Anda di halaman 1dari 5

Tamatam Suwena Suwari

Tabot Bengkulu
Estetika Budaya yang tak luput dimakan zaman

Foto : courtesy of potokito.blogspot.com

Apo Lokak Cik ?


Begitulah sapaan khas masyarakat Provinsi Bengkulu, khususnya di Kota Bengkulu, untuk

menyapa sekaligus menanyakan kabar kepada rekan-rekannya. Provinsi Bengkulu sendiri


merupakan salah satu provinsi di Pulau Sumatera juga pernah menjadi salah satu tempat
pengasingan Ir. Soekarno sekaligus kampung halaman Isterinya yaitu Fatmawati yang kelaknya
berperan besar dalam proses penjahitan Sang Saka Merah Putih.

Jika anda menempuh perjalanan lewat udara, dengan jelas jika pesawat mulai memasuki wilayah

Provinsi Bengkulu. Ketika tiba di Landasan Udara Fatmawati-Soekarno dikawasan Padang


;

Kemiling kita akan menemui suasana lenggang yang biasa menjadi penampakkan sehari-hari di
tempat tersebut. Dengan menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari sana kita akan menjumpai
kawasan perkotaan yang mulai dipenuhi oleh banyak Ruko, hal tersebut menunjukkan progress
pembangunan di Kota Bengkulu dibandingkan dengan 2 hingga 5 tahun lalu.
Jika anda pergi ke dengan Simpang 5 di Kota
Bengkulu melalui jalur udara, Semarang,
patung
seorang
saat mulai memasuki wilayah pejuang menunggang kuda yang
Bengkulu anda akan dapat disebut masyarakat Patung
melihat hamparan perkebunan Kudo berdiri tegak menandai
yang
menguasai
hampir persimpangan tersebut.
setengah
Bengkulu.

wilayah
Ketika

Provinsi
tiba

di

Untuk

masalah

buah

Landasan Udara Fatmawati- tangan, anda tidak perlu


karena
disekitar
Soekarno dikawasan Padang khawatir,
Kemiling anda akan menemui Rumah
suasana
lenggang
yang Soekarno

Pengasingan
berjejer

Ir.

kios-kios

menjadi ciri khas sehari-hari di oleh-oleh yang menyediakan


berbagai varian makanan khas
tempat tersebut.
Bengkulu yang berbahan dasar
Dengan

menempuh fermentasi
durian
hingga
perjalanan sekitar 20 menit cinderamata dari kulit lantung.
dari sana kita akan menjumpai Jika anda salah seorang kolektor
kawasan perkotaan yang mulai Batik, anda wajib untuk
dipenuhi oleh banyak ruko, hal memiliki koleksi Batik Besurek
tersebut
menunjukkan yang berbeda dengan batik-batik
progress pembangunan di Kota pada umumnya dan hanya akan
Bengkulu
dibandingkan anda temui di Kota Bengkulu.
dengan dua hingga lima tahun
lalu.

Di Kota Bengkulu yang


merupakan daerah Ibu Kota

Pada

masa

perkembangannya Upacara
Tabot

bukan

hanya

Kawasan Simpang 5 di Provinsi ini bukan hanya


tengah kota ini mungkin akan menyimpan kekayaan historis
mengingatkan
anda sebagai saksi bisu perjuangan

berlangsung di Bengkulu

kitanddengan Simpang 5 di Sang Proklamator untuk tetap


Kota Semarang,
bergerilya tapi juga sebagai

Sumatera . Namun seiring

memoar dan bukti masuknya

saja bahkan hingga hampir


keseluruh

pelosok

Pulau

dengan berjalannya waktu hanya Bengkulu dan bersilahturahmi dan mengunjungi satu sama lain
Pariaman(Sumatera
menjalankan

Barat)

tradisi

saja

Islam

yang

Syiah

tetap untuk beradu Dol3 pada tanggal 6-7 Muharam dan


untuk setelah itu akan dilakukan Soja . Pada prosesi

mengenang gugurnya cucu Nabi Muhammad tersebut jari-jari yang disimpan kedua keluarga
SAW di Padang Karbela pada tahun 61 Hijriah ini. Tabot akan digabungkan disebuah gerga yang
Upacara ritual telah menjadi
tahunan

Pemda

Kota

Bengkulu

ini

agenda
makin

berkembang setiap tahunnya, terbukti dengan


transformasinya

menjadi

Festival

menjadi simbol benteng pertahanan Hussein bin


Ali bin Abi Thalib.
Sampai pada hari ketujuh dalam Ritual

Tabot. Upacara Tabot, anda masih akan disuguhi lagi

Keberadaan Festival ini menyulap pasar kaget dengan salah satu tahapan terakhir dalam
yang telah berlangsung seiring dengan Ritual Upacara Tabot itu kerap disebut Arak Penja dan
beberapa

tahun

sebelumnya

menjadi

pusat Mengarak Penja . Tahapan tersebut Penja

perdagangan singkat yang dimanfaatkan oleh para ditambahi dengan sorban putih dan diarak
pedagang untuk mencari peruntungan.
Ritual Upacara Tabot yang dimulai setiap
tanggal 1 Muharam diawali dengan ritual Ambik
Tanah dimana para sesepuh dan keluarga Tabot
akan mengambil sejumlah tanah di gerga-gerga
keramat yang telah ditentukan sejak dulu seperti
salah satu gerga berada dilapangan belakang Hotel
Horizon yang menghadap langsung kearah Pantai
Panjang. Empat hari setelah ritual itu, tepatnya
tanggal 5 Muharam, para kelompok Tabot yang

keliling kota didalam Tabot yang berukuran kecil.


Dan hari yang paling dinanti dari upacara ini
adalah hari Tabot Tebuang , pada tanggal 10
Muharam. Tabot-tabot yang sebelumnya telah
disandingkan

dan

dibawah

dari

gergahnya

masing-masing akan diarak menuju tempat


pembuangan yang terletak di Padang Karbela.
Suasana mistis dan kolosal kerap sering terjadi
dimana setiap tahun biasanya akan ada penonton
yang kerasukan saat

terdiri atas ; Tabot Berkas dan Tabot Bangsal akan


melakukan ritual kedua yaitu Duduk Penja
dimana jari-jaridicuci dan diberi sesajian.
Tahap ketiga pada tanggal 6 Muharam diisi
dengan Meradai2 , para Keluarga Tabot saling
Replika Jari yang terbuat dari tembaga dan dijadikan benda keramat yang harus disimpan kurang lebih 1 tahun sebelum dicuci dan dikeluarkan pada
prosesi Ritual Tabot
2
3

Mengumpulkan dana untuk pembuatan Tabot


Alat musik perkusi khas Bengkulu

menonton upacara Tabot Tebuang , untuk anda


yang tidak terbiasa dengan ritual ataupun upacara
semacam ini mungkin akan sedikit berdiri bulu
kuduknya, tetapi rangkaian termenarik memang
pada hari terakhir tersebut.
Euphoria Ritual Upacara Tabot akan
benar-benar terasa pada hari itu, puluhan Tabot
diarak-arak

diikuti

oleh

ribuan masyarakat

Bengkulu menuju tempat pembuangannya. Ritual


budaya masyarakat Kota Bengkulu ini mungkin
memang tidak seterkenal Upacara Ngaben dan
rentetan upacara-upacara di daerah lain yang
menjadi warisan budaya di Indonesia, namun
eksitstensi

Upacara

Ritual

Tabot

di

Kota

Bengkulu perlu diberikan acungan jempol dan


dukungan lebih lanjut agar tradisi ini akan terus
dan tetap terjaga hingga dikemudian hari.(gns)