Anda di halaman 1dari 13

Tangki timbun adalah suatu tangki penyimpan (storage tank) untuk bahan cair

atau gas memilki ukuran diameter lebih besar 12ft umumnya dikontruksi pada
kondisi tegak, dioperasikan pada kondisi atmospihric atau tekanan tidak lebih dari
15 Psi pada tekanan diatas level volume cairan yang digunakan pada tangki
tersebut.
Langkah-langkah Kerja Yang dilakukan
1. Penilaian thd rancang bangun (desain appraisal), sekurang-kurangnya dilakukan
atas (Tangki Baru API 650)
Gambar konstruksi, perhitungan desain
Listrik, instrumentasi dan alat ukur
Spesifikasi material yang menyangkut pada sifat-sifat mekanis, fisika dan
kimia
Desain fondasi (tergantung dari kekuatan daya dukung tanah)
Spesifikasi prosedur Las (WPS & PQR) dan kualifikasi juru las/unjuk kerja
las
Prosedur/Metode reparasi
Prosedur perlakuan panas pasca las (PWHT)
Prosedur uji tanpa merusak (NDT vacum test, dy penetran, UT, MPI,
radiografi dan uji tekan/hidrosatis test)
2. Pemeriksaan Fisik
Menelaah dan Verifikasi sistem pengendalian mutu pemanufaktur
Indentifikasi Material yang akan dipergunakan
Verifikasi persiapan pengelasan
Verifikasi pembentukan badan (shall). Tutup (head)
Verifikasi hasil uji tanpa merusak (NDT)
Visual check atas kondisi bagian luar dan dalam (jika memungkinkan)
Pemeriksaan visual hasil pengelasan
Pengukuran ketebelan pelat shall
Pengukuran dimensi
Pemeriksaan persyaratan keselematan kerja yang dipersyaratkan
dalam Kep.Men 555.K/26/M.PE/1995
Uji bocor repad, dinding tangki, plat dasar dan hidrostatis test

3.

Pengukuran sttlemen
Pelaporan
Menandatangani hasil pemeriksaan lapangan dan uji hidrostatik oleh IT
Perusahaan membuat dokumen hasil pemeriksaan dan pengujian untuk
diserahkan kepada KAIT sebagai bahan pertimbangan peneribitan izin
kelayakan penggunaan tangki bahan bakar cair.

Desain Fondasi tangki tergantung dari kekuatan daya dukung


Tanah di bawahnya. Secara garis besar terdapat 3 jenis tanah
yang berdaya dukung berbeda yaitu:
1. Tanah keras berbatu (daya dukung tinggi)
2. Tanah berdaya dukung sedang
3. Tanah lembek (berdaya dukung sangat rendah)
Dari hasil pengujian hidrostatis kita dapat
mengukur:
a. laju penurunan pondasi (settlement).
Jumlah setlement tidak boleh
menyebabkan stress atau regangan
pada pasangan pipa yang
berhubungan dengan tangki, dan
setlement tidak boleh berlanjut
b. Ketidaktegak lurusan tangki
(plumbness), untuk tangki baru tidak
boleh melebihi 1/200 dari tinggi total
tangki dan untuk tanki yang sudah
terpakai plumbness tidak boleh
melebihi 1/100 dari tinggi total tanki
atau dengan nilai maksimum 5 inch
(125 mm)

c. Sambungan las pada tangki dapat


diketahui baik dengan tidak terjadinya
kebocoran air.
VERIFIKASI KETEBALAN DINDING TANGKI API 650
Dalam memverifikasi desain plate dinding tangki, disyaratkan harus lebih besar dari
ketebalan plate shell yang didesain dengan ditambah perkiraan penyusutan korosi
yang diijinkan (Corrosion Allowance). Ketebalan dinding tangki harus lebih tebal dari
tabel dibawah ini :
Diameter Nominal Tangki kecuali
apabila ditentukan lain oleh
pemesan (feet / m)

Tebal Plate Shell minimum


(Inch / mm)

<50
50 - <120 / 15 - <36
120 200 / 36 - 60
>200 / 60

3/16 / 5
1/14 / 6
5/16 / 8
3/8
/ 10

Beberapa Metode utk Verifikasi ketebalan dinding tangki :


Verifikasi Ketebalan dengan One-Foot Method
Metode ini digunakan untuk tangki yang mempunyai diameter lebih kecil dari 60 m
(200 feet) dengan menghitung ketebalan pada plate shell, diurutkan dari lapis plate
shell paling bawah sebagai variabel rumus ini adalah H. (API 650 3.6.3.2)
Langkah-langkah Kerja Yang dilakukan untuk Penilaian thd Tangki Lama sekurangkurangnya dilakukan atas (Tangki lama API 653)
Pemeriksaan visual thd kemungkinan perubahan kondisi phisik tangki yang
disebabkan korosi internal, korosi eksternal, kondisi operasi, beban eksternal,
kondisi pondasi dan penurunannya serta penyebab distorsi
Pemeriksaan atap
Pemeriksaan dinding shell terutama: visual check dinding tangki, ketebalan
dinding tangki, distorsi(penyimpangan/perubahan bentuk), distorsi lasan
dinding tangki
Pemeriksaan plat dasar (kalau memungkinkan)
Pemeriksaan pondasi (kalau memungkinkan)
Pemeriksaan grounding
Pemeriksaan sambungan pipa
Pemeriksaan katup-katup
Pemeriksan peralatan tambahan
Secara Garis Besar Pemeriksaan Fisik KeselamatanKerja Tangki BBC Yang Sedang
Beroperasi Pemeriksaan In Service (Tangki lama API 653) meliputi:
1. Roof Tank (Atap Tangki)
a. pemeriksaan visual seluruh bagian
b. verifikasi hasil pengukuran ketebalan
c. verifikasi hasil pengujian tidak merusak (NDT) kalau mempunyai alat
2. Shell Tank (Dinding Tangki)
a. pemeriksaan visual seluruh bagian
b. verifikasi hasil pengukuran ketebalan

c. verifikasi hasil pengujian tidak merusak (NDT) kalau mempunyai alat


d. verifikasi hasil perhitungan ketebalan minimum
3 Pondasi Tangki
a. pemeriksaan visual seluruh bagian
b. verifikasi hasil pengukuran settlemen
c. verifikasi bund area (daerah sekitar pondasi)
4. Proteksi terhadap kebakaran dan korosi
a. Verifikasi alat proteksi kebakaran: penelaahan meliputi Water Fire Figting
System
(tipe, kapasitas, panjang hose, sumber air, pompa tekanan dan
jumlah pompa)
b. APAR (kuantitas, type)
5. Verifikasi peralatan pengaman tangki dan lindungan lingkungan
a. Body arrester (kabel pembumian
b. lightning arrester (penangkal petir)
c. Tanggul dan sistem dranase serta oil trap

Sesuai Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555.K/26/M.PE/1995 telah dilakukan pengujian kelayakan
tangki bahan bakar cair tanggal ., sebanyak 2 (dua) buah tangki penimbunan bahan bakar cair solar,
dengan kapasitas
, di PT .., lokasi di ..., Desa , Kecamatan , Kabupaten
.., Provinsi ...
1

Pondasi tangki harus dibuat dari kontruksi beton.

Ada

Tidak ada

Dibangun tanggul sekeliling bangunan tangki sebagai pengaman bila terjadi


Ada
kebocoran tangki.Untuk satu tangki dapat menampung kapasitas tangki + 20
Cm dan lebih dari satu tangki dapat menampung setengah dari kapasitas tangkitangki + 20 cm.

Tidak ada

Dibangun pagar kawat pengaman sekeliling bangunan tangki yang berjarak 5 m


dari tanggul pengaman dan jarak aman minimum terhadap lingkungan sesuai
pasal 225.
Jika dibangun lebih dari satu tangki, jarak antara tangki berjarak 10 M dan
apabila kurang setiap tangki harus dipasang instalasi penyemprotan air.

Ada

Tidak ada

NA

NA

Jarak aman tangki terhadap lingkungan.

Ya

Tidak

Tangki penimbunan bahan bakar cair dilengkapi alat penangkal petir.

Ada

Tidak ada

Tahanan dari hantaran pembumian maximum yang diizinkan 5 .

Pada atap dinding tangki dilengkapi saluran pembuangan gas yang dilengkapi 3
lapis kawat kasa.
Disediakan tabung pemadam api.

Ada

Tidak ada

Ada

Tidak ada

10

Pada lokasi tangki penimbunan bahan bakar cair harus terpasang tanda-tanda
larangan.

Ada

Tidak ada

11

Pada lokasi tangki penimbunan bahan bakar cair harus dipasang penerangan
yang kedap udara.

Ada

Tidak ada

2,56 Ohm

12

Pada dinding tangki penimbunan bahan bakar cair tertulis kapasitas tangki,
nomor tangki dan timbunan jenis bahan bakar cairnya.

Ada

Tidak ada

13

Gambar konstruksi tangki dan gambar denah situasi lokasi tangki tempat
penimbunan bahan bakar cair.

Ada

Tidak ada

14

Ketebalan plat tangki (hasil pengukuran ketegaklurusan, perhitungan ketebalan


plat yang dipersyaratkan dan hasil pengukuran ketebalan plat)

Terlampir

Lokasi, tanggal, bulan, tahun


Pemeriksa
1. Inspektur Tambang

.
Mengetahui

1. Kepala Teknik Tambang

..

Desain Tangki Timbun


Perhitungan Tebal Pelat Dinding Sesuai API 650
a. Metoda Satu Kaki (Dalam Unit S.I)

ATAU

Dimana :
td = tebal desain dinding, mm
tt = tebal uji hydrostatis, mm
D = diameter nominal tangki, m
H = permukaan desain untuk cairan, m
G = berat jenis desain cairan yang ditimbun
CA = Kelonggaran Karat, mm
Sd = Stress yang diijinkan untuk kondisi desain. Mpa
St = Stress yg diijinkan utk kondisi uji hydrostatis, Mpa
E = Joint Effisiensi
b) Metoda Satu Kaki Dalam Unit Amerika

ATAU

Dimana :
td = tebal desain dinding, INCI
tt = tebal dinding dalam uji hydrostatis, INCI
D = diameter nominal tangki, KAKI
H = tinggi permukaan desain untuk cairan, KAKI
G = berat jenis cairan yang ditimbun
CA = Kelonggaran Karat, INCI
Sd = Stress yang diijinkan dalam kondisi desain, psi.
St = Stress yg diijinkan dalam kondisi uji hydrostatis,
psi (lbft/inc ).

E = Joint Effisiensi
Verifikasi & Evaluasi hasil pengukuran ketebalan pelat dinding tangki BBC
1. Bandingkan ketebalan pelat tertipis setiap shall dengan tebal desain yang
dipersyaratkan
2. Berapa selisih tebal pelat terdahulu setiap shall tertipis (izin sebelumnya)
dengan hasil pengukuran sekarang
3. Berapa laju korosi /abrasi pertahun setiap shall
4. Berapa sisa umur pelat setiap shall.
5. Kesimpulan: Tangki BBC masih layak diperpanjang izinnya atau tidak
(perlu perbaikan)
HASIL EVALUASI LAJU KOROSI DAN UMUR SISA
Remaining Life = t actual t minimum
(year)
Corrotion rate
Dimana: t actual = tebal aktual pada saat inspeksi
t minimum = tebal minimum yang diperbolehkan untuk komponen
Corrosion Rate = t previous t actual (inch/year)
Year
Dimana:
t previous = tebal aktual pada saat inspeksi sebelumnya
t minimum = tebal aktual pada saat inspeksi sekarang
Year = selang waktu pengukuran ketebalan
Evaluasi Tangki BBC
Informasi data:
Service
: HSD tank
Tahun pembuatan : 1993
Tipe atap
: fixed supported cone roof
Diameter
: 28.462 m
Tinggi
: 12.192 m
Nominal kapasitas : 7753,101 m
Temp. Desain
: 60 C
Spec. Material yang digunakan : A 36
Yield Stress
: 36.000 psi (utk shell 1 dan 2 harga S = 0,8 Y/0,429 T)
Tensile Stress
: 58.000 psi (utk shell 3 dan seterusnya harga S = 0,88 Y/0,472 T)
Lebar pelat yang digunakan utk shell 1 ~ 5 = 8 ft
Panjang pelat yang digunakan utk shell 1 ~ 3 = 37 ft
t min = 2.6 D (H - 1) . G (inch)
SE
No.
Dindi
ng
Tang
ki

H
(ft)

t min

t aktual

(inch) (mm) (inc (mm)


h)

40,
0

10,5
1

8,74

6,93

6,52

6,21

Catatan:
- tebal min dari tiap-tiap pelat dinding tangki tdk boleh lebih kecil dari 0,100 inch
- Ketebalan pelat atap berkarat tdk boleh lebih kecil dari 0,09 inch pada luasan 100
inch

KEPMEN 555 K
Bagian Ketujuh Penimbunan Bahan Bakar Cair
Pasal 219
(1)
Tempat penimbunan bahan bakar cair yang mempunyai kapasitas penimbunan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 221 ayat (2) harus mendapat izin dari Kepala
Pelaksanan Inspeksi Tambang.
(2)
Bahan bakar cair mudah terbakar adalah bahan bakar cair yang mempunyai
titik nyala sama atau diatas 37,8 derajat Celcius.
Pasal 220
(1) Bahan bakar cair yang mudah menyala sebagaimana dimaksud dalam pasal 219
ayat (2) huruf a dibagi menjadi:
a. Bahan bakar kelas I A yang mempunyai titik nyala dibawah 22,8 derajat
Celcius dan titik didih dibawah 37,8 derajat Celcius;
b. Bahan bakar kelas I B yang mempunyai titik nyala di bawah 22,8 derajat
Celcius dan titik didih sama atau diatas 37,8 derajat Celcius dan
c. Bahan bakar kelas I C yang mempunyai titik nyala sama atau diatas 22,8
derajat Celcius dan titik didih di bawah 60 derajat Celcius.
(2) Bahan bakar cair yang mudah menyala sebagaimana dimaksud dalam pasal 219
ayat (2) huruf b dibagi menjadi:
a. Bahan bakar cair kelas II A mempunyai titik nyala sama atau di atas 37,8
derajat Celcius dan titik didih di bawah 60 derajat Celcius;
b. Bahan bakar cair kelas Ii B mempunyai titik nyala sama atau di atas 60 derajat
Celcius dan titik didih di bawah 93 derajat Celcius dan
c. Bahan bakar cair kelas II C mempunyai titik nyala sama atau di atas 93 derajat
Celcius.
Pasal 221
(1) Tempat penimbunan bahan bakar cair yang terdiiri dari satu tangki atau
sekumpulan tangki untuk menimbun bahan bakar cair mudah terbakar dengan
kapasitas 5.000 sampai dengan 40.000 liter dan untuk bahan bakar cair mudah
menyala dengan kapasitas 1.000 sampai dengan 10.000 liter harus mendapat izin
Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.
(2) Izin tempat penimbunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berlaku untuk 5
tahun dan dapat diperpanjang.
Pasal 222
Tempat penimbunan bahan bakar cair sebagaimana dimaksud dalam pasal 221 harus
memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dalam Keputusan Menteri ini.
Pasal 223
(1) Pada setiap lokasi tempat penimbunan bahan bakar cair harus tersedia:
a Tanda larangan Dilarang Merokok dan Dilarang Masuk Bagi Yang Tidak
Berkepentingan;
b Lampu penerangan;
c Alat pemadam kebakaran dan
d Penangkal petir.
(2)
Pondasi tangki harus dibangun dengan konstruksi beton dan dapat menahan
bangunan tangki beserta isinya.
(3)
Tempat penimbunan bahan bakar cair yang terdiri dari sekumpulan tangki,
maka jarak antara tangki dengan tangki sekurang-kurangnya 10 meter.
(4)
Apabila jarak antara tangki dengan tangki lainnya sebagaimana dimaksud
dalam ayat (3) kurang dari 10 meter maka disetiap tangki harus dilengkapi dengan
instalasi penyemprot air.
(5)
Disekeliling tangki penimbunan atau sekumpulan tangki penimbunan bahan
bakar cair harus dibuat tanggul pengaman yang terbuat dari beton atau timbunan
tanah dan tingginya harus dapat menampung:
a Untuk tempat satu tangki penimbunan = maksimum kapasitas 20 sentimeter
dan

b Untuk sekumpulan tangki penimbunan = x jumlah seluruh kapasitas tangki +


20 sentimeter.
(6)
Penangkal petir pada tempat penimbunan bahan bakar cair harus diukur
tahanan pembumiannya setiap enam bulan atau setelah terjadi petir yang hebat.
(7)
Pada bagian atas tangki penimbunan bahan bakar cair harus dipasang pipa
pengeluaran gas yang dilengkapi sekurang-kurangnya 3 lapis kawat kasa kuningan.
(8)
Pada dinding tangki penimbunan bahan bakar cair harus ditulis nomor tangki,
kapasitas tangki dan jenis bahan bakar cair yang ditimbun.
(9)
Pipa pengisian sekurang-kurangnya berjarak 10 meter dari tempat pengeluaran
pada lokasi tangki penimbunan bahan bakar cair.
(10) Tempat penimbunan bahan bakar cair sebagaimana dimaksud dalam pasal 221
harus dilengkapi dengan pagar pengaman yang berjarak 5 meter dari tanggul
pengaman dan pagar tersebut dilengkapi dengan pintu yang terkunci.
(11) Panel listrik dan pompa ditempatkan di luar pagar pengaman.
Pasal 224 Penimbunan bukan Dalam tangki tetap
Apabila bahan bakar ditimbun dalam drum atau wadah lain yang sejenis dan
mempunyai kapasitas kurang dari 5.000 liter untuk bahan bakar cair mudah terbakar
dan kurang dari 1.000 liter untuk bahan bakar cair mudah menyala maka lokasi
penimbunan harus diberi pagar pengaman disekelilingnya dan dilengkapi dengan
pintu yang terkunci.
Pasal 225 Jarak Aman Minimum
Tangki penimbunan bahan bakar cair harus memenuhi ketentuan jarak aman minimum
sebagai berikut:
JARAK PAGAR PENGAMAN TERHADAP JALAN UMUM ATAU BANGUNAN
BAHAN
KAPASITAS
JARAK MINIMUM DARI
JARAK MINIMUM DARI
BAKAR
TANGKI
PAGAR PENGAMAN KE
PAGAR PENGAMAN KE
CAIR
JALAN UMUM
BANGUNAN
KELAS
(LITER)
(METER)
(METER)
I-II B
- 1.500
1.5
1.5
1.501 3.000
3
1.5
3..001 46.000
4.5
1.5
46.001 115.000
6
1.5
115.001 190.000 9
3
190.001 380.000 15
4.5
380.001
24
7.5
1.900.000
30
10.5
1.900.001
40.5
13.5
3.800.000
49.5
16.5
3.800.001
52.5
18
7.600.000
7.600.001
11.400.000
11.400.001 keatas
II C
- 40.000
1.5
1.5
40.001 114.000
3
1.5
114.001 190.000 3
3
190.001 380.000 4.5
3
380.001 keatas
4.5
4.5
Pasal 226 Konstruksi Tangki
Bangunan tangki penimbunan bahan bakar cair harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
a. terbuat dari bahan yang tahan terhadap nyala api;
b. terbuat dari pelat besi yang telah diakui;
c. berdiri tegak, kokoh dan stabil;
d. dapat menahan cairan yang disimpan dan tidak bocor selama penyimpanan dan

e. pada sambungan pelat dinding tangki harus dilas, dikeling atau dibaut atau
kombinasi kedua-duanya.
Pasal 227 Penimbunan Di Bawah Tanah
Tempat penimbunan di bawah tanah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. tangki penimbunan harus terbuat dari bahan anti karat atau bagian dalam dan luar
tangki penimbunan dilapisi anti karat dan dilengkapi dengan pipa pengeluaran.
b. Tangki penimbunan di dalam tanah harus ditanam sekurang-kurangnya 1 meter
dihitung dari bagian atas tangki penimbunan dan galian disekitar tangki
penimbunan diisi pasir;
c. Tangki penimbunan harus mampu menahan tekanan sampai 7 atmosfir;
d. Dilarang ditanam dibawah rel kereta api atau jalan lalulintas;
e. Tempat pengisian berjarak sekurang-kurangnya 10 meter dari tempat pengeluaran
dan
f. Tidak boleh ada api atau lampu terbuka di dekat atau disekitar tempat pengisian.