

G. Lembaga Ekonomi Islam


Perkembangan lembaga-lembaga ekonomi Islam semakin banyak di Indonesia
dalam satu dasawarsa terakhir. Contoh dari lembaga ekonomi islam diantaranya:
1. perbankan syariah
2. lembaga asuransi syariah
3. reksadana syariah
4. pegadaian syariah.

5. lembaga zakat

13

BAB III
KESIMPULAN

Ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari


masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Jadi Ekonomi
Islam tidak hanya mempelajari individu sosial melainkan juga manusia dengan bakat
religius manusia.
Perbedaan ekonomi islam dan modern adalah Ilmu ekonomi Islam dikendalikan
oleh nilai-nilai dasar Islam. sedangkan ilmu ekonomi modern sangat dikuasai oleh
kepentingan diri si individu, tidak mempersoalkan pertimbangan-pertimbangan nilai
(terpisah dengan agama).
Ekonomi Islam adalah ekonomi yang berdasarkan ketuhanan. Sistem ini bertitik
tolak dari Allah, bertujuan akhir kepada Allah, dan menggunakan sarana yang tidak
lepas dari syariat Allah.
Sumber-Sumber Ekonomi IslamAl-quran, As-sunah An-Nabawiyah, Kitab-Kitab
Fiqih Umum, danKitab-Kitab Fikih Khusus (Al-Maalu wal- Iqtishaadi)
Dasar-Dasar Ekonomi Islam diantaranya mengakui Hak Memiliki (baik secara
individu atau umum), Kebebasan Ekonomi Bersyarat, dan At-Takaful Al-Ijtimai
(Kebersamaan dalam menanggung suatu kebaikan)
Ekonomi islam memiliki ciri-ciri : Memelihara fitrah manusia ;Memelihara
norma-norma akhlak ; Memenuhi keperluan-keperluan masyarakat ;Kegiatan-kegiatan
ekonomi adalah sebagian daripada ajaran agama Islam; Kegiatan ekonomi Islam
mempunyai cita-cita luhur, iaitu bertujuan berusaha untuk mencari keuntungan
individu, di samping melahirkan kebahagiaan bersama bagi masyarakat; Aktivitas-

14

aktivitas

ekonomi

islam

sentiasa

diawasi

oleh

hukum-hukum

islam

dan

perlaksanaannya dikawal pula oleh pihak pemerintah; Ekonomi islam menseimbangkan


antara kepentingan individu dan masyarakat.
Lembaga islam yang terdapat di Indonesia diantaranya adalah perbankan syariah,
lembaga asuransi syariah, reksadana syariah, pegadaian syariah, lembaga zakat.
Munculnya lembaga-lembaga ekonomi islam di Indondesia ini didukung dengan
perkembangan political will dari pemerintah dan otoritas terkait yang dari waktu ke
waktu semakin membuka peluang untuk memposisikan lembaga-lembaga ekonomi
Islam tersebut sejajar dengan lembaga-lembaga ekonomi yang sudah ada.
Ekonomi Islam bukan saja menjanjikan kestabilan moneter tetapi juga
pembangunan sektor riil yang lebih kokoh. Krisis moneter yang telah menjelma
menjadi krisis multi dimensi di Indonesia ini, tak dapat diobati dengan variabel yang
menjadi sumber krisis sebelumnya, yaitu sistem bunga dan utang, tetapi harus oleh
variabel yang jauh dari karakteristik itu. Dalam hal ini oleh ekonomi Islam dengan
sistem bagi hasilnya dalam dunia perbankan dan lembaga finansial lainnya.

15

DAFTAR PUSTAKA

Kamal, Mustafa. 1997. Wawasan Islam dan Ekonomi. Jakarta: Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Qardawi, Yusuf. 1997. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Jakarta: Gema Insani Pres.
http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/11/1/pustaka-170.html
http://www.geocities.com/farouq1965/TPSM/3i.htm
http://www.halalguide.info/content/view/685/
http://www.khilafah1924.org/index.php?
option=com_content&task=view&id=70&Itemid=47
http://muhammadzen.blogspot.com/2007/08/ekonomi-islam.html
http://www.pajakartapusat.com 2009
http://pusatprofilmuslimindonesia.wordpress.com/2008/02/01/konsep-ekonomi-islam/

16