Anda di halaman 1dari 10

Diversitas Kumbang Coccinellidae Sebagai Predator Serangga Hama

Pada Pertanaman Jagung di Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi

Oleh:
Abd. Wahid1)
ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kumbang Coccinellidae sebagai
predator serangga hama pada tanaman jagung, dan mengetahui indeks keragaman jenis
kumbang Coccinellidae sebagai predator hama pada ekosistem tanaman jagung di Kecamatan
Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode survei pada area pertanaman
jagung di Desa Jono Oge dan Bora Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Pada setiap desa
ditentukan demplot seluas 625 m2 (25 m x 25 m) yang dibedakan atas aplikasi insektisida
dan tanpa aplikasi insektisida pada pertanaman jagung. Metode pengambilan sampel
serangga dilakukan secara acak, tiap lokasi dilakukan 4 (empat) kali penangkapan serangga
pada waktu pagi hari. Pengamatan serangga dilakukan pada bagian daun, bunga dan batang
tanaman, yang dilakukan 2 (dua) kali seminggu selama 2 (dua) minggu (4 kali
pengamatan).
Hasil penelitian teridentifikasi 4 (empat) jenis Coccinellidae pada areal pertanaman
jagung yang terdiri dari 4 (empat) genus, yaitu Coccinella repanda Thunb., Cheilomenes
sexmaculata (Fabr.), Coelophora inaequalis (Fabr.), Coelophora 9 maculata Thunb., dan
Cycloneda spp. Selanjutnya aspek morfologi yang berbeda pada keempat jenis predator
Coccinellidae ini terutama terletak pada variasi spot pada elytra dan ukuran tubuh imago.
Sedangkan warna dasar sayap depan (elytra) keduanya cenderung sama yaitu berwarna
merah kekuningan atau merah kecoklatan. Keragaman jenis predator kumbang Coccinellidae
pada areal tanaman jagung tanpa aplikasi insektisida relatif tinggi dibandingkan dengan areal
yang menggunakan insektisida, kondisi demikian merupakan cerminan adanya gangguan
keseimbangan kondisi lingkungan akibat aplikasi insektisida yang tidak ramah lingkungan.
Kata Kunci : kumbang Coccinellidae, predator serangga, diversitas, tanaman jagung.

1 Penulis adalah Staf Pengajar Fakultas Pertanian Untad


1|A r t i k e l P e n e l i t i a n

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Upaya pengendalian serangga-serangga hama pada tanaman jagung hingga saat
ini masih mengandalkan pada penggunaan insektisida, namun penggunaan insektisida
yang intensif mengandung resiko tinggi bagi lingkungan secara luas. Selain itu
penggunaan insektisida tidak ekonomis karena harga pestisida cenderung semakin mahal
terutama bagi kalangan petani.
Penggunaan predator sebagai agensia pengendalian biologi pada serangga hama
merupakan salah satu komponen dalam taktik pengendalian hama terpadu (PHT) dalam
upaya peningkatan produksi hasil pertanian. Pengendalian biologi praktis, ekonomis dan
aman bagi lingkungan. Beberapa spesies serangga dari famili Coccinellidae merupakan
predator yang telah cukup dikenal dan dapat memangsa serangga hama jenis kutu-kutuan
dan serangga kecil lainnya. Menurut Kalshoven (1981) beberapa spesies dari predator
Coccinellidae menyerang kutu Aphis dan kutu Myzus persicae pada tanaman kacangkacangan dan tanaman jagung.
Pemanfaatan predator hama dari Famili Coccinellidae yang telah dikenal banyak
orang diantaranya adalah Curinus coerolius yang memangsa Diaphorina citri pada
tanaman jeruk di Asia dan Amerika, Scymnus Smithianus memangsa Aleyrocanthus spp.
(Kalshoven, 1981), dan predator Menochillus spp. yang memangsa beberapa hama
penting tanaman kedelai dan tanaman jagung (Anshary dan Wahid, 2000).
Berdasarkan hasil penelitian Anshary dan Wahid (2000) menyebutkan bahwa pada
ekosistem pertanaman kedelai di Kabupaten Luwuk dan Kabupaten Donggala telah
ditemukan empat spesies predator serangga hama dengan indeks keragaman yang
bervariasi dari Famili Coccinellidae yaitu Menochillus sexmaculatus, Coccinella
transversalis, Coleophora inaegualis dan Verania spp.
Sedangkan data pada ekosistem pertanaman jagung di Kec. Biromaru Kabupaten
Sigi sampai saat ini belum dilaporkan, oleh karena itu untuk mengetahui adanya jenisjenis predator serangga hama dari kumbang Coccinellidae dan indeks keragamannya
yang terdapat pada pertanaman jagung di Kec. Biromaru Kabupaten Sigi perlu dilakukan
penelitian dalam bentuk survei dan identifikasi yang bertujuan untuk mengetahui
berbagai spesies individu Coccinellidae yang potensial sebagai musuh alami dan indeks
keragamannya.
Tujuan Penelitian
Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kumbang Coccinellidae sebagai
predator serangga hama pada tanaman jagung, dan mengetahui indeks keragaman jenis
kumbang Coccinellidae sebagai predator hama pada ekosistem tanaman jagung di Kecamatan
Biromaru Kabupaten Sigi.

2|A r t i k e l P e n e l i t i a n

METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2014 sampai Agustus 2014, yang
berlokasi pada areal pertanaman jagung milik petani di Kecamatan Biromaru Kabupaten
Sigi, tepatnya di Desa Jono Oge dan Desa Bora. Sedangkan pelaksanaan identifikasi
dilakukan di Laboratorium Jurusan HPT Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.
Bahan dan Alat
Bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah Alkohol 70%, Spons, dan
kapas. Sedangkan alat yang digunakan adalah botol kaca/plastik bening sebagai wadah
penampung imago cocci, kain kasa, jaring serangga, label, mikroskop binokuler, lup,
kuas kecil, dan kamera digital.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan sampel kumbang cocci yang
diperoleh pada setiap demplot di lokasi pertanaman jagung. Demplot berjumlah 2 buah
dengan ukuran masing-masing sebesar 625 m2 (25 x 25 m).
Survei dan Pengambilan Sampel
Survey dilakukan pada lokasi pertanaman jagung milik petani yang berada di
wilayah Kec. Biromaru Kab. Sigi dengan luas areal sekitar 625 m 2 (25 m x 25 m) pada
dua lokasi, lokasi tersebut dibedakan atas aplikasi insektisida dan tanpa aplikasi
insektisida. Metode pengambilan sampel serangga dilakukan secara acak, tiap lokasi
dilakukan 4 (empat) kali penangkapan serangga pada waktu pagi hari.
Pengamatan/penangkapan serangga dilakukan pada bagian daun, bunga dan batang
tanaman jagung. Pengamatan dilakukan 2 (dua) kali seminggu selama 2 (dua) minggu
(4 kali pengamatan). Imago serangga Coccinellidae ditangkap dengan menggunakan
selang sedot (aspirator serangga) dan dikumpulkan sebanyak-banyaknya pada stoples
bening (=15 cm) yang diberi penutup dengan kain kasa dan dibawa ke laboratorium
untuk dipelihara dengan memberi pakan berupa cairan madu kadar 10% selanjutnya
dilakukan identifikasi.
Pengamatan
(1) Identifikasi
Identifikasi dilakukan di laboratorium dengan mengamati bentuk imago dari setiap
jenis kumbang Coccinellidae yang ditemukan dan diamati di bawah mikroskop stereo
atau disecting. Identifikasi dilakukan berdasarkan ciri struktur morfologi sebagai
penciri utama kumbang koksi diantaranya warna tubuh, bentuk badan, jumlah dan
bentuk spot/totol, bentuk dan variasi pita di bagian elytra (sayap), serta ukuran panjang
dan lebar badan. Hasil identifikasi kemudian dicocokkan dengan ciri biologi serangga
3|A r t i k e l P e n e l i t i a n

Famili Coccinellidae yang dikemukakan oleh Kalshoven (1981), Amir (2002) tentang
identifikasi kumbang Coccinellidae di Indonesia, laporan hasil penelitian Anshary dan
Wahid (2000), serta kunci determinasi serangga lainnya antara lain dari penerbit
Kanisius (1993) dan beberapa situs internet.
Prosedur pengumpulan spesies kumbang Coccinellidae pada areal tanaman jagung :

Gambar 1. Skema prosedur pengamatan/penangkapan predator


(2) Pengamatan aspek morfologi serangga
Variabel pengamatan aspek morfologi imago serangga predator Famili Coccinellidae
terutama meliputi :
a.
Warna dasar sayap depan (Elytra).
b.
Variasi spot/strip atau bintik-bintik berwarna hitam pada bagian
elytra; dan
c.
Ukuran tubuh imago/kumbang, terdiri dari ukuran panjang dan
lebar tubuh imago pada saat kumbang beristirahat.
Analisis data
Data dianalisis secara deskriptif, berdasarkan jenis/spesies kumbang Coccinellidae
yang telah diidentifikasi, dilengkapi dengan indeks Shannon-Standar (sH) (Suyadi, et.
al., 1999) untuk mengetahui variabilitas keberadaan spesies predator kumbang
Coccinellidae pada ekosistem tamanan jagung di daerah penelitian. Data yang digunakan
dalam penentuan indeks Shannon untuk predator Coccinellidae menggunakan jumlah
individu masing-masing spesies.
Pada pelaksanaan analisis indeks keanekaragaman jenis kumbang Coccinellidae
(yaitu indeks Shannon Standard an Indeks Shannon), digunakan program analisis
BioDAP for Windows v.1988.
4|A r t i k e l P e n e l i t i a n

HASIL DAN PEMBAHASAN


Identifikasi Predator Kumbang Coccinellidae
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan pengamatan di laboratorium terhadap
ciri morfologi predator kumbang Coccinellidae yang ditemukan, kemudian dilakukan
identifikasi dengan berpedoman pada buku petunjuk dari Amir (2002) tentang identifikasi
kumbang Coccinellidae di Indonesia, Kalshoven (1981), laporan hasil penelitian dari
Anshary dan Wahid (2000), maka kumbang predator Coccinellidae yang ditemukan pada
2 (dua) kondisi ekosistem pertanaman jagung di Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi,
yaitu lokasi pertanaman jagung dengan aplikasi insektisida dan tanpa aplikasi insektisida;
tergolong dalam ordo Coleoptera famili Coccinellidae, dengan 4 (empat) genus
Coccinella, Menochillus (Cheilomenes), Coleophora, dan Cycloneda. Hasil
penangkapan/pengumpulan sampel serangga predator tersebut terdapat 4 (empat) jenis
yang teridentifikasi yaitu :
1).
2).
3).
4).

Coccinella repanda Thunberg; sin. Coccinella transversalis Fabricius


Cheilomenes sexmaculata (Fabricius); sin. Menochilus sexmaculatus Fabricius.
Coelophora 9 maculata Thunberg, dan
Cycloneda spp.

Berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan mikroskopik terhadap aspek ciri
morfologi imago (kumbang) predator terhadap keempat jenis (spesies) Coccinellidae
dapat diuraikan sebagai berikut :
1). Coccinella repanda Thunberg, sin. Coccinella transversalis Fabr. (Gambar 2a).
C. transversalis, berbentuk setengah bola dan agak lonjong, rata-rata panjang badan
sekitar 5.83 mm dan lebar 3.17 mm, tubuhnya berwarna kuning kecoklatan (pada
bagian elytra) terdapat strip berlekuk menyerupai pita berwarna hitam pada bagian
elytra. Pronotum (thoraks) berwarna hitam dan pada bagian ujung sudut (Corners)
pronotum berwarna kuning.
Hasil identifikasi tersebut berdasarkan literatur (Amir, 2002; Kalshoven, 1981,
Anshary dan Wahid, 2000) dengan deskripsi sebagai berikut: C. transversalis
memiliki ciri badan agak lonjong, berwarna merah coklat, panjang badan sekitar 6
mm, dengan bercak-bercak dan pita hitam pada elitra. Pronotum hitam, pada sudutsudut depannya berwarna kuning. Elitra berwarna kuning coklat, pada elitra kanan
kiri dua pasang pita besar berwarna hitam, dan garis median hitam besar. Pada bagian
depan dan belakang garis median terdapat satu totol hitam agak besar.
2). Cheilomenes sexmaculata (Fabr), sin. Menochilus sexmaculatus Fabr. (Gambar 2b)
Kumbang M. sexmaculatus tubuhnya berbentuk setengah bola/oval, rata-rata panjang
badan sekitar 4.50 mm dan lebar 3.00 mm, di bagian Elytra berwarna kuning
kecoklatan dan memiliki empat buah spot berwarna hitam pada sayap depan serta
5|A r t i k e l P e n e l i t i a n

variasi warna hitam atau strip zig-zag beralur secara horizontal. Kepala kecil,
tersembunyi di bawah pronotum. Pronotum berwarna kuning tua dengan dua pita
hitam melintang ke arah sisi lateral.
Hasil identifikasi tersebut berdasarkan literatur (Amir, 2002; Kalshoven, 1981,
Anshary dan Wahid, 2000) dengan deskripsi sebagai berikut: badannya berukuran
kecil, bulat, warna bervariasi merah sampai kuning, tetapi biasanya kuning, panjang
badan 3.00 - 5.00 mm. Kepala kecil, tersembunyi di bawah pronotum. Pronotum
berwarna kuning tua dengan dua pita hitam melintang ke arah sisi latera. Elitra
berwarna kuning, pita median hitam, satu totol hitam pada tiap elitra, di belakangnya
ada pita hitam bengkok, serta sebuah totol hitam kecil di posterior elitra.
3). Coelophora 9 maculata Thunberg, (Gambar 2c).
Kumbang Coelophora 9 maculata, dengan ciri badan berbentuk oval, rata-rata
panjang badan 3.97 mm dan lebar 3.13 mm, berwarna kuning coklat dengan totoltotol hitam, tidak berbulu, sangat cembung. Kepala berwarna coklat kekuningan,
tersembunyi di bawah pronotum. Pronotum berwarna coklat kekuningan. Lebar
pronotum hampir sama dengan lebar pangkal elitra. Pada basal pronotum terdapat
dua totol hitam berbentuk hampir segitiga. Skutelum berwarna hitam. Elitra
berwarna coklat kekuningan. Pada elitra terdapat tujuh totol hitam berukuran sedang,
dua totol di depan masing-masing di dekat humerus, dua totol besar di tengah elitra,
dan tiga totol hitam, berukuran sedang, di belakang elitra.
Hasil identifikasi tersebut berdasarkan literatur (Amir, 2002; Kalshoven, 1981;
Anshary dan Wahid, 2000) dengan deskripsi sebagai berikut: badan hampir bulat,
panjang badan 3.50-4.50 mm, berwarna kuning coklat dengan totol-totol hitam, tidak
berbulu, sangat cembung. Kepala berwarna coklat kekuningan, tersembunyi di
bawah pronotum. Pronotum berwarna coklat kekuningan. Lebar pronotum hampir
sama dengan lebar pangkal elitra. Pada basal pronotum terdapat dua totol hitam
berbentuk hampir segitiga. Skutelum berwarna hitam. Elitra berwarna coklat
kekuningan. Pada elitra terdapat tujuh totol hitam berukuran sedang, dua totol di
depan masing-masing di dekat humerus, dua totol besar di tengah elitra, dan tiga
totol hitam, berukuran sedang, di belakang elitra.
4). Cycloneda spp. (Fabricius), (Gambar 2d).
Kumbang Cycloneda spp., dengan ciri morfologis yaitu badan berbentuk lonjong
(oval), tidak berbulu, rata-rata panjang badan sekitar 4.37 mm dan lebar 3.17 mm.
Tubuhnya berwarna oranye kelabu. Kepala kuning coklat, pada frons kadang-kadang
terdapat satu bintik hitam. Pronotum mempunyai sepasang bintik bulat hitam dan
sepasang totol basal berbentuk segitiga yang saling berhubungan. Skutelum hitam.
Elitra cembung, berwarna kuning kecoklatan, pada bagian tengah elitra terdapat
celah hitam yang sempit.

6|A r t i k e l P e n e l i t i a n

Hasil identifikasi tersebut berdasarkan literatur (Amir, 2002; Kalshoven, 1981)


dengan deskripsi sebagai berikut: badan hampir bulat (oval), tidak berbulu, panjang
badan 3.75-5.20 mm. Badan berwarna oranye kelabu. Kepala kuning coklat, pada
frons kadang-kadang terdapat satu bintik hitam. Pronotum mempunyai sepasang
bintik bulat hitam dan sepasang totol basal berbentuk segitiga yang saling
berhubungan. Skutelum hitam. Elitra cembung, berwarna kuning kecoklatan, pada
bagian tengah elitra terdapat celah hitam yang sempit. Sisi bawah badan hitam atau
coklat tua, kecuali epipleura dari elitra kuning, prosternum kelabu. Femur hitam,
tibia dan tarsus kelabu.

2a. C. transversalis

2b. M. sexmaculatus

2c. C. 9 maculata

2d. Cycloneda spp.

2e Aktifitas Kumbang Cocci di Lapangan


Gambar 2. Foto Dokumentasi Hasil Penelitian

Hasil pengamatan terhadap aspek morfologi imago yaitu ukuran tubuh terhadap
imago (kumbang) keempat jenis predator yang meliputi pengamatan ukuran panjang dan
lebar badan/tubuh. Rata-rata panjang dan lebar tubuh imago keempat jenis predator
Coccinellidae tersebut di sajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Rata-rata ukuran panjang dan lebar tubuh keempat jenis kumbang predator
Coccinellidae pada tanaman jagung di Kecamatan Biromaru
Ukuran
Morfologi
Panjang (mm)
Lebar (mm)
Keterangan :

a
5,83
3,17

Jenis predator famili Coccinellidae


b
c
4,50
3.97
3,00
3.13

d
4.37
3.17

a = Coccinella transversali; b = Menochillus sexmaculatu; c = Coleophora 9 maculata

7|A r t i k e l P e n e l i t i a n

d = Cycloneda spp.

Pada Tabel 1 di atas tampak bahwa rata-rata panjang tubuh keempat jenis predator
Coccinellidae yaitu Coccinella transversalis, Menochillus sexmaculatus, Coleophora 9
maculata dan Cycloneda spp. berturut-turut adalah 5.83 mm, 4.50 mm, 3.97 mm dan 4.37
mm. Spesies C. transversalis merupakan jenis kumbang cocci yang berukuran lebih
panjang dibanding ketiga jenis kumbang cocci lainnya, dengan selisih ukuran panjang
tubuh sekitar 1,33 1,86 mm. Sedangkan rata-rata lebar tubuh keempat jenis predator
Coccinellidae yaitu Coccinella transversalis, Menochillus sexmaculatus, Coleophora 9
maculata dan Cycloneda spp. berturut-turut adalah 3.17 mm, 3.00 mm, 2.83 mm, 3.13
mm dan 3.17 mm. Lebar tubuh C. transversalis dengan ketiga spesies yang lain terdapat
selisih sekitar 0,04 0,17 mm, sedangkan spesies kumbang Cycloneda spp. ukuran lebar
tubuhnya cenderung sama dengan C. transversalis.
Populasi Predator Kumbang Coccinellidae
Jumlah populasi yang diperoleh selama 4 (empat) kali penangkapan terhadap
kumbang predator Coccinellidae pada pagi hari di lahan penanaman jagung yang
menggunakan insektisida dan lahan yang tidak menggunakan insektisida. Adapun ratarata jumlah populasi masing-masing spesies tersebut per tanaman jagung diuraikan pada
Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Jumlah populasi predator kumbang Coccinellidae pada areal tanaman
jagung di Kec. Biromaru Kab. Sigi.
No

Jenis Kumbang Coccinellidae

1.
2.
3.
4.

Coccinella transversalis
Menochillus sexmaculatus
Coleophora 9 maculata
Cycloneda spp.
Jumlah
Rerata
Stdev

Rerata jumlah populasi (ekor)


Tanpa insektisida
Dengan insektisida
7.50
3.00
21.25
11.25
7.25
3.25
5.25
1.00
41.25
18.50
10.31
4.63
7.36
4.53

Berdasarkan data pada Tabel 2, tampak bahwa jumlah populasi predator kumbang
Cocci yang berhasil diperoleh pada areal tanaman jagung yang diaplikasi insektisida
cenderung lebih sedikit daripada jumlah populasi pada areal tanaman jagung yang tidak
menggunakan insektisida, atau terjadi penurunan jumlah populasi predator cocci sekitar
55.15% atau sebesar 22.75 ekor dari areal tanaman jagung yang tidak menggunakan
insektisida. Hal ini membuktikan bahwa aplikasi insektisida memberikan dampak
terhadap perubahan jumlah populasi predator kumbang Cocci yang diperoleh.
Berdasarkan perhitungan indeks keragaman terhadap predator kumbang
Coccinellidae, menunjukkan bahwa aplikasi insektisida memberikan pengaruh terhadap
perubahan nilai indeks keragaman, yaitu nilai indeks keragaman untuk areal tanaman
jagung yang diaplikasi dengan insektisida lebih rendah daripada nilai indeks keragaman

8|A r t i k e l P e n e l i t i a n

pada lahan yang tanpa aplikasi insektisida. Selengkapnya nilai indeks keragaman (= H)
dan indeks Shannon standar (= sH), dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Indeks keragaman jenis predator tanpa aplikasi insektisida pada areal
pertanaman jagung di Kec. Biromaru Kab. Sigi.
Identitas areal
tanaman jagung

Indeks keragaman
(indeks Shannon = H)

Indeks Shannon
standar (= sH)

Var H

Tanpa aplikasi insektisida

1.22

88%

0.00203

Dengan aplikasi insektisida

1.06

77%

0.00734

Secara umum nilai indeks keragaman baik indeks shannon (= H) maupun indeks
shannon standar (= sH) terhadap predator kumbang Coccinellidae pada areal penanaman
jagung tanpa aplikasi insektisida mempunyai nilai lebih tinggi masing-masing 1.22 (= H)
dan 88% (= sH) dibandingkan dengan nilai indeks shannon (= H) dan indeks shannon
standar (= sH) pada areal penanaman jagung dengan aplikasi insektisida dengan nilai
masing-masing 1.06 (= H) dan 77% (= sH). Ini menunjukkan bahwa areal tanaman
jagung dengan aplikasi insektisida memberikan dampak negatif terhadap musuh alami
(predator Coccinellidae) yaitu terjadinya penurunan jumlah individu masing-masing jenis
kumbang cocci yang ditandai dengan menurunnya nilai indeks keragaman shannon (= H)
dan indeks shannon standar (= sH). Menurut Mahrub (1998) semakin tinggi jumlah
spesies dalam suatu ekosistem, menyebabkan indeks diversitasnya makin tinggi pula.
Suyadi, dkk., (1999) menjelaskan bahwa suatu komunitas memiliki keanekaragaman jenis
tinggi jika komunitas itu disusun oleh banyak jenis/spesies dengan kelimpahan spesies
yang sama atau hampir sama. Sebaliknya jika komunitas itu disusun oleh sangat sedikit
spesies, dan jika hanya sedikit saja spesies yang dominan, maka keanekaragaman
jenisnya rendah.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Hasil identifikasi diperoleh 4 jenis predator kumbang Koksi pada areal pertanaman jagung
di Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi, yang terdiri dari 4 genus, yaitu Coccinella
repanda Thunb., Cheilomenes sexmaculata (Fabr.), Coelophora inaequalis (Fabr.),
Coelophora 9 maculata Thunb., dan Cycloneda spp.
2. Aspek morfologi yang berbeda pada keempat jenis predator Koksi ini terutama terletak
pada variasi spot pada elytra dan ukuran tubuh imago. Sedangkan warna dasar sayap
depan (elytra) keduanya cenderung sama yaitu berwarna merah kekuningan atau merah
kecoklatan.
3. Keragaman jenis predator kumbang Coccinellidae pada areal tanaman jagung tanpa
aplikasi insektisida relatif tinggi dibandingkan dengan areal yang menggunakan
insektisida, kondisi demikian merupakan cerminan adanya gangguan keseimbangan
kondisi lingkungan akibat aplikasi insektisida yang tidak ramah lingkungan.

9|A r t i k e l P e n e l i t i a n

DAFTAR PUSTAKA
Allen, G.E., dan Bath, J.E., 1980. The Conceptual and Institutional Aspects of Integrated Pest
Management. Bio Science. 30 (10): 658-664.
Amir, M., 2002. Kumbang Lembing Pemangsa Coccinellidae (Coccinellinae) Di Indonesia. Puslit.,
Biologi LIPI, Jakarta.
Anshary, A., dan A. Wahid, 2000. Keragaman Fenotif Serangga Kumbang Coccinellidae (ordo
Coleoptera) yang bersifat predator pada hama-hama Tanaman Kedelai di Sulteng, Palu 38 hal
Ensiklopedi Indonesia, 1992. Ensiklopedi Indonesia seri FAUNA jilid 5 seri Tentang Serangga. PT.
Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta.
Huffaker, C.B. dan P.S. Messenger, 1989. Teori dan Praktek Pengendalian Biologis, Univ. Indonesia
Press, Jakarta.
Kalshoven, L.G.E, 1981. Pests of Crops in Indonesia. Revised and Translated by P.A. Van der laan
Univ of Amsterdam. PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta.
Mahrub, E., 1988. Keanekaragaman Arthropoda Pada Ekosistem Padi Sawah. Jurnal Perlindungan
Tanaman Indonesia.
Pasarai, R.T., 1996. Biologi Chrysopa flaveola (Neuroptera; Chrysopidae) dan kemampuan memangsa
kutu Aleurodicus dispersus pada tanaman jambu biji (skripsi), Faperta Untad Palu.
Suyadi, S. Thalib, M.A. Mirza, Nurbani, dan S. Salma, 1999. Analisis Lingkungan Untuk Pengendalian
Jasad Pengganggu Tanaman Secara Terpadu. Bul. Budidaya Pert. 5(1 dan2) September
1999. Kerjasama LPTP Samarinda dengan Faperta Univ. Mulawarman.
Sunjaya, P. 1970. Dasar-dasar Ekologi Serangga. Bagian Ilmu Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian,
IPB-Bogor.
Sweetmen, H.L., 1989. The Biological Control of Insects. Ithaca. New York. 461 pp.
Usdalifat, S., 1999. Identifikasi Fenotip Species Chrysopa (Neuroptera; Chrysopidae) sebagai
predator hama Tanaman Jagung di Kecamatan Sigi Biromaru (skripsi), Faperta Untad, Palu;
48 hal.
Widyaningsih, A., H. Heroetadji dan Soebandrio, 1989. Pengaruh Beberapa Stadia Myzus persicae
Sulz (Homoptera : Aphididae) Terhadap Perkembangan Predator M. sexmaculatus Fabr. Jurnal
Penelitian Tanaman dan Serat 4 (2) : 43 51.

10 | A r t i k e l P e n e l i t i a n