Anda di halaman 1dari 38

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY.

N DENGAN ASAM URAT PADA


NY. N

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY. N DENGAN ASAM URAT PADA

NY. N
Pengkajian
A. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga
: Ny. N
2. Alamat
: Jln. Mekarjaya RT/RW 02/02 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi
Utara
3. Pekerjaan
: Tidak Bekerja
4. Pendidikan
: SMP
5. Komposisi Keluarga dan Genogram
Hub.
No
Nama
L/P
Umur (thn)
Pendidikan
keluarga
1
Ny. R
Istri
P
69th
SMP

6.
7.
8.
9.

10.

Ny. D

Anak

45th

SMA

Ny. Y

Anak

44th

SMA

Tn. R

Anak

37th

D3

Tipe keluarga
Tipe keluarga Ny. N adalah tipe keluarga besar (extended) yaitu terdiri dari 3 keluarga inti yang
tinggal dalam satu rumah.
Suku / Bangsa
Seluruh angota keluarga Ny. N bersuku sunda, menurut penuturan Ny. N tidak ada norma
budayanya yang bertentangan dengan kesehatan.
Agama
Ny. N dan keluarga besarnya menganut agama Islam. Ny. N mengatakan selalu berdoa kepada
tuhan YME dan menjalankan ibadah shalat 5 waktu.
Status Sosial Ekonomi
Ny. N tidak memiliki penghasilan karena tidak bekerja. Anaknya yang satu rumah dengannya yang
sering membuat makanan seperti catering, atau pesanan-pesanan dari orang lain. Ny. N hanya menerima
pemberian anaknya berupa barang dan makan bersama. Sedangkan untuk keperluan sehari-hari lainnya
sudah diurus oleh anak-anaknya.
Aktivitas Rekreasi
Aktifitas rekreasi keluarga Ny. N lebih banyak di lakukan dengan cara menonton televisi bersama.
Sedangkan Ny. N sering mengikuti pengajian, kegiatan rutinan yang diadakan di RW 02, seperti posbindu
dan senam yang diadakan seminggu sekali di Kantor Kejaksaan.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

11. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini


Tahap perkembangan keluarga Ny. N adalah keluarga dengan usia pertengahan dengan tugas
perkembangan :
a. Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan
b. Adaptasi dengan perubahan, kehilangan pasangan, teman, dll.
c. Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat.
d. Melakukan Live Riview
12. Tugas Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga Ny. N saat ini sudah terpenuhi dengan indicator :
a. Ny. N telah mampu mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan, dengan saling menjaga
komunikasi dan saling memperhatikan dengan anggota keluarga.
b. Ny. N mampu beradaptasi dengan kehidupannya saat ini yang sudah tidak memiliki pasangan. Ny. N
mampu berkarya dengan kehidupannya di usia lanjut dengan membuat berbagai jenis makanan untuk
dijual.
c.
Ny. N mampu menciptakan hubungan yang harmonis dalam anggota keluarga serta mampu
bersosialisasi dengan tetangga sekitar.
Sedangkan tugas perkembangan keluarga Ny. N saat ini belum terpenuhi dengan indikator yaitu
Ny. N belum mampu melakukan Live review. Ny. N mengungkapkan Live review dapat membuatnya
sedih.
13. Riwayat Keluarga inti
Di keluarga Ny.N yang tinggal serumah sebagian besar sehat tidak mempunyai penyakit, tetapi
Ny. N sendiri memiliki penyakit hipertensi. Suami Ny. N dan anaknya yang ke-3 telah meninggal dunia
karena memiliki penyakit jantung.
14. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Ny.N mengatakan dalam keluarganya mempunyai penyakit keturunan. Sedangkan pada keluarga
suaminya memiliki riwayat penyakit jantung, yang menular pada suami Ny. N dan anak Ny. N.

C. Pengkajian Lingkungan
15. Karakteristik Rumah
Rumah klien terlihat bersih dan rapih, lantai rumah klien dari keramik dan rumah permanen,
luasnya 14 tumbak dan bangunannya terdiri dari 6 kamar tidur, 2 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 dapur,
2 kamar mandi dan halaman rumah yang digunakan untuk tanaman hias dan sebagian halaman
digunakan utuk berjualan makanan tetapi hanya pada saat bulan puasa saja. Penerangan rumah cukup
sehingga tidak membutuhkan lampu untuk penerangan pada siang hari. Sinar matahari bisa masuk pada
pagi hari diruangan depan sehingga di dalam rumah tidak terlihat gelap, terdapat jendela dan ventilasi,
serta pintu selalu terbuka di pagi hari. Ruangan keluarga mendapat penerangan dari halaman belakang
yang atapnya hanya menggunakan asbes.
Keluarga Ny. N mempunyai jamban keluarga dalam rumah yang terletak dekat dapur. Kamar
mandinya ada 2, antara WC dan tempat mandi terpisah. Tembok kamar mandi tidak licin, jarak septic
tank dengan sumber air adalah 10 meter. Sumber airnya dari sumur gali dengan menggunakan ZPAM,
sedangkan tempat penampungan airnya di bak dan di gentong. Sampah dikumpulkan di tempat sampah
yang terbuka dan kemudian dIangkut oleh petugas sampah.
kadang mengasuh cucunya di rumah jika tidak ada kegiatan diluar. Jika tidak ada halangan di madrasah
Al Bayyinah. Ny.N mengikuti pengajian setiap hari pada saat bulan puasa dan setiap rabu dan jumat
pada saat hari-hari biasa. Ny. N merupakan mantan ibu RW selama 40 tahun. Ny.
17. Mobilitas Geografis Keluarga
Ny.N dan keluarga berasal dari Sumedang lalu pindah ke Bandung karena orangtuanya tinggal di
Bandung. Pada tahun 1967 Ny. N pindah ke Sangkuriang, Jl. Mekarjaya RW 02 RT 02 karena mengikuti
suami.
18. Perkumpulan Keluaga dan Interaksi dengan Masyarakat
Keluarga dapat berinteraksi baik dilingkungan sekitarnya dan tidak ada masalah dengan
tetangganya. Ny. N selalu mengikuti pengajian dan satu minggu sekali di dekat rumahnya.

D. Strukutur Keluarga
19. Sistem Pendukung Keluarga
Ny. N mengatakan di dalam keluarganya saat ini ada yang sakit yaitu cucunya Ny. N dari anak
yang terakhir. Ny. N sering merawatnya karena Ibu dan Bapaknya bekerja. Saat ini cucunya mengalami
diare sejak 2 hari yang lalu. Sehingga dbutuhkan perhatian khusus untuk nutrisinya dan perhatiannya.
Apabila sakit berlanjut dan BAB semakin sering Ny. N membawanya ke puskesmas.
20. Pola Komunikasi Keluarga
Menurut Ny. N komunikasi antar anggota keluarganya berjalan dengan baik. Setiap anggota
keluarga saling terbuka jika sedang mempunyai masalah. Dan apabila anaknya tidak mau bercerita
tentang masalahnya Ny.N selalu menanyakan apa yang terjadi pada anak-anaknya. Bahasa yang
digunakan dalam sehari-hari yaitu sunda.

21. Strukutur Kekuatan Keluarga


Dalam memecahkan masalah sehari-hari keluarga biasanya bermusyawarah dengan anakanaknya, kemudian diambil keputusan secara bersama-sama atas pertimbangan semuanya.
22. Struktur Peran
Ny. N disini berperan sebagai nenek bagi cucu-cucunya dan sebagai ibu bagi anak-anaknya. Ny.
N biasanya membantu salah satu anaknya membuat ku-kue pesenan. Dan juga membantu anaknya yang
bekerja keluar untuk mengurus cucunya. Tn. D berperan sebagai anak pertama, sudah menikah dan
memiliki anak. Tetapi istrinya sudah meninggal. Ny. Y berperan sebagai anak kedua dan belum menikah.
Ny. Y membuka usaha sendiri dengan membuat kue-kue atau catering jika ada yang pesan. Tn. R
berperan sebagai anak keempat karena anak ketiga Ny. N sudah meninggal karena penyakit jantung.
23. Nilai dan Norma Keluarga
Nilai dan norma yang berlaku di keluarga menyesuaikan dengan nilai agama yang dianut dan
norma yang berlaku di lingkungannya dan tidak bertentangan dengan kesehatan dan masyarakat. Nilai
dan norma keluarga yang berlaku di keluarga ini menyesuaikan dengan nilai agama. Ny.N mengajarkan
agama sejak dini pada anak-anaknya dan selalu menerapkan disiplin pada keluarganya dengan cara
membiasakan bangun pagi dan sarapan setiap pagi.
E. Fungsi Keluarga
24. Fungsi Afektif
Ny.N mengatakan sangat menyayangi anak-anak dan cucunya dan sebaliknya. Mereka sering
berkumpul bersama dan berbincang-bincang.
25. Fungsi Sosialisasi
Keluarga Ny.N berhubungan baik dengan anggota keluarga lainnya begitu pun sebaliknya. Ny.N
selalu mengikuti kegiatan diluar ataupun didalam rumah, seperti membuat kolak untuk dijual saat
menjelang buka puasa, membantu membuat kue-kue pesanan dan mengasuh cucunya. Ny. N juga sering
menguikuti pengajian di dekat rumahnya.
26. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga Ny. N menganggap kesehatan merupakan sesuatu hal yang penting, dan harus
disyukuri, karena setelah sakit kesehatan itu mahal. Saat dikaji Ny.N mengatakan keluarganya sebagian
besar sehat, Hanya saja anaknya yang keempat.telah meninggal karena mempunyai riwayat sakit
jantung seperti suaminya. Ny. N mengatakan jika anak-anaknya yang lain tidak memiliki peyakit jantung.
Dan juga sejak 2 hari yang lalu cucunya dari anaknya yang keenam mengalami diare. Keluarga biasa
membawa terlebih dahulu ke Puskesmas. Dan memberi obat sesuai yang diberi Puskesmas. Jika sakt
berlanjut keluarga akan membawanya ke Rumah Sakit. Ny. N mempunyai penyakit hipertensi sejak 2
tahun yang lalu. Setiap terasa sakit Ny. N selalu meminu =m obat yag sudah diberikan dari puskesmas.
Didalam keluarga Ny. N biasanya makanan tidak diatur-atur. Sehingga Ny. N yang memiliki
hipertensipun tidak dapat melakukan diit hipertensi dengan baik karena menyesuaikan dengan makanan
yang lain. Keluarga biasa makan 3x perhari. Dengan menu makanan seperti nasi, sayur, lauk/daging,
tahu, tempe dan buah-buahan.
1) Fungsi Reproduksi

Dari pernikahannya dengan Tn. C , Ny. N memiliki 6 orang anak. Dan saat ini sudah dewasa. Ny.
N sudah mengalami lansia dan dapat menerima keadaannya. Ny. N sudah mengalami menopause.
2) Fungsi Ekonomi
Keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari dari penghasilan anak-anaknya. Ny. N tidak biasa
menerima uang. Tetapi semua sudah diatur oleh anak-anaknya dari mulai kebutuhan rumah, kebutuhan
makan, sampai kebutuhan Ny. N seperti baju, sendal atau yang lainnya. Saat ini keluarga Ny. N merasa
cukup dengan keadaan ekonominya walaupun masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
a. Stress dan Koping Keluarga
1) Stres Jangka Pendek
Ny. N mengalami ketakutan karena anaknya yang kedua belum menikah padahal saat ini sudah
berusia 44tahun. Dahulu anaknya mau menikah, tetapi calon suaminya meninggal, sehingga tidak jadi
menikah. Ny. N selalu berharap kalau anaknya dapat segera menikah.
2) Stres Jangka Panjang
Ny. N tidak memiliki masalah yang sering dipendam.
3) Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stresor
Ny. N hanya berharap, memohon dan berdoa kepada Allah supaya diberikan yang terbaik untuk
anaknya.
4) Strategi Koping yang Digunakan
Keluarga Nn.N jika mempunyai masalah maka mereka akan bermusyawarah dengan anggota
keluarga yang lainnya.
5) Strategi Adaptasi Disfungsional
Dalam keluarga tidak ada strategi disfungsional.
b.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik
Umum
1. Penampilan umum
Kesadaran
Kebersihan personal
Postur dan cara berjalan
Tanda-tanda vital

2.

Status mental dan cara berbicara


Status emosi
Orientasi
Proses berfikir
Gaya berbicara
PEMERIKSAAN KULIT
KUKU
PEMERIKSAAN KEPALA
Bentuk dan sensori
Rambut
Mata

An.B

CM
Bersih
Postur tubuh simetris, berjalan tanpa
bantuan
TD : 170/100 mmHg
N : 82 x/mnt
S : 36,5 C
R : 21 x/m
Stabil
Dapat mengenal orang, waktu dan
tempat
Normal, bisa merespon pertanyaan
dengan cepat.
Bicara santai dan lancar.
Terlihat bersih, lembab, tidak bau, tidak
terdapat lesi.
Terlihat kurang bersih dan sedikit
panjang, CRT baik < 2 dtk
Muka simetris, sensasi normal gerakan
pipi, alis simetris
Rambut & kulit kepala bersih, hitam,
distribusi merata
Letak simetris, bola mata dapat bergerak

Hidung
Telinga

Mulut
Leher
Dada (pernafasan)

Dada (kardiovaskuler)
Perut

GENITALIA DAN ANUS


EKSTREMITAS
EKSTREMITAS atas dan bawah

a.

mengikuti arah tangan pemeriksa, tdk


nyeri, reaksi cahaya +, konjungtiva tdk
anemis, kornea tidak ikterik, tdk pkai
kacamata.
Bentuk simetris, warna kulit sama dg
sekitar, tdk ada lesi, mukosa lembab,
ada bulu hidung, penciuman baik.
Daun telinga simetris KIKA, bersih, tdk
ada benjolan, tdk bengkak, tdk nyeri
tekan pd masteudeus, tdk ada serumen
dan pendengaran normal.
Bibir simetris, mukosa lembab, lidah
simetris, dpt bergerak kiri kanan tdk
pucat, lidah dpt mrasakan rasa dg baik.
Simetris, warna sama dg kulit, tdk ada
pembesaran JVP, tiroid. Dpt bergerak
proporsional ke kiri kanan atas bawah.
Simetris, warna sama dengan kulit, tdk
terdapat tonjolan abnormal, dpt bergerak
seimbang ke atas, nafas 21 x /mnt, taktil
fremitus sama kiri kanan, suara nafas
normal.
Tidak ada tonjolan dan massa,
intercosta rata, dullnes, BJ 1 dan BJ2
Normal, tdk terdapat BJ 3 dan 4..
Inspeksi : Perut datar, warna sama dg
kulit skitar, tidak terdapat lesi dan
massa.
Palpasi : lembut, tdk nyeri tekan, tdk
traba massa, hepar tidak traba.
Auskultasi : bising usus 8 x / menit
Perkusi :Suara timpani
Tidak dikaji
Bahu simetris, warna sama dengan kulit,
tdk ada tonjolan, dpt mengangkat dan
menahan beban dg baik, reflex baik.

c.

Harapan Keluarga
Ny.N selalu berharap agar penyakitnya dapat segera sembuh dan tekanan darahnya dapat kembali
normal.

2.

Diagnosa Keperawatan
Analisa Data
Data
a.

Ny. N mengatakan serasa sakit


pundak dan bahu.
b. Ny. N mengatakan terasa pusing.
c.
Ny. N mengatakan biasanya
tekanan darahnya tidak terlalu
tinggi
karena
jika
tekanan

Interpretasi data
Ketidakmampuan
keluarga merawat
anggota keluarga
dengan
penyakit
hipertensi.

Masalah
Perubahan
perfusi
jaringan serebral

darahnya 140/90 mmHg akan


terasa pusing.
Ny. N mengatakan selalu
mengkonsumsi obat hipertensi
yang di berikan dari Puskesmas.
Ny. N mengatakan tahu tentang
penyakit hipertensi dan diit
makanan hipertensi, tetapi tidak
bisa melakukan diit, karena
makanannya disesuaikan dengan
seluruh anggota keluarga.
DO :
TD : 170/100 mmHg
N : 82 x/mnt
S : 36,5 C
R : 21 x/m
Pusing
Nyeri pundak

d.
e.

a.
b.
c.
d.
e.

b.

Perumusan Diagnosa Keperawatan


Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga dengan penyakit hipertensi.
3. Penapisan Masalah
No
Kriteria
1
Sifat
masalah
ancaman
kesehatan:
Aktual

Kemungkinan
masalah
dapat
diubah : sebagian
Potensi masalah
untuk dicegah :
cukup
Menonjolnya
masalah : segera
ditangani

Perhitungan

Skor

3/3 x 1

1/2 x 2

2/3 x 1

2/3

2/2 x 1

Jumlah

3 2/3

Pembenaran
Ancaman
kesehatan
yang
memerlukan tindakan yang cepat
dan tepat untuk menghindari
bahaya lebih lanjut.

Masalah dapat diatasi sebagian


karena kurangnya pengetahuan
keluarga tentang cara merawat
anggota keluarganya yang sakit
Cukup,
masalah
sudah
berlangsung cukup lama, anggota
keluarga mendukung dan peduli
terhadap anggota keluarga yang
sakit.
Masalah harus segera ditangani.
Keluarga
menyadari
dan
memahami munculnya masalah.

4. Perencanaan
Diagnosa
No
Keperawatan
1
2
1.
Perubahan
perfusi
jaringan
serebral
berhubungan dengan
ketidakmampuan
keluarga
merawat
anggota
keluarga
dengan
penyakit
hipertensi.
Yang ditandai dengan:
a.
Ny. N mengatakan
serasa sakit pundak
dan bahu.
b.
Ny. N mengatakan
terasa pusing.
c.
Ny. N mengatakan
biasanya
tekanan
darahnya tidak terlalu
tinggi
karena
jika
tekanan
darahnya
140/90 akan terasa
pusing.
d.
Ny. N mengatakan
selalu mengkonsumsi
obat hipertensi yang di
berikan
dari
Puskesmas.
e.
Ny. N mengatakan
tahu tentang penyakit
hipertensi
dan
diit
makanan
hipertensi,
tetapi
tidak
bisa
melakukan diit, karena
makanannya
disesuaikan
dengan
seluruh
anggota
keluarga.
DO :
a. TD : 170/100 mmHg
b. N : 82 x/mnt
c. S : 36,5 C
d. R : 21 x/m
e. Pusing
Nyeri pundak

Tujuan
Umum
3
Setelah
dilakukan
1.
intervesnsi
keperawatan
selama
5x
a.
pertemuan,
Tekanan darah
Ny. N dapat
kembali normal.

b.

Khusus
4
Keluarga mampu:
Mengenali masalah
tekanan darah tinggi.
Keluarga mampu
menjelaskan pengertian
hipertensi

Keluarga mampu
menjelaskan penyebab
hipertensi

Evaluasi
Standar
6

Kriteria
5

Respon a. suatu peningkatan tekanan


verbal
darah yang tidak normal baik
systole maupun diastole lebih
dari 140 mmHg dan diastole
lebih dari 90 mmHg (Mansjoe
Arif 2001 : 518).

b. Penyebab hipertensi:
1) Faktor usia (> 40 tahun)
2) Mengkosumsi lemak, tinggi
garam dan karbohidrat
Respon
3)
Obesitas
verbal
4) Merokok, kopi, alkohol
5) Penggunaan alat kontraseps
hormon
6) Stressor psikologi.
7) Menopouse.
8) Kurang bergerak
c.
1)

c.

Tanda dan gejala


hipertensi

2)
3)
4)
5)
Respon 6)
verbal 7)
8)
9)

Tanda dan gejala hipertensi


Tekanan darah > 140/
mmHg
Pusing.dan sakit kepala
Sukar tidur dan gelisah
Mudah lelah dan cepat mara
Sering BAK pada malam har
Perasaan pegal pada bahu
Mual dan muntah
Penglihatan kabur
Kurang nafsu makan

d. Komplikasi hipertensi
1) Terhadap pembuluh darah:
Menyebabkan
penyempit
pada pembuluh darah.
2) Terhadap jantung :
Menyebabkan
penyeb
jantung koroner dan gag
jantung
3) Terhadap ginjal :
Menyebabkan gagal ginjal.
4) Terhadap otak :
Menyebabkan stroke at
kelumpuhan.

No
1

Diagnosa
Keperawatan
2

Tujuan
Umum
3

Khusus
4

d.

e.

Komplikasi hipertensi

Menyebutkan cara
pencegahan hipertensi

Evaluasi
Standar
6
5)
Terhadap
penglihatan
Menyebabkan
pandang
kabur
Respon
verbal
e.
Cara
Pencegahan
d
Perawatan Hipertensi
1)
Memeriksakan
diri
Puskesmas/rumah
sa
terdekat secara rutin
2) Olah raga secara teratur
3) Minum Obat secara teratur
4) Turun dan berat badan b
obesitas
5) Mengurangi stressor psikolog
6) Tidak merokok, minum ko
dan alcohol
7)
Mengatur
keseimbang
antara kerja, istirahat d
rekreasi
8) Mengatur pola makan
Kriteria
5

Makanan yang dianjurkan:


1) sayuran hijau kecuali
singkong,daun melinjo, dan
melinjonya
2) buah-buahan kecuali durian
Respon
3) ikan laut yang tidak asin
verbal
terutama ikan kakap dan tuna
4) telur boleh dikonsumsi
maksimal 2 butir dalam satu
minggu. Diutamakan putih
telurnya saja
5) daging ayam, kecuali kulit da
jeroannya).

Respon
verbal

Langkah-langkah
Sem
Hipertensi
1.Pemanasan
Tekuk kepala ke samping, la
tahan dengan tangan pada s
yang sama dengan ar
kepala.
Tahan
deng
hitungan 8-10, lalu berganti
dengan sisi lain.
2.Pemanasan
Tautkan jari jari kedua tang

No
1

Diagnosa
Keperawatan
2

Tujuan
Umum
3

Khusus
4
Menyebutkan makanan
yang dianjurkan untuk
penderita hipertensi

2. Setelah 2 X
pertemuan keluarga
dapat melakukan senam
hipertensi

Kriteria
5

Evaluasi
Standar
6
dan angkat lurus ke at
kepala dengan posisi ked
kaki dibuka selebar bah
Tahan dengan 8-10 hitunga
Rasakan tarikan bahu d
punggung.

3.Inti1
Lakukan gerakan seperti jala
ditempat dengan lambaian
kedua tangan searah dengan
sisi kaki yang diangkat.
Lakukan perlahan dan hindar
hentakan.
4.Inti2
-Buka kedua tan
gan dengan jemari mengepa
dan kaki dibuka selebar bahu
-Kedua kepalan tangan
bertemu dan ulangi gerakan
semampunya sambil mengat
napas.
5.Inti3
Kedua kaki dibuka agak leba
Respon
lalu angkat tangan menyeron
psikomotor Sisi kaki yang searah dengan
tangan sedikit ditekuk.Tangan
diletakkan dipinggang dan
kepala searah dengan geraka
tangan. Tahan 8-10 hitungan
lalu ganti dengan sisi lainnya
6.Inti4
Gerakan hampir sama denga
sebelumnya, tapi jari mengep
dan kedua tangan diangkat
keatas. Lakukan bergantian
secara perlahan dan
semampunya.
7.Inti5
Hampir sama dengan geraka
inti 1, tapi kaki dibuang ke
samping.Kedua tangan deng
jemari mengepal kea rah yan
berlawanan. Ulangi dengan
sisi bergantian.
8.Inti6
Kedua kaki dibuka lebar dari
bahu, satu lutut agak
ditekukdan tangan yang
searah lutut di pinggang.
Tangan sisi yang lain lurus
kearah lutut yang ditekuk.

No
1

Diagnosa
Keperawatan
2

Tujuan
Umum
3

Khusus
4

Kriteria
5

Evaluasi
Standar
6
Ulangi gerakan kearah
sebaliknya dan lakukan
semampunya.
9. Pendinginan 1
Kedua kaki dibuka seleb
bahu, lingkarkan satu tang
ke leher dan tahan deng
tangan lainnya. Hitungan 8kali dan lakukan pada s
lainnya.

10. Pendinginan 2
Posisi tetap, tautkan kedua
tangan lalu gerakkan
kesamping dengan gerakan
setengah putaran. Tahan 8-1
hitungan lalu arahkan tangan
kesisi lainnya dan tahan
dengan hitungan yang sama.

5. Implementasidan Evaluasi
No
Tgl
Jam
1

Jumat
19 Juli
2013

Jumat
19 Juli
2013

Sabtu
20 Juli
2013

Implementasi

Evaluasi

10.30a.
Mendiskusikan
dengan
keluarga
WIB
pengertian hipertensi
b.
Mendiskusikan
dengan
keluarga
penyebab dari hipertensi
c. Mendiskusikan dengan keluarga tanda
dan gejala hipertensi
a.
d.
Mendiskusikan
dengan
keluarga
komplikasi hipertensi
b.
e. Mendiskusikan dengan keluarga cara
pencegahan dan perawatan hipertensi
c.
Mendiskusikan dengan keluarga
makanan yang dianjurkan untuk
penderita hipertensi
d.

11.00
S:
Keluarga mengatakan
mengerti yang dijelaskan oleh
perawat.
O:
Keluarga dapat menjelaskan
pengertian hipertensi.
Keluarga dapat menyebutkan
5 dari 8 penyebab hipertensi.
Keluarga dapat menyebutkan
5 dari 9 tanda dan gejala
hipertensi.
Keluarga dapat menyebutkan
komplikasi hipertensi.
e. Keluarga dapat menyebutkan
5 dari 6 pencegahan
hipertensi.
Keluarga dapat menyebutkan
makanan-makanan yang
dianjurkan untuk penderita
hipertensi.
: Keluarga tampak mengerti dan
dapat menjawab pertanyaan
dari perawat.

11.00

11.00

Mendemonstrasikan dengan keluarga


tentang senam hipertensi

A:
Masalah teratasi sebagian
P:
Lanjukan Intervensi
11.30
S:
Ny N mengatakan mampu
melakukan senam Hipertensi
tetapi harus di bimbing oleh
perawat

: Ny N tampak antusias mengikuti


senam hipertensi meskipun
klien belum mampu melakukan
senam hipertensi secara
mandiri.
Masalah belum teratasi
Lanjutkan intervensi
Mendemonstrasikan dengan keluarga 11.30
tentang senam hipertensi
S:
Ny N mengatakan dapat
melakukan senam hipertensi
tetapi perlu dibimbing perawat
karena keluarganya belum
memahami juga.
: Klien masih belum mandiri

melakukan senam hipertensi


Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi

Minggu,
21 Juli
2013

11.00

Senin,
22 Juli
2013

10.30

Mendemonstrasikan dengan
yang mengalami hipertensi
tentang senam hipertensi

ibu-ibu
lainnya

11.45
S:
Ny N mengatakan senang
dapat melakukan senam
hipertensi karena dipandu oleh
perawat dan kader-kader.
O:
Klien masih belum mampu
melakukan senam hipertensi
secara mandiri
Klien mampu mengikiuti
gerakan senam hipertensi
yang dipandu.
Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
Mendemonstrasikan dengan keluarga 11.00
tentang senam hipertensi
S:
Ny N mengatakan dapat
melakukan senam hipertensi
tetapi masih banyak gerakan
yang lupa.
O:
Klien sudah mampu
melakukan senam hipertensi
secara mandiri namun masih
banyak gerakan yang terlewat.
Klien butuh anggota keluarga
yang lain untuk memotivasi
dan mengingatkan gerakan
senam hipertensi ketika Klien
lupa.Klien mampu mengikiuti
gerakan senam hipertensi
yang dipandu.
Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi oleh
keluarga

DAFTAR PUSTAKA
Arifin E. Zaenal dr, Prof. 2008. Dasar-dasar Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Grasindo
Carpenito, J, Lynda, (1999). Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 2, Jakarta : Balai Penerbit FKUI
Dinas Kesehatan Jawa Barat. 2001. Profil Kesehatan Jawa Barat. Bandung : DinKes Jawa Barat
Doengoes, Marilynn E, dkk. 2000. Rencana asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan Dan
Pendokumentasian Perawatan Pasien, alih bahasa I Made Kariasa & Ni Made Sumarwati, Jakarta :
EGC.
Effendy Nasrul. 1998. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat., Jakarta : EGC.
Friedman., M. Marilyn. 1998. Keperawatan Keluarga Teori & Praktek. Alih Bahasa Ina Debora R.L, Jakarta :
EGC.
Gandasoebrata. R, 2004. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Dian Rakyat.
Hidayat Alimul Azis.A. 2004. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Http://www. Google.com. Ris (2008), Tahun 2020, Penderita Stroke Meningkat 2 Kali.
Http://www. Yastroki.or.id.
Http://www. medicastore.com, April 15, 2008
Http://www.relax.com, Senam Wajah. 24 Juli 2008
Iskandar 2002, Panduan Praktis Pencegahan dan Pengobatan Stroke. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer
Kozier, Barbara. 1983. Fundamentals of Nursing : Consepts and Procedures. California. Addison-Wesley Publishing
Company
Madiyono Bambang SpJp, SpA(K), Dr. Suharti K. Suheran, SpFK. 2003. Pencegarah Stroke dan Serangan
Jantung pada Usia Muda. Jakatra : Universitas Indonesia
Mardjono Mahar, DR Prof, Priguna Shidarta, DR, Prof. (2003) Nurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat
Markle J. Carrie, RN, PhD, FAAN. 2005. Hand Book Phatofisiologi Second Edition. USA: Lippicont Williams and
Wilkins
Mansjoer, Arif, dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta : Media Aesculapius.
Meilianingsih Lia, Mkep. 2006. Aplikasi Keperawatan Komunitas pada Kelompok Lansia dengan Hipertensi di
Keluraha Kemiri Muka Kecematan Beiji Kota Depok. (Karya Tulis Ilmiah Tidak di Publikasikan), Jakarta :
Universitas Indonesia
Murwani Arita. 2007. Asuhan Keperawatan Keluarga Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Mitra cendikia.
Nursalam. 2001. Proses dan Dokumentasi Keperawatan konsep dan Praktik. Jakarta: Salemba Medika
Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2000, Penuntun Diit, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Price, A Sylvia & M. Wilson, Lorraine, 2000, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, alih bahasa
Peter Anugerah, Jakarta : EGC.
Setiadi. 2008. Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu
Smeltzer, Suzanne C, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Bruner dan Suddarth jilid 3, alih bahasa
Agung Waluyo,dkk. Jakarta : EGC.
Suprajitno, 2004, Asuhan Keperawatan Keluarga Aplikasi Dalam Praktek, Jakarta : EGC
Supriyadi, S.Kp, M.Kep. Sp.Kom. 2007. Keperawatan Keluarga. (tidak dipublikasikan). Bandung: Poltekkes
Tartowo dan Wartonah. 2004. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Tim Maximus. 2007. Mau Sehat? Memo dan tisp Kesehatan. Yogyakarta: Maximus
Watson Roger. 2003. Perawatan pada Lanjut Usia. Jakarta:EGC

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA PADA Ny. M DENGAN ASAM URAT


A. Pengkajian
1. Identitaas klien
Nama
Umur
Jenis kelamin
Status perkawinan
Alamat
Bangsa
Pekerjaan/penghasilan
Pendidikan terakhir

: Ny. M
: 63 tahun
: Perempuan
: Menikah
: RT. 06 Dusun I Desa Tirta Jaya
: Indonesia
: Ibu Rumah Tangga
: Tidak Sekolah

2. Riwayat kesehatan
a. Riwayat penyakit saat ini
Klien mengatakan tangan dan kaki merasa pegal linu dan sering kesemutan, sering berulang
ulang. Hal itu dirasakan Ny. M kurang lebih 2 tahun yang lalu terlebih saat melakukan aktivitas
dan ketika bangun pagi.
b. Riwayat penyakit yang lalu
Klien mengatakan sakit yang dideritanya sudah kurang lebih 2 tahun yang lalu, klien mengatakan
asam urat. Klien mengtakan tiap bulan mengikuti posyandu lansia namun hanya di beri vitamin.
3. Pengkajian fisik
a. Pemenuhan kebutuhan dasar
1) Pola nutrisi
Klien makan 3 kali/hari. Nafsu makan baik. Klien menghabiskan makanan. Klien minum 8
kali/hari.
2) Pola eliminasi
Klien BAK 3-4 kali/hari dengan warna putih dan bau khas urine. Klien BAB 1 kali/hari dengan
konsistensi padat.
3) Pola aktivitas
Klien biasanya membungkus jajanan kerupuk, untuk di jual di toko.
4) Pola istirahat dan tidur
Klien tidur malam jam 9 kadang jam 11 malam dan bangun tidur jam 5 subuh ketika adzan
5)
a)
1)
2)

subuh. Klien kadang kadang tidur siang.


Psikososial
Konsep Diri
Gambaran diri
Klien mengatakan bahwa dirinya sudah tua.
Identitas diri
Klien mampu menyebutkan nama Ny. M dengan jelas. Klien juga merasa puas dan
senang dengan jenis kelaminnya sebagai perempuan.

3) Peran
Peran klien di keluarga sebagai ibu yang mengurus suami dan anak laki laki yang tinggal
dengan klien. Peran klien di lingkungan sebagai masyarakat.
4) Ideal diri
Klien berharap bisa hidup lebih baik disaat umur yang sudah tua klien masih tetap bisa bekerja
membantu suami.
5) Harga diri
Klien tidak merasa malu akan penyakitnya, klien hanya merasa susah untuk bekerja karena
penyakitnya.
b) Status mental
1) Penampilan
Penampilan klien rapi dan bersih, setiap sehabis mandi klien mengganti baju, dan ketika
waktunya sholat ataupun ada yasinan klien selalu memakai yang rapi dan bersih.
2) Pembicaraan
Pembicaraan klien tidak terlalu cepat namun juga tidak telalu lambat, klien bicara dengan jelas.
Klien juga mampu untuk memulai pembicaraan.
3) Aktivitas motorik
Klien malakukan aktifitas dengan semangat.
4) Alam perasaan
Klien mengatakan hanya ingin sembuh.
5) Afek
Afek klien sesuai, klien terlihat tersenyum ketika bercerita sesuatu hal yang menyenangkan,
klien tertawa ketika berbicara hal yang lucu.
6) Interaksi selama wawancara
Selama interaksi, klien kooperatif dengan tindakan keperawatan yang dilakukan, kontak mata (+)
serta dapat dipertahankan.
7) Persepsi
Klien tidak mengalami gangguan persepsi sensori halusinasi.
8) Proses pikir
Saat bercakap-cakap dan ditanya, klien menjawab pertanyaan sesuai dengan pertanyaan yang
diajukan, tidak ada blocking maupun pengulangan pembicaraan.
9) Isi pikir
Klien tidak mengalami gangguan isi pikir seperti waham.
10) Tingkat kesadaran
Kesadaran klien Compos mentis. Klien tidak mengalami disorientasi waktu, tempat, dan orang.
Itu ditandai ketika perawat menanyakan jam, tanggal, dan tempat pada saat pengkajian.
11) Memori
Memori jangka pendek jangka klien bagus, klien dapat menceritakan kejadian penyakit dahulu.
Klien juga dapat menjawab siapa presiden terdahulu ketika ditanya.
12) Tingkat konsentrasi berhitung

Tingkat konsentrasi berhitung klien baik, klien dapat menghitung mundur dari 20 dikurangi 3.
13) Gangguan penilaian
Kemampuan penilaian klien baik, klien mampu mengambil keputusan yang sederhana, ketika
ditanya setelah bangun tidur mandi atau makan dulu ? dan klien menjawab mandi dulu.
6) Spiritual
Klien beragama islam. Klien mampu melaksanakan sholat lima waktu. Klien mengikuti kegiatan
yasinan yang diadakan oleh ibu ibu di RT. 06
b. Kemandirian dalam aktifitas
Klien sehari harinya melakukan aktifitas sendiri secara mandiri, walaupun klien kadang kadang
kesemutan dan menggangu aktivitas.
c. Keseimbangan tubuh
Keseimbangan tubuh klien baik.
d. Pengkajian head to toe
Tanda-tanda vital : TD
: 120/80 mmHg
Nadi
: 86 x/mnt
Suhu
: 36,8C
Respirasi : 22 x/menit
1) Kepala
Bentuk kepala simetris, tidak terdapat kelainan, tidak terdapat benjolan, tidak ada luka/lesi,
kepala bersih, klien membersihkan kepala 2 kali dalam seminggu.
2) Mata
Bentuk kedua mata simetris, tidak ada perdarahan ataupu peradangan, klien menggunakan alat
bantu baca.
3) Hidung
Hidung klien berfungsi dengan baik, bentuk simetris. Tidak ada peradangan ataupun perdarahan,
tidak ada polip.
4) Mulut
Mulut klien bersih, tidak ada tanda peradangan atau perdarahan. Gigi depan atas klien sudah
tidak ada hanya tersisa gigi depan bawah, dan graham klien
5) Telinga
Telinga klien kiri kanan berfungsi dengan baik, klien dapat mendengar bunyi detik arloji dalam
jarak 30 cm. Terlinga bersih, tidak ada luka ataupun peradangan, klien tidak menggunakan alat
bantu dengar.
6) Leher
Kebersian baik, tidak ada tanda peradangan ataupun lika, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.
7) Dada
Dada simetris, tidak ada kelainan, tidak ada luka, tidak ada batuk
8) Abdomen
Simetris, tidak ada kelainan, tidak ada lesi atau luka, kebersihan tejaga
9) Ekstremitas
Klien dapat beraktifitas dengan baik, namun kadang terhenti karena linu pada sendi.

10) Genitalia
Klien berjenis kelamin perempuan.
4. Pengkajian status sosial
a. Kemampuan sosialisasi
Sosialisai klien baik, setiap jumat sore klien sering datang ke yasinan. Dan satu bulan sekali
klien selalu datang di posyandu lansia.
b. Sikap klien pada orang lain
Klien mampu berkomuikasi dengan baik kepada petugas atau perawat, serta apa yang di
tanyakan mampu di jawab dengan baik dan tepat. Sikap klien kepada warha juga baik.
c. Harapan klien pada orang lain
Klien berharap orang lain dapat bersikap baik juga.
5. Pengkajian perilaku terhadap kesehatan
a. Kebiasaan merokok
Klien mengatahan bahwa ia tidak merokok.
b. Kebiasaan minum kopi
Klien mengatakan klien jarang minum kopi, hanya ketika ingin saja minum
c. Penggunaan alcohol
Klien mengatakan selama ini tidak pernah mengkonsumsi alkohol.
d. Penggunaan obat-obatan
Klien mengatakan tidak menggunakan obat obatan.
6. Pengkajian lingkungan
a. Rumah
Lingkungan rumah bersih, rumah tidak dimodivikasi sesuai dengan penyakit klien. Pencahayaan
cukup.
b. Sanitasi
Sanitasi di rumah baik, klien menggunakan sumur gali untuk air minum dan mandi.
c. Faktor-faktor resiko
Lingkungan klien yang tidak di modifikasi membuat adanya resiko cidera.
7. Pemanfaatan layanan kesehatan
Klien memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang di laksanakan satu bulan sekali di
posyandu lansia.
8. Tingkat pengetahuan tentang kesehatan
a. Pengetahuan tentang kesehatan
Klien tahu akan penyakitnya, namun klien belum tau tentang apa yang boleh dimakan dan tidak
boleh.
b. Sikap tentang kesehatan
Sikap klien baik, klien ingin sekali mengetahui tentang penyakitnya saai ini.
B. Analisa Data

No.
Data
1.
DS :
Klien mengatakan kaki dan tangan

Etiologi
Kaku sendi

Masalah
Hambatan
mobilitas fisik

terasa linu dan kesemutan terlebih

saat melakukan aktivitas.


Klien mengatakan sering terasa

terganggu dengan sakitnya.


Kadang sendi di tangan dan kaki
juga terasa sakit
DO :

Ketika pengkajian klien sering


mengurut kakinya
Hasil tes asam urat : 8.5 mg/dl
DS :
Kurangnya
Klien mengatakan hanya tahu
mengenal
penyakitnya asam urat namun tidak
masalah
tahu tentang yang lainnya tentang
penyakit
asam urat.

Kurangnya
pengetahuan

DO :
Klien tampak bertanya tentang asam
urat
C. Prioritas Diagnosa Keperawatan
1. Hambatan Mobilitas Fisik berhubungan dengan kaku pada persendian.
2. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya mengenal masalah penyakit.
D. Rencana Asuhan Keperawatan
Diagnosa
Hambatan
Mobilitas Fisik
berhubungan
dengan kaku
pada
persendian.

Tujuan
Setelah dilakukan1.
tindakan
keperawatan
selama 3 kali
kunjungan di
2.
harapkan klien :
Gerakan sendi 3.

Intervensi
Rasional
Monitor dari tanda 1. Untuk menentukan
tanda inflamasi.
intervensi selanjutnya
2. Untuk melemaskan
sendi
Berikan klien latihan
ROM
3. Mengetahui kadar
Kontrol asam urat
asam urat klien.

klien kembali
normal
4.
Klien tidak
mengeluhkan linu
dan kesemutan
Setelah dilakukan1.
pendidikan
kesehatan selama
3 kali kunjungan
diharapkan klien

Kurangnya
pengetahuan
berhubungan
dengan
kurangnya
mengenal
masalah
penyakit.

4. Berkolaborasi untuk
Motivasi untuk
berobat ke puskesmas

Berikan pendidikan 1.
kesehatan mengenai
asam urat
Pengertian
Tanda dan gejala
Penyebab
Komplikasi
Pencegahan
Diit
2. Motivasi klien untuk
berobat ke puskesmas
2.

pemberian obat klien

Menambah
pengetahuan klien
tentang asam urat

Berkolaborasi untuk
pemberian obat

E. Implementasi
Hari/Tg

Diagnosa

l
Sabtu , Hambatan

Implementasi
1.

Mei Mobilitas Fisik


2.
2015
berhubungan
3.
dengan
kaku
pada

4.

Evaluasi

Membina hubungan saling S :


Klien mengatakan kakinya
percaya
Mengkaji adanya inflamasi masih linu dan sering
Mengontrol kadar asam
kesemutan
urat
Klien mengatakan masih
Mengajarkan ROM
belum ingat teknik yang

persendian.

diajarkan

hanya

ingat

sedikit.
O:
Klien
ROM

mempraktekkan
dengan

bantuan

perawat
UA : 8.5 mg/dl
A:
Asam urat klien tinggi
P:
Pendidikan

kesehatan

untuk pengetahuan klien


Lanjutkan mengajarkan
klien untuk latihan ROM
Motivasi klien untuk ke
Senin , Kurangnya
1.
Melakukan pendidikan
11 Mei pengetahuan
kesehatan mengenai asam
berhubungan
2015
urat :
dengan
Pengertian
kurangnya
Tanda dan gejala
mengenal
Penyebab
masalah
Diit
penyakit.

puskesmas
S:
Klien

mengatakan

mengerti dengan penjelasan


perawat.
O:
Klien dapat menyebutkan
pengertian,

tanda

dan

gejala, penyebab, dan diit


asam urat
A:
Pengetahuan
bertambah

klien

tentang

asam

urat
P:
Pendidikan

kesehatan

tentang apa yang boleh


dimakan dan tikdak boleh.

Motivasi
Rabu

, Kurangnya
1. Mengontrol kadar asam
13 Mei pengetahuan
urat
berhubungan 2. Mengevaluasi latihan ROM
2015
dengan
3.
Pendidikan
kesehatan
kurangnya
mengenai apa yang boleh
mengenal
dimakan dan yang tidak
masalah
boleh dimakan.
penyakit.

klien

untuk

berobat ke puskesmas
S:
Klien mengatakan sudah
pahan dengan penjelasan
perawat
O:
Klien sudah bisa teknik
ROM

dengan

bantuan

perawat.
UA : 8.3 mg/dl
Klien dapat menyebutkan
apa

yang

dimakan

tidak
oleh

boleh

penderita

asam urat
A:
Pengetahuan

klien

bertambah
P:
Jumat,

Mengevaluasi

15 Mei

lansia

2015

Evaluasi akhir
kunjungan S :
Ny.M mengatakan belum
ada ke puskesmas
Ny. M mengatakan sudah
memahami apa yang boleh
dimakan dan yang tidak
boleh dimakan
Ny. M mengatakan kadang
mempraktekkan ROM
O:
Ny. P dapat menyebutkan
apa yang tidak boleh di
makan oleh penderita asam
urat

UA : 7.6 mg/dl
Klien memperagakan
ROM

dengan

bantuan

perawat
A:
Asam urat Ny. M masih
diatar normal
P:
Motivasi

untuk

ke

puskesmas
Motivasi untuk melakukan
ROM secara teratur
Terminasi akhir

ASKEP KOMUNITAS

I.

DATA UMUM

1. Nama keluarga Besar : Nenek. O


2. Alamat : RW 07 kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis
3. Komposisi keluarga
No Nama
L/P
Hubungan Umur
Pendidika
dg K.K
n
1
Nenek. O
P
Ibu
73
2
Ny. R
P
Anak
35
SMA
3
An. J
L
Cucu
21
SMA
4
An. M
L
Cucu
12
SMP

4. Tipe Keluarga
Keluarga Nenek. O adalah keluarga dengan tipe keluarga 3 generasi dimana di dalamnya terdiri dari
nenek, anak, dan cucu.
5. Suku
Keluarga besar Nenek. O adalah suku Betawi, kebiasaan dalam keluarga apabila ada yang sakit
berobat ke puskesmas.

6. Agama
Keluarga menganut agama islam dan menjalankan kewajiban solat 5 waktu, semua aktivitas tidak
boleh bertentangan dengan agama.
7. Status sosisal ekonomi keluarga
Nenek. O mengatakan penghasilan berdagang kue cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
dan di bantu dengan cucunya An J.
8. Keluarga tidak mempunyai kebiasaan rutin untuk berekreasi, berekreasi hanya saat waktu
selesai lebaran.

II.

Riwayat Dan Tahap Perkembangan

1. Tahap Perkembangan Keluarga saat Ini


Keluarga dengan lansia dengan tugas perkembangan keluarga menanamkan nilai dan norma agama,
bersosialisi dan menstimulus perkembangan keluarga Nenek. O.
Saatini Nenek. O tinggal dengan anak dan cucu nya, tetapi dalam saat ini perkembangan keluarga
Nenek. O terdapat masalah kesehatan.
2. Tahap Peran kembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi.
Dalam masalah keluarga Nenek. O belum terpenuhi karena adanya masalah dalam kesehatan Nenek.
O dan Ny. R. Nenek O mengatakan bahwa dirinya seing mengalami nyeri dilutut sebelah kanan.
Nenek.O mengatakan selama ini belum pernah memeriksa asam uratnya dan belum penah
mendapatkan informasi mengenai penyakit asam uratnya.Selama ini Nenek. O menganggap
nyeri lutut yang di alaminya adalah hal biasa karena pengaruh usia dan tidak mengetahui bahwa
kadar asam urat dalam darahnya tinggi, dan mengakibatkan dari nyeri lutut yang di
alaminya.Nenek. O menjadi agak sulit untuk berdiri apabila dari posisi duduk. Nenek. O meriksa
asam uratnya pada tanggal 11/10 2012 dengan hasil pemeriksaan 7,2 mg/dl.
Dalam upaya dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu mobilitas fisik pada lansia dengan asam urat
adalah dengan latihan pergerakan sendi.Ny. R mengalami hipertensi 180/100 mmhg, Ny.R
pernah mengalami stoke dua tahun yang lalu, sekarang Ny.R dapat berjalan tanpa bantuan.
3. Riwayat Keluarga Inti.
Nenek. O mengatakan suaminya sudah meninggal pada tahun 2011, Nenek O mengatakan tinggal
dengan Ny. R dan dua anaknya, tetapi suami Ny. R sudah meninggal.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya.
Riwayat dari pihak istri/ suami tidak mempunyaI kebiasaan kawin cerai, pemabuk, berjudi dan
terlibat masalah hukum.

III.

Lingkungan

1. Karakteristik Rumah.

Rumah yang ditempati keluaraga Nenek. O adalah milik keluarga Nenek. O sendiri di beli setelah
satu tahun menikah. Dengan luas rumah 7x4m2.Dan rumah terdiri atas 1 lantai, lantai keramik
dan dalam keadaan bersih. Penataan alat rumah tangga rapi.Ventilasi dan pencahayaan rumah
baik keluarga mempunyai kamar mandi sendiri dan jamban sendiri.Sumber air berasal dari sumur
untuk kebutuhan minum dan kebutuhan selain air minum.
Ventilasi keluarga berasal dari jendela yang dapat dibuka dan pintu sehingga sirkulasi udara bisa
berganti. Penerangan pada malam hari terang berasal dari neon dengan 20 watt philips. Air
yang dipakai mencukupi kebtuhan keluarga.
2. Karakteristik Tetangga Dan Komunitas RW.
Rw 07 berpenduduk padat , khusus tetangga keluarga Nenek.O. Sebagian besar karyawan kantor
walaupun ada yang bekerja sebagai buruh pabrik dan pedagang pakaian. Keluarga Nenek. O
tingal dikampung, dimana terdapat 12 rumah dan sebagian besar pasangan baru menikah.
Hubungan sosial berjalan dengan baik anatara tetangga dan kaluarga Nenek.O.
3. Mobilitas Geografis Keluarga.
Kaluarga Nenek. O sudah lama tinggal di Jakarta karena penghasilan Nenek O sudah mencukupi
kebutuhan Keluarganya.
4. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat.
Keluarga Nenek. O sangat aktif dalam kegiatan pengajian di lingkungan tempat tinggalnya, dan
keluarga Nenek. O dapat membagai waktu untuk kesibukan sehari-harinya.
5. Sistem Pendukung Keluarga.
Keluarga Nenek. O tinggal jauh dari saudara-saudaranya,Nenek. O hanya tinggal dengan Anak dan
cucu nya. Apabila mengalami kekuangan uang keluarga Nenek. O sering meminjam dengan
tetangga-tetangganya bahkan mengutan di warung.

IV.

Struktur Keluarga.

1. Pola Komunikasin Keluarga.


Keluarga saling terbuka satu sama lain. Dalam keluarga Nenek. O apabila ada masalah didiskusi
dengan berkumpul bersama anak dan cucunya. Tetap pola komunikasi yang terjalin antara
keluarga berjalan baik.
2. Struktur Kekuatan Keluarga.
Keluarga saling menghargai satu sama lain, saling membantu, serta saling mendukung. Keluarga
Nenek. O mampu mampu merawat diri sendiri dan memenuhi kebutuhan sehari-hari walaupu
terkadang masih mengutang ditetangga. Apabila ada masalah Nenek. O sering mendiskusikan
dengan Ny. R terutama masalah kesehatan pada keluarganya.
3. Strutur Peran.
a. Nenek.O adalah seorang ibu dai Ny. R, yang sebagai pedagang kue untuk memenuhi
kebutuhab hidup sehai-hari

b. Ny. R adalah seorang Anak, Ny R, turut membantu Nenek. O untuk membuat kue tetapi
terkadang Ny. R kuli cuci di rumah tetangganya.
c. An J, An M adalh seoang anak dari Ny. R
4. Nilai Dan Norma Budaya.
Keluarga Nenek. O menerapkan aturan aturan sesuai norma agama islam dan mengaharapkaanaknya
dan ke dua cucunya nanti menjadi anak yang taat dalam menjalankan agama. Dalam keluarga
diterapkan hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan sesuai ajaran agama.

V.

Fungsi Keluarga.

1. Fungsi Afektif
Semua keluarga Nenek.O saling menyayangi satu sama lain. Walupun tempat tinggal saudarasaudara Nenek. O berjauhan. Apabila ada yang sakit mereka saling membantu.
2. Fungsi Sosialisasi
Keluarga Nenek. O menekankan perlunya berhubungan dengan orang lain. Mereka membiasakan
anak dan cucunya untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya, walaupun orang tua mereka
jarang bersosialisasi karena adanya kesibukan.
3. Fungsi Perawatan kesehatan Keluarga
Nenek. O mengatakan dalam keluarganya terjadi masalah kesehatan terutama pada Nenek. O dan
Ny. R. Nenek O mengatakan bahwa dirinya seing mengalami nyeri dilutut sebelah kanan.
Nenek.O mengatakan selama ini belum pernah memeriksa asam uratnya dan belum penah
mendapatkan informasi mengenai penyakit asam uratnya.Selama ini Nenek. O menganggap
nyeri lutut yang di alaminya adalah hal biasa karena pengaruh usia dan tidak mengetahui bahwa
kadar asam urat dalam darahnya tinggi, dan mengakibatkan dari nyeri lutut yang di
alaminya.Nenek. O menjadi agak sulit untuk berdiri apabila dari posisi duduk. Nenek. O meriksa
asam uratnya pada tanggal 11/10 2012 dengan hasil pemeriksaan 7,2 mg/dl. Ny. R Ny. R
mengalami hipertensi 180/100 mmhg, Ny.R pernah mengalami stoke dua tahun yang lalu,
sekarang Ny.R dapat berjalan tanpa bantuan.
4. Fungsi Reproduksi
Ny. R mengatakan bahwa saat ini belum merencanakan untuk menikah lagi.
5. Fungsi Ekonomi
Nenek. O mengatakan bahwa penghasilan berdagang kue sudah mencukupi untuk kehidupan
keluarganya saat ini, walaupu terkadang kue nya tidak abis dan kurang untuk memenuhi
kebutuhan keluarganya, Nenek. O. suka meminjam uang di tetangganya.

VI.

Stres Dan Koping Keluarga

1. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap keluarga

Jika ada masalah dalam keluargaNy. R biasanya didiskusikan bersama Nenek. O. Apabila perlu
nasihat keluarga Ny. R meminta nasehat dengan Nenek.O.
2. Strategi Koping
Keluarga mengatakan jika ada masalah selalu didiskusikan sehingga masukan dari setiap keluarga
dapat membantu menyelesaikan masalah.
3. Strategi Adaptasi Disfungsional
Dari hasil pengkajian didapatkan adanaya adanya cara-cara mengatasi masalah secara mal adaptif.

VII.

Harapan Keluarga

Keluarga menyatakan sangat senang dengan kehadiran perawat dan berharap sangat membantu
dalam mencegah dan memberikan informasi tentang masalah-masalah penyakit yang dihadapi
dengan keluarga.

VIII.

Data Tambahan

1. Nutrisi
Keluarga mengkonsumsi makanan 3x sehari, menu makanan nasi, sayur bayam, sop,sayur asem,
lauk pauk seperti ikan, telor dan tempe.
2. Eliminasi
Dalam keluarga tidak ada keluahan dalam buang air besar dan kecil.
3. Istirahat Tidur
Keluarga Nenek. O tidak ada keluhan dalam istirahat Tidur.
4. Aktivitas Sehari-hari
Nenek. O berdagang kue dari pagi sampai siang, Ny. R nguli cuci di rumah tetangganya pada siang
hari, An J bekerja dari pagi sampe sore, An. M lebih senang bermain dengan teman-teman
sebayanya.
5. Merokok
6. Keluarga Nenek. O tidak suka merokok, karena mengetahui akan dampaknya merokok.

IX.

Pemeriksaan Fisik
pemeriksaan fisik

An. J

An. M

Ny. R

Nenek. O

kepala

tanda tanda vital

BB, TB

mata

Hidung

Mulut

Rambut
bersih, hitam,
distribusi
rambut
merata,
tekstur halus,
tidak adanya
lesi dikepala.
TD : 110/80
mmhg
N : 87 x/m
S : 36 oc
RR : 24x/m
BB : 70 kg
TB : 178 cm
(kondisi
normal)
Tidak
anemis,
bentuk
simetris,
reflek
berkedip
baik,
penglihatan
baik.
Bentuk
hidung
simetris,
tidak
imflamasi di
hidung, tidak
bersekret
Mukosa
mulut
lembab,
bentuk
simetris, gigi
baik,
tidak
ada
yang
rusak, warna
lidah merah,
tidak
ada
mukosa.

Rambut
bersih,
distribusi
rambut rata,
tekstur rambut
halus,rambut
bercabang

Tidak
adanya lesi
dikepala,war
na rambut
coklat,distri
busi rambut
rata.

Rambut
bersih, putih,
distribusi
rambut
merata.
Tekstur halus,
tidak adanya
lesi di kepala.
TD : 100/80 N : 100 x/m TD:130/80
mmhg
S : 35,6 oc
mmhg
N : 78 x/m
RR : 22 x/m N :80 x/mn
S : 36,5 oc
TD
: S : 36,2oc
RR : 20 x/m
180/100
RR:18 x/m
mmhg
BB : 45 kg
BB : 55 kg
BB : 50 kg
TB : 150 cm
TB : 155 cm TB : 153 cm
(kondisi
(kondisi
(kondisi
normal)
normal)
normal)
Tidak anemis, Tidak
Tidak anemis,
bentuk
anemis,
bentuk
simetris,
bentuk
simetris, reflek
reflek
simetris,
berkedip baik,
berkedip baik, berasa
penglihatan
penglihatan
berkedut
baik.
baik.
Bentuk
hidung
simetris, tidak
imflamasi di
hidung, tidak
bersekret

Bentuk
hidung
simetris,
tidak
imflamasi di
hidung,
tidak
bersekret
Mukosa
mulut
lembab, saat
bicara
terlihat
bibirnya
mencong,
gigi
baik,
tidak
ada
yang rusak,
warna lidah

Mukosa mulut
lembab,
bentuk
simetris, gigi
baik, tidak ada
yang
rusak,
warna lidah
merah, tidak
ada mukosa.

Bentuk hidung
simetris, tidak
imflamasi di
hidung, tidak
bersekret

Mukosa mulut
lembab,
bentuk
simetris, gigi
baik, tidak ada
yang
rusak,
warna
lidah
merah, tidak
ada mukosa.

Leher

Dada

Abdomen

Tangan

kaki

Tidak
ada
benjolan
pada leher,
bentuk
simetris.
Bentuk dada
simetris,
gerakan paruparu
normal,tidak
ada retraksi
interkosta.
Bunyi
jantung dan
paru.
Bentuk perut
normal, tidak
ada
pembesaran
hati, limfa,
tidak adanya
nyeri tekan.

Tidak
ada
benjolan pada
leher, bentuk
simetris.

Tidak
ada
pembengkaka
n,
tekstur
kulit halus,
acral hangat,
turgor kulit
baik.
Tidak
ada
pembengkaka
n,
tekstur
kulit halus,
acral hangat,
turgor kulit
baik

Tidak
ada
pembengkaka
n, tekstur kulit
halus,
acral
hangat, turgor
kulit baik.

Bentuk dada
simetris,
gerakan paruparu
normal,tidak
ada
retraksi
interkosta.
Bunyi jantung
dan paru.
Bentuk perut
normal, tidak
ada
pembesaran
hati,
limfa,
tidak adanya
nyeri tekan.

Tidak
ada
pembengkaka
n, tekstur kulit
halus,
acral
hangat, turgor
kulit baik

merah, tidak
ada mukosa.
Tidak ada
benjolan
pada leher,
bentuk
simetris.
Bentuk dada
simetris,
gerakan
paru-paru
normal,tidak
ada retraksi
interkosta.
Bunyi
jantung dan
paru.
Bentuk
perut
normal,
tidak
ada
pembesaran
hati, limfa,
tidak adanya
nyeri tekan.
Tidak ada
pembengkak
an, tekstur
kulit halus,
acral hangat,
turgor kulit
baik.
Tidak ada
pembengkak
an, tekstur
kulit halus,
acral hangat,
turgor kulit
baik.
Ekstremitas
kiri atas dan
bawah dapat
berjalan
tetapi agak
lemah

Tidak
ada
benjolan pada
leher, bentuk
simetris.
Bentuk dada
simetris,
gerakan paruparu
normal,tidak
ada
retraksi
interkosta.
Bunyi jantung
dan paru.
Bentuk perut
normal, tidak
ada
pembesaran
hati,
limfa,
tidak adanya
nyeri tekan.
Tidak
ada
pembengkaka
n, tekstur kulit
halus,
acral
hangat, turgor
kulit baik.
Tidak
ada
pembengkaka
n, tekstur kulit
halus,
acral
hangat, turgor
kulit
baik,
nyeri di lutut
pada
kaki
sebelah kanan

keadaan Umum

Analisa Data
No
Tgl
1

Anak tampak
sehat
tidak
ada masalh
kesehatannya

Anak tampak
sehat
tidak
ada
masalh
kesehatannya

Ny.R
terdapat
masalah
dengan
kesehatan
karena TD
180/100
mmhg,
ekstremitas
kiri
atas
bawah dapat
berjalan
tetapi agak
lemah

Data

10/05/2014 DS :
1. Keluarga nenek O mengatakan bahwa
dirinya sering mengalami nyeri lutut sebelah
kanan
2. Nenk o mengatakan nyeri lutu yang
dialaminya adalah hal biasa.
3. Nenek O mengatakan akibat nyeri yang
dialami nenek O menjadi agak sulit untuk
berdiri apabila pada posisi duduk
4. Nenek O menganggap nyeri lutut yang
dialaminya
5. Ny R mengatakan sering sakit kepala dan
pusing
6. Ny R dapat berjalan dengan bantuan, serta
ektermitas kiri atas dan bawah dapat berjalan
agak lemah.
DO :
1. Pada tanggal 11/10/2012 nenek O
memeriksakan kadar asam uratnya dan
hasilnya adalah 7,2 mg/dl
2. Lutut nenek O tidak tampak kemerahan atau
bengkak
3. Nyonya R mengalami hipertensi dan TD
180/90mmHg
DS:

Nenek.
O
terdapat
masalah
karena nyeri
pada
lutut
sebelah kanan
akibat
dari
peningkatan
asam urat nya.

Diagnosa Keperawatan
Nyeri Akut pada keluarga nenek O ( 73 Th)
dan Ny.R (35 Th) khususnya nenek O (73
Th) dan Ny.R (35 th)

Kurangnya pengetahuan pada keluarga

1. Nenek O menganggap bahwa nyeri lutut


yang dialaminya adalah hal biasa karena
pengaruh usia
2. Nenek O tidak mengetahui bahwa kadar
asam uratnya tinggi
3. Nenek O mengatakan selama ini belum
pernah memeriksakan asam uratnya.
4. Nenek O mengatakan belum pernah
mendapatkan informasi mengenai penyakit
asam uratnya
DO :
1. Pada tanggal 11/10/2012 nenek O
memeriksakan kadar asam uratnya dan
hasilnya adalah 7,2 mg/dl
3
1.
2.
3.
4.
5.
1.

2.
3.

DS :
Nenek O mengatakan bahwa dirinya sering
mengalami nyeri lutut sebelah kanan
Nenek O mengatakan akibatnyeri lutut yang
dialaminya, nenek Omenjadi agak sulit
berdiri apabila pada posisi duduk
Nyonya R mengatakan dapat berjalan tanpa
bantuan.serta ektermitas kiri atas dan bawah
dapat berjalan tetapi agak lemah
Nyonya R mengatakan pada matanya masih
berasa berkedut serta saat bicara terlihat bibir
mencong ke kiri
Nyonya R pernah mengalami stroke 2 tahun
DO :
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah
gangguan masalah gangguan mobilitas fisik
pada lansia asam urat adalah dengan latihan
pergerakan sendi
Ny R mengalami hipertensi dengan TD
180/90mmHg
Gejala stroke yang masih terlihat adalah
bells palsy

nenek O (73th) dan Ny R (35 th) khusunya


nenek O (73 th) dan Ny.R (35 th)

Hambatan mobilitas fisik pada keluarga


nenek O (73th) dan Ny R (35 th) khusunya
nenek O

Dx 1: Nyeri Akut pada keluarga nenek O ( 73 Th) dan Ny.R (35 Th) khususnya nenek O (73 Th) dan
Ny R (35 Th)
kriteria
bobot
perhitungan
pembenaran
Sifat masalah
Skala :
Aktual : 3

3/3x1=1

Sifat masalah sudah aktual karena


klien sering mengalami nyeri di
lutut dan di kepala

Kemungkinan
masalah dapnat di
ubah
Skala :
Mudah :2
Potensi masalah
untuk di cegah
Skala :
Tinggi : 3

2/2x2=2

3/3x1=1

Penonjolan masalah
Skala
Masalah dirasakan
danperlu
penanganan segera :
2
total

2/2x1=1

Masalah masih mungkin di ubah,


dengan tindakan rutin berolahraga
seperti menggerakan persendianpersendian dan serta merubah pola
makan yang baik
Masalah masih dapat di cegah
karena adanya keinginan keluarga
untuk sembuh dari penyakitnya
Masalah sudah di rasakan dan
memerlukan penanganan agar
terindar dariberbagai komplikasi
dari penyakit tersebut

Dx 2: kurang pengetahuan pada nenek O (73th) dan NyR (35th)


kriteria
bobot
perhitungan

pembenaran

Sifat masalah
Skala :
Aktual : 3

3/3x1=1

Kurangnya pengetahuan tentang


penyakit yang dialaminya dapat
menimbulkan masalah yang serius

Kemungkinan
masalah dapnat di
ubah
Skala :
Mudah :2

2/2x2=2

Masalah masih mungkin di ubah


dengan menghadiri penkes dan
penyuluhan tentang penyakit yang di
deritanya

Potensi masalah
untuk di cegah
Skala :
Cukup : 2

2/3x1=2/3

Masalah dapat dicegah karena


adanya keinginan klien untuk
sembuh

Penonjolan masalah
Skala
Masalah dirasakan
danperlu penanganan
segera : 2

Total

2/2x1=1

Masalah sudah dirasakan dan harus


segera ditangani untuk menghindari
komplikasi penyakit tersebut dan
penangan segera

3 2/3

Dx 3: hambatan mobilitas fisik pada nenek O (73th) dan Ny R (35th)


kriteria
bobot
perhitungan

pembenaran

Sifat masalah
Skala :
Aktual : 3
Kemungkinan
masalah dapnat di
ubah
Skala :
Mudah :2
Potensi masalah
untuk di cegah
Skala :
Cukup : 2

3/3x1=1

Masalah sudah actual dilihat dari


keluhan yang dirasakan klien

2/2x2=2

Masalah masih mungkin di ubah


dengan rutin berolahraga atau
melakukan pergerakan ROM

2/3x1=2/3

Masalah masih dapat di cegah


karena adanya keinginan keluarga
untuk sembuh

Penonjolan masalah
Skala
Masalah dirasakan
dan perlu
penanganan segera :
2
Total

2/2x1=1

Masalah harus segera ditangani


agar tidak terjadi komplikasi dari
penyakit tersebut

4 2/3

Kesimpulan :
Dari hasil scoring yang telah dilakukan didapatkan hasil sbgai berikut
1. Nyeri akutpada nenek O (73th) dan Ny R(35 th) dengan score 5
2. kurang pengetahuan pada nenek O (73th) dan NyR (35 th) dengan score 4 2/3
3. kurang pengetahuan pada nenek O (73th) dan NyR (35 th) dengan score 4 2/3
maka prioritas masalah adalah nyeri akut pada nenek O (73th) dan Ny R(35th)

INTERVENSI (PERENCANAAN)
Diagnosa
Keperawata

Tujuan
Umum

Khusus

Evaluasi
Kriteria

n
Nyeri Akut

Setelah

pada keluarga

dilaksanaka

kunjungan selama 3 x

nenek O ( 73

n 5 kali

15 menit keluarga

Th) dan Ny.R

kunjungan

dapat mengenal

(35 Th)

pada

masalah kesehatan.

Respon

khususnya

keluarga

Dengan cara :
1.1.Menyebutkan
nenek O dan
pengertian nyeri
Ny. R
1.2. Menyebutkan
diharapkan
penyebab dari nyeri
masalah

Verbal

nenek O (73
Th)

1. Setelah dilakukan

nyeri akut
tidak terjadi.

Rencana

Standar

Tindakan

nyeri adalah
a.
pengalaman
perasaan emosional
b.
yang tidak
menyenangkan
akibat
terjadinya
kerusakan aktual
maupun potensial,
atau
c.
menggambarkan
kondisi
terjadinya
kerusakan.

Kaji pengetahuan
tentang Nyeri
Beri motivasi
keluarga untuk
mengemukakan
pendapatnya
tentang nyeri
Diskusikan
bersama keluarga
mengenai
pengertian

Keluarga dapat

penyebab nyeri
menyebutkan 3dari d. Bimbing keluarga
5 Penyebab Asam
urat :
a. Nyeri dapat
disebabkan oleh
faktor usia
b. Nyeri juga dapat di
sebabkan oleh
peradangan di
sendi
c. Nyeri juga bias di
sebabkan oleh
adanya fraktur

untuk menjelaskan
ulang pengertian
penyebab nyeri
e. Beri re
inforcement
positif atas
jawaban yang
diberikan

2. Setelah dilakukan

Menyebutkan 1

kunjungan 1 x 15 menit
keluarga mampu
mengambil keputusan
untuk merawat anggota

Respon

dari 3 akibat lanjut

keluarga akibat

nyeri yang tidak

lanjut apabila

diobati :
a. Akan terjadi

Verbal

a. Jelaskan pada

nyeri tidak

diobati.
gangguan mobilitasb. Motivasi kembali

keluarga yang

fisik

mengalami nyeri

keluarga untuk
menyebutkan
kembali akibat
asam urat tidak
diobati
c. Beri re
inforcement
positif atas
jawaban keluarga

3. Setelah dilakukan

Keluarga dapat

yang tepat
a. Diskusikan

kunjungan 1 x 15 menit

menyebutkan cara

bersama keluarga

keluarga dapat merawat Respon

Perawatan Asam

tentang

anggota keluarga yang

Verbal

merasakan nyeri

urat :
1. Mengurangi rasa
nyeri dapat
dilakukan latihan
ROM
2. Mengkonsumsi
makanan yang

Psikomoto

bergizi

pencegahan rasa
nyeri
b. Berikan
kesempatan
bertanya tentang
hal yang kurang
dimengerti
c. Tanyakan kembali
tentang apa saja

Keluarga mampu
mendemonstrasika
n cara
menghilangkan

yang dijelskan
d. Demonstrasikan
cara pembuatan
obat tradisional
e. Beri kesempatan

cirri

keluarga untuk re

1. membuat ramuan

demonstrasi

tradisional
2. melakukan gerakan
ROM
4. Setelah dilakukan
kunjungan 1 x 15 menit
Keluarga mampu untuk
memodifikasi
lingkungan yang dapat
mendukung kesehatan

Pencegahan asam urat a. Diskusikan


a. Menjaga
bersama keluarga
lingkungan rumah
Respon
cara mengatasi
tetap bersih dan
Verbal
nyeri
nyaman
b. Berikan
b. Berikan makanan
kesempatan klien
Psikomoto
yang bergizi
untuk bertanya
r
Kebersihan
tentang cara
Lingkungan :
pencegahan nyeri
a. Rumah dibersihkanc. Tanyakan kembali
b. Rumah tetap dalam
hal hal yang
keadaan bersih dan
dijelaskan
tidak licin
d. Beri re
inforcement
positif atas
jawaban yang
diberikan keluarga
e. Praktekan dan
laksanakan
kebersihan
lingkungan
Fasilitas kesehatan a. Jelaskan pada

5. Setelah dilakukan
kunjungan 1 x 15 menit
diharapkan keluarga
mampu memanfaatkan
fasilitas kesehatan

Respon
Verbal

a.
b.
c.
d.
A.

untuk berobat asam

keluarga tentang

urat
Puskesmas
Rumah Sakit
Bidan
Dokter

fasilitas kesehatan
yang bisa
digunakan
b. Motivasi keluarga
untuk

mengunjungi
fasilitas kesehatan
yang dipilih
c. Beri re
inforcement
positif atas
keputusan
keluarga
d. Beri kesempatan
keluarga untuk
bertanya tentang
hal hal yang
belum diketahui

Diposkan oleh Edo Wardo di 21.52


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Follow My Twitter GUYS @edoWS_

INFORMASI LAINNYA

2014 (10)
o Oktober (10)

SPONDILITIS TB

STRAIN ( KERAM )

SPRAIN (KESELEO)

GOUT ARTRITIS

DEFORMITAS TULANG

ASKEP KOMUNITAS

OSTEOMA

FRAKTUR

JANTUNG REUMATIK

ARITMIA

Anda mungkin juga menyukai